Sains-Inreligion

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

Ukuran Superkecil, Akurasi Tinggi

Posted by agorsiloku pada November 9, 2006

sciam/frd

Para ilmuwan berhasil menciptakan jam atom terkecil di dunia. Mesin di dalam jam ini ukurannya hanya sebesar bulir padi. Saking kecilnya, jam atom ini hanya perlu sangat sedikit energi untuk berdetak. Tapi, akurasinya sangat bagus. Jam atom hanya ketinggalan akurasi 1 detik waktu setiap 300 tahun, sehingga kelak dapat dipakai menunjukkan waktu dengan akurat untuk peranti portabel seperti alat komunikasi atau penerima Global Positioning System (GPS)

Seperti jam atom lainnya, desain jam terbaru ini menggantungkan dirinya pada getaran alami dari atom-atom cesium, yang berdetak 9,2 miliar kali setiap detik. John Kitching dari Institut Nasional Standar dan Teknologi, Amerika Serikat, bersama rekan-rekannya memerangkap uap cesium di dalam semacam tabung yang diberi sinar laser kecil. Sehingga, akan dihasilkan dua medan elektromagnetik. Para ilmuwan menyesuaikan medan magnet ini sampai terjadi keseimbangan dengan tingkat energi pada atom-atom cesium sehingga atom-atom ini berhenti menyerap atau mengeluarkan cahaya.
Kemampuan nyata dari teknik yang kami pakai adalah ia mampu menjalankan jam atom hanya menggunakan sangat sedikit energi listrik. Jadi, ia bisa dioperasikan dengan baterai dan cukup kecil untuk dipasang pada ponsel atau peranti genggam lain,” terang Kitching.
Namun, meski berukuran 100 kali lebih kecil, jam superkecil tersebut tidak seakurat jam atom yang lebih besar, yang tingginya bisa mencapai 2 meter. Namun, tetap saja ia menawarkan tingkat presisi waktu jangka panjang hampir seribu kali lipat dibanding quartz crystal yang saat ini banyak dipakai sebagai penunjuk jam pada peranti mungil. Para ilmuwan merilis penemuan mereka itu pada jurnal edisi terbaru Applied Physics Letters.

Sumber Jawa Pos (14 September 2004)

Iklan

2 Tanggapan to “Ukuran Superkecil, Akurasi Tinggi”

  1. Dimashusna said

    ehm..ehm…ehm…
    Kira-kira kalau dipakai orang orang sering telat, Pengaruh enggak ya? Kalau yang pakai jadi ikutan akurat, kayanya bagus Kalau saya pakai supaya waktu sholat saya juga akurat (Ga telat) *cengar-cengir nyalahin jam* 🙂

    @
    nggak ngaruhlah… orang sering telat itu sering jadi kebanggaan… jadi kalau jamnya akurat… ya mengukur ketelatannya.
    Soal sholat…. ada jarak waktu antara dua wajibnya sholat. Bahkan waktu isya jaraknya cukup lebar.

    Suka

  2. Dimashusna said

    Terima kasih Untuk pak Agor karena telah menanggapi dengan serius, Sebenarnya saya cuma mau nyindir orang-orang yang mana telat sudah ter-inplant dalam DNA mereka, jadi ketika terlambat mereka ga merasa salah dan cenderung menyalahkan hal lain.

    @
    😀

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: