Sains-Inreligion

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

Site Saru dan Anak

Posted by agorsiloku pada Desember 29, 2006

Anak saya sudah berangkat dewasa. Dalam dunia yang serba permisif, aturan hukum negeri ini (Indonesia) yang sangat kurang ditegakkan oleh perangkatnya dan tuntunan moral dalam perbenturan peradaban di tengah teknologi yang berkembang begitu pesatnya, maka keberadaan fasilitas (mobil, komputer, jaringan internet, bacaan) menjadi bagian tak terpisahkan dari keseharian. Di sisi lain, anak saya hidup dalam keserbabolehan yang batasannya tidak terlalu dekat dengan orang-orang shaleh yang menghabiskan waktu dunianya untuk semata beribadah. Meski itupun, yang namanya manusia modern, berada pada lingkup dimana mengenali keburukan, juga “bisa” perlu seperti mengenali kebaikan. Mana mungkin manusia mengenali kebaikan, jika tidak bisa melakukan komparasi dengan keburukan. Tentunya dalam sudut pandang moralnya. Bukan semata pada moral itu sendiri.

Jadi, biar menjadi salah satu anak yang tidak ketinggalan jaman :

Saya bebaskan saja dia menggunakan komputernya untuk kepentingan yang menurutnya pantas dan suka. Bebas saja. Dalam pengertian, saya tidak membuat khusus memblok site-site bokep, pornografis, saru dan sejenisnya. Tentu saja, untuk kesenangannya, saya bookmarks beberapa site anak agar dia gampang masuk ke situ. Salah satu situs favoritnya adalah yahooligans. Site yang memang ditujukan untuk anak-anak dan beberapa lainnya. Selanjutnya terserah dia. Umurnya belum genap 10 tahun, masa sih mencari situs-situs dewasa. Anak ini sudah mengenali keyboard komputer sejak bersekolah di esde. Bapaknya yang setiap hari sibuk dengan urusan dunia sering pulang terlalu larut. Bahkan, ketika dia masih bayi sering tak sempat bertemu. Pulang ke rumah setelah dia tidur, berangkat kerja ketika dia juga masih dalam buaian.

Kesukaannya di depan komputer semata hanya untuk melampiaskan kesenangannya bermain game saja. Segala jenis permainan yang ada atau game-game yang beredar di pasaran, tapi bajakan dia punya. Memang untuk membeli ratusan dollar terlalu mahal. Karena aksesnya masih sangat mahal (telkomnet), tentu saja saya tidak ijinkan terlalu lama. Diajarilah sedikit-sedikit bagaimana mengambil data. Setelah itu, akses ke jaringan internet harus dimatikan.

Pulang sekolah, bahkan tidak sempat ganti baju sudah langsung depan komputer. Beberapa game interaktif yang dimilikinya serta yang di site anak-anak menjadi bagian kesehariannya. Kalau dia nakal, hukuman yang paling ditakutinya adalah tidak boleh pakai komputer.

Kebebasan lainnya adalah, komputer boleh dipakai sesuka-sukanya. Bahkan sampai rusak sekalipun. Kalau sudah rusak, paling-paling ayahnyalah yang bertugas untuk install ulang karena kesalahan operasi. Kalau saya juga sulit, terpaksalah bapaknya membenahi. Kekecewaan akan tampak di wajahnya, bila waktu untuk memperbaiki tidak cukup atau beberapa hari dia tidak bisa menggunakan komputernya.

Pada batas tertentu, tentu saja dalam pengawasan. Komputer diletakkan di ruang umum, ruang keluarga sehingga apa dan kemana dia pergi di dunia maya, sebenarnya tetap dalam pengawasan.

Saya yakin suatu kali tentu dia akan bertemu dengan site-site yang “mendebarkan”. Pada saat itu, ketika pemahamannya dalam kehidupan semakin tahu, maka dia harus memilih. Itulah yang saya bayangkan ketika kebebasan akses diberikan. Dan saya tidak mau memblok secara fisis. Dialah sendiri yang harus menetapkan pilihannya. Meskipun, hati kecil saya ragu. Benarkah : anakmu, bukanlah anakmu. Dia adalah putera puteri kehidupan yang kamu tidak akan bisa menjangkaunya. Meskipun hanya di dalam mimpi. Kamu, ibaratnya busur dan anakmu adalah anak panah kehidupan yang melesat dari busurnya.

Dia harus dapat menetapkan pilihannya.  Sejak es em pe saya tegasi bahwa di dunia komputer itu akan bertemu dengan yang baik dan buruk.  Dia akan berjalan bersama.  Sama seperti kita hidup di dunia ini, ada yang jahat dan ada yang baik.  Pilihan ada pada pelakunya.  Dia mengangguk-angguk.  Saya yakin, dia tak mengerti.  Tapi, saya yakin pada waktunya dia akan mengerti.

Sekarang, anak saya sudah kelas hampir melewati remajanya. Sudah harus bersiap-siap masuk ke dunia dewasa. Pengetahuannya tentang komputer sudah cukup lumayan, di sekolahnya menjadi salah satu web master. Pengetahuan tentang game sudah lumayan. Donlot komik menjadi kesukaannya. Apalagi setelah koneksi internetnya sudah 24 jam. Tidak lagi pergi ke warnet untuk mencari file kesukaannya. Keterampilan mencari informasi di internet sudah jauh mengalahkan ayahnya. Sebagian besar dari usaha memanfaatkan kebebasannya menggunakan komputer. Beberapa program kecil sudah mulai dibuatnya, meski belum tahu untuk apa tujuannya. Membaca sudah menjadi bagian dari kebutuhannya juga. Waktu kecilnya dulu, dia memaksa ayahnya meng-print-kan cheating game dan manual bahasa Inggrisnya untuk memudahkannya melewati level-level permainan di komputernya. Manfaatnya ada juga, dia saya pikir, meski tanpa kursus bahasa, nilainya cukup bagus. Nonton film bule juga dan terutama kartun anak-anak bisa tertawa terbahak-bahak, sedangkan Bapaknya hanya bisa bengong saja.

Kita sesungguhnya memang tidak pernah tahu apa yang direncanakan Allah terhadap kehidupan seseorang dan bagaimana langkah selanjutnya.

Di antara semuanya, saya bersyukur kepada yang Maha Pemberi. Sholat, tidak pernah dia lupakan. Mendiskusikan persoalan-persoalan agama kadang dilakukan. Meskipun, saya juga merasa terlalu awam untuk mengerti. Namun, tentu saja saya tetap merasa berkepentingan untuk dia berada pada jalan yang saya anggap “lurus”. Bangun malam untuk tahajud juga kadang dilaksanakan, tanpa pernah saya memintanya. Saya selalu pesankan, jangan lupa do’akan ya orang tua. Anak sholeh adalah harta paling berharga yang dimiliki sebuah keluarga.

Iklan

2 Tanggapan to “Site Saru dan Anak”

  1. Pokoke saya da mau ngajarin anak saya nanti main internet!
    Ntar kaya bapanya lagi…
    He…
    Salam Pak!

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: