Sains-Inreligion

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

Misteri Kue Dadar Galaktik Terpecahkan

Posted by agorsiloku pada Juni 29, 2006

Sumber : KCM (10 April 2005)

Para astronom telah memecahkan teka-teki mengapa sekelompok galaksi kecil yang berada di sekitar Bima Sakti tersebar membentuk kue dadar (panekuk).

Secara teori, sebelas galaksi yang menemani galaksi kita itu seharusnya memiliki tatanan berbentuk lingkaran tersebar ke segala arah. Namun kenyataannya, mereka pipih seperti kue dadar.

Nah, sebuah tim peneliti dari Universitas Durham menggunakan superkomputer untuk menunjukkan bagaimana galaksi-galaksi itu bisa tersusun demikian tanpa harus mengubah teori kosmis. Hasil penelitian dipresentasikan dalam Pertemuan Astronomi Nasional Inggris.

Menurut teori kosmis, setelah Big Bang, materi-materi gelap yang dingin membentuk struktur besar yang pertama di jagad raya. Struktur ini kemudian runtuh karena beratnya sendiri, dan membentuk lingkaran bola yang luas.

Gaya tarik gravitasi lingkaran yang disebut halo ini menyedot materi normal dan menyediakan bahan untuk pembentukan galaksi-galaksi. Galaksi terbentuk dari potongan-potongan materi yang bertumbukan dan menyatu.

Proses ini – secara teori – akan membentuk kumpulan atau ikatan galaksi di bagian pusat, yang dikelilingi galaksi-galaksi satelit yang tersebar membentuk lingkaran bola, walau kenyataannya tidak.

Bagaimana galaksi-galaksi satelit di sekitar Bima Sakti tersusun menjadi lingkaran pipih, bukan bola, telah lama menjadi teka-teki di kalangan astronom sejak Donald Lynden Bell dari Universitas Cambridge mempublikasikan fenomena ini tahun 1982.

Teka-teki tersebut sangat membingungkan sehingga seorang astronom bernama Pavel Kroupa, dari Universitas Bonn, Jerman, sampai menanyakan apakah proses pembentukan galaksi yang dipicu gerakan materi gelap merupakan teori yang benar.

Kini jawaban itu muncul setelah Noam Libeskind dan Carlos Frenk, dari Universitas Durham, menggunakan superkomputer bernama Cosmology Machine, untuk mensimulasikan pembentukan galaksi dari bahan-bahannya.

Enam simulasi yang dilakukan pada mesin tersebut menunjukkan bagaimana galaksi-galaksi mulai muncul hingga menjadi bentuk seperti saat ini. Hasilnya, bukan hanya jumlah galaksi satelit yang sesuai dengan sebenarnya, namun juga muncul bentuk kue dadar seperti yang terlihat di Bima Sakti.

“Ini menjelaskan teka-teki itu,” ujar Profesor Frenk. “Bila Anda hanya duduk dan memikirkan bagaimana galaksi terbentuk, Anda tidak akan muncul dengan bentuk kue dadar itu.”

Menyusul keberhasilan itu, Noam Libeskind kini berencana untuk melakukan lebih banyak simulasi guna menyelidiki seberapa banyak formasi kue dadar kosmis ini di jagad raya. (bbc.co.uk/wsn)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: