Sains-Inreligion

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

Dua Garis Sejajar yang Saling Berpotongan

Posted by agorsiloku pada Mei 10, 2006

Tidak ada penjelasan yang cukup enak untuk menjelaskan bahwa dua garis sejajar pada satu bidang datar khayal, jika diteruskan tanpa batas akan berpotongan di tengah-tengah. Apakah perpotongan itu di masa lalu atau di masa depan, tak tahulah.

Dalam “ilusi” paling sederhana, misalnya kita berdiri di tengah jalan raya yang lurus dan melihat arah jalan raya itu. Maka jelas, kedua tepi jalan raya itu berpotongan tepat pada titik di depan pengamatnya. Ya, memang harus begitu, karena mata kita memang berbentuk selinder dan fokus pada satu titik (cermin cekung dan cembung).

Tapi ini belum menjelaskan bahwa dua garis sejajar memang berpotongan di satu titik.

Dahulunya, teori sains yang diakui. Sepuluh atau dua puluh milyar lalu, bumi diciptakan, — eh maksudnya alam semesta. Dahulunya itu satu, kemudian terjadi ledakan besar (awal mula penciptaan – dimulainya hukum alam, teori big bang), dan mengembang terus sampai kini. Jadi yang dahulunya satu titik, kemudian menebar (seperti balon ditiup), dan tak terdefinisikan batasnya.

Kalau ada dua garis sejajar, terus dan menabrak “balon semesta itu”. Nggak bisa, tidak pernah ada dua garis sejajar yang akan benar-benar sejajar melewati batasan alam semesta. Bahkan pada khayalan sekalipun. Contoh sederhananya, Kalau cahaya saja, kena black hole (masa super padat yang volumenya super kecil) itu akan melengkung atau terhisap, maka memang tidak akan pernah ada dua garis yang akan benar-benar sejajar.

Jadi, dua garis sejajar itu, bukan ilusi, memang akan berpotongan di tengah-tengah. Masalahnya, bagaimana merumuskannya?. Kalau merumuskan bahwa jarak dari A ke B itu tidak sama dengan jarak dari B ke A, segitiga itu tidak 180 derajat, dan waktu pun demikian (dilasi waktu), atau tinggi satu benda tergantung dimana benda itu berada sudah dipelajari (biarpun kagak ngarti) waktu mahasiswa dulu, tapi kalau dua garis sejajar akan berpotongan di tengah-tengah kali memang lebih banyak ilusinya dari pada ilmunya.

Iklan

4 Tanggapan to “Dua Garis Sejajar yang Saling Berpotongan”

  1. […] Dua garis sejajar itu berpotongan di tengah-tengah !. Ya, emang begitu faktanya. Ini absurd dan tidak ilmiah. Konyol dan begok. –> mari kita berdiri di jalan raya yang lurus, ke dua tepi jalan itu berdiri di tengah-tengah. Ini tidak saintifik. Ya, tapi itulah proyeksi mata melihat. Jadi memang secara literal, apa adanya, memang dua garis sejajar itu akan berpotongan di tengah-tengah. Namun kalau juga kita merambah ke dunia fisika teoritis lebih ke dalam lagi, akan terbukti secara teoritis bahwa tidak pernah benar-benar ada di alam semesta ini dua garis yang benar-benar sejajar sampai akhir jaman. […]

    Suka

  2. Anonim said

    tunjukan rumus rumus tentang garis sejajar

    @
    Walah.. pertanyaan ini terlalu sulit … nyerah deh. garis sejajar ya setidaknya ada dua garis pada satu bidang ngkali… yang perpotongannya disebut gradien atau m = (y2-y1)/(x2-x1) dari sebuah acuan referensi yang disebut salib sumbu. Tentu saja ini sangat menyederhanakan persoalan.

    Satu garis itu dalam satu bidang… kalau bidang itu diperpanjang terus, kalau nggak salah dikenal sebagai bidang ekuipotensial. Kalau dua titik yang ditarik garis pada satu bidang, itulah garis pada bidang ekuipotensial (untuk bumi disebut geoid). Terus kalau dua garis pada bidang yang sama akan sejajar terus(kah). Wah pertanyaan jadi lebih rumit lagi. Kalau bidang ekuipotensialnya sama disederhanakan dalam hitungan ellipsoid (itu juga rumusnya sudah kepanjangan buat dituliskan oleh yang bukan ahlinya seperti saya ini), terus bagaimana kalau garis itu menempuh perjalananan luar angkasa. Wah… makin ribet lagi, nyerah deh. Soalnya apakah alam semesta itu mengembang, melengkung, cungkup juga belum jelas benar juga dan rumusnya makin ribet pula.

    Lha terus kalau dua garis sejajar itu terletak pada dua bidang (ekuipotensialnya) yang berbeda bagaimana?, bagaimana kalau dua garis sejajar itu kemudian berimpitan pada dua buah bidang ekuipotensial di satu titik tertentu?.

    Permukaan laut yang tenang dianggap sebagai salah satu msl (mean sea level) adalah contoh sebuah bidang ekuipotensial yang dipengaruhi oleh ruang waktu.

    Tapi jangan ditanya terus ya… makin sulit menjelaskannya… mending tanya di geografi atau orang geodesi, mereka ahli pada urusan ini…. 😀

    Suka

    • Mr. Vito said

      Begitu,ya.. Kalau begitu, bagaimana penjelasan tentang Cahaya dari benda, atau cahaya apalah yang sejajar terhadap cahayanya sendiri atau terhadap pantulan cahaya dari zat bening yang sejajar dan mereka tak akan mungkin berkelok dari jalurnya kecuali ada penghalang serta pemantul.

      Suka

  3. wul said

    kalo menurutku *ceh siapa aku 😀

    garis sejajar yang akhirnya terlihat berpotongan di garis tengah di satu titik pandangan mata itu adalah batas paling jauh pandangan mata kita *seperti fatamorgana, sejatinya garis sejajar itu tidak pernah terpotong di garis tengah.

    seperti melihat gunung dari jauh berwarna biru, melihat langit berwarna biru, melihat laut berwarna biru itu adalah batas paling jauh pandangan mata kita sejatinya warna dan bentuk aslinya tidak seperti itu

    hohoho *sok jawab maaph ya ^^

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: