Sains-Inreligion

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

Oke Boss : Semua Ada Ilmunya

Posted by agorsiloku pada November 15, 2006

Karena aku neh punya pikiran bahwa jilbab (itu tuh yang menutupi rambut dan telinga) itu tidak wajib, sedangkan ada yang menyebutkan jilbab itu wajib juga. Jadi biar yang dibaca sama, karena kemampuan dan hidayah belum sampai, ya aku neh belum bisa bilang jilbab wajib. Padahal, kata si A, B, C sudah jelas. Jadi susah juga ya. Ini memang sifat manusia, sering sangat yakin dengan pikirannya sendiri. Terutama saya. Sebagai pesuruh, aku neh sering disuruh sama komandan. Tolong (baca : saya perintahkan Anda) untuk ini, itu, begini dan begitu. Tapi, yang dilakukan ternyata beda dengan yang dimaksud oleh pemberi perintah. Mengapa?, Karena kita sering telalu congkak dengan pikiran kita. Ketika aku terima perintah, maka terjemahannya adalah perintah itu kulaksanakan seperti yang aku mau untuk melaksanakan perintah itu. Bukan perintah itu aku pahami dulu, apa maunya pemberi perintah itu?. Apakah sudah memahami lengkap atau belum, atau aku memahami baru sebagian saja, tapi sudah melaksanakan perintahnya. Jadi saat kita berkomitmen, melaksanakan perintah, maka kita melaksanakan perintahnya (yang nyuruh) seperti apa yang kita maui, bukan apa yang dia maui. Baik dia huruf besar atau huruf kecil, sama saja. Barangkali kita masih mau membela diri, itu kan karena persepsi kita. Tapi, saya harus akui, lebih sering melakukan perintah Bos, seperti apa yang kita maui tentang Bos kita, bukan apa yang dimaui Bos kita tentang diri kita. Kali di sini, aku neh pikir itu bedanya niat dan nggak niat. Itu sebabnya air mengalir ke banyak saluran (termasuk juga saluran ide yang akhirnya jadi ideologi gitu).

Pantesan saja, bestek dan spek banyak keliru.

Pantesan saja, kalo disuruh beli makanan sering ketukar mana yang pedas dan yang nggak. Pantesan juga, kalo disuruh beli makanan suka bolak balik. Kalo disuruh beli nasi padang pakai ikan… ya.. kalau nggak ada ikan nggak jadilah. Dari pada salah. Emang ikan apa sih yang dimasud?

Pantesan juga kalo ortu nyuruh, lebih suka bandel. karena perintah beliau dipahami seperti mau anaknya…

Pantesan juga…

Emang sih, semuanya ada ilmunya. ada kepatuhan dan mengerti pada apa artinya patuh

Iklan

4 Tanggapan to “Oke Boss : Semua Ada Ilmunya”

  1. Ass.
    Boleh komentar Pak ?

    Menurut saya, coba kita dekati di luar hukum wajib / tak wajib.
    Logikanya : Allah memerintahkan manusia utk ini dan itu, itu semata2 untuk kepentingan manusia. Allah tak rugi dan tak untung apakah manusia itu mau atau tidak. Semua demi kebaikan manusia.

    Dalam surat An-Nur-31 :
    “31. Katakanlah kepada wanita yang beriman: “Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan kemaluannya, dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak dari padanya. Dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung kedadanya.”

    Wanita “hendaknya” menutupkan kain kerudung ke dadanya, merupakan perintah dengan maksud untuk kebaikan wanita tersebut, agak lebih aman dari ancaman di sekelilingnya. Dalam hal ini aman terhadap pandangan, dan kemaluan karena berhubungan dengan aurat.

    Oke, katakanlah bahwa jilbab itu tak wajib.
    Tapi buat apa ayat ini diturunkan jika tak ada kebaikan di dalamnya ? Kita semua ( laki2 ) tentu sangat suka, jika perempuan terbuka auratnya, syukur2 terbuka total (telanjang bulat). ( Tapi “siapa” yg suka ? “Siapa ” dari kita yang mana ? Karena kita punya nafsu dan ruh. Tentu yang suka adalah nafsu kita. Tapi Allah, memberikan kita petunjuk, kesukaan kita itu perlu diatur. Nafsu manusia itu seperti kuda, jika tak dikendalikan akan liar.

    Jika kita disuruh memilih emas dan perak, walaupun sama-sama baik, tentu kita akan memilih emas. Apalagi ini yang menyuruh yang punya kekuasaan tiada batas. Dia sangat mengetahui setiap helai daun yang gugur ke bumi. Jadi walaupun ( “katakan tak diwajibkan” ), cinta akan membuat kita terasa ringan dengan kehendakNya.

    Demikian,
    wass.
    hp

    Suka

  2. agorsiloku said

    Begitu juga, ketika kita membaca ayat (dalam konteks Mas), dan memahaminya… kita sering terjebak dengan pikiran apa yang kita maui dari ayat itu, dan kita menolak setiap pandangan bahwa ayat itu dipahami oleh orang lain berbeda. Bahwa kelas pemahaman berbeda-beda, dst-dst. Yang ingin digarisbawahi hanya jangan hakimi pandangan yang berbeda itu, karena itu akan membuat kita menghentikan kemampuan olah pikir. Islam adalah juga, kali, agama akal. Dan akal mengolah pikiran, mengolah budi, bukan jump to conclusion. Pokoke, pokoke… ini akan membuat kita terjerembab pada ruang fanatisme yang tidak fundemental dan membuat kita melihat dengan kacamata kuda, dan terutama saya sendiri. thx ya.

    Suka

  3. Fauzan said

    Salam kenal dari Media Muslim Info Team, kunjungi situs kami dong dan kalau boleh tambahkan dong pada situs ini… terima kasih..

    Suka

  4. agorsiloku said

    Mas Fauzan, salam kembali. Tentu, tentu. Di situ, banyak sekali saya mendapat kesempatan belajar. Salam. Media Muslim Info sudah sudah saya masukkan di page Islam (tanpa ijin malah) beberapa hari yl. Begitu melihat, langsung kepincut….

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: