Sains-Inreligion

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

Al Qur’an dan Sains

Posted by agorsiloku pada November 24, 2006

Sewaktu Maurice Bucaille berkisah/membahas laporan ilmu pengetahuan dan Al Qur’an, ada kegembiraan ummat bahwa Al Qur’an berkesesuaian dengan perkembangan ilmu pengetahuan. Menarik memang. Dan sejumlah kekhawatiran juga ada. Ilmu pengetahuan itu dinamis dan berkembang, satu teori menggugurkan teori lainnya sedangkan Kitab Suci duduk manis pada satu level tertentu (level puncak).

Buat saya yang main mutlak-mutlakan, Al Qur’an itu 100% wahyu dan tanpa cacat atau cela sedikitpun. Asumsi sederhana saja. Misalnya, ada 1000 level (hijab dari Al Qur’an) untuk suatu pemahaman yang sempurna. Lalu ilmu pengetahuan dan logika manusia berada pada level ke 100 atau ke 500, maka ..ngkali… kesesuaian di level 500 untuk ilmu pengetahuan adalah cerminan juga kebenaran Al Qur’an.

Bagaimana kalau Al Qur’annya yang keliru (baca tidak sesuai dengan ilmu pengetahuan atau teori yang dianggap sama dengan Al Qur’an itu kemudian direvisi dan digantikan dengan teori baru?). Sederhana saja, “ilmu dan pengetahuannya yang keliru” atau kita saja yang belum sampai pada pemahaman yang disampaikan Al Qur’an.

Pokoke, Al Qur’an 100% absolut benar. Artinya ilmu pengetahuan itu yang belum sampai (atau belum benar). Namanya juga yang relatif kok. Bisa saja hari ini jadi acuan benar, dan sesuai dengan al Quran (dianggap sesuai). Di lain hari diralat. Jelas, bukan al Qur’annya yang diralat. Kita aja yang mengerti perlu memperbaiki maknanya atau menelaah kembali kemampuan kita untuk memikirkan..

Kalau Hadits?

Jujurlah, saya kalau itu mendukung Al Qur’an, memperluas wawasan/pemahaman. Maka saya percaya. Kalau bertolak belakang/berbeda, ya apa boleh buat, saya anggap saja perawinya keliru (atau sayalah yang keliru). Sumbernya harus lebih banyak lagi memang.

Kalau Mazhab?

Wah, ini saya bingung lagi. kalau berbeda dan lain sebagainya atau tidak match dengan yang saya pikirkan, maka saya lupakan saja. Ambil saja yang enaknya, tapi saya lebih suka yang sesuai dengan main masternya. Namun, tentu sangat jelas dipahami, yang disebut 4 mazhab besar itu adalah orang-orang saleh yang patut dipahami, dicontoh, diteladani dan pemahaman yang sangat mendalam terhadap isi kehidupan. (Semoga saya tidak termasuk yang menuhankan akal)

Kalau dari para ulama?, fatwa gitu atau yang difatwakan.

Wah, ini sih sama juga, kalau cocok dengan pemahaman ya saya coba ikuti. Kalau beda, ya forgot it.

Kalau dari saintis?

Apalagi.

Kalau dari blog?.

apalagi, ini kan hanya ijtihad saja. Syukur kalau menambah wawasan.

Apa ukuran wawasannya?

Menambah mutu ahlaklah…

Bilangan 19 dan Matematika Al Qur’an.

Wah ini assoy benar. Ini adalah bukti kebenaran Al Qur’an.?

Ya untuk satu sisi, kita bisa belajar lagi bahwa ternyata (baca terbuka hijabnya) ada sesuatu yang disampaikan begitu mendalam oleh Al Qur’an dan selama ini kita tidak kenali. Boleh jadi akan banyak tafsir dan pengertian yang selama ini tampaknya kuat dan shahih, namun sesungguhnya lemah dan butut.

Cukup sampai di situ?.

Ya, engga juga. Perlu juga dielaborasi lebih mendalam, pengetahuan apa yang disarikan dari struktur ayat, struktur surat, jumlah kata, jumlah huruf, atau sejumlah pengertian dari Al Qur’an itu.

Seperti misalnya ketika al Qur’an menjelaskan tentang Fe, ada pula tentang satu unsur di alam ini yang tidak ada (dan tidak nampil juga di alam semesta). Al Qur’an tentang setiap bagiannya sesungguhnya saya kira sangat rinci. Kita saja yang memahaminya dalam konteks yang betul-betul hanya di permukaan saja.

Lalu, apakah gunanya segala pengetahuan sains dan matematika itu bagi fundamentalis agama?.

Yah, kalau berhenti sampai di pernyataan :”Inilah bukti kebenaran Al Qur’an” rasanya belum cukup. Kita masih harus mengelaborasi dan mengeksploitasi apa yang dititipkah Allah kepada kita untuk mengembangkan sains dalam perpektif Qur’an. Bukankah sains juga pada awalnya tidak hitam putih, tapi menganut positivisme dan oleh sebagian orang dijadikan alat untuk “membunuh Tuhan”.

Oom Einstein yang bilang “agama tanpa ilmu adalah buta” dan “ilmu tanpa agama adalah pincang”, seenggaknya menjadi idiom yang cocok untuk itu. Kali Eistein tidak perlu repot-repot meralat teori relativitasnya, seandainya dia baca ayat Al Qur’an tentang hal ini. Juga Oom Stephen Hawking.

Kadang, saya juga ada rasa nyeseli sama ummat Islam ini, dimana saya menjadi bagian kultural dan keberimanan di dalamnya. Kok, begitu senang sama takhyul. Kok kalau mengajarkan tentang budi pekerti begitu idealnya sehingga saking idealnya ditempatkanlah di awan. Maksudnya tidak membumi, tidak praktis, sempit dan tergulung keangkuhan kelompok.

“Misal :?”

“Nggak ah, nanti dituduh main mengkafirkan atau menjelekkan saudara sendiri”.

Tapi, saya memang mendapat kesan untuk kurang mantap untuk hal-hal ini.

Posisi Sains dan Al Qur’an.

Kalau menurut saya, masih banyak lagi yang harus digali. Ummat Islam jangan merasa cukup berbangga dengan kelebihan Al Qur’an sebagai produk matematis yang dipesankan oleh Sang MahaPencipta. Gali lebih dalam lagi. Mungkin yang terpahami di alam logika ini baru seperseratusnya.

Suatu kali, boleh jadi pula. Anutan tafsir akan muncul di masa depan dengan judul. Tafsir matematis dan sains untuk Al Qur’an atau matematika sosial dalam dimensi Al Qur’an. Atau apalah. Segala sesuatu dalam ukurannya, boleh jadi fungsi-fungsi dan definisi pemahaman sosial juga dirincikan oleh Al Qur’an secara matematis pula.

Kan sayang juga, pesan Sang Khalik yang agung itu dibungkus belum muncul sebagai rahmatil ‘alamin karena kita sudah tertinggal jauh dalam olah pikir dibanding bangsa-bangsa lain yang bahkan “mengkarpetkan” agama dalam kehidupannya.

Dan apapun juga yang menjadi tolok ukurnya, tetap saja satu. Di jalan lurus, di mutu peningkatan ahlak. Ahlak pribadi dan ahlak sebagai mahluk yang diciptakan, serta interaksi antar mahluk-mahluk berakal.

Rahsyid Khalifa, mulai Tahun 1970 memunculkan hal-hal yang berkenaan dengan bahasa matematika Allah kepada manusia. Sayangnya, beliau sepertinya terjebak juga dengan pemahaman yang digalinya.

Tentu masih ada pula proporsi lain yang tentu layak juga jadi bahan masukan.  Misal tentang Proporsi Agung yang juga tidak kalah menariknya.

Iklan

15 Tanggapan to “Al Qur’an dan Sains”

  1. ida said

    menurut anda Enstein itu beragama atau tidak,,,,,,,,??????
    n tentang ilmu itu belum nyampe, al-Quran yang sempurna, gmn dngn ilmu yang selama ini qT pelajari saya nda pernah dptkan tuh d Al-Quran. sprt aja ni y… rumus dl matematika, apa prnh ada dlm al-Quran???????? (bkn bermksd meremehkn al-Quran…AFWAN!!!!)
    jwb

    @
    Maaf, saya tidak dapat menjawab pertanyaan ini. Saya tidak bisa memperkirakan dengan baik. Pertama karena saya tidak mengerti matematika, dan kedua saya hanya sebutir pasir atau debu yang tidak paham hamparan pasir seluas apa…..

    Suka

    • Anonim said

      To Ida:
      Enstein beragama atau tidak, AllahuAlam di indonesia aja yang mulut & KTP Islam tapi hatinya tidak,
      Manuasi diberi akal makanya manusia lebih mulia dari makhluk lainya.
      Perbandingan Ilmu Allah dengan ilmu yang bisa diterima otak manusia Seluas Air Laut dengan setetes air dari jari.
      Rezeki seseorang manusia sudah di gariskan besar dan kecilnya namun tetaplah manusia harus mencarinya (Ikhtiar).
      taukah Ida akan tujuh langit dalam Alquran bukan kah itu sebuah bilangan dalam matematika,
      Apakah Perlu Allah menjelaskan kepada manusia zaman nabi Muhammad bahwa manuasia terbentuk dari Ho2 o2 dan sebagainya seperti teori hendri, bukankah Allah sudah menerangkan bahwa manusia di ciptakan dari tanah liat, tanah liat yang hitam(banyak macam2 tanah yang dijelaskan dalam Alquan)coba sdri Ida cek kadar yang terkandung dalam tanah2 yang tersebut dalam Alquran Subhanallah, Allahu Akbar, semuanya sama percis dengan teori hendry, dan Alquran ada jauh sebelum si hendri ini lahir.
      Intinya Alquran menjelaskan dengan bahasa yang mudah dicerna oleh seluruh umat manusia dari berbagai macam zaman.dan akal yang akan membuka semua kebenaran dalam Alquran,
      Sdri ida pelajarilah alquran dengan sebenar benarnya ilmu yang anda pelajari sudah diberitahukan dalam alquran silahkan anda yang menjabarkan, dan pergunakanlah hati yang Islami agar tidak salah dalam penafsiran.

      Suka

  2. haniifa said

    @mba Ida
    mba yach 8)
    Jika melihat filosopisnya, dan Insya Allah, menurut pemahamm sayah :
    Science without religion is lame, religion without science is blind.
    Albert Einstein, “Science, Philosophy and Religion: a Symposium”, 1941
    US (German-born) physicist (1879 – 1955)

    Jelas beliau beragama dunk !!
    Agamanya apa ?! Agama yang datangnya dari Allah subhanahu wa ta’ala.

    Kunjungi 😀 : http://haniifa.wordpress.com/2008/03/20/albert-einstein/

    Suka

  3. haniifa said

    @mba Ida
    Hallo lagi mba 😀
    Kalau mba tertarik disiplin ilmu matematika dan atau disiplin ilmu komputer.

    Tnj 😀 : http://haniifa.wordpress.com/2008/03/15/al-quran-mengenalkan-operator-logical-baru/

    Suka

  4. KERALINIA said

    silahkan Anda sekalian baca buku KESEIMBANGAN MATEMATIKA DALAM AL QURAN, ,,,,,, THAT’S THE BEST BOOK

    @
    Terimakasih infonya. 😀

    Suka

  5. elzach said

    Assalamu’alaikum wr wb.

    Saya meyakini kebenaran Al Qur’an, tanpa keraguan lagi.
    Hanya orang-orang yang bersungguh-sungguh mencari kebenaran yang akhirnya dapat memahami kebenaran Al Qur’an.
    Banyak sekali ungkapan ilmu pengetahuan di dalam Al Qur’an, pada beberapa ayat manusia mulai ‘merasa’ memahaminya, seperti ‘zarrah’ (manusia menyamakan dengan atom, padahal boleh jadi yang dimaksud lebih kecil lagi dari itu),

    juga tentang pemurnian air /destilasi dari darat~ laut ~ awan ~hujan darat, penciptaan manusia dalam rahim, genetik, astronomy, kelautan, pertanian, perikanan, matematika, biology, fisika, kimia dsb dsb.
    Pengetahuan manusia nisbi, tapi ungkapan sain dalam Al Qur’an sangat menarik hati, mendorong manusia menggali lebih dalam lagi hikmah ayat-ayat Allah SWT bukan hanya yang tertulis, tapi juga yang tercipta secara fisik, sehingga diharapkan manusia semakin memahami kebenaran dan tujuan hidup yang sebenarnya.

    Hanya orang-orang yang bersungguh-sungguh dan berniat bersih, yang akan secara hati-hati berusaha memahami Al Qur’an, tidak diliputi emosi kemudian menyebar fitnah, menyebar kemarahan dan kebencian, padahal sesungguhnya semua orang (ras manusia yang sangat rapuh dan lemah ini) sangat mendambakan keselamatan dan kebahagiaan di dunia hingga akhirat.
    Diberi kitab petunjuk yang dapat menyelamatkan kehidupan di dunia akhirat, seharusnya kita sangat berterima kasih dan penuh rasa syukur.

    Wassalamu’alaikum wr wb.

    Suka

  6. elzach said

    Assalamu’alaikum wr wb.
    Agama bukanlah perkara main-main karena menyangkut keselamatan kita di dunia dan di akhirat, jadi kita harus berhati-hati…sangat berhati-hati.
    Kita masih ingat bahwa, para ulama mengkategorikan hadist dalam beberapa kategori, ada yang shahih (yang bisa dipercaya), ada pula yang lemah, bahkan hingga yang palsu karena tidak jelas perawinya atau bahkan isinya bertentangan dengan Islam sendiri.
    Jika perawi dikenal sebagai orang yang suka berdusta, maka apapun yang dikatakan orang itu walaupun dia hidup dimasa Rasulullah SAW tidak dapat dipercaya /palsu.
    Mempelajari dari berbagai sumber, baik bacaan maupun orang yang mengaku Syiah sendiri, saya secara pribadi tidak setuju dengan Syiah ini, dan cukup bagi saya menolak apapun yang mereka ajarkan tanpa perlu dibahas lagi, termasuk masalah Mut’ah ini.
    Kita juga paham ada banyak pihak yang ingin menghancurkan Islam dengan memecah belah umat, dan itu terjadi sejak jaman Rasulullah SAW, dan dari yang saya baca, ajaran syiah ini diciptakan orang yahudi dengan memanfaatkan peristiwa karbala untuk membuat umat Islam saling menghantam dan diharapkan dapat hancur dengan sendirinya tanpa orang yahudi bersusah payah, sehingga banyak sekali ajaran Syiah ini yang bertentangan dengan Tauhid dan akhlak Islam, saya tidak bisa menyebut satu persatu, bisa dibaca dengan mudah dari tulisan maupun ajaran-ajaran mereka.
    Untuk itu jika perlu, boleh juga dibaca bagaimana sebenarnya ajaran mereka, untuk dibandingkan dengan Al Qur’an dan Hadist Rasulullah SAW.
    Misalnya, saya pernah baca, mereka mengatakan Allah sebenarnya salah memilih nabi, seharusnya Ali ra yang dijadikan nabi dan bukannya Muhammad SAW (ini jelas sudah melanggar Tauhid dan mengingkari Islam yang dibawa Rasulullah SAW), Syiah punya kitab suci sendiri yang bukan Al Qur’an, mereka mengkafirkan para sahabat Nabi, Syiah mempercayai wali2 kutub (layaknya dewa-dewa orang musryk) yang menjaga tempat-tampat tertentu dan mempunyai kekuatan hebat bahkan bisa memadamkan neraka dengan meniupnya yang mereka begitu memuja para wali kutub ini yang mereka percaya dapat mengabulkan permohonan (do’a?) mereka, juga meyakini batu-batu keramat dari karbala; mereka melebih-lebihkan keturunan Ali ra seperti titisan dewa saja, dsb dsb.
    Jika sudah demikian, bagaimana bisa membedakannya dengan musryk, yang menyembah manusia, dewa-dewa, benda-benda keramat dsb.
    Semoga Allah SWT selalu Melindungi dan Memberi petunjuk jalan yang lurus kepada kita di dunia hingga Akhirat
    Wassalamu’alaikum wr wb.

    Suka

  7. elzach said

    Assalamu’alaikum wr wb

    merugilah orang atheisme,
    karena dia tidak akan melihat lebih jauh pengetahuan dari sekedar katak dalam tempurung bumi ini.
    dalam usia yang tak lebih dari 100 tahun ini.
    dan harus menghadapi siksaNya pula untuk selamanya.

    merugilah orang musryk,
    tertolak iman dan amalnya karena menyembah mahluk, yang tak akan dapat menolongnya dari azab neraka yang kekal.

    Segelas air tidak mungkin ada jika tidak ada yang menuangkannya, apalagi triluyun trilyun.. ton material alam semesta ini.
    jika manusia yang berakal saja, masih bisa tabrakan di jalan, bagaimana mungkin benda tak berakal semacam Bumi~ Planit~ Matahari dan Benda-benda langit yang jauh lebih besar dari itu dapat harmonis bergerak di manzilah masing-masing sedemikian hingga kita dapat menghitung waktu detik-demi detik bahkan kalender sepanjang tahun.
    padahal sedetik saja melenceng dengan kecepatan bumi setinggi itu, pasti akan remuk berkeping-keping saat terbentur dengan bulan, asteroid, atau terbenam di dalam api matahari.
    Belum lagi adanya kehidupan yang dihidupkan dari bumi yang mati ini, dan itu masih belum apa-apa; kalau memelihara ikan di aquarium saja sedemikian ribet, apalagi memelihara dan memberi rizqi (siklus makan, siklus air minum, siklus udara, segala kelengkapan hidup baik yang menempel di tubuh maupun di lingkungan tempat hidup) semua mahluk di bumi ini mulai dari sekecil virus, setolol manusia, hingga segedhe gajah.
    Dan jika ada lebih dari satu Tuhan, pasti masing-masing tuhan akan saling menghancurkan untuk saling mengklaim sebagi tuhan sejati, dan bumi yang indah ini tak akan sempat tercipta walau sedetikpun, karena ketika satu tuhan sedang mencipta bumi maka yang lain akan menghancurkannya.

    Inilah kita, hidup di bumi yang terpelihara setiap detik dengan kasih sayangNya, tapi jangan coba-coba mencicipi karyaNya yang lain, yaitu Neraka abadi yang dijanjikannya bagi orang-orang tidak beriman.
    Jangan pula meragukan keabadian Neraka itu, karena yang menjanjikan adalh Yang Maha Kekal.
    berani coba? silahkan jadi sukarelawan.

    Wassalamu’alaikum wr wb

    Suka

  8. Packdie said

    Subhanallah

    Suka

  9. atheism said

    Hahahahahaha…pantas aja orang islam pintar2 dan maju dalam sains dan teknlogi lebih dari bangsa yang lain ,,,rujukannya alquran yang sempruna.yang satu2nya buku bercerita ttg apa saja di dunia ini..dari matematika,antropologi,sosiologi,biologi,akuntansi,management,informatika,filsafat,psikologi,geografi,astrologi,kimia,huku,politik,sejarah,navigai,perundang2gan,jurnalistik,farmasi, pertanian,peternakan dll…kl qw sih ga bakalan baca buku yang lain yang buatan manusia….mending baca wahyu Ilahi, semuanya lengkap..mw tw ga??? thomas Alfa Edison sampai bisa menemukan listrik, itu krn dia membaca alquran….ngapain qw ke perpustakaan??ngapain qw ke sekolah???

    Suka

  10. Assalamu’alaikum…
    Blog saudara cukup bagus, banyak post yang dapat menjadi sumber referensi..
    Terima kasih, maju terus. Semoga Allah memberi kabar gembira bagi saudara kelak di Akhir Dunia, Amin.

    Suka

  11. ass.wr.wb said

    bismillah:gini pembaca, sebenarnya ALQURAN bukanlah buku sain atau buku yg lainnya,tapi alquran adlh kitab petunjuk bagi manusia d jin,dan kalaupun ilmu pengetahuan sain misalnya d temukan d alquran tu hanya mukjizat(mengalahkan) manusia yg membangkang.

    Suka

  12. kadarusman said

    konsep dari pada islam adlah rahmatn lilalamiin… ada 4 konsep kecerdasan yang minimal umat manusia miliki. konsep ini di ambil dari alkisah seorang revolusiner yaitu Muhammad yang di angkat menjadi rosulullah… dari 4 konsep dari Nabi Muhammad di antaranya:
    1. EQ (emotional quation) beliu adalah manusia yang memiliki kecerdasan dari belahan otak krinya… untuk selalu menahan amarah dari kedengkian orang-orang kafir quraisy…. semenjak kecilnya beliau di ajarkan dengan keadaan yang prihatin dengan demikian Muhammad mampu menahan segala seseuatu hal yang menimbulkan kejahatan
    2. IQ (itelgen quation) setelah mendapatkan wahyu pertamanya muhammad di seru untuk membaca apa yang telah di ciptakan tuhan kepadanya untuk di jadikan sebagai perkembangan ilmu pengetahuan
    3. SQ (spiritual quation) perjalanan isra miraj adalah salah satu bentuk penanaman keyakinan untuk menanamkan identitas bahwa umat beragama memiliki bentuk refleksi jiwa untuk mendekatkan dirinya kepada Tuhan yang maha esa
    4. AQ (adventure quation) merupakan perjalanan hijrah dari bentuk kejahatan dan bentuk kita mengenal dunia agar kita menjadi orang yang lebih berilmu dan mengajarkan kita kepada kebijaksanaan…
    dari ke empat konsep itu kita bisa ambil betapa besarnya perjalanan dan wacana unutk kita kaji lebih dalam agar kita mampu menajalankan kehidupan sesuai dari pada syari’at atau aturan hukum… secara definitif bahwa kita merasakan kesalrasan, ksejahteraan, kedamaian. mudah2an kita akan mendapatkan pemimpin yang memiliki empat konsep tersebut. wasalam

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: