Sains-Inreligion

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

Kesalahan-kesalahan Yang Menjurus Ke Syirik

Posted by agorsiloku pada Juli 27, 2006

Buat saya, syirik mengandung banyak kerumitan dan ketidaksederhanaan. Tentu, bisa diringkaskan menjadi ”menyekutukan” Allah, meminta sesuatu apapun bukan kepada Allah. Kita terima saja pengertian ini, meski kita sering meminta tolong pada teman, pada polisi, atau pada orang pandai (paranormal), atau orang yang dianggap wali, yang dimuliakan, yang dihormati. Tentu ada kadar nilai kita meminta tolong/bantuan, minta didoakan, minta urusan dimudahkan.
Lalu, subjek yang kita mintai tolong berada pada tingkatan pengertian apa bagi kita?. Apakah yang kita mintai tolong ini berkuasa segalanya pada saya yang memohon sehingga dan seolah-olah yang bersangkutan menentukan hidup mati kita?. Menyekutukan, tampaknya berada pada wilayah pengertian membuat tandingan untuk urusan-urusan yang kita tidak pahami asal muasalnya, membuat tandingan bahwa ada yang bisa mengatur urusan-urusan yang berada pada wilayah pengertian gaib yang masuk ke dalam wilayah urusan-urusan fisis.

Berikut ini, saya kutipkan dari http://tausyiah275.blogsome.com/2005/10/12/kesalahan-kesalahan-yang-menjurus-ke-syirik/
Dari sebuah buku “Meneropong Dosa-dosa Tersembunyi” aku dapatkan tulisan mengenai kesalahan2 seputar tauhid+akidah yg bisa menjurus ke arah syirik (menyekutukan ALLAH SWT). Berikut aku rangkum+edit+tambahkan dari sumber2 lain. Semoga bermanfaat.
1. Istighatsah kepada orang2 yg telah meninggal, berdoa kepada mereka dan bertaqarrub kepada mereka. Yg dimaksud dg berdoa di sini adalah berdoa meminta sesuatu, dg anggapan bahwa orang2 yg telah meninggal tersebut mempunyai karamah/kemuliaan yg tinggi. Padahal ALLAH SWT telah berfirman di Al Fatihah(1):5, bahwa hanya kepada ALLAH saja kita memohon pertolongan. Orang yg telah mati TIDAK BISA membantu, karena jelas2 dia sudah TIDAK PUNYA kemampuan APAPUN. Kondisi dia sendiri belum tentu bisa dia tolong, apalagi membantu orang lain.
2. Meminta syafa’at kepada orang mati. Ini serupa juga dg no 1, hanya saja mungkin redaksi dari ALLAH sedikit berbeda. Untuk syafa’at ini, firman ALLAH SWT yg terkait adalah Az Zumar(39):43-44. Jadi, sekali lagi, kita hanya boleh meminta syafa’at kepada ALLAH SWT. (bagian ini menurut pemikiranku, mohon koreksinya jika salah) Dengan demikian, Rasulullah SAW memberikan syafa’at (bantuan) atas ijin ALLAH SWT. ‘Tugas’ kita memang banyak2 bershalawat kepada Rasulullah SAW, agar (atas ijin ALLAH SWT) beliau memberikan syafa’atnya kepada kita. Jangan sampai hal ini disalah artikan.
3. Menyembelih dan bernadzar atas nama kuburan, makam ataupun orang-orang mati. Meski terdengar menggelikan, namun masih ada umat Islam yg melakukan hal ini. Padahal Rasulullah SAW telah bersabda:”ALLAH melaknat orang yg menyembelih atas nama selain ALLAH”(HR Muslim). Untuk urusan nadzar, perhatikan firman ALLAH di Al Baqarah(2):270. Dinyatakan “Aoa saja yg kamu nafkahkan atau apa saja yg kamu nadzarkan, maka sesungguhnya ALLAH mengetahuinya”. Dengan demikian hanya (sembelihan) kurban dan nadzar yg didasarkan ALLAH SWT saja yg digolongkan sebagai ibadah kepada-Nya. Selain dari niat tersebut, akan digolongkan sebagai syirik.
4. Thawaf di kuburan, mengusap-usap kuburan dan meminta berkah. Untuk hal yg satu ini, rasa2nya tidak ada komentar lagi. Sudah cukup jelas
5. Memohon dan istighatsah kepada orang-orang yg masih hidup, namun tidak hadir di hadapan pemohon, dengan keyakinan bahwa mereka memiliki kemampuan untuk memberi manfaat/pertolongan. Ini serupa dengan no 1, hanya kali ini permohonan ditujukan kepada orang2 yg hidup.
6. Ghuluw (berlebih-lebihan) kepada orang2 shaleh atau para Nabi – dengan mensifati mereka dengan sebuah sifat ketuhanan, atau memberi mereka hak ubudiyah. Ini terjadi pada Nabi Isa. Kaum Nasrani, (muungkin) saking cintanya kepada Nabi Isa, akhirnya menggelari Nabi Isa dg sifat2 Tuhan. Rasulullah SAW bersabda”Janganlah kalian terlalu berlebihan memuji aku seperti kaum Nasrani terlalu berlebihan memuji Isa, putra Maryam. Sesungguhnya aku hanyalah seorang hamba, maka katakanlah hamba ALLAH dan Rasul utusan-Nya.”(HR Bukhari)
7. Takut kepada para wali atau jin (rasa takut ini berupa rasa takut yg tersembunyi), seperti takut dikenai keburukan oleh seorang wali atau jin jika dia tidak melakukan hal-hal tertentu. Yg dimaksud rasa takut di sini adalah rasa takut yg menyerupai rasa takut kepada ALLAH SWT. Padahal kepada wali atau jin, tidaklah perlu hingga takut berlebihan, karena mereka juga makhluk ciptaan ALLAH SWT, yg segala sesuatunya ALLAH-lah yg berkuasa. Sebagai contoh, mungkin orang2 NU yg terlalu mengagungkan Gus Dur, sehingga apapun yg dikatakan Gus Dur akan dikerjakan karena mereka beranggapan Gus Dur = wali, yg mesti selalu diikuti+dilaksanakan ucapannya.
8. Menyimpan jimat yg berisi kesyirikan+mantera, atau menggantung Tamimah (jimat) dan Ruqyah (jampi2) karena takut tertimpa musibah/bahaya, atau untuk melawan sihir pandangan mata dan kedengkian. Hal ini sudah jelas merupakan bentuk kesyirikan. Beberapa hadits yg terkait:
– “Sesungguhnya Ruqyah, Tamimah, dan Tiwalah (mantera) adalah kesyirikan.” (HR Ahmad, Abu Dawud)
– “Barangsiapa yg menggantung jimat maka dia telah syirik.”(HR Imam Ahmad)
– “Tidak mengapa melakukan ruqyah selama tidak mengandung kesyirikan.”(HR Muslim). Ruqyah di sini adalah permohonan bantuan selain kepada ALLAH SWT.
9. Bertanya kepada paranormal, dukun, tukang sihir, ramalan bintang, dan membenarkan mereka. Kesyirikan karena mempercayai mereka telah diucapkan Rasulullah SAW,”Barangsiapa yg mendatangi peramal atau dukun, kemudian dia membenarkan ucapannya, maka ia telah kafir dengan ajaran yg diturunkan kepada Muhammad SAW”(HR Bukhari-Musliim)
10. Mengalungkan sepotong kulit serigala atau menggantungnya di rumah, untuk mengusir jin. Dalilnya bisa dilihat di no 8.
11. Menyembelih di ambang pintu karena takut diganggu jin. Ini sebuah tindakan yg menggelikan, namun kenyataannya masih umat Islam ada yg melakukannya. Mereka menyembelih hewan kurban di tempat2 tertentu, karena takut gangguan jin. Ini jelas2 syirik… Dalilnya ada di no 3 dan no 7.
12. Mengaku mengetahui ilmu ghaib atau bisa melihat ke Lauh Mahfuzh. ALLAH SWT telah berfirman di Qur’an, An Naml(27):65,”Katakanlah: tidak ada seorangpun di langit dan di bumi yg mengetahui perkara yg ghaib, KECUALI ALLAH SWT”. Dengan demikian jika ada orang2 yg mengaku mengetahui hal ghaib, meskipun orang tsb shaleh, rajin beribadah, dst dst…kita WAJIB MENOLAKNYA.!!!
13. Menyimak syair-syair (atau lagu) yg mengandung kesyirikan dan ridha (ikut) dg kesyirikan yg terkandung di dalamnya. Ada beberapa syair2 dari para pujangga Arab yg mengandung kesyirikan, seperti Al Burdah karangan Al Bushari, yg terlalu ghuluw (berlebihan) terhadap Rasulullah SAW+Ahlul Bait+orang2 shaleh. Di jaman sekarang mungkin lagu2 metal/hard rock, yg isinya menyembah/memuja selain kepada ALLAH termasuk dalam kriteria ini.
14. Mengklaim bahwa ALLAH berada di setiap tempat atau menyatu di dalam jiwa sebagian orang. Untuk hal ini, mungkin yg dimaksud adalah klaim yg pernah dilakukan Al Hajjah dan Syekh Siti Djenar.
So, sebaiknya kita lebih berhati-hati dalam bertindak, barangkali apa yg kita lakukan selama ini ternyata masuk ke dalam salah satu kategori di atas.
October 12, 2005

Iklan

35 Tanggapan to “Kesalahan-kesalahan Yang Menjurus Ke Syirik”

  1. Yang mulia Agorsiloku,
    Musrik yang paling kejam adalah sifat Arbaban artinya sesuai Ali Imran (3) ayat 80: Menjadikan Nabi Muhammad saw. sebagai arbaban (berhala). Padahal Shahadat tauhid lebih mulia daripada shahadatain sebagaimana disitir didalam Az Zumar (39) ayat 45.
    Wasalam, Soegana Gandakoesoema, Pembaharu Persepsi Tunggal Agama millennium ke-3 masehi.

    @
    Kelewatan buaaanget kalau Nabi di-syirik-kan. Semoga tidak terjadi. Adakah contoh kongkrit kejadian ini?.
    Salam, agor.

    Suka

  2. Nabi diarbabankan (diberhalakan) Yang Bersabda adalah Allah didalam kitab suci sesuai Ali Imran (3) ayat 80, dan pemuka agama dijadikan arbaban (berhala) selain Allah sesuai At Taubah (9) ayat 31.
    Sekali lagi Allah Yang Bersabda didalam kitab suci.
    Wasalam, Pembaharu Persepsi Agama Tunggal millennium ke-3 masehi.

    @
    Trims catatannya. Ini berharga untuk direnungkan (dan ditindaklanjuti). Salam, agor

    Suka

  3. Sdr. Agorsiloku, Contoh yang lain Az Zumar (39) ayat 45: Senang kepada sahadatain dan kesal terhadap shahadat tauhid, secara tidak disadari oleh hampir semua manusia, tetapi untuk kami sangat sadar sesadarnya bahwa shahadat tauhid lebih mulia dari pada shahadatain dan kami tidak berfihak kepada shahadtain.
    Wasalam, Soegana Gandakoesoema, Pembaharu Persepsi Tunggal Agama millennium ke-3 masehi

    @
    Wah, soal keberpihakan… agor belajar, berusaha berserah diri padaNya, mengikuti petunjukNya; meski tertatih-tatih. Melaksanakan rukun Islam dalam segala keterbatasan dan rahmatNya. Semoga Allah ridha.

    Suka

  4. Sdr. Agosiloku Yth.
    Pada kenyataannya Sunnah Rasul dan Hadits diunggulkan dalam cerita sehari-hari dari pada sabda Allah didalam kitab suci secara tidak disadarinya.
    Wasalam, Soegana Gandakoesoema, Pembaharu Persepsi Tunggal Agama millennium ke-3 masehi.

    @
    Yes … Yes… Yes…
    Tentu tanpa mengurangi perhatian pada tuntunan Nabi Muhammad yang padanya ahlak Al Qur’an dan Allah memuji UtusanNya, agor berkecenderungan untuk meneguhkan hati dan akal melalui Al Qur’an sebagai “the first thing first”. Wass, agor

    Suka

  5. Contoh yang lain An Nisaa (4) ayat 150,151,152: Bila mengunggulkan nabi atau rasul yang satu (contohnya Nabi Muhammad s.a.w.) dan menyisihkan nabi atau rasul yang lainnya (tidak dirisalahkan dalam risalah sejak Adam sampai kiamat secara adil) Allah Bersabda dalam ayat ini mereka yang mengunggulkannya adalah benar-benar kafir.
    Wasalam, Soegana Gandakoesoema, Pembaharu Persepsi Tunggal Agama millenium ke-3 masehi

    @
    agama Islam dalam sholat menyebutkan Nabi Ibrahim. Al Qur’an berkisah banyak nabi-nabi sebelum Nabi Muhammad. Wass, agor

    Suka

  6. Yang Mulia Agorsiloku,
    Setelah Awal Millennium ke-3 Masehi, kami hanya bershahadat tauhid dan tidak menghiraukan bershahadatain karena ingin mempertahauan Az Zumar (39) ayat 45: Kami tidak ingin kesal atau benci karena bershahadat tauhid dan sebaliknya kami tidak ingin gembira atau senang karena bershahadatain, karena shahadat tauhid paling utama dari shahadatain.
    Wasalam, Soegana Gandakoesoema, Pembaharu Persepsi Tunggal Agama millennium ke-3 masehi

    Suka

  7. Memang dalam beragama wajib beriman dengan izin Allah, tetapi manusia tidak mempergunakan akal pasti dimurkai Allah sesuai Yunus (10) ayat 100, demikian tentang hal-hal diatas kami sepenuhnya mempergunakan akal dan menyisihkan kefanatikan kepada para nabi dan rasul yang manapun, karena Allah akan membangkitkan ilmu pengetahuan Agama Allah sesuai Al Mujaadilah (58) ayat 6,18,22, untuk mendirikan Agama Allah sesuai An Nashr (110) ayat 1,2,3. dan wajib mendirikan syariat kiamat sesuai Al Jaatsiyah (45) ayat 16-18.
    Pelajarilah apa itu agama disisi Allah adalah islam sesuai Ali Imran (3) ayat 19,85, Al Maidah (5) ayat 3. dan Agama Allah sesuai Ali Imran (3) ayat 81,82,83, An Nashr (110) ayat 1,2,3.
    Wasalam, Soegana Gandakoesoema, Pembaharu Persepsi Tunggal Agama millennium ke-3 masehi.

    Suka

  8. Rukun Islam 5 dan rukun iman 6 yang dianut sampai sekarang adalah hasil pemikir Abu Hassan Al Asy’ari 200 tahun setelah Nabi Suci wafat yang dianut oleh umat Islam dipermukaan bola atlas ini. Jadi ketentuan pasti demikian itu bukan patokan yang dicetuskan oleh Allah dalam Kitab Suci dan Nabi Suci, yang telah turun dan yang telah turun sebelumnya dan yakin akan hal-hal yang akan datang sesuai Al Baqarah (2) ayat 4,5, yaitu hari takwil kebenaran kitab yang wajib ditunggu akan tetapi dilupakan oleh anda sesuai Al A’raaf (7) ayat 52,53.
    Wasalam, Soegana Gandakoesoema, Pembaharu Persepsi Tunggal Agama millennium ke-3 masehi.

    @
    Ciri orang beriman antara lain : beriman kepada yang gaib, mendirikan shalat, menafkahkan rejeki yang dianugerahkan Allah (QS 2:3), beriman kepada Allah dan RasulNya (QS 57:8), beriman kepada Allah, Malaikat-malaikatNya, Kitab-kitabNya, dan Rasul-rasulNya (QS 2:285), kepada hari kiamat (QS 42:18), menunaikan zakat (QS 4:162), tidak merendahkan kumpulan yang lain (QS 49:11), tidak ragu-ragu dan berjuang dengan harta dan jiwanya (QS 49:15), tidak mengambil pemimpin orang yang menjadikan agamamu jadi bahan ejekan (QS 5:57), yang hatinya menjadi tentram dengan mengingat Allah (QS 13:28), beriman adanya kehidupan akhirat (QS 6:92), tidak menikahi wanita musyrik (QS 2:221), bertaubat, menahan pandangan, tidak menampakan perhiasan kecuali yang biasa tampak (QS 24:31), tidak melanggar syiar-syiar Allah, berhaji (QS 5:2).

    Suka

  9. Yang mulia Agorsiloku,
    Mengenai tanggapan anda ada dua yang penting sementara ini yaitu:
    1. Ar Ra’ad (13) ayat 28: Mengingat Allah menjadi tenteram, tetapi tidak ada ayat yang bersabda mengingat Nabi Besar MUHAMMAD SAW. menjadi tenteram, tetapi menjurus kepada Ali Imran (3) ayat 80.
    2. Mengenai syiar-syiar Allah pada manasik haji, tidak ada yang mengerti maksud thawaf, sa’i, wukuf Arafah, mabit Musdalifah, Jamarat Ula, Wusta dan Aqaba di Mina, akibatnya seperti kerbau dicucuk hidungnya. Sedang Nabi Suci mengerti dengan benar dan memfokuskan isi kitab sucinya kepada syiar-syiar manasik haji itu. Jangan seperti manusia yang tidak mengerti
    syiar-syiar itu seperti divonis oleh Allah dalam Al Jumuah (62) ayat 5: Perumpamaan orang-orang yang dipikulkan Taurat (termasuk isi ibadah haji) kepadanya, kemudian mereka tidak memikulnya, adalah ibarat keledai yang mengangkut kitab-kitab yang tebal. (Itulah) perumpamaan kaum yang mendustakan ayat-ayat (syiar manasik haji) Dan Allah tidak memberi petunjuk kepada kaum yang zalim (tidak memakai akalnya sesuai Yunus (10) ayat 100).
    Kalau kami tidak zalim lagi karena kami telah mengerti itu semuanya, karena telah memiliki hari takwil kebenaran kitab sesuai Al A’Raaf (7) ayat 52,53 dan telah menulis buku setebal 2000 halaman yang akan kai sebarkan keseluruh penjuru bola atlas.
    Wasalam, Soegana Gandakoesoema, Pembaharu Persepsi Tunggal Agama millennium ke-3 masehi.

    Suka

  10. Bedanya sunnatullah dan sunnah rasul.
    1. Sunnatullah kalau tidak dilaksanaka adalah berdosa.
    2. Sunnah rasul kalau tidak dilaksanakan tidak apa-apa, dan kalau dilaksanakan dapat pahala.
    Kami memilih yang dirasakan berat untuk kami melaksankannya, pasti memilih tidak melaksanakan en toch tidak apa-apa.
    Wasalam, Soegana Gandakoesoema, Pembaharu Persepsi tunggal Agama millennium ke-3 masehi.

    Suka

  11. akhtar said

    Gak usah ditanggapi, Mas Agor. Si Soegana ini penganut ingkar sunnah. Dia gak percaya sunnah. Omongannya gak usah didenger. Bikin kita tambah sinting aja. Gak ada itu dikotomi syahadatain atau syahadat tauhid. Dalam islam, syahadat ya ada dua, Allah dan Rasul-Nya, Nabi Muhammad. Tanpa Muhammad, gak ada Al Quran, lha wong Al Quran itu kan diturunkan Allah melalui lidahnya Muhammad, yang kemudian dibukukan menjadi mushaf yang kita kenal sekarang.
    Dasar gendheng…

    Suka

  12. haniifa said

    @mas Akhtar
    Ha.ha.ha. 😀
    Biar saja mas Soegana Gandakoesoema, saya seeh lumayan dapat hiburan lepas senja…. bacanya sambil senyum simpul, jadi ilang stress

    Contoh:
    Bedanya sunnatullah dan sunnah rasul.
    1. Sunnatullah kalau tidak dilaksanaka adalah berdosa.
    2. Sunnah rasul kalau tidak dilaksanakan tidak apa-apa, dan kalau dilaksanakan dapat pahala.

    Dia pikir Rasulullah itu cuma Nabi Muhammad s.a.w ??
    Belum lagi seabrek Rasulullah pendahulunya…
    1. Milatu (baca: konsep) dibawakan oleh Rasulullah yang bernama Ibrahim a.s
    2. Kitab Zabur dibawakan oleh Rasulullah yang bernama Daud a.s
    3. Kitab Tauret dibawakan oleh Rasulullah yang bernama Musa a.s
    4. Kitab Injil dibawakan oleh Rasulullah yang bernama Isa a.s
    5. Kitab Al Qur’an dibawakan oleh Rasulullah yang bernama Muhammad s.a.w
    _______________________________________
    Iseng… ah
    xx Kitab… eh.. Kutipan “Pembau Pepsi-cola Tinggal 3 Kaleng Kelontongan” dibawakan oleh Soegana Ganda-campuran Kebo Bule di masa-masa Bumi menjadi Almunium… semuah !!

    @mas Soeganda
    Yang Mulai.. eh.. Yang Gulai… eh… Selai.. walah… lupa 😀

    Ditunggu banyolannya by Haniifa

    Suka

  13. I. Semua para rasul menyampaikan RISALAH TUHAN/ALLAH sejak Adam sampai kiamat (lukiskan dalam skema risalah itu) dan penolaknya adalah pemuka agama, sesuai Al Maidah (5) ayat 67 (para rasul menyampaikan), Al An Aam (6) ayat 124,125 (Allah sendiri menyampaikan), Al A’raaf (7) ayat 62,60 (Nuh menyampaikan), 68,66 (Hud menyampaikan), 79,75 (Saleh menyampaikan), 93,88 (Syuaib menyampaikan), 144,109 (Musa diperintah Allah langsung menyampaikan), Al Ahzaab (33) ayat 38,39,40 (siapa saja, Muhammad saw. melalui jibril diperintah menyampaikan), Al Jinn (72) ayat 23,26,27,28 (rasul yang dirido’i menyampakan) RISALAH TUHAN/ALLAH.

    II. Sedangkan tiap-tiap penganut agama-agama hanya menyampaikan risalah nabi/rasul yang dianutnya dan mengakibatkan umatnya mengandung atau menyimpan rasa:
    1.ARBABAN/menyembah/mengultuskan/menuh
    ankan nabi/rasul sesuai Ali Imran (3) ayat 80.
    2. ARBABAN kepada pemuka agama selain Allah sesuai At Taubah (9) ayat 31.
    3. Akibatnya musrik pasti menyimpang dari jalan lurus sesuai Al Hajj (22) ayat 31.
    -Hasil akibat musrik, bunuh dengan hujjah ilmu agama sesuai At Taubah (9) ayat 5.
    -Hasil akibat musrik, najis sesuai At Taubah (9) ayat 28.
    -Hasil akibat musrik, perangi dengan ilmu Allah sesuai At Taubah (9) ayat 36
    -Hasil akibat musrik, jangan do’akan (untuk tidak musrik) sesuai At Taubah (9) ayat 113.
    -Hasil akibat musrik, tidak ada ampunya (untuk tidak jadi musrik), sesuai An NIsaa (4) ayat 48,116.

    Sifat-sifat tersebut diatas pasti, pasti, pasti dimiliki oleh kebanyakan umat beragama, nauzubillah min zalik !

    Yang benar bershahadat tauhid, bukan bershahadatain sesuai Az Zumar (39) ayat 45.

    Wasalam, Soegana Gandakoesoema, Pembaharu Persepsi Tunggal Agama millennium ke-3 masehi.

    Suka

  14. haniifa said

    Wahh… kayak susunan berkala ajah 😀
    Jenis minuman BaU yach 😛

    Suka

  15. haniifa said

    @Soegana Gandakoesoema
    I. Sampai kiamat (lukiskan dalam skema susunan berkala)
    II. Hayooo… melukis lagi, nyampe sampai kiamat !!
    (Bukannya melukis malah… makan “Crayon”, disangka permen kali 😀 )

    Suka

  16. haniifa said

    @Soegana Gandakoesoema
    I. Sampai kiamat (lukiskan dalam skema susunan berkala)
    II. Hayooo… melukis lagi, nyampe sampai kiamat !!
    (Bukannya melukis malah… makan “Crayon”, memangnya permen 😀 )

    Suka

  17. ramboz said

    halo,

    sesungguhnya shalat itu memang sangatlah berat, kecuali bagi orang2 yang beriman, apalagi shalat 5 waktu, berat banget.

    memang berat rasanya sebagai manusia yang diperbudak oleh keakuan, untuk berbesar hati bahwa Muhammad SAW. adalah seorang Rasul Allah yang terakhir, yang diabadikan didalam paket syahadat, banyak yang ingin dirinyalah yang masuk didalam paket tersebut,

    memang sulit untuk menghargai jasa seseorang yang telah merelakan hidup dan matinya hanya untuk menyampaikan 6000an ayat kepada seluruh umat manusia,

    banyak sudah yang berusaha (makar) untuk mendongkel seorang manusia yang nyelip didalam paket syahadat, dengan beribu alasan, kenapa manusia bisa masuk dalam paket abadi, harus sering disebut sebut lagi, enak banget dia, aku ku jadi panas nih,

    bahkan ada kaum yang menyatakan jika utusan terakhir tersebut dari kaum kami, tentunya kami akan taat (begitu kibulnya),

    susah2 amat enggan nyebut, enggan shalat 5 waktu, enggan zakat, enggan puasa ramadhan, enggan haji, sampai harus begini dan begitu, kalo enggan sih tinggal ngga usah aja deh, ngga usah malu2 dengan seribu dalih.

    Suka

  18. Aburahat said

    Menurut saya sdr Suganda pintar membaca tp tdk tau maknanya. Saya ingin bertanya pd sdr. Suganda, apa hukumnya kita tdk melaksanakan perintah Allah?

    Suka

  19. haniifa said

    ha.ha.ha.
    Lebih parah lagi, jika mas @Soegana Gandakoesoema ini pintar makan terus… tapi nggak bisa buang-buang… ups sensor
    Hasilnya := di opname !! 😀

    Suka

  20. haniifa said

    hi.hi.hi.
    Ciri khas mas @Soegana Gandakoesoema jelaskan….
    Jika diajak diskusi… wakwekwok
    Jika ditawari makanan lain… melotot

    Tapi menu diskusi tetap dibaca khan !! 😛

    Suka

  21. haniifa said

    @mas Soegana Gandakoesoema
    Saya mempunyai seorang rekan…
    Hayoo… kunjungi restoran nyah, kalau berani makanan yang pedas-pedas. 😀
    (ini skema… eh… alamat-nya, hanya ada 2 jalan belokan kiri-kanan dan 1 jalan lurus)
    http://kemanusiaan.wordpress.com/2008/06/15/surah-al-qiyamah/

    *** Daftar Menu ***
    Konsep Trinitas sesungguhnya 2 jalan belok dan 1 jalan lurus
    1 jalan lurus := [QS 1:6]
    2 jalan belok := [QS 1:7]
    Anak teka juga bisa itung 3 := 1 + 2 …. Cocok yach 😀

    Satu lagihhhh….bekal di jalan !!

    Yang dimaksud [QS 3:32] bukan hanya sekedar hapal Al Qur’an dan Hadits tapi… kecenderungan untuk menjalaninya seperti yang ditegasi dalam [QS 62:2].

    Wassalam, Haniifa.

    Suka

  22. haniifa said

    @mas Soegana Gandakoesoema
    http://haniifa.wordpress.com/2008/01/09/ibadah-shalat-kok-ditawar-tawar/#comment-286

    Gimana mas, Apa teks yang berwarna “b-i-r-u” kurang jelas gituh ?! 😀

    Wassalam, Haniifa.

    Suka

  23. haniifa said

    @mas Soegana Gandakoesoema
    Coba renungkan segelas mujizat air zam-zam, dari beliau ini :
    https://agorsiloku.wordpress.com/2008/05/18/jangan-pernah-lah-mengagumi-kemegahan-dunia/#comment-20688

    Neeh… saya kopi panas-keun 😀 dasar malasss
    _______________________________
    AQ 5:68 Katakanlah: “Hai Ahli Kitab, kamu tidak dipandang beragama sedikitpun hingga kamu menegakkan ajaran-ajaran Taurat, Injil, dan Al Quran yang diturunkan kepadamu dari Tuhanmu.”

    Konsep Trinitas
    1. Taurat.
    2. Injil.
    3. Al Qur’an….. Kitab ke-3… …. Cocok yach 😀

    Kesimpulan :
    Konsep dan praktek Trinitas yang paling benar-benar betul ada di Al Qur’an.

    Catatan: Jangan saene udel… biar udelmu nggak bolong 😛

    Wassalam, Haniifa.

    Suka

  24. haniifa said

    @mas Soegana Gandakoesoema
    Hati-hati….seruan tersebut adalah semua yang :
    1. Ahli Kitab := Taurat saja
    2. Ahli Kitab := Taurat & Injil saja
    3. Ahli Kitab := Taurat & Injil & Al Qur’an
    4. Ahli Kitab := Injil saja.
    5. Ahli Kitab := Injil & Al Qur’an saja
    6. Ahli Kitab := Al Qur’an saja

    Kesimpulan :
    1. Tidak dipandang beragama sedikitpun oleh Allah subhanahu wa ta’ala.
    2. Sebagai penegak ajaran-ajaran Kitabullah.

    Silahkan pilih sendiri ?!

    Wassalam, Haniifa.

    Suka

  25. haniifa said

    @mas Soegana Gandakoesoema

    mas & co… ngumpet ajah !! 😀

    Ditunggu benjolan-nya by Haniifa

    Suka

  26. Aburahat said

    Dimana Sugana Gandakusuma mas.
    Orang2 siapapun dia selalu menilai orang lain atas perbuatan. Mereka tdk tau apa isi hati si yg berbuat td. Mereka melihat kita bertawasul dikatakan SIRIK beristighatsah dikatakan SIRIK, bernadzar dikatakan SIRIK dlsb. Memang benar setiap perbuatan kita bukan krn Allah atau setiap perbuatan kita ditujukan terhadap selain Allah adalah SIRIK apakah SIRIK ringan (kecil) atau berat. Cth kita bersadakah bukan krn Allah tdk diterima perbuatan kita. Jadi jgn dengan MUDAH mengatakan seseorang SIRIK atas perbuatnnya sebelum kita tau niatnya. Cth saya seorang yg berkelimpangan dosa memohon pd Allah blm tentu diterima secepat orang yg Allah cintai (orang Shaleh apakah ia masih hidup atau sdh meninggal) Orang yg meninggal kalau dilihat pd jasadnya memang tdk mampu berbuat apa2 tp lihat kpd JIWAnya dan ROHnya masih tetap hidup. Apakah klu kita mengadakan hubungan dgn Allah harus dgn JASAD. Tidakkan. Hubungan kita dgn Allah melalui ROH yg SUCI. Jasad kita tdk mampu berhubungan dgn Allah> Mereka yg mati tdk mendengar, tapi Roh dan Jiwa mereka mendengar. Jd tdk ada salahnya kita meminta bantuan mereka dg harapan atas kedekatan mereka dg Allah doa kita diterima. Wasalam

    Suka

  27. haniifa said

    Dimana Soegana Gandakoesoema ?! tidak tahu
    Soal sirik… wahhhh lebih tidak tahu dunk. !! 😀
    Kalau mendo’akan semoga beliau menjadi muslim yang baik, Insya Allah senantiasa.

    Tapi-khan kembali ke pilhannya ?!

    Wassalam, Haniifa.

    Suka

  28. haniifa said

    Buktinya selalu men-do’a-kan yang baik buat @Soegana Gandakoesoema
    Ya… komen no:27, selama dibaca orang (khususnya saya dunk 😀 )

    Suka

  29. sebaiknya mas soegana BERTOBAT SAJA

    @
    😀 bertobat untuk kita semua. Manusia tak pernah luput dari lupa. Segala sesuatu, tergantung pada niatnya. Betapa tidak mudahnya kita berada pada posisi seperti ini ya. Yang disampaikan Mas Naziri, tentu akan disikapi arif oleh Beliau…. Insya Allah…..

    Suka

  30. LIHATLAH ISLAM SECARA LUAS DAN KAAAAAAAFFAH. JANGAN BERFIKIRAN SEMPIT.
    MASIH TERBUKA PINTU TOBAT BUAT ANDA….mAs SOEGANA. BELUM TERLAMBAT

    Suka

  31. ini aqidah kita
    ALLAH ; TUHAN
    MUHAMMAD ; NABI
    AL-QUR`AN ; IMAM
    KA’BAH ; QIBLAT
    MUSLIM MUSLIMAT ; SAUDARA.

    Suka

  32. Penjelasan seluruhnya dari makalah-makalah tersebut diatas milikilah, bacalah, telitilah, selidikilah, fahamilah, yakinilah imanilah BUKU PANDUAN terhadap isi kitab-kitab suci agama-agama, sebagai hasil karya tulis ilmiah alamiah penelitian otodidak selama 25 tahun berjudul

    “BHINNEKA CATUR SILA TUNGGAL IKA”
    Penulis: Soegana Gandakoesoema
    Penerbit: GOD-A CENTRE; hak cipta buku DEPHUKHAM RI no. 028326 tgl. 6 Juli 2004; ISBN 978-979-15681-0-4 PNRI.
    Bonus: “SKEMA TUNGGAL ILMU LADUNI TEMPAT ACUAN AYAT KITAB SUCI TENTANG KESATUAN AGAMA (GLOBALISASI)” berukuran 63×60 cm.; hak cita skema DEPKEH. no. 019296 tgl. 24 Juli 1997.
    Mendapat sambutan tertulis dari Departemen Agama Republik Indonesia, SekDitJen Bimas Buddha, Pendeta Nasrani, dan tokoh Islam Pakistan.

    Tersedia ditoko buku distributor tunggal
    P.T. BUKU KITA
    Telp. 021.78881850
    Fax. 021.78881860

    Salamanun ‘alaikum daiman fi yaumiddin, Soegana Gandakoesoema, Pembaharu Persepsi Tunggal Agama millennium ke-3 masehi.

    Suka

  33. haniifa said

    tokoh Islam Pakistan.
    Jual aja di PAKISTAN dunk… kesian yang non ISLAM, jadi liereun…

    Soegana Gandakoesoema == Soesoe Gunung Gede… 😀

    HUa.ha.ha.
    Kamu mirip anaknya Lia Edan…. cengengesan depan komputer sambil ngetik entah komen di WP… entah lagi GOBLOQ… 😀

    Suka

  34. Buku “Bhinneka Catur Sila Tunggal Ika” dengan bonus “Skema Tunggal Ilmu Laduni Temapat Acuan Ayat Kitab Suci Tentang Kesatuan Agama” tersedia di Perum. BSI Permai Blok A3, Jl. Samudera Jaya, Kelurahan Rangkapan Jaya, Kecamatan Pancoran Mas, Depok 16435, Tel/fax. 02177884755 HP. 085881409050

    Suka

  35. Buku Panduan
    Bhinneka Catur Sila Tunggal Ika
    Bonus
    “Skema Tunggal Ilmu Laduni Temapat Acuan Ayat Kitab Suci Tentang Kesatauan Agama”
    Penulis
    Soegana Gandakoesoema
    Tersedia di
    Perumahan Puri BSI Permai Blok A3
    Jl. Samudera Jaya
    Kelurahan Rangkapan Jaya
    Kecamatan Pancoran Mas
    Depok 16435
    Telp./Fax. 02177884755
    HP. 085881409050

    Soegana Gandakoesoema, Pembaharu Persepsi Tunggal Agama millennium ke-3 masehi

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: