Sains-Inreligion

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

Evolusi Darwin (hipotesis darwin)

Posted by agorsiloku pada Mei 10, 2006

Teori Evolusi Darwin (sebenarnya lebih pantas disebut hipotesis saja) selalu menarik untuk disimak. Bukan karena “The Origin of Species” membahas bahwa nenek moyang manusia itu keturunan monyet, atau bahwa mahluk tingkat tinggi itu berasal dari mahluk tingkat rendah atau kemampuan untuk survive di alam ini mempengaruhi bentuk kehidupan, leher jerapah semakin panjang, mahluk darat pindah ke air (atau sebaliknya), dan ada kesesuaian-kesesuaian tertentu antara mahluk hidup satu dengan lainnya dengan melihat bentuk tulang belulangnya (?)

Buat saya (yang juga begok), teori evolusi dengan mempercayai kepingan-kepingan tulang berjuta atau berabad yang lalu dengan mempercayai pada kemiripan bentuk, kesesuaian bentuk itu sudah tidak relevan lagi dengan pengetahuan genetika yang memerikan begitu tajam rincian genoCharles_darwin_2m manusia dan mahluk hidup lainnya. Kemiripan bentuk tidak relevan dijadikan ukuran. Kemiripan dna, kesamaan sekian-sekian persen juga sebenarnya tidak relevan. Peta genetika babi juga banyak kemiripannya dengan manusia, tapi tampilannya jelas beda, kecuali pada chu pat kai saja… si manusia babi yang jadi kawan sun go kong dalam “Perjalanan ke Barat”…..

Kenapa?

Ambil contoh, apa beda arang potlot dan intan, yang satu hitam legam yang satu cemerlang dan tembus pandang. Arang “tak berharga” senilai intan. Namun, kalau ditelusuri unsurnya, perbedaan hanya pada posisi molekulnya yang rapih dan kusut. Jelas perbedaan wujud fisik dan kekuatan tersebut tidak mewakili sebuah perbedaan mendasar dari atom-atomnya. Namun, setidaknya mengisyaratkan bahwa kesimpulan terhadap mahluk arang dan intan, tidak bisa dilihat dari sekedar perbedaan wujud fisik. Kemiripan pun, tidak mewakili sebuah persamaan ketika kita masuk ke kedalaman unsur-unsurnya. Apalagi melalui tahapan perubahan mahluk tingkat rendah ke tingkat tinggi.

Jadi jelas, wujud fisik itu, tidak mewakili penjelasan asal-usul. Harusnya jauh lebih ke dalam lagi untuk mendapatkan informasi asal usul.

Tapi, kenapa sains selalu berusaha mengajarkan “kebenaran” hipotesis Darwin.

Sebenarnya, kali saja, yang sebenarnya, ogah mengakui adanya penciptaan seketika. Artinya, mengakui keberadaan yang Maha Pencipta.

Nah lu.

Iklan

10 Tanggapan to “Evolusi Darwin (hipotesis darwin)”

  1. Meidy Helena Latif said

    Kalau misalnya nenek moyang kita keturunan dari monyet. mengapa zaman sekarang masih saja ada monyet? saya tidak mengerti.
    walaupun ini hipotesis, tapi saya hanya menanyakan hal ini saja. terima kasih.

    @
    Darwin, kalau tak salah tidak menjelaskan soal monyet menjadi manusia berbudaya kok, juga tidak menjelaskan bahwa monyet keturunan ke sekian dari buaya atau dari kadal. Namun, kalau bermisal-misal “Darwin” keturunan monyet, tentu tidak semua monyet menjadi “Darwin”. 😀 😀

    Suka

  2. asalamualaikum pak….
    menarik ya bahas teori evolusi,,…
    sekali lagi temen-temen jangan keliru nenek moyang manusia bukan monyet atau bedes… tapi manusia satu nenek moyang dengan monyet jadi mengenai adam di AlQuran dijelasin “akan aku jadikan adam” bukan “akan aku ciptakan adam”
    dan Allah menciptakan manusia dari tanah itu juga sesuai dengan teori evolusi karena setelah terjadi BIGBANG kehidupan berawal dari tanah dan air lalu muncul tumbuhan sederhana dan seterusnya coba deh temen-temen buka mukadimahnya ibnu kaldun

    @
    Was.wr.wb.
    iya Mas Fahmi Ades., saya juga nggak anggap nenek moyang manusia itu monyet atau bedes. Namun, jika iyapun demikian, gpp juga 😦 kalau memang Allah ciptakan manusia melalui proses ini. Masa sih kita harus menolak apa yang menjadi kehendakNya.

    Mengenai aku jadikan adam… eh.. pernah saya komen lagi lho… kata aku jadikan adam itu pada posisi khalifah, bukan pada konsepsi penciptaan. Kalau ada kata adam yang berhubungan dengan penciptaan, konteksnya bukan pada posisi sebagai khalifah…
    mari kita sama-sama cek lagi deh… jangan-jangan saya juga keliru… 🙂

    Mengenai teori bigbang… ini adalah salah satu pendekatan. Namun makin ke sini, makin tampak bahwa teori bigbang ini berbeda dengan penjelasan dalam AQ, di tag ini saya sempat kira-kirakan perbedaannya. Ternyata juga memang bigbang sebagai awal penciptaan alam semesta itu masih sangat mungkin digugat… 😀

    Suka

  3. joan said

    menurut saya, teori ini sangat menyimpang dr ajaran agama.
    jadi, sebaik nya jangan dipublikasikan di dalam buku pelajaran.

    @
    Kalau saja ada keseimbangan, mungkin lebih bermakna bagi proses pembelajaran.

    Suka

  4. Saya seorang calon Guru,Kita ketahui bersama kalau darwin hanya mengeluarkan pendapt2 yang hanya berupa praduga sahaja dan bertolak belakang dengan kenyataan.Yang mau saya tanyakan sebagai seorang calon Guru dalam penyampaian materi yang baik agar siswa dapat mengerti tentang kebohongan darwin dan situasi (fakta) sebenarnya gimana?tanks

    @
    Mas Edy, terimakasih untuk kesudian berkunjung ke blog agor. Jawabannya agak sumir, namun inilah yang mampu saya jawab.
    Harus diakui, pengertian evolusi mengalami perkembangan pengertian sejak dari masa Darwin sampai ke Post Darwinisme.
    Harus dipahami bahwa Darwin tidak menjelaskan dan menegasi manusia berasal dari monyet secara tegas.
    Harus kita pahami pula bahwa Darwin meletakkan dasar-dasar taksonomi yang bagus dalam menata pengamatannya terhadap kehidupan fisis mahluk hidup. Bahwa kemudian penarikan kesimpulan yang diambil berdasarkan prasangkaan atau asumsi-asumsi juga benar karena memang, apa yang tidak bisa diuji dan diketahui secara langsung maka pengamatan dan penarikan kesimpulanlah yang menjadikan arah kesimpulan pada teori evolusi. Ada sejumlah bukti yang handal bahwa mahluk hidup bernama manusia dihadirkan hanya dari satu Adam. Namun, tidak bisa dijelaskan mengapa dari Adam, lalu sebelum Adam apa?. Pertanyaan-pertanyaan seperti ini akan berujung pada jawaban filosofis. Dan memang, dalam dunia keilmuan yang paling dalam juga, jawaban pertanyaan akan berujung pada jawaban di luar ilmu itu sendiri. Ilmu pengetahuan menjawab mengapa kehidupan itu ada dan bisa bertahan hidup, tapi sama sekali tidak menjawab mengapa kehidupan itu ada. Jawaban pertanyaan seperti ini justru berada di luar ranah ilmu pengetahuan dan teknologi.
    Darwin, menurut saya tidak bermaksud membohongi. Dia seorang ilmuwan yang kemudian menemukan bahwa sebelum Tuhan, masih ada informasi yang digali bagaimana Tuhan bekerja. Sebagian dari cara bekerja Sang Pencipta ini yang menjadi asal usul ilmu pengetahuan.
    Yang kemudian kita tidak bersikap adil dalam mengajarkan pengetahuan adalah ketika pengetahuan yang dimiliki justru menjauhkan kita pada keberadaanNya. Bagi orang beriman ini sangat absurd, sedang bagi orang tidak beriman dan tidak mengakui keberadaan Sang Pencipta, kitalah yang absurd dan bodoh.
    Kedua tesa dan antitesa itu adalah dialektika berpikir yang pada tingkat tertentu perlu diajarkan kepada anak didik kita. Tetap memiliki sikap dan telaahan sebagai ilmuwan, sekaligus juga tidak menjauhkan diri dari paradigma agama.
    Pengajaran hanya hipotesis Darwin saja dalam sistem pengajaran hanya memperkuat prasangkaan.

    Suka

  5. iduy said

    jawaban2 anda bijak juga mas…

    @
    Subhanallah… saya hanya sedang belajar… belum bisa memberikan penilaian… apalagi menghakimi (padahal bukan hakim)….

    Suka

  6. wahid said

    baik2 saja

    Suka

  7. arief said

    siapa bilang darwin mengatakan manusia keturunan kera…aku telah baca en memahami buku On the descent of men…yg benar kera dan manusia seketurunan. Moyangnya dari mamalia pemakan serangga yg hidup 73 juta thn yg lalu.jadi kera bukan moyang qta,dan evolusi hanya teori bukan hukum.drh.Arief .

    @
    memang .. siapa yang bilang itu… 😀

    Suka

  8. moyang said

    On the descent of men …si memen makan ciwel 😀

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: