<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Sains-Inreligion</title>
	<atom:link href="http://agorsiloku.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://agorsiloku.wordpress.com</link>
	<description>بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ _________________________________________________________________Kaulinan</description>
	<pubDate>Sun, 11 May 2008 19:01:29 +0000</pubDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=MU</generator>
	<language>id</language>
			<item>
		<title>Pusat Pergerakan Lempeng Bumi : MEKKAH !?</title>
		<link>http://agorsiloku.wordpress.com/2008/05/12/pusat-pergerakan-lempeng-bumi-mekkah/</link>
		<comments>http://agorsiloku.wordpress.com/2008/05/12/pusat-pergerakan-lempeng-bumi-mekkah/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 11 May 2008 19:01:29 +0000</pubDate>
		<dc:creator>agorsiloku</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Islam]]></category>

		<category><![CDATA[Sains]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://agorsiloku.wordpress.com/?p=741</guid>
		<description><![CDATA[
Gambar peta ini menunjukkan Mekkah sebagai &#8220;pusat&#8221;.  Tidak ada yang terlalu menarik dari gambar hitam putih ini, namun adanya wacana untuk Mecca Time  sebagai ganti (!) atau cara pandang baru terhadap GMT yang sudah menginternasional sejak berabad lalu, tentunya ada hal yang menarik.  Khususnya bagi ummat Islam.  Salah satu alasannya adalah [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><a href="http://agorsiloku.files.wordpress.com/2008/05/mekah-1-peta1.jpg"><img class="alignleft alignnone size-thumbnail wp-image-743" style="float:left;" src="http://agorsiloku.files.wordpress.com/2008/05/mekah-1-peta1.jpg?w=258&h=193" alt="Peta Topografi Mekkah" width="258" height="193" /></a></p>
<p>Gambar peta ini menunjukkan Mekkah sebagai &#8220;pusat&#8221;.  Tidak ada yang terlalu menarik dari gambar hitam putih ini, namun adanya wacana untuk <a title="mekah-sebagai-pusat-bumi/" href="http://haniifa.wordpress.com/2008/04/22/mekah-sebagai-pusat-bumi/" target="_blank">Mecca Time </a> sebagai ganti (!) atau cara pandang baru terhadap GMT yang sudah menginternasional sejak berabad lalu, tentunya ada hal yang menarik.  Khususnya bagi ummat Islam.  Salah satu alasannya adalah Mekah berada Semenanjung Arab, berada di antara Asia, Afrika, dan Eropa. Jika daratan yang ada itu disatukan maka Mekkah berada di pusatnya.  Ada kajian ilmiahnya mengenai hal ini.  Saya sendiri tidak begitu mengerti lho.  Namun, selalu saja memang ada yang menarik untuk dikaji.<span id="more-741"></span></p>
<p>Peta di atas, (tapi saya tidak tahu sumber sahihnya dari mana) adalah gambar yang menyajikan Mekkah sebagai pusat dari lingkaran yang dibuat pada peta dua dimensi ini.  Peta ini menggambarkan bahwa jika ditarik lingkaran, maka  memberikan gambaran bahwa meluasnya daratan yang menyebabkan terbentuknya semenanjung pada lautan merah (Rea Sea) itu bergerak mengikuti lingkaran-lingkaran yang pusat (asalnya) dari Mekkah.</p>
<p><a href="http://agorsiloku.files.wordpress.com/2008/05/mekah-2-peta.jpg"><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-744" style="float:left;" src="http://agorsiloku.files.wordpress.com/2008/05/mekah-2-peta.jpg" alt="mekah-2-peta.jpg" /></a></p>
<p>Jika diperbesar, gambar sebelah ini juga menunjukkan kecenderungan yang sama.  Pergerakan daratan (lempeng tektonik) menampakkan tanda-tanda bahwa pusat asalnya memang berada di Mekkah.</p>
<p>Selama ini memang, kita memahami dari pelajaran mengenai pergerakan lempeng <a title="Plate_tectonics" href="http://en.wikipedia.org/wiki/Plate_tectonics" target="_blank">tektonik bumi</a> bergerak saling menjauhi atau saling mendekati  pada bagian-bagian yang dianalisis saling menjauh pada wilayah yang berdekatan terjadi gesekan.  Bukan menganalisis titik awalnya (yang mungkin sangat sulit diprediksinya).</p>
<p>Sulit untuk menemukan kebenarannya, namun bagaimanapun, cara pandang ini menarik.  Merekahnya permukaan bumi berawal dari satu titik kekuatan dan itu dimulai dari Mekkah.  Mewacanakan untuk membentuk Mecca Time sebagai alat ukur waktu juga adalah satu pencarian kebenaran (dan pembenaran) yang menarik.  Apakah kita masih bisa menemukan pada permukaan bumi yang bulat itu bahwa memang pergerakan yang terjadi bermula dari Mekah kemudian menggerakkan daratan.<br />
Jadi tidak semata waktu, tetapi juga banyak hal yang dipahami atau tidak dipahami berawal dari titik tersebut !.</p>
<p>Wallahu alam.</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/agorsiloku.wordpress.com/741/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/agorsiloku.wordpress.com/741/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/agorsiloku.wordpress.com/741/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/agorsiloku.wordpress.com/741/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/agorsiloku.wordpress.com/741/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/agorsiloku.wordpress.com/741/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/agorsiloku.wordpress.com/741/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/agorsiloku.wordpress.com/741/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/agorsiloku.wordpress.com/741/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/agorsiloku.wordpress.com/741/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/agorsiloku.wordpress.com/741/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/agorsiloku.wordpress.com/741/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=agorsiloku.wordpress.com&blog=256340&post=741&subd=agorsiloku&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://agorsiloku.wordpress.com/2008/05/12/pusat-pergerakan-lempeng-bumi-mekkah/feed/</wfw:commentRss>
	
		<media:content url="http://a.wordpress.com/avatar/agorsiloku-128.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">agorsiloku</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://agorsiloku.files.wordpress.com/2008/05/mekah-1-peta1.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Peta Topografi Mekkah</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://agorsiloku.files.wordpress.com/2008/05/mekah-2-peta.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">mekah-2-peta.jpg</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Manusia Itu Tidak Memiliki Kehendak Bebas Sama Sekali…</title>
		<link>http://agorsiloku.wordpress.com/2008/05/01/manusia-itu-tidak-memiliki-kehendak-bebas-sama-sekali%e2%80%a6/</link>
		<comments>http://agorsiloku.wordpress.com/2008/05/01/manusia-itu-tidak-memiliki-kehendak-bebas-sama-sekali%e2%80%a6/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 30 Apr 2008 18:26:01 +0000</pubDate>
		<dc:creator>agorsiloku</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[InReligion]]></category>

		<category><![CDATA[Profetis]]></category>

		<category><![CDATA[Religion]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://agorsiloku.wordpress.com/?p=736</guid>
		<description><![CDATA[Ada komentar-komentar yang saling melengkapi dan indah dari tulisan pendek mengenai kehendak bebas.  Saya harus sampaikan terimakasih dari rekan Haniifa, Truthseeker, Anonymous, Mas Abudaniel, dan rekan lainnya yang memberikan gambaran saling melengkapi dan mencerahkan.  Sebuah proses dari perjalanan berpikir kerap lebih penting dari pada hasil itu sendiri.  Ada memang skala-skala perbedaan dan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Ada <a title="Kehendak Bebas Lagi...." href="http://agorsiloku.wordpress.com/2007/09/25/takdir-dan-kehendak-bebas/#comment-19924" target="_blank">komentar-komentar yang saling melengkapi dan indah dari tulisan pendek mengenai kehendak bebas</a>.  Saya harus sampaikan terimakasih dari rekan Haniifa, Truthseeker, Anonymous, Mas Abudaniel, dan rekan lainnya yang memberikan gambaran saling melengkapi dan mencerahkan.  Sebuah proses dari perjalanan berpikir kerap lebih penting dari pada hasil itu sendiri.  Ada memang skala-skala perbedaan dan penafikan, tapi saya percaya, perbedaan itu adalah rahmat bagi sebuah proses untuk mendapatkan keniscayaan pemahaman. Dan kita sedang mengarah ke sana.  Semoga.<span id="more-736"></span></p>
<p>Saya ingin mengatakan skala-skala, karena perbedaan antara tataran diskusi memang beragam dan tidak mudah dipersatukan.  Ambil misalnya sebuah diskusi tentang &#8220;jumlah sudut satu segi tiga sudah pasti tidak 180 derajat&#8221;, &#8220;Jarak dua buah titik di permukaan bumi  dari A ke B tidak sama dengan jarak dari B ke A&#8221;, &#8220;tinggi sebuah benda adalah selisih jarak antara dua bidang ekuipotensial&#8221;.  Karena bidang ekuipotensial dipengaruhi oleh masa; maka sudah tentu pula tinggi benda dipengaruhi oleh massa bumi.  Tentu saja ini bukan berarti pula &#8220;penyederhanaan&#8221; jumlah sudut sebuah segitiga 180 derajat itu salah.  Itupun benar.</p>
<p>Istilah lain, Mas Haniifa menyebutnya &#8220;serupa tapi tak sama&#8221;.  Saya hanya ingin menegasi bahwa kehendak bebas dalam postingan yang di link adalah dalam tema bebas mutlak.  Tidak menafikan kebebasan dalam batasan manusia, tapi memang berada pada tataran diskusi memahami kebebasan dalam pengertian bebas dari (segala) pengaruh.  Karena manusia bergantung selalu pada sesuatu apapun juga, maka manusia tidaklah memiliki kebebasan dalam arti sebenarnya.</p>
<p>Kebebasan memilih dan kehendak bebas adalah dua persoalan yang berbeda.   Memilih dalam artian sederhana seperti memilih a, b, c, atau d adalah kebebasan untuk menentukan pilihan terbatas.  Bukan kehendak bebas dalam pengertian bebas dari pengaruh lainnya.</p>
<p>Kita tentu bersepakat bahwa kita berlayar karena kita diijinkan dan disediakan oleh Allah sarana untuk berlayar. <em>QS 10. Yunus 22. Dialah Tuhan yang <strong>menjadikan kamu dapat berjalan di daratan</strong>, (berlayar) <strong>di  lautan</strong>. Sehingga apabila kamu berada di dalam bahtera, dan meluncurlah bahtera  itu membawa orang-orang yang ada di dalamnya <strong>dengan tiupan angin yang bai</strong>k, dan  mereka bergembira karenanya, datanglah angin badai, dan (apabila) gelombang dari segenap penjuru  menimpanya, dan mereka yakin bahwa mereka telah terkepung (bahaya), maka mereka  berdoa kepada Allah dengan mengikhlaskan ketaatan kepada-Nya semata-mata.  (Mereka berkata): &#8220;Sesungguhnya jika Engkau menyelamatkan kami dari bahaya ini,  pastilah kami akan termasuk orang-orang yang bersyukur.&#8221;</em> Ayat ini menegasi posisi kita adalah tidak bebas, tapi disediakan tempat untuk melakukan sesuatu.  Karena itu, manusia tidak dapat berangkuh diri mengatakan dirinya bebas merdeka, bebas melakukan apa saja.  Sesungguhnya, dan jika dipikirkan kembali, terasa bahwa pada segala apapun yang menjadikan kita ada, kita tidak memiliki kebebasan &#8220;mutlak&#8221;.  Jadi kehendak bebas itu tidak ada, kita bebas dalam segala keterbatasan kita.<br />
Kalau kita bebas dalam keterbatasan kita, kita juga dipengaruhi oleh kebebasan yang dimiliki oleh orang lain yang akan mempengaruhi kebebasan kita.<br />
Dalam alam demokrasi, kita bebas menentukan pilihan siapa pemimpin kita (tapi dibatasi oleh calon yang telah ditetapkan oleh Komite Pemilihan Umum), kita bebas memilih, tapi pilihan kita dipengaruhi oleh pemilih yang lain, yang menang, belum tentu yang kita inginkan.<br />
Lalu adakah kita memiliki Kehendak Bebas dalam arti sebenarnya. Contoh tentu saja banyak sekali, seperti pada postingan, saya tidak bisa mengubah diri saya jadi alien yang darahnya bisa melumatkan besi <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> (film alien), saya juga tidak bisa mengusir seluruh penduduk bumi agar hijrah ke Mars.  Kehendak bebas saya tidak bebas karena saya terbatas.<br />
Mas Anonymous <a title="Bebas Mutlak" href="http://agorsiloku.wordpress.com/2007/09/25/takdir-dan-kehendak-bebas/#comment-19913" target="_blank">menegasi agar saya memberikan satu contoh bebas mutlak</a>, namun kesimpulannya dalam kalimat terakhir &#8220;justru itu yang saya maksudkan dalam postingan ini&#8221;.  Jadi persepsi itu sama. <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' />  Contoh kehendak bebas dari segala pengaruh jelas ada.  Dan itu tentu saja yang kita imani dari Sang Maha Berkehendak. <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Oh ya.. saya tidak ingin memberikan contoh satupun mengenai bebas in konteks, karena saya tidak bisa membuat matahari atau mengubah hukum-hukum fisika <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Lalu bagaimana dengan kata, burung &#8220;terbang bebas&#8221; atau &#8220;bebas merdeka&#8221;?.</p>
<p>Hm&#8230;m&#8230; ini seeh seperti kita mendiskusikan contoh di atas tadi, segitiga tidak 180 derajat.  Berada pada konsepsi yang berbeda, di kelas yang berbeda&#8230; tentu kalau diadu-adukan atau disama-sama kan  menjadi (sepertinya) bertentangan.</p>
<p>Mas Abudaniel menjelaskan kembali dengan jernih kehendak bebas untuk sebebas-bebasnya memilih.  Yang kemudian harus kita cermati adalah keterbatasan kita ketika kita sebebas-bebasnya memilih selalu dipengaruhi oleh kebebasan yang lain.  Betul itu adalah efek dari yang mempengaruhi kita, karena itu pula kita sebenarnya terbatas dalam melaksanakan kebebasan pilihan kita.</p>
<p>Namun, apa seeh yang dimaui dari postingan keseluruhan terhadap kehendak bebas, kebebasan memilih itu.  Yah&#8230; sederhana juga, manusia hanyalah ciptaan Allah yang bergantung kepada ciptaanNya yang lain.  Tidak berdiri sendiri.  Kita tidak bisa angkuh di hadapanNya bahwa kita telah diberikan kebebasan, seperti kata ayat yang menjadikan manusia berlayar atau berjalan di daratan, adalah wahana dari bagian yang memungkinkan manusia bersyukur atas nikmatNya.  Atau seperti ayat ini :<em> 7. Al A&#8217;raaf 57. Dan Dialah yang meniupkan angin sebagai pembawa berita gembira sebelum kedatangan  rahmat-Nya (hujan); hingga apabila itu telah membawa awan mendung, Kami halau ke suatu  daerah yang tandus, lalu Kami turunkan hujan di daerah itu, maka Kami keluarkan  dengan sebab hujan itu pelbagai macam buah-buahan. Seperti itulah Kami  membangkitkan orang-orang yang telah mati, <strong>mudah-mudahan kamu mengambil  pelajaran</strong>.</em></p>
<p>Juga seperti disampaikan Mas Abu, kebebasan memilih itu memiliki konsekuensi.  Artinya semua pilihan apapun yang akan diambil manusia, seperti juga di alam dzar&#8230; terang penuh, terang gelap, gelap adalah pilihan-pilihan yang telah disediakan dan berkonsekuensi.  Kita tidak berada dalam kehendak bebas, dan kita tidak akan pernah bisa keluar dari untuk berkehendak bebas dari seluruh konsekuensi.  Sebagai mahluk ciptaan, kita diingatkan dengan ayat yang menegasi, siapa yang sesungguhnya yang berkehendak bebas. Ayat yang dikenal sebagai ayat kursi menjelaskan reposisi pemahaman ini dengan sangat seksama.</p>
<p>Subhanallah&#8230;..</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/agorsiloku.wordpress.com/736/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/agorsiloku.wordpress.com/736/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/agorsiloku.wordpress.com/736/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/agorsiloku.wordpress.com/736/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/agorsiloku.wordpress.com/736/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/agorsiloku.wordpress.com/736/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/agorsiloku.wordpress.com/736/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/agorsiloku.wordpress.com/736/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/agorsiloku.wordpress.com/736/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/agorsiloku.wordpress.com/736/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/agorsiloku.wordpress.com/736/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/agorsiloku.wordpress.com/736/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=agorsiloku.wordpress.com&blog=256340&post=736&subd=agorsiloku&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://agorsiloku.wordpress.com/2008/05/01/manusia-itu-tidak-memiliki-kehendak-bebas-sama-sekali%e2%80%a6/feed/</wfw:commentRss>
	
		<media:content url="http://a.wordpress.com/avatar/agorsiloku-128.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">agorsiloku</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Microsoft Dynamic Axapta Yang Digunduli&#8230;.</title>
		<link>http://agorsiloku.wordpress.com/2008/04/26/microsoft-dynamic-axapta-yang-digunduli/</link>
		<comments>http://agorsiloku.wordpress.com/2008/04/26/microsoft-dynamic-axapta-yang-digunduli/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 26 Apr 2008 10:08:44 +0000</pubDate>
		<dc:creator>agorsiloku</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[IT]]></category>

		<category><![CDATA[uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://agorsiloku.wordpress.com/?p=735</guid>
		<description><![CDATA[Dalam catatan saya bulan Nopember 2007 tentang peran Konsultan yang mendukung implementasi Axapta :Aduh nduk… nduk… piye toh sampeyan ini. Sampeyan ini malah menggunduli Axapta pada level penyederhanaan dengan mengadaptasi sistem lama perusahaan. Kalau itu yang dilakukan, sama saja dengan kita beli mobil dengan seluruh asesoris lengkap dan modern, kemudian sampeyan preteli yang dianggap tidak [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Dalam catatan saya bulan Nopember 2007 tentang peran Konsultan yang mendukung implementasi Axapta :<em><a class="alignleft" title="dua-tahun-ribet-bersama-implementasi-erp-axapta-2" href="http://agorsiloku.wordpress.com/2007/11/25/dua-tahun-ribet-bersama-implementasi-erp-axapta-2/" target="_blank"><span style="color:#339966;"><strong></strong></span></a><strong><a>Aduh nduk… nduk… piye toh sampeyan ini. Sampeyan ini malah menggunduli Axapta pada level penyederhanaan dengan mengadaptasi sistem lama perusahaan. Kalau itu yang dilakukan, sama saja dengan kita beli mobil dengan seluruh asesoris lengkap dan modern, kemudian sampeyan preteli yang dianggap tidak dibutuhkan oleh sopirnya.</a> </strong></em></p>
<p><span id="more-735"></span></p>
<p>Catatan ini merupakan ungkapan kekesalan karena implementasi tidak bisa berjalan mulus dan sibuk dengan upaya upload yang juga tidak bisa kunjung selesai.  Selalu saja muncul alasan dan sebab akibat yang secara teknis ada, tapi secara nyata pula tidak bisa diatasi.  Ada harapan agar catatan ini dipahami, tapi rupanya bertepuk sebelah tangan.</p>
<p>April tanggal 2 2008, Business Lead Axapta yang telah pernah bertemu dengan beberapa rekan kami sebelumnya memberikan catatan yang membungakan hati di <a title="Komentar Business Lead Microsoft Axapta Indonesia" href="http://agorsiloku.wordpress.com/2007/11/27/dua-tahun-ribet-bersama-implementasi-erp-axapta-5/#comment-19755" target="_self">komentar</a>.  Beliau konsen dengan pengalaman ini. Dan pada waktu yang ditentukan, beliau bersedia bertemu beberapa rekan untuk membicarakan, kira-kira apa masalahnya dan apa yang bisa dibantu.   Tentunya sejuta terimakasih atas perhatian Beliau.  Sayang memang kemudian, beliau lebih terlibat tidak secara teknis persoalan dan menawarkan tenaga yang diperkirakan bisa membantu.  Namun, tampaknya belum &#8220;berjodoh&#8221; karena tenaga yang diharapkan waktunya untuk hadir di Indonesia juga sangat sempit, sedang yang lain masih dalam negosiasi&#8230;. <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_sad.gif' alt=':(' class='wp-smiley' /> .</p>
<p>Ada guyonan kecil dari rekan kita ini, kurang lebih Beliau bertanya atau mungkin mendapat kesan dari yang lain bahwa perusahaan berusaha membawa axapta ke dalam sistem bisnisnya.  Ini yang sebenarnya saya tolak mentah-mentah dalam tulisan kedua saya yang saya kutip kembali di atas.  Namun, sekali persepsi itu masuk dalam alam pikiran, kadang begitu teramat sulitnya manusia melihat ada sisi lain.  Kami justru sebaliknya, ingin bagaimana sebuah bisnis standar ERP bisa masuk dalam sistem bisnis standar yang sebagian telah kami miliki dan jalankan.</p>
<p>Sebulan sebelumnya, pimpinan kami memutuskan untuk &#8220;meringankan&#8221; masalah ganjelan migrasi data yang tidak selesai-selesai dari tiga tahun, menjadi hanya 1 tahun saja.  Itupun data tahun terakhir yang harus masuk ke Axapta.  Itupun harus segera disusul dengan data tahun berjalan.  Hal ini dipilih karena informasi yang diperoleh, migrasi yang sudah sukses sebelumnya (masuk ke dalam axapta), terpaksa dibatalkan total alias harus dihapus, karena setelah naik ke dalam sistem ketahuan bahwa ada parameter setting yang salah sehingga ketika laporan diproses oleh aplikasi Axapta, perhitungan menjadi dilakukan dua kali.  Al hasil, laporan jadi amburadul sehingga dengan terpaksa database dikosongkan lagi&#8230; <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_sad.gif' alt=':(' class='wp-smiley' />  <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_sad.gif' alt=':(' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Setelah satu bulan lewat satu minggu akan diproses lagi dan semua validasi dipersiapkan.  Saya kembali menggerutu lagi, kok belum juga final-final validasinya.  Padahal waktu yang kami minta satu bulan sudah mulai dilewati.  Akhirnya, komandan memutuskan untuk hanya masuk ke <strong>level ledger</strong> saja.  Artinya resumenya selama satu tahun saja.  Kami juga sudah betul-betul frustasi dengan kondisi ini.  Mungkin ada Pak Andreas yang bisa memberikan dukungan lebih cepat dan mantap, tapi memang kondisi belum memungkinkan.  Kepada Implementor, kami memberikan waktu seminggu untuk menaikkan data ke ledger yang nomor accountnya sudah jelas.  Pikiran kami sederhana saja, kalau cuma untuk memasukkan data jumlah bulanan dari beberapa cabang ke ledger rasanya cukup sehari saja menghitungnya, lalu data bisa masuk ke Axapta.  Jadi waktu seminggu sudah lebih dari cukup.  Namun, kami maklum karena beberapa hari kemudian, data utuh yang semestinya diberikan ke konsultan/implementor, masih ada yang ditinggalkan (karena relasi datanya belum tersedia), padahal dengan keputusan hanya masuk total hitungan ke ledger saja, urusan relasi bisa diabaikan.  Data diberikan di hari ke lima.  Jadi putuslah harapan untuk upload ke ledger dalam seminggu bisa diselesaikan.  Minggu ke dua, Konsultan kembali memberikan data yang sudah siap upload, nggak banyak sih&#8230;.. paling banter hanya 720 an baris record data saja.  Namun, terpaksa pula &#8220;senyum&#8221; dikulum kembali karena data yang tersaji masih ada bilangan negatif pada data debet dan kredit.  Walah&#8230; staf saya mengkritisi hal ini.  Saya jadi kehabisan kata juga, luar biasa rupanya.  Kembali saya ingat protes yang disampaikan ke tim implementor : &#8220;Anda harus punya tenaga Quality Control yang punya kemampuan yang baik dan mengerti bisnis dan tentu saja mengerti akutansi.  Seorang akuntan tidak akan membiarkan data debet atau kredit dengan angka minus <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' />   Kalau itu tidak diperiksa namanya bukan akuntan, tapi pendengar.   Kalau masih bertanya, data ini mana field kuncinya maka bukan programmer, mungkin tukang baso. Salah itu manusiawi, tapi kalau pura-pura tidak tahu apa itu GIGO, yo wis&#8230; nggak usah cerita lagi.  Bukan hanya mengerti Axapta, tapi nggak ngerti memecahkan persoalan bisnis ke dalam Axapta.  Hanya bisa angguk-angguk atau omdo&#8221;.  Jadilah proses upload tidak jadi dilakukan sampai ke minggu ke dua berakhir&#8230;..  Sungguh tragis pengalaman ini.</p>
<p>Saya jadi ingat kembali catatan Rekan Wahyu yang di perusahaan beliau, memang akhirnya memutuskan untuk implementasi saja sendiri.  Tampaknya, kami semakin yakin bahwa pilihan ini adalah pilihan yang benar.</p>
<p><strong>Kas Kecil/Kas Bank Pendukung Axapta dan Migrasi data ke Axapta.<br />
</strong></p>
<p>Ke Pak Andreas, Bisnis Lead Microsoft kami tunjukkan hasil pekerjaan kami untuk menggantikan kas kecil yang dibuat oleh Konsultan yang kami nilai sangat tidak memenuhi syarat.  Kas Kecil yang dibuat dan memang kami kembangkan lebih dari sekedar kas kecil dapat mencatat seluruh transaksi perusahaan secara cukup lengkap.  Memang untuk kantor-kantor kami yang jauh dan kecil-kecil, kami tidak mungkin memakai program semahal Axapta, jadi untuk yang kecil-kecil akan kami gunakan program kecil ini yang kami namai myCdB yang bekerja offline atau online.  Dalam tampilan, sengaja kami sedikit meniru Ax, juga dalam struktur prosesnya meski tidak selengkap Axapta.  Namun, model-model standar yang ada di Ax kami adaptasi agar mudah masuk ke dalam Axapta.</p>
<p>Melalui program kecil ini, kami coba upload data lama ke dalam sistem kecil kami.  <strong>Memang banyak hal harus dibenahi.</strong> Misalnya pengelompokkan data (Group Id dan Dimension Id dan puluhan field lainnya) harus dirapihkan dan disesuaikan untuk kemudahan report dan pengendalian tabel database.  Data Warehouse yang tidak ada kami harus adakan.  Hubungan vendor dan customer harus didefinisikan ulang, account num dengan headernya harus diurut ulang, parameter setting dan posting profile harus didefinisikan kembali.  Data lama yang sudah kami berikan ke tim implementor untuk diupload ke AX tidak bisa begitu saja masuk ke program kecil kami begitu saja tanpa pembenahan relasi dan dokumentasi yang perlu.  Apalagi dalam program yang kami buat itu dilengkapi pula dengan pengendalian dokumen terstruktur yang bisa terhubungkan dengan peta wilayah dan komponen penting transaksi : Vendor, Asset, Employee, Built Of Material, Product (Item) dan configurationnya, Warehouse, Picking Route,  Measurement (unit/satuan) dengan konvesinya dan tentu saja satu dengan lainnya memiliki hubungan yang memudahkan kontrol ketika akan digroup masuk ke accountnya.  Dan tentu saja dimensinya dari setiap komponen transaksi.  Untuk mengisi field data customer saja dibutuhkan lebih dari 60 field yang harus terisi lengkap.  Belum lagi relasi-relasi yang dikunci mati dalam database sql yang dibuat ketat harus memastikan bahwa semua komponen memiliki hubungan yang mengunci satu dengan lainnya.</p>
<p>Ketika saya mulai melakukan upload ke dalam sistem yang dibuat rekan, baru kemudian menyadari bahwa apa yang terjadi dalam upload Ax mestilah kurang lebih begitu masalahnya.  Kalau saya saja harus melengkapi master-master sebanyak itu, belum lagi untuk komponen lainnya, maka tidak mungkinlah data yang akan diupload ke AX itu bisa masuk dengan mulus.  Kalau parameter settingnya atau bypass dilakukan, sudah tentulah Upload tidak akan punya makna apa-apa.  Jelas, <strong>saya sangat bodoh selama ini</strong>. Terlalu bodoh malah.  Seharusnya saya menyadari bahwa untuk masuk dalam sistem Axapta, maka semua klasifikasi didefinisikan dengan baik dan benar, bukan hanya number sequencenya saja harus tepat atau <em>primary key</em>nya tereleasi dan mengisi tabel-tabel turutannya.</p>
<p>Lha kalau begitu, bagaimana dengan upload program sendiri saja butuh dibenahi, bagaimana dengan upload ke Axapta?, apa implementor mengerti data apa yang harus dilengkapi?.  Masak transaksi hanya cukup dengan kode pelanggan, kode invoice, kode produk, kuantum dan rupiah saja.  Bukankah banyak data pendukung harus masuk secara baik dan benar !.  Belum lagi pemanfaatan line discount atau apa-apa saja yang seharusnya bisa masuk dengan baik ke AX.</p>
<p>Kami semakin yakin, memang implementor tidak mengenal Axapta.  Kalaupun mengenal, hanya tahu cara memakainya, tapi bodoh dalam memahami isinya.  S<strong>eperti supir yang canggih, tapi tidak mengerti mesinnya</strong>.  Tidak mengerti konsekuensi data dan hubungan yang diperlukan antara satu data dengan data lainnya.  Kerena itupula mereka gampang saja membuang ketersediaan fasilitas Axapta. Yang terjadi adalah &#8220;<strong>gadis manis berkepala gundul</strong>&#8220;.  Ini rupanya yang sedang dikerjakan oleh tim implementor.  Karena gundul itu pulalah, maka kejadian salah parameter terjadi sehingga data upload di-reject.</p>
<p>Semestinya tim implementor mengajarkan hal ini kepada kami 3 tahun sebelumnya dan bukan berkutat menggunduli Axapta yang akhirnya kami harus belajar habis-habisan menumbuhkan rambutnya kembali&#8230;.</p>
<p>Namun, selalu ada hikmahnya.  Saya bersyukur sekarang bisa mengenali sebuah proses bisnis standar dengan lebih baik. Akhirnya, kami memang telah merugikan perusahaan, sawah kami dengan pekerjaan yang tidak selesai-selesai ini.  Kami juga sudah rekrut staf dari perusahaan lain yang telah mengimplementasikan AX.  Kami pikir, kita akan manut saja  sama implementor internal dalam praktis bisnis.  Ini lebih baik dari pada keputusan kami sebelumnya&#8230;..</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/agorsiloku.wordpress.com/735/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/agorsiloku.wordpress.com/735/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/agorsiloku.wordpress.com/735/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/agorsiloku.wordpress.com/735/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/agorsiloku.wordpress.com/735/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/agorsiloku.wordpress.com/735/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/agorsiloku.wordpress.com/735/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/agorsiloku.wordpress.com/735/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/agorsiloku.wordpress.com/735/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/agorsiloku.wordpress.com/735/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/agorsiloku.wordpress.com/735/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/agorsiloku.wordpress.com/735/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=agorsiloku.wordpress.com&blog=256340&post=735&subd=agorsiloku&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://agorsiloku.wordpress.com/2008/04/26/microsoft-dynamic-axapta-yang-digunduli/feed/</wfw:commentRss>
	
		<media:content url="http://a.wordpress.com/avatar/agorsiloku-128.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">agorsiloku</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Yuk Kita Makan Rawon SETAN&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;</title>
		<link>http://agorsiloku.wordpress.com/2008/04/23/yuk-kita-makan-rawon-setan/</link>
		<comments>http://agorsiloku.wordpress.com/2008/04/23/yuk-kita-makan-rawon-setan/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 23 Apr 2008 10:24:14 +0000</pubDate>
		<dc:creator>agorsiloku</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Fenomena]]></category>

		<category><![CDATA[Selingan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://agorsiloku.wordpress.com/?p=734</guid>
		<description><![CDATA[Bah&#8230; Namanya sedikit mengiriskan hati, nggak enak didengar dan berkonotasi buruk.  Tapi.. tak apalah sekali kali makan rawon, meskipun namanya setan.  Berhenti depan Hotel bintang 5 JW Mariot, bersama rekan saya menikmati rawon SETAN.  Rasanya cukup enak.  Yang makan di situ jelas manusia, ada yang berjilbab ada yang berkeluarga.  Apapun [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><span style="text-decoration:line-through;">Bah&#8230; </span>Namanya sedikit mengiriskan hati, nggak enak didengar dan berkonotasi buruk.  Tapi.. tak apalah sekali kali makan rawon, meskipun namanya setan.  Berhenti depan Hotel bintang 5 JW Mariot, bersama rekan saya menikmati rawon SETAN.  Rasanya cukup enak.  Yang makan di situ jelas manusia, ada yang berjilbab ada yang berkeluarga.  Apapun yang menjadi namanya, yang terpampang pada papan nama : &#8220;SETAN&#8221;,  faktor rasa dan keunikan memang pilihan <span style="text-decoration:line-through;">setan  manusia</span> manusia, khususnya tamu dari restoran ini.<span id="more-734"></span></p>
<p>Ilmu-ilmu marketing dan persepsi memang kadang berantakan dibuatnya.  Kita tahu ada makanan enak Ayam Pak Sholeh Pandaan yang lokasinya sangat tidak strategis, masuk ke jalan desa dari jalan utama hampir lebih dari satu kilometer.  Berjubel lagi pengunjungnya.  Entah sekarang !.  Lokasi tidak menempati arena khusus ketika keunikan dimiliki oleh produsen.  Batagor Bandung yang kemudian terkenal itu, di awalnya bertahun-tahun yang lalu justru letaknya hanya di sebuah gang saja, sempit dan pekak di bilangan sebelah selatan Bandung.  Kalau tidak salah awalnya di jalan kopo, kemudian jalan jatayu, dan bertumbuh meluas.  Namun ramai dikunjungi.</p>
<p>Saya juga ingat, kalau jalan-jalan ke daerah Selatan Jawa, Kalau nggak salah arah ke Kota Tulung Agung, ada jualan ayam pedas di desa.  Jaraknya dari jalan utama cukup jauh (beberapa kilometer) dan jelek lagi jalannya.  Tapi di situ banyak rumah makan, khusus jualan ayam pedas.. (duh lupa namanya).</p>
<p>Seperti juga kalau pulang kembali dari arah Toraja ke Makassar, sebelum masuk makassar ada banyak jualan apa.. itu.. seperti ubi/singkong yang digoreng itu.  Yah.. seperti banyak tempat di Indonesia, ada selalu makanan-makanan khas yang menarik simpati untuk dicicipi.  Ada hal yang unik di situ meskipun penamaannya tidak seunik Restoran Setan itu (jadi ingat hotel Iblis&#8230; eh Ibis&#8230;) <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Di kelas-kelas besar industri, persepsi bergerak tak tentu arah.  Gudang Garam itu memang gambar gudangnya garam, bukan rokok.  Namun persepsi mengalahkan segalanya, kalau rokok ya gudang garam.  Iklan Sampurna juga tidak jelas juntrungannya, tapi hanya mencari sensasi dan sulit dihubungkan antara bangunan persepsi dan produk.  Toh berjalan begitu saja.  Semua sukses dengan langkah-langkah uniknya.  Mungkin konsistensi, mungkin lainnya.  Jelas, teori-teori marketing agak kelabakan juga ketika menerjemahkan psikografis manusia.  Tentu tidak semuanya salah, karena teori adalah produk pengetahuan manusia menilai dan mengamati sesuatu&#8230;..</p>
<p>Kembali ke Rawon Setan&#8230; rasanya lumayan&#8230; cukup enak untuk kelas rawon, dagingnya dipotong besar-besar&#8230;. kalau tidak ingat berat badan&#8230; bisa-bisa kesetanan deh&#8230;. <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /></p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/agorsiloku.wordpress.com/734/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/agorsiloku.wordpress.com/734/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/agorsiloku.wordpress.com/734/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/agorsiloku.wordpress.com/734/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/agorsiloku.wordpress.com/734/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/agorsiloku.wordpress.com/734/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/agorsiloku.wordpress.com/734/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/agorsiloku.wordpress.com/734/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/agorsiloku.wordpress.com/734/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/agorsiloku.wordpress.com/734/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/agorsiloku.wordpress.com/734/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/agorsiloku.wordpress.com/734/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=agorsiloku.wordpress.com&blog=256340&post=734&subd=agorsiloku&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://agorsiloku.wordpress.com/2008/04/23/yuk-kita-makan-rawon-setan/feed/</wfw:commentRss>
	
		<media:content url="http://a.wordpress.com/avatar/agorsiloku-128.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">agorsiloku</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Yang Meliputi Sebagian Kecil dari Sesuatu&#8230;.</title>
		<link>http://agorsiloku.wordpress.com/2008/04/23/yang-meliputi-sebagian-kecil-dari-sesuatu/</link>
		<comments>http://agorsiloku.wordpress.com/2008/04/23/yang-meliputi-sebagian-kecil-dari-sesuatu/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 23 Apr 2008 09:49:01 +0000</pubDate>
		<dc:creator>agorsiloku</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Fenomena]]></category>

		<category><![CDATA[General]]></category>

		<category><![CDATA[InReligion]]></category>

		<category><![CDATA[Profetis]]></category>

		<category><![CDATA[Sains]]></category>

		<category><![CDATA[Spirit/Etos/Sosial]]></category>

		<category><![CDATA[uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://agorsiloku.wordpress.com/?p=733</guid>
		<description><![CDATA[Yo.i&#8230;
Saya berkuasa atas segala sesuatu di rumah saya.  Tentu saja ini seeh sebatas omongan doang.  Karena kita tidak bisa membatasi angin yang masuk, kecoak yang menyelinap, atau bahkan pencuri yang ingin bertamu.  Ada batasan meliputi, ada batasan menguasai, jadi meskipun rumah itu segalanya dalam penguasaan.  Faktanya, hanya sebagian teramat sangat kecil [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Yo.i&#8230;</p>
<p>Saya berkuasa atas segala sesuatu di rumah saya.  Tentu saja ini seeh sebatas omongan doang.  Karena kita tidak bisa membatasi angin yang masuk, kecoak yang menyelinap, atau bahkan pencuri yang ingin bertamu.  Ada batasan meliputi, ada batasan menguasai, jadi meskipun rumah itu segalanya dalam penguasaan.  Faktanya, hanya sebagian teramat sangat kecil saja ada dalam kemampuan sang pemilik rumah untuk menguasai.<span id="more-733"></span></p>
<p>Jiwa (nafs) terhadap raga (fisik, jasad) tentu saja tidak begitu.  Lebih menyeluruh, tapi tidak menyeluruh juga kok.  Jiwa menguasai raga, tapi ketika raga sakit, maka jiwa tidak lagi mengendalikan sebagaian dari raga itu.  Bahkan bisa malah putus hubungan sama sekali.  Kita percaya bahwa ada yang menguasai raga kita, yaitu sang pemiliknya.  Namun, pemilik ragapun yang bertumbuh dan berkembang (?) bersama usia raga tidak bisa selamanya menguasai raga.   Misalnya ya, seseorang mengalami amputasi jari tangannya karena sesuatu sebab, apakah jiwa kita kehilangan jari tangannya ?&#8230; <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> (itu kalau diasumsikan jiwa kita mengisi seluruh komponen raga)?.  Ataukah jiwa kita kehilangan kontak dengan salah satu bagian dari raga kita.  Kalau lupa ingatan?, apakah jiwa kita yang lupa ataukah jiwa kehilangan kontak dengan raganya.  Jelas kita nggak tahu?.  Raga dikendalikan oleh jiwa seperti mobil yang dikendalikan oleh supirnya.  Tapi kalau ban mobil kempes tidak terus kitanya ikut kempes.. <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Jiwa menguasai raga, tapi tidak memiliki hubungan sebab akibat (kah?). Jiwa adalah isi dan sebab kehendak pada raga, tapi jiwa berdiri sendiri juga, tidak dipengaruhi oleh kondisi raga(kah).  Kehilangan kontak dengan raga tidak berarti nafs kehilangan.  Ia berdiri sendiri.  Meliputi, tapi tidak juga menguasai sepenuhnya.  Faktor lain tentu berpengaruh.</p>
<p>Seberapa besar pengetahuan kita tentang ombak dan buih lautan yang menerpa daratan, sedikit pengetahuan kita tentang lautan itu sendiri.  Namun, ombak dan buihnya adalah juga cermin dari lautan.</p>
<p>Namun, apakah sifat-sifat yang muncul ke permukaan dapat diindikasikan dari lautan eh.. raga kita.  Beberapa model penelitian menunjukkan adanya hubungan perilaku dengan kondisi tubuh dan darah manusia dengan perilaku kita?.  Kalau begitu, adakah interaksi antara jiwa dan raga?&#8230; nafs dengan jasad?.</p>
<p>Memang pengetahuan kita di sini, seperti diingatkan AQ sangatlah sedikit&#8230; namun selalu saja diperlukan elaborasi dan pengetahuan untuk menyikapinya&#8230;..</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/agorsiloku.wordpress.com/733/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/agorsiloku.wordpress.com/733/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/agorsiloku.wordpress.com/733/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/agorsiloku.wordpress.com/733/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/agorsiloku.wordpress.com/733/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/agorsiloku.wordpress.com/733/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/agorsiloku.wordpress.com/733/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/agorsiloku.wordpress.com/733/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/agorsiloku.wordpress.com/733/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/agorsiloku.wordpress.com/733/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/agorsiloku.wordpress.com/733/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/agorsiloku.wordpress.com/733/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=agorsiloku.wordpress.com&blog=256340&post=733&subd=agorsiloku&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://agorsiloku.wordpress.com/2008/04/23/yang-meliputi-sebagian-kecil-dari-sesuatu/feed/</wfw:commentRss>
	
		<media:content url="http://a.wordpress.com/avatar/agorsiloku-128.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">agorsiloku</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Memahami Kualitas Keajaiban</title>
		<link>http://agorsiloku.wordpress.com/2008/04/06/memahami-kualitas-keajaiban/</link>
		<comments>http://agorsiloku.wordpress.com/2008/04/06/memahami-kualitas-keajaiban/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 06 Apr 2008 00:38:52 +0000</pubDate>
		<dc:creator>agorsiloku</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Fenomena]]></category>

		<category><![CDATA[InReligion]]></category>

		<category><![CDATA[Profetis]]></category>

		<category><![CDATA[Religion]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://agorsiloku.wordpress.com/?p=732</guid>
		<description><![CDATA[Kadang dan memang sering kita menemui keajaiban atau lebih afdol lagi fenomena yang tak terjelaskan.  Tak terjelaskan karena kita memang tidak punya cukup bekal dan ilmu untuk memahaminya.  Karena itu, kita akan terpesona oleh kejadian-kejadian &#8220;tidak masuk akal&#8221;.  Boleh jadi bagi sebagian orang itu masuk akal, tapi tidak bagi sebagian yang lain. [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Kadang dan memang sering kita menemui keajaiban atau lebih afdol lagi fenomena yang tak terjelaskan.  Tak terjelaskan karena kita memang tidak punya cukup bekal dan ilmu untuk memahaminya.  Karena itu, kita akan terpesona oleh kejadian-kejadian &#8220;tidak masuk akal&#8221;.  Boleh jadi bagi sebagian orang itu masuk akal, tapi tidak bagi sebagian yang lain.  <span id="more-732"></span>Yang dapat kita pahami adalah hasil dari sebuah keajaiban.  Kita gagal memahami atau menjelaskan atau memasukkan ke dalam akal kita perihal proses dari kejadian ini.  Tag-tag mengenai hoax di blog ini termasuk salah satu yang kerap dinilai oleh sebagian saudara-saudara kita sebagai &#8220;petunjuk&#8221; Allah kepada manusia, agar manusia berakal semakin beriman.  Bahkan ada juga yang mempercayai karena suara dari siksa neraka itu membuat Dr. Azzacov masuk Islam.  Wah, yang ini saya tidak tahu!, jadi tidak bisa membenarkan atau menolak.</p>
<p><strong><br />
Kualitas Mukjizat.</strong></p>
<p><strong></strong>Kualitas dari Mujizat selalu meningkat (artinya lebih besar, dan lebih besar lagi), seperti ditegasi dalam QS 43:48 <em><strong>Dan tidaklah Kami perlihatkan kepada mereka sesuatu mukjizat kecuali mukjizat itu lebih besar dari mukjizat-mukjizat yang sebelumnya. Dan Kami timpakan kepada mereka azab supaya mereka kembali</strong></em> (ke jalan yang benar).</p>
<p>Dari ayat di atas dapat diambil kesimpulan bahwa hal-hal yang sifatnya luar biasa (aneh bin ajaib) yang apakah dianggap biasa atau dianggap sebuah mukjizat. Timbul juga pertanyaan, bahkan orang kafir, ketika bulan terbelah pun (QS Al Qamar), mereka langsung tidak percaya. Lalu, dengan kearifan apa Allah memberikan tanda-tanda dengan cara itu?.</p>
<blockquote><p>Lha piye toh ?, kalau Allah menghendaki, petunjuk itu kan bisa saja datang dari tomat bertuliskan Allah atau api lapindo yang membentuk lafaz Allah?.  Ini kan akan membuat orang semakin beriman (benarkah !) ataukah malah sebaliknya.</p>
<p>Kalau Allah menghendaki, maka yang ghaib itu akan ditunjukkan kepada manusia!</p>
<p>Betul, tapi kan Allah juga yang menyampaikan urusan ghaib itu adalah urusanKu dan tidak akan dikabarkan kepada siapapun!. <em>QS 72:26. (Dia adalah Tuhan) <strong>Yang Mengetahui yang ghaib, maka Dia tidak memperlihatkan kepada seorangpun tentang yang ghaib itu.</strong></em></p></blockquote>
<p>Kalau memang kita berusaha berpegang pada ayat ini dan tentu pula kita tidak mau mengingkari petunjukNya, maka sangat boleh jadi kita tidak akan mudah pula berpikiran untuk banyak fenomena yang muncul dipahami menurut etimologi bahasa atau apa saja deh sehingga mudah pula kita menghaib-ghaibkan atau bila kita melihat, membaca fenomena tak terjelaskan sebagai yang kita kemudian katakan sebagai mukjizat dari Allah Swt.</p>
<blockquote><p>Tapi kan definisi ghaib bagi manusia, mukjizat bagi manusia jelas dong berbeda dengan definisi pada Al Qur&#8217;an.  Jadi sah-sah saja adanya perbedaan ini.  Yang jelas itu ghaib bagi kita, itu mukjizat bagi manusia !.</p></blockquote>
<p>Yah&#8230; kalau begitu, saya sih cuma sedang berusaha memahami saja.  Namun, kecenderungan sih memang mengembalikan pada definisi yang difirmankanNya.</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/agorsiloku.wordpress.com/732/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/agorsiloku.wordpress.com/732/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/agorsiloku.wordpress.com/732/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/agorsiloku.wordpress.com/732/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/agorsiloku.wordpress.com/732/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/agorsiloku.wordpress.com/732/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/agorsiloku.wordpress.com/732/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/agorsiloku.wordpress.com/732/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/agorsiloku.wordpress.com/732/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/agorsiloku.wordpress.com/732/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/agorsiloku.wordpress.com/732/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/agorsiloku.wordpress.com/732/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=agorsiloku.wordpress.com&blog=256340&post=732&subd=agorsiloku&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://agorsiloku.wordpress.com/2008/04/06/memahami-kualitas-keajaiban/feed/</wfw:commentRss>
	
		<media:content url="http://a.wordpress.com/avatar/agorsiloku-128.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">agorsiloku</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Catatan Komentar dan Pamit Sebentar Ya&#8230;</title>
		<link>http://agorsiloku.wordpress.com/2008/03/24/catatan-komentar-dan-pamit-sebentar-ya/</link>
		<comments>http://agorsiloku.wordpress.com/2008/03/24/catatan-komentar-dan-pamit-sebentar-ya/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 24 Mar 2008 11:01:36 +0000</pubDate>
		<dc:creator>agorsiloku</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://agorsiloku.wordpress.com/?p=731</guid>
		<description><![CDATA[Beberapa hari terakhir, begitu banyak catatan rekan-rekan dalam postingan&#8230; betapa ingin memberikan komentar atau catatan kembali.  Saling melengkapi dan belajar dari saudara-saudara maya yang sudi berkunjung ke sini.  Namun, mohon maaf beberapa hari mendatang, setelah sedikit sehat tugas sudah menggunung lagi dan hanya punya sedikit waktu untuk koneksi.  Jadi, mohon maaf jika belum bisa berkunjung [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Beberapa hari terakhir, begitu banyak catatan rekan-rekan dalam postingan&#8230; betapa ingin memberikan komentar atau catatan kembali.  Saling melengkapi dan belajar dari saudara-saudara maya yang sudi berkunjung ke sini.  Namun, mohon maaf beberapa hari mendatang, setelah sedikit sehat tugas sudah menggunung lagi dan hanya punya sedikit waktu untuk koneksi.  <a href="http://agorsiloku.wordpress.com/2007/04/15/pamit-bentar-ya/" title="Pamit Sebentar ya..." target="_blank">Jadi, mohon maaf jika belum bisa berkunjung ulang atau memberikan balasan</a>.</p>
<p>Salam selalu, agor</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/agorsiloku.wordpress.com/731/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/agorsiloku.wordpress.com/731/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/agorsiloku.wordpress.com/731/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/agorsiloku.wordpress.com/731/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/agorsiloku.wordpress.com/731/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/agorsiloku.wordpress.com/731/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/agorsiloku.wordpress.com/731/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/agorsiloku.wordpress.com/731/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/agorsiloku.wordpress.com/731/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/agorsiloku.wordpress.com/731/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/agorsiloku.wordpress.com/731/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/agorsiloku.wordpress.com/731/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=agorsiloku.wordpress.com&blog=256340&post=731&subd=agorsiloku&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://agorsiloku.wordpress.com/2008/03/24/catatan-komentar-dan-pamit-sebentar-ya/feed/</wfw:commentRss>
	
		<media:content url="http://a.wordpress.com/avatar/agorsiloku-128.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">agorsiloku</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Tidak Membutuhkan dan Tidak Menyerupai Apapun</title>
		<link>http://agorsiloku.wordpress.com/2008/03/24/tidak-membutuhkan-dan-tidak-menyerupai-apapun/</link>
		<comments>http://agorsiloku.wordpress.com/2008/03/24/tidak-membutuhkan-dan-tidak-menyerupai-apapun/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 24 Mar 2008 10:01:14 +0000</pubDate>
		<dc:creator>agorsiloku</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[InReligion]]></category>

		<category><![CDATA[Profetis]]></category>

		<category><![CDATA[Religion]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://agorsiloku.wordpress.com/?p=730</guid>
		<description><![CDATA[Kata ini sederhana dan artinya esa, tunggal.  Cukup banyak juga ilmuwan islam yang menegasi pemahaman ini.  Jadi, ini hanyalah sekedar mengulang-ngulang saja.  Namun, kalau salah, tolong koreksi ya.
Tidak Membutuhkan.
Sederhananya, kita butuh makan, kita butuh minum, butuh rekreasi, butuh pengakuan atau apa saja untuk menikmati atau merasakan kehidupan.  Jantung kita butuh asupan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Kata ini sederhana dan artinya esa, tunggal.  Cukup banyak juga ilmuwan islam yang menegasi pemahaman ini.  Jadi, ini hanyalah sekedar mengulang-ngulang saja.  Namun, kalau salah, tolong koreksi ya.</p>
<p><b>Tidak Membutuhkan.</b></p>
<p>Sederhananya, kita butuh makan, kita butuh minum, butuh rekreasi, butuh pengakuan atau apa saja untuk menikmati<span id="more-730"></span> atau merasakan kehidupan.  Jantung kita butuh asupan darah, paru-paru butuh asupan oksigen, begitu seterusnya sampai segala hal dalam kehidupan mahluk membutuhkan segala jenis mahluk lain untuk berkolaborasi menjalani segala sesuatunya.  Bahkan untuk makanpun kita butuh sejumlah bakteri yang jumlahnya bisa ratusan juta  hanya untuk seorang manusia <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Belum lagi unsur-unsur ukuran-ukuran yang didisain didalam rumus genetika manusia yang harus menjelaskan kapan sehelai rambut akan berwarna putih atau kondisi rontok yang bisa terjadi.  Pada waktu kapan, dan tentu saja lokasinya pun harus terdefinisi jelas.  Jangan sampai rambut di bawah kumis tumbuh di atas kulit kepala <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' />  Kalau mau lebih ke ranah lebih bawah lagi, di situ ada atom.  Dia juga untuk menjadi atom butuh netron, proton, positron, elektron.  Lebih ke dalam lagi, fisikawan mulai bertanya tentang gluon, muon, sampai cita rasa partikel paling elementer.  Dia menjadi ada karena ada dukungan dari partikel lain yang paling elementer sampai-sampai alat ukur apapun yang bisa dibuat manusia tak mampu lagi mengukur kekecilannya.  Namun hanya diyakini ada !.</p>
<p>Kehidupan manusia di alam ini jelas membutuhkan saling dukung, bersubstitusi dan saling membutuhkan untuk menjadi sesuatu.  Jadi singkat kata, tidak ada satupun yang mengatakan &#8220;saya&#8221; mandiri tak membutuhkan apapun.</p>
<p><b>Tidak Menyerupai Apapun.</b></p>
<p>Segala hal yang bisa kita pahami karena kita mempunyai perbandingan atau satu acuan untuk menjelaskan, agar akal bisa memahami. Kita tahu besar karena kita kenal mislanya yang  kita bisa bedakan Rini dari Rina karena masing-masing punya ciri.  Ciri itu ada dalam bayangan kita, ada dalam akal berpikir kita.  Jadi kita punya acuan.  Perbandingan yang menjadi pengetahuan dalam otak berpikir kita menjadi acuan terhadap apa yang kita pahami atau objek apapun yang kita lihat, rasakan, atau sentuh.</p>
<p>Lalu bagaimana dengan pengetahuan &#8220;Tidak setara apapun&#8221;.  Pemahaman ini artinya apa saja yang kita bayangkan atau kita pahami, maka pastilah &#8220;bukan itu&#8221;.  Tidak menyamai dalam hal apa saja, baik itu rupa, bentuk, ukuran, atau apa saja.  Apa saja yang kemampuan manusia membayangkan atau meng&#8221;akal&#8221;kannya, maka dipastikan bukan itu.</p>
<p>Termasuk membayangkan dengan akal tentang ahad ?.</p>
<p>Saya kira begitu juga.  Maka tak layak kita membangun bayangan, termasuk batas kasih sayangNya atau pun batas kekuasaanNya  tanpa dibarengi kesadaran hati bahwa apa yang dapat kita jelaskan sejelas-jelasnya sebenarnya &#8220;tidak lebih dari&#8221; atau &#8220;bukan itu&#8221; yang dimaksud.  Karena tidak ada setara dengan apapun, maka penjelasan apapun juga menjadi &#8220;bukan itu&#8221;.  Mungkin mirip atau mendekati tapi tetap jelas &#8220;bukan itu&#8221;.  Dan kita tidak pernah tahu batas yang kita kenali sebagai &#8220;bukan itu&#8221;</p>
<p>Kita sebenarnya mengenal dari apa yang kita mendapatkan informasi dari apa juga yang tidak setara dengan apapun itu menjelaskan keberadaanNya.  Dari nama-namaNya dan maha karyaNya kita mengenalNya.  Itu dengan catatan pengenalan yang &#8220;bukan itu&#8221;.</p>
<p>Di sisi lain,</p>
<p>Jujur saja seeh, saya kurang sreg dengan &#8220;usulan&#8221; atau komentar &#8220;maha pencemburu&#8221;.  Mengapa?.  Rasanya kok nggak nyaman ya, membandingkan persepsi manusia dengan persepsi ketauhidan.  Kita pahami saja dengan akal tentang sifat-sifatNya&#8230; kita pun masih dibatasi bahwa kemampuan akal kita untuk memahami &#8220;bukan itu&#8230;&#8221;.</p>
<p>Namun, memang repot berurusan dengan manusia.  Percayalah Allah maha penyayang, maha pengasih, maha berkuasa, maha pengampun, maha suci, lebih dari apa yang bisa dibayangkan oleh seluruh akal manusia.</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/agorsiloku.wordpress.com/730/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/agorsiloku.wordpress.com/730/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/agorsiloku.wordpress.com/730/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/agorsiloku.wordpress.com/730/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/agorsiloku.wordpress.com/730/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/agorsiloku.wordpress.com/730/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/agorsiloku.wordpress.com/730/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/agorsiloku.wordpress.com/730/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/agorsiloku.wordpress.com/730/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/agorsiloku.wordpress.com/730/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/agorsiloku.wordpress.com/730/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/agorsiloku.wordpress.com/730/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=agorsiloku.wordpress.com&blog=256340&post=730&subd=agorsiloku&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://agorsiloku.wordpress.com/2008/03/24/tidak-membutuhkan-dan-tidak-menyerupai-apapun/feed/</wfw:commentRss>
	
		<media:content url="http://a.wordpress.com/avatar/agorsiloku-128.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">agorsiloku</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Foto Melempar Jumrah Dulu dan Kini.</title>
		<link>http://agorsiloku.wordpress.com/2008/03/20/foto-melempar-jumrah-dulu-dan-kini/</link>
		<comments>http://agorsiloku.wordpress.com/2008/03/20/foto-melempar-jumrah-dulu-dan-kini/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 20 Mar 2008 15:14:14 +0000</pubDate>
		<dc:creator>agorsiloku</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[InReligion]]></category>

		<category><![CDATA[Islam]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://agorsiloku.wordpress.com/?p=729</guid>
		<description><![CDATA[Di masa lalu melempar batu di tiga tempat sebagai salah satu bagian dari prosesi ritual haji tidaklah  &#8220;segemerlap&#8221; di masa kini.

 Tempatnya cukup lebar dan bertingkat pula untuk mengikuti peningkatan jumlah jamaah haji yang kian meningkat dari tahun ke tahun.


Melihat perbandingan kedua foto di atas (kini) dan masa lalu, terasa bahwa perjalanan manusia untuk [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Di masa lalu melempar batu di tiga tempat sebagai salah satu bagian dari prosesi ritual haji tidaklah  &#8220;segemerlap&#8221; di masa kini.<a href="http://agorsiloku.files.wordpress.com/2008/03/jamarat.jpg" title="Jumarat"><img src="http://agorsiloku.files.wordpress.com/2008/03/jamarat.thumbnail.jpg?w=101&h=118" alt="Jumarat" align="left" height="118" width="101" /></a></p>
<p><img src="http://agorsiloku.files.wordpress.com/2008/03/jumrah.thumbnail.jpg?w=128&h=77" alt="Jumrah" align="middle" border="2" height="77" hspace="2" vspace="2" width="128" /><span id="more-729"></span><a href="http://agorsiloku.files.wordpress.com/2008/03/jumrahaqabah3.jpg" title="Jumrah dan Aqobah"><img src="http://agorsiloku.files.wordpress.com/2008/03/jumrahaqabah3.thumbnail.jpg?w=116&h=68" alt="Jumrah dan Aqobah" align="absmiddle" border="2" height="68" hspace="2" vspace="2" width="116" /></a><a href="http://agorsiloku.files.wordpress.com/2008/03/melempar-jumrah.jpg" title="Melempar Jumrah"><img src="http://agorsiloku.files.wordpress.com/2008/03/melempar-jumrah.thumbnail.jpg?w=140&h=84" alt="Melempar Jumrah" align="middle" height="84" width="140" /></a></p>
<p><!--more--> Tempatnya cukup lebar dan bertingkat pula untuk mengikuti peningkatan jumlah jamaah haji yang kian meningkat dari tahun ke tahun.</p>
<p><a href="http://agorsiloku.files.wordpress.com/2008/02/kabah-old-jumrah-1.jpg" title="kabah old jumrah 1.jpg"><img src="http://agorsiloku.files.wordpress.com/2008/02/kabah-old-jumrah-1.thumbnail.jpg" alt="kabah old jumrah 1.jpg" align="left" /></a></p>
<p><a href="http://agorsiloku.files.wordpress.com/2008/02/kabah-old-jumrah.jpg" title="kabah - old jumrah.jpg"><img src="http://agorsiloku.files.wordpress.com/2008/02/kabah-old-jumrah.thumbnail.jpg" alt="kabah - old jumrah.jpg" align="middle" /></a></p>
<p>Melihat perbandingan kedua foto di atas (kini) dan masa lalu, terasa bahwa perjalanan manusia untuk hadir kepadanya dari masa ke masa dan gemericiknya batu yang dilempar mengenai dinding aqobah adalah sebuah perjalanan ritual yang <a href="http://agorsiloku.wordpress.com/2007/01/14/gemericik-batu-menimpa-aqobah/" title="gemericik-batu-menimpa-aqobah" target="_blank">menggetarkan nurani</a>, ketika jutaan manusia berbaju putih tanpa jahitan &#8220;berlomba&#8221; melaksanakan ritual haji.</p>
<p>Foto peta diambil dari <a href="http://umroh.wordpress.com/gambar-rencana-jamarat-yang-baru/" title="gambar-rencana-jamarat-yang-baru" target="_blank">sini</a>.</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/agorsiloku.wordpress.com/729/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/agorsiloku.wordpress.com/729/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/agorsiloku.wordpress.com/729/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/agorsiloku.wordpress.com/729/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/agorsiloku.wordpress.com/729/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/agorsiloku.wordpress.com/729/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/agorsiloku.wordpress.com/729/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/agorsiloku.wordpress.com/729/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/agorsiloku.wordpress.com/729/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/agorsiloku.wordpress.com/729/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/agorsiloku.wordpress.com/729/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/agorsiloku.wordpress.com/729/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=agorsiloku.wordpress.com&blog=256340&post=729&subd=agorsiloku&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://agorsiloku.wordpress.com/2008/03/20/foto-melempar-jumrah-dulu-dan-kini/feed/</wfw:commentRss>
	
		<media:content url="http://a.wordpress.com/avatar/agorsiloku-128.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">agorsiloku</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://agorsiloku.files.wordpress.com/2008/03/jamarat.thumbnail.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Jumarat</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://agorsiloku.files.wordpress.com/2008/03/jumrah.thumbnail.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Jumrah</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://agorsiloku.files.wordpress.com/2008/03/jumrahaqabah3.thumbnail.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Jumrah dan Aqobah</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://agorsiloku.files.wordpress.com/2008/03/melempar-jumrah.thumbnail.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Melempar Jumrah</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://agorsiloku.files.wordpress.com/2008/02/kabah-old-jumrah-1.thumbnail.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">kabah old jumrah 1.jpg</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://agorsiloku.files.wordpress.com/2008/02/kabah-old-jumrah.thumbnail.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">kabah - old jumrah.jpg</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Mampukah Manusia Mengubah Takdir ?</title>
		<link>http://agorsiloku.wordpress.com/2008/03/16/mampukah-manusia-mengubah-takdir/</link>
		<comments>http://agorsiloku.wordpress.com/2008/03/16/mampukah-manusia-mengubah-takdir/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 16 Mar 2008 15:07:21 +0000</pubDate>
		<dc:creator>agorsiloku</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Fenomena]]></category>

		<category><![CDATA[Islam]]></category>

		<category><![CDATA[Religion]]></category>

		<category><![CDATA[Spirit/Etos/Sosial]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://agorsiloku.wordpress.com/?p=724</guid>
		<description><![CDATA[Selalu menggelitik memang untuk memahami apa yang akan terjadi esok, lusa, minggu depan, tahun depan, atau seratus tahun ke depan !.  Apakah takdir bisa berubah?, apa yang menyebabkan perubahan takdir, dimana Allah berposisi dan melakukan reposisi terhadap takdir?.  Dan banyak lagi pertanyaan di wilayah ini.
Tidak heran pembuat buku Salat Smart yang bukunya sudah [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Selalu menggelitik memang untuk memahami apa yang akan terjadi esok, lusa, minggu depan, tahun depan, atau seratus tahun ke depan !.  Apakah takdir bisa berubah?, apa yang menyebabkan perubahan takdir, dimana Allah berposisi dan melakukan reposisi terhadap takdir?.  Dan banyak lagi pertanyaan di wilayah ini.<span id="more-724"></span></p>
<p>Tidak heran pembuat buku Salat Smart yang bukunya sudah beredar di negeri Jiran mengulas dan mempertanyakan : <a href="http://muhshodiq.wordpress.com/2008/03/05/perlukah-memilih-takdir/" title="perlukah-memilih-takdir" target="_blank">Perlukah Memilih Takdir</a>. Satu pertanyaan yang <a href="http://agorsiloku.wordpress.com/2006/12/10/memilah-dan-memilih-takdir/" title="memilah-dan-memilih-takdir" target="_blank">saya jadi ragu mengelaborasinya</a>, karena memang ada beberapa pandangan dalam cara kita <a href="http://agorsiloku.wordpress.com/2007/12/06/takdir-qada-qadar-yang-penuh-tanda-dan-tanya/" title="takdir-qada-qadar-yang-penuh-tanda-dan-tanya" target="_blank">melihat takdir</a>.</p>
<p>Saya sih inginnya <strike>keukeuh</strike> <strike>atau ngotot</strike> lebih melihat bahwa takdir itu adalah ketentuan Allah.  Dan ketentuan itu tidak akan mengalami perubahan ataupun kalaupun berubah, maka manusia &#8220;ditakdirkan&#8221; untuk tidak mampu mengamati perubahan dari takdir itu sendiri.</p>
<p>Lha !.  Kok begitu&#8230;. !?.  Lha iyalah&#8230; kan Allah sudah berpesan : <i>QS 48. Al Fath 23. Sebagai suatu sunnatullah yang telah berlaku sejak dahulu, kamu sekali-kali tiada akan menemukan perubahan bagi sunnatullah itu.  </i>Pesan ini menegasi bahwa kita tidak akan dapat menemukan perubahan (melalui pengamatan) bahwa takdir mengalami perubahan. Jadi apa saja yang kita akan jalani dalam kehidupan, termasuk mimpi-mimpi sekalipun berada dalam arena yang telah ditetapkan.  Kemanapun kita melakukan pilihan melangkah, termasuk menghindari terantuk dari batu, atau memilih makanan pedas atau asin, semua adalah pilihan dari takdir.  Jadi kemanapun kita berjalan, kita akan memenuhi takdir kita !.</p>
<p>Jadi, mungkinkah mengubah takdir?.  <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Pertanyaan yang aneh ?.  Namun, setidaknya kita menangkap dua pengertian terhadap takdir dalam teologi sosial masyarakat :</p>
<p>Pertama, takdir sebagai prosesi kejadian &#8212; as a result &#8211;  Ketika manusia berada pada posisi beruntung, entah menang undian atau diterima untuk bekerja, maka yang bersangkutan mencapai suatu posisi dari pilihan takdirnya.</p>
<p>Kedua, takdir sebagai suatu ketentuan yang tidak mengalami perubahan dan telah berlaku sejak dahulu, seperti disampaikan ayat di atas. Dalam pemahaman ini, tentunya bekerja aksi-reaksi, hukum-hukum alam atau hukum fisika yang diberlakukan sejak penciptaan pertama terhadap hukum-hukum alam semesta.</p>
<p>Kembali ke pertanyaan awal : Dapatkah manusia mengubah takdir?. Lha, pertanyaan ini sulit juga ya dijawabnya.  Kok ditanya lagi !, bukankah kita tidak akan mampu melihat perubahan takdir.  Tapi, jelas pula bahwa Allah juga tidak menyebutkan bahwa takdir itu tidak akan berubah, bisa berubah, namun manusia tidak mampu menemukan perubahannya.  Kalau begitu, bagaimana manusia tahu bahwa telah terjadi perubahan takdir !.</p>
<p>Apa pula peran manusia dalam melakukan pilihan takdir ?.  Usaha !.  Usaha manusiakah ? atau takdir manusia untuk berusaha !?.  Ataukah menyerah ?.  Dan menyerah, berputus asa pun tidak lepas dari takdir Illahi !.</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/agorsiloku.wordpress.com/724/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/agorsiloku.wordpress.com/724/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/agorsiloku.wordpress.com/724/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/agorsiloku.wordpress.com/724/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/agorsiloku.wordpress.com/724/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/agorsiloku.wordpress.com/724/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/agorsiloku.wordpress.com/724/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/agorsiloku.wordpress.com/724/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/agorsiloku.wordpress.com/724/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/agorsiloku.wordpress.com/724/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/agorsiloku.wordpress.com/724/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/agorsiloku.wordpress.com/724/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=agorsiloku.wordpress.com&blog=256340&post=724&subd=agorsiloku&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://agorsiloku.wordpress.com/2008/03/16/mampukah-manusia-mengubah-takdir/feed/</wfw:commentRss>
	
		<media:content url="http://a.wordpress.com/avatar/agorsiloku-128.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">agorsiloku</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>kok meneng bae&#8230;</title>
		<link>http://agorsiloku.wordpress.com/2008/03/14/kok-meneng-bae/</link>
		<comments>http://agorsiloku.wordpress.com/2008/03/14/kok-meneng-bae/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 13 Mar 2008 18:45:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>agorsiloku</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://agorsiloku.wordpress.com/?p=723</guid>
		<description><![CDATA[haniifa :
Kang agor mana kopi hangat nyah !!
kna schizophrenia nich….kok meneng bae 
Agor :
Hapunten.. mohon maaf dalam lebih seminggu lalu sampai mungkin satu atau dua minggu ke depan atau lebih, karena satu dan sebab lain tidak bisa mengisi dan membalas perhatian yang begitu indahnya dari saudara-saudaraku yang berkunjung ke sini&#8230;
Dokter bilang&#8230; saya harus take a [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><b><a href="http://haniifa.wordpress.com/" title="Haniifa" target="_blank">haniifa </a>:</b></p>
<p>Kang agor mana kopi hangat nyah !!<br />
kna schizophrenia nich….kok meneng bae <img src="http://agorsiloku.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif" alt="D" class="wp-smiley" /></p>
<p>Agor :<span id="more-723"></span></p>
<p>Hapunten.. mohon maaf dalam lebih seminggu lalu sampai mungkin satu atau dua minggu ke depan atau lebih, karena <a href="http://agorsiloku.wordpress.com/2008/02/25/ketika-teguran-itu-datang/" title="ketika-teguran-itu-datang" target="_blank">satu</a> dan <a href="http://agorsiloku.wordpress.com/2008/02/26/hasil-test-psi-mengalami-penurunan-daya-ingat/" title="hasil-test-psi-mengalami-penurunan-daya-ingat" target="_blank">sebab lain</a> tidak bisa mengisi dan membalas perhatian yang begitu indahnya dari saudara-saudaraku yang berkunjung ke sini&#8230;</p>
<p>Dokter bilang&#8230; saya harus <i>take a rest</i> lebih lama lagi&#8230;</p>
<p>Salam&#8230;.</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/agorsiloku.wordpress.com/723/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/agorsiloku.wordpress.com/723/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/agorsiloku.wordpress.com/723/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/agorsiloku.wordpress.com/723/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/agorsiloku.wordpress.com/723/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/agorsiloku.wordpress.com/723/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/agorsiloku.wordpress.com/723/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/agorsiloku.wordpress.com/723/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/agorsiloku.wordpress.com/723/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/agorsiloku.wordpress.com/723/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/agorsiloku.wordpress.com/723/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/agorsiloku.wordpress.com/723/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=agorsiloku.wordpress.com&blog=256340&post=723&subd=agorsiloku&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://agorsiloku.wordpress.com/2008/03/14/kok-meneng-bae/feed/</wfw:commentRss>
	
		<media:content url="http://a.wordpress.com/avatar/agorsiloku-128.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">agorsiloku</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://agorsiloku.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif" medium="image">
			<media:title type="html">D</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Galaksi Terluar Ditemukan</title>
		<link>http://agorsiloku.wordpress.com/2008/03/05/galaksi-terluar-ditemukan/</link>
		<comments>http://agorsiloku.wordpress.com/2008/03/05/galaksi-terluar-ditemukan/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 05 Mar 2008 15:19:22 +0000</pubDate>
		<dc:creator>agorsiloku</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Alam Semesta]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://agorsiloku.wordpress.com/?p=721</guid>
		<description><![CDATA[Beberapa astronom menyatakan telah menemukan tanda-tanda adanya galaksi terjauh yang bisa dikatakan tertua dari tata surya. Penemuan ini akan sangat berarti untuk upaya menjawab pertanyaan tentang asal-muasal terjadinya alam semesta.Cahaya yang tertangkap oleh teleskop yang digunakan oleh tim astronom tersebut diperkirakan berasal dari bintang. Kilasan cahaya itu berusia sekitar 500 juta tahun dan telah menempuh [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Beberapa astronom menyatakan telah menemukan tanda-tanda adanya galaksi terjauh yang bisa dikatakan tertua dari tata surya. Penemuan ini akan sangat berarti untuk upaya menjawab pertanyaan tentang asal-muasal terjadinya alam semesta.<span id="more-721"></span>Cahaya yang tertangkap oleh teleskop yang digunakan oleh tim astronom tersebut diperkirakan berasal dari bintang. Kilasan cahaya itu berusia sekitar 500 juta tahun dan telah menempuh jarak miliaran tahun cahaya.</p>
<p>Hal itu diungkapkan Richard Ellis, astronom dari California Institute of Technology. Dengan perkiraan usia bintang tersebut, tambahnya, berarti tim itu telah berhasil menemukan galaksi yang usianya lebih tua dari galaksi yang selama ini telah diketahui.</p>
<p>Tim astronom tersebut menggunakan teleskop Keck yang amat besar di Hawaii. Teleskop tersebut memiliki cermin berdiameter 10 meter. Namun, saat menembus lapisan medan gravitasi di seputar bumi, tambah Ellis, lensa mengalami penguatan 20 kali lipat. Ketika melalui lapisan tersebut, cahaya dibelokkan.</p>
<p>Menurut Ellis yang dihubungi melalui telepon oleh Reuters, kini para ilmuwan masih berupaya mengungkap lebih banyak lagi soal alam semesta yang diperkirakan terbentuk sekitar 13,5 miliar tahun lalu.</p>
<p>&#8220;Obyek ini merupakan obyek tertua dari yang pernah ditemukan sebelumnya,&#8221; ujar Ellis yang mempresentasikan penemuannya bersama mahasiswa Dan Stark pada pertemuan Royal Astronomical Society, Rabu (11/7).</p>
<p>&#8220;Akibatnya, galaksi ini adalah generasi awal bintang-bintang yang menyala pada saat alam semesta masih ’bayi’,&#8221; katanya.</p>
<p>Penemuan tersebut merupakan kunci penting untuk mengungkap asal-muasal terjadinya alam semesta. Selama ini, teori Big Bang—ledakan energi yang luar biasa hebat—diyakini sebagai proses kelahiran alam semesta. Pada usia 300.000 pertama, semesta luar biasa panas sebelum kemudian periode gelap karena belum terbentuk bintang. (Reuters/isw)<br />
Sumber : <a href="http://kompas.com/kompas-cetak/0707/13/humaniora/3681593.htm" title="Kompas" target="_blank">Kompas, <font color="#cc0000" face="Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif" size="1"><b>                             Jumat, 13 Juli 2007</b></font></a></p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/agorsiloku.wordpress.com/721/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/agorsiloku.wordpress.com/721/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/agorsiloku.wordpress.com/721/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/agorsiloku.wordpress.com/721/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/agorsiloku.wordpress.com/721/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/agorsiloku.wordpress.com/721/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/agorsiloku.wordpress.com/721/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/agorsiloku.wordpress.com/721/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/agorsiloku.wordpress.com/721/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/agorsiloku.wordpress.com/721/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/agorsiloku.wordpress.com/721/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/agorsiloku.wordpress.com/721/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=agorsiloku.wordpress.com&blog=256340&post=721&subd=agorsiloku&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://agorsiloku.wordpress.com/2008/03/05/galaksi-terluar-ditemukan/feed/</wfw:commentRss>
	
		<media:content url="http://a.wordpress.com/avatar/agorsiloku-128.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">agorsiloku</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Penyelewengan Manfaat Rekayasa Tubuh</title>
		<link>http://agorsiloku.wordpress.com/2008/02/29/penyelewengan-manfaat-rekayasa-tubuh/</link>
		<comments>http://agorsiloku.wordpress.com/2008/02/29/penyelewengan-manfaat-rekayasa-tubuh/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 29 Feb 2008 10:10:27 +0000</pubDate>
		<dc:creator>agorsiloku</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Sains]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://agorsiloku.wordpress.com/?p=720</guid>
		<description><![CDATA[Sumber Intisari.
Sejak ditemukan, rekayasa genetika bisa disebut sebagai ilmu pengetahuan yang berkembang paling pesat pada akhir milenium ini. Sementara cabang ilmu yang dipercaya menyimpan rahasia kehidupan ini tak pernah lepas dari masalah teknik, ia pun didera serangan komersialisasi.
Salah satu contoh terbaru lompatan besar yang dibuat manusia di bidang rekayasa genetika ini adalah temuan imunolog Ellen [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Sumber <a href="http://www.indomedia.com/intisari/1998/april/sel.htm" title="Penyelewangan Rekayasa Tubuh !" target="_blank">Intisari</a>.</p>
<p>Sejak ditemukan, rekayasa genetika bisa disebut sebagai ilmu pengetahuan yang berkembang paling pesat pada akhir milenium ini. Sementara cabang ilmu yang dipercaya menyimpan rahasia kehidupan ini tak pernah lepas dari masalah teknik, ia pun didera serangan komersialisasi.<span id="more-720"></span></p>
<p>Salah satu contoh terbaru lompatan besar yang dibuat manusia di bidang rekayasa genetika ini adalah temuan imunolog Ellen Heber-Katz anggota American Association for Advancedment of Science di Philadelphia (Kompas 22 Februari 1998). Awalnya hanya satu prosedur standar laboratorium; melubangi daun telinga mencit untuk memulai eksperimen menggandakan sklerosis (jaringan yang mengeras). Tiga pekan setelah dilubangi ternyata daun telinga mencitnya pulih kembali, tak berlubang. Tindakan pengulangan pun, memberikan hasil serupa.</p>
<p>Setelah berdiskusi dengan ilmuwan lain, ia menyimpulkan, proses itu bukan sekadar penyembuhan normal luka, tetapi hasil regenerasi jaringan. Proses yang biasa hanya terjadi pada jenis amfibi, semisal katak, yang bisa meregenerasi tungkai.</p>
<p>Bersama koleganya, Ellen mencoba menerjemahkannya ke dalam praktek penyembuhan yang sesungguhnya. Menurutnya, perubahan telah terjadi pada mamalia, seperti mencit itu. Meski terjadinya masih pada mencit yang dibiakkan secara khusus, timbul ide bagaimana kalau kemampuan tubuh mencit melawan kanker dikembangkan menjadi kemampuan meregenerasi tungkai?</p>
<p>Ellen menduga, regenerasi pada mencit-mencitnya ada hubungan dengan reaksi kekebalan, namun belum dapat memastikan seberapa jauh peran reaksi kekebalan dan seberapa jauh akibat mutasi gen.</p>
<p><b>Membongkar sel tua</b><br />
Sementara itu The Sunday Times (15 Januari 199 <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_cool.gif' alt='8)' class='wp-smiley' /> mengabarkan, seorang ilmuwan AS lainnya telah berhasil menyingkap rahasia penuaan. Dari &#8220;main-main&#8221; dengan materi genetik, mereka menemukan &#8220;sumber zat awet muda&#8221; untuk membuat sel manusia hidup lebih lama.</p>
<p>Usaha memperpanjang usia sel manusia dipandang akan sangat bermanfaat bagi penanggulangan penyakit-penyakit yang berkaitan dengan keuzuran. Tim Dr. Woodring Wright, profesor biologi sel di University of Texas, Dallas, menggunakan enzim telomerase. Enzim ini dihasilkan oleh sel kecambah, seperti sel telur dan sperma, dan mempengaruhi telomere (ujung kromosom). Kromosom sendiri, seperti diketahui, membawa gen-gen atau &#8220;cetak biru&#8221; manusia.</p>
<p>Sebagian kecil telomere ternyata hilang setiap kali sel biasa pada tubuh manusia membelah diri. Namun karena sel normal tidak menghasilkan enzim telomerase, telomere tidak tumbuh lagi. Tim Dr. Wright berhasil menemukan cara untuk menumbuhkan kembali telomere ini dengan menggunakan enzim telomerase.</p>
<p>Tahun lalu tim Dr. Wright mampu membuktikan, hilangnya telomere berkaitan dengan keuzuran. Dengan telomerase, mereka yakin bisa meregenerasi telomere - sehingga penuaan (setidaknya di tingkat sel) dapat dihentikan. Namun, ia cepat-cepat mengingatkan, &#8220;Ini tidak berarti manusia dapat hidup selamanya.&#8221; Karena matinya sel hanya salah satu saja dari sekian banyak proses yang membuat seseorang menjadi tua.</p>
<p>Namun, penemuan itu dapat membantu memperpanjang usia sel dengan cukup berarti. Kebutuhan akan sel yang jauh lebih panjang umur dari yang sampai kini ada, memang amat dibutuhkan oleh para terapis gen dalam usahanya menyembuhkan pasien berpenyakit yang menurun, misalnya cystic fibrosis. Dalam terapi ini yang biasa dilakukan adalah mengambil sel-sel si pasien, memasukkan gen sehat ke dalam sel-sel itu, lalu mengembalikannya ke tubuh pasien. Diharapkan sel yang telah dimanipulasi itu akan mengambil alih peran sel-sel yang membawa kelainan penyakit tadi. Sayangnya, seringkali sel-sel sehatnya keburu &#8220;menua&#8221; di saat terapis selesai menanganinya, sehingga mati sebelum bisa berbuat banyak.</p>
<p>Dengan mencegah kematian sel, proses telomerase diharapkan juga akan merangsang sel-sel bekerja lebih baik. Timnya telah mencoba pada sel kulit, retina, dan kulit bagian dalam arteri. Hasilnya, semua sel tumbuh telomerenya bersifat normal tanpa tanda-tanda menjadi kanker.</p>
<p>Andaikan proses penuaan ini arena peperangan yang penuh misteri, maka rupanya manusia menyerang untuk menguakkan tabirnya dari segala penjuru. Profesor Stephen A. Krawetz dari Fakultas Kedokteran Wayne State University, &#8220;menembaknya&#8221; dari kasus-kasus progeria.</p>
<p>Progeria atau Sindrom Progeria Hutchinson-Gliford adalah mutasi yang mengakibatkan proses penuaan berlangsung segera setelah kelahiran. Hanya dalam waktu 7 tahun pengidapnya sudah mengalami keriput kulit, penyakit jantung, katarak, patah atau retak tulang yang tak kunjung sembuh, dan tanda-tanda pikun. Para penderitanya sering dalam ikatan keluarga. Rata-rata usia penderita cuma mencapai 13,4 tahun.</p>
<p>Pertumbuhan manusia normal dapat digambarkan seperti gunung. Tahap pertama meningkat, mencapai puncak (saat manusia berumur 20-an), kemudian tiba tahap kedua menurun. Dengan sendirinya, jika proses penuaan dapat dihentikan saat manusia berada di puncak, kemudaannya akan bertahan.</p>
<p>Penderita progeria dipilih karena kelainan ini adalah contoh tepat, di mana jam penuaan diputar dengan kecepatan amat tinggi, sehingga proses penguzuran berlangsung jauh lebih cepat daripada yang normal terjadi. Asumsi yang diambil Krawetz, semua gen yang berkaitan dengan proses penuaan adalah bagian dari respons normal karena suatu mekanisme kontrol telah hilang. Maka bila semua gen serempak &#8220;dipadamkan&#8221;, sehingga responsnya tadi terhenti, untuk dibiarkan berkembang normal, proses penuaan tidak akan terjadi.</p>
<p>Bila penanda progeria dapat ditemukan, Krawets akan mampu mencari jalan mematikan proses penuaan cepat akibat progeria. Jika berhasil, berarti telah ditemukan pula cara menghentikan semua jenis penuaan. Demikianlah, kiprah manusia dalam ilmu yang satu ini tak urung mengundang decak kagum.</p>
<p><b>Gen buruk pun bisa baik</b><br />
Karena rekayasa genetik, diharapkan bukan hanya penyakit menjadi masa lalu, tapi orang dapat memilih jenis anak yang diinginkan dari katalog. Namun, sementara kemajuan ilmu tak sedikit, pemahaman mendasarnya masih sering dipenuhi pro dan kontra.</p>
<p>Sebagai contoh, ada pendapat, gen tunggal bertanggung jawab atas sifat khusus, mulai warna mata hingga kecerdasan. Malah, beberapa waktu lalu banyak orang dikejutkan dengan ditemukannya gen yang konon menandai apakah orang mudah depresi atau berperilaku homoseksual.</p>
<p>Padahal, menurut Stanton Peele Ph.D dan Richard DeGranpre Ph.D dalam tulisan My Genes Made Me Do It, &#8220;Keliru sekali bila kita mengira hanya ada gen tunggal di balik berbagai pembawaan manusia yang kompleks, seperti orientasi seks, perilaku antisosial, kelainan mental macam schizophrenia atau depresi.&#8221;</p>
<p>Sedang pembawaan yang sesederhana tinggi badan saja ternyata ditentukan oleh beberapa pasang gen. Belum lagi peran lingkungan. Mengapa anak-anak muda Jepang yang berusia 20 tahun rata-rata lebih tinggi 15 cm daripada generasi kakek mereka pada usia yang sama? Bukan karena mutasi gen, melainkan perubahan diet nasional bangsa itu. Jadi &#8220;keturunan&#8221; bukan segalanya.</p>
<p>Apalagi, gen yang buruk pun dapat bersifat baik. Gen haemoglobin S, misalnya, yang diwarisi dari kedua orang tua dapat menyebabkan si anak menderita anemia sickle cell, penyakit yang melumpuhkan dan menyebabkan mati muda. Tapi jika hanya gen tunggal yang terdeteksi, muncul kondisi asimptomatik (kecenderungan mengidap), yang justru membuat pengidapnya tahan terhadap malaria.</p>
<p>Maka tes genetik pun dinilai tidak memiliki informasi yang akurat dan spesifik. Saat ini saja telah bisa dilakukan tes untuk + 50 ciri gen yang mengindikasikan kemungkinan mengidap penyakit tertentu. Namun, hasil positifnya tidak menjamin pengidapnya pasti akan menderita penyakit yang bersangkutan, kalaupun ya, tak dapat ditentukan kapan, atau bakal separah apa.</p>
<p>Dari sini penelitian genetika diakui menimbulkan kondisi memprihatinkan karena jauh meninggalkan pemahaman moral dan kode etik.</p>
<p>Tak seorang pun mau memberikan nomor telepon maupun rekening bank terhadap orang asing. Ironisnya, di Amerika, yang notabene amat mengagulkan kebebasan pribadi, justru rahasia yang paling pribadi, menyangkut genetika, sedang terancam.</p>
<p>Di negara yang boleh dikata detak jantung masyarakatnya serba &#8220;dijamin&#8221; asuransi itu, banyak perusahaan asuransi &#8220;menyaring&#8221; calon pesertanya lewat uji genetik, data yang diperoleh lewat spesimen hasil pembedahan atau hasil uji darah yang tersimpan di data-base rumah sakit. Banyak orang tidak sadar, informasi ini akhirnya jatuh ke tangan Biro Informasi Kesehatan di Westwood, Massachusetts. Rupanya lembaga ini memasok informasi kepada perusahaan-perusahaan asuransi agar mereka terhindar dari penipuan oleh para calon pemegang polis. Bank data mereka konon telah mencakup kopi catatan kesehatan dari 10 - 20 juta warga Kanada dan Amerika.</p>
<p>FBI dan Departemen Pertahanan AS pun sedang mendirikan bank data DNA, malah milik FBI akan mengkoordinasikan bank-bank data DNA yang sudah ada di sedikitnya 32 negara bagian. Sistem ini diakui bakal amat efektif dalam memburu penjahat.</p>
<p>Meski demikian, ada juga negara bagian yang bertindak agak berlebihan. Virginia, misalnya, mengumpulkan darah dan liur semua pelaku kejahatan, termasuk penggelap pajak. Sementara penjahat macam begini biasanya tidak meninggalkan bekas cairan tubuh yang mengandung DNA. Maka timbul pertanyaan, untuk apa tes itu?</p>
<p>Bagaimanapun, akibatnya telah dirasakan oleh sebagian orang yang kurang beruntung, yang kini masuk kategori kelas bawah baru, genetic underclass. Pada awal 1970-an perusahaan asuransi di Amerika menolak permohonan calon yang positif memiliki gen anemia sickle cell. Padahal gen ini jamak terdapat pada keturunan Karibia berkulit hitam. Akibatnya, 10% warga Amerika hitam ditolak jaminan asuransinya, meski kebanyakan hanya positif memiliki gen tunggal sickle cell. Sedangkan AU AS menolak melatih pengidap serupa dengan alasan meragukan, ketinggian bisa memicu munculnya penyakit bersangkutan. Tahun 1979, kebijakan itu diubah setelah para &#8220;korban&#8221; mengajukan tuntutan ke pengadilan.</p>
<p>Protes serupa diajukan oleh dua tentara, Kopral Joseph Vlacovsky dan Lance Kopral (pangkat sebelum kopral dalam marinir AS) John C. Mayfield III terhadap Departemen Pertahanan AS. Mereka menolak memberikan sampel jaringan tubuh mereka dengan alasan pelanggaran hak konstitusional.</p>
<p>Pemberlakuan kebijakan publik berdasarkan uji genetik memang bisa merepotkan warga yang &#8220;tak berdosa&#8221;. Contohnya, Mary Jo Ellis Kahn, yang lolos dari derita kanker payudara dan ketua pertama Yayasan Kanker Payudara Virginia, menolak terlibat percobaan terapi gen. Ia khawatir jika positif ada gen penanda kanker payudara, dua anak perempuannya akan ditolak ikut asuransi kesehatan.</p>
<p>Ketegangan ditimbulkan oleh ketidakadilan terhadap warganegara kelas dua yang disebut &#8220;sehat tapi sakit&#8221;. Maka bila uji genetika menjadi penyaring, situasi di masyarakat pasti makin rumit, repot, dan resah. Apalagi kegunaannya menjadi dimentahkan manakala berlaku apa yang diramalkan Dr. Jose Zaglul, psikiater di University of South Florida, spesialis dalam konsultasi genetik, &#8220;Di masa datang akan ada uji terhadap ribuan jenis penyakit, jadi besar kemungkinan tiap orang mengidap satu di antaranya.&#8221;</p>
<p>Dengan diskriminasi genetika itu, para &#8216;warganegara yang secara genetika kelas dua&#8217; dikhawatirkan akan dibatasi dalam mendapat akses untuk memperoleh perawatan kesehatan, jaminan keamanan keuangan, kepemilikan rumah, mendapatkan pekerjaan, kebebasan berganti profesi, maupun perbaikan kondisi tempat kerja.</p>
<p><b>Paten gen</b><br />
Kemajuan ilmu genetika, membawa manusia pada tujuan yang semakin ambisius. Salah satunya, proyek Genome, pemetaan gen manusia yang bernilai miliaran dolar dan berskala internasional. Tujuan projek itu, membuat kronik urutan DNA yang menyusun seluruh gen manusia. Saat selesai, panjang buku besar akan mencatat + 3 juta elemen. Harapannya, banyak gen penyebab penyakit genetik bisa diidentifikasi.</p>
<p>Namun, proyek yang sekilas positif bagi kemanusiaan itu ternyata malah membangkitkan kontroversi. Di AS, proyek yang dilaksanakan oleh pemerintah, industri swasta, dan lembaga pendidikan, menjadi ajang perebutan hak paten oleh ketiga lembaga pelaksananya. Kode genetika ternyata semakin menjadi komoditi berharga. Lucunya, beberapa hal mendasar masih belum dihayati secara benar oleh para pelaku perebutan. Institut Kesehatan Nasional AS saja mengajukan permohonan atas 2.000 rantai gen, yang meski diketahui komposisinya, belum diketahui fungsi dan manfaatnya. Padahal salah satu syarat mendapat hak paten di AS adalah penemuan harus bermanfaat.</p>
<p>Mengapa paten menjadi demikian penting, dapat dilihat dalam pengalaman yang dialami seorang pengusaha bernama John Moore di tahun 1976. Pengusaha AS tersebut baru menjalani operasi pengangkatan kanker pada limpa. Tanpa sepengetahuannya, sel itu dibiakkan. Hasilnya, rantai sel dengan nama paten &#8220;Mo&#8221;. Mo dipakai untuk membuat 9 produk kebutuhan manusia termasuk interferon dan pemacu sistem kekebalan. Diduga nilai komersial rantai sel Mo dan byproduct-nya mencapai AS $ 3 miliar. Tanpa Moore pernah menerima sepeser pun.</p>
<p>Apa sesungguhnnya manfaat paten? Menurut Wendy McGoodwin, &#8220;Peneliti yang mematenkan gen kanker payudara hasil identifikasinya, sama dengan mengembangkan tes untuk mendeteksi kehadiran gen itu. Tes itupun jadi miliknya, sehingga ia berhak menentukan tarif yang dikenakan pada orang yang ingin melakukan tes.&#8221;</p>
<p>Konsep mengkomoditikan DNA telah membuat ngeri banyak orang, termasuk Dr. James Watson, yang bisa disebut &#8220;Bapak DNA&#8221; karena dialah yang pertama kali menemukan struktur DNA, dan karenanya memenangkan Hadiah Nobel 1953. Ia mengundurkan diri dari jabatan kepala proyek pemetaan gen AS sebagai protes atas pematenan gen.</p>
<p>Demikian pula ahli genetika Prancis Daniel Cohen, dengan alasan, &#8220;Pertama, masalah moral. Kita tidak bisa melakukan paten terhadap benda yang jadi milik setiap orang. Serupa dengan hasrat mematenkan bintang. Selain itu, melakukan paten terhadap sesuatu tanpa mengetahui gunanya, sama dengan menghambat industri.&#8221;</p>
<p>Berbagai reaksi negatif terhadap komersialisasi genetika pun bermunculan, termasuk dari Parlemen Eropa, Parlemen India, dan masyarakat asli di Pasifik Selatan, yang sering dijadikan objek penelitian genetika. Mengandaikan ilmu terus berkembang, teknik semakin sempurna, barangkali sebagian impian manusia kini akan menjadi kenyataan. Sukardi yang patah tangan tak perlu membeli tangan palsu karena tangannya dapat ditumbuhkan kembali. Namun, bagaimana nasib banyak manusia yang bakal jadi warga kelas dua hanya karena tak lolos &#8220;litsus&#8221; genetika? Akankah sang Piala Suci membuat manusia dipandang melulu sebagai komoditi bernomor, yang dinilai melulu dari &#8220;kualitas produk&#8221;-nya? Lebih mengerikan lagi, akankah ia menjadikan manusia takabur, berlagak sebagai yang maha tahu, berpretensi mampu menciptakan apa saja, termasuk makhluk serupa dirinya, <font color="#008000">bahkan menembus keabadian dengan badan kasarnya?</font> (<b>Dari pelbagai sumber/Sht</b>)</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/agorsiloku.wordpress.com/720/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/agorsiloku.wordpress.com/720/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/agorsiloku.wordpress.com/720/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/agorsiloku.wordpress.com/720/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/agorsiloku.wordpress.com/720/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/agorsiloku.wordpress.com/720/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/agorsiloku.wordpress.com/720/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/agorsiloku.wordpress.com/720/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/agorsiloku.wordpress.com/720/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/agorsiloku.wordpress.com/720/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/agorsiloku.wordpress.com/720/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/agorsiloku.wordpress.com/720/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=agorsiloku.wordpress.com&blog=256340&post=720&subd=agorsiloku&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://agorsiloku.wordpress.com/2008/02/29/penyelewengan-manfaat-rekayasa-tubuh/feed/</wfw:commentRss>
	
		<media:content url="http://a.wordpress.com/avatar/agorsiloku-128.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">agorsiloku</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Hasil Test Psi : Mengalami Penurunan Daya Ingat</title>
		<link>http://agorsiloku.wordpress.com/2008/02/26/hasil-test-psi-mengalami-penurunan-daya-ingat/</link>
		<comments>http://agorsiloku.wordpress.com/2008/02/26/hasil-test-psi-mengalami-penurunan-daya-ingat/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 25 Feb 2008 23:20:06 +0000</pubDate>
		<dc:creator>agorsiloku</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Sains]]></category>

		<category><![CDATA[Spirit/Etos/Sosial]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://agorsiloku.wordpress.com/?p=722</guid>
		<description><![CDATA[Sebulan lalu, psikolog cantik yang mewakili perusahaan dalam wawancara menyampaikan :

&#8220;Dari hasil test psikologi yang kami lakukan, Bapak terdeteksi mengalami penurunan daya ingat&#8221;.

Saya sedikit terperangah, namun tidak ada daya untuk beragumentasi.  Bisa-bisa saya terangkan bahwa saya merasa tidak (atau belum) mengalami penurunan daya ingat. Namun, tidak lama kemudian saya kembali bertanya :&#8221;&#8230; eh&#8230; tadi [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Sebulan lalu, psikolog cantik yang mewakili perusahaan dalam wawancara menyampaikan :</p>
<blockquote>
<h3><font color="#008000"><i>&#8220;Dari hasil test psikologi yang kami lakukan, Bapak terdeteksi mengalami penurunan daya ingat&#8221;.</i></font><span id="more-722"></span></h3>
</blockquote>
<p>Saya sedikit terperangah, namun tidak ada daya untuk beragumentasi.  Bisa-bisa saya terangkan bahwa saya merasa tidak (atau belum) mengalami penurunan daya ingat. Namun, tidak lama kemudian saya kembali bertanya :&#8221;<i>&#8230; eh&#8230; tadi saya ngomong apa seeeh</i> !&#8221;</p>
<p>Atau seperti cerita tentang seorang pasien yang mudah lupa datang ke dokter :&#8221;Dokter !, saya mudah lupa.  Apa yang saya lakukan, dalam sekejap lupa kembali&#8221;. Dan dokterpun menjawab :&#8221;Bayar dulu !&#8221;. <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' />   .</p>
<p><b>Eksternalisasi.</b></p>
<p>Saya kira ada benarnya juga.  Saat ini otak saya untuk mengingat menunjukkan gejala kurang dipergunakan dengan baik.  Tidak seperti kemampuan polisi untuk hanya dalam kedipan mata saja bisa mengingat nomor kendaraan yang melintas.  Fakta beberapa tahun atau sepuluh tahun terakhir ini, dalam keseharian sebagian ingatan yang biasa dipakai saya simpan di luar sistem internal tubuh.  Mungkin, sebenarnya tetap ada dalam memori otak kita, tersimpan rumit dalam rangkaian sel-sel otak.  Namun, setiap kali saya membutuhkan informasi atau telaahan, saya menggunakan sistem eksternal yang selalu dibawa-bawa.</p>
<p>Sistem itu adalah informasi TV, koneksi internet, pda, dan laptop.  Sejumlah informasi yang tersimpan dalam hardisk akan diolah untuk mengambil kesimpulan dengan menggunakan perangkat lunak bajakan atau yang legal.  Al hasil, faktor eksternalisasi telah mengakibatkan pemanfaatan internal pengetahuan yang disediakan oleh Allah kepada kita tidak digunakan dengan maksimum.</p>
<p>Boleh jadi ini sindrom kemajuan teknologi.  Seperti <a href="http://kosongempatsembilan.wordpress.com/2008/02/19/aneh/" title="Aneh" target="_blank">seorang rekan yang juga merasa aneh</a> dengan turunnya sedikit semangat karena faktor eksternalisasi ini.</p>
<p>Ah boleh saja berpendapat begitu.  Mungkin juga sebagai argumentasi logis, memang ada penurunan daya ingat atau boleh jadi pula :&#8221;model test psikologi untuk sejumlah klien semestinya disesuaikan dengan tabiat/karakter dari klien itu sendiri&#8221;.  Jadi tidak bisa pukul kesimpulan dari hasil test ini.</p>
<p>&#8220;Eh&#8230; ngomong-ngomong, saya nulis apa ya&#8230;..&#8221; <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /></p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/agorsiloku.wordpress.com/722/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/agorsiloku.wordpress.com/722/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/agorsiloku.wordpress.com/722/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/agorsiloku.wordpress.com/722/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/agorsiloku.wordpress.com/722/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/agorsiloku.wordpress.com/722/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/agorsiloku.wordpress.com/722/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/agorsiloku.wordpress.com/722/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/agorsiloku.wordpress.com/722/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/agorsiloku.wordpress.com/722/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/agorsiloku.wordpress.com/722/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/agorsiloku.wordpress.com/722/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=agorsiloku.wordpress.com&blog=256340&post=722&subd=agorsiloku&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://agorsiloku.wordpress.com/2008/02/26/hasil-test-psi-mengalami-penurunan-daya-ingat/feed/</wfw:commentRss>
	
		<media:content url="http://a.wordpress.com/avatar/agorsiloku-128.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">agorsiloku</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Ketika Teguran Itu Datang.</title>
		<link>http://agorsiloku.wordpress.com/2008/02/25/ketika-teguran-itu-datang/</link>
		<comments>http://agorsiloku.wordpress.com/2008/02/25/ketika-teguran-itu-datang/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 25 Feb 2008 03:25:53 +0000</pubDate>
		<dc:creator>agorsiloku</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Fenomena]]></category>

		<category><![CDATA[InReligion]]></category>

		<category><![CDATA[Profetis]]></category>

		<category><![CDATA[Spirit/Etos/Sosial]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://agorsiloku.wordpress.com/?p=719</guid>
		<description><![CDATA[Pekerjaan seperti tak habis-habisnya, beberapa bulan terakhir begitu sibuknya.  Maklumlah target pekerjaan yang seharusnya selesai mengalami kemunduran.    Tentu saja masih ada pekerjaan-pekerjaan kecil lainnya yang lebih kerap memakan waktu dari pada yang bisa diselesaikan.  Begitulah hidup, seperti perencanaan keuangan keluarga, berkutat diperencanaan pas-pasan dan tidak berhasil keluar dari kebebasan finansial [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Pekerjaan seperti tak habis-habisnya, beberapa bulan terakhir begitu sibuknya.  Maklumlah <a href="http://agorsiloku.wordpress.com/2007/11/25/dua-tahun-ribet-bersama-implementasi-erp-axapta-1/" title="dua-tahun-ribet-bersama-implementasi-erp-axapta-1" target="_blank">target pekerjaan</a> yang seharusnya selesai mengalami kemunduran.   <span id="more-719"></span> Tentu saja masih ada pekerjaan-pekerjaan kecil lainnya yang lebih kerap memakan waktu dari pada yang bisa diselesaikan.  Begitulah hidup, seperti perencanaan keuangan keluarga, berkutat diperencanaan pas-pasan dan tidak berhasil keluar dari kebebasan finansial membuat hidup itu nikmat dalam gelutan kesibukan bekerja. <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Pagi itu, menjelang pagi saya baru bisa tertidur.  Jelas, saya akan melupakan sholat shubuh berjama&#8217;ah.  Apaboleh buat.  Mata tidak bisa lagi diajak kompromi.  Terlalu lelah setelah berhari-hari berkonsentrasi pada pekerjaan.  Satu hal yang dilupakan, bekerja melebihi kapasitas sebenarnya juga mengurangi efesiensi dan keefektifan bekerja. Jadi sebenarnya bukan lebih cepat, tapi lebih lambat juga.  Disadari, tapi tidak mampu mengendalikan.</p>
<p>Menjelang bangun saya bermimpi, dari jauh tampak sepertinya seseorang yang dikenal baik dan disayangi.  Dia mendekat, tapi setelah dekat ternyata mahluk yang hitam dan ganas.  Entahlah apa, tidak begitu jelas.  Namun, dia menyerang dan menggigit wajahku.  Saya berusaha melawan. Mungkin ini adalah reaksi tubuh ketika esok paginya terasa ada sesuatu yang terjadi.  Ketika terbangun, sebagian wajah terasa kelu dan kaku, mata tidak bisa dikedipkan, mulut susah digerakkan.  Saya masih berangkat ke kantor, seperti biasa pagi jam 7 pagi sudah tiba.  Menuntaskan laporan untuk hari Senin bersama rekan lainnya.  Namun, gangguan sudah mulai dirasakan.  Selain wajah, yang lainnya, alhamdulillah baik-baik saja.</p>
<p>Penyakit yang dikenal sebagai <a href="http://hcd2.bupa.co.uk/fact_sheets/html/bells_palsy.html" title="Bell Spalsy" target="_blank">Bell&#8217;s palsy</a> ini diketahui pada hari Seninnya ketika saya memutuskan untuk segera memeriksakan ke dokter.  Semula, saya pikir gejala awal stroke.  Mungkin, tapi rasanya tidak ada gejala darah tinggi atau sejenisnya biarpun agak kegemukan.</p>
<blockquote><p><i>Saya jadi ingat tahun lalu, di Medinah bertemu dengan seseorang yang sangat parah menderita penyakit ini.  Orangnya sudah cukup tua, nyaris seluruh wajahnya turun ke bawah.  Bahkan kulit matanya pun bergelayutan. Sangat parah, sehingga ketika saya melihatnya, segera saya alihkan pandangan ke tempat lain.  Takut beliau merasa diperhatikan.  Namun, saat itu, seperti tergambar kembali dalam ingatan; saya betul-betul kagum pada orang yang dilihat selintas itu.  Beliau datang untuk berhaji.  Apapun yang menjadi keadaannya, tidak menyurutkan beliau untuk memuji namaNya.  Memenuhi panggilanNya.</i></p></blockquote>
<p>Sakit adalah &#8220;musibah&#8221; ataukah &#8220;rahmat&#8221;.  <a href="http://tazkiyah-annafs.blogspot.com/2006/08/hikmah-di-balik-musibah-sakit.html" title="hikmah-di-balik-musibah-sakit" target="_blank">Bagaimana harus disikapi?</a>.  Kejadian ini kan hanyalah sebuah tanda.  Sebuah curahan perhatian dan kasih sayang Allah kepada manusia, mengingatkan, menyuruh beristirahat lebih lama, memberikan kesempatan bercengkrama dengan seisi rumah dan perhatian dari rekan-rekan lain.</p>
<p>Memang badan terasa lelah dan sakit ini adalah perintah untuk memperbanyak istirahat.  Sebuah penandaan kecil yang layak disebut sebagai sebagai tanda kasih sayang Allah.</p>
<p>Butuh cukup waktu dan terapi untuk menghargai kasih sayangNya kepada kita.  Hari-hari belakangan sedikit berubah, berserah diri dan berusaha sembuh adalah pilihan. Di balik dinding rumah, .. di balik sana, saya tahu betapa banyak yang sangat banyak dalam rahmat dan musibah.  Silih berganti. Semakin terasa, betapa nikmat Allah sesungguhnya begitu besar kepada hambaNya.</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/agorsiloku.wordpress.com/719/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/agorsiloku.wordpress.com/719/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/agorsiloku.wordpress.com/719/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/agorsiloku.wordpress.com/719/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/agorsiloku.wordpress.com/719/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/agorsiloku.wordpress.com/719/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/agorsiloku.wordpress.com/719/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/agorsiloku.wordpress.com/719/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/agorsiloku.wordpress.com/719/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/agorsiloku.wordpress.com/719/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/agorsiloku.wordpress.com/719/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/agorsiloku.wordpress.com/719/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=agorsiloku.wordpress.com&blog=256340&post=719&subd=agorsiloku&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://agorsiloku.wordpress.com/2008/02/25/ketika-teguran-itu-datang/feed/</wfw:commentRss>
	
		<media:content url="http://a.wordpress.com/avatar/agorsiloku-128.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">agorsiloku</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Sapi Lebih Mirip Ikan Paus Dari Pada Kuda.</title>
		<link>http://agorsiloku.wordpress.com/2008/02/24/sapi-lebih-mirip-ikan-paus-dari-pada-kuda/</link>
		<comments>http://agorsiloku.wordpress.com/2008/02/24/sapi-lebih-mirip-ikan-paus-dari-pada-kuda/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 24 Feb 2008 06:43:09 +0000</pubDate>
		<dc:creator>agorsiloku</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Evolusi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://agorsiloku.wordpress.com/?p=718</guid>
		<description><![CDATA[Saya temukan diskusi santun ini di sini.  Tampaknya mereka sedang membicarakan evolusi.  Panjang sekali diskusinya, saya hanya mengambil (kopi pais) sedikit saja, namun menurut saya bermanfaat :
Menurut klasifikasi evolusionis, diatas ordo ada kelas dan filum. Tawon dan semut masuk dalam filum Arthropoda (serangga, laba-laba, dan makhluk lain dengan kaki berbuku- buku). Filum yang disebut Chordata [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Saya temukan diskusi santun ini di <a href="http://www.e-samarinda.com/forum/index.php?showtopic=1395&amp;st=336" title="Diskusi Evolusi" target="_blank">sini</a>.  Tampaknya mereka sedang membicarakan evolusi.  Panjang sekali diskusinya, saya hanya mengambil (kopi pais) sedikit saja, namun menurut saya bermanfaat :<span id="more-718"></span></p>
<p>Menurut klasifikasi evolusionis, diatas ordo ada kelas dan filum. Tawon dan semut masuk dalam filum Arthropoda (serangga, laba-laba, dan makhluk lain dengan kaki berbuku- buku). Filum yang disebut Chordata meliputi makhluk dengan notokorda, atau, lebih dikenal, tulang belakang.  Semua hewan dengan tulang belakang seperti ikan, burung, reptilia, dan mamalia yang kita kenal dalam kehidupan sehari-hari termasuk dalam sub-filum dari Chordata yang dikenal sebagai vertebrata.</p>
<p><span style="color:#ff0000;">Bukan berarti hewan yang dengan ciri2 kemiripan morfologis dan kedekatan kerabat adalah merupakan bentuk peralihan dari binatang yang lain, ini jelas mengada2, karena mereka secara genetik adalah sangat berbeda.<br />
sebagai contoh struktur DNA manusia yang katanya berasal dari kera ternyata bahwa “hampir 75% gen manusia memiliki kesamaan dengan nematoda—cacing-cacing tanah yang panjangnya beberapa milimeter. Sehingga saat ini sistem klasifikasi tersebut sudah banyak yang menolaknya<!--colorc--></span><!--/colorc--></p>
<p>Patokan 75% gen tidak bisa menjadi sekedar dasar klasifikasi, lagipula persamaan gen pada yang sekerabat itu seharusnya malah lebih tinggi dari 75%</p>
<p><!--coloro:#FF0000--><span style="color:#ff0000;"><!--/coloro-->Di tahun 1990-an, penelitian ke dalam kode-kode genetis makhluk hidup memperburuk kebingungan yang dihadapi oleh teori evolusi tentang hal ini. Dalam percobaan-percobaan ini, tidak seperti pembandingan-pembandingan sebelumnya yang dibatasi pada urutan protein, urutan “RNA ribosom” (rRNA) dibandingkan. Dari temuan-temuan ini, ilmuwan evolusionis mencoba membangun sebatang “pohon evolusi.” Akan tetapi, mereka dikecewakan oleh hasil-hasilnya.</p>
<p>Singkatnya, dengan semakin berkembangya biologi molekuler, konsep homologi kian kehilangan pijakan. Pembandingan-pembandingan yang telah dilakukan atas protein, rRNA, dan gen mengungkapkan bahwa makhluk-makhluk yang disangka kerabat dekat menurut teori evolusi sebenarnya sama sekali berbeda satu sama lain.<!--colorc--> </span><!--/colorc--></p>
<p>Itu sebabnya klasifikasi selalu berubah berdasarkan temuan baru, sifat ilmu peengetahuan seperti itu. Mimi karena penelitian genetis yang berulang kali dinyatakan lebih dekat secara kekerabatan dengan laba-laba, bukan dengan kepiting, akibatnya taksonomi mimi berubah.</p>
<p><!--coloro:#FF0000--><span style="color:#ff0000;"><!--/coloro-->Sebuah penelitian tahun 1996 menggunakan 88 urutan protein mengelompokkan kelinci ke dalam primata, bukan rodensia.<br />
Analisis tahun 1998 terhadap 13 gen pada 19 spesies hewan menempatkan babi ke dalam Chordata; dan penelitian lain di tahun 1998 pada 12 protein menempatkan sapi lebih dekat ke ikan paus daripada kuda.<!--colorc--></span><!--/colorc--></p>
<p>Sebuah taxon tidak serta merta langsung dirubah berdasarkan satu penelitian. Sifat ilmu pengetahuan bukan dogma yang tidak bisa ditentang. Apabila didukung oleh banyak bukti, penempatan taxon bisa berubah. Jadi kelinci yang rodensia tidak serta merta dirubah ke primata. Tapi babi kan emang chordata (hewan bertulang belakang), dan mungkin saja kekerabatan sapi lebih dekat dengan ikan paus daripada kekerabatannya dengan kuda.</p>
<p>&#8211;</p>
<p>Diskusi di atas menjelaskan hal yang menarik bahwa pohon evolusi tidak lebih kurang sekedar klasifikasi yang jika sudut pandangnya diubah, maka pohonnya goyang ke kiri dan kanan atau bahkan ambruk&#8230;. <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Namun, harus juga kita akui bahwa dunia empiris, kesamaan, klasifikasi adalah model statistik/gambaran yang paling mudah dipahami.</p>
<p><span style="color:#ff0000;"></span></p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/agorsiloku.wordpress.com/718/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/agorsiloku.wordpress.com/718/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/agorsiloku.wordpress.com/718/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/agorsiloku.wordpress.com/718/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/agorsiloku.wordpress.com/718/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/agorsiloku.wordpress.com/718/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/agorsiloku.wordpress.com/718/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/agorsiloku.wordpress.com/718/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/agorsiloku.wordpress.com/718/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/agorsiloku.wordpress.com/718/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/agorsiloku.wordpress.com/718/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/agorsiloku.wordpress.com/718/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=agorsiloku.wordpress.com&blog=256340&post=718&subd=agorsiloku&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://agorsiloku.wordpress.com/2008/02/24/sapi-lebih-mirip-ikan-paus-dari-pada-kuda/feed/</wfw:commentRss>
	
		<media:content url="http://a.wordpress.com/avatar/agorsiloku-128.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">agorsiloku</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Kartun Nabi; Bagaimana Sikap Ummat Islam ?</title>
		<link>http://agorsiloku.wordpress.com/2008/02/23/kartun-nabi-bagaimana-sikap-ummat-islam/</link>
		<comments>http://agorsiloku.wordpress.com/2008/02/23/kartun-nabi-bagaimana-sikap-ummat-islam/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 23 Feb 2008 14:56:24 +0000</pubDate>
		<dc:creator>agorsiloku</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[InReligion]]></category>

		<category><![CDATA[Islam]]></category>

		<category><![CDATA[Profetis]]></category>

		<category><![CDATA[Spirit/Etos/Sosial]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://agorsiloku.wordpress.com/?p=715</guid>
		<description><![CDATA[Seorang pengemis buta mengingatkan dengan nada kasar setiap hari :“Wahai tuan/nyonya jangan dekati Muhammad. Dia itu orang gila. Dia itu pembohong. Dia itu tukang sihir. Dia pemecah belah keluarga. Apabila kalian mendekatinya maka kalian akan dipengaruhinya.” Sambil menengadahkan tangan, pengemis itu selalu meneriakkan     kata-kata kasar setiap hari. Namun, setiap pagi hampir [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Seorang pengemis buta mengingatkan dengan nada kasar setiap hari :<a href="http://agorsiloku.wordpress.com/2006/05/22/pengemis-buta-jangan-dekati-dia-itu-orang-gila/" title="pengemis-buta-jangan-dekati-dia-itu-orang-gila" target="_blank">“Wahai tuan/nyonya <b>jangan dekati Muhammad. Dia itu orang gila.</b> Dia itu pembohong. Dia itu tukang sihir. Dia pemecah belah keluarga. <span></span>Apabila kalian mendekatinya maka kalian akan dipengaruhinya.” Sambil menengadahkan tangan, pengemis itu selalu meneriakkan    <span id="more-715"></span> kata-kata kasar setiap hari. Namun, setiap pagi hampir selalu ada seorang pria yang datang padanya dengan membawakannya makanan</a>.</p>
<p>Dalam peristiwa lain, ada kisah hadis yang menjelaskan bahwa Nabi pernah dilempari kotoran, batu, bahkan malaikatpun &#8220;kesal&#8221; dan bertanya :&#8221;apa dimusnahkan saja&#8221; penghina Nabi.  Namun, kearifan Sang Utusan Allah justru menampakkan keagungannya ketika deraan yang membuat marah ummat ditanggapi sebagai :&#8221;kaum yang tidak mengerti&#8221;.</p>
<blockquote><p><font color="#ff0000"><i><b>Lalu&#8230; dapatkan kita membayangkan atau membuat simulasi, seandainya Nabi sedang berada di Denmark lalu membaca koran tabloid kuning itu lalu membacanya.  Kira-kira apa ya yang akan diucapkan Sang Junjungan ?.</b></i></font></p></blockquote>
<p>Kira-kira, mampukah kita meneladani Nabi?.  Ya jelas tidak dong.  Nabi selalu dalam pengawasan dan perlindungan Allah.  Teramat terpuji akhlaknya.  Kalau kita seeh lain.  Tapi jelas, penghinaan seperti ini tidak bisa dibiarkan begitu saja.  Kita harus tunjukkan kekuatan, kemampuan, dan harga diri kalau agama yang kita yakini diacak-acak.  Kita harus melawan.  Jihad untuk dan atas nama agama !.  Jangan lupa, agama Islam itu jelas sekali berpesan dalam kitabNya :&#8221;&#8230; jika mereka memerangi &#8230;&#8221;</p>
<blockquote><p><i> QS 2. Al Baqarah 190. Dan perangilah di jalan Allah orang-orang yang memerangi kamu, (tetapi) janganlah kamu melampaui batas, karena sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas. 191. Dan bunuhlah mereka di mana saja kamu jumpai mereka, dan usirlah mereka dari tempat mereka telah mengusir kamu (Mekah); dan fitnah  itu lebih besar bahayanya dari pembunuhan, dan janganlah kamu memerangi mereka di Masjidil Haram, kecuali jika mereka memerangi kamu di tempat itu. Jika mereka memerangi kamu (di tempat itu), maka bunuhlah mereka. Demikanlah balasan bagi orang-orang kafir.</i></p></blockquote>
<p>Memilih <a href="http://www.eramuslim.com/ustadz/fqk/7323162104-pemuatan-kartun-nabi-tidak-dianggap-penghinaan-lalu-bagaimana-sikap-kita.htm?other" title="Bagaimana Sikap Kita" target="_blank">bagaimana sikap kita, ini yang memang menimbulkan banyak cara</a>. Apa yang ditulis oleh ustad di Era Muslim, saya kira patut dirujuk :</p>
<blockquote><p><i>&#8230;. Memanfaatkan momentum ini kita tiru dari kasus peledakan menara kembar WTC di Amerika. Musuh Islam punya skenario, kalau menara kebanggan dunia itu diledakkan dan dituduhkan bahwa umat Islam sebagai pelakunya, maka Islam akan dibenci dan tidak populer lagi di dunia barat.</i></p>
<p><i>Tapi alih-alih dibenci, justru orang barat semakin &#8216;penasaran&#8217; dengan Islam. Mereka ingin tahu lebih banyak tentang Islam. Situs-situs keIslaman adalah salah satu rujukan yang paling banyak dicari. Dan dalam catatan kami, tidak kurang dari 25.000 orang Australia masuk Islam, justru pasca peledakan WTC.</i></p></blockquote>
<p>Banyak dah ayat yang menjelaskan bahwa kalau saja Nabi bersikap keras, tentu akan semakin sulit orang menjadi beriman (Allah SWT memberikan kesempatan manusia memilih mau kafir atau beriman), namun mengingatkan orang beriman agar dapat menyampaikan taktikal tujuannya dengan cara yang lemah lembut.  Kesabaran adalah kunci !.</p>
<p>Jadi, ketika hati kecil ditanya, saya menjawab :&#8221;Seandainya Nabi diperlakukan seperti kartun itu, lalu ummatnya marah !.  Kira-kira apa ya jawaban Nabi ?&#8221;.</p>
<p>Haruskah kita marah untuk sebuah rekayasa kebohongan atau persepsi dari ketidakmengertian manusia lain terhadap junjungan yang kita hormati dan yang Allahpun bershalawat kepada Nabi.</p>
<p>Apakah kita harus marah dan tersinggung, sehingga kita menutup cahaya keagungan Nabi agar lebih banyak lagi manusia mampu mendengar suara yang diperdengarkan 14 abad silam?.  <b>Ataukah, kita akan menjadi semakin agung dan bercahaya karena kita menetapkan hukum mati untuk mereka? </b>Lalu sebagian dari mereka yang malah tidak ikut serta membuat kartun menjadi semakin ketakutan kepada ummat Islam !?</p>
<p>Wallahu&#8217;alam.  Semua ada pada pikiran dan pembenaran masing-masing.  Namun, kalau boleh saya dapat memilih.  Saya ingin berusaha mengikuti kira-kira jejak sikap Junjungan.  Ataukah dalam pikiran kita, Nabi juga akan bersikap begitu marahnya.?.  Dan alangkah luarbiasanya jika dialektika positip dapat dikembangkan jutaan ummat Islam, seperti yang menjadi catatan Ustad yang saya kutip tadi. <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
<p>(Sebuah catatan kecil untuk protes kartun Nabi yang dimuat kembali, setelah hampir dua tahun yang lalu dan mungkin akan terus berlangsung lagi di masa-masa yang akan datang.  Dan kita tahu bahwa tidak ada yang bergeming dari kejadian itu.)</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/agorsiloku.wordpress.com/715/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/agorsiloku.wordpress.com/715/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/agorsiloku.wordpress.com/715/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/agorsiloku.wordpress.com/715/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/agorsiloku.wordpress.com/715/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/agorsiloku.wordpress.com/715/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/agorsiloku.wordpress.com/715/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/agorsiloku.wordpress.com/715/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/agorsiloku.wordpress.com/715/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/agorsiloku.wordpress.com/715/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/agorsiloku.wordpress.com/715/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/agorsiloku.wordpress.com/715/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=agorsiloku.wordpress.com&blog=256340&post=715&subd=agorsiloku&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://agorsiloku.wordpress.com/2008/02/23/kartun-nabi-bagaimana-sikap-ummat-islam/feed/</wfw:commentRss>
	
		<media:content url="http://a.wordpress.com/avatar/agorsiloku-128.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">agorsiloku</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Teori &#8220;Perancangan Bodoh dan Perancangan Cerdas&#8221; :D</title>
		<link>http://agorsiloku.wordpress.com/2008/02/23/teori-perancangan-bodoh-dan-perancangan-cerdas-d/</link>
		<comments>http://agorsiloku.wordpress.com/2008/02/23/teori-perancangan-bodoh-dan-perancangan-cerdas-d/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 23 Feb 2008 10:53:11 +0000</pubDate>
		<dc:creator>agorsiloku</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Sains]]></category>

		<category><![CDATA[Spirit/Etos/Sosial]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://agorsiloku.wordpress.com/?p=714</guid>
		<description><![CDATA[Susah juga ternyata menyimak berbagai perkara yang berkaitan asal mula kehidupan, penciptaan awal, perancangan bodoh atau perancangan cerdas, revolusi atau evolusi, darwinian, post darwin, biologi molekuler dan segala macamnya.  Rasanya memang klaim satu dengan yang lain bakalan nggak ketemu.  Apalagi Mr. Harun Yahya, yang begitu menegasi, bahwa Allahlah yang mahamenciptakan.  Tidak ragu [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Susah juga ternyata menyimak berbagai perkara yang berkaitan asal mula kehidupan, penciptaan awal, perancangan bodoh atau <a href="http://fazilet.blogspot.com/2006/01/teori-perancangan-cerdas.html" title="teori-perancangan-cerdas" target="_blank">perancangan cerdas</a>, revolusi atau evolusi, darwinian, post darwin, biologi molekuler dan segala macamnya.  Rasanya memang klaim satu dengan yang lain bakalan nggak ketemu.  Apalagi Mr. Harun Yahya, yang begitu menegasi, bahwa Allahlah yang mahamenciptakan.  Tidak ragu dan geser sedikitpun.  <a href="http://www.harunyahya.com/indo/artikel/091.htm" title="Perancangan Cerdas" target="_blank"><b>Kata perancangan cerdaspun</b></a> tidak beliau setujui.  Beliau merujuk pada satu ketentuan yang sepertinya tidak boleh ditawar.  Beriman kepada Allah.  Jadi katakanlah itu.  Jangan ditunda atau diganti-ganti agar lebih halus.  Juga diingatkan untuk kaum beriman agar tidak menggantikannya dengan pendekatan lain.</p>
<p><span id="more-714"></span>Mungkin  dan kalau boleh lebih memastikan bahwa perancangan kebetulan adalah hipotesis dari usaha serius <a href="http://agorsiloku.wordpress.com/2007/04/07/apakah-teori-evolusi-didasari-alasan-penolakan-adanya-tuhan/" title="apakah-teori-evolusi-didasari-alasan-penolakan-adanya-tuhan" target="_blank"><b>menolak keberadaan Sang Pencipta</b></a>. Itu sendiri jelas bukan teori sains deh.  Masak sih kebetulan bisa dijadikan acuan.  Itukan sama saja dengan ketidaktahuan.  Tapi itulah, fakta juga bahwa ketika penelitian palaentologi menunjukkan adanya kehidupan yang tiba-tiba jadi renyek (banyak) di muka bumi, maka para ahli menyimpulkan adanya &#8220;<b>ledakan evolusi</b>&#8220;.  Dengan kata lain, sains secara umum bukanlah (atau ogah) berdekatan dengan dimensi agama/ spiritual.  Dan memang harus diakui susah kok.  Paham sains kan pembuktian (materialistik), biar graviton ada secara teori tapi belum bisa dibuktikan secara eksperimen tapi paling tidak bisa ditera, ditutur oleh rumus atau teori-teori kuantum mutakhir.  Tapi, penciptaan.  &#8220;Jadilah&#8221;, jelas tidak bisa dijelaskan oleh sains.  Sains butuh penjelasan.  Sedangkan keberadaan Allah, pengakuan pada penciptaan adalah prosesi keimanan.</p>
<p>Sama juga, Teori Darwin tentu dikembangkan lagi. Tidak ada yang statis dalam sains, bisa berkembang dan bergeser.  Mahluk hidup bukan lagi berubah dari cacing menjadi monyet lalu menjadi kuda terus sapi, terus jadi manusia (wah urutannya ngaco ya !), tapi monyet/simpanse dengan manusia punya nenek moyang yang sama.  Jadi seperti pohon besar mahluk hidup gitu yang menurunkan mahluk-mahluk hidup berikutnya.  Paling tidak teori kesamaan genetis mengajarkan begitu.  Sedang, perancangan cerdas sebagai &#8220;lawan politik&#8221; sains dianggap pseudo sains.</p>
<p>Yah&#8230; lucu juga&#8230;mengapa peristiwa ledakan evolusi atau kejadian kebetulan kejadian mahluk hidup atau pohon nenek moyang yang sama bukan pseudo sains.  Sama-sama kira-kiranya.  Hanya yang mendasari keduanya sebenarnya berbeda.  Yang satu merujuk pada usaha logis pembuktian ilmiah yang satu lagi didasari petunjuk Allah dan meyakini.  Yang terakhir tidak ada dasar ilmiahnya sama sekali.</p>
<p>Memang&#8230; menyatukan iman dan pengetahuan (akal) tidak sederhana.  Karena iman tidak menggunakan metodologis, tapi hidayah.  Dan ini tidak ada dalam kamus sains.</p>
<p>Jadi, tetaplah minum secangkir kopi hangat atau teh dengan goreng tahu, tempe atau cemilan lainnya sambil tetap merenungi penciptaan dan alam semesta semuanya. Syukur kalau hati berdzikir :<br />
<i>QS 3. Ali &#8216;Imran 191. (yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata): &#8220;Ya Tuhan kami, tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia, Maha Suci Engkau, maka peliharalah kami dari siksa neraka. </i> <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /></p>
<img alt="" border="0" src="http://