Unclean
UncleanUncleanUncleanUncleanUncleanUncleanUncleanUncleanUncleanUncleanUncleanUncleanUnclean
Bermula dari guntingan koran yang dikumpulkan, kemudian disimpan, ada yang difotocopy kalau ada teman minta atau balik meminta kalau kawan yang punya. Kini, masih ada kesempatan untuk mengumpulkan dalam satu dimensi yang disebut blog. Ternyata ada sejumlah kawan maya yang melihat, membantu, mengarahkan, mendukung, mencaci, mengajak tersenyum. Tiba-tiba sadar, hidup kemudian tidak sendiri lagi.
Hobi baru adalah mengumpulkan sampah dan roti (kopi pais), yang mungkin dinikmati bersama.
Mungkin dari sana ada sedikit tambahan pahala, semoga tidak untuk menyakiti sesama, termasuk semut dan gajah.
Terimakasih juga atas segala kesediaan untuk berkunjung ke blog butut ini, kesediaan untuk berbagi pandangan, bukan untuk menghakimi tapi berbagi rasa dan pikir atau meluruskan langkah langkah yang tak jua sampai di perbatasan. (between the lines)
Hati memang sulit menjadi bersih. Namun, asa selalu ada.
Senang sekali, jika dapat dibaca selesai sebelum berkomentar. Hanya untuk menghindari Jump to Conclusion. Terburu-buru menarik kesimpulan.
Mohon maaf komentar yang menyinggung dengan dasar emosi atau pihak lain (siapapun) akan dipertimbangkan untuk didelete saja.
UncleanUncleanUncleanUncleanUncleanUncleanUncleanUncleanUncleanUncleanUncleanUncleanUnclean




Nopember 21, 2006 pada 7:48 am
wut de hell?
Februari 18, 2007 pada 1:28 pm
Ini Blog bagus, favorit-ku, dr sini aku banyak belajar yg aku belum tahu, yang aku heran kok penulisnya bisa tahu macem2 dan sangat produktif, tiap hari nulis, siapakah dia? Agor itu sapa? Hehehe maksa…
@
Trims apresiasinya Mba. Sama, saya juga banyak belajar dari Senyumsehat, belajar tersenyum. Menjadi blog favorit untuk ditengok.
Saya nggak nulis tiap hari kok. Pakai fasilitas timepost stamp, jadi tulisannya sudah lamaan cuma dipostingnya kadang tiap hari. Kadang saya juga kaget sendiri, tiba-tiba muncul tulisan lama. Padahal, ide nulis hanya lintasan pikiran saja dan lebih sering tidak menulisnya kok.
Kalau Mba di tanya siapa Evy?, maka ujung jawabannya Evy ya Evylah, saya seorang dokter, punya sejumlah pengalaman, tinggal di USA. Kurang lebih begitu. Saya juga sama Mba, saya ya Agor S. Tinggal di Jakarta, kerja sebagai salesman; berjualan buku. Jadi bisa banyak baca buku gratisan. Umur lewat empat puluh, anak dua, isteri satu. Dulu sakola di bandung, pernah mo sekolah ke USA tapi jeblog bahasa Inggrisnya padahal mo dapat full bantuan, terus nerusin di menteng jkt, ambil jurusan pemasaran (tapi nggak nulis marketing, nulis yang neko-neko malah).
Hidup yang biasa saja dari orang biasa saja dan tidak dikenal. Wajah kalau dari belakang, kata orang lho, mirip Rock Hudson (bintang filem terkenal itu), tapi kalau dari depan lebih mirip rok .. dalam (bercanda). Waktu smp teman-teman bilang “bayi sehat”, ganti waktu sma ada lagi yang bilang “bayi sehat”, eh waktu mahasiswa, mulai tingkat 2 an adalagi yang bilang :”agor si bayi sehat!”. Saya tidak mengerti, mengapa orang yang saling tidak kenal dan berbeda waktu bisa mengeluarkan kesimpulan dan istilah yang sama.
Setelah sekian lama, waktu haji kemarin, adalagi yang bilang “Pak agor yang bayi sehat!… padahal waktu itu kena flu”. Kacau ya, sudah tua dibilang bayi. Saya orang dari Jabar (Sunda), makanya blog saya pakai penjelasan “kaulinan”, artinya “permainan”.
Mudah-mudahan clear ya…
Februari 22, 2007 pada 10:50 am
assalamu’alaikum…
Pak Agor yth, sekilas baca petuah2 bpk, dpt saya rasakan kalo bpk orang supel, slalu menampakkan sisi terang kehidupan; walau -saya yakin- bpk jg punya beban permasalahan pribadi.
salut tak terhingga dr hati ‘bocah yg lg bosan hidup’
@
Wass. Wr.Wb,
Bukan petuah, ini hanya alunan berpikir saja, yang sedang mencari, yang digali dari keseharian dan dari minat yang serba terbatas.
Tentu, banyak sekali masalah yang begitu ribet dalam kehidupan ini, tapi mencoba untuk tidak menjadi orang yang merugi. (karena itu, halaman ini agor sebut Unclean. Sudah ribet di dunia, disiksa lagi di neraka. Karenanya, berusaha untuk “Going to Bali, before dead”.
Aduh, ‘bocah yg lg bosan hidup’, ngeri deh dengan kata ini. Tapi mengingat mati itu bagus. Pls deh, jangan mati sebelum ke Disney Land, jangan mati dulu sebelum jalan-jalan lihat indahnya Eropa, jangan mati sebelum pergi ke Fujiyama, jangan mati sebelum keliling dunia. Tapi, jangan lupa, ke Ka’bah bersujud. Ini tempat terindah yang tak terkatakan lagi keniscayaannya. Jangan mati sebelum mendapatkan cinta yang sesungguhnya. Kalau mati, pilih saja yang khusnul khatimah, karena kita tidak tahu, apa yang akan kita dapatkan setelah mati. Salam, bertempur terus ya…. Salam, agor
April 2, 2007 pada 5:38 am
Yang sering saya lihat dari komentar Pak Agor di blog2 lain adalah kebijaksanaan…
Komentar Pak Agor itu sejuk…
@
Terimakasih, hanya catatan-catatan kecil, untuk keindahan bersama. Meski tak banyak artinya.
April 2, 2007 pada 11:21 pm
Paingan atuh da sapopoe ngagugulung buku
Salam kenal
@
Nuhun disumpingan Kang….
April 7, 2007 pada 5:14 pm
saya jadi semakin senang mampir kediamannya Pak Agor…betah rasanya
Kok belum disuguhi minuman Pak? Haus nich membaca terus hehehe…
@
Terimakasih, kita kan sedang belajar Da Ta Sa Wa La….
Kok belum disuguhi minuman Pak?
Semua minuman yang agor punya sudah disuguhkan, meskipun masih sangat kekurangan gula. Namun, dalam segalanya, memang agor juga ikut minum sih… tapi malah semakin haus…. Itulah mungkin resiko berbagi ketidaktahuan, semakin banyak saja yang kita tidak tahu….
Salam ya, terimakasih untuk mau berkunjung.
April 20, 2007 pada 8:09 am
Nepangkeun Pak, Dupi Abdi teh Ahmad Sanusi, Asli Garut tapi tos lami di Bekasi. Abdi resep pisan kana blogna bapak (Hade Pisan). Nurut kana analisa abdi Bpk Agor kalebet jalmi Nu Terang yen anjeunna Terang. pokona sip
@
Wilujeng sumping Kang Ahmad. Salam, agor.
Desember 24, 2007 pada 2:18 pm
mampir lagi…
semakin sering mampir kesini kok saya merasa semakin tersindir ya?
baik oleh komentar maupun postingan kang Agor.
apa ini menunjukkan kalau saya ini orang yang mudah tersinggung?
btw, setuju banget sama
cekingdeking, komen kang Agor dimana mana selalu bijak, sejuk. Jadi betah disini…sayangnya nggak ada suguhan/minuman biar tambah betah…
@

Ha…ha…ha… saya juga tersindir oleh tulisan sendiri…
Ini menunjukkan bukan mudah tersinggung, tapi peka terhadap singgungan. Alangkah memprihatinkan jika malah sebaliknya. Alias kita punya mata, tapi tidak dipakai untuk melihat, kita punya mulut tapi tidak dipakai untuk menasehati, kita punya telinga tapi kita tidak pakai untuk mendengar dan menerima petunjuk, kita punya tangan… tapi tidak dipakai untuk… ngeblog
Wah Mas Deking itu ada-ada saja, komen saya lebih banyak nylenehnya kok. suguhan minum… walah… maaf deh… agor juga jadi haus nih…