Sains-Inreligion

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

Agama itu apa seh….

Posted by agorsiloku pada November 14, 2006

Di milis filsafat@yahoogroups.com, ada kiriman yang isinya sebagai berikut :# Definisi agama memang sulit tetapi ciri2 agama, yang bukan , mudah dilihat. Misalnya :
– Mengandung kepercayaan.
– Ada Ritual
– Ada doa / mantera
– Ada siluman2
– Ada tokohnya
– Ada kurban, sajèn, dan sejenisnya
– Ada mitologi
– Ada textbooknya
– Umatnya terorganisir.

# Ah, ketinggalan empat faktor yang justru paling pokok.
1. Tidak logis
2. Tidak ada / kurang bukti
3. Ada keajaiban.
4. Banyak dogma

Maka ada kelakar tentang agama. Misalnya :
– Selain Samawi, agama2 adalah organisasi non prophet 😉
– Mukzizat adalah ketika orang2 yang taat menjalani agama kecemplung neraka dan yang tidak percaya agama mbalah kecemplung sorga 😉

——-

Karenanya pula, Max lah yang mengatakan agama itu candu.

Mengunjungi faith freedom, website forum kebebasan berbicara agama, membaca anwering islam atau milis debat Islam-Kristen. Jujur saja, saya nggak tahan bacanya. Hanya menuh-menuhin hardisk dan isi kepala untuk sesuatu yang hanya, menurut saya :”memperturutkan hawa nafsu“. Timbul pertanyaan berikutnya; sebenarnya kitabku itu bicara apa ya tentang ini. Maklumlah, dalam kehidupan selama ini yang tertipu oleh keindahan dunia, kurang sekali memikirkan kehidupan lainnya.

Kadang pula saya juga nggak tahan membaca di milis-milis islam yang berkecenderungan untuk membuat klaim kebenaran. Termasuk juga klaim kebenaran dari yang mengaku inklusif. Berada kecenderungan sama. Repot memang.

Mengapa?

Karena ada keterlibatan emosi di dalamnya. Kajian-kajian umum juga, kalau orang sudah yakin itu wajib, maka akan dipahami sebagai wajib. Maka yang meyakini itu wajib berkata kepada teman diskusinya : Semoga kamu dapat hidayah. Tak usahlah berbelat-belit. Itu sudah jelas wajib kok. Olah pikir pun berhenti.

Ketika saya mendapatkan penjelasan, lalu bersama kita cari rujukan dari “primary data”, lalu saya ingin bandingankan dulu dengan “secondary data”. Saya bilang, kalau secondary data itu tidak sesuai dengan primarynya, maka saya saya harus elaborasi dulu.

“sampeyan ingkar sunnah ya…”. Saya pikir, tidak ada gunanya juga diteruskan. Pelan pelan obrolan dialihkan ke “debat kusir” yang lain. Yang penting, jangan putus persaudaraan.

Membaca wikipedia juga begitu. Begitu banyak keinginan untuk membuat pembenaran yang disisipkan dengan semangat untuk yakin hanya pikirannyalah yang paling benar.

Namun, sebagai pilihan tentu saja saya memilih benar menurut agamaku, meski masih terlalu sangat jauh terpisah dengan harapan dan kerinduan untuk dekat kepadaNya. Lalu juga saya masih harus belajar lagi untuk tidak mengumbar marah dan amarah, karena selepas ritual, selebihnya adalah hubungan antar manusia. Hukuman atas kesalahan yang diperbuat kepadaNya, “pembayarannya” kerap berada pada tataran hubungan antar manusia. Karena itu, saya coba pahami, siapa itu yang mendustakan agama ?. yang menghardik anak yatim.

Begitu sederhana.

Apa itu kesalahan?.

Ketika kita tidak mau orang mengetahui apa yang kita lakukan.

Apa itu pakaian?.

Itulah yang menutupi “hawa nafsu”.

Apakah itu sedekah?

Investasi untuk akherat.

……..

Iklan

25 Tanggapan to “Agama itu apa seh….”

  1. wadehel said

    Nambahin,

    Efek nyata dari agama: Merusakkan pikiran!

    Oleh karena itulah, mari kita bersama-sama jadi umat beragama yang taat!

    *lho*

    Suka

  2. Nambahin juga Pak :
    Agama itu : Juklak, manual, dan arah kehidupan
    Tanpa juklak, manusia hanya meraba-raba dan
    bisa tersesat.

    And Why are we choose Islam ?
    Because : Innaddiina ‘indallahil Islam.
    Ali Imran – 19
    Islam is always uptodate and for all people.

    Wallahualam bi shawab.

    Suka

  3. Agama itu yang kita dapat dari orang tua kita..
    Iman, itu yang dihidayahkan Tuhan..
    Seperti itu kah?

    Suka

  4. Taufiq said

    agama itu intinya selalu membimbing manusia menuju ke jalan yang benar. menemukan apa yang kita sebut dengan kebijaksanaan (wisdom). hubungan agama pasti selalu mengatur hubungan secara vertikal dan horizontal. semua hal yang saya utarakan tersebut sudah terkandung dalam kitab suci agama yang merupakan “bocoran” hal-hal tersebut dari tuhan YME. yang terpenting agama adalah pengembangan cipta,rasa dan karsa manusi dalam kesadaran yang tinggi (kebijaksanaan) ditambang dengan kitab suci sebagai bocoranNYA

    Suka

  5. abul harits said

    Bocah Edaaaaaan…Aku menyesal baca artikel ini.

    Suka

  6. kikie said

    hahaha, pertanyaan & jawaban terakhir mantab! makanya orang2 “saleh” sekarang nggak peka sosial. egois. mau bertindak kalau ada untungnya buat diri sendiri saja.

    memang sih, “investasi untuk akherat” bisa jadi motivator. tapi masa’ itu jadi inti dari sedekah?

    Suka

  7. agorsiloku said

    investasi untuk akherat, ntah juga ya… saya dapatkan wawasannya dari
    Juga di blog yang sama : “Menerima Berarti Memberi”, “Memberi Berarti Menerima”

    Suka

  8. giffari said

    edan…baru nemu blog ini nih 🙂

    Suka

  9. El Zach said

    Maha Suci Allah, yang telah memberi kita Hidayah Islam ini.
    coba bayangkan andai kata kita tidak diberitahu tentang Neraka, dan kemudian tiba-tiba ketika mati kita dapt vonis neraka abadi?
    tapi kebanyakan manusia ini hanya menuruti hawa nafsunya sendiri, dan melupakan resiko atas keselamatan diri dan keluarganya.
    karena itulah sangat penting bagi kita bersungguh-sungguh mencari kebenaran itu, krn ini bukanlah main-main.
    hidup kita di dunia ini sangat singkat, tak kan lebih dari 100 tahun, tak ada harta sekepingpun yg kita bawa mati. Sungguh merugi kalau hanya menuruti hawa nafsu dunia tapi mengorbankan keselamatan kehidupan akhirat yang abadi.
    itulah mengapa kita manusia ini yang diberi amanat agama, karena kita diberi akal untuk berpikir, dan diberi kebebasan untuk memilih, dengan segala konsekuensi pilihan itu.
    mungkin ada yg tdk percaya kehidupan akhirat yang abadi, tapi coba pikirkan, kalau kita meyakini kemudian akhirat itu tdk ada, kita tidak rugi sama sekali, tapi kalau kita tdk meyakini, dan kemudian ternyata ancaman neraka abadi itu jadi kenyataan, maka kita pasti rugi yang sedemikian dahsyat.
    diperlihatkan kepada kita alam semesta ini dan juga diri kita sendiri.
    manusia ini sangat rapuh, umurnya pendek, dagingnya empuk, matanya sobek sedikit pasti buta, otaknya kesenggol dikit jadi error, jantungnya bocor dikit udah nggak nafas, kaki atau tangannya patah pasti tak bisa apa-apa lagi dsb dsb.. tapi manusia itu sungguh sombong dgn mengabaikan kebenaran. Manusia diberi akal dan umur terbatas supaya mengerti bahwa dirinya rapuh, dan sangat berkepentingan dengan kebenaran, yang hanya bisa didapatkannya dari Allah yang Maha Kuasa yang menciptakan diri manusia dan alam semesta ini.
    dengan akal ini hendaknya manusia bertanya, sebagai mana Nabi Ibrahim, “siapakah sebenarnya Tuhanku, tempat seharusnya aku mengabdi?” sampai kemudian dia bertemu bintang, bulan, matahari yang semula dia kira tuhan, dan kemudian dia menyadari bahwa tuhan itu tidak mungkin punya kelemahan-kelemahan itu sebagamana mahluk yang diciptakan.
    * tdklah mungkin air di gelas ada sendiri, apalagi alam semesta yg massanya berbiliyun ton ini, pasti ada yang Menciptakannya, tak mungkin bumi-matahari-planet saling bergerak teratur dan tdk bersentuh/berbenturan satu sama lain, padahal mrk tdk berotak, jika tidak ada yang Mengaturnya, tidak mungkin dari bumi yg mati ini tumbuh kehidupan yang demikian terpelihara jika tdk ada yang Menghidupkannya
    Adanya alam Semesta yang indah ini membuktikan keEsaan Allah, andai tuhan lebih dari satu maka bumi yang indah ini tak akan tercipta walau sedetikpun, satu sama lain saling menghancurkan karena saling mengklaim dirinya tuhan.
    Dialah Allah yang menciptakan segala sesuatu, sang Pencipta dan yang diciptakan berada pada posisi yang berbeda, maka tak ada segala sesuatupun di alam semsta yang sama dan boleh dianggap sebagai tuhan, apapun bentuknya, entah itu manusia, hewan, gunung, matahari, bintang, api, patung, dsb-dsb, sebagaimana manusia tdk bisa dan tidak mungkin/tidak boleh disamakan dengan meja kursi buatan manusia.
    Allah maha Abadi dan Maha Mewarisi, tiada butuh keturunan,
    Allah Maha Kuasa, tiada butuh sekutu.
    Allah yang Maha Awal, dia ada sebelum segala sesuatunya ada, Dialah yang Menciptakan segala sesuatu.
    Allah Maha Akhir, Dia yang menentukan umur alam semesta ini, Dia tetap ada Abadi, meski segala di alam semesta ini musnah binasa
    Dari Al Qur’an, kita bisa memahami semua ini

    Suka

  10. agorsiloku said

    @abul harits
    wah, aku nggak paham, apa yang disesalkan?
    @giffari
    ur trims apresiasinya. ringkas, padat, dan sama asyiknya dgn blog logik mas giffari.
    @El Zach
    Trim mas, pada titik inilah saya sedang belajar mengerti, apa yang dimaksud hidayah itu, apa yang harus dipahami dengan kehendak dan piliha. Rasanya juga masih samar dan rabun….

    Suka

  11. El Zach said

    wah, jadi sungkan saya, saya tdk lebih memahami dari anda, tapi kalau pendapat saya:
    Hidayah hanya diberikan kepada orang2 yang bersungguh-sungguh mencari kebenaran, ‘Hidayah’ merupakan Rahmat dari Allah sehingga seseorang ‘berkehendak’ untuk memilih jalan kebenaran diantara ‘pilihan’ antara kebatilan dan kebenaran.
    orang tua kita (juga kita kepada anak2 kita)berkewajiban memperkenalkan kita kepada Islam ini kepada kita, tidak sekedar itu, juga seharusnya mendoakan hidayah itu untuk anak-anaknya, karena hidayah itu adalah karunia yang sangat tak ternilai, lebih berarti dari emas sepenuh buni sekalipun krn mengantarkan manusia kepada surga abadi yang dijanjikan Allah bagi org2 yang beriman dan beramal soleh, dan menyelamatkannya dari api neraka abadi yang dijanjikan bagi org2 yang durhaka.

    Pada dasarnya Islam ini diturunkan adalah untuk memperbaiki akhlak manusia, yaitu berakhlak mulia kepada Allah sang Pencipta, berakhlak mulia kepada dirinya sendiri, berakhlak mulia kepada orang lain, juga kepada alam lingkungannya, dengan demikian dia menjadi bagian dari Rahmatan lil Alamin.
    sifat Rahmatan lil alamin itulah, yang akan menjauhkan manusia dari segala sifat tercela, dan mendorongnya untuk selalu berbuat baik kepada siapapun.

    sifat nggak peka sosial, egois, mau bertindak kalau ada untungnya buat diri sendiri saja, seperti yang disebutkan sdr Kiekie merupakan sifat tercela.
    Sungguh Allah maha mengetahui isi hati, biarpun sesorang berpakaian bak seorang wali, tapi jika hatinya belum memiliki sifat rahmatan lil alamin yang menjadi cermin akhlak mulia, maka kelak dia akan mendapat ganjaran atas perbuatannya itu,

    ada sebuah riwayat, saya agak lupa detilnya, suatu saat Rasullulah berkata ” akan lewat seseorang ahli surga”, dan para sahabat heran ternyata yang lewat adalh org yang sangat sederhana, sampai kemudian seorng sahabat mengikuti org itu utk menyelidiki hal apa yg membuat org itu menjadi ahli surga, kira2 hingga 3 hari dia mengikuti org tersebut, dilihatnya tdk ada satu keistimewaanpun dalam diri org tsb, pada hari ketiga dia saat dia pamit pulang, dia bertanya kpd org itu ” wahai saudaraku, hal apakah yang engkau lakukan sehingga Rasulullah menyebutmu ahli surga, sejenak berkerut kening orang itu, lalu berkata ” aku hanya melakukan apa yang engkau lihat, sholat dan beribadah sebagaimana engkau beribadah, tapi tunggu sebentar, mungkin karena di hatiku tiada kedengkian atau iri terhadap orang lain”
    inilah sebenarnya cermin orang yang soleh itu, orang yang beriman tidak hanya nampak luarnya saja, tapi iman itu meresap dihatinya sehingga hatinya penuh keihlasan, ketulusan, dan rasa kasih sayang kepada orang lain, itulah yang dinilai Allah yang sebenarnya.

    Suka

  12. agorsiloku said

    Ya, trims Mas Elza. Kadang saya terpikir. Kok Umar bin Khatab RA yang kalau tak salah dalam sejarahnya adalah ganas dan musuh nabi. Kemudian hidayah turun kepadanya, lalu menjadi salah satu tonggak Islam yang kokoh. Hidayah itu, betul, hak perogratif yang MahaKuasa. Syarat yang harus dipenuhinya adalah juga bersungguh untuk mau menerima kebenaran. Di antara segala keberuntungan, saya bersyukur dilahirkan dengan katepe Islam. Wass,agor.

    Suka

  13. […] Komentar Terbaru agorsiloku di Kemusykilan Saintifik di dalam al-Quran kikie di Tamu : Iblis, Mayat, dan Bush Al Qur’an dan Sains « Sains-Inreligion di Al Qur’an menjelaskan tentang Fe Alif di Bencana Lumpur dan Kearifan Pemerintah agorsiloku di Agama itu apa seh…. […]

    Suka

  14. fieley said

    Halo,gue dari agama non islam nih. Mau tanya pendapat kalian-kalian yang buka situs ini. Menurut kalian Tuhan itu ada berapa sih??? Apakah Allah yang dimaksud dengan Tuhan oleh para umat muslim itu hanya “milik” umat muslim? Lalu bagaimana Allah menurut umat kristen yang juga adalah Tuhan bagi mereka?? Kalo tiap agama punya Tuhan sendiri,berarti Tuhan itu jumlahnya banyak ya??
    Kalo semua orang memiliki Tuhan masing-masing dan ajaran kebenaran en kebaikan masing-masing, untuk apa para umat agama selalu berdebat tentang agama siapa yang paling hebat?? Bukankah pada dasarnya semua agama ajarannya berfokus pada berbuat kebajikan terhadap sesama?? Berarti pada dasarnya agama kita semua itu sama. Lalu kenapa ada perdebatan yang tiada ujungnya en tidak berguna itu? Membuat orang lain menderita.kalo begitu prakteknya,berarti kita semua itu tak pantas membanggakan agama sendiri malahan kita mempermalukan agama sendiri.apa Tuhan ga nangis melihat kebodohan-kebodohan manusia ciptaanNya?
    Kita semua itu kan satu keluarga!!!tak peduli ras,agama,suku,dll.
    Mohon maaf kalau ada kalimat yang menyinggung pihak-pihak tertentu.namun inilah kenyataan yang terjadi.

    Suka

  15. agorsiloku said

    Rekan Fieley ysh, menurut kami, Tuhan itu satu. Namun, lebih penting lagi, blog ini saya isi bukan dan sama sekali bukan untuk membicarakan/membahas Agama rekan sewarganegara, rekan berbeda Agama atau saling memperdebatkannya siapa yang lebih unggul atau lebih dahsyat, lebih hebat. Kalau ada yang mengisi karena itu, dan mengisi dengan pendekatan itu, menyebutkan hal ini dalam sebuah penggolongan, maka pasti akan saya delete atau hapus.
    Tentu saja saya menghargai setiap pandangan yang ada dan memasukkannya di blog yang menurut saya menarik (ini adalah subjektif). Dari manapun asalnya (misal saya kutip tulisan Winardi S tentang Kejadian Penciptaan, lengkap dengan apa yang tertera pada Kitab Kejadian dan juga dari sisi kitab suci Al Qur’an.). Semua itu harus dijadikan bahan perenungan, tapi sama sekali bukan untuk saling membenarkan ataupun saling menyalahkan (tidak boleh di blog ini ada penghakiman/penghinaan caci maki manusia yang ilmu dan pengetahuannya juga sangat minimum dan sangat terbatas). Hati dan akallah yang kemudian meresapkan hal-hal itu. Buat saya, berusaha bahwa mengukurnyalah dengan berusaha untuk sesungguh hati melihat kebenaran (yang mungkin masih sangat jauh dapat diraih).
    Saya, sependapat dengan kalimat terakhir Mas Fieley, itulah kenyataan yang terjadi. Karena itu pula, saya tidak mau terjebak pada hal-hal yang menurut saya tidak ada manfaatnya. Jangan habiskan energi bangsa ini hanya untuk yang tak bermafaat (kalo bisa). Perbedaan adalah untuk dipahami keberadaan perbedaan itu. Tidak untuk dipersamakan, tidak juga harus sama. Menyadari perbedaan dan menghargai perbedaan apapun juga dengan siapapun juga. Bagaimanapun juga kondisi fisiknya cacat atau sehat, kaya atau miskin, seagama atau berbeda, ateis atau deis, yang cacing atau yang naga, yang baja bertulang ataupun bangunan ambruk, yang kotor dan berdebu maupun yang putih bersih, yang menawan atau si buruk rupa. Di dalamnya selalu ada pembelajaran dan hikmah. Dan blog ini, betapun sederhananya adalah akumulasi pikiran sederhana pengelolanya, yang sedang belajar untuk mengerti apa dan untuk apa kehidupan ini. Yang juga merindukan bangsanya berjajar dan berderap bersama bangsa lainnya.

    Suka

  16. BLack said

    Agama adalah hati…yang diberi pancaran cahaya suci yang tidak semua manusia menerimanya…
    Ilah, malaikat dan utusan adalah satu kesatuan universal mengatur, melaksanakan dan menyampaikan…
    mahkluk alam dan putaran adalah sistem yang bergulir untuk menjadi yang terbaik sesuai dengan GARIS yang dibuat sebelumnya.
    kesemuanya menjadi bingkaian yang akan terus berlangsung…dan di sana akan ada keharmonisan…

    Suka

  17. Adhieto said

    Agama itu adalah sebuah keyakinan dan keyakinan itu adalah dasar dari sebuah iman, carilah agama itu untuk petunjuk bagi alam semesta beserta isinya dan jangan saling berdebat dalam hal agama, kalau boleh saya sarankan, tunggu saja siapa yang benar dan siapa yang salah dan di akhiratlah kita bisa tau siapa yang benar dan siapa yang salah, “berlomba-lombalah kalian dalam kebaikan”

    Suka

  18. cubu said

    Yth saudaraku Argosiloku,
    Agama itu sebenarnya sesuatu atau bekal yang diberikan kita waktu Allah meniupkan Roh.
    Pada saat ditiupkan Roh itu, sebenarnya seluruh manusia ditakdirkan nantinya ke Surga.
    Dengan makin dewasanya manusia, manusia itu sendiri yang akan menentukan arahnya, apakah akan berbelok atau tetap di jalan lurus.
    Berbelok karena mengikuti (sadar atau tidak) hawa nafsunya dan bisikan setan/ Iblis.
    Berbelok karena membanggakan Otaknya yang encer (padahal volumenya kecil), dan merasa mampu menganalisa yang lebih besar (menyombongkan diri tapi nggak merasa).
    Dan hebatnya, iblis setan ini kalau mbelokin jalan sedikit-demi-sedikit tak terasa, sehingga orang yang sudah dibelokin tidak akan pernah merasa bahwa jalannya sudah belok.
    Jadi simpelnya,
    Kita mau pake bekal yang sudah diberikan atau mau ganti bekal lain?

    @
    Rekan Cubu Yang dirahmati Allah,
    sepertinya menegaskan kembali. Rasanya benar yang disampaikan Rekan Cubu. Trims ya….

    Suka

  19. tomahawk_moeslim said

    pada dasarnya semua umat manusia di dunia ini dalam keadaan islam. karena pada saat sebelum Allah akan meniupkan roh,Ia bertanya kepada roh, “Siapa Tuhanmu?” dan roh menjawab “Engkau ya Allah”.tetapi inilah hidup, dan setan tidak akan tinggal diam. tapi kita juga tidak bisa berkata “ah saya agamanya kristen krn org tua saya, jd saya ikut aja.” pada dasarnya manusia mempunyai akal pikiran. mampu mengetahui mana yg benar dan salah. islam lah yg paling benar. ingat, jika mempersekutukan Allah, maka itu dianggap kafir, jadi tidak ada agama selain islam. intinya di dunia ini kalau bukan islam, ya berarti kafir.

    @
    Ya… begitulah Mas Tombak, dunia mempersonakan dan melalaikan kita. Dan, kita berusaha untuk meneguhkan akal dan pikiran untuk berusaha selalu dalam rahmatNya. Dengan tertatih-tatih…

    Suka

  20. joerig said

    halo pak Argo… Saya punya pendapat, menurut pak Argo salah ngga saya punya pendapat seperti ini :

    Agama –apapun nama agamanya– itu kan isinya peraturan-peraturan yang mengatur kehidupan manusia supaya enak hidupnya… Peraturan-peraturan itu “dibukukan” dan buku tersebut dijadikan acuan sebagai kitab suci.. dan diharapkan akan menjadi acuan dan pelajaran bagi yang membaca dan meyakininya…

    Agama yang kita punya sekarang ini kan warisan dari orang tua kita…ketika kecil sampe remaja kita di-doktrin oleh orang tua kita –dan guru-guru tempat kita disekolahkan– tentang seluk-beluk agama yang kita anut… Setelah kita dewasa baru kita “sedikit lebih tahu” tentang makna “keimanan”…pada saat itulah kita lebih banyak mencari tahu tentang hakikat agama kita tersebut…
    Tapi kadang-kadang ada diantara kita yang setelah dewasa berpindah agama –dengan 1001 macam alasan–.

    Jadi menurut saya, agama apapun adalah agama yang benar dimata penganutnya, dan ngga perlu memperdebatkan mana yang lebih benar karena ngga akan ada ujungnya.

    @
    Agama –apapun nama agamanya– itu kan isinya peraturan-peraturan yang mengatur kehidupan manusia supaya enak hidupnya… –>
    Agama (Islam) yang agor pahami adalah jalan lurus yang dikehendakiNya.
    Sama sekali tidak untuk menjadi enak hidup di dunia karena Allah “menjual” ide dan ancamanNya bukan pada dunia yang kini dihuni, tapi pada Surga dan Neraka. Semua kenikmatan atau kesusahan, adalah ujian dari Allah untuk mencapai ridhaNya. Dikabarkan melalui utusanNya, bahwa semua akan kembali padaNya. Bahwa “kampung akhirat” adalah sebaik-baiknya tempat kembali. (semua kata-kata itu intinya dari Al Qur’an).

    Beriman juga begitulah, meyakini kita akan kembali kepadaNya, sehingga segala apa yang kita raih di dunia, yang kita “apakan” saja adalah bagian dari nikmatNya, bagian dari rahmatNya, bagian dari pertolonganNya. Ketika kita menjadi beriman, kita tidak akan berkata lagi : “Sungguh deh… tengkyu berat ya. Tanpa bantuan kamu (ke teman atau orang dihormati), sungguh hidupku akan kacau deh”. Tapi semua dinisbahkan kepada Allah :”… tanpa pertolonganNya melalui kamu wahai teman, niscaya saya tidak dapat…”.

    Pindah agama ?.

    No komen, apakah itu rahmat atau musibah bagi seseorang, tergantung pilihannya. maka Allah mengilhamkan kepada jiwa itu (jalan) kefasikan dan ketakwaannya (QS 91:8). Mana yang seseorang pilih, sepenuhnya adalah resiko pilihannya juga.

    Suka

  21. sederhanakan said

    jadi ingat di sma dpt pelajaran mengenal islam, rasul & 4JJ1

    @
    Back to basic… kadang kita lupa hal-hal yang paling sederhana dalam kehidupan kita ya….

    Suka

  22. ABDI_SUKMA said

    MENURUT SAYA TIDAK PERLU MEMPERDEBATKAN AGAMA MANA YANG PALING BENAR, ORANG ISLAM MENGATAKAN AGAMANYA BENAR, ORANG AGAMA KRISTEN JUGA MENUNJUKAN KEBENARANNYA, ORANG YANG BERAGAMA LAIN , BUDHA, HINDU, KONGHUCHU,DAN LAIN LAIN JUGA AKAN DEMIKIAN…..
    DI DUNIA INI BUANYAK SEKALI AGAMA, TIDAK HANYA SATU DUA TIGA ….. JUTAAN… MILYARAN…….. BAHKAN KITA GAK DAPAT MENGHITUNG… KARENA SUATU KELOMPOK YANG BERKEYAKINAN TENTU AKAN MENGANGGAP KEYAKINAN MEREKA ADALAH KEBENARAN BAGI MEREKA…. TENTU TUHAN SUDAH MENGETAHUI ORANG MANA YANG BAKAL MASUK SURGA ATO NERAKA… SANGATLAH TIDAK TEPAT APABILA KITA SEBAGAI MANUSIA MENGATAKAN ATO MENVONIS KALO ORANG YANG KEYAKINANNYA INI ..AKAN MASUK SURGA… YANG KEYAKINAN ITU AKAN MASUK NERAKA…. MENURUT SAYA TERGANTUNG HUBUNGAN KITA DENGAN TUHAN YANG BISA MENENTUKAN APAKAH KITA DAPAT MASUK KE SURGA ATO TIDAK…. YANG TERPENTING ADALAH JALAN KEHIDUPAN KITA DI DUNIA HARUS KITA KONTROL… DENGAN DIDUKUNG HUBUNGAN KITA DENGAN SESAMA MANUSIA…. PERBAIKI TATA KEHIDUPAN KITA DI DUNIA…
    DEMIKIAN PENDAPAT SAYA …..BESOK KAPAN KAPAN AKAN SAYA SAMBUNG PENDAPAT SAYA INI
    MOHON MA’AF KALO PENDAPAT INI KURANG BERKENAN DENGAN TEMEN TEMEN ….
    SEMOGA KITA SEMUA DI BERI JALAN YANG LURUS DALAM MENGARUNGI SAMUDERA KEHIDUPAN….
    AMIEN……

    @
    Mas Abdi, tulisan di atas tidak memperdebatkan agama mana yang paling benar kan?. Karena memang saya sendiri tidak suka memperdebatkan hal ini. Hanya menegasi, memasuki wilayah itu “saya” malah pening ! :). Maksudnya, saya meyakini agama saya adalah benar dan paling benar tapi tidak memvonis atau membahas agama yang lain (ini saya memang hindari) karena tidak ada paksaan dalam beragama dan juga membuat “klaim-klaim” sesama manusia yang ujung-ujungnya malah ribet. Jangankan antar agama, antar golongan saja sudah semakin “ribet”. Setuju bahwa kehidupan kita di dunia memang harus kita bisa mengendalikan diri kita. 😀

    Suka

  23. ABDI_SUKMA said

    Mohon ma’af mas argosiloku, tanggapan saya bukan saya tujukan kepada tulisan di atas…
    akan tetapi saya menanggapi tulisan tanggapan yang terlalu menunjukan keakuan….
    mohon ma’af jika ada kesalah pahaman ….
    salam kenal aja mas argosiloku karena saya pendatang baru … saya suka dengan tulisan tulisan anda… yang bisa menambah wawasan saya…

    @
    Sama-sama Mas, mohon maaf juga bila agor salah menanggapi.
    Saya setuju keakuan kadang muncul disadari atau tidak disadari. Saya juga senang dengan komentar Mas yang begitu clear dan terbuka.

    Suka

  24. Bois said

    Hi!
    Assalamu’alaikum… (Ucapan salam khusus untuk saudaraku yang muslim)

    Sekedar menambahkan…

    Inti agama samawi adalah tauhid, yaitu meyakini kalau Tuhan itu satu (esa) dan tidak mempersekutukan-Nya dengan yang lain.

    Allah mengutus Nabi Isa AS lantaran kaum Yahudi sudah tidak bertauhid dan Allah mengutus Nabi Muhammad SAW lantaran kaum Nasrani sudah tidak bertauhid.

    Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang
    1. Katakanlah: “Dia-lah Allah, Yang Maha Esa.
    2. Allah adalah Tuhan yang bergantung kepada-Nya segala sesuatu.
    3. Dia tiada beranak dan tidak pula diperanakkan,
    4. dan tidak ada seorangpun yang setara dengan Dia.”

    Allah Subhaanahu Wa Ta’aalaa berfirman: “Dan sesungguhnya Kami telah mengutus rasul pada tiap-tiap umat (untuk menyerukan): Sembahlah Allah (saja), dan jauhilah Thaghut itu” (QS An Nahl: 36)

    “Padahal mereka hanya disuruh menyembah Tuhan Yang Maha Esa; tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) selain Dia. Maha Suci Allah dari apa yang mereka persekutukan” (QS At Taubah: 31)

    “Maka sembahlah Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya. Ingatlah, hanya kepunyaan Allah-lah agama yang bersih (dari syirik)” (QS Az Zumar: 2-3)

    “Padahal mereka tidak disuruh kecuali supaya menyembah Allah dengan memurnikan keta`atan kepada-Nya dalam (menjalankan) agama dengan lurus” (QS Al Bayinah: 5)

    Karena itulah agama yang Allah ridhai hanyalah Islam, yang mana hingga kini penganutnya masih terus bertauhid.

    Wassalamu’alaikum… (Ucapan salam khusus untuk saudaraku yang muslim)
    bye… and Peace V ^_^

    Suka

    • agorsiloku said

      Wassalamu’alaikum wr.wb. Bang Bois….terimakasih untuk catatannya yang berharga, mengingatkan selalu bahwa tauhid bersifat absolut dan tidak ada logika tawar menawar di dalamnya. Catatan yang mengingatkan, betapa kerap kita lupa bahwa hanya kepada Allah kita memohon pertolongan, bukan kepada kita pertuhankan….

      Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: