Sains-Inreligion

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

Stand Right

Posted by agorsiloku pada Agustus 25, 2006

Pembiasaan dan kebiasaan dalam masyarakat adalah budaya kelompok, masyarakat dan bangsa. Kita adalah bangsa beradab, tapi paling susah saling menyapa “what’s up guy..”, senyum kepada yang tidak kita kenali, antri adalah siapa bisa mendahului, buang sampah artinya, manfaatkanlah pekarangan orang, jalan,dan latihlah untuk bebas dan demi kebebasan, maka kesembarangan adalah naluri primitip yang tetap harus dipelihara.
Di negeri-negeri yang telah berhasil membuat eskalator (undak-undakan mlaku dewe) ataupun yang lantai berjalan, terutama di terminal pesawat atau kereta api bawah tanah, ada plang untuk mengajarkan : Kalau berjalan sebelah kiri (atau kanan), dan kalau berdiri mengikuti laju eskalator berdirilah di tepi kanan (atau kiri). Jadi, adalah ”aib” jika seorang berdiri di eskalator menghalangi jalan orang lain yang ingin berjalan di eskalator. Pembiasaan ini menjadikan mereka mendapatkan haknya masing-masing. Siapa ingin santai, oke-oke saja. Siapa mau lebih cepat, juga tersedia. Di kita, ini tidak pernah dibiasakan. Jadi yang mau jalan, terpaksa nunggu orang yang naik eskalator tapi menghalangi orang lain yang mo lewat. TIDAK ADA PETUNJUK ATAU ARAHAN — berdiri di sebelah kanan, berjalan sebelah kiri. Kita memang terbiasa untuk tidak mengerti, bahwa selalu ada hak-hak orang lain di situ. Harusnya, ada pembelajaran. Namun ini tidak pernah mau dipikirkan oleh para budayawan, dan terutama penegak kesadaran kebangsaan. Karena kita memang melihat kebudayaan itu adalah : seni dan entertainment… no more lah…

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: