Sains-Inreligion

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

Falsafah Kearifan Korupsi

Posted by agorsiloku pada November 21, 2006

Coba ketik di Al Qur’an digital kata “korupsi”. Nggak ada kan. Jadi nggak ada tuh ayat yang berbicara tentang korupsi (?).

  1. Tidak ada hubungan langsung atau bersaudara dekat antara mentalitas korupsi dan moralitas agama. Buktinya, di negeri yang terbesar orang tidak beragama pun, korupsi bisa minimum, sedang di negara seperti Indonesia ini. Kita mendapat peringkat sebagai rajanya korupsi.
  2. Korupsi itu menjadi penyakit, jika ada yang tidak kebagian, lalu melaporkan. Sepanjang pembagian adil dan semua senang, maka tidak ada korupsi. Ini adalah jama’ah korupsi eh… korupsi berjamaah..
  3. Sepanjang bisa, jangan sertakan bukti. semua gunakan isyarat untuk tahu sama tahu, kompak dan saling mendukung. Kerucut korupsi terjadi apabila ada yang tidak kebagian.
  4. Semua harus sesuai bestek, spesifikasi, ketentuan. Ketentuan, bestek, dan spesifikasi bisa disesuaikan sesuai dengan pembagian wewenang dan jatah. Ngertilah.
  5. Karena saya sudah mengabdi sekian ribu tahun, tapi gagal menikmati kekayaan biar seupil, maka selayaknyalah saya yang telah berjasa ini dipahami untuk mendapatkan sedikit tambahan.
  6. Korupsi itu hanya terjadi bila dibuktikan oleh pengadilan. Kalau ini terjadi, artinya sedang diuji dan naas. Jika tidak masuk ke pengadilan, artinya tidak terjadi korupsi.
  7. Korupsi itu memberikan jaminan masa depan dan keamanan untuk anak cucu, teman, rekan, sahabat, para profesional lainnya.
  8. Korupsi memberikan ketenangan dan menunjukkan solidaritas kelompok. Persahabatan terjalin karena kita bersama pasti bisa. Jad, rekan, kawan, sejawat, panutan, saudara seiman dan setanah air, tidak bisa melihat korupsi sebagai korupsi. Tapi melihat sebagai aksi solidaritas, kebersamaan, dan kekompakkan….
  9. Korupsi itu indah dan membanggakan. Karena itu, kita sudah gagal melihat dari sudut pandang moral dan etika, tapi melihat dari sudut rahmat dan keberuntungan. Maka korupsi menjadi begitu terbiasa dan rutin. Tak bisa dilihat lagi sebagai kejahatan. Banyak orang saleh di antara kita yang kagum dan hormat sama orang yang kaya atau lebih dari sekedar kaya. Amalnya luar biasa, berlipat deh dari penghasilannya sebagai…. sebagai….
  10. Karena tidak ada yang dirugikan.
  11. Karena itu, ariflah dalam korupsi. Niscaya semua akan beruntung?….

Ada lagi?

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: