Sains-Inreligion

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

Rohima, “Semua Harta Harus Halal”

Posted by agorsiloku pada Desember 30, 2006

Bapak ini sudah masih usia uzur ketika ANTV menayangkannya, dalam satu acara yang dikemas apik (tapi saya tidak sempat menonton seluruhnya), 2/12/Desember 2006. Rumah Rohima terbilang sangat sederhana kalau tidak kita sebut saja dhuafa. Ketika di shoot kamera teve, saat beliau sedang sholat, tampak jendela tanpa daun pintu, cat kusam, dan tembok rumah tanpa cat. Rumahnya sudah menjelaskan, seberapa banyak materi dia punya. Dalam wawancara dengan kamera tersembunyi, ia ditawari untuk sejumlah uang oleh seseorang. Bisa dipakai naik haji (Program BNI, Haji Gratis). Pak Rohima menolak !a

Alasan penolakannya adalah ketidakjelasan uang itu dari mana!?. Lalu dia jelaskan (bahasa penulis) :

“Bapak kan bisa gunakan untuk naik haji. Tapi orang yang memberikannya, tidak mau diketahui”

“Ah tidak, saya harus tahu adakah sesuatu di balik pemberiannya!”

Beliau tidak mau menerima sesuatu (uang yang begitu besar) karena beliau tidak paham ujung pangkal dari rencana pemberian uang itu. Beliau minta maaf kepada pewancara atas keputusannya, bahkan meskipun uang itu untuk naik haji sekalipun. Masya Allah.

Pada shooting berikutnya, Pak Rohima sedang sholat ketika tamu dari ANTV datang. Sang tamu menunggu beliau menyelesaikan ibadahnya. Usai sholat, Pak Rohima menerima tamunya di teras rumahnya.

“Bapak mengajar ngaji hampir setiap hari di sini.”, Jawabnya ketika ditanya tamunya.

“Kenapa Bapak tidak menabung untuk ke haji?”

“Yah…, bukan tidak ingin naik haji”, nada suaranya berat dan datar.

“Mungkin sudah takdir Allah”.

Pak Rohima adalah guru bagi penduduk di desa miskin itu, kepala desanya juga adalah murid ngajinya. Beberapa di antara mereka telah menjadi uztad. Kata para tetangganya, Pak Rohima tidak segan-segan bertanya kembali kepada murid-muridnya. Ada kearifan di dalam kesederhanaannya, ada kekayaan tak terbatas yang dimilikinya, ada energi spiritual dalam setiap langkah dan nafasnya. Pak Rohima menegasi dengan dua kalimat Syahadat, ketika menjelaskan tentang konsep kehidupannya. Beliau yang sudah mulai sepuh itu, sudah lebih mengerti manasik dari pada yang banyak orang yang sudah haji sekalipun. Begitu, tetangganya menjelaskan.

Semua yang ada di sekitarnya ikut berbahagia ketika takdir kekayaan baginya, tidak menjadi halangan bagi Pak Rohima untuk memenuhi panggilan Allah. “Labbaik Allahumma Labbaik, Labbaika la syarika laka labbaik”.

BNI Program Haji Gratis telah menjadi salah satu lantaran keberangkatan beliau ke Tanah Haram, Tanah Suci Mekkah.

Isteriku meneteskan air mata ketika acara itu ditayangkan, keluarga Pak Rohima yang tinggal di salah satu desa di Mataram itu bertangisan.

Tidak salah pilihan BNI Program Haji Gratis. Semoga Allah memakmurkan usaha-usaha dengan nisbah keuntungan usahanya diberikan dengan kesalehan sebagai pillihannya.

“Ya, Allah bila waktuku tiba di rumahMu, limpahkanlah hidayahMu kepada kami sekeluarga dan jadikan kami selalu dan dapat hidup dalam ridhaMu dan matikan kami dengan husnul khatimah. Jadikanlah kami menjadi orang-orang yang taat kepadaMu, dan berpegang kepada Al Qur’an dan Sunnah NabiMu dalam setiap langkah kehidupan kami”.

Iklan

Satu Tanggapan to “Rohima, “Semua Harta Harus Halal””

  1. “SEMUA HARTA HARUS HALAL”
    Harta dari pandangan Allah ada dua macam:
    1. Harta yang wujudnya kekayaan manusia tentang harta benda dipermukaan bola atlas ini, ini adalah urusan manusia.
    2. Harta yang wujudnya kekayaan ilmu pengetahuan agama berdasarkan ayat-ayat kitab-kitab suci adalah yang dituntut oleh Allah terhadap manusia.
    Contohnya:
    a. Harta kekayaan ilmu pengetahuan agama yang diusahakan oleh umat manusia terhadap ayat-ayat kitab suci adalah telah menyimpang jauh dari pusat ilmunya yang dimaksud oleh Allah, seperti mengikuti hadits tanpa fokus tunggal pembicaraan, mashab, fikih, ijma, qiyas, fatwa sampai sekarang.
    b. Harta kekayaan ilmu pengetahuan agama ajaran Allah masih tetap untuh didalam kitab sucinya, hanya tinggal menunggu saja datangnya hari takwil kebenaran kitab sesuai Al A’raaf (7) ayat 52,53 pada awal millennium ke-3 masehi yang telah turun di Indonesia.
    Wasalam, Soegana Gandakoesoema, Pembaharu Persepsi Tunggal Agama millennium ke-3 masehi.

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: