Sains-Inreligion

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

Pluralisme Agama & Toleransi

Posted by agorsiloku pada Desember 22, 2006

Saya kadang heran juga, kok pLuralisme diributkan. Meskipun belakangan saya sedikit mengerti, habis yang diributkan itu : semua agama sama, banyak jalan menuju Allah. Yang penting, beriman pada Allah, hari kemudian, beramal shaleh maka niscaya tidak ada kekhawatiran dan bersedih hati. (QS 5:59). Penjelasan lebih tegas datang dari Pluralisme Agama dan Hamka, dan tentu saja banyak pembahasan sejenis. Saya juga senang dengan tulisan Syafii Maarif di Republika yang mengaitkan toleransi dengan pluralisme yang saya simpan di blog ini sebagai materi yang berharga pula, kurang sepaham bahwa itu adalah penelikungan seperti yang dibilang Irene Handoko. Namun, setiap orang tentu saja punya hak bicara, hak berbeda pendapat, dan hak untuk meyakini kebenaran persepsinya. Sepanjang tidak melanggar tata etika dan moral. Baik tatanan yang dipahami oleh masyarakat maupun yang diimplementasikan oleh hukum formal. Sepanjang tidak merusak, tidak menganiaya dan tidak melanggar aturan hukum yang diakui bersama sebagai warga negara, ya jangan ditangkaplah. Tapi, atas nama apapun, kalau menyusahkan orang lain dan melanggar hukum, yang berwajib harus bertindak dong. Kita kan mengaku negara hukum, bukan negara kekuasaan.

Kalau menurut saya, pengertian QS 5:59 memberikan pemahaman awal bahwa pilihan untuk sampai kepadaNya tidak hanya Agama Islam. Allah menetapkan pada setiap ummat syariatNya. ( QS 22:67). Lalu, pertanyaan selanjutnya, apakah dengan berakhirnya kenabian, maka Al Qur’an menjadi satu-satunya petunjuk bagi ummat manusia akhir jaman – rahmatil’alamin?. Ya juga, ini disampaikan juga keadaan ini (QS 4:41) dan ditegasi pula oleh QS 34:28 : Dan Kami tidak mengutus kamu, melainkan kepada umat manusia seluruhnya sebagai pembawa berita gembira dan sebagai pemberi peringatan, tetapi kebanyakan manusia tiada mengetahui.

Boleh jadi, ketika teknologi tidak begitu maju, yang tinggal di suatu tempat yang sentuhan informasinya tidak ada/tidak cukup maka berita kehadiran Nabi terakhir tidak ada. Tapi, kian saat kian memungkinkan semua manusia mendapatkan informasi yang cukup dan mudah bahwa jalan lurus yang dibentangkanNya melalui Al Qur’an tiba. Apakah kemudian mereka menjadi beriman atau mempercayainya!?. Tidak ada paksaan dalam beragama.

Jadi, kalau begitu agama Islam adalah agama terakhir yang diridhaiNya. Agama yang lainnya, apakah diridhai?. Jelas saya tidak tahu, tetapi mereka jelas … mencucurkan air mata disebabkan kebenaran yang telah mereka ketahui … (QS 5:83). Saya masih menangkap pemahaman adanya kemungkinan ini.

Lalu bagaimana dengan pluralisme?. Ini sebenarnya terlalu simpel untuk di”pergunjing”kan. Mengapa?. Ya, karena sudah jelas sekali ada penegasan : ..bagimu agamamu, bagiku agamamu… Ada perbedaan siapa yang disembah. Jadi tidak perlu lagi saya pikirkan.

Bagamana dengan toleransi.

Walah… kepada bebek, ayam, atheis, deis, maling ayam, sampai siapapun. Hubungan antar manusia harus bertoleransilah, pemaaf dan pemaklum (biar ini sulit).

Tapi, pluralisme itu artinya semua agama sama?. Nggaklah yaw, pikiran ini saya anggap terlalu kekanak-kanakan, jadi nggak layak (meskipun buat si anak jelek – agor) buat diwacanakan.

Iklan

4 Tanggapan to “Pluralisme Agama & Toleransi”

  1. Dono said

    Ass.wr.wb,
    Tentulah tidak ada paksaan untk memasuki agama islam,krna Allah s.w.t tidak mempunyai sifat memaksa,apkah Dia pernah memaksa untk disembah tentu tidak bukan? Dia cukup hanya memberikan peringatan kpd mereka2 yg berakal.

    Tapi ingat saudara dan saudari, Allah s.w.t mempunyai sifat cemburu ( khiasan ) janganlah kita menyembah selain Dia krna selain dari Dia tidak ada hak untk disembah.Amin.
    Wassalam.

    Suka

  2. agorsiloku said

    Betul, Allah memang tidak menyuruh manusia untuk memasuki jalan lurus dengan dipaksa-paksa. Tapi adalah pilihan bagi manusia (mahluk berakal budi yang bersedia menanggung resiko sebagai khalifah di muka bumi) untuk ingkar atau beriman untuk menetapkan pilihan. Pilihan “lurus” juga dapat terjadi apabila Dia juga memberikan hidayahNya.

    Ketika Allah menciptakan langit dan bumi, maka Allah memerintahkan kepadanya : Datanglah… dengan sukahati atau terpaksa… (QS 41:11),juga pada QS 3:83 dan QS 13:15.

    Saya, terus terang saja, kurang sependapat dengan pengertian atau pandangan Allah Swt mempunyai sifat “cemburu” meskipun ini hanya sekedar kiasan atau dikiaskan. Janganlah kita menyifati Maha Pencipta dengan sifat yang Dia sendiri tidak jelaskan tentang penyifatanNya. Kita hanya memahami Allah dari nama-namaNya yang diberikan pengetahuanNya kepada kita (Asma’ul Husna). Tak sesuatu apapun yang menyerupai atau sama denganNya (QS Al Ikhlas). Dengan kata lain, apa saja yang kita serupakan dalam pemahaman akal kita, maka berarti pula “bukan itu”. Bahkan untuk berpikir mendekatipun, hampir sama nol koma sekian sekian persen pun tidak dapat (tidak layak) dilakukan kepada Mahapencipta. Wallahu’alam.

    Suka

  3. kok nggak pake gambarnya sih????
    tau nggak? gue tuh disuruh guru gue nyari gambar tentang toleransi…
    tapi rata-rata nggak ada yang pake gambar,,,
    bego ‘kan guru gue ngasih tugas???!!!
    emang…
    huh, benci banget gue ama tuh guru,,
    ya udah ya…
    makasih….

    @
    Toleransi, walah gambarnya, coba cari di gugel, pilih gambar. Isteri berjalan dengan suami juga toleransi, bersalaman dengan orang lain juga toleransi, banyak hal dalam kehidupan ini, diisi dengan toleransi. Gambar saja toleransi, apa saja bisa dipakai, kan itu masalah interpretasi dan persepsi. Bahkan gambar orang tersenyum pun toleransi kok. 🙂

    Suka

  4. Wajibnya hukumnya Pluralisme agama dan Toleransi agama adalah sesuai Al Baqarah (2) ayat 148: Dan bagi tiap-tiap umat ada kiblatnya (sedirri-sendiri seperti rasulnya, kitabnya, aqidahnya syariatnya, mualamalahnya, tatacara ibadahnya, tempat ibadahnya dll.) yang ia menghadap menghadap kepadanaya. Maka berlomba-lombalah kamu (dalam berbuat) kebaikan (berpersepsi agama). Dimana saja (dalam agama apapun) kamu berada pasti Allah akan mengumpulkan kamu sekalian (pada hari kiamat, habislah gelap terbitlah terang ilmu pengetahuan agama sesuai Al Qiyamah (75) ayat 6-15, Al Baqarah (2) ayat 257 dalam persepsi tunggal Agama Allah sesuai An Nashr (110) ayat 1,2,3). Sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu (menunggalkan umat/agama sesuai An Nahl (16) ayat 93).
    Wasalam, Soegana Gandakoesoema, Pembaharu Persepsi Tunggal Agama millennium ke-3 masehi.

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: