Sains-Inreligion

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

Prosesi Supranatural Lumpur Sidoarjo

Posted by agorsiloku pada November 6, 2006

Jawa Pos Minggu, 05 Nov 2006,

Kelompok supranatural dari Sumatra melakukan ritual membuang anak kambing ke dalam lumpur Lapindo kemarin.

……. Sementara itu, praktik-praktik supranatural sebagai upaya menyumbat semburan lumpur tetap dilakukan warga yang turut peduli dengan musibah itu. Kemarin sekelompok orang melakukan ritual dengan menceburkan anak kambing hidup-hidup ke kawah lumpur panas …..

MENCEBURKAN ANAK KAMBING HIDUP-HIDUP? rasanya berat untuk diterima oleh akal? sebagai bagian dari ritual untuk menghentikan semburan lumpur panas. Ini memang bukan persoalan akal, ini persoalan “bisikan”, ketakberdayaan, serah terima, penyerahan, pengorbanan, dan juga kezaliman besar. Akal masih akan menerima, tapi hati dan keberimanan?

Iklan

8 Tanggapan to “Prosesi Supranatural Lumpur Sidoarjo”

  1. anto said

    toloang jangan menyalakan siapa-siapa intropeksidiri karena yg berbuat jahat satu yg baik kenak imbasnya jadi banyak istifar dan mohon ampun pada Allah
    @
    Kalau saya memiliki kekuasaan, saya tangkap itu orang yang menceburkan hewan ke lumpur panas. Apa salah hewan sehingga dijerumuskan begitu rupa hidup-hidup. Saya akan cari pasal-pasal hukum yang menjeratnya dan dijebloskan ke penjara. Kalau tindakan supranatural lainnya, hanya mengingatkan saja. Apakah di negara ini orang boleh bertindak seenaknya melakukan tanpa perikebinatangan karena ia hanya hewan mamalia dan karena tidak ada seorang pun memperdulikannya. Hanya mengurut dada dan minta ampunan Allah. Astagfirullah. Benar-benar kejahatan tanpa akal, logika, dan tanpa iman. Dan sungguh, pembiaran hal ini adalah juga kezaliman.

    Suka

  2. anto said

    menurut orang pintar kalau lapindo ingin mampet tolong semua penduduk yang kena musibah harus iklas bahwa rumah atau pabrik dan lain-lain siap di jadikan tanah pertanian kalau semua penduduk iklas insyaallah lapindo akan mampet.

    @
    Orang pintar itu adalah Doktor, Insinyur, Professor, Ilmuwan, dan orang yang belajar dari lingkungan serta dirinya sendiri, komunitasnya, orang tuanya dengan sungguh-sungguh. Tidak mencari jalan praktis, tidak menerabas. Bisa jadi dia tidak bergelar, tapi dia arif kepada alam, kepada masyarakatnya. Singkatnya orang yang bisa berguna bagi kemashalatan manusia. Besar kecilnya relatif.

    Suka

  3. KaiToU said

    saya sepakat ma om agor.
    emang orang2 sekarang pada banyak ketularan penyakit katrok. kampungan.
    iya klo anak kambingna lebih gede dari lubang lumpurna…

    ah, gak logis!

    semoga kita semua terhindar dari virus katrok yang berbahaya ini.
    amin.

    @
    Sangat-sangat berbahaya…
    Sebenarnya… ada juga yang menggeluti hati ini. Kalau tak salah, Kota Surabaya dan sekitarnya, disamping terkenal sebagai kota titik-titik, juga terkenal dengan ulama-ulamanya dan energi kesalehan yang luar biasa. Kota Gresik, bioskop juga nggak ada. Jombang, gudangnya orang shaleh dan berilmu tinggi. Tapi, saya heran (baca :aneh) apakah mereka lupa/kurang memperhatikan akan kejadian memasukkan kambing ke lubang lumpur adalah kezaliman besar yang membutuhkan sekali petunjuk para ulama untuk kemashalatan ummat…..

    Suka

  4. […] seperti ini, seperti juga yang membenamkan kambing hidup-hidup ke tempat semburan lumpur adalah contoh perilaku kualitas dan kecerdasan sejumlah bangsa ini terhadap ketidakpastian […]

    Suka

  5. Anonim said

    Ass.wr.wb,pak Agor.
    Semburan lumpur ini tidak akan berhenti, lumpur ini datangnya dari bawah laut samudera indonesia, ini adalah salah satu tanda-tanda menunjukkan bahwa akhir zaman telah mendekat.

    Wassalam, Dono.

    @
    Wass.wwb.
    Yap… ada yang bilang memang lumpur tidak akan berhenti sepanjang kekuatan semburan dari dalam bumi masih tinggi tentunya. Kadang asapnya berwarna hitam, kadang putih… kata penduduk setempat, itu dipengaruhi oleh pasang laut. boleh jadi memang dari laut, tapi dari laut Jawa, soalnya memang lebih dekat ke sana. Sedang tenaga semburan, katanya dari patahan pegunungan dari daerah Malang yang melintang dari Semeru sampai gunung Bromo.
    Daerah Selatan Pulau Jawa memang syarat dengan pergerakan tumbukan lempeng tektonik dan vulkanik aktif….
    Wass, agor

    Suka

  6. Dono said

    Ass.wr.wb,pak Agor.
    Secara logika, memang benar bahwa asap putih berasal dari dorongan air laut dari laut jawa, saya setuju, yg ingin saya katakan disini bahwa, inti dari desakan lumpur tersebut berasal dari bawah perut laut indian ocean karena aktivitas vulkanik terjadi disitu, dan ini telah berakar dan hampir retak keseluruh permukaan dunia.Lihatlah kejadian tsunami th 2004 yang lalu.
    Mohon maaf sekiranya ada kekeliruan disini.

    Wassalam,Dono.

    Suka

  7. […] Fenomena ini tidaklah aneh, dan memang sudah menjadi makana harian negara berpenduduk Islam terbesar di dunia ini.  Mengharap berkah, rezki, adalah hal yang wajar saja dari ragam pernik kehidupan.  Manusia sebagai mahluk berakal budi tertinggi di antara segala penghuni alam, ketika menjalaninya dalam kenestapaan dan kerisauan mencari pilihan-pilihan yang paling masuk akal sampai paling tidak masuk akal.  Kalau mungkin, kotoran kanjeng kyai kerbaupun masuk dalam arena berkah.  Atau, seperti dua tahun yang lalu sekelompok anggota masyarakat yang penuh perhatian dan prihatin pada musibah Lumpur Lapindo, melemparkan beberapa anak kambing hidup-hidup untuk menutup semburan lumpur. […]

    Suka

  8. […] Fenomena ini tidaklah aneh, dan memang sudah menjadi makanan harian negara berpenduduk Islam terbesar di dunia ini. Mengharap berkah, rezki, adalah hal yang wajar saja dari ragam pernik kehidupan. Manusia sebagai mahluk berakal budi tertinggi di antara segala penghuni alam, ketika menjalaninya dalam kenestapaan dan kerisauan mencari pilihan-pilihan yang paling masuk akal sampai paling tidak masuk akal. Kalau mungkin, kotoran kanjeng kyai kerbaupun masuk dalam arena berkah. Atau, seperti dua tahun yang lalu sekelompok anggota masyarakat yang penuh perhatian dan prihatin pada musibah Lumpur Lapindo, melemparkan beberapa anak kambing hidup-hidup untuk menutup semburan lumpur. […]

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: