Sains-Inreligion

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

Melihat Diri Sendiri

Posted by agorsiloku pada Mei 19, 2006

Kejadian ini terjadi semalam sebelum aku mengikut test masuk perguruan tinggi. Hari untuk test sudah di depan mata, namun karena merasa belum siap, aku memaksakan terus belajar. Menjelang tengah malam, karena lelah, aku naik ke tempat tidur. Dalam tidur aku melihat “diriku” sedang belajar. Ada beberapa soal yang kukerjakan dan pelajari. Salah satunya yang masih ingat adalah pertanyaan. Pada temperatur berapa bilangan temperatur Franrenheit sama dengan Celcius. Ada beberapa lagi pertanyaan lainnya yang dibaca olehku saat tidur itu. Pelajaran itu, memang sudah dipelajari sebelumnya, jadi hanya mengulang saja. Pengulangan itulah yang dilakukan saat aku tidur kelelahan. Hanya, mimpi ini “aneh” bagiku, karena aku melihat diriku. Artinya, subjek dalam mimpi itu ada dua, satu aku yang lain melihat aku yang belajar. Namun, ini mimpi. Mungkin bunga tidur saja. Hanya objek mimpi dan yang melihat objek itu adalah subjek itu sendiri. Tak terjelaskan.
Kemudian, mengapa ini menjadi istimewa?. Ya!. Keesokan paginya aku mengikut test masuk. Beberapa pertanyaan dalam lembar soal, nyaris persis sama dengan yang tadi malam kupelajari. Beberapa soal itu kujawab langsung seperti ”nyontek” langsung karena sampai nomor halaman, ukuran huruf dan jenis huruf yang dibuka pada mimpi itu berada benar-benar di depan mata. Begitu gamblang, begitu nyata. Pulang mengikuti test, rasa syukur pada yang Mahakuasa atas anugrah yang diberikan di saat yang kritis itu.
Rasanya, ringan langkahku pulang setelah test hari kedua ini berakhir. Lega rasanya, tinggal menunggu pengumuman saja…….

Iklan

2 Tanggapan to “Melihat Diri Sendiri”

  1. sikabayan said

    euheuheuh.. rejeki itu mah yah… biar bangun maupun tidur teh.. mirip2 ajah.. mungkin karena sangat inginnyah belajar tapi sudah habis tenaganyah.. jadi ajah ada yang ngegantiin gituh…
    kalau tidak salah dengar mah kabayan teh.. salah satu yang tidak mungkin ditiru suatu makhluk lain teh.. yaituh diri kita didepan kita sendiri… atau melihat diri sendiri… baik ituh bangun maupun tidur atau mimpi.. 🙂
    eheheh.. memang rejekinyah kang agor lagih bagus… :mrgreen:

    @
    Yap… pengalaman itu, untuk orang yang gemar menggunakan pikiran alias akal… tetap saja satu “keajaiban” sehingga terkenang… Baru tahu bahwa diri kita tidak bisa ditiru… tapi kalau meniru yang lain… ya… kadang repot juga ya Kang. Siapa seeh dia itu sebenarnya. Makanya, agor seeh berharap (berdoa) semoga nggak lihat deh penampakan begitu. Capek ngerasaninya, ini nyata apa maya. (Padahal yang nyata saja masih maya !)….

    Suka

  2. sikabayan said

    duh.. kalau yang ituh mah suatu keberuntungan kang… sebab tidak mungkin makhluk jelek menyerupai kita didepan kita mah… kalau menyerupai kita didepan orang lain mah bisa ajah… alias pitnah…
    euheuheuh.. kalau kabayan ngga salah mah ituh teh sebaik-baik makhluk ciptaan Allah.. kang… beda dengan yang lain2 nyah…

    @
    Betul Kang… beruntung… sehingga rasanya aneh ya… lagi mengerjakan ujian masuk saringan perguruan tinggi, tiba-tiba ketemu soal yang persis sama dengan yang dipelajari malam sebelumnya. “Nyontek” terhadap buku yang ada di depan mata batin…. 🙂

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: