Sains-Inreligion

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

Kesulitan dan Kemudahan

Posted by agorsiloku pada Juni 6, 2006

Buku dan terutama katalog yang dibawa rombongan hampir 100 kg lebih, sedangkan perjalanan masih akan diteruskan ke Inggris. Karena itu, kami putuskan untuk dititipkan saja di locker bandara Frankurt. Toh minggu depan, sebelum kembali ke tanah air, pesawat yang kami tumpangi akan berganti pesawat di Frankurt. Perkiraan kami, ada waktu 2 jam untuk mengurus sehingga akan aman-aman saja. Sesampainya di Frankurt seminggu kemudian, karena antrian keluar pesawat dan mencari tempat landing pesawat, waktu yang tersedia hanya kurang lebih satu jam. Begitu sampai, kami baru paham, untuk ke tempat locker, kami harus antri lagi melewati imigrasi. Jadi, dari rombongan sekitar 10 orang, hanya 2 orang saja yang ditugasi untuk mengurus bagasi yang ditinggal di Frankurt. Kami harus ”masuk” ke Jerman dulu untuk ambil bagasi dan masuk kembali mengikuti prosedur rutin di bandara. Jelas, ini memakan waktu hampir 10 sampai 15 menit lebih. Mencari lokasi locker (berbeda gedung) dan mengambilnya sampai ke tempat check in, butuh waktu 15-20 menit lagi. Waktu, kami mau check in, baru kami sadar lagi, beban bagasi yang biasanya dihitung rombongan, sekarang hanya dihitung 2 orang saja. Jadi kami didenda lagi. Mau bayar pakai dollar, petugas tidak mau, kami harus bayar pakai DM (sekarang Euro). Apaboleh buat, kami cari money changer lalu tukar lagi ke uang jerman. Dari lokasi check in ke ruang tunggu masih berjalan cukup jauh juga dan harus juga melewati pemeriksaan passport lagi. Waktu hanya tinggal 5-10 menit lagi sebelum masuk ke pesawat. Setelah hampir satu jam kejar-kejaran waktu, begitu sampai di imigrasi, rasanya lemas sekali. Kami berada pada antrian ke 20-30. Rasanya habis sudah harapan untuk terbang dengan pesawat yang telah dijadwalkan ini. Di negeri ini, tentu mereka tidak mau menunggu penumpang yang terlambat, berbeda dengan di Indonesia, apalagi kalau yang mau naik pejabat negara yang merasa pesawat komersial itu miliknya dan penumpang lain adalah hambanya. Antrian ke 20-30 jelas akan memakan waktu lebih dari 5 menit, belum lagi dari imigrasi ke ruang tunggu akan butuh waktu 10 menit lagi. Habislah harapan.
Betul-betul menjengkelkan, apalagi kecepatan maju antrian rasanya seperti kura-kura ngantuk yang enggan berjalan. Namun, baru sekitar satu menit dalam antrian, hidayah turun. Tiba-tiba counter di sebelah kami yang kosong dibuka, kami yang berada di antrian terakhir melihat pertama kali dan langsung berlari ke depan counter imigrasi. Blas…, kami menjadi sama cepat dengan yang berada pada antrian sebelahnya. Beruntung juga kami segera bereaksi, sehingga kami bisa lebih cepat dari pergeseran tengah antrian yang berpindah ke counter yang baru dibuka. Ini betul-betul kemudahan yang luar biasa. Sekarang, tinggal satu lagi. Bagaimana kami bisa sampai ke tempat boarding dan masuk ke pesawat secepat-cepatnya!?.
Keringat bercucuran, ketika kami melewati tempat pemeriksaan terakhir sebelum masuk pesawat.
Teman serombongan tampak lega ketika kami masuk ke pesawat sebelum pintu pesawat ditutup. Udara dingin dalam pesawat mulai terasa kembali di tengah keringat yang bercucuran dan penumpang yang sudah duduk dengan rapi. Pada setiap peristiwa, ada kemudahan diberikanNya, kadang kita tak dapat menggapainya karena kita lalai juga melihatnya dan tidak memanfaatkan waktu yang diberikan pada kehidupan kita.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: