Sains-Inreligion

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

Mengukur Kecepatan Cahaya dari Pergerakan Bulan

Posted by agorsiloku pada Mei 23, 2006

Dia mengatur urusan dari langit ke Bumi, kemudian (urusan) itu kembali kepadaNya dalam satu hari yang kadarnya seribu tahun menurut perhitunganmu” (Q.S. Sajdah ayat 5).

Allah maha pengatur nan teliti memilih satelit bumi yang dikenal sebagai bulan untuk menyampaikan pernyataan satu hari = 1000 tahun menurut perhitungan manusia, maksudnya menurut perhitungan laju relatif bulan sebagai benda langit yang mengitari bumi dalam sehari 23 jam, 56 menit, 4.0906 detik. Dengan memperhitungkan jarak tempuh bulan dan satu hari = 12000 bulan (1000 tahun) = sekian hari = sekian detik dan kecepatan edar bulan terhadap bumi relatif , lalu radius tempuh geosentrik sekian-sekian, maka didapatkan bahwa kecepatan urusan itu = dengan kecepatan cahaya. Jadi singkatnya, dalam bahasa lainnya ayat ini memberitakan bahwa urusan kembali kepadaNya bergerak dengan kecepatan cahaya. Tidak ada kata “mendekati kecepatan cahaya”, tapi pada kecepatan cahaya. Perhitungan yang menarik dan jelas dari artikel : no. 508. Satu Hari pada Cosmic Affair Setara Seribu Tahun di Bumi [Laju Cosmic Affair] dari HMNA – : di sini
Sulit membayangkan bahwa bulan (yang menurut beberapa hipotesis diakibatkan oleh benturan benda langit, lalu kemudian terlempar ke orbitnya saat ini ternyata berada dalam posisi begitu ideal dan sesuai dengan wahyu samawi dan ternyata dapat diperhitungankan untuk mengukur kecepatan cahaya. Dalam artikel singkat yang ditulis oleh Wildaiman : … Seorang ilmuwan matematika dan fisika dari Mesir, Dr. Mansour Hassab Elnaby merasa adanya sinyal-sinyal dari Alquran yang membuat ia tertarik untuk menghitung kecepatan cahaya, terutama berdasarkan data-data yang disajikan Alquran. Dalam bukunya yang berjudul A New Astronomical Quranic Method for The Determination of the Speed C , Mansour Hassab Elnaby menguraikan secara jelas dan sistematis tentang cara menghitung kecepatan cahaya berdasarkan redaksi ayat-ayat Alquran. Dalam menghitung kecepatan cahaya ini, Mansour menggunakan sistem yang lazim dipakai oleh ahli astronomi yaitu sistem Siderial. Hasilnya, kecepatan cahaya adalah 299.792,4998 km/detik. Angka ini hampir sama dengan hitungan dari US National Bureau of Standard C = 299.792,4601 km/ detik.
Pengukuran lainnya dilakukan oleh John Hall adalah ilmuwan yang berjasa dalam mengembangkan laser dengan tingkat kestabilan frekuensi ekstrem tinggi. Dengan menggunakan laser tersebut, bersama koleganya ia berhasil mengukur kecepatan cahaya tanpa cacat (koreksi), yaitu 299.792.458 meter per detik. Sebagai konsekuensinya, satu meter dapat didefinisikan sebagai jarak yang ditempuh cahaya selama 1/299.792.458 detik. Namun angka-angka tersebut akurasinya sangat bergantung pada definisi ukuran satu meter. Selain itu, pengukuran yang menggunakan frekuensi optik sekitar 1015 Hertz (satu juta GigaHertz) ini ternyata sangat sulit karena jam atom cesium sendiri memiliki osilasi sekitar 100.000 kali lebih lambat.
Jadi lintasan bulan dengan kecepatan 3682,07 km / jam (atau 1,027972 km/detik dan sebesar bulan dapat dapat dipakai untuk menghitung foton/partikel cahaya dengan kecepatan hampir 300 ribu km per detik yang ukurannya bahkan hampir tidak bermasa (nyaris tak bermasa). Betapa telitinya posisi bulan itu sehingga dapat digunakan untuk menghitung “kebetulan” sama dengan kecepatan cahaya. Alangkah sempurnanya Allah mengatur posisi ciptaanNya di jagat ini….

———————————

Link dari HMNur : http://www.freewebs.com/hmnur1/nur51.htm#508

PENDAHULUAN

1. Sistem Koordinat

Sistem Koordinat dipakai sebagai patokan bagi gerak titik benda. Biasanya memakai sistem orthogonal (Koordinat Kartesis), dalam ruang memakai 3 sumbu saling tegak lurus X, Y, Z dimulai dari titik O yang disebut pusat sistem koordinat. Dalam praktek yang dijadikan titik O ialah bumi, matahari dan kendaraan yang sedang bergerak (termasuk space ship). Di dalam kinematika (ilmu gerak) semua gerak adalah gerak relatif terhadap titik pusat sistem koordinat.

2. Bumi Sebagai Pusat Sistem Koordinat

Jika orang misalnya menembakkan proyektil dengan sudut @, maka dalam ilmu mekanika dikatakan lintasan proyektil itu membentuk garis lengkung yang disebut dengan “lintasan peluru” yang dalam kacamata matematika disebut kurva berbentuk parabola, dengan pengertian bahwa itu berbentuk parabola terhadap bumi.

Dalam kalkulasi mencari konstante U (urusan, al amr = cosmic affair), terlebih dahulu dikemukakan definisi apa itu satu tahun. Al Quran memakai sistem qamariyah (lunar system), satu tahun = 12 bulan qamariyah. Dalam sistem syamsiyah (solar system) pengertian satu bulan itu tidak tegas/eksak, artinya tidak dapat dirujuk pada gerak bulan dari mana ke mana . Sedangkan dalam sistem qamariyah (lunar system) satu bulan itu tegas/eksak. Dalam bidang falakiyah (astronomis) satu bulan ditegaskan dengan satu kali bulan mengelilingi bumi, dengan bumi sebagai pusat sistem koordinat dengan lintasan mendekati lingkaran. Ini disebut dengan siderial month. Dalam penanggalan (kalender) ditegaskan satu bulan qamariyah adalah jarak waktu antara dua posisi ijtima’. Ini disebut dengan synodic month. (Yang disebut posisi ijtima’, ialah bumi, bulan dan matahari hampir-hampir dalam satu garis. Dikatakan hampir-hampir, karena ada kalanya ketiganya betul-betul terletak dalam satu garis, yang dalam hal itu terjadi gerhana matahari, karena bulan menutup matahari).

Jadi kalau dikatakan satu tahun 12 kali bulan mengelilingi bumi (pure lunar system), dan 1000 tahun 12000 kali bulan mengelilingi bumi, maka itu berarti bumi sebagai pusat sistem koordinat, gerak bulan relatif terhadap bumi dalam lintasan mendekati lingkaran. Inilah dasar dari rumus dasar cosmic affair dan untuk menghitung kecepatan tangensial bulan terhadap bumi, seperti yang dilakukan dalam kalkulasi di bawah.

3. Buruwjun Sebagai Pusat Sistem Koordinat

Dalam tahap permulaan menghitung, bumi dijadikan pusat sistem koordinat, sehingga perlu dikoreksi setelah buruwjun dijadikan pusat sistem koordinat. Kalau pada waktu bumi dijadikan pusat sistem koordinat kecepatan tangensial V selalu tegak lurus pada jari-jari lingkaran orbit bulan mengelilingi pusat sistem koordinat yaitu bumi. Namun setelah buruwjun yang dijadikan pusat sistem koordinat, maka V sudah tidak lagi merupakan kecepatan tangensial. Maka dalam satu siderial month arah vektor V perlu dikoreksi dengan mengambil proyeksinya terhadap garis kerja yang tegak lurus jari-jari tak terhingga dari tatasurya ke buruwjun. Dalam satu siderial month bulan sudah menempuh busur @ dan sudut ini sama besar dengan sudut yang dibentuk oleh vektor V dengan garis kerja, sebab masing-masing dari kedua kaki dari kedua sudut itu saling tegak lurus, sehingga V harus dikoreksi menjadi V cos @.

***
Demi keotentikan, sebagai pertanggung-jawaban kepada Allah SWT, dalam kolom ini setiap ayat Al Quran ditransliterasikan huruf demi huruf. Bila pembaca merasa “terusik” dengan transliterasi ini, tolong dilampaui, langsung ke cara membacanya saja.

PERHITUNGAN

Perkara yang tidak ghaib yang disebutkan dalam ayat Qawliyah (Al Quran) pada umumnya dapat diperoleh kejelasannya baik yang kualitatif maupun yang kuantitatif dengan mengkaji ayat Kawniyah (alam syahadah, physical world). Berdasarkan hal itu, maka ilmu pengetahuan alam dapat dipakai sebagai “ilmu bantu” dalam memahamkan ayat Qawliyah yang berhubungan dengan perkara yang tidak ghaib. Di bawah ini disajikan sebuah ilustrasi menyangkut seperti yang dinyatakan judul di atas: “Satu Hari pada Cosmic Affair Setara Seribu Tahun di Bumi.”

Firman Allah SWT: YDBR ALAMR MN ALSMAa ALY ALARDH TSM Y’ARJ FYH FY YWM KAAN MQDARH ALF SNT MMA T’ADWN (S. ALSJDT, 5), dibaca: Yudabbirul amra minas sama-i ilal ardhi tsumma ya’ruju ilayhi fi- yawming ka-na miqda-ruhu- alfa sanatin mimma- ta’uddu-n (s. as sajadah), artinya (Dia) mengatur urusan dari langit sampai ke bumi, kemudian naik kepadaNya dalam hari yang kadarnya seribu tahun dari apa yang kamu hitung (32:5).

Yang menjadi focus perhatian kita dalam ayat (32:5) di atas itu ada dua perkara, pertama, yang kualitatif, yaitu substansi “urusan dari langit” (cosmic affair) dan kedua, yang kuantitatif, yaitu satu hari dalam cosmic affair yang setara dengan seribu tahun di bumi.

Firman Allah SWT: Inna ‘iddatasy syuhu-ri ‘indaLla-hitsna ‘asyara syahran (S. at Tawbah, 36), artinya: Sesungguhnya perhitungan bulan disisi Allah adalah 12 bulan (9:36). Jadi menurut ta’rif (definisi) yang diambil dari Al Quran itu satu tahun terdiri atas 12 bulan qamariyah. Demikianlah pengertian sanatun (tahun) dalam alfa sanatin mimma- ta’uddu-n haruslah ditransformasikan bukan kepada sembarang gerak benda langit, melainkan sudah tertentu ditransformasikan pada gerak bulan, karena menurut ayat (9:36), tahun didefinisikan sebagai bulan 12 kali mengedari bumi. Seperti dijelaskan di atas, bulan qamariyah itu ada dua macam, yaitu siderial month dan synodic month. Satu sidereal month == 27,321661 hari sedangkan satu synodic month == 29,53059 hari.

Ya’ruju ilayhi fi- yawming ka-na miqda-ruhu- alfa sanatin mimma- ta’uddu-n. Ya’ruju adalah fi’il mudha-ri’ (present and future tenses), sehingga al amru mina ssamaai (urusan dari langit, cosmic affair) masih sedang dalam perjalanan menempuh ilayhi. Jadi tidak berarti cosmic affair itu telah menempuh “seluruh” jarak dalam satu hari itu. Artinya masih menempuh “sepotong” jarak = Sj dari “seluruh” jarak. Demikianlah urusan langit itu = U, melintasi jarak Sj, sehingga dalam satu hari setara dengan jarak yang ditempuh bulan sejauh 12000 kali mengelilingi bumi. Maka dapatlah ditulis persamaan sederhana, yaitu “rumus cosmic affair” seperti berikut:

Sj = U t = 12000 L, di mana

Sj sepotong jarak yang ditempuh cosmic affair dalam satu hari dan yang ditempuh oleh bulan 12000 kali mengelilingi bumi,
U = laju cosmic affair,
t = satu hari (terrestrial siderial day) = satu kali bumi berpusing pada sumbunya = 23 jam, 56 menit, 4,0906 detik = 86164,0906 detik
L = jarak inersial yang ditempuh bulan dalam satu kali mengorbit bumi dalam pengertian gerak geosentrik, bumi menjadi titik pusat sistem koordinat, artinya gerak relatif bulan terhadap bumi.

Karena gerak geosentrik bulan mendekati gerak lingkaran beraturan, maka dengan rumus sederhana dapatlah dihitung kecepatan tangensial bulan:

V = 2 Pi R/T, di mana

V = kecepatan tangensial bulan relatif terhadap bumi,
Pi = 3,1416,
R = radius rata-rata orbit gerak geosentrik bulan = 384264 km
T = satu bulan siderial = 27,321661 hari = 655,71986 jam.

Dengan mensubstitusi harga-harga itu dalam persamaan tersebut di atas, kita dapatkan:

V = [2 x 3,1416 x 384264] : 655,71986 = 3682,07 km/jam, harga ini merupakan harga astronomis yang dipakai pula oleh NASA.

Dengan demikian L sudah dapat dihitung, yaitu dengan rumus sederhana:

L == V T

Namun karena kita berurusan dengan cosmic affair maka harga V yang relatif terhadap bumi di atas itu harus dikoreksi, bukan lagi relatif terhadap bumi, melainkan relatif terhadap buruwjun (cosmic, fixed stars). Yaitu harus dikoreksi dengan cos @, seperti telah dijelaskan pada pendahuluan dalam fasal Buruwjun menjadi pusat sistem koordinat. Jadi yang harus dihitung sekarang ialah besarnya sudut @. Ini dapat dihitung dengan rumus sederhana, yaitu perbandingan antara satu siderial month (27, 321661 hari) dengan satu tahun syamsiyah (365,25636 hari). Maka kita dapatkan sudut @ seperti berikut:

@ = 27, 321661 : 365,25636 x 360 = 26,92848 derajat busur.
cos @ = cos 26,92848 = 0,89157

Setelah dikoreksi dengan cos @, maka

L = V T menjadilah
L = 0,89157 V T, dan apabila rumus ini disubstitusi ke dalam rumus cosmic affair:
U t = 12000 L, kita akan peroleh:

U t = 12000 x 0,89157 V T

Dengan demikian laju cosmic affair dapatlah dihitung:

U = 12000 x 0,89157 VT/t, dan dengan mensubsitusi harga-harga V, T dan t ke dalamnya, kita akan dapatkan:

U = (12000 x 0,89157 x 3682,07[km/jam] x 655,71986 [jam]) / 86164,0906 [detik]

U = 299792,4989 km/detik.

Hasil ini adalah konstante yang diperoleh dalam cosmic affair. Berdasar atas Firman Allah: Wayasta’jilu-naka bil ‘adza-bi wa lan yukhallifaLla-hu wa’dahu- wa inna yawman ‘inda rabbika ka alfi sanatin mimma- t’uddu-n (S. al Hajj, 47), artinya: Mereka minta segerakan siksa kepada engkau, padahal Allah tiada akan memungkiri janjiNya. Sesungguhnya sehari di sisi Maha Pengaturmu seperti seribu tahun dalam perhitunganmu (22:47). Apa yang di sisi Allah Yang Maha Mutlak, itu mutlak juga keadaannya. Sehingga patokan 1000 tahun dalam cosmic affair yang melaju U = 299792,4989 km/detik itu merupakan laju mutlak yang INVARIAN terhadap semua sistem koordinat. Dengan demikian Laju U TIDAKLAH dinyatakan laju relatif terhadap bulan, laju relatif terhadap matahari, laju relatif terhadap galaxy Milky way, laju relatif terhadap cluster Local Group, melainkan berarti laju terhadap bulan = laju terhadap bumi = laju terhadap matahari == laju terhadap Milky Way = laju terhadap Local Group = U = 299792,4989 km/detik. Harus dapat difahami bahwa U yang invarian terhadap semua sistem koordinat tidak identik pengertiannya dengan laju maximum. Sebab menurut Al Quran ada yang melebihi laju U yaitu seperti firman Allah SWT: Ta’rujul mala-ikatu ar ru-hu ilayhi fi- yawmin ka-na miqda-ruhu- khamsi-na alfa sanatin (S.al a’a-rij, 4), artinya: Malaikat-malaikat dan ruh (Jibril AS) naik kepadaNya dalam sehari yang kadarnya lima puluh ribu tahun (70:4). Artinya malaikat-alaikat itu naik kepadaNya dengan laju 50 kali dari “cosmic affair”., yaitu = 50 U. Tidak ada penegasan dari ayat lain, sehingga laju malaikat ini walaupun lebih besar dari U, namun ia tidaklah invarian.

*** Makassar, 20 Januari, 2002 [H.Muh.Nur Abdurrahman]

Iklan

145 Tanggapan to “Mengukur Kecepatan Cahaya dari Pergerakan Bulan”

  1. […] Kedua ayat di atas, paling hobi disampaikan sebagai sesuatu yang muskil dan menunjukkan ketidaklogisan kitab suci. Namun terjelaskan juga bahwa ini pernyataan bahwa waktu itu memang relatif. Kemudian, Mesir, Dr. Mansour Hassab Elnaby yang kemudian menegasi bahwa di situ Allah tidak sedang bertamsil ria (seperti catatan kaki terjemahan Depag), tapi juga adalah sebuah hitungan matematis yang dikenal kemudian sebagai kecepatan cahaya ->alangkah baiknya jika terjemahan Depag berikutnya disempurnakan.  Dengan kata lain, ayat satu hari itu =   1000 bulan dan bulan di sisiNya adalah pergerakan bulan mengelilingi bumi dan seterusnya yang kemudian mendapatkan bahwa urusan itu bernilai sama dengan kecepatan cahaya.  Jadi, ayat itu memang menjelaskan tentang kecepatan suatu urusan yang secara nyata memenuhi hukum-hukum yang kemudian dipahami manusia di awal abad ke 19. […]

    Suka

  2. […] dalam perjalanan Isra berkadar sehari 50 ribu tahun.  Sedangkan dari uraian dari berbagai sumber sehari sama dengan 1000 tahun itu ditemukan sama dengan kecepatan cahaya maka jika sama dengan 50 ribu tahun, tentunya memang […]

    Suka

  3. […] Kalau kita permisalan itu kita ganti, lampu dengan matahari dan kepala kita dengan bumi, maka tepatlah yang dikatakan oleh ayat : QS 57:6. Dialah yang memasukkan malam ke dalam siang dan memasukkan siang ke dalam malam. Dan Dia Maha Mengetahui segala isi hati. Lebih jelasnya diuraikan dengan di sini.  Pada ayat yang lain, misal QS 31:29 lebih jelas pula yang dimasukkan ke dalam malam dan siang adalah bumi dan matahari dan bulan masing-masing berjalan sampai pada waktu yang ditentukan.  Tiga objek yang dijelaskan, yang dimasukkan ke dalam malam dan siang, matahari, dan bulan.  Cara memasukkan, kemudian dikenal sebagai konsepsi yang dikembangkan melalui penelitian dan pengamatan kemudian dikenal sebagai bumi berotasi pada sumbunya.  Penelitian selanjutnya, diketahui bahwa waktu yang diperlukan untuk memasukkan malam dan siang adalah 24 jam kurang dikit.  Bahkan, saking akuratnya, kecepatan cahaya hampir bisa dihitung dari laju rotasi bulan mengelilingi bumi. […]

    Suka

  4. trinil said

    Subhanallah….
    Terima kasih buat artikelnya, alnya aku baru tahu lo, arti dari ayat
    “Dia mengatur urusan dari langit ke Bumi, kemudian (urusan) itu kembali kepadaNya dalam satu hari yang kadarnya seribu tahun menurut perhitunganmu” (Q.S. Sajdah ayat 5.).
    Tapi maaf juga aku baru dikit ngerti, maybe ku gi pusing, tau hal yang spektakuler gitu.
    Terima kasih…

    @
    Perhitungan yang tersusun itu kemudian menyadarkan kita, betapa akuratnya Allah dalam mendisain rancangan dan juga ayatNya…..
    Subhanallah.

    Suka

  5. parhobass said

    pembuktian itu salah (makanya depag tidak mau menggunakannya, kali)

    Suka

  6. parhobass said

    @haniifa;
    pertama saya beri link ke Anda dulu… sumber perhitungnya..

    kalau kira2 Anda mengetahuinya dan mendalaminya, saya akan membuktikan kepada anda letak kesalahannya….

    untuk sementara hanya dari segi leteraturnya ajah yang dapat saya berikan,

    kesalahan pertama:
    yaitu
    Dia mengatur urusan dari langit ke Bumi, kemudian (urusan) itu kembali kepadaNya dalam satu hari yang kadarnya seribu tahun menurut perhitunganmu” (Q.S. Sajdah ayat 5).

    ayat ini tidak menjelaskan tentang cahaya sekalipun.
    kalau Anda ngotot ini menjelaskan cahaya maka Anda akan saya tantang dipersamaan matematis berikutnya… so dalamin dulu link saya di atas (kalau kita itu sebagai sumber utama, maka kita bru diskusi)

    Suka

  7. parhobass said

    @haniifa dan penulis
    Kesalaha kedua

    Allah maha pengatur nan teliti memilih satelit bumi yang dikenal sebagai bulan untuk menyampaikan pernyataan satu hari = 1000 tahun menurut perhitungan manusia, maksudnya menurut perhitungan laju relatif bulan sebagai benda langit yang mengitari bumi dalam sehari 23 jam, 56 menit, 4.0906 detik. Dengan memperhitungkan jarak tempuh bulan dan satu hari = 12000 bulan (1000 tahun) = sekian hari = sekian detik dan kecepatan edar bulan terhadap bumi relatif , lalu radius tempuh geosentrik sekian-sekian, maka didapatkan bahwa kecepatan urusan itu = dengan kecepatan cahaya.

    penurunannya begini:
    1 tahun = 12 bulan
    maka
    1000 tahun menjadi 12 *1000 = 12000 bulan
    berdasar quranic time ok bung hanifa:
    yang benar:
    1 tahun = 365,242190 hari
    1 bulan = 27,321661

    nah kalau 1000 tahun = 365.242,190 hari
    karena 1 bulan = 27,321661 hari
    maka 1 hari = 1/27,321661 bulan
    maka dalam 1000 tahun menjadi
    1000 tahun = 365.242,190 x 1 hari
    1000 tahun = 365.242,190 x 1/27,321661 bulan
    1000 tahun = 13.368,227884 bulan

    jadi bukan 12000 bulan

    Suka

    • agorsiloku said

      1 tahun = 365,242190 hari adalah benar menurut perhitungan kalender matahari.

      Suka

      • parhobass said

        coba baca link saya,
        karena perhitungannya menurut Dr Mansour adalah Sidereal, maka satu tahun sekitar 365.24

        semisal Andapun menggunakan 12000, maka satu tahun Anda akan menjadi:
        1000 tahun = 12000 bulan
        1 tahun = 12 000 bulan/1000
        1 tahun = 12 bulan
        atau
        12000 bulan = 12000* 27,321661 hari
        1000 tahun = 327.859,932000 hari
        1 tahun = 327.859,932000/1000 hari
        1 tahun = 327,859932 hari
        tetap salah bukan.
        seharusnya 1 tahun = 354,36708 hari kalender Hijriah

        maka kalau kita gunakan kalender hijriah maka:
        1000 tahun = 12.970,188013 bulan
        tetap bukan 12000 bulan

        tetapi jika Dr Mansour membuat secara acak, mengambil hari dari sinodic maka hitunganya tepat, tetapi ia tidak konsisten karena mengambil jam dari sidereal, tetapi hari dalam 1 bulan dari sinodic

        Suka

      • agorsiloku said

        Mas Parhobass, trims untuk catatannya, saya perlu menyimak lebih ke dalam, karena yang saya tahu, rata-rata waktu edar bulan 29.530589 hari, angka 27,321661 yang datang dari hitungan jarak bumi bulan relatif pada satu saat. Angka 365,242190 satu tahun, sehingga waktu edar dalam satu tahun.
        Coba Mas lihat di sini : http://www.cafepojok.com/forum/showthread.php?p=95257

        apakah pendekatan itu juga keliru?

        Suka

    • qarrobin said

      c = 12000 L’ / t’ = 12000 2 π R’ / t’

      Both R’ and t’ are increasing but due to a fundamental law in astrophysics the ratio R’ / t’ remains the same

      Hence R’ / t’ is a constant equal to 3.976120966 (R’ / t’ = R cosø / t’). This makes the equation in the Quran c = 12000 L’ / t’ to be composed only of constants, with no variables. Hence, 12000 Lunar Orbits/ Earth Day is a constant forever.

      c = 12000 L’ / t’

      c = 12000 x 3682.3640350 km/hr x 655.71986 hr x cos(26.92952225) / 86170.43114 sec

      c = 299792.458 km/sec

      Suka

  8. parhobass said

    @Haniifa dan penulis

    Tidak ada kata “mendekati kecepatan cahaya”, tapi pada kecepatan cahaya. Perhitungan yang menarik dan jelas dari artikel : no. 508. Satu Hari pada Cosmic Affair Setara Seribu Tahun di Bumi [Laju Cosmic Affair] dari HMNA – http://www.freewebs.com/hmnur/

    link ini sudah tidak ada, ini hasilnya, maka reference itu penting, tetapi sebaiknya penuslis juga melengkapkan perhitunganya sendiri, supaya jangan asal menerima saja. Ujilah segala sesuatu, Firman TUHAN

    http://www.webs.com/notfound.htm

    Suka

    • agorsiloku said

      Mas Parhobass, betul ternyata kalau dicari pakai firefox (yang saya pakai) linknya nggak nemu. Tapi kalau pakai ie ketemu (baru tahu saya kasus ini)
      linknya di : http://www.freewebs.com/hmnur1/nur51.htm#508
      dan saya kopi pais kan ke artikel ke postingan blog agar pembaca lebih mudah mendalami persoalannya.

      Soal “penulis”, melakukan perhitungannya sendiri… ha..ha…ha… sy sih nggak level, saya hanya orang yang berminat dan mempelajari dan mencari referensi dari orang-orang yang saya nilai relevan…..
      Yang Mas sampaikan, ujilah segala sesuatu, Firman Tuhan. Saya sependapat. Ada yang mampu manusia mempelajari dan kemudian memahami, ada yang tidak, dan ada yang tersimpan sampai waktunya diketahui di kefanaan dunia, ada juga yang baru akan dimengerti setelah berakhirnya dunia….. Secara logis, kita memahami hal ini berdasarkan derajat pengetahuan kita. Saya menggunakan kata “derajat” karena penarikan kesimpulan dan pengetahuan serta kedalaman melihat setiap orang berbeda-beda.
      agor

      Suka

  9. parhobass said

    @penulis

    source Anda
    http://www.cafepojok.com/forum/showthread.php?p=95257
    apakah pendekatan itu juga keliru?

    dari link
    saya copy di sini persamaan pertama ok
    c x 1 hari = 12.000 x panjang lintasan orbit Bulan (1)
    c t = 12.000 L (2)

    di lanjutkan lagi

    T = periode satu bulan sidereal
    = 27,321661 hari
    = 655,71986 jam (5)

    ketika ia meletakkan dasar Sidereal untuk satu bulan T 27,321661 hari, tetapi dasar untuk 12000 bulan di atas ia ambil sinodic, yaitu 29.530589 hari
    kalau dua2nya dibandingkan secara konsisten didapat hasil yang berbeda,
    tau kan bahwa 12 bulan dalam kalender adalah hasil pembulatan, (29 atau 30 hari dalam satu bulan), arinya dalam setahuan sebenarnya tidak tepat 12 bulan melainkan 12.790 bulan

    Suka

    • @Parhobass
      arinya dalam setahuan sebenarnya tidak tepat 12 bulan melainkan 12.790 bulan
      __________________
      Artinya dalam 2 tahun terdapat kesalan hitung 1.5 bulan gituh… hahaha repot dah. 😀 😆
      Qamariah (Bulan) dihitung dari dari hari (29 dan 30), adapun pertungan itukan avarage dari 1 tahun 29.530589 dan ini yang membuat fallacy dalam perhitungan Syamsiah sehingga diperlukan faktor koreksi yang disebut tahun Khabisat yaitu menentukan jumlah hari untuk bulan february (29) hari.
      Jumlah hari dalam 1 bulan sebenarnya menurut islam sangat tepat sekali awal bulan dilihat dari hilal dan pertengahan bulan 15 hari berikutnya bulan akan bulat sempurna coba campean pelajari mengapa umat Islam pada saat nishfu 15 nishfu sya’ban diwajibkan bangun tengah malam ?!
      Selanjutnya baca sendiri gehh… 😀

      Suka

      • parhobass said

        hanifa kita sedang tidak mempersalahkan Islam di sini, tetapi kesalahan DR MAnsour, dan kesalahan sebagian umat Islam yang sangat doyan dengan HOAX tanpa menguji lebih dahulu…

        Suka

      • @Om Parhobass
        Ok kita tidak mempermasalahkan Agama, lalu menurut sampean apa benar pergantian hari adalah TENGAH MALAM… hehehe.. namanya juga tengah malam hari artinya belon ganti tuh harinyah.

        Suka

      • @Om Parhobass
        Sepertinya tidak nyambung yahhh… dengan perhitungan sampean, tapi perlu sampean ketahui justru pada saat akan tenggelamnya matari hari di ufuk timurlah yang menjadi fokus utama sebagai perhitungan hari, salahkan jika orang dahulu menggunakan pergatian hari itu antara jam 6 – 7 ?!

        Suka

  10. parhobass said

    @penulis dan hanifa
    kesalahan ke dua,
    semisal rumus ct=12000L benar

    dari link anda
    L = panjang lintasan orbit Bulan
    maka Ia membandingkannya seharusnya relatif ke bumi, karena sinodic
    maka R = rata-rata jarak bumi ke bulan
    = 384.403 kilometres

    maka lintaran yang ditempuh bulan dalam 1 kali rotasi
    L = 2 pi R
    = 2 * 3,141593 * 384.403
    = 2.415,275282 km

    maka 12000L = 12000*2.415,275282
    = 28.983.303,379629 km ……(A)

    kalau kita pergunakan hasil dari DR Mansour
    Ct = 12000L, atau 12000L = Ct
    t = 86164,0906 s (sekali lagi ini sidereal)
    maka
    12000L = 299,7925 * 86164,0906
    = 25.831.348,131201 km …..(B)

    bandingkan (A) dengan (B)…
    ada selisih 3.151.955,248429 km

    Suka

    • @Parhobass
      maka lintaran yang ditempuh bulan dalam 1 kali rotasi
      L = 2 pi R

      _____________
      Maslah pi silahken sampean baca sendiri juga disinih… 😀

      R tidak konstan Om, simplenya saja dalam 1 bulan ada 29 hari dan 30 hari

      Suka

      • parhobass said

        Anda tidak paham apa yang Anda katakan..
        R itu bukan hari, tetapi rata2 jarak bumi-bulan

        Suka

      • @Om Parhobass
        R itu bukan hari, tetapi rata2 jarak bumi-bulan
        __________________
        Lha iya sayah paham makanya sampean sebut rata-rata, artinya setiap harinya R bum-bulan itu berbeda-beda.. bukan begituh Om. 😀

        Suka

    • qarrobin said

      Pengukuran lainnya dilakukan oleh John Hall adalah ilmuwan yang berjasa dalam mengembangkan laser dengan tingkat kestabilan frekuensi ekstrem tinggi. Dengan menggunakan laser tersebut, bersama koleganya ia berhasil mengukur kecepatan cahaya tanpa cacat (koreksi), yaitu 299.792.458 meter per detik.

      C t’ = 12000 L’

      The distance traveled by light in one Earth Day
      = C t’
      = 299792.458 km/sec x 86170.43114 sec
      = 25.833.245.358 km

      The distance traveled by angels
      = 12000 L’
      = 12000 x V x 27.321661 synodic days x cos ø
      = 12000 x 3682.3640350 km/hr x 655.71986 hr x cos(26.92952225)
      = 25.833.245.358 km

      keterangan :
      t’ = 86170.43114

      Earth is spinning with respect to stars much faster than the moon is orbiting Earth. This makes the angle between Earth’s isolated and compounded vectors to be different than
      that of the moon. Today when the Earth rotates 360 degrees on its axis with respect to stars the Earth moves 0.9829560917 degrees around the sun. Hence Earth’s twist angle α = 0.9829560917 degrees.

      α = (360 degrees / 365.2421987 synodic days) x (86164.0906 sec/86400 sec) synodic days = 0.9829560917 degrees.

      Just like when the moon recedes from Earth its spin slows down also when the Earth recedes from the sun its spin slows down, that is, its rotational kinetic energy decrease.
      So as the distance to the sun increases to infinity Earth day increases to :
      t’ = t / akar cos α.
      The ratio of the work required to stop Earth’s rotation is: cos α.
      This means that without the energy gained from this twist Earth day increases to :
      t’ = t / akar cos α
      t’ = 86170.43114 seconds (6 seconds increase from 86164.0906 sec).

      sumber :
      http://www.speed-light.info/speed_of_light_12000.htm

      ø = (360 degrees / 365.2421987 synodic days) x 27.32166088 synodic days
      ø = 26.92952225 degrees

      Suka

    • qarrobin said

      Pengukuran lainnya dilakukan oleh John Hall adalah ilmuwan yang berjasa dalam mengembangkan laser dengan tingkat kestabilan frekuensi ekstrem tinggi. Dengan menggunakan laser tersebut, bersama koleganya ia berhasil mengukur kecepatan cahaya tanpa cacat (koreksi), yaitu 299.792.458 meter per detik.

      C t’ = 12000 L’

      The distance traveled by light in one Earth Day =
      C t’ = 299792.458 km/sec x 86170.43114 sec
      = 25833245358 km

      The distance traveled by angels =
      12000 L’ = 12000 x V x 27.321661 synodic days x cos ø
      = 12000 x 3682.3640350 km/hr x 655.71986 hr x cos(26.92952225)
      = 25833245358 km

      keterangan :
      ø = (360 degrees / 365.2421987 synodic days) x 27.32166088 synodic days
      ø = 26.92952225 degrees

      t’ = 86170.43114 sec

      Earth is spinning with respect to stars much faster than the moon is orbiting Earth. This makes the angle between Earth’s isolated and compounded vectors to be different than
      that of the moon. Today when the Earth rotates 360 degrees on its axis with respect to stars the Earth moves 0.9829560917 degrees around the sun. Hence Earth’s twist angle α = 0.9829560917 degrees.

      α = (360 degrees / 365.2421987 synodic days) x (86164.0906 sec/86400 sec) synodic days = 0.9829560917 degrees

      Just like when the moon recedes from Earth its spin slows down also when the Earth recedes from the sun its spin slows down, that is, its rotational kinetic energy decrease.
      So as the distance to the sun increases to infinity Earth day increases to :
      t’ = t / akar(cos α)
      The ratio of the work required to stop Earth’s rotation is: cos α.
      This means that without the energy gained from this twist Earth day increases to :
      t’ = t / akar(cos α)
      t’ = 86170.43114 seconds (6 seconds increase from 86164.0906 sec).

      sumber:http://www.speed-light.info/speed_of_light_12000.htm

      Suka

    • qarrobin said

      Pengukuran lainnya dilakukan oleh John Hall adalah ilmuwan yang berjasa dalam mengembangkan laser dengan tingkat kestabilan frekuensi ekstrem tinggi. Dengan menggunakan laser tersebut, bersama koleganya ia berhasil mengukur kecepatan cahaya tanpa cacat (koreksi), yaitu 299.792.458 meter per detik.

      C t’ = 12000 L’

      The distance traveled by light in one Earth Day =
      C t’ = 299792.458 km/sec x 86170.43114 sec
      = 25833245358 km

      The distance traveled by angels =
      12000 L’ = 12000 x V x 27.321661 synodic days x cos ø
      = 12000 x 3682.3640350 km/hr x 655.71986 hr x cos(26.92952225)
      = 25833245358 km

      keterangan :
      ø = (360 degrees / 365.2421987 synodic days) x 27.32166088 synodic days
      ø = 26.92952225 degrees

      t’ = 86170.43114 sec

      Earth is spinning with respect to stars much faster than the moon is orbiting Earth. This makes the angle between Earth’s isolated and compounded vectors to be different than
      that of the moon. Today when the Earth rotates 360 degrees on its axis with respect to stars the Earth moves 0.9829560917 degrees around the sun. Hence Earth’s twist angle α = 0.9829560917 degrees.

      α = (360 degrees / 365.2421987 synodic days) x (86164.0906 sec/86400 sec) synodic days = 0.9829560917 degrees

      Just like when the moon recedes from Earth its spin slows down also when the Earth recedes from the sun its spin slows down, that is, its rotational kinetic energy decrease.
      So as the distance to the sun increases to infinity Earth day increases to :
      t’ = t / akar(cos α)
      The ratio of the work required to stop Earth’s rotation is: cos α.
      This means that without the energy gained from this twist Earth day increases to :
      t’ = t / akar(cos α)
      t’ = 86170.43114 seconds (6 seconds increase from 86164.0906 sec).

      Suka

      • parhobass said

        Mas Qarrobin;
        1. mas bisa kasih link, siapa John Hall yang Anda maksud?
        (jangan2 bosnya Linux Internasional)…
        2. semua perhitungan Anda, saya kira sama saja dengan yang di posting oleh penulis page ini(lihat di atas), tetapi terkadang Anda sedikit tidak konsisten di dalam penggunaan digit di belakang koma,
        3. jadi karena perhitungannya sama, maka masih terjadi ketidak konsistenan,..
        saya uraikan di sini:
        a. ø = (360 degrees / 365.2421987 synodic days) x 27.32166088 synodic days
        ø = 26.92952225 degrees (yang saya BOLD diambil berdasar synodic apa sidereal???)

        b. 12000 L’ = 12000 x V x 27.321661 synodic days x cos ø
        = 12000 x 3682.3640350 km/hr x 655.71986 hr x cos(26.92952225)
        = 25833245358 km
        (yang saya BOLD sinodic apa sidereal???)

        c. sepertinya anda menggunakan V=3682,3640350 km/hr, bisa minta tolong penurunannya??

        slm
        parhobas

        Suka

    • qarrobin said

      @Parhobass,
      1. kata2 tersebut ada di postingan agor (lihat diatas)
      2. perhitungannya saya ambil dari light-speed.info
      3. Anda mempertanyakan

      a. ø = (360 degrees / 365.2421987 synodic days) x 27.32166088 synodic days
      ø = 26.92952225 degrees (yang saya BOLD diambil berdasar synodic apa sidereal???).

      mencari ø = 26.92952225 degrees, bukanlah persoalan ketidak konsistenan synodic dan sidereal dalam satu rumus
      persoalannya adalah untuk mencari sudut titik awal-akhir moon berdasarkan stars.
      Untuk menghitung L, titik awal-akhir moon bertemu berdasarkan stars sekitar 27.32166088 hari.
      Sedangkan titik awal-akhir moon bertemu bersejajarkan sun sekitar 29.53059 hari.
      Karena moon mengelilingi sun 360 degrees sebanyak 365.2421987 hari, maka ø = 26.92952225 degrees di dapat ketika titik awal-akhir moon bertemu berdasarkan stars.

      b. 12000 L’ = 12000 x V x 27.321661 synodic days x cos ø
      = 12000 x 3682.3640350 km/hr x 655.71986 hr x cos(26.92952225)
      = 25833245358 km
      (yang saya BOLD sinodic apa sidereal???)

      jelas bahwa 12000 adalah sidereal(according to stars) karena kita telah mengambil cos ø ketika titik awal-akhir moon bertemu berdasarkan stars untuk mencari L.

      Kalo bulan fixed(tidak mengelilingi matahari) terhadap stars, maka ø tidak perlu kita cari.

      c. sepertinya anda menggunakan V=3682,3640350 km/hr, bisa minta tolong penurunannya??

      V = c * t’ / 12000 * 27.321661 synodic days * cos ø
      = 299792.458 km/sec * 86170.43114 sec / 12000 * 655.71986 hr * cos(26.92952225)
      = 3682,3640350 km/hr

      Suka

      • parhobass said

        mas Qarrobin; (yang BOLD jawab saudara)
        sesuai pertanyaan saya (a, b dan c saja), karena John Hall masih misteri bagi saya…

        a. ø = (360 degrees / 365.2421987 synodic days) x 27.32166088 synodic days
        ø = 26.92952225 degrees (yang saya BOLD diambil berdasar synodic apa sidereal???).

        mencari ø = 26.92952225 degrees, bukanlah persoalan ketidak konsistenan synodic dan sidereal dalam satu rumus
        persoalannya adalah untuk mencari sudut titik awal-akhir moon berdasarkan stars.
        Untuk menghitung L, titik awal-akhir moon bertemu berdasarkan stars sekitar 27.32166088 hari.
        Sedangkan titik awal-akhir moon bertemu bersejajarkan sun sekitar 29.53059 hari.
        Karena moon mengelilingi sun 360 degrees sebanyak 365.2421987 hari, maka ø = 26.92952225 degrees di dapat ketika titik awal-akhir moon bertemu berdasarkan stars.

        gini mas, kita memang sedang mengamati sesuatu yang relatif terhadap bumi,
        yaitu bulan terhadap bumi, bumi terhadap bintang lain (salah satunya matahari)…
        nah sekarang kita sedang menghitung relatifitas seorang pengamat di bumi terhadap bulan, yang ternyata bumi relatif juta terhadap matahari maka lahirlah sidereal dan sinodic. Yang menjadi ketidak konsistenan adalah…
        ketika pengamat itu menghitung sesuatu relatifnya secara acak…
        untuk menghitung 12000 bulan adalah sinodic, tetapi untuk menghitung ø ada sinodic dan ada siderealnya, kecuali itu dapat diterima, sekali lagi perhitungan Anda benar…
        semisal pun itu benar, maka kalau anda gunakan pembuktian terbalik dengan besar ø =26.92952225 degree akan menghasilkan sekitar 13 koma sekian sinodic (lihat postingan saya di awal)

        b. 12000 L’ = 12000 x V x 27.321661 synodic days x cos ø
        = 12000 x 3682.3640350 km/hr x 655.71986 hr x cos(26.92952225)
        = 25833245358 km
        (yang saya BOLD sinodic apa sidereal???)

        jelas bahwa 12000 adalah sidereal(according to stars) karena kita telah mengambil cos ø ketika titik awal-akhir moon bertemu berdasarkan stars untuk mencari L.

        Kalo bulan fixed(tidak mengelilingi matahari) terhadap stars, maka ø tidak perlu kita cari.
        cobalah gunakan pembuktian terbalik, dengan sudut 26.92952225, berapa sinodic yang didapat untuk satu tahun???

        c. sepertinya anda menggunakan V=3682,3640350 km/hr, bisa minta tolong penurunannya??

        V = c * t’ / 12000 * 27.321661 synodic days * cos ø
        = 299792.458 km/sec * 86170.43114 sec / 12000 * 655.71986 hr * cos(26.92952225)
        = 3682,3640350 km/hr

        saya jelas2 bingung dengan Anda.. V itu seharusnya suatu nilai dari hasil pengamatan yang lain, bukan dari utak2 rumus yang akan sedang kita buktikan…
        analogi:
        diketahui x = 3
        ditanya y = 2x

        jawab y = 2x
        y = 6

        yang saya tanya kenapa x = 3

        anda menjawab karena
        x = y /2
        = 6/2
        = 3

        mutar2 ngga??? kecuali kalau menurut Anda itu benar ya tidak apa2…

        Suka

      • qarrobin said

        a,b,c

        jika bumi tidak mengelilingi matahari
        ketika bulan mengelilingi bumi 27.32166088 hari with respect to stars (sidereal)
        maka bulan mengelilingi bumi 360 degrees

        karena earth-moon system mengelilingi matahari, maka titik yang tadinya menghadap ke sun(matahari), bergeser sebesar 26.92952225 degrees. Hence the lunar orbit’s twist angle ø = 26.92952225 degrees
        Untuk kembali ke titik yang menghadap ke sun, maka ada tambahan hari dan menjadi 29.53059 hari sehingga moon respect to sun (synodic)

        bulan-bumi adalah satu system yang mengelilingi matahari, nilai ø muncul, karena sistem bulan-bumi mengelilingi matahari
        We can calculate ø from the period of one heliocentric revolution of the Earth-moon system (365.2421987 days):
        dari
        360 degrees kesejajaran titik bumi-bulan-matahari  365.2421987 hari
        26.92952225 degrees  27.32166088 hari

        13.36822824  13.36822824
        Nilai 13.36822824 ini untuk mencari seberapa besar pergeseran titik (yang tadinya sejajar menghadap ke matahari) yang terjadi ketika bulan mengelilingi bumi 360 degrees selama 27.32166088

        Kita mendapatkan
        26.92952225 degrees  27.32166088
        Kita menghitung 27.32166088 (L) sebanyak 12 * 1000 kali
        327.85993056 * 1000
        Karena yang kita hitung adalah titik awal-akhir moon berdasarkan stars yang disebut sidereal month

        Kita tidak menghitung 29.53059 sebanyak 12 * 1000 kali
        354.36708 * 1000
        Ketika bulan kembali ke titik di antara bumi-matahari yang disebut synodic month

        Kita juga bukan menghitung 27.32166088 sebanyak 13.36822824 * 1000
        365.2421987 * 1000

        V = 2 pi R cos ø / t’
        = 2 * 3,141592654 * 384.295,4029618243 * cos(26,92952225) / 86170,43114
        = 3682,3640350

        Untuk nilai R, ada baiknya tanya sama astronomer

        Suka

      • qarrobin said

        c = 12000 L’ / t’ = 12000 2 π R’ / t’

        Both R’ and t’ are increasing but due to a fundamental law in astrophysics the ratio R’ / t’ remains the same: The tidal force decelerating Earth is the same force pushing the moon. Since the force pushing the moon is gravitational, then it is inversely proportional to the square of the distance to the moon. Similarly, this same force decelerating Earth is proportional to the change in kinetic energy in Earth’s spin, that is, it is inversely proportional to the square of Earth day. This makes the square of the distance to the moon to be directly proportional to the square of Earth day. This implies that the distance to the moon remains proportional to Earth day. Hence R’ / t’ is a constant equal to 3.976120966 (R’ / t’ = R cosø / t’). This makes the equation in the Quran c = 12000 L’ / t’ to be composed only of constants, with no variables. Hence, 12000 Lunar Orbits/ Earth Day is a constant forever.

        V = 2 pi R’ / t’
        = 2 pi R cos ø / t’

        dari situs light-speed.info
        R’ / t’ adalah constant senilai 3.976120966
        R = 3.976120966 * t’ / cos ø
        = 3.976120966 * 86170,43114 / cos(26,92952225)
        = 384.295,4029618243

        setelah didapat nilai R maka substitusikan ke
        V = 2 pi R’ / t’
        = 2 pi R cos ø / t’
        = 2 * 3,141592654 * 384.295,4029618243 * cos(26,92952225) / 86170,43114
        = 3682,3640350

        Suka

      • Irfan said

        Parhobas,.. sepertinya kurang jeli
        Kerangka acuan yang dipakai adalah “infinite-star” bukan matahari, semua perhitungan menggunakan waktu siderial.
        Dalam waktu siderial, yang ditinjau adalah satu siklus 360 * penuh, sehingga jika matahari dilenyapkan (kerangka acuan-nya bukan matahari mas… ) maka perhitungan 1 bulan = 1 siklus siderial bulan, 1 tahun menjadi 12 x siklus siderial bulan. Perhitungan 1 tahun = 365,242190 hari jadi tidak bisa dipakai => synodic.
        Mungkin ini hanya menggenapi argumen om Qarobin… dimana om Parh sepertinya belum memahami konsepnya …

        Suka

  11. parhobass said

    @Haniifa dan Penuslis
    Kesalahan ke tiga
    semisal semua perhitungan di atas juga benar, masih ada permasalahan
    lihatlah perhitungan berikut ini:
    Ø = 27,321661 x 360°/365,25636
    = 26,92848°
    kesalahan, sekali lagi ia memakai sidereal dan sinodic secara tidak konsisten
    katakanlah itu benar maka
    dalam Ø = 26,92848°
    mengartikan dalam 360° (yaitu sekali putaran lingkaran, 1 tahun)
    akan menghasilkan 360°/26,92848° = 13,368746 bulan
    nah mana yang benar??? sebab di awal sudah dikatakan 1 tahun = 12 bulan ???

    Suka

    • @Parhobass
      nah mana yang benar??? sebab di awal sudah dikatakan 1 tahun = 12 bulan ???
      ____________________
      Hua.ha.ha.. kalau 1 tahun = 360 sehingga 360/360° = 1° = 1 hari, mungkin sampean nggak akan repot yah… masalahnya jumlah hari dalam setahun 365 dan 366 di tahun kabisat, lha itu kan masalah sampean sendiri… 😀

      Suka

      • parhobass said

        1 lingkaran 360°, ….(1)
        satu kali putaran bulan terhadap bumi,1 bulan, akan membentuk sudut 26,92848° oleh bumi terhadap matahari……(2) menurut DR. Mansour

        maka kalau ada 12 kali putaran, 12 bulan, didapat 13,368746 bulan

        daripada sibuk ngomnentari ekor2 pernyataan saya, buktikan saja Dr Mansourr benar apa salah, ngomong2 ada ngga orangnya ??? saya google koq ngga dapat2 yah..
        minta tolong dong linknya???

        Suka

      • @Om Parhobass
        Lha bukanya sampean sendiri yang mengatakan salah jadi kamu dunk yang harus memberikan argumentasi yang bisa diterima oleh semua fihak, Sayah sendiri dari asumsi dasar sudahnggak ngeuh… lalu masak saya harus capek-capek menghitung… hahaha 😀 😆

        Suka

      • qarrobin said

        @Parhobass,

        Anda benar2 tidak mengerti astronomi ya
        sudut 26.92952225° yang terbentuk, adalah karena titik awal bulan kembali sama ke titik akhir, titiknya di dasarkan pada bumi-bulan-petala-langit(bintang2) pada 27.321661 hari.

        perhitungan 13,368746 bulan yang Parhobass dapatkan jika kita mendasarkan titik awal bulan kembali sama ke titik akhir yang sejajar antara bumi-bulan-matahari pada 29.53059 hari. perhitungan 13,368746 bulan yang Parhobass katakan ini jelas ga dipake. Karena untuk mendapatkan 360° bulan mengelilingi bumi terhadap petala-langit, maka di dapatkan sudut 26.92952225° karena bulan telah sejajar dengan petala-langit pada 27.321661 hari.

        coba dipahami ini di speed-light.info
        ada gambar flash nya, jadi bisa dimengerti

        Every new moon (29.5 days) the moon will not return to the same point in the orbit (it will be at a different point). The moon returns to the same point in the orbit after only 27.3 days. When astronomers study the energy of orbits they use the sidereal system, that is, the moon has to return to the same position with respect to stars and not return to the same position with respect to the sun. When the moon returns to the same point with respect to stars the Earth-moon system would have moved 26.9 degrees around the sun (not 29.1 degrees).

        When the Earth-moon system is still inside the solar system the position of the sun relative to Earth with respect to stars changes; this means that the moon has to make more than 360 degrees with respect to stars in order to point to the sun again. However when the Earth-moon system exits the solar system the position of the sun relative to Earth with respect to stars remains the same, that is, the moon now only has to make 360 degrees with respect to stars in order to point to the sun again (the synodic periods become equal to the sidereal periods). This means that the lunar month with respect to the sun becomes equal to lunar month with respect to stars and Earth day with respect to the sun becomes equal to Earth day with respect to stars. So the 1000 lunar years with respect to sun become equal to 12000 lunar months with respect to stars.

        jika ada yang tidak mengerti, tanya pada saya juga ga apa2

        Suka

  12. parhobass said

    @Haniifa dan penulis
    Kesalahan ke empat,
    ini agak fatal banget bagi seorang DR Mansour

    untuk tingkat akurasi 5 digit (karena DR mansur sudah menggunakan 26,92848°, artinya 5 digit di belakang koma)

    π = 3,l4l62
    seharusnya seorang DR tidak perlu ada kekeliruan akan nilai π
    π = 3,141593 (akurasi 6 digit supaya kita bisa menarik pembulatan dari 5 digit)

    lihat perhitungan saya di atas, semua saya buat konsisten (sebisa mungkin) di 6 digit belakang koma

    Suka

  13. parhobass said

    @HAniifa dan penulis
    kesalahan ke lima

    Perigee 363,300 km
    Mean 384,400 km
    Apogee 405,500 km

    di link Anda, R = 384.264 km

    saya kira sampai sekarang R antara bumi-bulan masih seperti di atas, maka diambil rata-ratanya = 384,400 km

    Suka

  14. parhobass said

    @Haniifa dan Penulis
    kesalahan ke enam
    penulis buat v = 3682,07 km/jam
    semisalpun R=384.264 km adalah benar, maka
    v = (2πR)/T
    adalah kecepatan relatif bulan-bumi
    T ada dua sidereal sama sinodic
    kalau sidereal
    maka
    v = 2*3,141593*384.264/655,71986
    = 3.682,063128 km/jam

    kalau sinodic
    maka
    v = 2*3,141593*384.264/(24*29,53059)
    = 3.406,640065 km/jam

    dua2nya ada selishi.

    dari perhitungan ini DR Mansour lebih condong ke sidereal, makanya saya hitung 1 bulan = 27,321661 hari

    Suka

  15. parhobass said

    @Haniifa dan penulis
    c = (12.000 x 3682,07 x 0,89157 x 655,71986) / 86164,0906 …..(hasil dr mansour)
    kalau DR mansour konsisten didalam sinodic atau sidereal maka perhitungan menghasilkan, kita gunakan R=384.264km, kira-kira:

    sinodic
    c = 12.000 x 2.414.401,918878 (km) / 86400 (secon)
    = 335.333,599844 km/s

    sidereal
    c = 13.368,227884 x 2.414.401,918878 (km) / 86164,0906 (secon)
    = 374.590,793338 km/s

    dua2nya akan salah

    Suka

  16. parhobass said

    @haniifa dan penulis
    itu tadi kesalahan ke 7

    semisal pun itu semua benar maka
    kesalahan ke delapan adalah:
    Kalau Anda masih yakin Al Quran adalah wahyu Allah, maka:
    tanpa wahyu Allah-pun ternyata Ilmuwan (yang nota bene bukan Islam) akan bisa menemukan kebenaran, artinya di luar Islam ada kebenaran, kebenaran yang didapat tanpa Allah

    Suka

    • @Om Parhobass
      Sepengetahuan sayah lho, kemajuan dunia barat justru setelah Bibel disebar luaskan pada masyarakat apalagi setelah dunia barat mengenal ilmu dari Al Qur’an, jadi sangat tidak mungkin sekali manusia tahu tampa ada yang memberi tahu.

      Suka

    • Irfan said

      Kesalahan yang lebih fatal, kristen dan alkitab tidak menyumbang apapun terhadap perkembangan sains dan teknologi, tetapi justru membawa eropa ke jaman kegelapan dan perang saudara. Masih mending agama Islam, konsepnya yang lebih mengedepankan akal dan menyuruh umatnya untuk memikirkan ciptaan-Nya , pernah membawa pencerahan berkembangnya iptek ( meskipun kejayaan itu di masa lalu )….
      Banyak kok ilmuwan-2 islam hebat pionir perkembangan iptek di Indonesia, tinggal duitnya aja jangan dikorupsi dan jangan pada malas… Reaktor nuklir sudah punya, PLTN sudah rencana mau dibangun, bikin centrifuge untuk pengayaan uranium plutonium..gampaaang, dalam 10 tahun saya yakin sudah bisa bikin bom nuklir menyusul Pakistan dan Iran..

      Suka

  17. parhobass said

    @haniifa dan penulis,
    semisal pun itu benar,
    apakah Anda tidak terpikir apakah ilmuyan yang menemukan c sebelumnya tidak mendapat ide dari:

    Mzm. 90:4 Sebab di mata-Mu seribu tahun sama seperti hari kemarin, apabila berlalu, atau seperti suatu giliran jaga di waktu malam.

    2Ptr. 3:8 Akan tetapi, saudara-saudaraku yang kekasih, yang satu ini tidak boleh kamu lupakan, yaitu, bahwa di hadapan Tuhan satu hari sama seperti seribu tahun dan seribu tahun sama seperti satu hari.

    yang mana duanya selisih 1600 tahun dan 600 tahun kepada Nabi Anda???

    dan bahan pemikiran juga silahkan buka
    http://hakadosh.wordpress.com/2009/10/01/konstanta

    Suka

    • agorsiloku said

      Mas Parhobass, saya senang dengan catatan Mas yang santun dan mendorong saya mempelajari lebih banyak, karena saya sendiri, seperti pada kutipan, itu bukan karya saya. Setiap dari kita, punya peluang untuk salah dan benar dalam memahami petunjukNya. Kalau soal mendapat ide apakah dari Al Qur’an, Perjanjian lama, atau baru.. buat saya tidak penting, karena sourcenya dari Sang Pencipta. Jadi dari sisi ini, saya tidak mendiskusikannya dengan satu sebab saja : Perdebatan begitu, sy lihat di berbagai forum kerap malah memutuskan persaudaraan. Ini perlu kita jaga bersama.
      Saya ambil kutipan di atas dari HM Nur, karena saya nilai dia pakar, ilmuwan dan juga tenaga akademis yang relevan di bidangnya. Kerap juga, saya membaca karya dari febian.net :
      http://www.febdian.net/drupal/blog/184
      http://www.speed-light.info/speed_of_light_12000.htm
      usul saya, coba mas komen di sana untuk menjelaskan pandangan Mas dan kekeliruan perhitungan karena saya memang tidak ahli untuk membahas lebih dalam. Yang saya pahami, memang dalam ayat yang dirujuk menjelaskan perhitungan menurutmu (dalam pengertian saya dari ayat adalah perhitungan berdasarkan sinodic dan siderial jelas ada perbedaan. Jadi jumlah hitungannya juga berbeda.
      Yang saya belum pahami dari penjelasan Mas adalah konsistensinya (sabar ya, saya perlu banyak pelajari lagi nih :D)sebelum melanjutkan.

      Suka

      • parhobass said

        ya mas, Indonesia harus bersatu, kuat dan kokoh,.. itu semua bisa terjadi kalau orang2 yang bermoral(bergama) mau menunjukkan moral yang baik…
        gimana mau maju, yang beragama di dalamnya masih korupsi, benar ngga mas….

        MERDEKAAAAAAAAAAAAAAAAAAA
        INDONESIA JAYA…

        Suka

      • @Oom Parhobass
        gimana mau maju, yang beragama di dalamnya masih korupsi, benar ngga mas….
        __________________
        Katanyah jangan bawa-bawa agama, bigimana seehhh sampean maunyah ?! 👿

        Suka

  18. parhobass said

    @Hanifa
    cek dulu tulisan saya sebelum Anda comment
    Perigee 363,300 km
    Mean 384,400 km
    Apogee 405,500 km

    itulah jarak bumi-bulan, dan di ambil hang mean

    kalau Anda ngotot tentang R berubah-ubah, maka dengan tanpa perhitungan pun DR MAnsour telah keliru dari awal…
    harusnya persamaan2 yang dia buat itu seharusnya dalam bentuk PD (paling tidak orde 1)

    Suka

    • @Om Parhobass
      Maksute tidak ada satupun perhitungan yang benar-benar eksak… bigitu lho Om.. hahaha, dan sayah perhatiken sampean dari awal pun sudah nyeleneh, masak ada 1 tahun= 12,7 bulan, jangan-jangan lagi hamil tua yach… hahahah 😀 😆

      Suka

  19. parhobass said

    @haniifa
    Katanyah jangan bawa-bawa agama, bigimana seehhh sampean maunyah ?! 👿
    pernyataan saya
    gimana mau maju, yang beragama di dalamnya masih korupsi, benar ngga mas….

    apakah saya bawa agama?

    kalau saya buat acuan suatu agama maka saya membawa2 agama, tetapi saya hanya buat acuan korupsi…
    saya kira semua agama tidak ada yang mengajarkan umatnya korupsi.

    Suka

    • @Om Parhobass
      kalau saya buat acuan suatu agama maka saya membawa2 agama, tetapi saya hanya buat acuan korupsi…
      saya kira semua agama tidak ada yang mengajarkan umatnya korupsi.

      _______________
      Pertama:
      Tapi sampean sendiri korupsi sama artikel ini… hahaha 😀 😆

      Kedua:

      parhobass berkata
      Oktober 2, 2009 pada 2:59 pm

      hanifa kita sedang tidak mempersalahkan Islam di sini, tetapi kesalahan DR MAnsour, dan kesalahan sebagian umat Islam yang sangat doyan dengan HOAX tanpa menguji lebih dahulu…

      Tidak mempermasalahken islam, tapi sampean menuduh umat islam sangat doyan hoax… apa nggak lucu coi ?!

      Suka

      • parhobass said

        maaf kalau itu menyinggung Anda.., tetapi Anda paling tidak bisa buka mata, berapa anak2 SMA/SMP yang tertular oleh ajaran2 yang tidak benar???

        hayolah.. Indonesia ini akan hebat kalau Islamnya hebat.. yakin ngga???
        lihat partai2 yang mengatakan dirinya partai agama, berani ngga berkata, mreeka tidak becus… kenapa?? karena semua yang dipemerintahan adalah beragama, tetapi nyatanya apa yang kita lihat ???
        korupsi dimana2

        Suka

      • @Om Parhobass
        Jujur saja segala sesuatu itu pasti ada lawannya/ pasangannya tidak terkecuali dengan agama apapun, saya sebagai orang yang beragama Islam tentu jauh lebih mengetahui apa itu islam dan tatanannya, sampean boleh percaya atau tidak terserah sendiri silahkan baca artikel sayah dengan orang-orang yang mengatasnamakan islam berawal dari diskusi yang santai menjadi perseturuan yang konyol.

        Suka

  20. parhobass said

    @haniifa
    saya mengenal banyak teman muslim ahli matematika dan fisika..
    saya juga mengakui di atas langit ada langit…
    yang menjadi persoalan dari banyak sahabat Islam adalah…
    seolah semua Ilmu pengetahuan (matematika/fisika) itu sudah di-wahyu-kan di dalam Al Quran

    dengan pemikiran ini ada masalah:
    1. Tanpa Al Quran orang bisa menemukan kebenaran, sebab kebanyak ahli2 bukan islam.
    2. Islam sibuk mengutak-atik matematika dan fisika yang sudah ada dan menghubung2kannya dengan agama
    3. Tidak ada inovasi baru, karena masih dalam rangka menghubung2kan.
    4. iman yang buta, kenapa?? karena ilmu pengetahuan itu berkembang, suatu saat bisa salah sama sekali, lalu apakah itu juga akan membuktikan agama salah, apakah kita bisa mempertahankan yang salah ???

    mungkin mas rhodei (dari link Anda) bisa menjelaskan lebih jelas
    bahwa fisika dan matematika tak lepas dari “cara kerja” pendekatan

    Suka

    • @Om Parhobass
      bahwa fisika dan matematika tak lepas dari “cara kerja” pendekatan
      _____________________
      Hahaha… idealis sekali sampean, coba lihat perdebatan sayah oleh orang-orang matematika disini mohon maaf menurut sayah mereka ahli sempoa.. hahaha 😀 😆

      Suka

      • parhobass said

        Anda doyan mengambil2 ekor2 kata…
        saya sedikit senang sebab ternyata Anda seorang pemikir “matematis”
        dimana yang matematis selalu membuang variable yang tidak relevan.

        maka dengan ini saya harapkan delete lah page Anda yang dulu kita masalahkan itu.

        semoga Anda dapat melatih hati Anda, karena orang beriman melatih hatinya bukan pikirannya.

        Suka

      • @Om Parhobass
        Mohon maaf dengan sanget… hehehe, itu hasil diskusi dengan Oom Cosmicbrot di blog IMAN KRISTEN…
        Gampangnya: suka ambil, tidak suka yahhh jangan dibaca dunk… 😀

        Suka

    • agorsiloku said

      4. iman yang buta, kenapa?? karena ilmu pengetahuan itu berkembang, suatu saat bisa salah sama sekali, lalu apakah itu juga akan membuktikan agama salah, apakah kita bisa mempertahankan yang salah ???

      Point ini menarik, dan ini juga kajian menarik, analisis menarik. Namun, membutuhkan kepala dingin, tenang, dan tetap menyadari bahwa manusia adalah mahluk yang diciptakan.

      Catatan Mas Parhobass 1 s.d. 4 bisa direnungkan banyak orang atau oleh diri sendiri. Konsistensi dari pemeluk agama dengan segala analisisnya terhadap Al Qur’an adalah sebuah keniscayaan yang membuat banyak pihak, termasuk pemeluknya sendiri selalu bertanya dan membahas pada kitab yang umurnya sudah lebih 1400 tanpa perubahan. Digali terus menerus dan eksis. Bisa jadi kajian yang sama pada kitab lain, jika memang masih ada dalam bahasa aslinya.
      Namun, terus terang saya tidak ingin membahas ini berbanyak-banyak pada blog ini. Karena tidak ingin berpanas ria dan pada bagian tertentu juga sudah banyak pakar membahas cukup mendalam. Ahli fisika/matematika Islam sendiri yang sangat jauh lebih pandai dari saya, tentulah sudah menolak pendekatan tema ini, jika memang matematisnya keliru. Jadi, saya tidak perlu merasa risau. Lebih dari itu, semua pengetahuan dan hubung-hubungkan itu maknanya sesungguhnya hanya satu saja kok : Untuk memperkuat keimanan kepada Sang Pencipta, menyadari kelemahan kemampuan berpikir manusia, dan kesempurnaan kombinasi matematis dari ayat-ayat Sang Pencipta. Tujuan lanjutannya, tentu menjadi harapan semakin meningkatkan derajat takwa.
      Bahwa dari sisi luar, bisa memiliki pandangan berbeda : itu juga sebuah kewajaran yang tidak saya risaukan. Saya sendiri sama sekali menghindari mengkritisi kitab dari agama yang lain (bukan hanya Al Kitab, lama atau baru atau yang lainnya. Cukuplah saya memahami, bagaimana mereka melakukan koreksi atau perubahan dan ragam variasi pada kitabnya.

      Khusus untuk point 1. Tanpa Al Quran orang bisa menemukan kebenaran, sebab kebanyak ahli2 bukan islam.
      Malah buat saya pernyataan ini terasa aneh dan terlalu sederhana dibanding kritisi-kritisi Mas. Sedangkan kritisi Mas mengenai perhitungan siderial dan sinodik, saya lempar saja pada link dari ahlinya yang tentunya dalam alur yang sama tapi memiliki wawasan yang lebih baik. Saya merasa jawabannya ada di link itu. Tinggal bagaimana kesanggupan kita melihat aspek kebenaran itu sendiri.

      Kalau Mas Haniifa, emang betul dia komentarnya tajam dan butuh banyak waktu buat saya juga untuk menyelaminya (itupun kalau sampai), kalau nggak kadang sy juga jadi ikutan melar kemana-mana memahami esensinya…..

      Suka

  21. parhobass said

    @Haniifa
    Silahken panggil rekan sejawat sampean dari teka sampai dengan teke.. hehehe sayah tunggu diskusinya disini, kalau menurut sampean umat ISLAM doyan HOAX.

    Anda tidak menyimak sama sekali kata saya diatas:

    saya mengenal banyak teman muslim ahli matematika dan fisika..
    saya juga mengakui di atas langit ada langit…

    tidak usah jauh2…
    pemilik bloq inipun sudah menjadi korban, apakah ia bukan muslim???
    apakah ia pernah ngecek persolana ini ke Anda yang lebih ahli??
    saya tidak tau, tetapi dari ketidaktahuan dia,ia sudah buat page ini dengan bangga di dalam iman…
    kalau ternyata salah apakah itu bukan HOAX???

    Suka

    • @Oom Parhobass
      Yah hooHOAX itu sampean bukan pemilik blog, lha sampean sendiri hari natalnya dan tahun baru ngaco dunk kalau 1 tahun = 12,7 bulan… Hoax…hoex… kek.kek.keke… 😀 😆

      Suka

      • parhobass said

        saya tidak melihat Anda bergerak membuktikan rumus2 di atas benar apa tidak…
        Anda sibuk dengan kepercayaan saya… aneh kamu ini.

        Kalau Anda mau menjadi ahli matematika, jangan gunakan otak dialog Anda. itu tidak berguna. Kalau Anda menggunakannya maka akan banyak “pemaksaan”, seperti rumus2 di atas terlalu memaksa

        Suka

      • Lha itukan pendekatan TEORITIS sampean yang nyleneh… kalau menurut saya artikel diatas sudah sangat mapan, jadi masak dikutak-katik gathuk… ahhh, sampean aya-aya wae euy.. .hehehe

        Suka

  22. parhobass said

    @haniiifa
    Apa yang mesti dibuktikan, semua juga sekedar pendekatan atau hitungan tioritis… dan hahaha… mohon maaf dari awal-awal sayah agak kesusahan dengan asumsi sampean
    lihatlah bahayanya kalau menghubungkan2 dengan agama…
    Anda bilang teoritis, lalu setelah dihubungkan dengan Al Quran, apakah Al Quran teoritis???

    Suka

  23. parhobass said

    @haniifa

    bahan pemikiran
    http://en.wikipedia.org/wiki/Arabic_numeral_system

    Suka

  24. parhobass said

    @Haniifa

    lihat dua pernyataan Anda ini
    Yang namanya pendekatan itu adalah secara TEORITIS coi.

    Weleh…weleh… yang namanya CARA KERJA itu pasti PRAKTISI Om 😦

    bingung benar aku dengan otakmu BAAAAH hehehehe…
    ngga jelas kau amangg, terlalu pintar kali kau BAAAH (tuh sampai keluar logat BATAKku BAAAH)

    hahaha

    kalau Anda suka matematika
    biasakanlah alur mikirnya itu terkontrol…tersutruktur
    seperti waktu SMP/SMA itu lho..
    buat
    Diketahui:…..
    Ditanya:……
    Dijawab:…..

    jangan bolak balik, belum ditanya udah dijawab, tidak ada pertannyaan anda jawab.. ngga jelas kau amang BAAAHH

    Suka

    • @Oom Parhobass
      Yang lebih bingung itu sampean bah.. .hahaha….
      Contoh pendekatan matematis teoritis menghitung luas dengan integral.
      Contoh cara kerja itu praktisi, nyangkul pada sebidang tanah di sawah…

      Dua nya nyahhh… urusan LUAS Bahhh,sampean nggak lulus teka yah.. hahaha 😀 😆

      Suka

      • parhobass said

        weleh-weleh….
        contoh Anda sangat bagus, Integral

        untuk menghitung luas lingkaran,L, yang berjari2 r, dengan integral 2 dimensi
        L = 4 kali integral(0,pi/2) integral(0,r) r dr dθ

        yang akhirnya L = pi r^2 …. rumus ini sudah diapplikasikan dimana saja..
        dah masuk ke matematikan terapan, contohnya fisika…

        nah yang orang tidak ketahuikan, sebenarnya luas ini ada menyisakan error, sebab setiap integral pada dasanya menyisakan selisih tak berhingga yang sangat kecil jika dibanding dengan yang diinginkan. contohnya Anda buat pintu dan daunnya 4 x 2 menter, ketika Anda tutup dengan bagus, selalu ada saja celah2 yang tidak tepat, untuk menutup pintu dengan daunnya secara seksama dalam tempo yang sesingkat2nya (jakarta 17 agustus 05 hehehhe)

        pesan saya ke Anda…

        jangan melulu belajar matematis yang numeric (warisan india, arab, asia d.l.l)
        tetapi gunakan juga matematis filosofis (warisan romawi d.l.l)dan tentu matematika konsep (anda tau asalnya kan???)

        Suka

      • @Om Parhobass
        Alhamdulillah
        Akhirnya sampean mengerti juga kenapa sayah bilang “ente idealis banget” 😀

        حَنِيفًا berkata
        Oktober 2, 2009 pada 4:20 pm

        @Om Parhobass
        bahwa fisika dan matematika tak lepas dari “cara kerja” pendekatan
        _____________________
        Hahaha… idealis sekali sampean, coba lihat perdebatan sayah oleh orang-orang matematika disini mohon maaf menurut sayah mereka ahli sempoa.. hahaha 😀 😆

        Asal tahu saja tidak semua teori bisa diaplikasiken, tetapi aplikasi tanpa teori… try n error… hehehe

        Suka

  25. lovepassword said

    Wong-wong pinter nek lagi diskusi marahi aku melongo . Nonton sik. Sip Markusip

    Suka

  26. Mana neeh… Oom Parhobass si jagoan Ilmu Sempoa ?! :mrgreen:

    penurunannya begini:
    1 tahun = 12 bulan
    maka
    1000 tahun menjadi 12 *1000 = 12000 bulan
    berdasar quranic time ok bung hanifa:
    yang benar:
    1 tahun = 365,242190 hari
    1 bulan = 27,321661

    nah kalau 1000 tahun = 365.242,190 hari 😛
    karena 1 bulan = 27,321661 hari
    maka 1 hari = 1/27,321661 bulan
    maka dalam 1000 tahun menjadi
    1000 tahun = 365.242,190 x 1 hari
    1000 tahun = 365.242,190 x 1/27,321661 bulan
    1000 tahun = 13.368,227884 bulan

    jadi bukan 12000 bulan

    Nahh… dalam 1000 tahun itu ?!
    1. Berapa jumlah hari/tahun yang Non Kabisat = 365
    2. Berapa jumlah hari/tahun yang Kabisata = 366
    3. Perhitungan Initial awal tahun + 1000 sangat menentukan TOTAL jumlah HARI, walaupun cuma selisih 1 hari… hehehe

    Wassalam, Haniifa.

    Suka

    • parhobass said

      Haniifa;
      dalami dulu semua persamaannya Dr Mansour itu, baru komentar…

      ingat Dr Mansour menggunakan sinodic dan sidereal secara bersamaan, maka dengan “pola”-nyalah saya turunkan rumus2 di atas. dimana ia mendapat 12000 bulan, seharusnya 13.368,227884 bulan

      sekali lagi, saya sudah awali dari awal, Dr mansour tidak konsisten. Sama seperti Anda tidak konsisten di dalam berbagai dialog dengan saya.

      Mas Agor, salam hangat kepada Anda….bagi saya Anda lebih memiliki nurani yang tajam.
      Mas haniifa ini hatinya keras bukan main.

      Suka

      • @Om Parhobass
        dengan “pola”-nyalah saya turunkan rumus2 di atas. dimana ia mendapat 12000 bulan, seharusnya 13.368,227884 bulan
        ________________________
        Weleh…weleh…. baca dunk yang jelas, jangan dibolak-balik dechock 😀 😆

        Dengan memperhitungkan jarak tempuh bulan dan satu hari = 12000 bulan (1000 tahun) = sekian hari = sekian detik dan kecepatan edar bulan terhadap bumi relatif ,

        Sampean ini benar-benar nggak lulus teka yahh.. hahaha, maksud beliau adalah kesetaraan SATU hari berbanding lurus dengan 12000 BULAN, bukan disuruh mengitung hari… he.he.he….

        Mas haniifa ini hatinya keras bukan main.
        ________________________
        Bukan soal keras hati @Bung !!!
        Masalahnya sampean ngarti nggak.
        😛

        Suka

      • @Bung Parhobass
        Haniifa;
        dalami dulu semua persamaannya Dr Mansour itu, baru komentar…

        ___________________________
        Masih kurang jelas ?!
        1 hari berbanding lurus dengan 1000 tahun
        atau….
        1 hari berbanding lurus dengan 12000 bulan
        atau…
        1 hari berbading lurus dengan… hehehe hitung sendirilah biar pintar
        Neeeh… cara menghitung hari dalam 1000 tahun itu ?!
        1. Berapa jumlah hari/tahun yang Non Kabisat = 365
        2. Berapa jumlah hari/tahun yang Kabisata = 366
        3. Perhitungan Initial awal tahun + 1000 sangat menentukan TOTAL jumlah HARI, walaupun cuma selisih 1 hari… hehehe… bisa diabaiken 😀
        Salam hangat selalu, pesan sayah buat sampean jangan suka ndumel.

        Wassalam, Haniifa.

        Suka

  27. parhobass said

    @haniifa

    ya Anda memang hebat, karena sudah lulus TK, anak TK yang jujur mempertahankan kesalahan.
    teruskanlah kekerasan hatimu itu….

    pesan saya, hati yang keras tidak mengenal Allah. Ia hanya puas terhadap apa yang ia ketahaui.

    shalom aleikha
    hakadosh

    Suka

    • @Om Parhobass
      ya Anda memang hebat, karena sudah lulus TK, anak TK yang jujur mempertahankan kesalahan. teruskanlah kekerasan hatimu itu….
      pesan saya, hati yang keras tidak mengenal Allah. Ia hanya puas terhadap apa yang ia ketahaui.

      __________________
      Itukan menurut sampean @Om 😀 , bukan menurut Allah subhanahu wa ta’ala !!

      Wassalam, Haniifa.

      Suka

    • agorsiloku said

      Logika perhitungan bulan dari sisi Allah Swt menurut AQ adalah bulan (Qomariah). Satu hari yang 27,321661 itu dirujuk oleh Oom Parhobass, adalah ok yang disampaikan Kang Haniifa juga.
      Persoalan kemudian, sedikit berbeda antara bulan qomariah (siderial) dengan bulan matahari (sinodik) dari Oom Parhobass. Qomariah itu bulan mengelilingi bumi (pusat koordinat di bumi) dan bulannya perhitungan matahari, matahari lho yang jadi pusat koordinat. 1000 tahun = 12 ribu bulan Qomariah jelas maknanya 12 ribu kali bulan mengelilingi bumi dan karena model hitungan fisikanya kemudian ditemukan : ternyata “urusan itu” sebanding dengan kecepatan cahaya. Injil juga menjelaskan hal yang sama (seperti dikutip oleh Oom Parhobass). Jadi sama saja, logika injil dan al Qur’an (ya wajar toh, sumber dasarnya sama, dari Allah Swt). Injil memang tidak menjelaskan lebih banyak mengenai hal ini, namun AQ menjelaskan sedikit lebih banyak (malaikat menghadap Allah dengan kecepatan yang kadarnya 50 ribu tahun) atau 50 kali lebih cepat…–> jelas materi ini belum bisa dijelaskan tanpa mendalami teori kuantum. Barangkali, abad mendatang manusia akan lebih memahami. Ayat tentang kecepatan cahaya ini juga datang 1400 tahun yang lalu lebih, jadi orang-orang terdahulu cukup mengimani saja (disamping ragam tafsir yang hanya bisa mendekati), namun ilmu pengetahuan sebagai alat bantu mampu menjelaskan ayat-ayat Allah Swt ini).
      Lalu bagaimana dengan satu tahun 12 bulan yang kurang lebih 365 hari (tahun perhitungan masehi/syamsiah/sinodik/matahari). Di sini kekisruhan “agak” sedikit terjadi (namun prinsipil juga seeh). Kalau 27,321661 itu dijadikan hitungan bumi berputar pada sumbunya, jelas ada faktor-faktor koreksi yang harus dilakukan (seperti digambarkan pada link febian yang saya rujuk pada komentar).

      Satu hari didefinisikan bumi berputar pada sumbunya yaitu 23 jam, 56 menit, 4.0906 detik

      Ini yang saya lihat terjadi pencampuran antara 27,321661 dengan hitungan 1000 tahun = 12 ribu bulan yang disampaikan oleh Oom Parhobass.

      Sedangkan soal Oom Parhobass nilai ini (Dr Mansour tidak konsisten), tentu bisa dicek secara matematis, seperti dirujuk pada link. Selebihnya, dapat direnungkan kesalahan dan kebenarannya…..

      Suka

      • parhobass said

        1. Agor, saya sudah jelaskan di atas, semisalpun 12000 bulannya benar, maka masih ada kesalahan, ceklah kesalahan 1-7 yang saya buat..
        2. Paling tidak kesalahan pi, tidak bisa dianggap enteng oleh seoarang Dr Mansouur
        3. maksud anda kecepatan malaikat 50 kali lebih dari c(kecepatan cahaya)?? (taukah anda artinya???

        Suka

      • @Oom Parhobass
        ceklah kesalahan 1-7 yang saya buat..
        ____________________
        Sampean kurang menyimak dan menyamak 😛
        Bila sampean mau pakai sistem Qomariah, gampang coi
        1000 tahun = 12000 bulan, itungan harinya sampean balar rukhiyat dan hilal …hahaha
        😀 😆

        Paling tidak kesalahan pi, tidak bisa dianggap enteng oleh seoarang Dr Mansouur
        _____________________
        Lha inikan pendapat sayah sama sampean… coba baca komentar sayah soal pi :mrgreen:

        حَنِيفًا berkata
        Oktober 2, 2009 pada 2:52 pm

        @Parhobass
        maka lintaran yang ditempuh bulan dalam 1 kali rotasi
        L = 2 pi R
        _____________
        Maslah pi silahken sampean baca sendiri juga disinih… 😀

        R tidak konstan Om, simplenya saja dalam 1 bulan ada 29 hari dan 30 hari

        Hua.ha.ha… pantasan nggak lulus teka NOL, rupanya tukang contek yah…

        maksud anda kecepatan malaikat 50 kali lebih dari c(kecepatan cahaya)?? (taukah anda artinya???
        _________________________________
        Jangan kasih nyaho @Kang, entar dicontek lagih… 😦

        Suka

      • agorsiloku said

        Justru di situ perbedaannya…
        Nomor 3
        ini bahasan yang keluar dari hukum-hukum fisika, jadi nggak ada penjelasan yang akan bisa memuaskan. Perhitungan lebih cepat dari cahaya itu sendiri, gelombang yang bergerak pada partikel, tapi tidak pernah keluar dari partikel itu sendiri.
        Dalam khasanah ini HM Nur, menjelaskan tentang Taychon, sebagian ilmuwan juga membahasnya. Sangat menarik, tapi barangkali hanya ilmuwan teoritis yang lebih memahaminya….

        Suka

      • @Oom Parhobass
        Bigimana kalau sayah bilang kecepatan malaikat mengalami PERCEPATAN 50x dari C , bisa nggak tolong itungin V(akhir) Malaikat ?! :mrgreen:

        Suka

  28. parhobass said

    @haniifa
    Bigimana kalau sayah bilang kecepatan malaikat mengalami PERCEPATAN 50x dari C , bisa nggak tolong itungin V(akhir) Malaikat ?! :mrgreen:

    sepertinya Anda tidak paham dari implikasi kalimat Anda…
    dalami dulu kalimat saya ini sebelumnya, kalau Anda ngerti Anda tidak akan berkata2 dengan 50x dari c:

    sebarkan dulu beberapa kue ini, dimana caranya adalah 10 dibagi 1 dikurang kue

    Suka

    • @Oom Parhobas
      3. maksud anda kecepatan malaikat 50 kali lebih dari c(kecepatan cahaya)?? (taukah anda artinya???
      ___________________________________
      Menurut pemahaman saya singularity tercapai saat v benar-benar sama dengan c, dan untuk mencapai v=c diperlukan energi yang sangat besar, nah sayah memang tidak mengerti jadi tolong dunk mengenai special theory of relativity ini… misalnya : Transformsi Lorentz
      Koordinat S =(t, x, y, z) sehingga S’=(t’, x’, y’, z’)

      \begin{cases} t' = \gamma \left(t - \frac{v x}{c^{2}} \right) \\ x' = \gamma (x - v t) \\ y' = y \\ z' = z  \end{cases}

      Dimana sebagai…
      \huge \gamma = \frac{1}{\sqrt{1 - \frac{v^2}{c^2}}}
      faktor Lorentz dan c adalah kecepatan cahaya di ruang vakum.

      (taukah anda artinya??? TOLONG BERI TAHU DUNK :mrgreen:

      Suka

      • Nambah dikit:
        Kalau bisa yang 50x kecepatan C, jangan lupa yang 50x PERCEPATAN C.

        Thx berat.

        Suka

      • agorsiloku said

        Oom Haniifa, guru TKku, guru bahasaku, guru fisikaku juga….,
        apa masih kita bicara kecepatan “cahaya di atas cahaya” menggunakan rumus fisika, menjelaskan komunikasi kuanta-kuanta menggunakan hukum fisika….
        Salam, agor

        Suka

      • Wah.. mau dikasih nilai berapa neehhh… nilai tertinggi itu 100, apa mau dapet nilai 101 hahaha

        ini bahasan yang keluar dari hukum-hukum fisika, jadi nggak ada penjelasan yang akan bisa memuaskan. Perhitungan lebih cepat dari cahaya itu sendiri, gelombang yang bergerak pada partikel, tapi tidak pernah keluar dari partikel itu sendiri.
        Dalam khasanah ini HM Nur, menjelaskan tentang Taychon, sebagian ilmuwan juga membahasnya. Sangat menarik, tapi barangkali hanya ilmuwan teoritis yang lebih memahaminya….

        Sampai saat ini jawaban paling Top Gan.. ehh Top Gun 😀

        Salam hangat selalu, Haniifa.

        Suka

  29. parhobass said

    @Agor

    1. perhatikan ketidakkonsistenan Dr. Mansour
    dia mengambil hari dalam 1 bulan, 29,53059 hari, sinodic
    dan ia mengambil 1 hari = 86164.0906 detik, sidereal

    2. Perhatikan perhitungan2 yang Anda paste di atas, sepertinya sumber Anda tidak paham arti digit di belakang koma (secara acak menggunakan dua,empat,lima, enam di belakang koma)

    3. saya sedang tidak menyoroti kesalahan Al Quran Anda, kita sedang menyoroti Dr Mansour

    Suka

    • agorsiloku said

      😀
      1. Betul Mas, pemahaman saya Dr. Mansour mengambil 1 bulan sinodic adalah perjanjian 1 tahun = 12 bulan = 365 hari, dan sedikit berbeda dengan 364, sekian dengan lunar sistem.
      Ini yang menjadi titik tolak berpikir Mas, jadi perbedaan itu dijelaskan : saya kira cukup baik oleh postingan yang saya kopikan di postingan (tulisan hm nur). Jadi, saya belum berhasil menemukan kejanggalan seperti yang Mas sampaikan. Namun, jika kemudian catatan benar, tentu saja saya juga tidak akan segan-segan mengakui hal tersebut. Perhatikan koreksi hitungan yang dilakukan perhitungan oleh HM Nur yang saya postingkan ulang.

      2. he..he..he…, dulu sih latar belakang saya menghitung geoid atau menghitung koordinat peta sampai ratusan tahapan hitungan… tapi sekarang emang, angka signifikan saja sudah lupa, sama kagetnya dengan kecepatan tangensial koreksi, jumlah sudut segitiga sebenarnya tidaklah 180 derajat… udah lupa deh. 😀
      3. Yap, saya paham, karena mencari kesalahan dari kitab sebagai bagian dari agama masing-masing hanya malah menimbulkan pertentangan tak berkesudahan. Kita belajar untuk jadi arif, bukan untuk mencari menang-menangan. Biarlah apa yang diperselisihkan, kelak Sang Pencipta yang memutuskan…

      Jika benar Dr. Mansour salah… maka koreksi Mas adalah sesuatu yang berharga, jika tidak, tentu kita bisa ambil hikmahnya….

      Seperti perkenalan kita sekarang, dan sahabat saya Oom Haniifa yang lucu itu. Buat saya, alangkah bahagianya jika semua ini dicatatkan oleh utusanNya (malaikat) sebagai amal.
      Siapapun Anda dan apapun latar belakangnya, juga siapa saya dan apapun latar belakangnya tidaklah penting.

      Suka

      • parhobass said

        @Agor
        kita bahas pernomor ok
        1. perhatikan rumus copas dari tulisan di atas
        Sj = U t = 12000 L, di mana

        Sj sepotong jarak yang ditempuh cosmic affair dalam satu hari dan yang ditempuh oleh bulan 12000 kali mengelilingi bumi,
        U = laju cosmic affair,
        t = satu hari (terrestrial siderial day) = satu kali bumi berpusing pada sumbunya = 23 jam, 56 menit, 4,0906 detik = 86164,0906 detik
        L = jarak inersial yang ditempuh bulan dalam satu kali mengorbit bumi dalam pengertian gerak geosentrik, bumi menjadi titik pusat sistem koordinat, artinya gerak relatif bulan terhadap bumi.

        point saya adalah:
        a. Dr Mansour membuat 12000 itu secara sinodic
        b. lihatlah t, itu sudah sidereal
        padahal bulan, hari adalah satuan waktu. nah kalau cara pengambilannya sudah tidak konsisten gimana bisa konsisten penyelesaiannya seterusnya.
        Contohnya gini mas:
        si Haniifa berangkat ke kampus dari rumahnya 12000 bulan (karena menggunakan motor)
        si Agor berangkat ke kampus dari rumahnya 23 jam, 56 menit, 4,0906 detik = 86164,0906 detik (karena menggunakan pesawat waktu)

        jadi ada “dua media berbeda” digunakan untuk menghitung rumus yang sama

        2. untuk penghitungan digit di belakang koma, yang paling bagus sampai sekarang saya kira 6 digit di belakang koma, sekali kita tidak konsisten dengan ini, maka kekeliruan akan berjalan terus…. perhatiknlah hasil hitungan tulisan di atas.
        contohnya:
        1,1230879 adalah pengali bonus 1.000.000.000 rupiah di bagi oleh Haniifa, Argo sama Parhobas.
        nah kalau bos kita hanya menggunakan 2 digit, kebayangkan uang bonus Anda yang hilang???
        (heheheh pendekatan uang mungkin lebih cepat ditangkap)

        coba bayangkan kalau

        3. Yupp, sebab dari awal itulah point saya, saya kira saya konsisten di sana, kita membahas Dr Mansour, bukan yang lain

        Suka

      • @Om Parhobass
        si Haniifa berangkat ke kampus dari rumahnya 12000 bulan (karena menggunakan motor)
        ________________________
        Motor saiyah masih dipegadean di jabel coi 😦 , jadi salah tuhh.. hahahah…

        Suka

  30. parhobass said

    @haniifa
    saya tau banget, makanya dengan membeberkan terus, saya semakin paham Anda tidak paham sama sekali arti 50x c

    Suka

  31. parhobass said

    @Agor
    pernyataan Anda sangat dalam

    Oom Haniifa, guru TKku, guru bahasaku, guru fisikaku juga….,
    apa masih kita bicara kecepatan “cahaya di atas cahaya” menggunakan rumus fisika, menjelaskan komunikasi kuanta-kuanta menggunakan hukum fisika….
    Salam, agor

    buat haniifa, yang ternyata guru TK yang komplit:
    kata kunci dari saya untuk rumus2 lorentz di atas adalah
    1. tidak ada kecepatan yang melewati cahaya (ini cocok dengan pernyataan di Agor di atas, kasarannya kalkulator dagang tidak sanggup menghitung sinus 35 derajat )

    2. kalau Anda bisa membuat sesuatu yang fisis dengan persamaan y = i (i = bilangan imaginer), maka Anda benar2 guru TK yang patut dihandalkan dibumi maupun disurga hehehehehe

    Suka

    • @Oom Parhobass
      Hua.ha.ha… telmi sampean ketahuan 😀 😆

      Suka

    • agorsiloku said

      Di dalam kitab Al Qur’an dijelaskan bahwa cahaya bukanlah kecepatan yang maksimum (kecepatan tertinggi). Masih ada lagi “something” yang lebih cepat pergerakannya dari kecepatan cahaya.
      Gelombang yang berlalu pada partikel cahaya (pada foton), juga lebih cepat dari kecepatan cahaya, tetapi tidak bisa dirumuskan lagi untuk sebuah partikel lebih cepat dari cahaya.
      Saya juga tak tahu lagi (jadi nggak sanggup nerusin diskusinya), Entah kucing Shrodinger juga mungkin tak menjelaskan.

      Pertanyaan-pertanyaan serupa, tentang kehadiran penciptaan setiap saat dari ketiadaan menjadi ada juga adalah pertanyaan yang lebih filosofis dan “mungkin” tak dapat ditemukan jawabannya sampai akhir abad ini, mungkin juga lebih cepat. Kita tak tahu itu !

      Karena itu, saya tidak menganggap bahwa tidak ada kecepatan yang lebih cepat dari cahaya….
      Secara logis, luasnya alam semesta dari ujung ke ujung yang lain, sebagai sebuah sistem yang terdiri dari banyak bintang, galaksi dan jauhnya dalam ukuran fisika tak terkira, maka menjadi silogisme tersendiri bahwa emang ilmu manusia untuk memahami karya cipta Sang Pencipta masih terlalu teramat sedikit.

      Namun, itulah salah satu yang membuat kita merasa kecil dan tak berarti di hadapan ayat-ayat alam semesta yang disajikan Sang Pencipta.

      Suka

  32. parhobass said

    @Agor,
    kita koq jadi membahas kecepatan malaikat yah hehehe

    haiifa yang lucu (paling tidak menurut mas Agor), atau mungkin semua yang masih keras hatinya.

    gini mas Haniifa ya, sampean sudah kasih rumus factor lorenz segala, di situ ada pembagi
    yaitu akar dari (1-v^2/c^2)…

    dari rumus ini kita di”patok” supaya v tidak mungkin bisa melampaui c, v tidak bisa lebih besar dari c… kenapa???
    nah kalau Anda yakin malaikat (katakanlah Jibril) bergerak bisa 50 x c maka rumus itu akan menjadi 2499i (i adalah bilangan imaginer), ini sesuatu yang tidak mungkin di dunia fisis…

    nah dengan pemikiran beginilah maka mas Agor berkata:

    Karena itu, saya tidak menganggap bahwa tidak ada kecepatan yang lebih cepat dari cahaya….
    Secara logis, luasnya alam semesta dari ujung ke ujung yang lain, sebagai sebuah sistem yang terdiri dari banyak bintang, galaksi dan jauhnya dalam ukuran fisika tak terkira, maka menjadi silogisme tersendiri bahwa emang ilmu manusia untuk memahami karya cipta Sang Pencipta masih terlalu teramat sedikit.

    artinya kalau kita memaksakan rumus2 tertentu kepada sesuatu yang tidak dapat kita indera, salah satunya Jibril, maka “moooodyarrr” jadinya… paham kah???

    nah kalau Anda masih ngotot, maka Anda sama tidak konsistennya dengan Dr Mansour,…
    Anda sepihak percaya ada kecepatan di atas c, tetapi ngotot menggunakan rumus2 kecepatan cahaya untuk malaikat,… inkonsisten.

    jadi gimana neh, Dr Haniifa, guru TK yang komplit, Dr Mansour keliru apa salah??? hehehehe

    Suka

    • @Oom Pra Sejarah 😀
      dari rumus ini kita di”patok” supaya v tidak mungkin bisa melampaui c, v tidak bisa lebih besar dari c… kenapa???
      _______________________
      Tanyaken sendiri sama @Mas Lorentz dan @Mas Einstein dunk, jadi sampean bisa puass… hehehe

      nah kalau Anda yakin malaikat (katakanlah Jibril) bergerak bisa 50 x c maka rumus itu akan menjadi 2499i (i adalah bilangan imaginer), ini sesuatu yang tidak mungkin di dunia fisis…
      ________________________
      Lha itu dia lho, Prof. Parhobass !!
      Allah subahanahu wa ta’ala dan para Malaikat itu harus di iman-i bukan dikotak-kotik secara hukum fisika, buktinya seampean sendiri menghitung kecepatan malaikat saja mentox’s… hahaha

      nah kalau Anda masih ngotot,
      ________________________
      Hua.ha.ha… Neeehhh kalau sampean masih Nulang silahken. (dasar tulang beluang 😀 😆 ).

      Biginuh Prof. !!

      Suka

    • agorsiloku said

      @ 😀
      iya…Mas Parhobass, ya kenapa bicara yang lain (mungkin karena sy mempercayai masih ada yang lebih lebih cepat dari cahaya).

      Sedang mengenai Dr Mansour itu sendiri, saya sih anggap benar saja karena ada cos @ itu sebagai unsur koreksi yang disebut inkonsistensi itu lho (tapi biar nanti oom Haniifa yang cek deh, soalnya begitu ke rumus, agor jadi butuh panadol !). Tapi, nanti di kesempatan lain, sy mo konfirmasi ke doktor atau mahasiswa fisika/matematika… kalo udah dapat, dan betul dia bilang juga Dr. Mansour salah, saya cek lagi ke yang lain… lalu akan saya postingkan lagi kekeliruan Dr. Mansour.

      Namun, betapapun, saya haturkan terimakasih atas diskusi yang hangat ini. Senyum dan tawa menyertai… dan catatan tentang korupsi juga penting, mari kita bersihkan negeri ini dari korupsi, meskipun kita hanya dapat lakukan dengan menjaga agar diri kita menjaga diri dari penyalahgunaan wewenang….
      😀

      Suka

      • parhobass said

        terimakasih mas, kalau sudah didapat, tolong saya dikabarin ok, biar saya juga tahu dimana kesalahan analisa saya….

        salam hangat,dan senang berkenalan dengan Anda.

        shalom alenu
        hakadosh

        Suka

      • Kembali kasih @mas, sayah juga senang berkenalan dengan sampean tapi lebih senang bersahabat dengan Oom Haniifa.

        Salam hangat selalu.

        #Kata Mas Agorsiloku, maaf beliau sedang makan siang…. hahaha 😀 #

        Suka

  33. parhobass said

    @haniifa

    Kembali kasih @mas, sayah juga senang berkenalan dengan sampean tapi lebih senang bersahabat dengan Oom Haniifa.

    yah saya tau…
    orang yang doyan hoax lebih nyaman makan bersama babi asal seideologi.
    maaf kalau analogi saya kasar.

    sekian dan terimakasih, dari pada yang namanya perjumpaan kita di blog ini, semoga daripada yang namanya kesalahan saya di analisa dari pada yang namanya kecepatan cahaya yang mana yang diterapkan oleh Dr Mansour, bisa diperbaiki, dicounter, dan sebagainya, demi untuk daripada yang namanya kita sebut Indonesia Jaya…

    Merdeka..

    Ini dadaku
    Mana dadamu…
    Ganyang… Hoax

    Parhobass/Hakadosh..
    yang masih ngikut2, beo, silahkan

    Suka

  34. Ahh… enakan dada ayam goreng Kalasan !! :mrgreen:

    Suka

  35. parhobass said

    @qarrobin

    a,b,c….

    mas perhatikan rumus sampean sekali lagi ok

    a. ø = (360 degrees / 365.2421987 synodic days) x 27.32166088 synodic days
    ø = 26.92952225 degrees (yang saya BOLD diambil berdasar synodic apa sidereal???).

    itu tidak konsisten…
    kalau yang konsisten begini:
    kosisten di sinodic
    ø = (360 degrees / 365.24219 synodic days) x 29,530589 synodic days

    maka di dapat ø = 29,106747 degress (satuannya jadi degress karena sinodic/sinodic = 1)

    tetapi rumus anda menjadi:
    ø = (360 degrees / 365.2421987 synodic days) x 27.32166088 sidereal days
    ø = 26.92952225 degrees sinodic/sideral (satuannya degress sinodic/sidereal)

    makanya dengan memaksa rumus ini didapat 13 koma sekian bulan untuk 360 derajat (yang artinya beda kalender hijriah dengan masehi ada sekitar 30 hari lebih)

    ingat kalender hijriah berbeda 11 hari (pembulatan saja) dengan kalender masehi
    maka dengan menggunakan rumus yang konsisten di atas didapat
    360 degress bumi /29,106747 degress relatif bumi = 12,368266 bulan

    sehingga ada selisih 0.368266 bulan yang setara dengan .368266(bulan)*29,530589(hari/bulan) = 10,875122 hari

    kalau dibulatkan menjadi 11 hari.. sama dengan yang di atas…

    dengan dasar acak kadul beginilah perhitungan yang Anda buat di atas… tidak konsisten…

    Suka

    • qarrobin said

      yang saya salah ketik
      : ø = (360 degrees / 365.2421987 synodic days) x 27.32166088 sidereal days

      seharusnya
      : ø = (360 degrees / 365.2421987 heliosentric revolution) x 27.32166088 sidereal days

      perhitungannya begini

      kalender masehi : 365.2421987
      bumi mengelilingi matahari 360 degrees

      kalender hijriyah : 354.36708
      bulan (yang titik awalnya berada diantara bumi dan matahari) mengelilingi bumi dan titik akhirnya kembali sejajar yakni bumi-bulan-matahari. Karena itu ia disebut synodic days, satu month = 29.53059
      Pada kesejajaran bumi-bulan-matahari ini, bulan mengelilingi bumi lebih dari 360 degrees. Kalo saya memakai synodic days ini, maka nilai L orbit bulan tidak tepat 2 pi R. jika memakai 29.53059 maka nilai L akan lebih besar dari 2 pi R

      saya tidak memakai kalender hijriyah di atas, karena tidak akan didapatkan 12000 L yang nantinya akan digunakan untuk mencari nilai c = 299792.458 km/sec

      Anda mempertanyakan mengapa saya memakai 365.2421987 yang jika dibagi dengan 27.32166088 menghasilkan nilai 13.36822824 L
      namun nilai 13.36822824 ini tidak saya pakai misal
      27.32166088 * 13.36822824 L * 1000 = 365.2421987 * 1000
      karena nilai c akan lebih besar dari 299792.458 km/sec

      yang saya pakai adalah sidereal days
      27.32166088 * 12 L * 1000 = 327.85993056 * 1000

      c = 27.32166088 * 12 L * 1000 * V * cos ø / t’
      c = 655.71986 hr * 12000 * 3682,3640350 km/hr * cos(26.92952225) / 86170.43114 sec
      c = 299792.458 km/sec

      jawaban saya mengapa memakai ø = (360 degrees / 365.2421987 heliosentric revolution) x 27.32166088 sidereal days

      adalah karena saya memakai respect to stars L = 2 pi R
      pertama kita andaikan bumi tidak mengelilingi matahari, ketika bulan mengelilingi bumi 360 degrees selama 27.32166088 maka L orbit bulan = 2 pi R

      kedua karena bumi dan bulan adalah satu system yang mengelilingi matahari sebesar 360 degrees
      selama bulan membentuk L = 2 pi R mengelilingi bumi, system bumi-bulan juga bergerak mengelilingi matahari selama 365.2421987 untuk membentuk 360 degrees, karenanya di dapat ø = 26.92952225 selama 27.32166088

      biar Anda lebih memahami perhitungan saya :
      L = 2 pi R respect to stars

      1 L 26.92952225 degrees — > 27.32166088 * 1 L = 27.32166088
      2 L 53.8590445 — > 27.32166088 * 2 L = 54.64332176
      3 L 80.78856675 — > 27.32166088 * 3 L = 81.96498264
      4 L 107.718089 — > 27.32166088 * 4 L = 109.28664352
      5 L 134.64761125 — > 27.32166088 * 5 L = 136.6083044
      6 L 161.5771335 — > 27.32166088 * 6 L = 163.92996528
      7 L 188.50665575 — > 27.32166088 * 7 L = 191.25162616
      8 L 215.436178 — > 27.32166088 * 8 L = 218.57328704
      9 L 242.36570025 — > 27.32166088 * 9 L = 245.89494792
      10 L 269.2952225 — > 27.32166088 * 10 L = 273.2166088
      11 L 296.22474475 — > 27.32166088 * 11 L = 300.53826968
      12 L 323.154267 — > 27.32166088 * 12 L = 327.85993056
      13 L 350.08378925 — > 27.32166088 * 13 L = 355.18159144

      13.368228246232626722518257820188 L 360 degrees — > 27.32166088 * 13.368228245866435042290152310828 L = 365.2421987

      perhitungan di 13.36822824 L hanya menjelaskan bahwa system bumi-bulan mengelilingi matahari 360 degrees, itu saja. Kalo saja system bumi-bulan tidak mengelilingi matahari, maka tidak akan terjadi pergeseran posisi titik awal-akhir L = 2 pi R. Kalo saja system bumi-bulan tidak mengelilingi matahari, maka cos ø tidak perlu digunakan

      perhitungan berlanjut ke
      12000 L — > 27,32166088 * 12000 L = 327859,93056

      yang perlu Parhobas ingat, perhitungan saya menggunakan tahun respect to stars yakni 12 L = 327.85993056 untuk mencari nilai c

      saya tidak menggunakan tahun 354.36708 * 1000
      juga tidak menggunakan tahun 365.2421987 * 1000

      perhitungan tidak berlanjut ke
      13368,22824 L — > 27,32166088 * 13,36822824 L * 1000

      kesimpulan :
      intinya, satu tahun yang saya gunakan adalah respect to stars yakni 12 L = 327.85993056
      L = 2 pi R selama 27,32166088 hari

      c = 27.32166088 * 12000 * V * cos ø / t’
      c = 655.71986 hr * 12000 * 3682,3640350 km/hr * cos(26.92952225) / 86170.43114 sec

      c = 299792.458 km/sec

      Suka

      • parhobass said

        mas,

        yang saya takutkan adalah… semua angka2 itu dihubung2kan saja supaya c didapat…aspek matematis dan fisikanya sama sekali tidak ada.

        saya sudah jelaskan di bawah, konsep matematika dan fisika dalam perhitungan ini adalah..

        seorang yang mengamati relatif “laju cahaya” di bumi, tiba tiba loncat ke bulan untuk menghitung “laju cahaya” yang sama.

        dan sekali lagi kalau menurut Anda itu benar, ya tidak apa2…

        Suka

  36. parhobass said

    @qarrobin

    rumus Anda

    ø = (360 degrees / 365.2421987 synodic days) x 27.32166088 sidereal days
    ø = 26.92952225 degrees sinodic/sideral

    perhatina satuannya, berarti kita masih harus menghilangkan salah satu satuan sinodic dan sidereal
    (itupun kalau Anda masih yakin ø satuannya degrees
    sehingga
    ø = 26.92952225 degrees sinodic/sideral
    = 26.92952225 degrees 29,530589/27.321661
    = 29,106747 degress

    maka akan konsisten…

    Suka

  37. parhobass said

    @garrobin

    rahasia 12000

    gini…
    satu bulan rata2 sama dengan 29,5 hari
    maka dengan demikian 1000 tahun = 12000 bulan..

    kuncinya adalah 29,5 itu sinodic
    tetapi perhatikan perhitungan selanjutnya….
    semua berdasar sidereal
    artinya apa?
    artinya adalah.. seorang yang mengamati relatif “laju cahaya” di bumi, tiba tiba loncat ke bulan untuk menghitung “laju cahaya” yang sama..

    kecuali bagi Anda itu benar ya tidak apa-apa

    Suka

  38. […] ringkasan jawaban buat mas Parhobass di artikel milik mas Agorsiloku, silahkan baca diskusinya di https://agorsiloku.wordpress.com/2006/05/23/mengukur-kecepatan-cahaya-dari-pergerakan-bulan/ Menurut mas Agor, sebuah diskusi bukan untuk mencari titik temu, tapi memahami kedua belah pihak, […]

    Suka

  39. parhobass said

    @Qarrobin

    yang saya salah ketik
    : ø = (360 degrees / 365.2421987 synodic days) x 27.32166088 sidereal days

    seharusnya
    : ø = (360 degrees / 365.2421987 heliosentric revolution) x 27.32166088 sidereal days

    synodic days=heliosentric revolution, beda bahasa saja…
    merah=red, beda bahasa saja..


    perhitungannya begini

    kalender masehi : 365.2421987
    bumi mengelilingi matahari 360 degrees

    kalender hijriyah : 354.36708
    bulan (yang titik awalnya berada diantara bumi dan matahari) mengelilingi bumi dan titik akhirnya kembali sejajar yakni bumi-bulan-matahari. Karena itu ia disebut synodic days, satu month = 29.53059
    Pada kesejajaran bumi-bulan-matahari ini, bulan mengelilingi bumi lebih dari 360 degrees. Kalo saya memakai synodic days ini, maka nilai L orbit bulan tidak tepat 2 pi R. jika memakai 29.53059 maka nilai L akan lebih besar dari 2 pi R

    saya tidak memakai kalender hijriyah di atas, karena tidak akan didapatkan 12000 L yang nantinya akan digunakan untuk mencari nilai c = 299792.458 km/sec

    Anda mempertanyakan mengapa saya memakai 365.2421987 yang jika dibagi dengan 27.32166088 menghasilkan nilai 13.36822824 L
    namun nilai 13.36822824 ini tidak saya pakai misal
    27.32166088 * 13.36822824 L * 1000 = 365.2421987 * 1000
    karena nilai c akan lebih besar dari 299792.458 km/sec

    yang saya pakai adalah sidereal days
    27.32166088 * 12 L * 1000 = 327.85993056 * 1000

    c = 27.32166088 * 12 L * 1000 * V * cos ø / t’
    c = 655.71986 hr * 12000 * 3682,3640350 km/hr * cos(26.92952225) / 86170.43114 sec
    c = 299792.458 km/sec

    jawaban saya mengapa memakai ø = (360 degrees / 365.2421987 heliosentric revolution) x 27.32166088 sidereal days

    adalah karena saya memakai respect to stars L = 2 pi R
    pertama kita andaikan bumi tidak mengelilingi matahari, ketika bulan mengelilingi bumi 360 degrees selama 27.32166088 maka L orbit bulan = 2 pi R

    kedua karena bumi dan bulan adalah satu system yang mengelilingi matahari sebesar 360 degrees
    selama bulan membentuk L = 2 pi R mengelilingi bumi, system bumi-bulan juga bergerak mengelilingi matahari selama 365.2421987 untuk membentuk 360 degrees, karenanya di dapat ø = 26.92952225 selama 27.32166088

    ø = sudut yang dibentuk bumi dalam sekali putaran penuh bulan mengelilingi bumi
    nah kalau Anda gunakan ø = 26.92952225, maka bumi mengelilingi matahari sebanyak 13 kali lebih
    sekali lagi, kalau menurut Anda itu tepat, ya terserah Anda..


    biar Anda lebih memahami perhitungan saya :
    L = 2 pi R respect to stars

    1 L 26.92952225 degrees — > 27.32166088 * 1 L = 27.32166088
    2 L 53.8590445 — > 27.32166088 * 2 L = 54.64332176
    3 L 80.78856675 — > 27.32166088 * 3 L = 81.96498264
    4 L 107.718089 — > 27.32166088 * 4 L = 109.28664352
    5 L 134.64761125 — > 27.32166088 * 5 L = 136.6083044
    6 L 161.5771335 — > 27.32166088 * 6 L = 163.92996528
    7 L 188.50665575 — > 27.32166088 * 7 L = 191.25162616
    8 L 215.436178 — > 27.32166088 * 8 L = 218.57328704
    9 L 242.36570025 — > 27.32166088 * 9 L = 245.89494792
    10 L 269.2952225 — > 27.32166088 * 10 L = 273.2166088
    11 L 296.22474475 — > 27.32166088 * 11 L = 300.53826968
    12 L 323.154267 — > 27.32166088 * 12 L = 327.85993056
    13 L 350.08378925 — > 27.32166088 * 13 L = 355.18159144

    13.368228246232626722518257820188 L 360 degrees — > 27.32166088 * 13.368228245866435042290152310828 L = 365.2421987

    perhitungan di 13.36822824 L hanya menjelaskan bahwa system bumi-bulan mengelilingi matahari 360 degrees, itu saja. Kalo saja system bumi-bulan tidak mengelilingi matahari, maka tidak akan terjadi pergeseran posisi titik awal-akhir L = 2 pi R. Kalo saja system bumi-bulan tidak mengelilingi matahari, maka cos ø tidak perlu digunakan

    perhitungan berlanjut ke
    12000 L — > 27,32166088 * 12000 L = 327859,93056

    yang perlu Parhobas ingat, perhitungan saya menggunakan tahun respect to stars yakni 12 L = 327.85993056 untuk mencari nilai c

    saya tidak menggunakan tahun 354.36708 * 1000
    juga tidak menggunakan tahun 365.2421987 * 1000

    perhitungan tidak berlanjut ke
    13368,22824 L — > 27,32166088 * 13,36822824 L * 1000

    kesimpulan :
    intinya, satu tahun yang saya gunakan adalah respect to stars yakni 12 L = 327.85993056
    L = 2 pi R selama 27,32166088 hari

    c = 27.32166088 * 12000 * V * cos ø / t’
    c = 655.71986 hr * 12000 * 3682,3640350 km/hr * cos(26.92952225) / 86170.43114 sec

    c = 299792.458 km/sec

    cos ø diambil bukan karena perhitungan terbalik sampean itu, yaitu standard c harus sekian (sekali lagi Anda menggunakan filosofi rumus y = 2x saya diatas), tetapi karena bulan dan bumi dalam mengelilingi bumi atau matahari tidak benar-benar berbentuk lingkaran, sehingga 2 pi R tidak bisa dipakai, melainkan harus ada pengali untuk memperkecil..
    perhatikan rumus Anda
    L = 2 pi R selama 27,32166088 hari

    c = 655.71986 hr * 12000 * 3682,3640350 km/hr * cos(26.92952225) / 86170.43114 sec

    kalau Anda konsisten di sidereal, maka hasilnya tidak akan di dapat

    Suka

    • qarrobin said

      satu kali bulan mengelilingi(revolusi) bumi sama dengan satu kali bulan berputar(rotasi) pada porosnya, karena permukaan bulan yang menghadap ke bumi selalu menghadap ke bumi, jadi L = 2 pi R bisa digunakan sebagai tetapan

      c = 12000 L’ / t’ = 12000 2 π R’ / t’

      R’ / t’ berhubungan dengan gravitasi, jika R bertambah, maka bumi melamban dan t bertambah. ini adalah tetapan. Jadi bisa digunakan untuk mencari nilai V

      L = V x 27.321661 sidereal days
      L’ = V x 27.321661 sidereal days x cos ø
      karena R’ / t’ adalah konstan, maka L’ / t’ juga konstan.

      kekonstanan ini akan selalu konstan baik di bumi, di bulan maupun di blackhole. Kalo kita memakai satuan km/detik, maka nilai c akan berubah2 seperti yang Mas Parhobas maksudkan. Beda dengan L’ / t’ yang konstan

      saya juga tidak akan memaksakan jawaban saya benar kepada Mas Parhobas. Saya suka diskusi dengan Anda. Jika kita berdua beda memahami, dan berusaha untuk memaksakan titik temu, mungkin ga akan ketemu. Mungkin kita butuh teman2 yang lain atau para ahli matematika,fisika dan astronomi untuk cek dan rechek hasil diskusi kita.

      Kesalahan adalah proses belajar, mungkin suatu saat kita akan memahami.

      Salam salam, qarrobin

      Suka

  40. parhobass said

    @Qarrobin

    satu kali bulan mengelilingi(revolusi) bumi sama dengan satu kali bulan berputar(rotasi) pada porosnya, karena permukaan bulan yang menghadap ke bumi selalu menghadap ke bumi, jadi L = 2 pi R bisa digunakan sebagai tetapan

    c = 12000 L’ / t’ = 12000 2 π R’ / t’

    kata Anda L = 2 pi R bisa digunakan sebagai tetapan, kalau Anda bisa konsisten di “tetapan” ini maka akan didapat c yang sangat besar (lihat postingan saya di awal/di atas)
    tetapi ternyata itu tidak tetapan, bukan lingkaran penuh, makanya butuh cos ø

    R’ / t’ berhubungan dengan gravitasi, jika R bertambah, maka bumi melamban dan t bertambah. ini adalah tetapan. Jadi bisa digunakan untuk mencari nilai V

    karena gravitasi, tepat, karena gaya tarik menarik dua benda dipengaruhi oleh jaraknya, jarak bumi dan bulan itu tidak sama disetiap permukaannya, karena bumi tidak bulat penuh, karena itulah sekali lagi digunakan cos ø

    L = V x 27.321661 sidereal days
    L’ = V x 27.321661 sidereal days x cos ø
    karena R’ / t’ adalah konstan, maka L’ / t’ juga konstan.

    kekonstanan ini akan selalu konstan baik di bumi, di bulan maupun di blackhole. Kalo kita memakai satuan km/detik, maka nilai c akan berubah2 seperti yang Mas Parhobas maksudkan. Beda dengan L’ / t’ yang konstan

    saya juga tidak akan memaksakan jawaban saya benar kepada Mas Parhobas. Saya suka diskusi dengan Anda. Jika kita berdua beda memahami, dan berusaha untuk memaksakan titik temu, mungkin ga akan ketemu. Mungkin kita butuh teman2 yang lain atau para ahli matematika,fisika dan astronomi untuk cek dan rechek hasil diskusi kita.

    karena gravitasi itu jugalah, maka paling tidak persamaanya semestinya Persamaan Differensial Orde satu

    Kesalahan adalah proses belajar, mungkin suatu saat kita akan memahami.

    tapi orang yang bisa menerima kesalahannya adalah seperti pahlawan yang menaklukkan kota berkubu, siapakah yang paling hebat selain dia yang bisa menaklukkan dirinya?

    Salam salam, qarrobin

    shalam/complete juga dari hakadosh/parhobass

    Suka

    • cekixkix said

      @Om Parhobass

      tapi orang yang bisa menerima kesalahannya adalah seperti pahlawan yang menaklukkan kota berkubu, siapakah yang paling hebat selain dia yang bisa menaklukkan dirinya?

      Menurut kitab Al BEBAL … Cekixkix…kix..kix..
      “Dalam tahun ketiga puluh satu zaman Asa, raja Yehuda, Omri menjadi raja atas Israel dan ia memerintah dua belas tahun lamanya. Di Tirza ia memerintah enam tahun lamanya… Kemudian Omri mendapat perhentian bersama-sama dengan nenek moyangnya, dan ia dikuburkan di Samaria. Maka Ahab, anaknya, menjadi raja menggantikan dia. Ahab, anak Omri, menjadi raja atas Israel dalam tahun ketiga puluh delapan zaman Asa, raja Yehuda” (1 Raja-raja 16:23-29).

      Dari ayat tersebut dapat disimpulkan bahwa Omri menjadi Raja pada tahun ke-31 zaman Asa selama 12 tahun lamanya. Setelah raja Omri meninggal, maka ia digantikan anaknya pada tahun ke-38.


      …Secara matematika yang sederhana, ayat tersebut mengalami kesalahan fatal…

      Secara matematika yang sederhana, ayat tersebut mengalami kesalahan fatal. Seharusnya Omri meninggal pada tahun ke-43 pada jaman Asa, dan bukan tahun ke-38 pada jaman Asa. Karena 31 ditambah 12 adalah 43, bukan 38.

      Atau seharusnya Omri memerintah hanya selama 7 tahun saja, bukan 12 tahun. Karena 38 dikurangi 31 adalah 7, bukan 12. Apakah ini bukan salah hitung yang fatal namanya?

      Kesimpulan:
      Pantasan Orang-orang Kresten idiot, soalnye Tuhan Yesus ngitung aje kagak becus-becus…

      Kheknya saran gue, elo pikirin kitab sendiri… jangan sok jago soal matematika islam.

      Suka

  41. qarrobin said

    @Hakadosh,

    terima kasih atas tambahannya, dari diskusi ini, saya sambil belajar dari pertanyaan2 mas Parhobass, salam persahabatan dari qarrobin

    Peace Peace

    Suka

  42. Cekixkix said

    Terimakasih buat ogut sendiri.. cekixkix..kix…

    Suka

  43. eLzach said

    Allah mengatur gerak semua benda langit, matahari , bulan, bintang dan “cahaya” , yang semuanya itu tidak berotak, tapi semua bergerak sedemikian teratur, sehingga kita bisa menghitung detik demi detik.
    padahal planit kita ini bergerak 29,783 km/detik.
    bayangkan kalau sambil bergoyang-goyang seperti naik bis,
    atau di rem tiba-tiba dengan kecepatan setinggi itu
    atau tiba-tiba melenceng dari manzilah, sehingga nabrak bulan ato malah terbenam di matahari?
    Atau menguapkan semua air dipermukaan bumi sehingga kita ndak akan bisa minup lagi, and nggak ada makanan lagi yang bisa dimakan.

    kita bisa baca blog dengan nikmat, dengan enak mengunyah teory kecepatan cahaya sambil duduk makan roti and minum kopi.
    tapi sambil durhaka kepada sang Pencipta, dengan mengejek ayat-ayatNya, padahal ayat-ayat itu diturunkan demi kepentingan kita suapya tidak tersesat, padahal jika Dia menyembunyikannya supaya kita terjengkang di Neraka juga gak masalah.

    Sepertinya manusia memang lebih pantas terjengkang di neraka,
    Tapi Dia masih memberi kita udara dan paru-paru untuk bernafas, artinya kita diberi kesempatan untuk bertobat, maka jangan salahkan Dia jika kita nggak mau selamat.

    Suka

  44. […] fisika dan matematika tak lepas dari “cara kerja” pendekatan _____________________ Hahaha… idealis sekali sampean, coba lihat perdebatan sayah oleh orang-orang matematika disini mohon maaf menurut sayah mereka […]

    Suka

  45. […] kitab suci. Namun terjelaskan juga bahwa ini pernyataan bahwa waktu itu memang relatif. Kemudian, Mesir, Dr. Mansour Hassab Elnaby yang kemudian menegasi bahwa di situ Allah tidak sedang bertamsil ria (seperti catatan kaki […]

    Suka

  46. vidi vici said

    DIsebut kecepatan relatif bulan adalah V.cos a, di mana sudut a akan selalu berubah – ubah sesuai dengan PERGERAKAN BUMI Terhadap matahari …

    Dengan begitu, kecepatan relatif bulan juga akan BERUBAH – UBAH ….,
    Maka apakah MENGHITUNG JARAK TEMPUH kecepatan yg berubah – ubah itu,
    BISA DENGAN MENGALIKAN KECEPATAN SESAAT DI TIITK A dengan waktu tempuh … ???

    Contoh sederhananya begini :
    Selama 1 jam pertama kecepatan mobil adalah 1 km/jam (anggap aja secara statis, biar tidak sulit menghitungnya …)
    Dan selama 1 jam ke 2, kecepatan mobil adalah 200 km/jam (anggap aja secara statis, biar tidak sulit menghitungnya …)

    Berapakah jarak yang telah ditempuh mobil tsb dalam 2 jam … ? (ingat rumus L (lintasan) = V(kecepatan).t (waktu))
    a. 201 km
    b. 400 km

    Atau soalnya dibalik:
    1 jam pertama = 200km/jam …., 1 jam ke 2 = 1 km jam …, maka jaraknya:
    a. 201 km
    b. 2 km

    Suka

  47. Irfan said

    Om Agor,
    Numpang bongkar-2 topik lama..
    Saya tetap beranggapan perhitungan El-Naby, bukanlah Hoax belaka, tetapi memang ada keterkaitan parameter-2 yg cukup mencengangkan.

    Sebenarnya, kalau topiknya diganti : bukan mengukur kecepatan cahaya,tetapi menguji kebenaran atau tafsir Surah 32:5 bahwa: 1 hari perjalanan “pembawa urusan” (malaikat -> cahaya) ekuivalen dengan 1000 tahun siderial (12 x siklus bulan siderial),.. sebenarnya tidak akan terlalu mengundang perdebatan.

    Berikut saya pergunakan data-2 yang menurut saya bisa dipertanggungjawabkan :
    Light speed (c) = 299792457.4 m/sec (US National Bureau)
    1 hari bumi(T) = 86164,0906 sec
    Radius rata-2 orbit bulan(R) : 384400000 m ( www. solarviews. com/eng/moon.htm)
    Sudut deviasi(A) = 26,92952225 deg
    Jarak yang ditempuh bulan dalam 1 siklus siderial, arah vector terhadap matahari(K) = 2*pi*R = 2415256432,07983 m
    Jarak yang ditempuh bulan dalam 1 siklus siderial (arah vector thd infinite distance/matahari lenyap )= K*cos(A) = 2153356384,86048 m
    Jarak yang ditempuh bulan dalam 1 tahun siderial ( 12 bulan atau 12 siklus )= 12*2153356384,86048 = 25840276618,3258 m
    Jarak yang ditempuh cahaya dalam 1 hari siderial bumi = c*T = 25831344512308,7 m

    Menurut perhitungan manusia di bumi, berapa kali siklus orbital bulan diperlukan agar lintasannya mencapai jarak 1 hari cahaya, relatif terhadap referensi infinite ? Yaitu : c*T / (K*cos(A) = 25831344512308,7 / 2153356384,8604 = 1196 siklus
    Matahari dianggap tidak ada, maka kalender Hijriah ( sorry, orang arab waktu zaman rasul tidak kenal/pakai tahun masehi ) menjadi kalender siderial, yang jumlah bulannya tetap 12 bulan.
    Jadi 1 hari cahaya identik berapa tahun kah ? Yaitu : 1196 siklus / 12 = 999.7 tahun, yg jika dibulatkan menjadi 1000 tahun….

    Walahualam..

    Suka

  48. Irfan said

    Kalau ini :

    “Akan tetapi, saudara-saudaraku yang kekasih, yang satu ini tidak boleh kamu lupakan, yaitu, bahwa di hadapan Tuhan satu hari sama seperti seribu tahun dan seribu tahun sama seperti satu hari” => Iki maksudnya apah ?

    “Sebab di mata-Mu seribu tahun sama seperti hari kemarin, apabila berlalu, atau seperti suatu giliran jaga di waktu malam”

    Ini juga apah ?

    Suka

    • agorsiloku said

      Mas Irfan, kalau melihat komen Mas sebelumnya…. ayat ini kan sama dengan yang juga dijelaskan oleh AQ. Pertanyaan “ini juga apah”, rasanya sudah terjawab oleh komen Mas sendiri… 😀

      Suka

      • Irfan said

        Iya kali Om…, tetapi menurut saya tidak sama tafsirnya.
        Itu saya nukilkan dari klaim kristen, bahwa di “kitab’ mereka juga ada perbandingan waktu 1 hari : 1000 tahun, tapi tidak ada kaitannya sama sekali dengan cahaya atau relevansinya

        Suka

      • @Kang Irfam
        Ah… memang kitabun lier… hehehe… dalam bahasa matematik : 1h/1000th setara dengan 1000th/1h…

        Iki maksudnya apah ?
        ______________________
        Sebelas duwa belas dengan Non Sense (NS) 😀

        Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: