Sains-Inreligion

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

Angin Di Permukaan Bulan

Posted by agorsiloku pada September 14, 2006

Sukses Apolo 11 menurutku adalah sukses mengibarkan bendera di permukaan bulan.  Sukses menunjukkan bahwa di permukaan bulan itu ada angin deras menerpa bendera

Bendera Berkibarhttp://www.nasm.si.edu/collections/imagery/apollo/AS11/a11images2.htm
Foto itu ada di Smithsonian and Space Museum.

Kenapa foto itu berkibar.  Jawabnya, karena ilmu dan teknologi, memang tidak hitam putih dan tidak bebas dari interverensi juga….ngkali….

Iklan

10 Tanggapan to “Angin Di Permukaan Bulan”

  1. El Zach said

    jika air berada di ruang hampa udara, maka ia kan bergerak-gerak seolah diterpa angin, demikian pula dengan bendera itu, jika digerakkan oleh tangan waktu ditancapkan, maka ia akan terus bergerak seolah diterpa angin.
    bagaimana membuktikannya, hanya satu cara ! umat Islam harus bisa terbang ke angkasa luar, kita wajib menuntut ilmu, dengan demikian kita tidak hanya jadi penonton-apatis-sinis atau lebih berat lagi jadi anarkis dan merusak.
    bukankah Allah telah Mengkaruniai kita akal, bahkan Rasulullah juga telah memberi contoh mengarungi angkasa luar.
    mereka dan kita sama-sama makan dari “tanah”, kitapun pasti bisa, janganlah kita terpedaya oleh kata2 bahwa hanya mereka org2 yang unggul, itulah upaya mereka untuk menindas kita jika kita tdk mau menuntut ilmu.

    Suka

  2. El Zach said

    merujuk ke : >>jika air berada di ruang hampa udara,
    maaf maksud saya hampa/lemah grafitasi

    Suka

  3. agorsiloku said

    Rekan El Zach ysh. Betul (mungkin) dalam hampa udara air akan bergerak-gerak. Barangkali maksudnya butiran air. Sebuah benda akan bergerak terus atau diam tergantung pada gaya yang dikenai pada benda itu. Mo bergerak atau diam sampai ada gaya lain yang mempengaruhinya (hukum kelembaman). Namun toh itu tidak untuk menjelaskan kibaran bendera yang tentu kibarannya karena ada gaya yang mengenai pada kain bendera itu (kenapa kain ya, bukan sekalian saja pakai papan besi atau plat, kan mo ditancapkan di bulan). Biarpun ditancapkan waktu dengan tenaga sehingga bergerak, tidak menjadikan bendera itu akan berkibar. –>coba tancapkan bendera di tampat tidak ada angin -> tentu kalau ada gerakan kibaran dari bendera ya arah bawah atas (bukan horisontal.Karena itu terjadinya di bulan… makanya teknologi dan politik memang tidak hitam putih… Saya juga cukup heran bahwa itu ada di Museum di Washington (ada sejumlah rangkaian musium di sana yang bagus-bagus dan megah). Atau memang bulan seperti banyak kecurigaan orang, manusia sebenarnya belum mendarat di bulan, tapi Amerika, biar nggak kalah gertak sama Rusia buat acara seperti ini. Atau memang sebenarnya di bulan ada angin. Nini Anteh dan Amerika tahu persisnya bagaimana….

    Suka

  4. […] Foto berkibarnya bendera yang dibawa astronot Apollo 11  di bulan adalah kebohongan!?. Cukup sering diperdebatkan. Analisis-analisis tajam bertebaran yang membela maupun yang meragukan. Mana yang benar? Wah, terus terang saja. Keraguan-keraguan itu, menurut saya sih juga punya alasan yang bisa dipertimbangkan. Boleh jadi ada benarnya. Kan waktu itu, jaman Amerika ingin selalu menang (dan sampai sekarangpun begitu) terhadap seluruh isi dunia. Apalagi di bidang melawan kejayaan teknologi ruang angkasa. Jelas, negeri ini tak mau kalah oleh USSR, yang sekarang sudah terpecah belah setelah perang dingin usai. Sebenarnya, kalau mau sebenarnya tidak terlalu sulit membuktikan. Masih adakah jejak para astronot itu, baik waktu Apollo 11 maupun setelahnya. Adakah peninggalan yang ditinggalkan di Bulan yang masih bisa kita lihat dan cermati. Menguji di ruang hampa udara juga, rasanya bukan perkara terlalu sulit (di bumi juga bisa). Pakaian astronot yang berkerut di ruang hampa udara, sedang bajunya terisi udara juga bisa diuji di bumi kita ini (kenapa tidak mengembang), arah angin, arah bayangan, ukuran bayangan matahari, dan juga termasuk masalah anggaran biaya yang luar biasa besarnya itu untuk negara sekaya Amerika sekalipun. Berdebat dengan argumen tentu hanya menghasilkan argumen baru. Pengujianlah yang mungkin bisa membuktikannya. Ataukah semuanya sudah musnah ditabrak meteorit. […]

    Suka

  5. bejo said

    Wes to mas, kalo aku masa bodoh mau Amerika ke bulan yang penting bulan jangan di ajak perang sama Amerika.
    Pemecahannya hanya ada tiga cara apakah astronot itu menjejakkan kakinya di bulan atau tidak:
    1. Tanya aja bulannya tapi sayang bulan gak bisa ngomong.
    2. Dengan cara test ke dokter apakah bulan sudah gak perawan lagi oleh astronot Apollo itu.
    3. Atau bisa juga test DNA, adakah sidik kaki tuh awak di bulan.

    Suka

  6. agorsiloku said

    Mas Bejo.. yes… yes… yes… untuk tidak diperangi Amrik, setahu saya ada syaratnya. Yang utama, jangan jadi warganegara di negara yang memiliki banyak sekali sumber daya alam yang bisa membuat ngiler. Kedua, jangan punya tekonologi nuklir yang bisa menjadi ancaman, karena hanya beliau dan konco-koncone yang boleh. Yang ketiga, jangan punya tokoh-tokoh seperti Hugo Chavez Venezuela, Imam Abu Bakar Ba’asyir, Saddam Husein Irak, atau Mahmoud Ahmadinejad di Iran, dan sejenisnya. Juga harus punya toleransi tanpa batas untuk berliberal dan inklusif. Bersedia menerapkan demokrasi sebagai satu-satunya pembenaran kehidupan bernegara yang sehat menurut beliau. Juga tidak kalah pentingnya, tidak memiliki basis fundamentalis yang akan menjadi sebab untuk masuk jadi golongan teroris. Terakhir, tentu saja harus juga sanggup menerima segala jenis impor dan pembebasan bea masuk yang diperlukan untuk keseimbangan ekonomi. Kalau itu didapat maka akan diberikan pinjaman sebesar-besarnya dan tenaga asing yang banyak untuk menggaji mereka dengan uang pinjaman itu.
    Namun, jangan pula paranoid ke negeri besar ini. Banyak hal bisa kita belajar dari mereka. Pendidikan yang testruktur, terdepan dalam ilmu dan pengetahuan, kekuatan ekonomi yang dahsyat, kemakmuran yang relatif merata, semangat juang tanpa putus asa, toleransi yang tinggi (salah satunya disebabkan oleh sejarah kedewasaan Amerika), penegakan hukum yang relatif unggul, dan lain-lain yang kurang dimiliki bangsa di dunia ketiga.
    Bagaimanapun, kita harus bedakan pemahaman antara kebijakan luar negeri dan dalam negeri negeri-negeri yang telah berjaya itu.
    Saya yakin, bulan bisa ngomong tentang siapa yang pernah mengunjunginya. Seperti juga jejak arkeologis lainnya, adalah omongan yang perlu kita pahami, termasuk di dalamnya sidik jari dan test dna. Semua yang pernah ada, sesungguhnya akan tetap ada sampai masanya tiba untuk masa pertanggungjawabannya. Salam.

    Suka

  7. hehehe,
    gampang banget ngebuktiin bohong nggaknya
    perekayasa foto itu lupa, masa bayangan orang sama bayangan tiang benderanya berlawanan? emangnya mataharinya ada diantara keduanya gitu? lagian emang bisa gitu motret di situ. ah … aja aja ada jaah

    @
    ada-ada saja, tapi diamini sedunia… 😀

    Suka

  8. wira said

    kayaknya bentuk tiang benderanya tidak berbentuk hiruf I, tetapi ting benderanya berbentuk huruf L terbalik. jadi ada dua bagian bendera yang nyantol ke tiang L tadi. yaitu bagian atas dan bagian sisi bendera.
    kalau dilihat seperti tertiup angin, padahal tidak…

    Suka

  9. wira said

    nah, kain bendera tadi bukannya “berkibar”, tetapi “bergoyang”.
    “goyangan” ini terjadi dalam waktu cukup lama sampai ia berhenti bergoyang, karena gravitasi bulan sangat rendah.
    udah lah saudaraku, kalau saya hidup pada tahun 1883, saya tidak akan percaya cerita kalian tentang HP, Internet, atau pun fungsi-fungsi mouse dan keyboard yang kita gunakan ini.
    hehehe…

    Suka

  10. by : robinsoncristmandajo@ymail.com said

    ya…kalau bulan bisa ngomong_dia mungkin tak’kan bohong.. tapi yg jelas amerika negara brilian ,amerika sukses kebulan membuat iri bagi yg tak’kan mungkin kesana..ha…ha..ha

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: