Sains-Inreligion

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

Dentuman Besar: Awal Kelahiran Alam Semesta

Posted by agorsiloku pada Mei 21, 2006

Mimbar Koran Kampus Universitas Brawijaya, No. 243, Th. XXII, 1993
Miftachul Hadi (Pusat Penelitian Fisika LIPI)
MENAKJUBKAN! Alam semesta yang maha luas dan selalu bertambah luas (khususnya pada saat ini) bermula dari suatu “gumpalan”, dimana semua materi lumat dalam kerapatan tak hingga. Dapatkah dibayangkan, berapa besar kerapatan materi dalam sebuah “titik” yang volumenya nol, jika seluruh massa alam semesta yang terdiri dari sekitar 100 milyar kali 100 milyar bintang yang massa tiap-tiap bintang sebesar kira-kira massa matahari dalam tata surya kita dipaksakan masuk ke dalamnya? Titik ini dalam kajian kosmologi, yakni bahasan alam semesta skala besar, disebut singularitas. Materi yang sekian banyak tersebut berkumpul menjadi neutron (partikel netral, tak bermuatan listrik). Sebab, elektron-elektron (partikel bermuatan listrik negatip) yang berasal dari masing-masing atom telah “menyatu” dengan proton (partikel bermuatan listrik positip) “pasangan”-nya dalam atom. Keberadaan alam semesta dari “gumpalan maha padat” yang mempunyai interaksi gravitasi (interaksi gravitasi disebabkan oleh adanya massa) yang luar biasa besar, memiliki efek remasan yang juga luar biasa besar sehingga gumpalan alam semesta mengkerut, berukuran lebih kecil dari bintang pulsar yang berjejari sekitar dua hingga tiga kali jari-jari matahari. Bahkan gumpalan ini mengkerut sehingga ia berukuran lebih kecil dari black holes, memiliki massa jauh lebih besar dibandingkan dengan massa pulsar dan terus mengkerut hingga berjejari mendekati ukuran titik.
Menurut Prof. Baiquni, alam semesta yang berawal dari “ketiadaan” sebagai guncangan vakum yang membuatnya memiliki energi yang sangat tinggi dalam singularitas bertekanan negatip. Vakum yang mempunyai kandungan energi luar biasa besar dan tekanan gravitasi negatip ini menimbulkan suatu dorongan eksplosif yang luar biasa besar keluar dari singularitas.
Seiring dengan mengembangnya alam semesta, materi dan radiasi di alam semesta menjadi semakin dingin. Karena suhu merupakan ukuran energi rerata (atau kelajuan rerata) partikel, pendinginan semesta memiliki pengaruh terhadap materi yang dikandungnya. Ketika alam semesta mendingin, karena ekspansi yang super cepat, suhunya merendah melewati 1.000 trilyun-trilyun derajat (coba bandingkan, misal, dengan suhu reaksi fusi di matahari yang “hanya” sekitar 5.500 derajat celcius), pada umur 10 pangkat minus 35 detik, terjadilah gejala ‘lewat dingin’. Pada saat pengembunan tersentak, keluarlah materi dari bentuk energi yang memanaskan kosmos kembali menjadi 1.000 trilyun-trilyun (1 dengan 27 nol dibelakangnya) derajat. Namun, seluruh kosmos terdorong membesar dengan kecepatan luar biasa selama waktu 10 pangkat minus 32 detik. Ekspansi alam semesta yang luar biasa, menggelembung dengan tiupan dahsyat yang dikenal sebagai gejala inflasi.
Selama proses inflasi ini, terdapat kemungkinan tak hanya satu alam saja yang muncul, tetapi beberapa alam, berapa jumlahnya? Dan masing-masing alam dapat memiliki hukum-hukumnya sendiri yang tidak perlu sama dengan hukum alam semesta yang kita tempati. Karena materialisasi dari energi yang tersedia yang pada akhirnya berakibat terhentinya inflasi tak terjadi secara serentak, maka di lokasi-lokasi tertentu terdapat konsentrasi materi yang merupakan benih galaksi-galaksi yang tersebar di seluruh kosmos. Jenis materi apa yang muncul pertama-tama di alam ini? Saat umum alam semesta mendekati seperseratus detik, isinya adalah radiasi dan partikel-partikel subnuklir. Pada saat itu, suhu kosmos sekitar 100 milyar derajat celcius. Campuran partikel dan radiasi yang sangat rapat serta bersuhu sangat tinggi itu lebih menyerupai “fluida” daripada zat padat, sehingga kosmolog menamainya “sop kosmos”.
Antara umur satu detik hingga tiga menit terjadi proses yang dinamai proses nukleosintesis (proses penggabungan inti-inti atom). Dalam periode ini, inti atom-atom ringan terbentuk sebagai hasil rekasi fusi nuklir. Saat, setelah umur alam semesta mencapai 700.000 tahun, elektron-elektron masuk dalam orbit mereka di sekitar inti dan bersama-sama inti membentuk atom sembil melepaskan energi radiasi; pada saat itu seluruh langit bercahaya terang-benderang dan hingga kini “cahaya” ini masih dapat diamati sebagai radiasi gelombang mikro.
Menurut perhitungan para ilmuwan kosmologi, alam semesta mempunyai sekitar sepuluh dimensi; yaitu, empat dimensi ruang-waktu yang kita hayati, dan enam dimensi lainnya yang tak kita sadari, karena “tergulung” dengan jari-jari 10 pangkat minus 32 sentimeter yang berujud sebagai muatan listrik dan muatan nuklir.
Dimensi yang kita hayati adalah dimensi yang, katakanlah, “terentang” sebagai ruang-waktu. Jika semua yang telah dirintis secara matematika ini memperoleh dukungan dari hasil ekperimen atau observasi, maka ada kemungkinan bahwa alam semesta yang kita huni ini mempunyai “dunia kembaran”(shadow world) yang sebenarnya keberadaannya di sekeliling kita, ia hanya dapat kita hubungi melalui medan gravitasi.

Iklan

4 Tanggapan to “Dentuman Besar: Awal Kelahiran Alam Semesta”

  1. guntur gusdianto said

    dari catatan diatas, saya mempunyai teori, sebuah kemungkinan… bahwa ada kemingkinan masih ada suatu kehidupan juga diluar bumi ( entah dimana ) yang sama atau menyerupai kehidupan kita, mungkin di pelanet lain diluar galaksi kita.. mengapa saya berteori demikian? karena ..coba kita berfikir sejenak! dari sekian juta bahkan milyaran bintang ( matahri ) dalam galaksi kita ada suatu kehidupan yaitu Bumi ( planet ) yang menajdi pusat grafitasinya adalah matahari. jadi.. dari sekian banyak bintang tersebut tidak menutup kemungkinan ada planet-planet lain, yang mana planet tersebut memiliki kehidupan juga.. namun bentuk dan rupanya kita tidak tau. dikarenakan jauhnya bintang-bintang tersebut dari jangkauan kita, maka secara real kita tak dapat memastikan apakah teori ini benar atau hanya sebuah analisa pikiran saja …waulah hua ‘alam

    Suka

  2. ajie said

    Wah emang bing bang yang dahzattt

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: