Sains-Inreligion

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

Kemusykilan Saintifik di dalam al-Quran

Posted by agorsiloku pada November 14, 2006

Ini dari sumber : answering islam (berbahasa melayu yang menyesatkan).

i) Tempat Matahari Terbenam
Al-Quran dengan kata-kata yang jelas menyatakan bahawa seorang dari hamba-hamba Tuhan telah melihat Matahari terbenam ke dalam suatu ‘mata air yang berlumpur hitam’ dan di situ pula dia terjumpa dengan sekumpulan manusia. Ayatnya seperti berikut:
Sehingga, apabila dia sampai di tempat terbenam Matahari, didapatinya matahari itu terbenam dalam mata air yang berlumpur hitam. Di sana didapatinya satu kaum. Kami berkata : Hai, Zul’karnain, adakalanya engkau siksa (kaum yang kafir itu) atau engkau perlihatkan kepada mereka kebaikan…

Surah al-Kahfi 18 ayat 86

Adakah Matahari itu sebenarnya terbenam kedalam sebuah mata air yang berlumpur hitam? Menurut nas al-Quran di atas nampaknya begitulah hakikatnya. Apakah ini satu salah-tafsiran atau satu “tafsiran khayalan” saja?….
….. Jadi, sudah amat jelaslah bahawa al-Quran sesungguhnya mengajar tempat terbenamnya Matahari adalah ke dalam suatu ‘mata air yang berlumpur’ dan tafsiran literalnya menurut Nabi Muhammad juga telah disahkan oleh pentafsir-pentafsir Islam yang terawal serta para Sahabatnya.

Sudah amat jelas juga bahawa ajaran al-Quran ini bukan sahaja satu ajaran yang amat janggal, ia juga bercanggah dengan dasar-dasar Saintifik dan bertentangan ketara dengan rukun-rukun sains Fiziks yang terbukti! Kesilapan al-Quran ini amat terserlah dan tidak dapat dinafikan atau diketepikan. Kita juga akan menemui berapa lagi teori-teori dan tafsiran janggal yang lain di dalam al-Quran.

——————-

Ini terjemahan Depag Indonesia :

QS18:86. Hingga apabila dia telah sampai ketempat terbenam matahari, dia melihat matahari terbenam[887] di dalam laut yang berlumpur hitam, dan dia mendapati di situ segolongan umat[888]. Kami berkata: “Hai Dzulkarnain, kamu boleh menyiksa atau boleh berbuat kebaikan[889] terhadap mereka.

catatan kaki :

[887]. Maksudnya: sampai ke pantai sebelah barat di mana Dzulqarnain melihat matahari sedang terbenam.
[888]. Ialah umat yang tidak beragama.
[889]. yaitu dengan menyeru mereka kepada beriman.
————–

Siapa Zulkarnain, bisa dilihat salah satunya di sini atau pertimbangkan untuk memahami dari sini juga

————-

Ketika pertama kali membaca artikel “copy paste” dari answering islam itu, dan membandingkan dengan terjemahan Depag Indonesia, ada beda.

Kalau dalam answering islam itu dikatakan .. :didapatinya matahari itu terbenam dalam mata air yang berlumpur hitam.”

So jadi mister zulkarnain sampai di tempat matahari itu terbenam.

Oleh karena itu, wajarlah kalau faith freedom (http://www.faithfreedom.com/anti_islamic_claims/zulqarnain.html) menyampaikan :

Serious scientific errors here! Firstly, it is scientifically accepted fact that, the Sun never go down in a muddy spring.”

————-

Pemahaman “mereka” itu, saya yakin tentu tidak se”cetek” itu. Saya yakin “mereka” itu tentu memiliki cukup pengetahuan yang cukup bahwa sampai di tempat matahari terbenam, adalah melihat matahari terbenam ke dalam lumpur. Kalau logikanya sampai di tempat matahari terbenam seperti kita mengatakan kita sampai di stasiun Gambir dan didapatinya stasiun Gambir tenggelam oleh banjir?. Jadi so funny logika saintifiknya.

Tidak ada salahnya kita lihat di sini. Menjawab pemaknaan literal dalam konteks ini, meskipun menurut saya masih perlu dielaborasi lagi, karena jawabannya masih terlalu simpel.

————-

Coba kita bandingkan dengan :

  1. Yu kita pergi ke pantai, sampai di tempat matahari terbenam ke dalam air laut. –>artinya tentu dipahami kita datang ke pantai saat matahari berada atau mendekati batas horizon pandangan –> pasti ini sore hari.
  2. Bangunlah, matahari sudah nyembul di balik gunung, keluar dari peraduannya. –>apakah kita akan memahaminya sebagai matahari wis tidur, lalu muncul dari balik gunung. Heeh… anak kecil aja tahu kok.
  3. Dua garis sejajar itu berpotongan di tengah-tengah !. Ya, emang begitu faktanya. Ini absurd dan tidak ilmiah. Konyol dan begok. –> mari kita berdiri di jalan raya yang lurus, ke dua tepi jalan itu berdiri di tengah-tengah. Ini tidak saintifik. Ya, tapi itulah proyeksi mata melihat. Jadi memang secara literal, apa adanya, memang dua garis sejajar itu akan berpotongan di tengah-tengah. Namun kalau juga kita merambah ke dunia fisika teoritis lebih ke dalam lagi, akan terbukti secara teoritis bahwa tidak pernah benar-benar ada di alam semesta ini dua garis yang benar-benar sejajar sampai akhir jaman.

Selebihnya, kiranya hanya kearifan yang mampu melihat sisi kebenaran. Al Qur’an memiliki keseimbangan yang terlalu agung untuk dinilai manusia. Subhanallah.

Iklan

6 Tanggapan to “Kemusykilan Saintifik di dalam al-Quran”

  1. agorsiloku said

    iya kasian banget. Begitu banyak sebaran “sesat” dan gagal menjawabnya secara cerdas.

    Suka

  2. waterfall said

    Mengapa isi Alquran tidak berurutan ?
    dan mengapa ada percanggahan ? Sila berikan komen.saya pencari kebenaran.

    # Tentang zina

    “Dan janganlah kamu mendekati zina, sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji. Dan suatu jalan yang buruk” (QS. 17 Al Israa -perjalanan malam hari- 32)

    “Perempuan perempuan yang berzina dan laki laki yang berzina deralah masing masing seratus kali. Dan janganlah kamu belas kasihan kepada keduanya….” (QS. 24 An Nuur -cahaya- 2)

    Laki laki yang berzina tidak nikah melainkan dengan perempuan yang berzina atau perempuan yang musyrik. Dan perempuan yang berzina tidak menikahinya melainkan laki laki yang berzina atau laki laki yang musyrik. Dan demikian diharamkan atas orang orang mukmin. (QS. 24 An Nuur-cahaya- 3)

    ————————————–
    Ayat diatas bertentangan dengan:
    1.
    “Dan orang orang yang menjaga kemaluannya, kecuali terhadap isteri isteri mereka atau budak budak yang mereka miliki sesungguhnya mereka dalam hal ini tiada tercela” (QS. 23 Al Mukminun – orang yang beriman- 5,6)
    2.
    “Dan orang orang yang memlihara kemaluannya kecuali terhadap isteri isteri mereka dan budak budak yang mereka miliki maka sesungguhnya mereka dalam hal ini tidak tercela” (QS. 70 Al Ma’ariij -tempat naik- 29-30)
    3.
    ” … Kawinilah wanita wanita yang kamu senangi, dua, tiga atau empat, jika kemudian kamu tidak dapat berlaku adil, maka kawinilah seorang saja, atau budak budak yang mereka miliki.” (QS. 4 An Nisaa -wanita- 3)
    4.
    “Kamu boleh mengganti siapa saja yang kamu kehendaki, juga boleh menggauli perempuan yang telah kamu cerai, maka tidak ada dosa bagimu.” (QS. 33 Al Ahzaab -golongan yang bersekutu- 51)

    @
    Yah… begitulah… kalau ingin mencari kebenaran, lepaskan hawa nafsu sebisa mungkin, mohon ampunlah padaNya, baru kemudian membaca dengan seksama. Insya Allah, kebenaran akan datang pada yang hatinya mencintaiNya.

    Suka

  3. waterfall said

    # Tentang minuman keras

    Minum khamar dan minuman keras atau arak adalah dosa besar (QS. 2Al Baqarah -sapi betina- 219)

    Bertentangan dengan:

    Di syurga akan diberi minum khamar dan arak secukup-cukupnya, (QS. 83 Al Muthafifiin -orang yang curang-: 25)

    Apakah amalan-amalan yang diharamkan di dunia ini adalah halal di akhirat ??? Dimanakah konsisten and kesahihannya Firman Tuhan ini?

    @
    Betul, minuman keras yang diharamkan di dunia, dihalalkan diakhirat. Itu disebutkan dalam Al Qur’an. Di syurga tidak ada diceritakan orang mabuk karena minum khamar, bahkan tidak ada orang tua di sana. Jadi garis konsistensi bukan pada yang sederhana. Kunci beriman adalah berserah diri.

    Suka

  4. El Zach said

    Assalamualaikum Wr Wb.
    sedikit koment

    Alhamdulillah, jika masih ada yang berusaha mencari kebenaran, asal dengan hati tulus dan berdoa sungguh-sungguh kepada Tuhan semesta alam ini, insya Allah, akan menemukan jalan kebenaran.

    sebagaimana yg ditulis Mas Agor, sebenarnya itu mudah dipahami apa yg menurut anda bertentangan.

    contohnya :
    tentang khamar :
    Tuhan tahu betul manusia suka khamar, tapi khamar didunia ini memang diharamkan karena menghilangkan keadaan akal sehat manusia, semula khamar dikatakan bermanfaat sedikit tapi mudharat/keburukannya lebih besar, kemudian ketika banyak yang saat melaksanakan shalat bacaannya jadi salah tidak karuan, maka diharamkanlah khamar itu secara tegas, tetapi dijanjikan bahwa di surga itu boleh minum khamar sepuas-puasnya karena disana tidak akan mabuk/pening, dpt kita lihat ayat berikut ini :
    Al Waaqi’ah

    [17] Mereka dikelilingi oleh anak-anak muda yang tetap muda,

    [18] dengan membawa gelas, cerek dan sloki (piala) berisi minuman yang diambil dari air yang mengalir,

    [19] mereka tidak pening karenanya dan tidak pula mabuk,

    mengenai kebolehan menggauli budak pada masa itu, saat itu budak dipandang sama hina barang/hewan ternak, padahal dihadapan Tuhan, semua manusia itu sama, yang membedakan hanya tingkat Takwanya. pembolehan menggauli budak menimbulkan konsekuensi menikahi budak itu secara sah, sehingga para budak itu terangkat derajadnya sebagaimana sesama manusia yang lain dan tidak lagi sebagai budak (membebaskan statusnya dan anak turunnya sebagai budak), dan melindungi Aqidah si budak.

    mengenai melihat matahari terbenam di lumpur hitam, itu menunjukan bahwa seseorang yang dimaksud dalam ayat itu sampai di suatu tempat, dimana di tempat itu penampakan matahari terbenam ada di lumpur hitam, sebagaiamana ketika anda bangun tidur melihat matahari terbenam di bukit, sedang saat di panatai melihat matahari terbenam di laut, itu hanya menunjuk ciri-ciri suatu lokasi suatu tempat.

    untuk belajar Al Qur’an lebih mendalam, anda perlu belajar bahasa Arab yang murni, sehingga anda bisa melihat perbedaan persepsi terjemahan. Jangan kuatir, Alqur’an dalam teks asli arab di seluruh dunia sama persis, meski sudah banyak org yang berusaha memalsukan, tapi Allah akan menjaganya sampai hari kiama. itulah pentingnya teks asli, beda dengan kitab-kitab yang sudah tidak ada teks aslinya, maka kemungkinan berbeda dan semakin berbeda akan semakin besar dari waktu ke waktu, anda boleh uji fenomena ini. bandingkan kitab yang tidak ada teks aslinya, antara tahun lalu dengan 5 tahun ke depan, 5 tahun lagi, di bahasa yang berbeda atau di negara yang berbeda mungkin, dsb. jika sudah keluar dari aslinya, maka apakah anda secara logis dan aman bisa mempercayainya? apakah tdk ada kemungkinan salah, karena diterjemahkan oleh berbagai manusia yang berbeda karakter, bangsa, kebudayaan, bahasa, pola pikir, wawasan, sifat, gender dsb?

    Wassalamualikum wr wb.

    @
    Penjelasan yang cantik dari Rekan El Zach. Saya ingin menambahi lagi, jika kita ingin mencari kebenaran, maka kita periksa segala sisi dari kitab yang sedang kita pelajari. Baru menarik garis kesimpulan, seyogyanya jangan menarik kesimpulan dulu. Karena kesimpulan yang terburu-buru, akan menutupi kita dari kebenaran. Semoga Allah mengaruniakan kebaikan bagi yang bersungguh-sungguh berharap mendapatkannya.

    Suka

  5. Anonim said

    Assalamu’alaikum,
    Membandingkan apa yang dianugerahkan Allah di surga dengan apa yang kita dapati didunia, jelas salah kaprah.

    Contohnya seperti tersebut dalam Al-Baqarah ayat 25 dibawah ini.

    25. Dan sampaikanlah berita gembira kepada mereka yang beriman dan berbuat baik, bahwa bagi mereka disediakan surga-surga yang mengalir sungai-sungai di dalamnya. Setiap mereka diberi rezki buah-buahan dalam surga-surga itu, mereka mengatakan : “Inilah yang pernah diberikan kepada kami dahulu.” Mereka diberi buah-buahan yang serupa dan untuk mereka di dalamnya ada isteri-isteri yang suci dan mereka kekal di dalamnya.

    Disebutkan sungai-sungai disurga. Apakah sungai-sungai tersebut sama seperti sungai yang ada didunia?. Jelas tidak. Mereka diberi rezeki berupa buah-buahan, yang mereka kenal ( karena sama persis bentuknya dengan yang pernah mereka makan didunia). Apakah memang buah-buahan itu sama seperti yang terdapat didunia?. Jelas tidak.
    Mereka (tidak ada pembedaan anatara yang lajang maupun yang sudah beristeri) disediakan isteri-isteri yang suci. Apakah jenisnya sama dengan isteri-isteri yang ada didunia. Sekali lagi jelas tidak.
    Jadi hakekatnya, apa yang disediakan Allah di surga, tidak akan pernah sama dengan apa yang pernah kita nikmati di dunia.
    Namanya mungkin sama, tetapi hakikatnya berbeda. Nama mungkin sama tetapi unsurnya berbeda.
    Contohnya khamr atau arak, di surga bahan bakunya dari tasnim, yaitu sebuah mata air di surga (lihat ayat surat Muthaffifiin ayat
    27. Dan campuran khamar murni itu adalah dari tasnim. 28. (yaitu) mata air yang minum daripadanya orang-orang yang didekatkan kepada Allah.), sementara arak didunia dihasilkan dari peragian buah-buahan yang menghasilkan alkohol, suatu zat yang memabukkan.
    Nama boleh sama tetapi unsur pembuatan berbeda dengan hasil yang berbeda juga.
    Jadi sekali lagi jangan pernah menyamakan apa yang akan disediakan Allah disurga dengan apa yang tersedia didunia, karena tidak akan pernah nyambung. Bukan karena ayat Al-Quran bertentangan, tetapi kita saja yang kurang paham.
    Jangan coba menggunakan ayat-ayat kalau hanya sepotong-sepotong, karena akan terjadi salah penafsiran dan salah tanggapan.
    Contoh satu lagi. “Mereka melihat matahari terbenam kedalam lumpur”. Ini adalah penglihatan mereka yang disampaikan Allah kepada kita didalam Al-Quran. Apakah memang Allah memastikan matahari terbenam dalam lumpur?. Tidak. Tidak ada sekilaspun bukti dalam ayat tersebut yang membuktikan bahwa Allah membenarkan bahwa “memang matahari terbenam dalam lumpur”. Ini hanya penglihatan mereka yang disamapaikan Allah kepada kita; seperti kalau kita mengatakan “matahari terbenam dicakrawala atau dipermukaan laut”.
    Memahami Al-Quran tidak cukup dengan melihat ayat secara harfiah, tetapi juga harus dilihat konteks ayatnya dan keterkaitan antar ayat.
    Wassalam,

    @
    melengkapi dan menjelaskan kembali pada postingan… terimakasih.

    Suka

  6. wul said

    yuk nimba ilmu agama disini:

    http://muslim.or.id

    http://muslimah.or.id

    http://almanhaj.or.id

    insyaallah barokah 😉

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: