Sains-Inreligion

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

Mimpi Yang Sama

Posted by agorsiloku pada Juni 22, 2006

Badan rasanya benar-benar pegal. Mimpi tadi malam betul-betul tidak menyenangkan dan mungkin karena posisi tidur tidak baik atau bangun tiba-tiba, maka kenikmatan tidur terganggu. Tadi malam, aku bermimpi ruanganku penuh asap dan kebakaran. Malam itu, memang aku tidur di kantor dan sedang banyak pekerjaan yang menyita seluruh perhatian.

Bangun tidur paginya, dengan badan yang masih pegal aku turun ke lantai bawah. Bertemu dengan satpam. Tanpa diminta, Pak Maryono, begitu nama satpam itu bercerita.
“Wah Pak, tadi malam saya bermimpi. Ruangan kerja Bapak kebakaran, penuh asap. Asapnya membumbung sampai ke atas Pak. Mimpinya seperti nyata!?. Ada apa ya Pak?.”

“Aku tersenyum, Ya ada mimpi”, sahutku sekenanya. “Bentar ya Pak Maryono, aku mau mandi dulu.” Aku segera pamit. Jangan sampai kawan-kawan sekantor berdatangan, sedangkan aku belum berpakaian rapih.

Di kesempatan lain, aku memcoba mengelaborasi mimpi petugas satpam itu. Kesimpulannya, kejadian mimpi itu memang nyaris sama dengan mimpiku. Yang membedakan, aku mengalami di ruanganku, dan dia melihatnya dari luar.

Subhanallah, dua kali aku bermimpi dalam model seperti itu, masih di kantor yang sama. Kebetulan saja, pegawai yang satu ini memang suka bercerita, jadi ada komparasi yang tak pernah terjelaskan dari sudut manapun…..

Iklan

Satu Tanggapan to “Mimpi Yang Sama”

  1. sikabayan said

    eheheh.. kabayan pikir teh kalau mimpi sama bangun teh.. sebetulnyah mah sama sajah.. mimpi bagus dari Allah yang jelek dari saiton… perbuatan baik dari atau atas nama Allah.. perbuatan buruk dari saiton gituh kang..
    euh.. selagi bangun ngga suka jengkol.. pasti mimpi dikasih jengkol juga ngga suka atuh… seringkali bagi yang disayang sama Allah teh.. ujian2 diberikan dalam mimpi.. jaadinyah tidak perlu dilalui dalam kenyataan..
    kalau digoda wanita bugil dalam mimpi.. bagaimana kita akan berprilaku.. seandainya terjadi maksiatpun masihlah merupakan peringatan akan pertahanan kita yang kurang bagus.. diuji dengan musibah yang besar.. kita akan bagaimana?.. kalau salah pun mungkin tidak menjadi cacat di tubuh kita…
    apalagih mungkin ujian menghadapi kematian.. tentunyah keadaan yang paling memungkinkan yah didalam mimpi ituh… apakah kita ketakutan.. keberatan.. ataukah rela2 sajah..
    pada saat tidur.. jiwa kita teh dalam genggaman Allah.. pada saat jiwa dikembalikan.. tidurnyah sudah mulai tidak nyenyak lagih.. mimpi banyak yang datang.. mungkin pada saat pengembalian itulah terjadi singgungan mimpi kita dengan orang lain…
    juga sebagai ujian gimana yang diberi mimpi kebakaran… juga ujian bagi yang mimpi melihat kebakaran… yang melihat akan segera menolong atau bengong sajah? gituh.. 🙂

    @
    Yap…hanya terpikirkan… mimpi bisa bunga tidur, berulang, tapi berhubungan?. Ini agak sulit memahaminya

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: