<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Sains-Inreligion</title>
	<atom:link href="http://agorsiloku.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://agorsiloku.wordpress.com</link>
	<description>بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ</description>
	<lastBuildDate>Fri, 27 Jan 2012 08:03:19 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='agorsiloku.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Sains-Inreligion</title>
		<link>http://agorsiloku.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://agorsiloku.wordpress.com/osd.xml" title="Sains-Inreligion" />
	<atom:link rel='hub' href='http://agorsiloku.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Di Balik Dongeng Mina</title>
		<link>http://agorsiloku.wordpress.com/2011/11/12/di-balik-dongeng-mina/</link>
		<comments>http://agorsiloku.wordpress.com/2011/11/12/di-balik-dongeng-mina/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 12 Nov 2011 10:31:36 +0000</pubDate>
		<dc:creator>agorsiloku</dc:creator>
				<category><![CDATA[Fenomena]]></category>
		<category><![CDATA[InReligion]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://agorsiloku.wordpress.com/?p=1912</guid>
		<description><![CDATA[&#8220;Gubrak !&#8221; &#8220;Sebuah postingan pendek masuk ke email dari groups email yang saya berlangganan.  Tidak ada yang aneh dari isinya, hanya sedikit komentar dari sebuah email yang &#8216;marah&#8217; karena dongeng tersebut menyitir pesan dari Al Qur&#8217;an.  Pembukanya memang ditulis dengan kalimat : &#8220;Kisah Nabi Ibrahim AS menyembelih anak kesayangannya memang bukanlah dongeng biasa.  Oleh karena [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=agorsiloku.wordpress.com&amp;blog=256340&amp;post=1912&amp;subd=agorsiloku&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>&#8220;Gubrak !&#8221;</p>
<p>&#8220;Sebuah postingan pendek masuk ke email dari groups email yang saya berlangganan.  Tidak ada yang aneh dari isinya, hanya sedikit komentar dari sebuah email yang &#8216;marah&#8217; karena dongeng tersebut menyitir pesan dari Al Qur&#8217;an.  Pembukanya memang ditulis dengan kalimat : &#8220;Kisah Nabi Ibrahim AS menyembelih anak kesayangannya memang bukanlah dongeng biasa.  Oleh karena itu, bersamaan dengan penyelenggaraan Shalat Idul Adha, peristiwa itu diperingati dengan menyembelih binatang kurban, &#8230;..  Itulah hebatnya sebuah dongeng suci.  Seolah&#8230; bla..bla..bla&#8221; <span id="more-1912"></span>Tulisan itu dimuat di<a title="Di Balik Dongeng Mina" href="http://media.kompasiana.com/mainstream-media/2011/11/08/waduhhkompas-memuat-tulisan-menyesatkan/"> Harian Umum Kompas</a>, edisi Sabtu, 5 November 2011, dengan judul seperti postingan ini.  Kalau kata &#8220;dongeng&#8221; itu dibuang, dan kita melihat isinya, merupakan bahan renungan yang baik, mengingatkan agar ummat, khususnya ummat Islam, tidak memaknai berkurban sebagai upacara seremonial.  Kesalehan spiritual, hendaknya bersatu dengan spirit kesalehan sosial.</p>
<p>Dongeng dalam pengertian umum kita adalah &#8220;cerita yang bukan yang sebenarnya&#8221;, dimitoskan. Jadi memposisikan kisah Nabi Ibrahim dengan putranya, Nabi Ismail sebagai dongeng suci, tentu saja membuat kening berkerut !.  Tidak sedikit memang interpretasi dalam memahami pesan Al Qur&#8217;an yang seolah-olah menempatkan sebagai  dongengan atau dengan bahasa halus sebagai &#8216;permisalan&#8217; bukan kejadian yang sebenarnya, terlebih jika yang diungkapkan oleh Al Qur&#8217;an adalah peristiwa yang bersifat gaib, mukjizat atau yang serupa.  Ambilah contoh, misalnya tentang &#8216;bulan terbelah&#8217; (QS Al Qamar 1), &#8220;&#8230;Jadilah kera yang hina&#8230;&#8221; (QS Al Araf 7).</p>
<p>Ironi, jika kita menempatkan kisah dari Al Qur&#8217;an, dipahami ummat sebagai kisah tanpa kejadian sebenarnya.  Jika Allah membuat perumpamaan dalam komparasi indah, seperti yang kerap kita baca, maka disebutkan pula itu adalah perumpamaan yang datang dari Allah.  Dengan begitu, yang membaca kalam tertulis Illahi, dapat menyimak mana yang perumpamaan dan mana yang kisah gaib yang diberitakan kepada hamba-hambaNya.</p>
<p>Mudah-mudahan ini hanya sekedar kekhilafan judul, dan bukan secara konsisten memahami sebagai dongengan.  Sebuah nasihat yang baik dibungkus tidak pada tempatnya membuat kita bertanya, mana isi dan mana bungkusnya !.</p>
<br />Filed under: <a href='http://agorsiloku.wordpress.com/category/fenomena/'>Fenomena</a>, <a href='http://agorsiloku.wordpress.com/category/inreligion/'>InReligion</a>  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/agorsiloku.wordpress.com/1912/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/agorsiloku.wordpress.com/1912/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/agorsiloku.wordpress.com/1912/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/agorsiloku.wordpress.com/1912/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/agorsiloku.wordpress.com/1912/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/agorsiloku.wordpress.com/1912/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/agorsiloku.wordpress.com/1912/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/agorsiloku.wordpress.com/1912/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/agorsiloku.wordpress.com/1912/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/agorsiloku.wordpress.com/1912/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/agorsiloku.wordpress.com/1912/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/agorsiloku.wordpress.com/1912/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/agorsiloku.wordpress.com/1912/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/agorsiloku.wordpress.com/1912/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=agorsiloku.wordpress.com&amp;blog=256340&amp;post=1912&amp;subd=agorsiloku&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://agorsiloku.wordpress.com/2011/11/12/di-balik-dongeng-mina/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/2e35019b740d374dbfef9ccd3c8430e6?s=96&#38;d=wavatar&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">agorsiloku</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Lalu Kamu Sembahyang, Untuk Apa Sih?</title>
		<link>http://agorsiloku.wordpress.com/2011/09/26/lalu-kamu-sembahyang-untuk-apa-sih/</link>
		<comments>http://agorsiloku.wordpress.com/2011/09/26/lalu-kamu-sembahyang-untuk-apa-sih/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 26 Sep 2011 06:53:47 +0000</pubDate>
		<dc:creator>agorsiloku</dc:creator>
				<category><![CDATA[Fenomena]]></category>
		<category><![CDATA[General]]></category>
		<category><![CDATA[Spirit/Etos/Sosial]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://agorsiloku.wordpress.com/?p=1895</guid>
		<description><![CDATA[&#8220;Untuk mendapatkan kebahagiaan?.&#8221;  Tanyanya, penuh selidik. Sejenak saya terdiam, menatap rekan orang asing dari negeri ginseng yang baru saya temui ini.  Pertanyaan sederhana yang boleh jadi dilatarbelakangi keheranannya (atau ketidaktahuaannya) pada ritual keagamaan penganutnya.  Tentu kawan yang satu ini, dengan usia kira kira sekitar 4 dasawarsaan, yang mungkin sepanjang hidupnya hanya tahu kerja-kerja dan uang-uang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=agorsiloku.wordpress.com&amp;blog=256340&amp;post=1895&amp;subd=agorsiloku&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>&#8220;Untuk mendapatkan kebahagiaan?.&#8221;  Tanyanya, penuh selidik.</p>
<p>Sejenak saya terdiam, menatap rekan orang asing dari negeri ginseng yang baru saya temui ini.  Pertanyaan sederhana yang boleh jadi dilatarbelakangi keheranannya (atau ketidaktahuaannya) pada ritual keagamaan penganutnya.  Tentu kawan yang satu ini, dengan usia kira kira sekitar 4 dasawarsaan, yang mungkin sepanjang hidupnya hanya tahu kerja-kerja dan uang-uang ini tidak pernah bergaul dengan dunia Sang Pencipta.<span id="more-1895"></span></p>
<p>Terlintas dalam pikiran, kawan dari negeri ginseng ini, tentulah seorang pekerja keras bahkan sangat keras, jujur, dan berani.  Negeri tempat asalnya adalah negeri yang pemerintahannya dibentuk Tahun 1948.  Tidak jauh dengan kampungku yang merdeka Tahun 1945.  Tidak begitu jauh pula tingkat dan kualitas rata-rata kesejahteraan rakyatnya di sekitar tahun ini.  Namun, negeri ini menyusul Jepang menjadi negara industri yang wah, yang kekuatan ekonominya mengubah wajah bangsa itu menjadi bangsa yang karya-karya materialnya menghiasi dunia.  Desaku, yang menjadi negeri dengan kebanggaan ummat Islam terbesar, jauh di belakang mereka dalam etos kerja dan menyikapi kejujuran kerja.  Setidaknya itu yang saya rasakan sebagai warga negara Indonesia ini.</p>
<p>Dalam bayanganku, tidak ada gunanya menjelaskan mengapa manusia sembahyang.  Tentu dia sudah tahu !, meskpun dia seorang tak bertuhan (ateis) sekalipun.   Dari nada pertanyaannya saja, terasa bahwa yang bertanya punya sistem nilai dan cara pandang yang berbeda.  Jadi, percumalah marah atau menjelaskan dari sudut pandang yang biasa dimiliki oleh orang yang beragama Islam.  Tentu jawaban yang akan diberikan adalah jawaban yang dia sudah tahu, dan dia anggap basi !.</p>
<p>&#8220;Jelas tidak !&#8221;.  Jawab saya sambil tersenyum. &#8220;Kalau itu yang menjadi pertanyaan, maka tentu saja tidak perlu sembahyang, cukup bekerja keras, mengumpulkan uang, lalu menikmati uang yang kita peroleh.  Jika perlu sisihkan untuk kebersamaan sosial dan untuk membayar pajak bagi negara.&#8221;.</p>
<p>Dia sedikit terpana menerima jawaban ini.</p>
<p>&#8220;Lho, jadinya untuk apa?&#8221;.  Pertanyaan lebih menyelidik.</p>
<p>&#8220;Untuk sesuatu yang saya tidak tahu, untuk kehidupan setelah kematian&#8221;.</p>
<p>&#8220;Untuk sesuatu yang saya tidak tahu, apakah ada masa depan setelah kematian atau tidak!.  Maka menyiapkan untuk something maybe &#8220;Yes&#8221; or maybe &#8220;Not&#8221; adalah lebih baik dari pada memilih &#8220;Nothing&#8221; untuk sesuatu yang kita tidak tahu&#8221;.</p>
<p>&#8220;Life after death&#8221;. Gumannya terdengar agak tertahan. Dia terdiam agak lama.</p>
<p>Boleh jadi memang tidak sedikit yang meyakini bahwa setelah mati, tidak ada kehidupan kedua.  Namun, tidak sedikit pula budaya-budaya sejak jaman orang bisa mendomestikasi ternak atau bertanam pangan, percaya bahwa hidup setelah mati itu terjadi.  Saya pikir, kawan dari negeri ginseng ini juga tentu mengerti tentang jiwa, sesuatu yang ada dalam pikirannya, juga ada dalam proses berpikirnya.</p>
<p>Kami tak melakukan percakapan ini lebih lama lagi.  Waktu semakin sore, saya berpamitan.  Namun, saya percaya, semakin orang mencari kebenaran spiritual, maka pada jalan mana saja dia tempuh, maka dia akan menemukan : Siapa dirinya, lalu siapa Penciptanya.  Jika kita mencarinya berjalan kaki, maka sang Pencipta akan datang &#8220;berlari&#8221;, menghampirinya &#8230;&#8230;</p>
<br />Filed under: <a href='http://agorsiloku.wordpress.com/category/fenomena/'>Fenomena</a>, <a href='http://agorsiloku.wordpress.com/category/general/'>General</a>, <a href='http://agorsiloku.wordpress.com/category/spiritetossosial/'>Spirit/Etos/Sosial</a>  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/agorsiloku.wordpress.com/1895/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/agorsiloku.wordpress.com/1895/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/agorsiloku.wordpress.com/1895/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/agorsiloku.wordpress.com/1895/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/agorsiloku.wordpress.com/1895/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/agorsiloku.wordpress.com/1895/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/agorsiloku.wordpress.com/1895/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/agorsiloku.wordpress.com/1895/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/agorsiloku.wordpress.com/1895/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/agorsiloku.wordpress.com/1895/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/agorsiloku.wordpress.com/1895/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/agorsiloku.wordpress.com/1895/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/agorsiloku.wordpress.com/1895/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/agorsiloku.wordpress.com/1895/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=agorsiloku.wordpress.com&amp;blog=256340&amp;post=1895&amp;subd=agorsiloku&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://agorsiloku.wordpress.com/2011/09/26/lalu-kamu-sembahyang-untuk-apa-sih/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>15</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/2e35019b740d374dbfef9ccd3c8430e6?s=96&#38;d=wavatar&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">agorsiloku</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Mengapa Saya Sulit Menerima Pemahaman Teori Evolusi !.</title>
		<link>http://agorsiloku.wordpress.com/2011/09/06/mengapa-saya-sulit-menerima-pemahaman-teori-evolusi/</link>
		<comments>http://agorsiloku.wordpress.com/2011/09/06/mengapa-saya-sulit-menerima-pemahaman-teori-evolusi/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 06 Sep 2011 12:12:22 +0000</pubDate>
		<dc:creator>agorsiloku</dc:creator>
				<category><![CDATA[Evolusi]]></category>
		<category><![CDATA[Fenomena]]></category>
		<category><![CDATA[General]]></category>
		<category><![CDATA[InReligion]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://agorsiloku.wordpress.com/?p=1898</guid>
		<description><![CDATA[Agak gereget juga membahas debat kusir masalah kebenaran atau ketidakbenaran teori asal usul yang menyangkut asal mula kehidupan.  Siapapun yang menjadi teman diskusi kita, siap-siap untuk saling salah menyalahkan dan meyakini kebenaran versi masing-masing.  Bahkan semuanya juga bisa memiliki sumber yang sama, pemahaman yang kurang lebih sama juga, namun yang berbeda penarikan kesimpulannya.  Yang disebut [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=agorsiloku.wordpress.com&amp;blog=256340&amp;post=1898&amp;subd=agorsiloku&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Agak gereget juga<del> membahas</del> debat kusir masalah kebenaran atau ketidakbenaran teori asal usul yang menyangkut asal mula kehidupan.  Siapapun yang menjadi teman diskusi kita, siap-siap untuk saling salah menyalahkan dan meyakini kebenaran versi masing-masing.  Bahkan semuanya juga bisa memiliki sumber yang sama, pemahaman yang kurang lebih sama juga, namun yang berbeda penarikan kesimpulannya.  Yang disebut kreasionis, semua mahluk hidup berdasarkan penciptaan; <span id="more-1898"></span>sedangkan evoluisionis menarik kesimpulan bahwa evolusi adalah peristiwa &#8220;kebetulan&#8221; dan &#8220;tanpa tujuan&#8221; dari kemunculan mahluk hidup, entah itu yang ukurannya super kecil seperti bakteri sampai yang relatif besar, seperti mamalia dinosaurus atau gajah.  Yang kedua, semua mahluk hidup berasal dari nenek moyang yang sama.  Karena premis <a title="seberapa-dekat-kita-dengan-simpanse" href="http://agorsiloku.wordpress.com/2008/02/22/seberapa-dekat-kita-dengan-simpanse/" target="_blank">semua mahluk hidup berasal dari nenek moyang yang sama</a>, maka tidak salah kalau burung berparuh pendek atau panjang, atau bisa sampai pada kesimpulan bahwa manusia (<a title="Evolusi_manusia" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Evolusi_manusia" target="_blank">homo sapien</a>) juga berasal dari mahluk tingkat lainnya.</p>
<p>Tulisan ini tidak sedang membahas kebohongan atau kebenaran teori evolusi.  Karena masing-masing punya fans berat yang tampaknya sulit diganggu gugat.  Sama susahnya dengan kritikan evolusionis terhadap kreasionis : &#8220;Semestinya, kalau memang ada, kreasionis buat donk teori baru yang punya bukti-bukti sevalid teori evolusi, jadi bukan soal percaya atau tidak, soal iman !.&#8221;  Dalam ranah ilmu pengetahuan, <a title="intelligent-design-pencampur-aduk-sains-dan-agama" href="http://agorsiloku.wordpress.com/2007/02/10/intelligent-design-pencampur-aduk-sains-dan-agama/" target="_blank">jangan campur adukan agama dan sains</a>.</p>
<p>Ada setidaknya dua hal, yang membuat saya sulit menerima bahwa teori evolusi itu sebagai teori yang kebenarannya adalah benar :</p>
<ul>
<li><strong>Kejadian kebetulan</strong>.  Kemunculan spesies baru adalah kebetulan ! sebagai lawan dari perancangan cerdas.  Kata &#8220;kebetulan&#8221; ini mengasumsikan (setidaknya bagi penulis), sebuah kejelasan tanpa kepastian dan kecukupan logis dari sebuah kejadian.  Jadi, rasanya (sekali rasanya adalah kata yang tidak ilmiah), nggak pas gitu.  Masak sih kerumitan dari protein, rna, dna, gen dan kemudian menjadi mahluk hidup dari &#8220;sup genetis&#8221; atau apalah yang ada di alam semesta ini adalah peristiwa kebetulan.  Tentu saja, saya bisa memahami, buat orang yang tidak percaya adanya Sang Pencipta atau Sang Pencipta tidak diijinkan memasuki ranah sains, maka, pilihan dari kebetulan bisa menjadi kata yang mewakili adanya kejadian penciptaan.  Saya lebih suka (lebih suka adalah kata yang subjektif, tanpa dasar ilmu) bahwa lompatan-lompatan genetika yang terjadi adalah &#8220;kejadian penciptaan&#8221;.</li>
<li><strong>Nenek moyang yang sama</strong>, ini lebih mudah dipahami apalagi dengan bukti-bukti kreasionis dan evolusionis yang juga tidak kalah berjubelnya di seantero pembahasan.  Namun, perubahan menjadi mahluk hidup yang lain, yang nyata-nyata berbeda, bahkan sampai ke tingkat evolusi mikro dan evolusi makro menjadikan posisi mahluk hidup adalah transisional.  Jadi, mahluk hidup yang ada sekarang adalah mahluk hidup yang sewaktu-waktu (dalam waktu entah jutaan tahun) bisa berubah menjadi mahluk hidup lain.   Saya sulit memahami (baca : menerima) bahwa spesies manusia, dahulunya adalah kera dan jutaan kemudian lagi akan menjadi alien atau yang sekarang buaya, dahulunya adalah cecak !.  Dengan latar belakang pengetahuan yang tidak seberapa ini, lebih mudah saya memahami bahwa mahluk hidup itu ada, lalu musnah, lalu muncul mahluk hidup lain.  Apalagi contoh-contoh sejumlah penelitian atau bukti-bukti mahluk hidup purba yang masih ada sampai saat ini juga menunjukkan bukti yang sama.  Alasan lain, yang tidak kalah pentingnya adalah pemahaman agama yang saya anut, bahwa Allah menciptakan dan menyempurnakan ciptaanNya.  Manusia adalah sebaik-baiknya bentuk yang diciptakanNya.  Jadi, hasil penciptaan itu tujuan akhirnya telah dicapai.  Mahluk hidup yang berproses berubah menjadi mahluk hidup lain setelah sekian waktu (jutaan tahun) tidak memiliki makna pengertian tercapainya produk penciptaan pada mahluk hidup yang masa usia hidupnya relatif pendek.   Saya lebih mudah memahaminya, sebuah produk atau ciptaan, mencapai tahap kesempurnaan tertentu (sesuai kadarnya), kemudian karena kefanaan, menjadi tua dan mati.  Kemunculan generasi berikutnya hanya berubah dalam varian genetika yang sama, tetapi tidak benar-benar menjadi mahluk hidup yang sama sekali berbeda.  Tapi, kalau nenek moyang yang sama, yang dimaksud adalah dari bahan pembentuk kehidupan yang sama, ya itu berada pada kelogisan yang sama.</li>
<li>Karena itu, tentu saja saya bisa sedikit memahami bahwa seleksi alam atau kombinasi genetik (perkawinan) yang menghasilkan kulit hitam, rambut tebal, bule, otot lebih kuat, atau bakteri lebih tahan penisilin adalah produk adaptasi yang membuat mahluk hidup lebih kuat atau lebih rentan terhadap sesuatu.  Sepanjang itu masih pada spesies yang sama, tapi tidak meloncat atau berubah menjadi mahluk hidup yang benar-benar berbeda.  Mengapa, alasannya karena saya lebih (suka) meyakini bahwa proses penciptaan itu terjadi kemudian disempurnakan.  Dengan kata lain, disain perancangan cerdas, ketika komposisi kimiawi (enzim, protein, molekul asam amino) itu dibentuk dalam ilmu biologi akan mencapai hasil tertentu sebagai hasil dari proses akhir.  Bukan proses itu berlangsung terus menerus tanpa henti untuk dari sesuatu menjadi sesuatu yang lain.  Singkatnya, kalau pabrik mercedes sudah  menghasilkan produk akhir, maka produk itu tidak bermutasi menjadi bis kota atau menjadi mobil lainnya.</li>
</ul>
<p>Karena penulis lebih mempercayai adanya penciptaan, maka logika enzim, protein, molekul asam amino sebagai bahan dasar mahluk hidup yang dibuat melalui proses produksi yang begitu kompleksnya dan sampai saat ini belum terpetakan sempurna oleh kemajuan teknologi akan menghasilkan produk berupa mahluk hidup.  Adanya mahluk hidup itu, menjadi hasil akhir dari pabrik itu.    <a href="http://agorsiloku.files.wordpress.com/2011/09/biologicalsystem.jpg"><img class="alignright size-medium wp-image-1901" title="BiologicalSystem" src="http://agorsiloku.files.wordpress.com/2011/09/biologicalsystem.jpg?w=300&#038;h=167" alt="BiologicalSystem" width="300" height="167" /></a>Pabrik ini terlalu kompleks, jika masih juga berproses juga menjadi produk akhir lain lagi.  Apalagi jika disimpulkan bahwa perancangan yang rumit bahan pembuat mahluk hidup ini, yang harus menyimpan sejumlah informasi begitu banyak dan lengkap, tidak lebih dan kurang hanya proses kebetulan saja tanpa ada perancangan cerdas dari proses penciptaan.</p>
<p><strong>Teori Evolusi = Tidak Sesuai dengan Ajaran Agama?.</strong></p>
<p>Timbul pertanyaan, <a title="Penciptaan" href="http://harry.sufehmi.com/archives/2010-05-05-2315/" target="_blank">apakah teori evolusi tidak sesuai dengan ajaran agama?</a>.  Pertanyaan ini, kita tinggalkan sementara dulu deh.  Ini polemik yang memang sedari awal menjadi sumber persoalan.  Teori Evolusi, jelas tidak mengenal penciptaan.  Seperti juga fisika teoritis menjelaskan asal muasal alam semesta ini.  Pertanyaan ini lebih berada pada filsafat sains dan pengakuan keberadaan Sang Pencipta.  Ini di luar ranah, setidaknya di luar ranah pembahasan teori evolusi.  Singkat kata, berpikir bahwa mahluk hidup itu diciptakan, tidak relevan bagi sains untuk didiskusikan, jadi ya&#8230;  dari pada mendefinisikan adanya perancangan cerdas atau kejadian penciptaan. Mendingan bilang saja, ada kebetulan dan lompatan genetis untuk hadirnya mahluk hidup baru yang muncul serempak pada suatu masa di masa lalu.  Ini lebih &#8220;<em>sense</em>&#8221; bagi sains dari pada bicara soal keimanan.</p>
<p>Kreasionis juga tentu tidak mudah (apakah bisa?) membuat eksperimen penciptaan mahluk hidup, dari bahan-bahan dasar pembentuk kehidupan?.  Tentu tidak pula, kejadian penciptaan asal mula, sampai sekarang tidak atau belum bisa diketahui, namun prosesnya sudah mulai dipahami.  Proses itu, sebagian dari pembahasan evolusionis sebagai bukti adanya proses evolusi.  Bagi kreasionis, ini adalah bukti adanya proses pembentukan mahluk hidup; bagi evolusionis, ini bukti bahwa ini bukti adanya teori evolusi.</p>
<p>Setidaknya, itu pemahaman saya membaca dua perdebatan ini.  Yang dibantah dan didiskusikan, banyak pada area yang sama, dengan cara pandang yang berbeda.  Sedang yang membuat kreasionis bersikukuh bahwa perpindahan menjadi mahluk hidup lain (berbeda segalanya, terutama berbeda dari sudut pandang dna, rna, alel, dan kawan-kawannya) tidak juga dibuktikan atau ditemukan oleh evolusionis.  Mereka juga sama berprasangkanya bahwa itu, karena atau saking membutuhkan waktu yang lama, tidak bisa dibuktikan secara eksperimental.  Singkatnya, yang saya pahami, keduanya sama-sama gelapnya.</p>
<p><strong>Membaca tanda-tanda kehidupan</strong>.</p>
<p><a title="teori-perancangan-bodoh-dan-perancangan-cerdas" href="http://agorsiloku.wordpress.com/2008/02/23/teori-perancangan-bodoh-dan-perancangan-cerdas-d/" target="_blank">Perancangan bodoh atau perancangan cerdas</a> adalah kesimpulan dari membaca tanda-tanda kehidupan.  Itu tanda-tanda kekuasaan yang maha menciptakan.  Dalam teori evolusi sebelum mengalami evolusi, dalam otobiografinya, <a title="teori-evolusi-didasari-alasan-penolakan-adanya-tuhan" href="http://agorsiloku.wordpress.com/2007/04/07/apakah-teori-evolusi-didasari-alasan-penolakan-adanya-tuhan/" target="_blank">Darwin mengatakan</a> : <strong><em>Argumen disain yang selama ini sangat meyakinkan, ternyata telah gagal. Kini hukum seleksi ilmiah telah ditemukan. Sekarang kita tidak dapat lagi mengatakan bahwa engsel kerang yang indah, misalnya, harus merupakan hasil perbuatan suatu Wujud yang cerdas (Tuhan), sebagaimana engsel pintu harus merupakan hasil perbuatan manusia</em>.</strong></p>
<p>Dengan kata lain, memang teori evolusi ada tumpuan berpikir non-sains juga.  Kalau diskusi mengenai kebenaran teori evolusi tidak dibumbui asal muasal dan pemikiran penolakan peran Maha Pencipta, memang tidak akan seramai ini.  Menjadi diskusi tak putus-putusnya sejak pertama kali dicetuskan.</p>
<p>Paling tidak, sebuah penelitian tentang <a title="Y-chromosomal_Adam" href="http://en.wikipedia.org/wiki/Y-chromosomal_Adam" target="_blank">kromosom X dari manusia pertama Adam</a>, yang diperkirakan datang dari 60 ribu tahunan lalu, menjelaskan bahwa homo sapien yang satu ini, sesuai dengan petunjuk yang tertera pada kitab suci.  Ilmu pengetahuan masih bertumbuh dan sangat boleh jadi, belum mencapai puncaknya, untuk kemudian membaca kembali pertanda kehidupan&#8230;..</p>
<br />Filed under: <a href='http://agorsiloku.wordpress.com/category/evolusi/'>Evolusi</a>, <a href='http://agorsiloku.wordpress.com/category/fenomena/'>Fenomena</a>, <a href='http://agorsiloku.wordpress.com/category/general/'>General</a>, <a href='http://agorsiloku.wordpress.com/category/inreligion/'>InReligion</a>  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/agorsiloku.wordpress.com/1898/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/agorsiloku.wordpress.com/1898/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/agorsiloku.wordpress.com/1898/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/agorsiloku.wordpress.com/1898/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/agorsiloku.wordpress.com/1898/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/agorsiloku.wordpress.com/1898/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/agorsiloku.wordpress.com/1898/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/agorsiloku.wordpress.com/1898/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/agorsiloku.wordpress.com/1898/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/agorsiloku.wordpress.com/1898/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/agorsiloku.wordpress.com/1898/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/agorsiloku.wordpress.com/1898/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/agorsiloku.wordpress.com/1898/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/agorsiloku.wordpress.com/1898/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=agorsiloku.wordpress.com&amp;blog=256340&amp;post=1898&amp;subd=agorsiloku&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://agorsiloku.wordpress.com/2011/09/06/mengapa-saya-sulit-menerima-pemahaman-teori-evolusi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>10</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/2e35019b740d374dbfef9ccd3c8430e6?s=96&#38;d=wavatar&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">agorsiloku</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://agorsiloku.files.wordpress.com/2011/09/biologicalsystem.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">BiologicalSystem</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Sidang Isbath dan Lebaran di Keluarga Kami</title>
		<link>http://agorsiloku.wordpress.com/2011/09/02/sidang-isbath-dan-lebaran-di-keluarga-kami/</link>
		<comments>http://agorsiloku.wordpress.com/2011/09/02/sidang-isbath-dan-lebaran-di-keluarga-kami/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 02 Sep 2011 09:59:51 +0000</pubDate>
		<dc:creator>agorsiloku</dc:creator>
				<category><![CDATA[Fenomena]]></category>
		<category><![CDATA[General]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://agorsiloku.wordpress.com/?p=1893</guid>
		<description><![CDATA[Setelah cukup bosan mendengarkan berita di Metro TV mengenai penentuan Tanggal 1 Syawal 1432 pada sekitar jam 20.30-an, akhirnya melalui fasilitasi Pemerintah, Menteri mengumumkan bahwa Tanggal 1 Syawal 1432 jatuh pada tanggal hari Rabu atau tanggal 31 Agustus 2011.  Jadi, digenapkan puasa 30 hari.  Terjawab sudah pertanyaan, kapan lebaran berlangsung. Bertahun-tahun, kami sudah terbiasa untuk [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=agorsiloku.wordpress.com&amp;blog=256340&amp;post=1893&amp;subd=agorsiloku&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Setelah cukup bosan mendengarkan berita di Metro TV mengenai penentuan Tanggal 1 Syawal 1432 pada sekitar jam 20.30-an, akhirnya melalui fasilitasi Pemerintah, Menteri mengumumkan bahwa Tanggal 1 Syawal 1432 jatuh pada tanggal hari Rabu atau tanggal 31 Agustus 2011.  Jadi, digenapkan puasa 30 hari.  Terjawab sudah pertanyaan, <a title="kapan-lebaran" href="http://debu-semesta.blogspot.com/2011/08/kapan-lebaran.html">kapan lebaran berlangsung.<span id="more-1893"></span></a></p>
<p>Bertahun-tahun, kami sudah terbiasa untuk mengikuti ketetapan Pemerintah tanpa banyak berhitung dan berpikir lagi.  Jadi oke-okelah.  Kami percaya dan sepenuhnya mengamini saja, tanpa pernah memikirkan benar atau salahnya.  Bahwa Ormas Islam Muhamadiyah sudah menetapkan jauh-jauh hari tanggal 1 Syawal bertepatan dengan tanggal 30 Agustus 2011 tidaklah penting.  Meski jauh di lubuk hati, alangkah indahnya jika kita tinggal sedusun berada pada tanggal yang sama di hari yang sama, jika kita menggunakan kalender yang sama.</p>
<p>Keputusan Pak Menteri yang terlambat (melewati waktu awal sholat Isya) ini kelamaan, dan keputusannya (atau fasilitasi) yang menghasilkan keputusan ini membuat momen kebahagiaan kami dirampas.  Bahkan rasanya, lebih menyesakkan dari tahun-tahun sebelumnya, ketika wacana ini diputuskan berbeda.   Mengapa?.  Karena tarawih menjadi tiada, takbiran juga tertunda.</p>
<p>Sidang Isbath di keluarga kami memutuskan bahwa besok adalah hari lebaran.</p>
<p>&#8220;Ma, jadi gimana nih, kapan kita berlebaran?&#8221;</p>
<p>&#8220;Ya, mo gimana ya, gulai sepanci sudah matang, kupat sudah matang, keluarga menyepakati seperti kalender masehi yang kita punya, besok lebaran !.   Masak gulai jadi basi !&#8221;.</p>
<p>&#8220;Ya&#8230; emak saja deh yang memutuskan, lebaran besok atau lusa !&#8221;</p>
<p>&#8220;Besok !&#8221;, begitu keputusan emak.</p>
<p>&#8220;Oke, kalau begitu.&#8221;</p>
<p>Maka lebaran kita putuskan besok, acuannya, lebih maslahat melakukan lebaran besok dari pada menunda gulai menjadi basi.  Kami tidak berani menambahkan formalin atau bahan pengawet lainnya yang kerap menjadi bahan dasar untuk perdagangan industri makanan yang merusakkan kesehatan.  Maka demi kemaslahatan ummat kecil di keluarga besar kami, maka keputusan ketua sidang penetapan hari lebaran dilaksanakan sesuai amar keputusan lisan.</p>
<p>Anggota keluarga yang meng-kring atau sms dikabari keputusan sidang isbath ini.</p>
<p>Kamipun pulang ke rumah masing-masing untuk membawa berita ini.</p>
<p>Sesampai di rumah, mesjid kampung kami sepi.  Tidak ada suara takbiran yang dilantunkan.  Hati ini rasanya sepi, ada sesuatu yang hilang yang biasa kami dengar pada malam ini.  Rasanya, hati ini sulit menerima bahwa pada malam lebaran, takbir tak terdengar dari mesjid kampung kami.  Sebuah mutiara pemaknaan kebahagiaan telah direnggut paksa oleh keputusan sidang isbath keluarga kami.  Di dusun yang sama, di hari malam lebaran esoknya, gema takbir berkumandang adalah santapan rohani yang keindahannyaseharusnya menyelimuti hati kami.</p>
<p>Keputusan berikutnya di keluarga kecil kami, anak dan isteri, esok hari kita berlebaran, namun sholat Id, kami lakukan sesuai dengan keputusan Pemerintah.  Sebagian saudara-saudara kami dan tetangga, berlebaran dan sholat Id sesuai dengan keputusan Ormas Muhamadiyah.</p>
<p>Kami makan ketupat dan gulai dan bermaaf-maafan, sungkem pada orang tua, dan segala percikan kecil lainnya dengan lahap karena enaknya masakan yang dihidangkan.  Namun, tetap ada keberkahan yang berkurang yang bisa dirasakan oleh keputusan yang kami buat.  Besoknya kami sholat Id, pulangnya kami mendapat masih ada sisa-sisa dari opor dan gulai dari Idul Fitri kemarin. Kami makan, hari ini kami kenyang, namun hati rasanya, tanpa mengurangi rasa syukur atas nikmatNya, kami tak bisa pungkiri ada &#8220;sesuatu&#8221; yang hilang pada hari ini.</p>
<p>Yang melaksanakan sholat Id di hari sebelumnya, ternyata pula merasakan hal yang sama pula.  Mereka mencari tempat yang jauh dan berdesak-desakan untuk melaksanakan sholat Id.  Karena lingkungan tempat tinggalnya jauh dari lokasi lingkungan yang memutuskan sholat Id tanggal 30 Agustus 2011, maka mereka pun merasakan hal yang sama pula.  Pulangnya mereka cerita tentang kehambaran ini.  Mereka melakukan sholat Id, tapi sebelumnya tidak mendengar alunan gema takbir bertalu-talu.  Mereka berangkat dengan rasa sepi yang sama pula seperti yang kami rasakan.</p>
<p>Kami bersepakat tanpa kata-kata lagi, bahwa keputusan yang dihasilkan untuk melahirkan perbedaan dan ngotot-ngototan para petinggi atau yang mengaku yang merasa berhak mewakili keputusan itu adalah keputusan yang mencuri sebuah hari di mana jutaan orang pulang kampung untuk menyempatkan diri meraih kebersamaan kebahagiaan.  Setiap kali kami mendiskusikan sebagai penyegar obrolan di hari raya ini, untuk kali ini, lebih dari tahun-tahun yang lampau keputusan jahil yang disampaikan dan tambahan agar ummat menyadari adanya perbedaan, keragaman, toleransi, dan lain-lain terasa benar-benar kering tak bermakna.</p>
<p>Mengapa, kebahagiaan kebersamaan yang ditetapkan setahun sekali ini, masih juga dirampas dari haribaan kami.  Mengapa?.  Apakah para pemimpin ummat, yang mengajarkan kesantunan berkata-kata dan berperilaku ini begitu angkuhnya untuk bersepakat.</p>
<p>Kami ini hanya secuil kecil tak bermakna dan tak memiliki banyak hak dalam penghidupan kami di tengah ummat yang kebetulan berada pada dua keputusan berbeda yang harus dijalani.  Jadi, kami harus mengamini keduanya dengan sesal di hati.</p>
<p>Kami pulang kembali ke rumah, untuk berjuang kembali meniti dan mencari sesuap nasi penghidupan.  Sedikit sekali yang dapat kami sisihkan, kemudian berjuta saudara kami kembali datang ke desanya untuk sungkem di kampung halamannya.  Adakah di tahun yang akan datang, jika masih ada umur, kebahagiaan sejenak itu akan dirampas kembali?.</p>
<p>&nbsp;</p>
<br />Filed under: <a href='http://agorsiloku.wordpress.com/category/fenomena/'>Fenomena</a>, <a href='http://agorsiloku.wordpress.com/category/general/'>General</a>  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/agorsiloku.wordpress.com/1893/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/agorsiloku.wordpress.com/1893/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/agorsiloku.wordpress.com/1893/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/agorsiloku.wordpress.com/1893/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/agorsiloku.wordpress.com/1893/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/agorsiloku.wordpress.com/1893/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/agorsiloku.wordpress.com/1893/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/agorsiloku.wordpress.com/1893/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/agorsiloku.wordpress.com/1893/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/agorsiloku.wordpress.com/1893/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/agorsiloku.wordpress.com/1893/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/agorsiloku.wordpress.com/1893/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/agorsiloku.wordpress.com/1893/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/agorsiloku.wordpress.com/1893/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=agorsiloku.wordpress.com&amp;blog=256340&amp;post=1893&amp;subd=agorsiloku&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://agorsiloku.wordpress.com/2011/09/02/sidang-isbath-dan-lebaran-di-keluarga-kami/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/2e35019b740d374dbfef9ccd3c8430e6?s=96&#38;d=wavatar&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">agorsiloku</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Perbedaan Hari Idul Fitri di Negeri Jahiliyah</title>
		<link>http://agorsiloku.wordpress.com/2011/09/02/perbedaan-hari-idul-fitri-di-negeri-jahiliyah/</link>
		<comments>http://agorsiloku.wordpress.com/2011/09/02/perbedaan-hari-idul-fitri-di-negeri-jahiliyah/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 02 Sep 2011 08:03:34 +0000</pubDate>
		<dc:creator>agorsiloku</dc:creator>
				<category><![CDATA[Fenomena]]></category>
		<category><![CDATA[General]]></category>
		<category><![CDATA[Hilal - Rukhyat]]></category>
		<category><![CDATA[InReligion]]></category>
		<category><![CDATA[Manajemen]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://agorsiloku.wordpress.com/?p=1886</guid>
		<description><![CDATA[Premis mayornya begini : Di tempat yang sama, untuk bulan yang sama, dengan standar perhitungan kalender Hijriah yang sama, maka pada saat yang tidak ada dua tanggal yang berbeda.  Tidak ada itu, hari ini Tanggal Satu Syawal 1432 H dan besoknya juga Tanggal Satu  Syawal 1432 H.  Kalau itu terjadi, tidak lain dan tidak bukan, [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=agorsiloku.wordpress.com&amp;blog=256340&amp;post=1886&amp;subd=agorsiloku&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Premis mayornya begini : Di tempat yang sama, untuk bulan yang sama, dengan standar perhitungan kalender Hijriah yang sama, maka pada saat yang tidak ada dua tanggal yang berbeda.  <strong>Tidak ada itu, hari ini Tanggal Satu Syawal 1432 H dan besoknya juga Tanggal Satu  Syawal 1432 H</strong>.  Kalau itu terjadi, tidak lain dan tidak bukan, itu perbuatan jahil.</p>
<p style="padding-left:30px;"><span style="color:#ff0000;">Untuk kebodohan ini, tidak perlu dihibur dengan argumen-argumen keberagaman dan saling menghargai atau toleransi.  Lebih pantas dikatakan ada dua versi kalender Hijriah, Sebutlah versi A yang lain versi B. Kemudian keduanya konsisten dengan kedua versi tersebut, terus setiap hari setiap minggu, setiap bulan, setiap tahun.  Jangan hanya pada hari-hari tertentu saja dibikin perbedaan itu.  Jangan ummat dipusingi oleh perilaku para ulama dan cendikiawan serta Pemerintah yang mencuri kebahagiaan kami merayakan hari berlebaran yang menjadi tradisi bangsa ini.  <a title="pokoknya-awal-satu-syawal-sebisa-mungkin-berbeda" href="http://agorsiloku.wordpress.com/2007/10/01/pokoknya-awal-satu-syawal-sebisa-mungkin-berbeda/" target="_blank">Mengertikah kalian hai para ulama, hai para pengambil keputusan, hai para pemimpin ormas Islam</a>.  Janganlah kesombongan dan kebodohan kalian membuat sebagian dari kami tidak merasa nyaman untuk merayakan kejadian sekali setahun itu.  Jangan kami ditipu oleh ucapan toleransi, keberagaman, keunikan, dan segala penghiburan lainnya yang harus kami telan karena diharuskan untuk memahami perbedaan ini.  Pada hari yang sama, jangan membuat dua tanggal yang berbeda pada hari (waktu) yang sama!.  <span id="more-1886"></span></span></p>
<p style="padding-left:30px;">Semoga pesan ini dipahami.  Kalian para ulama tentulah memiliki ilmu dan kesabaran yang tinggi.  Kami tidak memiliki semua itu, yang kami rasakan saat ini adalah, kami sebal dan benci dengan keputusan yang membuat kami tidak bisa bertemu dengan <a title="alhamdulillah-satu-syawal-tahun-ini-berbeda-lagi" href="http://agorsiloku.wordpress.com/2007/10/11/alhamdulillah-satu-syawal-tahun-ini-berbeda-lagi/" target="_blank">anggota keluarga yang berlebaran di hari berbeda,</a> yang membuat kami bingung, ada yang sholat Id tanpa didahului malam takbiran, ada yang sebaliknya.  Sholat Id, tapi pulang tinggal sisa-sisa ketupat lebaran.  Dan sungguh, kalian lah para ulama dan pengambil keputusan yang membuat suasana kebahagiaan yang diimpikan setahun sekali ini dicuri di depan mata kami, tanpa kami bisa berbuat apa-apa.</p>
<p style="padding-left:30px;">Semoga Allah melimpahkan rahmat dan hidayahNya kepada para pemimpin kami ini, agar mereka tidak jahil untuk membaca petunjukMu, semoga Allah mengampuni dosa mereka mencuri kebahagiaan kami di hari nan fitri, yang Engkau berikan setahun sekali ini.  Ampuni pula ya Allah atas kelancangan kami memaki-maki hamba-hambaMu yang lain atas keputusan yang telah dibuatnya.</p>
<p>Alhamdulillah, Subhanallah.  Mahabesar Engkau ya Rabb, yang menyediakan bumi sebagai hamparan tempat tinggal kami, matahari yang bersinar dan bulan bercahaya, serta langit dengan tebaran bintang yang menjadi penunjuk arah dan waktu.  Ampunilah kesalahan hambaMu dalam menaati perintahMu.</p>
<p>&#8212;-</p>
<p>Agak sedikit lega rasanya setelah melalui postingan ini saya bisa koneksi ke internet dan menyampaikan pesan kekecewaan kepada para pengambil keputusan di negeri ini tentang satu Syawal 1432 yang baru saja berlalu.  Kini, sedikit mengulas keyakinan logis yang dimiliki, sebagai anugrah Allah kepada insan.</p>
<p><strong>Hisab dan Rukyat</strong>.</p>
<p>Seperti ditulis di awal postingan, di tempat yang sama, pada waktu yang sama, pada sistem perhitungan kalender yang sama.  Tidak dibenarkan ada dua tanggal yang berbeda, mau metode apapun yang dipakai. Keduanya harus tumpah pada muara yang sama.  Kalau kita bersepakat rukun iman ada dua, tiga, lima atau enam, maka ketika disepakati rukun iman ada enam perkara.  Begitu kata para ustad, maka kita mengamininya.   Jadi, kalau mau ada kalender Hijriah Sistem A, lalu ada Kalender Hijriah Sistem B yang berbeda, ya mari kita bertoleransi.  Tapi di Sistem A ya konsistenlah ke A, yang menganut sistem B ya konsistenlah dengan B.   Tapi kalau A dan B harus menjadi persoalan  setiap tahun dan karenanya ummat disusahi, maka ini tidak wajar, tidak logis, dan tidak pantas.  Argumen-argumen yang muncul demi toleransi, kerukunan ummat, menghargai perbedaan, persatuan ummat yang disisirkan para pembeda itu untuk mencegah keresahan ummat dapatlah dipahami. Pada hisab dan rukyat itu, jelas terkandung kepastian dan komposisi yang indah dalam penetapan sistem kalender.  Janganlah kepastian matematis dan kelogisan pengamatan itu dikaburkan oleh pendekatan toleransi, keberagaman, keunikan dan berbagai ungkapan lainnya untuk membenarkan untuk keduanya (hisab dan rukyat) membuat dua tanggal yang berbeda pada hari yang sama.</p>
<p>Logika bodohnya sederhana saja sih.  Semua hasil perhitungan, faktanya harus dilihat di lapangan.  Hasil perhitungan hanya menghasilkan pengamatan di atas kertas, semua fakta terjadi di lapangan.  Jadi keduanya harus disepakati.  Hitungan mudah untuk benar, di lapangan bisa terjadi perubahan yang tidak terdeteksi atau karena sebab yang tidak diketahui.  Karena itu, sudah tentu &#8216;melihat&#8217; harus pula menjadi dasar yang sahih untuk dipercaya.  Pengamatan dan perhitungan adalah dasar bagi  ilmu dan pengetahuan.  Kesepakatan adalah komitmen keduanya.</p>
<p><strong>Argumen melihat</strong>.</p>
<p>Melihat dengan mata telanjang, melihat pakai kaca mata, melihat pakai lensa, melihat pakai teropong.  Juga melihat dengan sinar laser, melihat dengan menggunakan sinar infra merah, dan berbagai-bagai kemungkinan yang dihasilkan oleh teknologi untuk melihat lebih akurat fakta yang sesungguhnya. Semua adalah pengajaran Allah kepada manusia sehingga menghasilkan apa yang kemudian dikenali sebagai budaya.  Gunakanlah semua keberkahan yang diberikan kepada manusia ini untuk melihat.</p>
<p><strong>Argumen Perhitungan</strong>.</p>
<p>Keteraturan pergerakan benda-benda langit, menghitung sudut, menghitung waktu sampai kehitungan detik, menghitung lingkaran, elips dan pengetahuan matematika memungkinkan manusia menghitung pergerakan benda-benda langit dengan sebaik-baiknya.  Gunakanlah semua keberkahan ilmu pengetahuan ini untuk kemaslahatan ummat.</p>
<p><strong>Argumen Melihat dan Perhitungan</strong>.</p>
<p>Keduanya tidak bisa dipisahkan, perhitungan tidak menghasilkan fakta.   Untuk mengetahui faktanya, kita perlu melihat buktinya di lapangan.  Perhitungan tepat, tapi faktor perubah di lapangan bisa terjadi.  Fakta lapangan adalah kejadian yang sebenarnya.  Karena itu, perhitungan harus melihat buktinya di lapangan, di alam nyata.  Melihat juga membutuhkan keterampilan untuk mengetahui distorsi-distorsi pengelihatan. Kita mengenali distorsi, refraksi, dan berbagai istilah pengetahuan tentang &#8216;melihat&#8217;.  Singkatnya keduanya hal yang baik bagi kemaslahatan ummat.</p>
<p><strong>Argumen Kesepakatan</strong>.</p>
<p>Sudah begitu jelas, pada akhirnya kesepakatan jualah yang menetapkan segala pengelihatan dan segala perhitungan.  Jadi kalau kedua argumen itu, berkehendak untuk membuat perbedaan, maka yang terjadi adalah perbedaan.  Kalau kesepakatan itu dilandasi semangat ukhuwah, semangat kebersamaan, semangat persatuan, dan yang lebih penting lagi :</p>
<p>Semangat untuk tidak menggelisahkan ummat, untuk tidak membuat ummat kesal karena berbagai sebab dari para pelaku pengambil keputusan, maka, insya Allah, kita bisa merayakan hari berlebaran seusai berpuasa sebulan penuh dengan keberkahan yang lebih sempurna, lebih membahagiakan</p>
<p>Akhir kata, semoga Allah melimpahkan rahmatNya untuk di tahun-tahun mendatang, jika masih ada umur, insya Allah, para pemimpin ummat itu bisa lagi mengambil keputusan untuk tidak menzalimi ummatnya dengan percekcokan yang terjadi setiap tahun.</p>
<p>Semoga.</p>
<p>Selamat merayakan hari raya Fitri 1432 H, mohon maaf lahir dan batin untuk semua saudara-saudaraku seagama dan sahabat-sahabat yang kerap bertegur sapa melalui fasilitas wordpress.</p>
<br />Filed under: <a href='http://agorsiloku.wordpress.com/category/fenomena/'>Fenomena</a>, <a href='http://agorsiloku.wordpress.com/category/general/'>General</a>, <a href='http://agorsiloku.wordpress.com/category/hilal-rukhyat/'>Hilal - Rukhyat</a>, <a href='http://agorsiloku.wordpress.com/category/inreligion/'>InReligion</a>, <a href='http://agorsiloku.wordpress.com/category/manajemen/'>Manajemen</a>  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/agorsiloku.wordpress.com/1886/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/agorsiloku.wordpress.com/1886/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/agorsiloku.wordpress.com/1886/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/agorsiloku.wordpress.com/1886/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/agorsiloku.wordpress.com/1886/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/agorsiloku.wordpress.com/1886/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/agorsiloku.wordpress.com/1886/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/agorsiloku.wordpress.com/1886/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/agorsiloku.wordpress.com/1886/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/agorsiloku.wordpress.com/1886/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/agorsiloku.wordpress.com/1886/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/agorsiloku.wordpress.com/1886/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/agorsiloku.wordpress.com/1886/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/agorsiloku.wordpress.com/1886/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=agorsiloku.wordpress.com&amp;blog=256340&amp;post=1886&amp;subd=agorsiloku&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://agorsiloku.wordpress.com/2011/09/02/perbedaan-hari-idul-fitri-di-negeri-jahiliyah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>7</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/2e35019b740d374dbfef9ccd3c8430e6?s=96&#38;d=wavatar&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">agorsiloku</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Warung Yang Meng(Ter)Aniaya</title>
		<link>http://agorsiloku.wordpress.com/2011/08/21/warung-yang-mengteraniaya/</link>
		<comments>http://agorsiloku.wordpress.com/2011/08/21/warung-yang-mengteraniaya/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 20 Aug 2011 21:22:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>agorsiloku</dc:creator>
				<category><![CDATA[Islam]]></category>
		<category><![CDATA[Spirit/Etos/Sosial]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://agorsiloku.wordpress.com/?p=1881</guid>
		<description><![CDATA[Di beberapa bagian kecil negeri ini, punya warung makan di siang hari adalah kenistaan keniscayaan.  Ada banyak sebab orang makan siang.  Pertama karena lapar, kedua karena ingin makan, ketiga karena terbiasa makan, ke empat untuk memenuhi kebutuhan perutnya.  Yang punya warung, berdagang karena kebutuhan untuk mencari nafkah.  Memenuhi kebutuhan hidupnya.  Kalau warungnya menjadi restoran yang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=agorsiloku.wordpress.com&amp;blog=256340&amp;post=1881&amp;subd=agorsiloku&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Di beberapa bagian kecil negeri ini, punya warung makan di siang hari adalah<del> kenistaan</del> keniscayaan.  Ada banyak sebab orang makan siang.  Pertama karena lapar, kedua karena ingin makan, ketiga karena terbiasa makan, ke empat untuk memenuhi kebutuhan perutnya.  Yang punya warung, berdagang karena kebutuhan untuk mencari nafkah.  Memenuhi kebutuhan hidupnya.  Kalau warungnya menjadi restoran yang bergengsi, maka berdagang selain untuk mencari nafkah juga tentunya untuk meningkatkan laba &#8212; apapun &#8212; kepentingan bisnisnya.<span id="more-1881"></span></p>
<p>Lalu apa yang salah, apa yang menyebabkan warung harus tutup karena QS 2:183 menegasi : &#8220;<em><strong>Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa</strong></em>,&#8221;  Satu ayat yang dinilai begitu pentingnya bagi orang beriman, sehingga menjadi basis dari rukun Islam.</p>
<p>Sebuah hadis tentang puasa (Bukhori Muslim) meriwayatkan : &#8220;<a title="kitab-tentang-puasa" href="http://manakib.wordpress.com/2008/08/31/kitab-tentang-puasa/" target="_blank">Sesungguhnya puasa itu untuk-Ku dan Aku sendiri yang akan memberikan pahalanya</a>&#8220;.</p>
<p>Lalu, hati kecil ini bertanya, mengapa warung harus tutup di siang hari karena ada orang yang mungkin dalam perjalanan, mungkin sakit dan lapar, mungkin juga tidak beriman dan tidak mau berpuasa, dan berbagai kemungkinan lainnya.  Apakah ada ayat yang melarang membuka warung di siang hari di bulan Ramadhan?.  Apakah Allah melarang mencari nafkah membuka warung makan di bulan puasa?.  Apakah yang berpuasa, dibenarkan untuk memaksa orang yang tidak berpuasa untuk makan di siang hari?.  Mengapa di negeri ini, ada warung yang diobrak-abrik karena pemiliknya mencari nafkah di siang hari di bulan Ramadhan, bulan penuh hikmah, bulan yang Allah perintahkan agar hambaNya melaksanakan puasa, agar bertakwa.</p>
<p>Berulang kejadian ini setiap tahun, menjadi pembenaran kejadian berulang-ulang.  Bahkan, sang penegak hukum resmi, yang menjadi aparat dari negri ini pun tak berkutik, hanya malah MENGAWAL.  Mungkin supaya kerusakan yang dibuat tidak lebih parah, mungkin juga karena aparat keamanan takut dan mendukung terjadinya perusakan warung yang buka di bulan Puasa.  Mungkin juga di Indonesia ini, memang ada peraturan daerah atau undang-undang untuk dibenarkan melakukan pengrusakan dengan alasan-alasan seperti ini.  Di Indonesia ini semua mungkin saja kok.</p>
<p>Hormatilah orang yang sedang berpuasa, yang sedang berusaha meningkatkan ketakwaannya.  Allah yang memberikan pahala Puasa, lalu pantaskah kita meminta penghargaan dari orang  yang tidak berpuasa atau dari pemilik  warung-warung yang mencari nafkah di siang hari.</p>
<p>Alangkah nistanya negeri  yang para punggawanya tidak diperintahkan untuk menegakkan hukum. Alangkah nistanya para pemimpin negeri ini di Pusat dan Daerah yang pemimpinnya tidak mampu menegakkan keadilan.</p>
<br />Filed under: <a href='http://agorsiloku.wordpress.com/category/islam/'>Islam</a>, <a href='http://agorsiloku.wordpress.com/category/spiritetossosial/'>Spirit/Etos/Sosial</a>  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/agorsiloku.wordpress.com/1881/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/agorsiloku.wordpress.com/1881/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/agorsiloku.wordpress.com/1881/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/agorsiloku.wordpress.com/1881/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/agorsiloku.wordpress.com/1881/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/agorsiloku.wordpress.com/1881/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/agorsiloku.wordpress.com/1881/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/agorsiloku.wordpress.com/1881/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/agorsiloku.wordpress.com/1881/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/agorsiloku.wordpress.com/1881/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/agorsiloku.wordpress.com/1881/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/agorsiloku.wordpress.com/1881/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/agorsiloku.wordpress.com/1881/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/agorsiloku.wordpress.com/1881/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=agorsiloku.wordpress.com&amp;blog=256340&amp;post=1881&amp;subd=agorsiloku&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://agorsiloku.wordpress.com/2011/08/21/warung-yang-mengteraniaya/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>12</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/2e35019b740d374dbfef9ccd3c8430e6?s=96&#38;d=wavatar&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">agorsiloku</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Kata &#8220;Kami&#8221; dalam Al Qur&#8217;an Terjemahan : Plural atau Singular?</title>
		<link>http://agorsiloku.wordpress.com/2011/08/11/kata-kami-dalam-al-quran-terjemahan-plural-atau-singular/</link>
		<comments>http://agorsiloku.wordpress.com/2011/08/11/kata-kami-dalam-al-quran-terjemahan-plural-atau-singular/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 11 Aug 2011 15:06:55 +0000</pubDate>
		<dc:creator>agorsiloku</dc:creator>
				<category><![CDATA[General]]></category>
		<category><![CDATA[InReligion]]></category>
		<category><![CDATA[Islam]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://agorsiloku.wordpress.com/?p=1872</guid>
		<description><![CDATA[Terjemahan kata &#8220;Kami&#8221; dalam dalam Al Qur&#8217;an yang merujuk pada Allah itu, tunggal atau jamak (lebih dari satu).  Kalau lebih dari satu, artinya Tuhan lebih dari satu dunk !.  Kok bertentangan dengan surat yang jelas-jelas dan jernih menegasi bahwa Allah itu mahaesa. Ketika saya ketik di Um Gugel : &#8220;Arti Kami dalam Al Qur&#8217;an&#8221;, maka [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=agorsiloku.wordpress.com&amp;blog=256340&amp;post=1872&amp;subd=agorsiloku&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Terjemahan kata &#8220;Kami&#8221; dalam dalam Al Qur&#8217;an yang merujuk pada Allah itu, tunggal atau jamak (lebih dari satu).  Kalau lebih dari satu, artinya Tuhan lebih dari satu dunk !.  Kok bertentangan dengan surat yang jelas-jelas dan jernih menegasi bahwa Allah itu mahaesa.</p>
<p>Ketika saya ketik di Um Gugel : &#8220;Arti Kami dalam Al Qur&#8217;an&#8221;, maka muncul sebanyak 2.930.000 hasil.  Hampir 3 jutaan.  Jumlah yang tidak sedikit.  Artinya, sebagai sebuah pertanyaan, ini kata yang ditanyakan dan dipertanyakan oleh cukup banyak mahluk berpikir tentang apa maksud dari kata &#8220;kami&#8221; dalam Al Qur&#8217;an.<span id="more-1872"></span>Pertanyaan yang dijawab dari ragam sumber termasuk juga dijadikan pembenaran bahwa Al Qur&#8217;an menjadi<a title="Rujukan Kami dalam Al Qur'an" href="http://haniifa.wordpress.com/2011/08/05/re-menjawab-tentang-%E2%80%98kami%E2%80%99-yang-merujuk-kepada-allah-di-al-qur%E2%80%99an/"> sulit dipahami, menjlimet</a> atau dipakai oleh kaum yang menyekutukan tuhan, untuk menegasi bahwa Tuhan itu artinya lebih dari satu, seperti yang dituliskan dalam terjemahan bahasa Indonesia menjadi &#8220;Kami&#8221;.  Ketika saya mengklik sejumlah hasil pencarian Oom Google, didapati bahwa pertanyaan itu ada yang murni bertanya untuk mendapatkan jawaban dari pak guru alias ustad, ada juga dengan tujuan untuk mengolok-ngolok atau berusaha untuk memahami artinya Tuhan itu banyak.   Subhanallah dari apa yang mereka pergunjingkan.</p>
<p>Apakah penerjemahannya keliru?, apakah kata kami bisa berarti satu atau lebih dari satu, atau pada kata kami ada nilai rasa simbolik keagungan atau merendahkan diri.  Karena saya bukan ahli bahasa Indonesia ataupun bahasa Arab, namun sebagai orang Indonesia, saya memahami bahwa kami adalah kata ganti ketiga yang lebih dari satu.  Artinya jamak.</p>
<p style="padding-left:30px;">Kata kami menurut <a title="KUBI" href="http://pusatbahasa.kemdiknas.go.id/kbbi/index.php">Kamus Besar Bahasa Indonesia</a> : <strong>ka·mi</strong> <em>pron</em> <strong>1</strong> yg berbicara bersama dng orang lain (tidak termasuk yg diajak berbicara); yg menulis atas nama kelompok, tidak termasuk pembaca; <strong>2</strong> yg berbicara (digunakan oleh orang besar, msl raja); yg menulis (digunakan oleh penulis)</p>
<p>Jadi saya lebih cenderung memahami bahwa kata kami dalam Al Qur&#8217;an adalah merujuk pada &#8212; yang menulis atas nama kelompok &#8212; Jadi lebih dari satu.  Sedangkan kata &#8220;saya&#8221; atau &#8220;aku&#8221; bermakna tunggal.  Mendapat berbagai sumber yang menjelaskan bahwa kata &#8220;kami&#8221; dalam Al Qur&#8217;an yang merujuk pada kata &#8230;kami wahyukan&#8230; atau kata serupa lainnya merujuk pada pemahaman Allah beserta utusannya, bersama sejumlah mahluk yang dirujuk kepada penerima petunjukNya.  Pemahaman ini tentu datang dari mereka yang meyakini Allah itu esa, Allah tempat bergantung segala sesuatu.  Jika meyakini Allah itu banyak, maka itu menjadi sejumlah tuhan dan bisa jadi pula berpikir setiap tuhan memiliki pembagian kekuasaan masing-masing.  Fakta memang, manusia banyak menyembah yang sesungguhnya tidak patut disembah.  Dalam hal sesembahan, Allah menegasi untuk tidak menyembah selain Dia (QS 12:40) dan tersebar pula dalam berbagai ayat, juga dalam petunjuk yang disampaikan jauh sebelum Al Qur&#8217;an.  Di kedalaman bahasa, kata &#8220;kami&#8221; dalam Al Qur&#8217;an memiliki lebih banyak varian pengertian dibanding dengan kata &#8220;kami&#8221; dalam bahasa Indonesia.  Pemahaman varian yang lebih banyak itu, tentu akan memberikan pemahaman yang lebih dalam dan luas pemaknaannya dibanding dengan bahasa Indonesia tentunya sehingga rasa bahasa dan pemaknaan pada sejumlah ayat yang dirujuk bisa lebih dalam dan luas dari <em>sekedar</em> kami dalam bahasa terjemahan.</p>
<p>Bergerak dari pemahaman &#8220;kami&#8221;, &#8220;Aku&#8221;, &#8220;Saya&#8221;, &#8220;Dia&#8221; dalam ragam ayat maka yang membaca menjadi lebih memahami, berapa banyak Iblis ketika berkomunikasi dengan Allah yang menjadi sarana dan atau sebab diturunkannya Nabi Adam dari surga.</p>
<p>Wallahu a&#8217;lam.</p>
<p>Hormat Kami&#8230; eh&#8230; Hormat Saya,</p>
<p>Agor.</p>
<br />Filed under: <a href='http://agorsiloku.wordpress.com/category/general/'>General</a>, <a href='http://agorsiloku.wordpress.com/category/inreligion/'>InReligion</a>, <a href='http://agorsiloku.wordpress.com/category/islam/'>Islam</a>  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/agorsiloku.wordpress.com/1872/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/agorsiloku.wordpress.com/1872/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/agorsiloku.wordpress.com/1872/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/agorsiloku.wordpress.com/1872/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/agorsiloku.wordpress.com/1872/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/agorsiloku.wordpress.com/1872/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/agorsiloku.wordpress.com/1872/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/agorsiloku.wordpress.com/1872/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/agorsiloku.wordpress.com/1872/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/agorsiloku.wordpress.com/1872/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/agorsiloku.wordpress.com/1872/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/agorsiloku.wordpress.com/1872/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/agorsiloku.wordpress.com/1872/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/agorsiloku.wordpress.com/1872/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=agorsiloku.wordpress.com&amp;blog=256340&amp;post=1872&amp;subd=agorsiloku&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://agorsiloku.wordpress.com/2011/08/11/kata-kami-dalam-al-quran-terjemahan-plural-atau-singular/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>12</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/2e35019b740d374dbfef9ccd3c8430e6?s=96&#38;d=wavatar&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">agorsiloku</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Kalah oleh Pedagang Balon Bersepeda Tua.</title>
		<link>http://agorsiloku.wordpress.com/2011/08/09/kalah-oleh-pedagang-balon-bersepeda-tua/</link>
		<comments>http://agorsiloku.wordpress.com/2011/08/09/kalah-oleh-pedagang-balon-bersepeda-tua/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 08 Aug 2011 17:02:29 +0000</pubDate>
		<dc:creator>agorsiloku</dc:creator>
				<category><![CDATA[Fenomena]]></category>
		<category><![CDATA[General]]></category>
		<category><![CDATA[Sedekah]]></category>
		<category><![CDATA[Spirit/Etos/Sosial]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://agorsiloku.wordpress.com/?p=1867</guid>
		<description><![CDATA[Di tengah keramaian pasar, seorang anak batila (bawah tiga tahun) menangis dan nyaris menjerit-jerit sambil tangannya menarik kakaknya yang juga masih balita. Sang kakak, tampaknya berusaha menjauhi apa yang menyebabkan si adik berurai air mata. Namun tak cukup berhasil. Si anak teguh dengan keinginannya, tak perduli keramaian pasar. Entah dimana bapak atau ibunya, mungkin sedang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=agorsiloku.wordpress.com&amp;blog=256340&amp;post=1867&amp;subd=agorsiloku&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Di tengah keramaian pasar, seorang anak batila (bawah tiga tahun) menangis dan nyaris menjerit-jerit sambil tangannya menarik kakaknya yang juga masih balita. Sang kakak, tampaknya berusaha menjauhi apa yang menyebabkan si adik berurai air mata. Namun tak cukup berhasil. Si anak teguh dengan keinginannya, tak perduli keramaian pasar. Entah dimana bapak atau ibunya, mungkin sedang sibuk mencari penganan untuk berbuka. Saya perhatikan anak itu, ada keinginan untuk membantu memenuhi keinginan anak ini. Namun, hati kecil berkata :&#8221;Tunggu dululah, paling bentar lagi orang tuanya akan datang menyelesaikan masalah. Bukankah tak baik juga, menjawab keinginan anak dengan menjerit-jerit dan berurai air mata agar keinginannya terpenuhi&#8221;, gumanku dalam hati.<span id="more-1867"></span></p>
<p>Sang Bapak tua yang menjadi sasaran menatap nanar si anak, kemudian menyapa halus, : &#8220;Mau yang mana?&#8221;.  Si anak berhenti menangis, dan menunjuk balon berbentuk lumba-lumba berwarna hitam.  <em>Slow but sure</em>, si Bapak melepaskan lilitan balon yang ditunjuk untuk diberikan pada si anak.  Entah apa yang ada dalam pikiran si Bapak pedagang balon ini.  Kemungkinan besar, dia kasihan pada anak kecil itu.  Mungkin juga ia ingat cucunya atau entah apa yang dipikirkannya.</p>
<p>Saya kemudian melangkah mendekat.</p>
<p>&#8220;Berapa Pak harga balon ini?&#8221;</p>
<p>&#8220;Lima ribu perak&#8221;.</p>
<p>Lalu saya sodorkan uang lima ribu kepada si Bapak.  Beliau ternyata tidak segera menerimanya, tapi malah balik bertanya.</p>
<p>&#8220;Ini putri Bapak?&#8221;.</p>
<p>&#8220;Bukan Pak&#8221;, reflek saya menjawab.</p>
<p>&#8220;Kalau begitu, tidak usah Pak, saya ikhlas memberikannya&#8221;.</p>
<p>Saya terdiam, uang tidak jadi saya berikan ke Bapak tua itu. Rasanya tidak sanggup berkata apa-apa.  Si anak segera pergi, tanpa kata apapun hilang di tengah keramaian pasar bersama adiknya.  Tiba-tiba isteriku bertanya, &#8220;Ada apa?&#8221;.  &#8220;Nggak apa-apa?&#8221;.  &#8220;Mau sedikit berbagi, sudah didahului !&#8221;. Jawabku sekenanya.</p>
<p>Si Bapak pedagang balon kemudian berjalan lagi, menuntun sepeda bututnya.  Balon yang dibawanya tidak lebih dari belasan saja.  Kalau semua dikali lima ribu rupiah, tak akan lebih dari sekitar 75 ribu rupiah.  Belum tentu dalam sehari terjual semuanya.  Saya perhatikan langkah tuanya yang bergerak menjauh.  Keikhlasannya untuk berbagi dalam kemiskinannya terasa sebagai cemeti yang menggelegar menyentuh keangkuhan nurani&#8230;&#8230;</p>
<p>Ramadhan hari ke 7.</p>
<p>&nbsp;</p>
<br />Filed under: <a href='http://agorsiloku.wordpress.com/category/fenomena/'>Fenomena</a>, <a href='http://agorsiloku.wordpress.com/category/general/'>General</a>, <a href='http://agorsiloku.wordpress.com/category/sedekah/'>Sedekah</a>, <a href='http://agorsiloku.wordpress.com/category/spiritetossosial/'>Spirit/Etos/Sosial</a>  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/agorsiloku.wordpress.com/1867/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/agorsiloku.wordpress.com/1867/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/agorsiloku.wordpress.com/1867/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/agorsiloku.wordpress.com/1867/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/agorsiloku.wordpress.com/1867/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/agorsiloku.wordpress.com/1867/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/agorsiloku.wordpress.com/1867/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/agorsiloku.wordpress.com/1867/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/agorsiloku.wordpress.com/1867/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/agorsiloku.wordpress.com/1867/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/agorsiloku.wordpress.com/1867/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/agorsiloku.wordpress.com/1867/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/agorsiloku.wordpress.com/1867/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/agorsiloku.wordpress.com/1867/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=agorsiloku.wordpress.com&amp;blog=256340&amp;post=1867&amp;subd=agorsiloku&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://agorsiloku.wordpress.com/2011/08/09/kalah-oleh-pedagang-balon-bersepeda-tua/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>7</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/2e35019b740d374dbfef9ccd3c8430e6?s=96&#38;d=wavatar&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">agorsiloku</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Sebuah SMS Yang Dinilai Fitnah oleh Seorang Presiden</title>
		<link>http://agorsiloku.wordpress.com/2011/06/03/sebuah-sms-yang-dinilai-fitnah-oleh-seorang-presiden/</link>
		<comments>http://agorsiloku.wordpress.com/2011/06/03/sebuah-sms-yang-dinilai-fitnah-oleh-seorang-presiden/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 03 Jun 2011 14:29:24 +0000</pubDate>
		<dc:creator>agorsiloku</dc:creator>
				<category><![CDATA[Fenomena]]></category>
		<category><![CDATA[General]]></category>
		<category><![CDATA[Spirit/Etos/Sosial]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://agorsiloku.wordpress.com/?p=1862</guid>
		<description><![CDATA[Media massa elektronik, dunia maya internet, atau kertas mendapat hot news : SMS yang dinilai Fitnah yang menimpa Bapak Presiden RI.  Saya betul-betul terpana, bukan karena isi yang dinilai fitnah oleh yang merasa terganggu besar oleh isinya, yang pada awalnya saya juga tidak tahu isinya.  Namun, saantero negeri berpenduduk hampir mendekati 250 juta jiwa ini [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=agorsiloku.wordpress.com&amp;blog=256340&amp;post=1862&amp;subd=agorsiloku&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Media massa elektronik, dunia maya internet, atau kertas mendapat hot news : <a title="Fitnah dan Ketabahan" href="http://www.tempointeraktif.com/hg/politik/2011/05/31/brk,20110531-337897,id.html" target="_blank">SMS yang dinilai Fitnah yang menimpa Bapak Presiden RI</a>.  Saya betul-betul terpana, bukan karena isi yang dinilai fitnah oleh yang merasa terganggu besar oleh isinya, yang pada awalnya saya juga tidak tahu isinya.  Namun, saantero negeri berpenduduk hampir mendekati 250 juta jiwa ini kemudian mengetahui ada Short Message Service (SMS) yang <a title="mutiara-hikmah-saat-menghadapi-fitnah" href="http://ummfulanah.wordpress.com/2009/05/15/mutiara-hikmah-saat-menghadapi-fitnah/" target="_blank">kemudian menjadi bahan gunjingan yang mengasyikkan</a>.  <span id="more-1862"></span>Yang luar biasa dari SMS ini yang berbiaya paling mahal juga <strong>2000 rupiah</strong>  saja (karena dikirim dari Singapura) mampu menggerakkan perhatian anak bangsa untuk menengok : apa sih yang dinilai fitnah?.  Biaya serendah itu untuk isi yang mutunya juga tidak begitu menarik dan tidak jelas ujung pangkalnya, namun berhasil menjadikan biaya serendah itu, dan pengirimnyapun bukan orang hebat dan mungkin hanya mengaku-ngaku, namun berhasil menjadi pusat perhatian !.  Ini hebatnya sms.   Sekaligus juga menjelaskan betapa urusan menyikapi dan membantu menyebarluaskan terjadi, <a title="sejarah-hidup-muhammad-saw-hijrah-yang-pertama" href="http://www.republika.co.id/berita/dunia-islam/khazanah/11/05/14/ll6aqd-sejarah-hidup-muhammad-saw-hijrah-yang-pertama" target="_blank">justru oleh pihak yang merasa terganggu</a>.</p>
<p>Pusing juga, kenapa berita-berita miring yang menimpa Presiden RI ini.  Bagaimana ya, kalau yang dibahas itu SMS untuk Bapak Presiden sebagai pengaduan masyarakat untuk mendapatkan keadilan.  Berapa banyak SMS yang diterima dan dikeluhkan ke Presiden mendapatkan jawaban dari staf presiden dan ditindak lanjuti setuntas-tuntasnya.  Apakah janji Presiden untuk menyelesaikan berbagai kasus yang menjerat rakyat dan berdiri paling depan dalam menegakkan keadilan bagi seluruh rakyat Indonesia menjadi isu penting bagi Presiden.  Apakah tidak lebih penting bagi Presiden memastikan bahwa<a title="empat-tahun-korban-lumpur-lapindo" href="http://agorsiloku.wordpress.com/2010/05/29/empat-tahun-korban-lumpur-lapindo/" target="_blank"> semua korban lumpur lapindo</a> dan korban-korban lainnya <strong>lebih menyakiti hati</strong> Presiden dari pada menilai dan mengumumkan sms yang memburuk-burukan Beliau?.</p>
<p>Alangkah menggetarkan hati untuk ummatnya, ketika nafas terakhir dari Sang Jungjungan, yang diucapkan di akhir kehidupan dunianya : <a title="Ummati...ummati...ummati...." href="http://fikrmedia.blogspot.com/2008/03/ummatiummatiummati.html" target="_blank">ummati&#8230;ummati&#8230;ummati&#8230;&#8230;</a></p>
<p>&nbsp;</p>
<br />Filed under: <a href='http://agorsiloku.wordpress.com/category/fenomena/'>Fenomena</a>, <a href='http://agorsiloku.wordpress.com/category/general/'>General</a>, <a href='http://agorsiloku.wordpress.com/category/spiritetossosial/'>Spirit/Etos/Sosial</a>  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/agorsiloku.wordpress.com/1862/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/agorsiloku.wordpress.com/1862/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/agorsiloku.wordpress.com/1862/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/agorsiloku.wordpress.com/1862/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/agorsiloku.wordpress.com/1862/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/agorsiloku.wordpress.com/1862/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/agorsiloku.wordpress.com/1862/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/agorsiloku.wordpress.com/1862/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/agorsiloku.wordpress.com/1862/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/agorsiloku.wordpress.com/1862/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/agorsiloku.wordpress.com/1862/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/agorsiloku.wordpress.com/1862/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/agorsiloku.wordpress.com/1862/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/agorsiloku.wordpress.com/1862/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=agorsiloku.wordpress.com&amp;blog=256340&amp;post=1862&amp;subd=agorsiloku&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://agorsiloku.wordpress.com/2011/06/03/sebuah-sms-yang-dinilai-fitnah-oleh-seorang-presiden/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>9</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/2e35019b740d374dbfef9ccd3c8430e6?s=96&#38;d=wavatar&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">agorsiloku</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Teguran Ulama, 18 Kebohongan Pemerintah</title>
		<link>http://agorsiloku.wordpress.com/2011/01/18/teguran-ulama-18-kebohongan-pemerintah/</link>
		<comments>http://agorsiloku.wordpress.com/2011/01/18/teguran-ulama-18-kebohongan-pemerintah/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 18 Jan 2011 15:43:21 +0000</pubDate>
		<dc:creator>agorsiloku</dc:creator>
				<category><![CDATA[Fenomena]]></category>
		<category><![CDATA[Manajemen]]></category>
		<category><![CDATA[Profetis]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://agorsiloku.wordpress.com/?p=1858</guid>
		<description><![CDATA[Para tokoh agama menilai, menurut hasil kongres  kita butuh revolusi mental.  Harnomisasi hubungan Ulama dan Umaro digetarkan oleh adanya tudingan 18 Kebohongan Pemerintah terhadap bangsa ini.  Untuk Presiden yang kerap dinilai pintar dan konsisten menjaga citranya.  Pernyataan sejumlah komponen masyarakat yang berada pada benteng moral bangsa tentulah sangat merusak citra.   Untuk sebuah kudeta moral, pernyataan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=agorsiloku.wordpress.com&amp;blog=256340&amp;post=1858&amp;subd=agorsiloku&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Para tokoh agama menilai, menurut hasil kongres  <a title="kongres-tokoh-agama-serukan-revolusi-mental" href="http://kemenagkabjombang.com/berita-134-kongres-tokoh-agama-serukan-revolusi-mental.html" target="_blank">kita butuh revolusi mental</a>.  <a title="Harmonisasi Hubungan Ulama dan Umaro" href="http://www.cmm.or.id/cmm-ind_more.php?id=A3811_0_3_0_M" target="_blank">Harnomisasi hubungan Ulama dan Umaro</a> digetarkan oleh adanya <a title="18-kebohongan-pemerintah" href="http://karodalnet.blogspot.com/2011/01/18-kebohongan-pemerintah.html" target="_blank">tudingan 18 Kebohongan Pemerintah terhadap bangsa ini</a>.  Untuk Presiden yang kerap dinilai pintar dan konsisten menjaga citranya.  Pernyataan sejumlah komponen masyarakat yang berada pada benteng moral bangsa tentulah sangat merusak citra.   Untuk sebuah <strong>kudeta moral</strong>, pernyataan yang disiarkan publik sebagai kebohongan Pemerintah bisa saja disantuni seperti menyantuni fakir miskin atau mencaci maki tokoh yang terlibat dalam pernyataan ini.<span id="more-1858"></span></p>
<p>Kudeta moral akan memberikan makna, jika dan hanya jika para penggagasnya tidak memiliki kepentingan politik, tidak punya kebutuhan untuk menggantikan kekuasaan.  Jika ini terpenuhi, maka pesan moral yang disampaikan adalah bola salju yang menggelinding deras.   Itupun kalau bangsa ini melihat kebenaran dan keberpihakan pada kaum papa dan terpinggirkan sebagai prioritas dalam bertindak.</p>
<p>Ada sebuah hadis yang udah cukup terkenal :&#8221;Sejahat-jahatnya <em>ulama</em> adalah <em>ulama</em> yang mendatangi <em>penguasa</em>. Dan <em>sebaik</em>-<em>baiknya penguasa</em> adalah mereka yang mendatangi <em>ulama&#8221;.</em></p>
<p>Dakwah tokoh lintas agama untuk mengingatkan Pemerintah, khususnya Bapak Presiden untuk jangan omong doang, adalah kudeta moral yang menjelaskan dengan jernih, kebenaran harus ditegakkan.  Tidak dengan kata-kata santun tanpa cukup bukti dan membiarkan pengadilan berjalan tanpa ujung pangkal yang jelas, sejumlah korban Lapindo masih terkatung-katung.   Tindak lanjuti sesuai dengan apa yang disampaikan <del>tokoh lintas agama</del> suara hati sejumlah masyarakat terzalimi. Bukan lagi dengan cara yang santun, tapi seperti kata yang pernah dituliskan seorang artis di atap senayan : <strong>Jujur, Adil, Tegas</strong>.</p>
<p>Semoga harapan untuk itu, masih bisa diraih dalam sisa kepemimpinan Presiden SBY.   Sedih juga rasanya, kok seorang Presiden yang tampak menjunjung moral dan menyatakan dirinya akan menjadi Panglima pemberantasan korupsi dinilai melakukan kebohongan.  Namun, lebih menyedihkan lagi kalau dakwah moral yang tegas ini disikapi juga hanya dengan janji dan kata-kata.  Semoga tidak.</p>
<p>Masih ada harapan<del> kah</del> kan?.</p>
<br />Filed under: <a href='http://agorsiloku.wordpress.com/category/fenomena/'>Fenomena</a>, <a href='http://agorsiloku.wordpress.com/category/manajemen/'>Manajemen</a>, <a href='http://agorsiloku.wordpress.com/category/profetis/'>Profetis</a>  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/agorsiloku.wordpress.com/1858/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/agorsiloku.wordpress.com/1858/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/agorsiloku.wordpress.com/1858/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/agorsiloku.wordpress.com/1858/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/agorsiloku.wordpress.com/1858/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/agorsiloku.wordpress.com/1858/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/agorsiloku.wordpress.com/1858/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/agorsiloku.wordpress.com/1858/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/agorsiloku.wordpress.com/1858/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/agorsiloku.wordpress.com/1858/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/agorsiloku.wordpress.com/1858/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/agorsiloku.wordpress.com/1858/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/agorsiloku.wordpress.com/1858/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/agorsiloku.wordpress.com/1858/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=agorsiloku.wordpress.com&amp;blog=256340&amp;post=1858&amp;subd=agorsiloku&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://agorsiloku.wordpress.com/2011/01/18/teguran-ulama-18-kebohongan-pemerintah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>12</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/2e35019b740d374dbfef9ccd3c8430e6?s=96&#38;d=wavatar&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">agorsiloku</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Mengobati Sakit Kepala Berat : Vertigo</title>
		<link>http://agorsiloku.wordpress.com/2010/12/09/mengobati-sakit-kepala-berat-vertigo/</link>
		<comments>http://agorsiloku.wordpress.com/2010/12/09/mengobati-sakit-kepala-berat-vertigo/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 09 Dec 2010 07:24:44 +0000</pubDate>
		<dc:creator>agorsiloku</dc:creator>
				<category><![CDATA[Bagus deh]]></category>
		<category><![CDATA[Fenomena]]></category>
		<category><![CDATA[General]]></category>
		<category><![CDATA[Selingan]]></category>
		<category><![CDATA[Spirit/Etos/Sosial]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://agorsiloku.wordpress.com/?p=1847</guid>
		<description><![CDATA[Pusing berat, kepala berputar-putar, sedikit berobah posisi pusing, obat Merislon sudah tidak mempan lagi.  Lebih dari 7 bulan isteriku mengalami vertigo berat.  Kalaupun sembuh, segar sedikit hanya sehari lebih sedikit, selanjutnya pusing datang kembali.  Pijit, ke dokter, di suntik bagian kepala yang sakit oleh dokter sudah dilakukan. Obat dokter, vitamin, madu, dan lain-lain juga sudah [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=agorsiloku.wordpress.com&amp;blog=256340&amp;post=1847&amp;subd=agorsiloku&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Pusing berat, kepala berputar-putar, sedikit berobah posisi pusing, obat <a title="Merislon" href="http://medicastore.com/obat/3680/MERISLON.html" target="_blank">Merislon</a> sudah tidak mempan lagi.  Lebih dari 7 bulan isteriku mengalami <a title="Vertigo" href="http://en.wikipedia.org/wiki/Vertigo" target="_blank">vertigo</a> berat.  Kalaupun sembuh, segar sedikit hanya sehari lebih sedikit, selanjutnya pusing datang kembali.  Pijit, ke dokter, di suntik bagian kepala yang sakit oleh dokter sudah dilakukan. Obat dokter, vitamin, madu, dan lain-lain juga sudah dicoba.  Perubahan terjadi, namun hanya berbilang jam.  Vertigo kambuh kembali dalam kurun waktu yang lama.  Yah.. hampir 7 bulan ini.  Inilah kambuh vertigonya terlama.  Saking pusing dan berputar-putar yang menderanya, sampai bilang : &#8220;Kalau bisa kepala ini disimpan dulu&#8230;&#8221;.<span id="more-1847"></span>Untuk kesekian kalinya pula saya mencari lagi kata Vertigo di internet, kali ini dengan kata &#8220;nunduk pusing, vertigo&#8221; dan bertemulah dengan sebuah postingan pendek yang menjelaskan pengalaman yang sama dan sekaligus petunjuk bagaimana mengatasi (mengobati) sakit vertigo yang sudah berbulan-bulan nyaris tidak mengenal udara luar, hanya kamar dan ruang dapur.  Pusing beratnya membuat tidak bisa menonton teve, jalan-jalan, membaca, bahkan memasak pun sudah tidak bisa dilakukan.</p>
<p>Obat masih terus diminum, meskipun isteri saya merasa bahwa sudah percuma minum obat, karena perubahan hanya sebentar dan pusing cepat datang kembali.  Sholatpun hanya bisa duduk, tanpa menunduk, karena sedikit menunduk saja pusing datang dengan dahsyatnya.</p>
<p>Petunjuk pada postingan mengenai mengatasi vertigo yang dilakukan terbilang sederhana dan kalau boleh bilang teramat sederhana saja.  Namun, hasilnya, Alhamdulillah terasa perubahan yang amat signifikan dari pusingnya.  Hari pertama dicoba, hari kedua, dan hari ketiga menunjukkan perubahan sedikit demi sedikit yang cukup berarti.  Hari ini adalah hari ketiga, pusingnya berkurang setelah terapi dilakukan.  Terapi resminya hanya 15 menit per hari, yang tidak resmi dilakukan berkali-kali kurang dari beberapa menit.  Tiga hari ini, cukup berarti karena setelah 7 bulan ini, baru 3 hari berturut-turut ini, isteri saya bisa mengendalikan vertigo-nya dan kekhawatiran untuk tidak akan pernah sembuh mulai sirna.</p>
<p>Postingan yang mengajak terapi vertigo inilah, sengaja saya <a title="Terapi Vertigo" href="http://www.mail-archive.com/balita-anda@balita-anda.com/msg237883.html" target="_blank">postingkan kembali </a>:</p>
<blockquote><p><em>Dear all, </em></p>
<p><em>Ini sekilas tentang VERTIGO, bagi yang belum pernah merasakannya sebaiknya DICEGAH, jangan sampai masuk dalam VERTIGO CLUB.   Ini pengalamanku sendiri, mungkin saja tidak sama dengan penderita lainnya, tapi aku hanya ingin sharing kepada para beberapa teman-temanku yang juga vertigo.  Hanya orang yang pernah mengalami VERTIGO bisa merasakan tersiksanya kalau sedang kumat, kita seperti berada di dalam sebuah ROUND TABLE  lalu diputar berkeliling atau terkadang terasa seperti di ayun ke segala arah yg tidak jelas , diangkat tinggi dan berputar semuanya &#8230;&#8230; ????!!!!! </em></p>
<p><em>Kepala saat diletakkan ke bantal sangat tidak nyaman, terus ingin berputar dan kita seakan mencari pegangan kemana-mana. Apalagi melihat atau menunduk ke bawah jelas tidak mungkin. Rasanya lebih baik tidur duduk saja.   Confidence level  turun karena kita tidak tau kapan sang Vertigo akan muncul. Dia akan muncul begitu saja. Biasanya dengan MERISLON bisa hilang tapi TIDAK TUNTAS sembuhnya. Aku setiap tahun kumat sekali. Namun serangan vertigo yang terakhir menyebabkan aku tidak bisa tidur pada posisi kanan, setiap mau balik ke kanan maka vertigonya kumat. </em></p>
<p><em>Aku merasakan ada sesuatu yang salah namun tidak tau apa itu ????.   Akhirnya ketika Reuni  Lebaran di Bali seorang teman memberikan reference untuk berobat ke seorang Profesor di Mt E- Spore, dimana dokter ini seorang NEUROLOG dan ahli dlm penyakit Stoke, baginya vertigo enteng. Maka untuk mencari kesembuhan aku menemuinya Jumat kemarin.    Mula-mula dokter melakukan Blood Circulation Scan, di mana segera diketahui apakah ada bagian pembuluh darah yg mampet atau alirannya kurang lancar dls.</em></p>
<p><em>Sesudahnya dilakukan Therapy di kursi sofa oleh seorang suster sbb : </em></p>
<p><em>Aku telentang dengan kepala sebagian nongol keluar kursi tanpa bantal dan dipegang oleh suster, kemudian disuruh noleh ke kiri, ADUUHHHH langsung VERTIGOnya kumat, dunia berputarrrrrr, sampai tanganku menggapai-gapai mencari pegangan&#8230;. , </em></p>
<p><em>Disuruh relax sesudah hilang maka harus menoleh ke kanan, kumat lagi walau tidak separah yang kiri, relax lalu balik badan dan kepala melihat ke lantai, lalu bangun perlahan2 dengan mata melihat ke bahu, kemudian duduk kembali.    Hanya itu therapynya, tapi MANJURRRR, lalu aku diharuskan tidur bolak balik, kanan &#8211; kiri &#8211; kanan kiri  dst &#8230;dst</em></p>
<p><em> (Total waktu therapy sekitar +/- 15 menit)  Sesudah aku tanya kenapa bisa vertigo ternyata SANGAT SEDERHANA. </em></p>
<p><em>Apa itu ???   Vertigo terjadi karena kita salah posisi tidur, mungkin tanpa kita sadari kita selalu tidur pada satu posisi, misalnya kebanyakan kiri terus dan jarang kanan/kiri, sehingga ini akan memperparah vertigo, yang mengakibatkan adanya &#8220;christal&#8221; istilah mereka  yg lepas dari telinga kita sehingga menyebabkan keseimbangan kita terganggu. </em></p>
<p><em>Nah therapy itu utk mengembalikan posisi &#8220;Christal&#8221; itu, that&#8217;all &#8230;  So Simple  ya, ternayta tidak ada related dengan kolesterol atau lain sebagainya. Aku hanya diberikan 1 jenis obat yang hanya diminum 1 kali saja pada malam sesudah therapy, itupun kalau masih merasa berputar. </em></p>
<p><em>Pada malam hari itu aku tidur dengan nyenyak dan mengikuti advise nya agar tidurnya kanan-kiri-kanan- kiri,dan memakai bantal 2 buah ditumpuk agar tinggi serta harusmerubah pola tidurku yang salah. </em></p>
<p><em>ITU SAJA cara pengobatannya.   Aku adalah penggemar pijet, maka aku sempat tanya ke dokter apakah masih boleh pijet kepala, disarankan sebaiknya tidak pijet kepala,krn  kuatir tk pijetnya kan tidak tau jelas pembuluh mana yang kena pencet. </em></p>
<p><em>Huhuhu aku kini STOP pijet dulu deh, karena ketika kena serangan yang baru lalu itu aku pas sedang dipijet bagian kepala, mungkin saja saat itu ada yang kurang pas.   Sayangnya selama ini aku belum pernah di advise therapy begitu oleh para dokter yang pernah aku datangi. </em></p>
<p><em>Kalau sedang vertigo maka akan dihubungkan dengan kolesterol/lipitor, istirahat, minum obat pengencer darah, dls&#8230; , sedangkan minum merislon itu membuat kita lemas.  Sabtu pagi aku therapy sekali lagi sebelum kembali ke Jakarta, sekarang aku merasa FIT dan tidak vertigo lagi, moga-moga ini akan selamanya dan aku tidak minum obat apapun. </em></p>
<p><em>Nah moga-moga sharing ku di atas dapat bermanfaat bagi para teman yang kebetulan sudah masuk dalam VERTIGO Club , ataupun mungkin bisa di sharing kepada family yang kena vertigo ataupun kepada yang belum pernah kena vertigo. </em></p>
<p><em>Note :  TIDURLAH dengan sikap yang baik yaitu BOLAK-BALIK kiri kanan !!!   SEGERALAH perhatikan dan ubah pola tidur anda bilamana anda mempunyai kecenderungan tidur pada satu posisi.  Lakukan pola tidur ini mulai sekarang walaupun anda belum pernah kena vertigo. PENCEGAHAN lebih baik.</em></p></blockquote>
<p>Inilah pengalaman yang terjadi, 3 hari ini cukup berharga karena mengubah persepsi selama ini.  Pengobatan yang sudah terjadi sudah cukup banyak keluar dana dan obat, namun terapi sederhana ini benar-benar membuka harapan baru.  Subhanallah, terimakasih ya Allah, semoga dengan ijinMu isteriku kembali seperti sedia kala lagi.   Terimakasih pula pada yang telah mempostingkan pengalaman berharga yang membuat keluarga kami bisa menirunya&#8230;.</p>
<br />Filed under: <a href='http://agorsiloku.wordpress.com/category/bagus-deh/'>Bagus deh</a>, <a href='http://agorsiloku.wordpress.com/category/fenomena/'>Fenomena</a>, <a href='http://agorsiloku.wordpress.com/category/general/'>General</a>, <a href='http://agorsiloku.wordpress.com/category/selingan/'>Selingan</a>, <a href='http://agorsiloku.wordpress.com/category/spiritetossosial/'>Spirit/Etos/Sosial</a>  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/agorsiloku.wordpress.com/1847/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/agorsiloku.wordpress.com/1847/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/agorsiloku.wordpress.com/1847/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/agorsiloku.wordpress.com/1847/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/agorsiloku.wordpress.com/1847/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/agorsiloku.wordpress.com/1847/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/agorsiloku.wordpress.com/1847/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/agorsiloku.wordpress.com/1847/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/agorsiloku.wordpress.com/1847/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/agorsiloku.wordpress.com/1847/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/agorsiloku.wordpress.com/1847/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/agorsiloku.wordpress.com/1847/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/agorsiloku.wordpress.com/1847/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/agorsiloku.wordpress.com/1847/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=agorsiloku.wordpress.com&amp;blog=256340&amp;post=1847&amp;subd=agorsiloku&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://agorsiloku.wordpress.com/2010/12/09/mengobati-sakit-kepala-berat-vertigo/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>30</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/2e35019b740d374dbfef9ccd3c8430e6?s=96&#38;d=wavatar&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">agorsiloku</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Tamu dari Masa Datang untuk Mengubah Kejadian di Masa Depan</title>
		<link>http://agorsiloku.wordpress.com/2010/12/02/tamu-dari-masa-datang-untuk-mengubah-kejadian-di-masa-depan/</link>
		<comments>http://agorsiloku.wordpress.com/2010/12/02/tamu-dari-masa-datang-untuk-mengubah-kejadian-di-masa-depan/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 02 Dec 2010 16:47:10 +0000</pubDate>
		<dc:creator>agorsiloku</dc:creator>
				<category><![CDATA[Alam Semesta]]></category>
		<category><![CDATA[Fenomena]]></category>
		<category><![CDATA[Kuantum]]></category>
		<category><![CDATA[uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://agorsiloku.wordpress.com/?p=1840</guid>
		<description><![CDATA[Tentulah kita ingat film Terminator.  Sebuah film fiksi tidak ilmiah yang menjelaskan bahwa komputer-komputer cerdas (SkyNet)  di Tahun 2018 mengirimkan robot cerdas untuk membunuh John Connor yang menjadi pahlawan yang memerangi SkyNet di masa depan.  John Connor di masa depan juga mengirimkan robot yang direset ulang untuk melindungi dirinya di masa kini.  Logikanya, John masa [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=agorsiloku.wordpress.com&amp;blog=256340&amp;post=1840&amp;subd=agorsiloku&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Tentulah kita ingat film <a title="Terminator" href="http://www.imdb.com/title/tt0088247/">Terminator</a>.  Sebuah film fiksi<del> tidak</del> ilmiah yang menjelaskan bahwa komputer-komputer cerdas (SkyNet)  di Tahun 2018 mengirimkan robot cerdas untuk membunuh John Connor yang menjadi pahlawan yang memerangi SkyNet di masa depan.  John Connor di masa depan juga mengirimkan robot yang direset ulang untuk melindungi dirinya di masa kini.  Logikanya, John masa depan adalah John masa lalu.  Kalau robot masa depan membunuh kejadian masa lalu, maka masa depan tidak akan terjadi.  Mbuletnya : masa depan pergi ke masa kini untuk menghentikan masa depan itu sendiri.<span id="more-1840"></span>Nah, lalu bagaimana menjelaskan fenomena ini dengan teori relativitas?.  Apakah kita bisa mengubah nasib masa kini dengan mengubah masa lalu.   Seandainya, manusia dengan teknologi supercanggih bisa berlalu lalang ke masa depan dan kembali lagi ke masa kini.   Karena<a title="albert-einstein" href="http://haniifa.wordpress.com/2008/03/20/albert-einstein/" target="_blank"> waktu</a> bisa dimampatkan atau diperpanjang dengan teori relativitas, maka bisa terjadi kontradiksi, kita pergi ke masa lalu untuk membunuh kakek buyut kita, agar kita tidak jadi dilahirkan.  Kontrakdiksi (atau kontraksi waktu).  Akal sehat sulit menerima kejadian yang dimungkinkan oleh teori fisika ini melalui apa yang kemudian dideskripsikan sebagai <a title="lorong-waktu-yang-menggemparkan" href="http://unik.bengkel-matematika.com/lorong-waktu-yang-menggemparkan.html" target="_blank">lorong waktu</a>.</p>
<p>Waktu memang kemudian diperkenalkan sebagai dimensi juga sehingga kita mengenal waktu sehingga kita mengenal dimensi ruang (3 dimensi) dan waktu (dimensi ke empat).</p>
<p style="padding-left:30px;"><em>Puih&#8230; emang susah urusan sama orang fisika</em> <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
<p><strong>Hakikat Waktu.</strong></p>
<p>Menurut acuan yang pernah saya baca.   Hakikat dari waktu adalah perubahan.  Waktu adalah alat untuk melakukan perhitungan, bukan sebuah dimensi.  Ada sejumlah benda di alam semesta ini yang tidak memiliki waktu sama sekali, dan ada yang sangat dipengaruhi waktu.</p>
<p style="padding-left:30px;"><span style="color:#333333;"><em>Misalnya gini lho : masakan sayur selesai dimasak pagi ini dan dibiarkan sampai siang, maka dalam hitungan jam menjadi <strong>sayur basi</strong>.  &#8220;Waktu&#8221; telah mengubah sayur segar menjadi sayur basi.  Di sini tampak bahwa perubahan sayur dalam satuan waktu mengalami perubahan.  Namun, pada saat yang sama satu gram emas 24 karat di pagi hari sampai sore hari dan seterusnya tidak mengalami perubahan apa-apa.  Tidak ada perubahan pada emas itu, sehingga dapat disimpulkan bahwa waktu tidak berlaku bagi emas itu.</em></span></p>
<p style="padding-left:30px;"><span style="color:#333333;"><em>Tapi emas berubah harganya? <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' />   Wualah.. ini lagi membahas ekonomi.  Kita simpan dulu soal harga emas ya.</em></span></p>
<p>Tapi jika ditangani dengan baik atau disimpan di tempat yang bertemperatur dingin maka, terjadilah <del><em><strong>dilatasi waktu </strong></em></del>perpanjangan umur  bagi sayur tersebut.  Waktu bagi <del>manusia menjadi tua</del> sayur menjadi basi &#8220;seolah-olah&#8221; memanjang sehingga setelah lebih dari seminggu, barulah sayur itu mulai berjamur dan basi.  Tapi jika disimpan <del>mendekati kecepatan cahaya</del> di dalam alat pembeku, maka sayur menjadi lebih tahan lama.  Demikianlah sehingga <del>orang kafir</del> sayur di dalam <del>neraka</del> freezer akan kekal di dalamnya.</p>
<p>Berbekal sebagai alat untuk memperhitungkan perubahan, maka lebih mudah dipahami bahwa <a title="sehari-1000-tahun-dan-50-ribu-tahun" href="http://agorsiloku.wordpress.com/2006/11/28/sehari-1000-tahun-dan-50-ribu-tahun/" target="_blank">standar waktu</a> yang dipakai adalah yang ditimbulkan juga <a title="ikhlas-bersama-ruang-dan-waktu" href="http://agorsiloku.wordpress.com/2006/08/04/ikhlas-bersama-ruang-dan-waktu/">akibat adanya perubahan</a>.  Pada  <em>QS 6:96 Dia menyingsingkan pagi dan menjadikan malam untuk beristirahat, dan  (menjadikan) matahari dan bulan untuk perhitungan. Itulah ketentuan Allah Yang  Maha Perkasa lagi Maha Mengetahui. </em></p>
<p>Perubahan apa?.  Urgensi utama dari perubahan adalah QS 103 yang begitu singkat dan padat menjelaskan esensi dari waktu sehingga Allah memesankan kepada manusia, perhatikanlah waktu (sebagian penerjemahan menyebutkan Allah bersumpah : demi waktu).  Waktu yang dipilih juga adalah ashar (setelah dzuhur sampai terbenamnya matahari).  Merujuk pada waktu di penghujung hari.</p>
<p>Kembali lagi ke soal masa depan dan masa lalu, Kisah Nabi Khidr menerangkan <a title="isa-mighty-khidhir" href="http://qarrobin.wordpress.com/2010/10/30/isa-mighty-khidhir/" target="_blank">tentang ilmu fisika (kah?)</a>.  Pengetahuan Nabi Khidir menyebabkan Beliau membunuh anak kecil yang kelak akan menyesatkan orang tuanya. Karena tindakan itu, maka masa depan orang tua menjadi lebih baik dan Allah menggantikannya dengan anak yang derajat kesolehannya lebih baik.</p>
<p>Pertanyaannya, apakah masa depan dari anak itu sudah terjadi, dan ini konsekuensinya orang tuanya juga kafir dan karenanya harus masuk neraka.  Namun, karena terjadi pemotongan peristiwa maka kejadian itu tidak terjadi.</p>
<p>Ataukah skenario kejadian itu &#8220;belum terjadi&#8221;, namun skenario &#8220;akan menjadi&#8221; terjadi adalah akan terjadi, kecuali Allah mengubah perjalanan takdir tersebut sehingga &#8220;kejadian yang akan terjadi&#8221; menjadi <del>berubah </del>berpindah garis takdirnya.</p>
<p style="padding-left:30px;"><em>Bukankah begitu banyak dijelaskan oleh AQ mengenai peristiwa pada hari kiamat dan peristiwa di surga dan neraka.  Mulai dari pertanyaan malaikat sampai kehidupan yang indah dan penuh pesona di surga.  Ini menjelaskan bahwa Surga dan Neraka sudah terjadi (menurut ilmu Allah), dan belum terjadi (menurut kekinian manusia)?.  Karena Allah berada di atas semua ruang dan waktu.?.</em></p>
<p style="padding-left:30px;"><em>Peristiwa Nabi Muhammad diperjalankan untuk diperlihatkan sebagaian kekuasaanNya yang besar dan sebagian hadits menjelaskan sejumlah peristiwa di masa depan, apakah juga menjelaskan bahwa perjalanan ruang dan waktu itu adalah benar berdasarkan pemahaman kita terhadap ilmu fisika kuantum saat ini?.</em></p>
<p>Kalau kejadian di masa depan itu sudah terjadi, maka logikanya energi masa depan juga diperlukan untuk mengarahkan masa lalu mencapai tujuannya atau dari arah sebaliknya resultante semua gerak dan masa saat ini bersuperposisi satu sama lain untuk <a title="kiamat-lalu-surga-dan-neraka-itu-sudahkah-terjadi" href="http://agorsiloku.wordpress.com/2010/11/26/kiamat-lalu-surga-dan-neraka-itu-sudahkah-terjadi/" target="_blank">mencapai masa depan</a>.</p>
<p>Jawabannya : <em>Pusing dah ?</em> <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Namun, kalau teknologi masa depan <del>datang </del>berlaku surut sehingga seorang anak membunuh ibunya sendiri sehingga tidak jadi dilahirkan, maka konsepsi ini tidak menjelaskan apa-apa, karena dunia baik dan buruk tidak pernah berakhir, karena ada orang yang tidak pernah hidup (hidup di masa depan) membunuh agar tidak pernah dilahirkan?.  Keanehan ini tidak bisa diterima akal <del>tidak</del> sehat.  Namun, pertanyaan lanjutannya, kalau bergerak maju bagaimana?.  Masa lalu datang ke masa depan?.  Pertanyaan berikutnya, apakah mungkin a<a title="informasi-di-alam-semesta-holografis" href="http://sainstory.wordpress.com/2010/07/07/informasi-di-alam-semesta-holografis/">da dua waktu yang dipertemukan</a>.  Dengan kata lain, saya bertemu anak saya di generasi masa depan?.</p>
<p>Jawaban praktisnya : Wallahu&#8217;alam.  Semua kunci-kunci ghaib, Allah yang memegang dan kita tidak mengetahui rahasiaNya.  Tidak ada yang diberikan kepada manusia mengenai hal ini (kecuali pada rasul yang dikehendakiNya).  Itu adalah komitmen Allah kepada manusia yang telah dijelaskan oleh dalam kitabNya.</p>
<p>Namun, ini tentu bukan jawaban memuaskan untuk dahaga pertanyaan tentang masa depan dan penyatuan dua waktu dengan konsepsi berbeda?.</p>
<p style="padding-left:30px;"><em>Tapi, saya akan pusing juga kalau tiba-tiba ada <del>pengemis</del> presiden yang mengaku ke saya bahwa dia adalah cucu buyut dari 1000 generasi yang di abad ke 50 membawa <del>martabak</del> sebuah mobil dari masa depan untuk menggantikan kendaraan reot yang saya pakai saat ini.</em></p>
<p style="padding-left:30px;"><em>Namun,<a title="paradoks-malaikat-maaf-kepada-para-malaika" href="http://sainstory.wordpress.com/2010/11/18/paradoks-malaikat-maaf-kepada-para-malaikat/" target="_blank"> yang lebih memusingkan&#8230; anak cucu saya 3000 tahun yang akan datang meminta saya untuk menikah lagi&#8230;</a> (sst&#8230; jangan bilang-bilang ya).</em></p>
<p>Kalau saya memisalkan pertemuan dua waktu relativitas tidak mungkin terjadi karena ada batasan sunatullah yang tidak boleh terjadi, maka saya menutup pintu lorong waktu rapat-rapat.  Namun, pertanyaan apakah bagi Allah masa depan itu sudah terjadi, berdasarkan pencirian informasi peristiwa-peristiwa masa depan yang diceritakan.  Ini tetap saja ini menyisakan pertanyaan?.  Lha kalau sudah terjadi, mengapa Allah mengatakan Allah senantiasa dalam kesibukan?.  Apa artinya kesibukan, kalau kejadian itu berdasarkan pengamat di sisi Allah sudah terjadi?.</p>
<p style="padding-left:30px;"><em>Namun, tentu saja untuk contoh sederhana ini saya bisa paham.  Saya punya teman yang pemarah, maka saya bisa menduga, dengan satu dua kali cacian, maka muka saya akan babak belur.   Maksudnya, pemahaman atas masa lalu dan tindakan pada masa kini, maka masa depan terbentuk dan menyebabkan muka saya babak belur.  Manusia hanya memperkirakan beberapa sebab akibat.  Allah tentunya tanpa batas untuk melihat pintu amalan manusia di masa yang akan datang.  Bukan sebagai perkiraan statistik, tapi sebagai kepastian. </em></p>
<p>Walllahu&#8217;alam.</p>
<p><span style="color:#cc99ff;">Masih banyak yang belum kupahami juga.  Subhanallah,  dalam segala asa dan khawatir untuk mendapatkan ampunanMu, pertanyaan-pertanyaan ini bukanlah karena hambaMu meragukan apa yang menjadi petunjukMu, namun sejumlah pertanyaan yang datang karena kehausan dari rahmat akal yang Engkau berikan</span>.</p>
<br />Filed under: <a href='http://agorsiloku.wordpress.com/category/sains/alam-semesta/'>Alam Semesta</a>, <a href='http://agorsiloku.wordpress.com/category/fenomena/'>Fenomena</a>, <a href='http://agorsiloku.wordpress.com/category/sains/kuantum/'>Kuantum</a>, <a href='http://agorsiloku.wordpress.com/category/uncategorized/'>uncategorized</a>  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/agorsiloku.wordpress.com/1840/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/agorsiloku.wordpress.com/1840/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/agorsiloku.wordpress.com/1840/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/agorsiloku.wordpress.com/1840/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/agorsiloku.wordpress.com/1840/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/agorsiloku.wordpress.com/1840/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/agorsiloku.wordpress.com/1840/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/agorsiloku.wordpress.com/1840/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/agorsiloku.wordpress.com/1840/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/agorsiloku.wordpress.com/1840/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/agorsiloku.wordpress.com/1840/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/agorsiloku.wordpress.com/1840/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/agorsiloku.wordpress.com/1840/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/agorsiloku.wordpress.com/1840/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=agorsiloku.wordpress.com&amp;blog=256340&amp;post=1840&amp;subd=agorsiloku&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://agorsiloku.wordpress.com/2010/12/02/tamu-dari-masa-datang-untuk-mengubah-kejadian-di-masa-depan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>26</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/2e35019b740d374dbfef9ccd3c8430e6?s=96&#38;d=wavatar&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">agorsiloku</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Kiamat, Lalu Surga dan Neraka itu, Sudahkah Terjadi?</title>
		<link>http://agorsiloku.wordpress.com/2010/11/26/kiamat-lalu-surga-dan-neraka-itu-sudahkah-terjadi/</link>
		<comments>http://agorsiloku.wordpress.com/2010/11/26/kiamat-lalu-surga-dan-neraka-itu-sudahkah-terjadi/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 25 Nov 2010 19:07:34 +0000</pubDate>
		<dc:creator>agorsiloku</dc:creator>
				<category><![CDATA[Alam Semesta]]></category>
		<category><![CDATA[Kuantum]]></category>
		<category><![CDATA[Materi]]></category>
		<category><![CDATA[Religion]]></category>
		<category><![CDATA[Sains]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://agorsiloku.wordpress.com/?p=1833</guid>
		<description><![CDATA[Ini bukan soal Jabariah atau Qadariah. Ini hanya bertanya kembali : Apakah masa depan di sisi Allah sudah terjadi?.  Lantas, semua kejadian memiliki jalurnya masing-masing.  Paralel ?. Untuk seorang programmer, katakanlah sebuah program komputasi permainan catur.  Semua kemungkinan dan ketidakbolehan dalam permainan dibuat script-nya.  Pemain pertama manusia, pemain kedua komputer.  Semua langkah-langkah kemana saja boleh, [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=agorsiloku.wordpress.com&amp;blog=256340&amp;post=1833&amp;subd=agorsiloku&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Ini bukan soal <a title="ciri-ciri-ajaran-aliran-jabariyah" href="http://www.mizan-poenya.co.cc/2010/11/ciri-ciri-ajaran-aliran-jabariyah.html" target="_blank">Jabariah </a>atau <a title="kajian-ilmu-kalam-qadariah-dan-jabariah" href="http://cakrowi.blogspot.com/2010/05/kajian-ilmu-kalam-qadariah-dan-jabariah.html" target="_blank">Qadariah</a>. Ini hanya bertanya kembali : <a title="waktu-melaju-pada-kondisi-kondisi-semesta-yang-berbeda-secara-relatif" href="http://qarrobin.wordpress.com/2010/11/24/waktu-melaju-pada-kondisi-kondisi-semesta-yang-berbeda-secara-relatif/" target="_blank">Apakah masa depan di sisi Allah sudah terjadi</a>?.  Lantas, semua kejadian memiliki jalurnya masing-masing.  <a title="apakah-dunia-paralel-itu-ada" href="http://www.forumsains.com/fisika/apakah-dunia-paralel-itu-ada/" target="_blank">Paralel </a>?.<span id="more-1833"></span></p>
<blockquote><p>Untuk seorang programmer, katakanlah sebuah program komputasi permainan <a title="magnus-carlsen-catur-permainan-perang" href="http://inchesswetrust.wordpress.com/2010/01/07/magnus-carlsen-catur-permainan-perang/" target="_blank">catur</a>.  Semua kemungkinan dan ketidakbolehan dalam permainan dibuat script-nya.  Pemain pertama manusia, pemain kedua komputer.  Semua langkah-langkah kemana saja boleh, <a title="manusia-itu-tidak-memiliki-kehendak-bebas-sama-sekali" href="http://agorsiloku.wordpress.com/2008/05/01/manusia-itu-tidak-memiliki-kehendak-bebas-sama-sekali%E2%80%A6/" target="_blank">sepanjang dibolehkan</a>.  Dengan kata lain, skak mat boleh dan permainan berhenti.  Raja dari bidak catur tidak bisa terus bersembunyi di balik benteng atau lari naik kuda, keluar dari arena.</p>
<p>Untuk sang programmer, semua langkah diperhitungkan dan disediakan.  Semua harus dikalkulasi menurut tingkatan kompleksitas permainan dan gerakan lawan main.  Begitu <del>kiamat</del> skak &#8211; mat, maka permainan baru dimulai.  Diperhitungkan yang <del>masuk surga dan neraka</del> menang dan yang kalah.  Untuk sang programmer yang menyusun setiap gerakan dari bidak putih dan hitam, semuanya harus masuk dalam kalkulasinya.  Kalau tidak, akan muncul bug-bug yang membuat <del>dunia</del> permainan catur komputer menjadi hang, alias tidak berfungsi sebagaimana kehendak programmer.</p></blockquote>
<p>Tentu saja uraian ini sama sekali tidak cukup untuk menjelaskan atau menganalogikan bahwa surga dan neraka belum terjadi.  Cukup banyak uraian yang dijelaskan oleh Allah mengenai kejadian kiamat yang rahasia waktunya hanya Allah yang mengetahui, kejadian ketika manusia dan jin dicemplungkan ke dalam azabnya atau menerima ridhaNya dan dimasukkan ke dalam surgaNya.   Apakah semua kejadian itu sudah terjadi?.</p>
<p>Hanya kalau sudah terjadi (tentunya dalam perhitungan relativitas waktu), maka masih ada pernyataan berikutnya : &#8220;Lha, kalau sudah terjadi, lalu apa maksud Allah dengan menyatakan &#8230; senantiasa dalam kesibukan&#8230;. (QS  55:29) atau jika ada ayat yang menjelaskan : Jika Allah menghendaki&#8230;. bagaimana kita memahami dan menyikapinya, kalau itu sudah terjadi, atau Nabi Khidir (menurut ahli tafsir pertemuan Nabi Musa dengan seorang hamba Allah yang telah diajarkan ilmu Allah adalah Nabi Khidir, <a title="isa-mighty-khidhir" href="http://qarrobin.wordpress.com/2010/10/30/isa-mighty-khidhir/" target="_blank">Al Qur&#8217;an sendiri tidak menjelaskan nama Nabi Khidir</a>) yang membunuh anak yang kalau sudah besar akan menjadi jahat? dan kisah-kisah janji Allah terhadap masa depan, sedang kita berada pada kekinian.</p>
<p>Duh, bingung juga.  <a title="massa-adalah-invariant-terhadap-pengamat" href="http://qarrobin.wordpress.com/2010/11/24/massa-adalah-invariant-terhadap-pengamat/" target="_blank">Memang waktu invarian terhadap pengamat</a>.  Tapi, kalau alam semesta ini sudah selesai dan surga dan neraka juga sudah selesai, masing-masing sudah berada di tempatnya masing-masing, maka pernyataan masa depan tidak memiliki makna secara akal.  Namun, kalau dipahami sebagai grand disain dari variabel yang mungkin terjadi dan mungkin pula tidak terjadi (jika Allah menghendaki) maka kejadian yang disebut masa depan, semestinya belum terjadi.</p>
<p>Ini memang sih membingungkan, seperti sebuah  pesawat yang terbang dengan cepat  memburu pesawat di depannya, lalu menembak dengan senjata sinar laser.  Sang pilot pemburu melihat senjatanya melesat dan menerjang pesawat musuh di depannya, tidak lama kemudian pesawat musuh hancur berantakan.  Tapi, ketika kedua pesawat terbang itu melaju mendekati kecepatan cahaya, maka senjata itu tidak pernah sampai menerjang musuhnya, karena senjata lasernya tidak pernah bisa menembak (<a title="Chap7_Theory_of_Relativity" href="http://www.fi.itb.ac.id/~rahmat/Kuliah/KPIP/Lecture_Slides/Chap7_Theory_of_Relativity.pdf" target="_blank">dilasi waktu</a>, tidak bisa lebih cepat dari cahaya, jadi limit c+c = limit c juga. Wah pusing memikirkannya.  Biar saja itu urusan pakar.</p>
<p><del>Toh, untuk seorang programmer catur,  semua langkah-langkah dari setiap bidak dan sejumlah bidak catur sudah berada dalam kerangka perhitungan.  Sudah tertentu, tapi tentu bukan berarti dua pemain catur itu sudah selesai bermain catur. </del> Saya <strong>lebih suka</strong> memahamkannya, anak yang dibunuh Nabi Khidir itu masuk surga di usia mudanya, dan tidak pernah menjadi jahat di usia tuanya, karena kehendakNya telah <strong>memutus semua resultante kemungkinan</strong> yang &#8220;jika dia besar&#8221; akan menjadi seorang anak yang mendorong kedua orangtuanya ke arah kesesatan dan kekafiran (QS 18:80).  Apakah orang tua anak itu &#8220;kemudian sesat dan kafir?&#8221;.  Tentu tidak, Allah menggantinya dengan anak lain yang lebih baik kesuciannya.  Di situ Allah menyatakan : Kami menghendaki&#8230;. (QS 18:81).</p>
<p>Begitu juga kiamat, yang pengetahuan tentang waktunya hanya ada di sisi Allah.  <strong>Kalau sudah terjadi, ya tentulah para malaikat juga sudah tahu</strong>.  Kan sudah terjadi.  Ya, nggak begitu&#8230; malaikat tetap belum tahu, karena ini terjadi dalam dua pengamat yang berbeda, karena invarian waktu.  Ada pemuaian waktu.  Tapi, kan malaikat dibuat dari bahan dasar cahaya, bisa jadi berada dalam keseluruhan waktu (?).</p>
<p>Wah pusing&#8230; <a title="Mas Jenius Nyleneh" href="http://haniifa.wordpress.com/" target="_blank">ini memang bagian-bagian yang tak mudah dipahami</a>, dijelaskan dengan akal.  Memang begitulah orang-orang yang sukanya mempergunakan akalnya untuk memahami wahyu.  Ini memang bagian dari keimanan, tak usah ragu-ragu dan jangan lupakan : <strong>QS 10:100 Dan tidak ada seorangpun akan beriman kecuali dengan izin Allah; dan Allah  menimpakan kemurkaan kepada orang-orang yang tidak mempergunakan akalnya. </strong></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<br />Filed under: <a href='http://agorsiloku.wordpress.com/category/sains/alam-semesta/'>Alam Semesta</a>, <a href='http://agorsiloku.wordpress.com/category/sains/kuantum/'>Kuantum</a>, <a href='http://agorsiloku.wordpress.com/category/sains/materi/'>Materi</a>, <a href='http://agorsiloku.wordpress.com/category/religion/'>Religion</a>, <a href='http://agorsiloku.wordpress.com/category/sains/'>Sains</a>  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/agorsiloku.wordpress.com/1833/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/agorsiloku.wordpress.com/1833/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/agorsiloku.wordpress.com/1833/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/agorsiloku.wordpress.com/1833/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/agorsiloku.wordpress.com/1833/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/agorsiloku.wordpress.com/1833/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/agorsiloku.wordpress.com/1833/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/agorsiloku.wordpress.com/1833/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/agorsiloku.wordpress.com/1833/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/agorsiloku.wordpress.com/1833/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/agorsiloku.wordpress.com/1833/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/agorsiloku.wordpress.com/1833/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/agorsiloku.wordpress.com/1833/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/agorsiloku.wordpress.com/1833/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=agorsiloku.wordpress.com&amp;blog=256340&amp;post=1833&amp;subd=agorsiloku&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://agorsiloku.wordpress.com/2010/11/26/kiamat-lalu-surga-dan-neraka-itu-sudahkah-terjadi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>37</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/2e35019b740d374dbfef9ccd3c8430e6?s=96&#38;d=wavatar&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">agorsiloku</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Undangan : Keren, Asyik, dan Memusingkan di Blog Haniifa</title>
		<link>http://agorsiloku.wordpress.com/2010/11/25/undangan-keren-asyik-dan-memusingkan-di-blog-haniifa/</link>
		<comments>http://agorsiloku.wordpress.com/2010/11/25/undangan-keren-asyik-dan-memusingkan-di-blog-haniifa/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 25 Nov 2010 09:16:15 +0000</pubDate>
		<dc:creator>agorsiloku</dc:creator>
				<category><![CDATA[Blog Roll]]></category>
		<category><![CDATA[InReligion]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://agorsiloku.wordpress.com/?p=1826</guid>
		<description><![CDATA[Mantap, tapi juga pusing.  Komentar yang bermunculan di blognya Kang Haniifa memusingkan.   Seperti jalan di Dayeuh Kolot atau Kopo di sebelah Kodya Bandung, seperti berebutan jalan di Cililitan dan daerah kemacetan lainnya sepanjang Indonesia.  Komentar yang muncul keluar dari arena postingan, yang bermutu dan yang sekedar mampir datang silih berganti.  Saya kira, pengalaman serupa juga [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=agorsiloku.wordpress.com&amp;blog=256340&amp;post=1826&amp;subd=agorsiloku&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a title="Daftar Isi" href="http://haniifa.wordpress.com/daftar-isi/">Mantap, tapi juga pusing</a>.  Komentar yang bermunculan di blognya Kang Haniifa memusingkan.   Seperti jalan di Dayeuh Kolot atau Kopo di sebelah Kodya Bandung, seperti berebutan jalan di Cililitan dan daerah kemacetan lainnya sepanjang Indonesia.  Komentar yang muncul keluar dari arena postingan, yang bermutu dan yang sekedar mampir datang silih berganti.  Saya kira, pengalaman serupa juga dialami pengunjung blog <a title="Haniifa" href="http://haniifa.wordpress.com/">Beliau</a> ini.  Namun, sepanjang beberapa tahun berbincang melalui blog, keahlian beliau untuk mencampurkan butiran permata dan sampah yang memusingkan memberikan juga beberapa cara pembelajaran yang menarik.<span id="more-1826"></span></p>
<blockquote><p><em><strong>Pertama</strong>, mungkin disengaja ya, konsepnya mutiara hanya akan tampak sebagai mutiara kalau bergumul dengan beragam cekikikan yang saking susahnya diikuti, tak jelas datangnya dari mana.  Jadi, harus ada kemauan untuk ekstra memilih mana yang layak diambil dari dialektika perbenturan sudut pandang dengan isi yang sesungguhnya.</em></p>
<p><em><strong>Kedua</strong>, untuk memahami ujian yang harus dilewati, harus dapat melewati batas kesabaran dan berpikir dan berasa secara objektif pada pokok-pokok yang mau kita ambil manfaatnya.  Kalau mau beradu &#8216;emosi&#8217;&#8230; ha..ha&#8230;ha&#8230; maka diskusi dengan Kang Haniifa akan mantap.  Saya sudah kerap kali mengikuti tebaran komentarnya, sehingga melupakan materi yang dipostingkan.</em></p>
<p><em><strong>Ketiga</strong>, konsentrasi pada objektifitas yang dipostingkan dan komentar yang berkait dengan postingan.  Ingatan beliau cukup baik untuk mengingat postingan lama dan baru.  Saya harus terbuka menyampaikan pula bahwa di luar urusan brain-storming (brain = otak, storm = badai), saya merasa Beliau berkontribusi dalam menyajikan informasi dari kekuatan kitab petunjukNya.  Baik melalui pendekatan bahasa Al Qur&#8217;an, pendekatan matematis dan logika, maupun penggunaan term-term pemahaman yang memurnikan.   Penolakan terhadap pencampuradukan pemahaman yang boleh jadi menimbulkan &#8220;kebatilan&#8221; diobok-obok, seperti tugas rinso untuk membersihkan pakaian kotor&#8230;.</em></p></blockquote>
<p>Yang <strong><em>ketiga </em></strong>itulah yang penting.  Yang memusingkan, kalau mau, nih contohnya : <a title="Mekah Sebagai Pusat Bumi" href="http://haniifa.wordpress.com/2008/05/14/mekah-sebagai-pusat-bumi-4/">Kebenaran Vs Kebetulan</a>.   Bisa sampai ke rumusan dari dalil Phytagoras dan pembuktian konstruksi benar sama dengan betul <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' />  .  Pembahasannya begitu serius dan mendalam.  Tapi, entah mau memahaminya bagaimana&#8230;  dan pada sub postingan, baru masuk ke tema postingan tentang Pusat Bumi.  Pembahasan serius, tentu saja banyak dijumpai, termasuk yang saya melengkapi pengetahuan, misalnya tentang <a title="rahasia-dibalik-surah-al-faatihah" href="http://haniifa.wordpress.com/2009/05/16/rahasia-dibalik-surah-al-faatihah/">Al Faatihah</a>. Beliau tidak hanya mengutip dan menyebarkan, namun juga sekaligus memaparkan dan menganalisis.  Inilah menariknya, karena dengan begitu, <a title="saya-tidak-sepintar-dr-rashad-khalifa-tapi-tidak-bodoh-3" href="http://haniifa.wordpress.com/2010/10/08/saya-tidak-sepintar-dr-rashad-khalifa-tapi-tidak-bodoh-3/">tidak menelan mentah-mentah makanan masak yang sudah tersaji</a>.  Apa yang datang sebagai berita, seksamailah&#8230;.</p>
<p>Kita hadir di suatu masa, dimana teks tersembunyi dan tersimpan di balik gunung di seberang lautan, muncul dalam berbagai dalil.  Sebaran teknologi internet, bukan lagi orang berada pada kekurangan informasi, namun penuh dengan penumpukan informasi, baik yang menyegarkan maupun yang halus, sesat dan dengan sangat halus menyesatkan pandangan.</p>
<p>Dalam ragam derap, kita butuh yang konsisten dan tegak tanpa basa-basi.  Memandang tanpa dengan kesungguhan, tanpa usah &#8220;terperosok&#8221;  pada keharusan untuk mengikuti beragam-ragam sumber yang menambah-nambah keyakinan-keyakinan tambahan atas nama<strong> sumber-sumber tambahan yang kerap diagungkan lebih dari sumber utamanya</strong>.   Toh di dalam sumber utama, secara terperinci (seperti ditegasi dalam QS 6:114).</p>
<p><strong>Tag</strong> :</p>
<p>Catatan ini sekedar menyampaikan undangan untuk rekan yang sudi berkunjung ke sini untuk menelisik, menyalahkan dan mencaci maki Blog Kang Haniifa.</p>
<p>Sekaligus sebagai apresiasi untuk menegakkan kontribusi akal dan hati.</p>
<p>Biar saya bisa ikutan cekikixxx an&#8230;. <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
<p><span style="color:#ff0000;">(Kalau di blog sini&#8230; mohon maaf, tentulah akan di<em>delete</em>).</span></p>
<br />Filed under: <a href='http://agorsiloku.wordpress.com/category/blog-roll/'>Blog Roll</a>, <a href='http://agorsiloku.wordpress.com/category/inreligion/'>InReligion</a>  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/agorsiloku.wordpress.com/1826/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/agorsiloku.wordpress.com/1826/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/agorsiloku.wordpress.com/1826/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/agorsiloku.wordpress.com/1826/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/agorsiloku.wordpress.com/1826/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/agorsiloku.wordpress.com/1826/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/agorsiloku.wordpress.com/1826/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/agorsiloku.wordpress.com/1826/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/agorsiloku.wordpress.com/1826/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/agorsiloku.wordpress.com/1826/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/agorsiloku.wordpress.com/1826/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/agorsiloku.wordpress.com/1826/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/agorsiloku.wordpress.com/1826/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/agorsiloku.wordpress.com/1826/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=agorsiloku.wordpress.com&amp;blog=256340&amp;post=1826&amp;subd=agorsiloku&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://agorsiloku.wordpress.com/2010/11/25/undangan-keren-asyik-dan-memusingkan-di-blog-haniifa/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>96</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/2e35019b740d374dbfef9ccd3c8430e6?s=96&#38;d=wavatar&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">agorsiloku</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Ibu Pertiwi Mengirim Ibu-ibunya Untuk Mencari Sesuap Nasi dan Disiksa !</title>
		<link>http://agorsiloku.wordpress.com/2010/11/24/ibu-pertiwi-mengirim-ibu-ibunya-untuk-mencari-sesuap-nasi-dan-disiksa/</link>
		<comments>http://agorsiloku.wordpress.com/2010/11/24/ibu-pertiwi-mengirim-ibu-ibunya-untuk-mencari-sesuap-nasi-dan-disiksa/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 23 Nov 2010 23:39:57 +0000</pubDate>
		<dc:creator>agorsiloku</dc:creator>
				<category><![CDATA[Fenomena]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://agorsiloku.wordpress.com/?p=1822</guid>
		<description><![CDATA[Negeri ini, karena alasan kemiskinan : Benar-benar bangsat. Negeri ini mengirimkan wanita-wanita cantiknya untuk mencari suami sesuap nasi di negeri jauh. Suami-suami dan abdi negara di negeri ini mengirimkan ibu-ibunya untuk mengirimkan hasilnya untuk para anak dan suaminya di kampung halamannya.  Karena ibu pertiwi tidak menyediakan lapangan kerja yang cukup untuk para suami, para isteri, [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=agorsiloku.wordpress.com&amp;blog=256340&amp;post=1822&amp;subd=agorsiloku&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Negeri ini, karena <strong>alasan kemiskinan</strong> : Benar-benar bangsat.</p>
<p>Negeri ini mengirimkan wanita-wanita cantiknya untuk mencari <del>suami</del> sesuap nasi di <a title="Prostitusi" href="http://www.apakabar.ws/forums/viewtopic.php?f=1&amp;t=8350#p14641" target="_blank">negeri jauh</a>.<span id="more-1822"></span></p>
<p>Suami-suami dan abdi negara di negeri ini mengirimkan ibu-ibunya untuk mengirimkan hasilnya untuk para anak dan suaminya di kampung halamannya.  Karena ibu pertiwi tidak menyediakan lapangan kerja yang cukup untuk para suami, para isteri, untuk hidup <a title="negeri-lembek-negeri-bebek.html" href="http://filosofiagama.blogspot.com/2010/11/negeri-lembek-negeri-bebek.html" target="_blank">sewajarnya</a>.</p>
<p>Mereka menyebutnya pahlawan devisa.  Sesungguhnya mereka bangsat.</p>
<p>Ibu-ibu itu tidak lagi memelihara anaknya, menyerahkan kepada yang lain.</p>
<p>Suami-suami bertanya tentang tanggung jawab dan haknya. Menafkahi keluarga atau dinafkahi isterinya !</p>
<p>Pemerintah menyebutnya sumber devisa.  Sesungguhnya Ibu Pertiwi telah zalim kepada bangsanya sendiri.</p>
<p>Ketika pulang keharibaan tanah air, para buaya melalui jalur khusus TKI di bandara sudah menunggu.</p>
<p>Bah&#8230; aku benci negeri ini.</p>
<p>Teriring salam untuk yang memiliki harga diri yang cukup untuk segala kemiskinan penduduknya : Negeri Bangladesh, <a title="TKW" href="http://www.nu.or.id/page.php?lang=id&amp;menu=news_view&amp;news_id=17117" target="_blank">Vietnam</a>, Pakistan, India yang katanya mencegah dan sangat selektif mengirimkan tenaga kerja wanita keluar negeri.</p>
<br />Filed under: <a href='http://agorsiloku.wordpress.com/category/fenomena/'>Fenomena</a>  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/agorsiloku.wordpress.com/1822/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/agorsiloku.wordpress.com/1822/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/agorsiloku.wordpress.com/1822/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/agorsiloku.wordpress.com/1822/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/agorsiloku.wordpress.com/1822/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/agorsiloku.wordpress.com/1822/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/agorsiloku.wordpress.com/1822/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/agorsiloku.wordpress.com/1822/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/agorsiloku.wordpress.com/1822/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/agorsiloku.wordpress.com/1822/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/agorsiloku.wordpress.com/1822/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/agorsiloku.wordpress.com/1822/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/agorsiloku.wordpress.com/1822/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/agorsiloku.wordpress.com/1822/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=agorsiloku.wordpress.com&amp;blog=256340&amp;post=1822&amp;subd=agorsiloku&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://agorsiloku.wordpress.com/2010/11/24/ibu-pertiwi-mengirim-ibu-ibunya-untuk-mencari-sesuap-nasi-dan-disiksa/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>13</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/2e35019b740d374dbfef9ccd3c8430e6?s=96&#38;d=wavatar&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">agorsiloku</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Adakah Alam Semesta Paralel?</title>
		<link>http://agorsiloku.wordpress.com/2010/11/12/adakah-alam-semesta-paralel/</link>
		<comments>http://agorsiloku.wordpress.com/2010/11/12/adakah-alam-semesta-paralel/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 12 Nov 2010 09:09:46 +0000</pubDate>
		<dc:creator>agorsiloku</dc:creator>
				<category><![CDATA[InReligion]]></category>
		<category><![CDATA[Kuantum]]></category>
		<category><![CDATA[Materi]]></category>
		<category><![CDATA[Profetis]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://agorsiloku.wordpress.com/?p=1803</guid>
		<description><![CDATA[Saya tidak begitu paham apa yang dimaksud alam semesta paralel.  Bahwa ada dunia lain yang mengikuti sistem alam fisis kita, ya saya percaya 100%.  Tidak jauh-jauh, alam semesta itu ada juga di sekitar kita juga.  Namun, kita pengetahuan tidak (atau belum bisa) mendeteksinya.  Gampangnya, itu alam jin yang hadir di sekitar kita, tingal juga berdekatan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=agorsiloku.wordpress.com&amp;blog=256340&amp;post=1803&amp;subd=agorsiloku&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Saya tidak begitu paham apa yang dimaksud <a title="Alam Semesta Paralel" href="http://www.metasains.com/empat-tingkatan-dunia-paralel-parallel-universe/" target="_blank">alam semesta paralel</a>.  Bahwa ada dunia lain yang mengikuti sistem alam fisis kita, ya saya percaya 100%.  Tidak jauh-jauh, alam semesta itu ada juga di sekitar kita juga.  Namun, kita pengetahuan tidak (atau belum bisa) mendeteksinya.  Gampangnya, itu alam jin yang hadir di sekitar kita, tingal juga berdekatan dengan kita.  Ummat Islam, teoritis  mudah mempercayai adanya alam di luar alam fisis yang kita kenali.  Selain alam jin, masih ada juga alam-alam lain yang tidak kalah dekatnya pula (wallahu&#8217;alam).  Misalnya alam kubur !.  Apakah alam paralel itu alam kembaran kita ?<span id="more-1803"></span></p>
<p style="padding-left:30px;"><em>Maksud alam kembaran adalah ada alam yang kita hidup dan di sana juga kita hidup dengan <a title="Dunia Paralel" href="http://espace.nstars.org/science-f14/parallel-universe-dunia-paralel-t38.htm" target="_blank">gaya dan cara yang berbeda</a>.  Seperti film matrix gitu, seperti film yang dibintangi oleh Keanu Reeves.  Di dunia realita maya, ada agor yang sok tahu, di dunia paralel adalah rajanya maling? <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </em></p>
<p>Repot, alam semesta yang sekarang kita huni, masih bisa dipahami sebagai<a title="Alam Semesta Hologram" href="http://agorsiloku.wordpress.com/2006/07/09/alam-semesta-sebagai-hologram/" target="_blank"> hologram yang saling jalin menjalin</a>.  Dunia sufi lebih mudah memahaminya.  Dipahamkan sebagai : kehidupan dunia ini sesungguhnya main-main dan senda gurau belaka.  Dibandingkan dengan kampung akhirat tentunya. QS 6:32 mengisyaratkan hal ini.</p>
<p>Namun, memahamkan bahwa ada dunia paralel yang persis sebagai kembaran kita dengan gaya hidup yang berbeda agak menyimpang dari pemahaman hukum-hukum agama tentang kehidupan, tentang amal, tentang dosa, tentang ruh, dan lain-lainnya.  Mengapa?.</p>
<p style="padding-left:30px;"><em>Ya sulitlah membayangkan orang yang sama, di dunia fisis menjadi ustad dan di dunia paralelnya sebagai maling atau teroris yang lagi diburu-buru pemerintah sejagad?.  Bagaimana agama menjelaskan kedua aturan tentang pahala dan dosa dalam dunia serba paralel&#8230;  <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </em></p>
<p>Namun, lepas dari ada atau tidaknya, jelas fisikawan dengan pengetahuannya sudah mulai menengok adanya alam lain yang bisa dipahami oleh ilmu pengetahuan.  Ada aspek-aspek bahwa memang merumuskan alam semesta fisis dan mengindikasikan adanya alam-alam lain yang telah dikenali sebelumnya.  Kita yang awam harap-harap cemas, adakah teori baru yang muncul yang mengajak kita untuk lebih banyak mengerti karya cipta Sang Maha Pencipta.   Bukan hanya melalui aturan-aturan yang mewajibkan kita mengimani saja, tapi juga memahamkan atas dasar anugrah (atau ujian) besar dari Allah : akal dan kebodohan manusia.  Selama periode kebudayaan, para saintis mencari hakikat kehidupan melalui sejumlah penemuan dan pembuktian, sedangkan para alim ulama dan sufi &#8220;sudah&#8221; duduk manis di ujung horizon peristiwa, namun juga dengan penjelasan (takwil) yang kadang membuat kening berkerut&#8230;..</p>
<br />Filed under: <a href='http://agorsiloku.wordpress.com/category/inreligion/'>InReligion</a>, <a href='http://agorsiloku.wordpress.com/category/sains/kuantum/'>Kuantum</a>, <a href='http://agorsiloku.wordpress.com/category/sains/materi/'>Materi</a>, <a href='http://agorsiloku.wordpress.com/category/profetis/'>Profetis</a>  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/agorsiloku.wordpress.com/1803/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/agorsiloku.wordpress.com/1803/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/agorsiloku.wordpress.com/1803/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/agorsiloku.wordpress.com/1803/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/agorsiloku.wordpress.com/1803/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/agorsiloku.wordpress.com/1803/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/agorsiloku.wordpress.com/1803/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/agorsiloku.wordpress.com/1803/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/agorsiloku.wordpress.com/1803/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/agorsiloku.wordpress.com/1803/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/agorsiloku.wordpress.com/1803/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/agorsiloku.wordpress.com/1803/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/agorsiloku.wordpress.com/1803/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/agorsiloku.wordpress.com/1803/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=agorsiloku.wordpress.com&amp;blog=256340&amp;post=1803&amp;subd=agorsiloku&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://agorsiloku.wordpress.com/2010/11/12/adakah-alam-semesta-paralel/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>33</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/2e35019b740d374dbfef9ccd3c8430e6?s=96&#38;d=wavatar&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">agorsiloku</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Studi Banding Wakil Rakyat, Sangat Pentinglah&#8230;</title>
		<link>http://agorsiloku.wordpress.com/2010/11/08/studi-banding-wakil-rakyat-sangat-pentinglah/</link>
		<comments>http://agorsiloku.wordpress.com/2010/11/08/studi-banding-wakil-rakyat-sangat-pentinglah/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 08 Nov 2010 16:57:51 +0000</pubDate>
		<dc:creator>agorsiloku</dc:creator>
				<category><![CDATA[Selingan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://agorsiloku.wordpress.com/?p=1782</guid>
		<description><![CDATA[Tentu sangat penting.  Studi Banding adalah satu-satunya cara untuk rakyat dan wakil rakyat memahami bagaimana meningkatkan mutu dan kesejahteraan rakyat Indonesia. Studi Banding sangat penting untuk kemajuan bangsa ini.  Anggota DPR yang tidak ikut studi banding, tentulah akan menjadi anggota DPR yang tidak tahu bagaimana kondisi bangsa ini.  Studi banding mengajarkan kepada para wakil rakyat [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=agorsiloku.wordpress.com&amp;blog=256340&amp;post=1782&amp;subd=agorsiloku&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Tentu sangat penting.  Studi Banding adalah satu-satunya cara untuk rakyat dan wakil rakyat memahami bagaimana meningkatkan mutu dan kesejahteraan rakyat Indonesia.</p>
<p><strong>Studi Banding</strong> sangat penting untuk kemajuan bangsa ini.  Anggota DPR yang tidak ikut studi banding, tentulah akan menjadi anggota DPR yang tidak tahu bagaimana kondisi bangsa ini.  Studi banding mengajarkan kepada para wakil rakyat yang terhormat bagaimana meningkatkan mutu peradaban bangsa kita.  Inilah satu-satunya cara untuk membanding-bandingkan secara langsung.<span id="more-1782"></span></p>
<p>Jadi, jangan sekali-kali menganggap remeh kebutuhan anggota DPR untuk berangkat studi banding.  Mbo anak sma saja melakukan studi banding.   Tanpa studi banding, tidak ada hati nurani, tidak akan ada kemajuan untuk bangsa ini.  Jadi sudah sepantasnya untuk memahami kebutuhan akan rakyat Indonesia, maka studi banding<strong> perlu dan harus </strong> dilakukan.</p>
<p>Waktu studi banding adalah kebetulan saja berbarengan dengan musibah yang melanda bangsa Indonesia.  Beruntung kita sedang melakukan studi banding, sehingga tidak terlalu direpotkan untuk membicarakan bagaimana penanganan Wasior, Tsunami di Mentawai, atau letusan Merapi di Jawa Tengah.  Sekalian, demi kepentingan bangsa, bisa kita tanyakan pula, bagaimana bangsa-bangsa maju menangani bencana alam atau bencana yang dibuatnya sendiri.  Tentu pula, kita percaya, mereka sangat khawatir dan prihatin akan bencana yang melanda.  Nanti, sepulang dari studi banding kita bisa membanding-bandingkan.  Bersabarlah.  Sabar adalah ciri bangsa kita yang santun dan penuh pengertian.</p>
<p><strong>Bagaimana mungkin seeh, kita hidup tidak membanding-bandingkan.</strong></p>
<p>Kalau dari sisi bahwa sewaktu studi banding ada kegiatan jalan-jalan, pelesiran atau kenikmatan lainnya&#8230;&#8230; ya saya kira itu wajar-wajar saja.  Mana mungkin kesempatan sebagus ini, melakukan studi banding hanya bertemu dengan urusan dinas.  Bukankah dengan berjalan-jalan dan melihat apa yang sesungguhnya ada di negeri yang indah-indah itu, maka pengalaman ini pengalaman sangat berharga.  Para wakil kita  DPR menjadi tahu, bagaimana menikmati studi banding secara wajar dan sepantasnya.  Melalui studi banding, tentu koper tambahan harus dibeli lagi.  Wajarlah.  Hanya orang tidak waras saja yang tidak mau memanfaatkan studi banding untuk memahami penderitaan rakyat.</p>
<p><strong>Saya heran, kok studi banding saja kok diributkan</strong>. Yang meributkan tentulah orang-orang atau pengamat politik yang tidak mengerti betapa pentingnya studi banding.  Yakinilah, hanya dengan studi bandinglah ke luar negerilah maka kita bisa membanding-bandingkan keberuntungan menjadi anggota dpr di Indonesia dengan rakyat yang diwakilinya.</p>
<p>Anda juga kalau beruntung seperti kami, tentu akan melakukan studi banding.  Ini adalah hajat tahunan atau minimal satu kali dalam periode menjadi wakil rakyat berangkat untuk membuat perbandingan.  Studi Banding gitu lho.  Dengan studi banding, setidaknya wakil rakyat akan lebih paham tentang bagaimana memakmurkan negeri ini.</p>
<p>Denggan studi banding, anggota DPR tentu bertambah referensinya untuk membuat dan menyusun rancangan undang-undang.  Semua itu demi dan semata-mata untuk kemajuan bangsa kita.  Apalagi, harus diingat bahwa studi banding adalah satu-satunya cara yang elegan untuk dihormati oleh bangsa lain.</p>
<blockquote><p><em>Lalu, apa dong manfaat langsung studi banding bagi rakyat Indonesia. </em></p>
<p><em>Lho, ini pertanyaan yang aneh dan sangat tidak sopan, absurd, dan tidak selayaknya ditanyakan kepada anggota DPR.</em></p>
<p><strong><em>Studi banding itu dilakukan demi kemajuan dan referensi bangsa ini dalam menyusun rencana anggaran dan undang-undang yang diperlukan bagi bangsa ini untuk kemajuan kini dan masa depan.</em></strong></p>
<p><strong><em><span style="color:#ff0000;">Lha buktinya mana, apa manfaatnya studi banding?</span><br />
</em></strong></p></blockquote>
<p><span style="color:#333300;"><strong>Lha nggak ada toh?,  masa sih&#8230;</strong></span></p>
<p>Kalau begitu, kita harus segera berangkat lagi.  Kita harus studi banding lagi.  Karena hanya dengan studi banding kita bisa membandingkan studi banding dulu dan studi banding sekarang.</p>
<p>****????%^%&amp;****???</p>
<br />Filed under: <a href='http://agorsiloku.wordpress.com/category/selingan/'>Selingan</a>  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/agorsiloku.wordpress.com/1782/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/agorsiloku.wordpress.com/1782/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/agorsiloku.wordpress.com/1782/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/agorsiloku.wordpress.com/1782/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/agorsiloku.wordpress.com/1782/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/agorsiloku.wordpress.com/1782/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/agorsiloku.wordpress.com/1782/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/agorsiloku.wordpress.com/1782/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/agorsiloku.wordpress.com/1782/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/agorsiloku.wordpress.com/1782/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/agorsiloku.wordpress.com/1782/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/agorsiloku.wordpress.com/1782/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/agorsiloku.wordpress.com/1782/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/agorsiloku.wordpress.com/1782/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=agorsiloku.wordpress.com&amp;blog=256340&amp;post=1782&amp;subd=agorsiloku&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://agorsiloku.wordpress.com/2010/11/08/studi-banding-wakil-rakyat-sangat-pentinglah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>27</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/2e35019b740d374dbfef9ccd3c8430e6?s=96&#38;d=wavatar&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">agorsiloku</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Sikap Seorang Muslim di Hadapan As-Sunnah</title>
		<link>http://agorsiloku.wordpress.com/2010/11/08/sikap-seorang-muslim-di-hadapan-as-sunnah/</link>
		<comments>http://agorsiloku.wordpress.com/2010/11/08/sikap-seorang-muslim-di-hadapan-as-sunnah/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 08 Nov 2010 09:04:16 +0000</pubDate>
		<dc:creator>agorsiloku</dc:creator>
				<category><![CDATA[Profetis]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://agorsiloku.wordpress.com/?p=1777</guid>
		<description><![CDATA[Judul tulisan ini saya kutip dari sini.  Tertarik karena diskusi hangat sejumlah postingan dari Usup mengenai Nabi Isa yang turun di akhir zaman menjelang kiamat, Azab Kubur, dan Arsy Allah.  Juga Mas Filar Biru yang menolak pemahaman bahwa Nabi Isa akan turun lagi ke bumi.    Catatan dan komentar Mas Haniifa pada berbagai sisi dan kerap [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=agorsiloku.wordpress.com&amp;blog=256340&amp;post=1777&amp;subd=agorsiloku&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Judul tulisan ini saya kutip dari <a title="Muslim dan Assunnah" href="http://tobatmaksiat.wordpress.com/2010/10/28/sikap-seorang-muslim-di-hadapan-as-sunnah/" target="_blank">sini</a>.  Tertarik karena diskusi hangat sejumlah postingan dari Usup mengenai Nabi Isa yang turun di akhir zaman menjelang kiamat, Azab Kubur, dan <a title="Arsy Allah" href="http://degoblog.wordpress.com/2010/10/05/saya-mengimani-bahwa-allah-berada-di-atas-%E2%80%98arsy-juga-bahwasannya-%E2%80%98arsy-allah-berada-di-atas-air-yang-ia-%E2%80%98arsy-dipikul-oleh-para-malaikat-nya/" target="_blank">Arsy Allah</a>.  Juga Mas Filar Biru yang menolak <a title="saya-tidak-percaya-nabi-isa-as-muncul-kembali" href="http://filarbiru.wordpress.com/2010/11/05/saya-tidak-percaya-nabi-isa-as-muncul-kembali/" target="_blank">pemahaman bahwa Nabi Isa akan turun lagi ke bumi</a>.    Catatan dan komentar Mas Haniifa pada berbagai sisi dan kerap dengan <a title="al-mahdi-alaihi-salam-menunggu-keledai" href="http://haniifa.wordpress.com/2010/11/02/al-mahdi-alaihi-salam-menunggu-keledai/" target="_blank">nada tinggi rendah</a>, amat mewarnai diskusi yang terjadi.</p>
<blockquote><p><em>Sebagai orang yang tidak memiliki cukup latar belakang pemahaman kitab hadis yang tebal-tebal dan begitu panjang lebarnya penjelasan, jelas saya pusing untuk memahami karya-karya yang mengemas semua tata perilaku dan ucapan Nabi yang kemudian dibukukan.  Namun, tidak sedikit pula yang menarik, begitu banyak manfaat dan hikmahnya yang diambil.  Selama beberapa tahun, setiap hari, ustad kampung kami membahas satu hadis dan menjelaskannya.  Semua berada pada kriteria : lupa-lupa ingat. <span id="more-1777"></span></em></p></blockquote>
<p>Namun, memang persoalan agak sedikit serius kalau beberapa pemahaman belum sampai.  Yang paling banyak menyentuh hati adalah sikap hidup dan cara pandang Junjungan.  Kalau pembahasan sudah menyangkut hal-hal yang saya anggap  serius, seperti siksa kubur, <a title="nabi-isa-turun-lagi-ke-bumi" href="http://epugi.wordpress.com/2007/11/20/nabi-isa-turun-lagi-ke-bumi/" target="_blank">turunnya Nabi Isa di penghujung waktu dunia</a>, Arsy, saya kemudian lebih suka menyimpannya saja di dalam hati.  Pengalaman menunjukkan pertentangan pemahaman bisa-bisa menjurus pada tumpahnya minuman yang dihidangkan.</p>
<blockquote><p><em>Pernah saya &#8220;keseleo&#8221; lidah&#8230; :&#8221;terus terang deh&#8230; saya ragu alias tidak yakin, soalnya di AQ tidak dijelaskan dan saya &#8220;merasa&#8221; tidak matching dengan AQ yang saya pahami.</em></p>
<p><em>&#8220;Elo sih, pemahaman pakai akal.  Yo pakai iman dong&#8230;. dan bla&#8230;bla&#8230;bla&#8230;..&#8221;.</em></p>
<p><em>Tentu saja, saya dengan halus mengangguk-angguk. (lha dari pada dikeprukin &#8230; <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' />  )<br />
</em></p></blockquote>
<p>Namun, memang tidak semudah itu pula mengikuti perintah (atau saran) ini dengan menghilangkan kemampuan akal (baca : hawa nafsu) dalam mempercayai hadis.  Kalau saya anggap tidak sesuai dengan apa yang diuraikan Al Qur&#8217;an ya saya harus jujur juga kepada diri sendiri, saya meragukan kebenaran hadis itu.  Biarpun pada saat yang sama hadis itu digolongkan oleh sebagian sejarah masa lalu dan kini sebagai  mutawatir.   Adakah hadis dhaif disebutkan sebagai shahih?.  Ini juga pertanyaan berikutnya?.</p>
<p>Kalau begitu, selayaknya kita lebih cenderung mempercayai hadis yang tidak bertentangan atau berbeda dengan Al Qur&#8217;an.</p>
<p>Namun ada contoh pula yang tidak menimbulkan &#8220;polemik&#8221; seperti contoh yang dirujuk tentang lalat yang hinggap di minuman..</p>
<blockquote><p><em>Jadi sampeyan lebih percaya akal sampeyan yang pendek itu, ketimbang uraian dari para ahli. Memang dan bla..bla&#8230;</em></p></blockquote>
<p>Pusing memang.  Di satu sisi, kadang saya heran : kok yang sudah jelas-jelas dinyatakan dalam AQ begitu jernih dan jelas sehingga &#8220;rasa&#8221;nya tidak perlu lagi diperdebatkan, namun kenyataannya bisa dipahami dengan cara masing-masing.  Bahkan dalam sejarah keberagamaan, ini tampak dengan hadirnya berbagai-bagai yang kemudian kita menyebutnya sebagai golongan atau aliran.  Sedangkan kepada AQ saja bisa ditafsirkan (baca dipahami) dengan cara tertentu (contoh pemahaman Nabi terakhir), apalagi pada hadis, karena ada politik kepentingan di dalamnya.</p>
<p><strong>Teliti.</strong></p>
<p>Bagaimaana cara ulama mengamati, mengevaluasi, meneliti segala asal-usul dan sumber sejarah jelas menunjukkan kehati-hatian yang tinggi dalam memilah dan memilih.  Kita bisa belajar banyak dari semua pendekatan sumber-sumber hukum Islam yang diramu.   Bagaimana sikap penuturnya, latar belakang, sikap hidup dan seterusnya menjadi perhatian sejarah.</p>
<p>Kalau begitu, mengapa timbul perselisihan pandangan (dan kepentingan ?).</p>
<p>Namun, saya tidak &#8220;merasa&#8221; begitu rumit ketika berhadapan dengan Al Qur&#8217;an.  Selain cukup banyak penjelasan tambahan, juga terasa kekuatan menjelaskan dengan terinci tentang banyak polemik yang menyentuh pikiran.  Merasa lebih damai dengan uraian-uraiannya yang dipahami atau tidak dipahami atau yang dipahami kemudian.</p>
<p><strong>Apakah Mengabaikan Hadis tidak beriman?.</strong></p>
<p>Lha !, kalau tidak sesuai dengan Al Qur&#8217;an atau bertentangan dengan kitab petunjuk utama, ya tinggalkanlah.  Begitu sebuah hadis menjelaskan. Jadi, saya juga tidak merasa harus meyakini kebenaran hadis kalau kemudian akal (lebih enak dikatakan hati/nurani) memberikan penilaian bahwa uraian pada hadis tidak matching.  Boleh jadi itu hadis tidak shahih alias palsu atau penerjemahnnya tidak pas, atau salinan dari salinannya tidak pas atau apalah.  Bagaimana saya harus meyakini sebagai kebenaran kalau ada hadis palsu !.  Sedangkan Al Qur&#8217;an tidak palsu.  Al Qur&#8217;an <a title="Rahasia huruf AQ" href="http://haniifa.wordpress.com/2009/05/13/rahasia-alquran-dibalik-huruf-hijaiyah/" target="_blank">dijaga dengan kunci matematis yang canggih</a>, yang membuat jin dan manusia bersama-sama, tak akan mampu membuatnya.  Namun, tentu saja kita juga memperhatikan sebagian lain yang berkesesuaian dan menambah khasanah sudut pandang moral atau pengetahuan tentang cara kita beribadah kepada yang Maha Kuasa serta cara kita berhubungan dengan sesama dan lingkungan.</p>
<blockquote><p>Saya ingat kembali dari penerjemahan <a title="Khutbah terakhir Nabi" href="http://agorsiloku.wordpress.com/2006/06/20/khutbah-terakhir-nabi-muhammad-saw/" target="_blank">khutbah terakhir Nabi </a>: &#8220;&#8230;<em>Semua yang mendengarku harus menyampaikan kata-kataku kepada yang lain,  dan   orang-orang tersebut kepada yang lainnya lagi; dan semoga orang  terakhir  yang mendengarnya memahami kata-kataku lebih baik daripada  yang mendengar  dariku secara langsung. Ya ALLAH, jadilah saksiku bahwa  aku telah  menyampaikan pesanMU kepada hambaMU</em>.&#8221;</p></blockquote>
<p>Kata : &#8220;&#8230; yang mendengar dariku secara langsung&#8230; &#8220;, terngiang dalam telinga sebagai informasi penting, tentang kejadian yang diramalkan terjadi, bukti jasad Fir&#8217;aun ditemukan, pemahaman tentang informasi sains di Al Qur&#8217;an, dan angka matematis AQ &#8230;.</p>
<p>Namun, dari keseluruhannya, bagaimanapun, pada akhirnya akal yang memikirkan dan hati yang memutuskan disertai kesadaran bahwa keputusan untuk menerima dan menolak, pada akhirnya akan dimintai pertanggungjawabannya di akhirat kelak.</p>
<p>Jadi saya harus punya alasan untuk tidak menerima Nabi Isa turun ke bumi sebagai khasanah yang keliru dan keputusan itu didasarkan alasan yang kelak akan dipertanggungjawabkan.   Begitu juga yang menerima pemahaman ini juga sama-sama diminta pertanggungjawabannya sesuai dengan rahmat akal dan pikiran sebagai potensi untuk mengambil keputusan.</p>
<p>Astagfirullah, kami memohon ampunanMu atas segala kekeliruan berpikir ini.  Luruskan dan berikan pemahaman ke dalam dada kami hikmah petunjukMu&#8230;..</p>
<br />Filed under: <a href='http://agorsiloku.wordpress.com/category/profetis/'>Profetis</a>  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/agorsiloku.wordpress.com/1777/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/agorsiloku.wordpress.com/1777/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/agorsiloku.wordpress.com/1777/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/agorsiloku.wordpress.com/1777/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/agorsiloku.wordpress.com/1777/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/agorsiloku.wordpress.com/1777/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/agorsiloku.wordpress.com/1777/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/agorsiloku.wordpress.com/1777/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/agorsiloku.wordpress.com/1777/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/agorsiloku.wordpress.com/1777/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/agorsiloku.wordpress.com/1777/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/agorsiloku.wordpress.com/1777/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/agorsiloku.wordpress.com/1777/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/agorsiloku.wordpress.com/1777/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=agorsiloku.wordpress.com&amp;blog=256340&amp;post=1777&amp;subd=agorsiloku&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://agorsiloku.wordpress.com/2010/11/08/sikap-seorang-muslim-di-hadapan-as-sunnah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>52</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/2e35019b740d374dbfef9ccd3c8430e6?s=96&#38;d=wavatar&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">agorsiloku</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Dapatkah teknologi memotret mahluk halus?</title>
		<link>http://agorsiloku.wordpress.com/2010/11/07/dapatkah-teknologi-memotret-mahluk-halus/</link>
		<comments>http://agorsiloku.wordpress.com/2010/11/07/dapatkah-teknologi-memotret-mahluk-halus/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 07 Nov 2010 10:29:10 +0000</pubDate>
		<dc:creator>agorsiloku</dc:creator>
				<category><![CDATA[Fenomena]]></category>
		<category><![CDATA[General]]></category>
		<category><![CDATA[InReligion]]></category>
		<category><![CDATA[Religion]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://agorsiloku.wordpress.com/?p=1769</guid>
		<description><![CDATA[Ummat beragama Islam mempercayai adanya mahluk yang tersembunyi dari pandangan manusia, dan diwajibkan pula kita mempercayainya.    Salah satu rukun iman adalah percaya kepada Malaikat, mahluk yang diciptakan Allah dan mengemban tugas-tugas spesifik.  Kita juga tentu mengenal jin, mahluk yang moyangnya menolak untuk bersujud kepada Adam dan mengingkari perintahNya. Kepercayaan akan adanya mahluk halus bukan hanya [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=agorsiloku.wordpress.com&amp;blog=256340&amp;post=1769&amp;subd=agorsiloku&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Ummat beragama Islam mempercayai adanya mahluk yang tersembunyi dari pandangan manusia, dan diwajibkan pula kita mempercayainya.    Salah satu rukun iman adalah percaya kepada Malaikat, mahluk yang diciptakan Allah dan mengemban tugas-tugas spesifik.  Kita juga tentu mengenal jin, mahluk yang moyangnya menolak untuk bersujud kepada Adam dan mengingkari perintahNya.<span id="more-1769"></span></p>
<p>Kepercayaan akan adanya mahluk halus bukan hanya berasal dari agama, namun jauh sebelum agama Islam tumbuh, kehadiran mahluk tidak kasat mata sebagai mahluk yang bisa menjaga, menemani, menganggu, menampakan diri, menjadi bagian dari peradaban manusia.</p>
<p>Sebagian orang memiliki kemampuan yang mengenali melalui indra keenam, <a title="Anak Indigo" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Anak_Indigo" target="_blank">anak indigo</a> memiliki sejumlah kelebihan (atau dianggap sebagai kelebihan karena) :  memiliki kemampuan lebih untuk mendengar dan melihat yang tidak bisa dilihat kebanyakan, membaca pikiran orang lain, meramalkan (membaca kejadian yang &#8220;mungkin&#8221; terjadi di masa datang, dan mungkin yang lainnya.  Sebagian lain, kita mengenal dengan sebutan cenayang, dukun, orang mumpuni, dan orang-orang shaleh.</p>
<p>Dengan kata lain, sejarah peradaban manusia juga mengenal adanya &#8220;peran&#8221; aktif mahluk halus dalam peradaban manusia.  Kerajaan terbesar dan terlengkap dalam sejarah keagamaan adalah kerajaan Nabi Sulaeman.  Angin menjadi kendaraan Nabi, menguasai bahasa hewan, bertentara jin, dan lain-lain.  Namun, jin yang tidak kasat mata, dalam pandangan Al Qur&#8217;an bukanlah mahluk ghaib, ia mahluk yang tersembunyi, tidak kasat mata.  QS 34:14  : <em>Maka tatkala Kami telah menetapkan kematian Sulaiman, tidak ada yang menunjukkan  kepada mereka kematiannya itu kecuali rayap yang memakan tongkatnya. Maka  tatkala ia telah tersungkur, tahulah jin itu bahwa kalau sekiranya mereka  mengetahui yang ghaib tentulah mereka tidak akan tetap dalam siksa yang  menghinakan</em>.</p>
<p><strong>Manampakan diri?.</strong></p>
<p>Banyak kisah atau fenomena dari cerita yang menceritakan tentang fenomena mahluk halus.   Yang dimaksud dalam tulisan ini adalah jin, mahluk tidak kasat mata yang pada satu periode tertentu memiliki kemampuan untuk mencuri-curi dengar berita dari &#8220;langit&#8221;  (QS 15:18) dan memberitakan kepada manusia, pada kondisi tertentu mampu membentuk dirinya menyerupai manusia atau pada bentuk lain yang mungkin menurut kapasitas hukum yang ditetapkanNya.  Penjelasan mengenai adanya rupa jin menyerupai manusia disebutkan dalam beberapa hadis.  Manusia juga dapat berhubungan dengan jin dan minta perlindungan pada jin (QS 72:6)</p>
<p>Kemampuan jin untuk menampakan diri dalam berbagai fenomena terbilang sesaat.</p>
<blockquote><p><em>Memang susah deh untuk kita, kalau  mahluk jin menampakkan diri siang malam tanpa henti sehingga kita tidak bisa membedakan yang datang itu teman kita atau mahluk halus !.  Bagaimana bisa kita menyayangi anak kita, kalau kita ragu, ini jin atau anak kita&#8230;</em>. <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p></blockquote>
<p>Timbul pertanyaan, ketika jin menampakan dalam bentuk menyerupai manusia, apakah bentuk itu mengikuti hukum-hukum alam yang kita kenali?.  Artinya, ketika orang melihat jin yang merupakan dirinya dalam bentuk fisik yang bisa ditangkap indra mata adalah visualisasi dari mata kita?.  Jika ya, bisa tertangkap oleh mata kita, maka jin berada dalam &#8220;wujud fisik&#8221; yang bisa ditangkap lima indra manusia.  Kalau bisa ditangkap oleh mata kita, artinya pula berada dalam panjang gelombang fisik yang bisa juga ditangkap oleh kamera digital?.</p>
<p>ataukah wujud yang tampil dilihat oleh &#8220;mata spiritual&#8221;.  Artinya masih terlalu halus untuk bisa dideteksi oleh teknologi.</p>
<p>Bedakan ini dengan halusinasi yang didefinisikan adanya pengelihatan atau pendengaran dari si objek, tanpa adanya rangsangan pada indera yang dimiliki manusia.  Dalam konteks ini, jin mewujudkan dirinya yang menimbulkan adanya rangsangan pada indra untuk melihat.   Kalau bisa dilihat, tentu juga bisa dipotret : &#8220;Kllik&#8221;.  Kalau ada yang bisa berhubungan intens dengan jin, dan menampakan dirinya, apakah mereka mau dipotret ?. Kalau cahaya menganggu, mungkin dipotret dengan infra merah? atau spektrum gelombang sejenis&#8230;..</p>
<p>Sejumlah pertanyaan masih menyelimuti pikiran &#8230;&#8230;</p>
<br />Filed under: <a href='http://agorsiloku.wordpress.com/category/fenomena/'>Fenomena</a>, <a href='http://agorsiloku.wordpress.com/category/general/'>General</a>, <a href='http://agorsiloku.wordpress.com/category/inreligion/'>InReligion</a>  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/agorsiloku.wordpress.com/1769/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/agorsiloku.wordpress.com/1769/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/agorsiloku.wordpress.com/1769/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/agorsiloku.wordpress.com/1769/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/agorsiloku.wordpress.com/1769/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/agorsiloku.wordpress.com/1769/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/agorsiloku.wordpress.com/1769/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/agorsiloku.wordpress.com/1769/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/agorsiloku.wordpress.com/1769/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/agorsiloku.wordpress.com/1769/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/agorsiloku.wordpress.com/1769/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/agorsiloku.wordpress.com/1769/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/agorsiloku.wordpress.com/1769/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/agorsiloku.wordpress.com/1769/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=agorsiloku.wordpress.com&amp;blog=256340&amp;post=1769&amp;subd=agorsiloku&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://agorsiloku.wordpress.com/2010/11/07/dapatkah-teknologi-memotret-mahluk-halus/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>27</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/2e35019b740d374dbfef9ccd3c8430e6?s=96&#38;d=wavatar&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">agorsiloku</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Takdir Mbah Marijan</title>
		<link>http://agorsiloku.wordpress.com/2010/10/28/takdir-mbah-marijan/</link>
		<comments>http://agorsiloku.wordpress.com/2010/10/28/takdir-mbah-marijan/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 28 Oct 2010 16:48:28 +0000</pubDate>
		<dc:creator>agorsiloku</dc:creator>
				<category><![CDATA[Spirit/Etos/Sosial]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://agorsiloku.wordpress.com/?p=1767</guid>
		<description><![CDATA[Raden Ngabehi Surakso Hargo meninggal dalam &#8220;tugas&#8221;, sebagai kuncen Gunung Merapi.  Sri Sultan, menyampaikan, seperti yang diberitakan (dikutip dari yaho) : &#8220;Pada tahun 2006 juga yang bersangkutan tidak mau turun. Padahal, sudah harus dievakuasi. Dan kemarin kita sudah minta dia turun tapi dia tetap tidak mau. Setelah dibujuk dia mau, namun dia minta mau salat [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=agorsiloku.wordpress.com&amp;blog=256340&amp;post=1767&amp;subd=agorsiloku&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Raden Ngabehi Surakso Hargo meninggal dalam &#8220;tugas&#8221;, sebagai kuncen Gunung Merapi.  Sri Sultan, menyampaikan, seperti yang diberitakan (dikutip dari yaho) :</p>
<p style="padding-left:30px;"><em>&#8220;Pada tahun 2006 juga yang bersangkutan tidak mau turun. Padahal,  sudah harus dievakuasi. Dan kemarin kita sudah minta dia turun tapi dia  tetap tidak mau. Setelah dibujuk dia mau, namun dia minta mau salat  maghrib dulu bersamaan dengan itulah awan panas turun. Jadi, ya, seperti  itulah apa adanya,&#8221;tukas Sri Sultan.<span id="more-1767"></span></em></p>
<p style="padding-left:30px;"><em>Lebih lanjut Sri Sultan mengungkapkan, memang Mbah  Maridjan lebih baik mati dalam tugas dibandingkan harus meninggalkan  tugas. Itulah bukti konsistensi yang selalu dijunjung tinggi oleh Mbah  Maridjan. Sebelumnya, Sri Sultan juga sempat meminta Mbah Maridjan untuk  turun.</em></p>
<p>Beliau ditemukan dalam keadaan sujud, di ruang dapur (atau di kamar ?).   Saya tidak tahu kemana arah sujud almarhum, dan tidak tahu pula apakah posisi sujud itu karena sedang menjalankan posisi ritual ibadah ataukah berlindung dari musibah awan panas yang menerpa.  Mari kita berprasangka baik saja, Mbah Marijan meninggal dalam posisi seperti dijelaskan oleh Sultan : dalam posisi shalat.</p>
<p><strong>Kehendak Tuhan !</strong></p>
<p>Agak sedikit terpana dengan dari beberapa komentar dan pembahasan mengenai manusia linuwih Mbah Marijan, bahwa kematian Beliau adalah kehendak Tuhan.  Tentu kita semua sepakat bahwa semua kejadian di alam ciptaanNya hanya bisa terjadi dalam kehendakNya.  Namun, apakah di dalam rahmat dan ridhaNya.  Ini persoalan yang tentunya sedikit berbeda.  Semua dalam kehendakNya, tapi bukan semua dalam ridhaNya.</p>
<p>Kalau kita tidak bisa berenang, lalu loncat dari ketinggian ke dalam air, lalu mati lemas.  Apakah kita katakan bunuh diri (yang dimurkaiNya) ataukah kita memberikan penilaian sebagai kehendakNya?.  Baik mati lemas maupun menghindari loncat ke air, <a title="Yuk Kita Ubah Takdir" href="http://agorsiloku.wordpress.com/2007/09/12/yuk-kita-ubah-takdir/" target="_blank">kedua-duanya adalah pilihan dari takdir kita</a>.  Kedua-duanya adalah pilihan dan sekaligus kedua-duanya adalah takdir.</p>
<p>Dalam sebuah hadis diceritakan pertanyaan sahabat Nabi,<a title="berpindah takdir" href="http://rakhmatika.blogspot.com/2009/03/berpindah-dari-satu-takdir-ke-takdir.html" target="_blank"> berpindah dari satu takdir ke takdir yang lain</a>.  Berpindah dari satu bahaya ke pilihan untuk selamat.  Bahkan sebuah bangsapun, nasibnya tidak akan diubah, tanpa usaha dari bangsa itu sendiri untuk mengubah nasibnya.</p>
<p><strong>Takdir </strong><strong>Mbah Marijan !</strong></p>
<p>Yang saya sedikit gelo dari erupsi yang menelan puluhan korban jiwa, termasuk Mbah Marijan adalah beberapa kondisi yang seharusnya, bisa dilakukan untuk pilihan takdir yang <strong>menurut saya</strong> (subjektif pribadi) adalah kondisi-kondisi berikut ini :</p>
<p><strong>Kondisi Bahaya Wedhus Gembel (awan panas Gunung Merapi)</strong> :</p>
<ul>
<li>Peringatan mitigasi bencana sudah pada Awas Merapi.</li>
<li>Penduduk harus diungsikan pada radius yang disepakati.</li>
</ul>
<p>Artinya resiko yang mungkin timbul berdasarkan analisis pengetahuan dan pengalaman berdasarkan ilmu dan pengetahuan sudah mengharuskan adanya penyelamatan.</p>
<p><strong>Pilihan Mbah Marijan</strong> :</p>
<ul>
<li> Jabatan sebagai Kuncen Merapi yang turun temurun diangkat oleh Sultan (diangkat oleh Sultan HB IX)</li>
<li> Menolak untuk mengungsi.  Pada kejadian 2004 lalu, prediksinya tepat sehingga mengantarkan Beliau menjadi selebriti dan  kerap tampil di layar televisi (iklan).</li>
<li> Termasuk menolak perintah Sultan HB X agar turun.   Akhirnya, bersedia turun seusai shalat, tapi kemudian maut menjemputnya. (Lho kok, nggak nurut ya sama Sultan HB X).</li>
</ul>
<p>Mbah Marijan juga sudah sangat sepuh, ini fakta lain yang mungkin berpengaruh dalam menjalankan instruksi &#8220;atasan&#8221; atau sebab lainnya.</p>
<p><strong>Pilihan Kekuasaan</strong> (yaitu Pemerintah yang berhak mengambil keputusan yang bersifat memaksa).</p>
<ul>
<li>Pemberitahuan dan memfasilitasi pengungsian.</li>
<li>Membujuk Mbah Marijan turun, untuk mengungsi.</li>
<li>Memberikan penyadaran terhadap bahaya wedus gembel.</li>
<li>Punya hak (yang tidak digunakan secara penuh), untuk memaksa warga yang berada dalam bahaya awan panas Merapi untuk turun.  Mbah Marijan memiliki peran (paling tidak pengaruh) terhadap lingkungan bahwa jika Beliau masih di sana, artinya &#8220;aman&#8221;.  Ada ragam pendekatan sosiologis terhadap kondisi ini.</li>
</ul>
<p><strong>Pilihan Masyarakat</strong> :</p>
<ul>
<li>Mengikuti instruksi Pemerintah untuk mengungsi, namun sebagian tetap mengambil resiko karena pertimbangan lahan, ternak yang ditinggalkan membutuhkan pemeliharaan.  Pengungsian, memang disediakan untuk manusia.  Ternak belum termasuk dalam perhitungan.</li>
<li>Masyarakat sudah terbiasa dengan &#8220;kondisi&#8221; erupsi  Merapi yang memang terbiasa terbatuk-batuk.</li>
<li>Mbah Marijan juga belum turun (apakah ini kondisi yang dipertimbangkan masyarakat ?).  &#8212; S<em>aya tidak tahu, mungkin rekan yang tinggal di sekitar Merapi mengetahui.<br />
</em></li>
</ul>
<p><strong>Pilihan Takdir.</strong></p>
<p>Jika dengan berbagai pertimbangan pilihan dan jika memang Mbah Marijan adalah salah satu pertimbangan yang mendorong keberanian penduduk untuk tidak segera mengungsi (paling tidak pada sebagian kecil penduduk).  Maka, keharusanlah bagi pemegang kekuasaan untuk memaksa meminimalkan korban jiwa dari resiko awan panas Gn Merapi.</p>
<p>Korban sekitar 30 orang adalah jumlah yang sangat besar yang indikatornya sudah begitu tampak dan peringatan bahaya juga sudah diumumkan.  Pengalaman periode sebelumnya juga telah memakan korban.</p>
<p>Pertanyaan kemudian :  Mengapa takdir ini yang dipilih?, Takdir dari korban wedus gembel dan kekuasaan yang tidak mau memaksa untuk meminimalkan resiko?.  Ataukah kekuasaan akan membela diri, kan sudah ribuan yang diselamatkan, maka yang tidak menurut, adalah resiko sendiri.  Ataukah kita mengatakan, ya sudah, memang sudah takdirnya.  Semoga amal ibadahnya diterima di sisiNya.  Kita ucapkan pula, semua kembali padaNya, dan kita memuji yang meninggal sebagai korban sebagai pahlawan yang teguh pendiriannya.  Itu semua memang sudah kehendakNya, termasuk kehendak untuk melakukan pilihan untuk mengabaikan atau menunda-nunda resiko terburuk yang mungkin terjadi.</p>
<p>Toh, seperti kisah kecil di atas : bukankah, kalaupun memang bukan takdirnya, maka orang yang tidak bisa berenangpun, tetap tidak akan meloncat ke air untuk menjemput kematiannya.</p>
<p>Takdir memang misteri, namun akal dan kebijakan juga adalah sebuah misteri.  Bencana adalah takdir, dan menangani dengan meminimumkan resiko dari bencana,  seharusnya menjadi takdir pilihan manusia juga, termasuk para pengurus negara dalam menangani penduduk dan kebencanaan&#8230;&#8230;</p>
<p>(teriring duka untuk musibah Mentawai, juga dengan segenap persoalan berita tsunami yang simpang siur, dan gelombang tsunami tiba &#8212; katanya setelah bahaya tsunami dicabut, kemudian muncul tsunami berikutnya).</p>
<br />Filed under: <a href='http://agorsiloku.wordpress.com/category/spiritetossosial/'>Spirit/Etos/Sosial</a>  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/agorsiloku.wordpress.com/1767/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/agorsiloku.wordpress.com/1767/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/agorsiloku.wordpress.com/1767/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/agorsiloku.wordpress.com/1767/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/agorsiloku.wordpress.com/1767/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/agorsiloku.wordpress.com/1767/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/agorsiloku.wordpress.com/1767/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/agorsiloku.wordpress.com/1767/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/agorsiloku.wordpress.com/1767/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/agorsiloku.wordpress.com/1767/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/agorsiloku.wordpress.com/1767/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/agorsiloku.wordpress.com/1767/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/agorsiloku.wordpress.com/1767/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/agorsiloku.wordpress.com/1767/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=agorsiloku.wordpress.com&amp;blog=256340&amp;post=1767&amp;subd=agorsiloku&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://agorsiloku.wordpress.com/2010/10/28/takdir-mbah-marijan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>22</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/2e35019b740d374dbfef9ccd3c8430e6?s=96&#38;d=wavatar&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">agorsiloku</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Bahu Jalan Tol : Kecuali Darurat, Ambulance, Pejabat Yang Dikawal dan&#8230;.</title>
		<link>http://agorsiloku.wordpress.com/2010/10/27/bahu-jalan-tol-kecuali-darurat-ambulance-pejabat-yang-dikawal-dan/</link>
		<comments>http://agorsiloku.wordpress.com/2010/10/27/bahu-jalan-tol-kecuali-darurat-ambulance-pejabat-yang-dikawal-dan/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 27 Oct 2010 15:57:50 +0000</pubDate>
		<dc:creator>agorsiloku</dc:creator>
				<category><![CDATA[Selingan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://agorsiloku.wordpress.com/?p=1761</guid>
		<description><![CDATA[&#8220;Enak ya jadi pengusaha jalan tol&#8230;.&#8221;  Pengemudi berlomba-lomba masuk jalan tol, meskipun macet dan kecepatan 0-10, 10-20, atau 20-30 km per jam tapi masih lumayan dari pada berada di dalam kerumitan jalan reguler.  Pundi-pundi pemegang kuasa jalan tol, apalagi yang jarak dekat maupun jauh sama harganya terus menangguk rejeki. Apalagi jika masuk dari Kampung Rambutan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=agorsiloku.wordpress.com&amp;blog=256340&amp;post=1761&amp;subd=agorsiloku&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>&#8220;Enak ya jadi pengusaha jalan tol&#8230;.&#8221;  Pengemudi berlomba-lomba masuk jalan tol, meskipun macet dan kecepatan 0-10, 10-20, atau 20-30 km per jam tapi masih lumayan dari pada berada di dalam kerumitan jalan reguler.  Pundi-pundi pemegang kuasa jalan tol, apalagi yang jarak dekat maupun jauh sama harganya terus menangguk rejeki. Apalagi jika masuk dari Kampung Rambutan keluar di Cawang, hanya dalam jarak begitu pendek, tapi karena termasuk tol, masih mending dari pada menempuh jalan melalui jalan raya Bogor&#8230;.<span id="more-1761"></span></p>
<p>Sedang asyik-asyiknya menikmati kemacetan, dari arah belakang terdengar bunyi tut.. tut&#8230; tut pendek.  Sepertinya suara mobil patroli polisi yang memang &#8220;mengusir&#8221; pengemudi di jalan tol untuk segera minggir.  Karena seringnya berlalu dari Cawang menuju jalur tol dalam kota, saya sudah hafal, dimana polisi biasa nangkring mencegat para pelanggar bahu jalan yang seperti diumumkan : Hanya untuk keadaan darurat.</p>
<p>Pada sebuah kesempatan, ada sedikit gangguan dengan bunyi suara &#8220;tut&#8230; tut.. tut&#8230;&#8221; dari mobil Polisi yang kebetulan masuk dari arah Tanjung Priok ke arah Semanggi itu.  Setelah minggir, memberikan kesempatan sang mobil patroli berlalu, dengan cepat mobil tersebut beralih ke bahu jalan melesat kencang.  Yang membuat saya bergidik, bukan karena mobil polisi itu, tapi yang mengiringi di belakangnya.  Mobil mewah berplat nomor kecil.  Tentu bukan Presiden atau ambulance, tapi tentunya para petinggi negeri ini yang berlalu melewati para pengemudi yang tertib dan yang tidak tertib mengantri.</p>
<p>Tentu saja ini juga kesempatan untuk diteladani pula oleh para peserta di belakangnya untuk ikut-ikutan memasuki jalan &#8220;kondisi darurat&#8221; di bahu jalan untuk berlalu mengikuti kendaraan mewah yang dikawal.</p>
<p>Sekali, dua kali, dan akhirnya saya sudah mulai terbiasa melihat perilaku ini.  Ketika kesadaran sedang tinggi, ogah dan malu rasanya mengikuti perilaku tidak teladan ini.  Ketka sedang kepepet waktu dan macet bertubi-tubi, kesadaran untuk berdisiplin lalu lintas hilang ditelan dan berusaha menyusul pula mengikuti perilaku yang diteladani.</p>
<p>Tapi, harus hati-hati lho&#8230;. karena jika mobil patroli lewat sudah terlalu jauh, kita berada di depan sendiri&#8230; waspadalah, karena bisa ditilang patroli pula karena menggunakan bahu jalan untuk mau menangnya sendiri berlalu lintas.</p>
<p>Saya ingat kembali nasehat ustadku, manfaatkan setiap alunan nafas untuk berdzikir, termasuk ketika sedang mengemudi.   Ini lebih afdol dari pada jengkel melihat perilaku sebagian petinggi bangsa.  Astagfirullah, jangan terlalu berprasangka mereka itu tidak disiplin dan tidak pantas diteladani.  Mereka itu tentu sangat terburu-buru untuk membicarakan penderitaan rakyat dan bangsa ini, berjuang untuk menegakkan kebenaran dan keadilan di bumi tercinta ini.  Mereka adalah para petinggi bangsa yang layak diteladani.  Jadi, maklumilah jika karenanya Sampeyan harus mengalah dan bahu jalan hanya pantas untuk mereka yang dalam hidupnya begitu tergesa-gesa dan darurat&#8230; seperti ambulance yang meraung-raung untuk memberikan kesempatan hidup bagi yang dibawanya.</p>
<p>Kalau boleh usul, mengapa tidak ditulis saja, bahu jalan untuk darurat, ambulance yang membawa orang sakit,  polisi, mobil mogok, pejabat yang dikawal mobil polisi, mobil plat merah, mobil bintang, mobil Camry pejabat.</p>
<p>Usul dibatalkan.  Terlalu panjang kalau kalimat itu dibuat.  Enakan ditulis saja : Bahu jalan hanya untuk yang berperilaku darurat saja atau mau menang sendiri saja.</p>
<p>Ah nggak enak juga.  Tulis saja, bahurekso hidupnya darurat&#8230;.  Lebih pendek, tapi mewakili fungsi yang dikehendaki&#8230;..</p>
<br />Filed under: <a href='http://agorsiloku.wordpress.com/category/selingan/'>Selingan</a>  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/agorsiloku.wordpress.com/1761/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/agorsiloku.wordpress.com/1761/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/agorsiloku.wordpress.com/1761/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/agorsiloku.wordpress.com/1761/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/agorsiloku.wordpress.com/1761/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/agorsiloku.wordpress.com/1761/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/agorsiloku.wordpress.com/1761/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/agorsiloku.wordpress.com/1761/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/agorsiloku.wordpress.com/1761/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/agorsiloku.wordpress.com/1761/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/agorsiloku.wordpress.com/1761/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/agorsiloku.wordpress.com/1761/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/agorsiloku.wordpress.com/1761/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/agorsiloku.wordpress.com/1761/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=agorsiloku.wordpress.com&amp;blog=256340&amp;post=1761&amp;subd=agorsiloku&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://agorsiloku.wordpress.com/2010/10/27/bahu-jalan-tol-kecuali-darurat-ambulance-pejabat-yang-dikawal-dan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>5</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/2e35019b740d374dbfef9ccd3c8430e6?s=96&#38;d=wavatar&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">agorsiloku</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>21 Gram Ruh Manusia !</title>
		<link>http://agorsiloku.wordpress.com/2010/09/21/21-gram-ruh-manusia/</link>
		<comments>http://agorsiloku.wordpress.com/2010/09/21/21-gram-ruh-manusia/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 21 Sep 2010 13:21:11 +0000</pubDate>
		<dc:creator>agorsiloku</dc:creator>
				<category><![CDATA[Alam Kubur]]></category>
		<category><![CDATA[InReligion]]></category>
		<category><![CDATA[Islam]]></category>
		<category><![CDATA[Religion]]></category>
		<category><![CDATA[Sains]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://agorsiloku.wordpress.com/?p=1754</guid>
		<description><![CDATA[Terkesan oleh amandement seorang rekan : &#8220;Al Quran menyajikan kata Ar Ruh sebanyak 21 kali.&#8220;  Empat belas kata mengandung kata ar-ruh dan 7 kata al-ruh. Tentu, angka 21 itu bukan tanpa penjelasan.  Pengetahuan kita tentang al-ruh memang sedikit sekali, seperti telah ditegasi dalam QS 17:85 : &#8220;Dan mereka bertanya kepadamu tentang ruh. Katakanlah: Ruh itu [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=agorsiloku.wordpress.com&amp;blog=256340&amp;post=1754&amp;subd=agorsiloku&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Terkesan oleh amandement seorang rekan : &#8220;<a title="Komentar Ar Ruh" href="http://agorsiloku.wordpress.com/2006/09/05/ruh-orang-meninggal/#comment-26611" target="_blank">Al Quran menyajikan kata Ar Ruh sebanyak 21 kali.</a>&#8220;  <a title="Ar Ruh dan Al Ruh" href="http://pridityo.blogspot.com/2010/08/roh-ruh-dan-al-ruh-dalam-al-quran.html" target="_blank">Empat belas kata mengandung kata ar-ruh dan 7 kata al-ruh.</a> Tentu, angka 21 itu bukan tanpa penjelasan.  Pengetahuan kita tentang al-ruh memang sedikit sekali, seperti telah ditegasi dalam QS 17:85 : &#8220;<em>Dan mereka bertanya kepadamu tentang ruh. Katakanlah: Ruh itu termasuk urusan Tuhan-ku, dan tidaklah kamu diberi  pengetahuan melainkan sedikit</em>.&#8221;<span id="more-1754"></span> Kita tidak tahu batasan sedikit.  Kalau kita punya uang seribu rupiah, maka seratus rupiah itu sedikit, bisa juga 1 rupiah atau satu sen itu sedikit.  Namun sedikit menurut Allah, tentulah buat manusia bisa banyak, meski belum akan menyampai esensi pengetahuan yang dibutuhkan.  Namun, ilmu tentang jiwa, perilaku, dan berbagai pengetahuan dari &#8220;sedikit&#8221; itu, telah mewarnai begitu banyak kehidupan manusia.</p>
<p>Jadi, apapun yang dipostingkan tentang sedikit itu, tentulah tidak untuk menjelaskan tentang ruh, tapi sekedar pengetahuan sampai dimana pengetahuan kita tentang ruh.</p>
<p><strong>Mengapa 21 gram ruh menjadi menarik?</strong></p>
<p>Ini sekedar otak atik gatuk saja.  Ayat yang menjelaskan pengetahuan tentang ruh itu QS Al-Israa 17:85.  Jika dijumlahkan 1+7+8+5, jumlahnya kok 21 ya?. Menjumlah-jumlahkan membagi dengan bilangan tertentu, dan lain sebagainya menjadi sistem nilai yang banyak diulas para pakar.  Saya sendiri suka mengutipnya, tentang <a title="keseimbangan-al-quran-bag-4" href="http://agorsiloku.wordpress.com/2007/04/30/keseimbangan-al-quran-bag-4/" target="_blank">Keseimbangan Al Qur&#8217;an</a>.  Coba pula tengok tentang <a title="super-miracle-19-qs-al-faatihah" href="http://haniifa.wordpress.com/2009/04/24/super-miracle-19-qs-al-faatihah/" target="_blank">Al Fatihah</a> (kilik) di blog ini.  Adalah sedikit dan banyak uraian yang membuat kita berpikir ulang tentang pesan Allah kepada manusia disampaikan melalui bahasa harfiah dan bahasa ilmu yang bersifat unik dan terjaga. Pembahasan yang kemudian mengilhami banyak penulis Islam yang kerap menghitung kembali jumlah setiap kata atau huruf yang tersaji dalam al Qur&#8217;an sebagai konsumsi untuk melakukan analisis lebih lanjut.  Pembahasan, sepertinya menjadi kurang lengkap tanpa menyebutkan jumlah kata dan pengertiannya yang ada dalam Al Qur&#8217;an.  Dengan melihat komposisi kata, huruf, dan pengertian bahasa maka penafsiran terhadap pemahaman Al Qur&#8217;an &#8220;terasa&#8221; lebih pas.</p>
<p>Pengetahuan tentang 21 gram ruh manusia adalah &#8220;kisah&#8221; yang tidak banyak kita ketahui kebenarannya.  Jadi jangan dianggap sebagai informasi yang absah kebenaran peristiwa yang dijelaskan berikut ini, yang <a title="Eksistensi Jiwa" href="http://www.scribd.com/doc/20281719/21-Grams-Hypothesis-Concerning-Soul-Substance-Together-with-Experimental-Evidence-of-The-Existence-of-Such-Substance" target="_blank">bersumber dari sebuah journal ilmiah hampir seabad lampau</a>,  namun menarik untuk disimak :</p>
<blockquote><p><em>Sejak lama orang percaya bahwa setiap manusia itu  punya ruh, dan ruh itu memiliki eksistensi fisik tertentu, tapi gmana membuktikannya? Pada tahun 1907, <a title="Duncan MacDougall" href="http://en.wikipedia.org/wiki/Duncan_MacDougall_(doctor)" target="_blank">Dr. Duncan Macdougall </a>melakukan penelitian untuk membuktikan hal tersebut. dia mencoba  mengukur berat dari nyawa manusia.  Pakai timbangan khusus gitu. Duncan  mengumpulkan 6 pasien yang sekarat. Pasiennya ini dipilih sakitnya yang  mengakibatkan keletihan hebat, jadi matinya ga banyak gerak, biar lebih  gampang ditimbang. Nah pas pasiennya ini meninggal, tiba-tiba jarum  timbangannya itu bergerak menurun sebesar tiga perempat ounce (sekitar  21gram).<br />
</em></p>
<p><em>Setelah itu dia coba eksperimen ke 15 anjing.  Ternyata pas anjing mati berat badannya ga berkurang. Ini sesuai dengan  anggapan bahwa binatang ga punya jiwa atau ruh.   Kesimpulannya, ruh manusia memiliki berat, dan saat manusia mati ruh meninggalkan tubuhnya.</em></p>
<p><em>Sumber  : <a title="Berat Ruh" href="http://www.gudono.com/apps/forums/topics/show/2783301-berat-ruh-manusia-21-gram-" target="_blank">Di sini</a>, </em><em><br />
</em></p></blockquote>
<p>Tanya jawab dan pembahasan mengenai 21 gram ruh versi Dr. Duncan Macdougall ini menarik karena hasil penelitian tersebut menunjukkan ada massa yang berkurang (hilang) ketika seseorang tiba pada kematiannya?.  Ada yang terjadi langsung dan ada yang beberapa saat kemudian setelah dinyatakan meninggal.</p>
<p>Ada juga film tentang 21 gram ruh manusia.  Film yang udah berumur juga.  Kisahnya <a title="Kisah Tentang Ruh" href="http://www.suaramerdeka.com/harian/0402/14/bud1.htm" target="_blank">begini</a> :</p>
<blockquote><p><em><strong>MAUT</strong> bisa datang dengan beribu cara, dan itulah takdir. Betapapun gentar atau gagahnya seseorang dalam menyambutnya, toh elmaut tetap menimbulkan kegetiran bagi yang ditinggalkannya. Dan begitu seseorang mati, konon berat jasadnya menjadi lebih ringan 21 gram.</em></p>
<p><em>Nah, film </em><em>21 grams garapan Alejandro Gonzalez Inarr ini kira-kira bercerita tentahg &#8221;sesuatu&#8221; sebelum kita kehilangan yang &#8221;21 gram&#8221; itu. Tentang harapan, rasa putus asa, juga daya tahan sebelum mati menghampiri.</em></p>
<p><em>Film yang kali pertama diputar di Venice International Film Festival 2003 ini memasang aktor-aktor kelas Oscar, seperti Sean Pen, Benicio Del Toro, dan Naomi Watts. Kisah </em><em>21 grams beranjak dari skenario Guillermo Arriaga. Kerja bareng antara Arriaga dan Inarritu ini adalah untuk kali kedua, setelah mereka sukses menggarap </em><em>Amores Perros yang masuk </em><em>nomenee di &#8221;Academy Award&#8221;.</em></p>
<p><em>Alkisah, Paul Rivers (Sean Pen), seorang profesor perguruan tinggi, menderita gagal jantung. Didampingi istrinya, Mary (Charlotte Gainsbourg), ia menjalani bahtera yang serba payah. Selain karena ke mana-mana Rivers harus menenteng tabung oksigen, Mary ternyata juga mengalami gangguan pada alat reproduksinya sulit hamil.</em></p>
<p><em>Satu-satunya kemungkinan yang akan membuat keduanya akan bertahan hidup adalah jika ada seseorang yang rela menyumbangkan jatung untuk Rivers. Sedangkan Mary mesti menjalani inseminasi buatan agar bisa hamil.</em></p>
<p><em>Pada kisah yang lain, Christina Peck (Naomi Watts) menjalani hidup yang bahagia dan ideal bersama suaminya, Michael (Danny Huston) dan dua anak mereka. Dan pada kisah ketiga, Jack Jordan (Benicio Del Toro), mantan narapida yang telah kembali ke jalan Tuhan, hidup bersahaja bersama istrinya, Mariane (Melissa Leo) serta dua anak mereka.</em></p>
<p><em>Hingga suatu hari, truk yang dikemudikan Jordan menyambar Michael beserta dua putrinya. Karena panik, Jordan melarikan diri. Dari kecelakaan inilah sebuah kisah muncul, mempertautkan tiga kelurga yang sebelumnya tak pernah bersentuhan satu sama lain.</em></p>
<p><em>Begitulah. Anak-anak Michael meninggal, sedangkan ia sendiri hampir pasti tak bisa diselamatkan. Akhirnya, dalam keadaan genting, Christina atas rekomendasi dokter mendonorkan jantung suaminya.</em></p>
<p><em>Bisa ditebak, jantung itu dicangkokkan kepada Rivers. Dan Jordan, atas nama tanggung jawabnya kepada Tuhan, menyerahkan diri ke Kepolisian. Ia dipenjara selama dua tahun. Tapi film ini tidak berakhir sesederhana itu.</em></p>
<p><em>Rivers yang merasa berutang budi, berusaha menemukan si pendonor. Hingga akhirnya ia menemukan Christina yang sedang menuju depresi. Sementara itu, di dalam penjara Jordan kembali ke sifatnya yang asli. Ia menghujat Tuhan atas segala takdir yang tak pernah dapat ia mengerti dengan akal sehatnya.</em></p>
<p><em>Kisah semakin rumit dan pelik ketika diam-diam Rivers dan Christina saling jatuh cinta. Dan atas nama cinta, juga balas budi, Rivers pun berniat membalaskan sakit hati Christina atas kelalaian Jordan yang mengakibatkan anak-anaknya mati.</em></p>
<p><em>Dari rangkaian itu, maka makna sebuah nyawa pun menjadi dialektika yang menyayat-nyayat antara Rivers, Christina, dan Jordan. Simak, misalnya, kegelisahan batin Rivers ketika jantungnya yang kedua itu ternyata juga mulai mengalami kegagalan. Ia pun seperti bertanya, &#8221;Apa arti 21 gram dari tubuh kita jika kita ternyata rela melepaskannya?&#8221; (<strong>Benny Benke</strong>-79)</em><br />
<em><br />
</em></p></blockquote>
<p>Dari sumber lain ada yang lebih tidak masuk akal lagi, yaitu menjelaskan komposisi massa dari ruh :</p>
<blockquote><p><em>61,2% oksigen; 22,85% karbon; 10 % hidrogen; 2.57% nitrogen; 01.42% kalsium; 01.11% fosfor; 0,2% sulfur; 0.2% potasium; 0,2% kalium; 0.14%sodium; 0,14% natrium; 0,12% Klorin; 0.027% Mg; 0,26% Silika; 0.006% Besi;  0.0037% Flor; 0,0033% Seng; 00046% Rubidium, Stransium; 0,00029% Bromin; 0.00017 % Lead; 0,0001% Tembaga; 0,00009% Aluminium; 0,00007% Kadmium; 0,00003% Boron; 000 002% Mangan; 0,00002% Iodine; 00001% Nikel; 0,00001% altin; 000 003 % Chrome; 0. 000002 % Kobalt; 0.000002% Cesium; 0.000001 % Uranium</em>.</p></blockquote>
<p style="padding-left:30px;">Itulah yang dinamai 21 gram &#8220;SEMANGAT&#8221;.  Saya tak jelas dari sumber mana ini, hanya dari sebuah forum di Turki.  Tidak ada penjelasan bagaimana mengukur dan menimbangnya?. Kalau ada rekan mengetahui, tolong postingkan komentarnya ya..</p>
<p>Namun, jelas bahwa Ruh adalah &#8220;sesuatu&#8221; yang ditiupkan Allah kepada raga manusia.  Penjelasan mendalam dan menarik diuraikan oleh seorang dosen IAIN : <a title="Konsepsi Nafs Dalam Al Qur an" href="http://agorsiloku.wordpress.com/2010/09/21/konsep-nafs-dalam-al-qur%E2%80%99an/" target="_blank">Konsepsi Nafs dalam Al Qur&#8217;an</a>.</p>
<p><strong>Hubungan dengan informasi Al Qur&#8217;an tentang penyebutan al-ruh 21 kali.</strong></p>
<p>Hanya sebuah kebetulan saja !, sebuah informasi yang sedikit itu yang kita ketahui.  Wallahu&#8217;alam.  Ruh adalah misteri ilahiah yang kita tidak mengetahui, kecuali sedikit saja.  <em><strong>Subhanallah</strong></em>.</p>
<br />Filed under: <a href='http://agorsiloku.wordpress.com/category/islam/alam-kubur/'>Alam Kubur</a>, <a href='http://agorsiloku.wordpress.com/category/inreligion/'>InReligion</a>, <a href='http://agorsiloku.wordpress.com/category/islam/'>Islam</a>, <a href='http://agorsiloku.wordpress.com/category/religion/'>Religion</a>, <a href='http://agorsiloku.wordpress.com/category/sains/'>Sains</a>  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/agorsiloku.wordpress.com/1754/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/agorsiloku.wordpress.com/1754/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/agorsiloku.wordpress.com/1754/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/agorsiloku.wordpress.com/1754/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/agorsiloku.wordpress.com/1754/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/agorsiloku.wordpress.com/1754/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/agorsiloku.wordpress.com/1754/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/agorsiloku.wordpress.com/1754/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/agorsiloku.wordpress.com/1754/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/agorsiloku.wordpress.com/1754/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/agorsiloku.wordpress.com/1754/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/agorsiloku.wordpress.com/1754/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/agorsiloku.wordpress.com/1754/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/agorsiloku.wordpress.com/1754/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=agorsiloku.wordpress.com&amp;blog=256340&amp;post=1754&amp;subd=agorsiloku&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://agorsiloku.wordpress.com/2010/09/21/21-gram-ruh-manusia/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>24</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/2e35019b740d374dbfef9ccd3c8430e6?s=96&#38;d=wavatar&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">agorsiloku</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>KONSEP NAFS DALAM AL-QUR’AN</title>
		<link>http://agorsiloku.wordpress.com/2010/09/21/konsep-nafs-dalam-al-qur%e2%80%99an/</link>
		<comments>http://agorsiloku.wordpress.com/2010/09/21/konsep-nafs-dalam-al-qur%e2%80%99an/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 21 Sep 2010 11:09:56 +0000</pubDate>
		<dc:creator>agorsiloku</dc:creator>
				<category><![CDATA[InReligion]]></category>
		<category><![CDATA[Religion]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://agorsiloku.wordpress.com/?p=1748</guid>
		<description><![CDATA[Oleh : Abdul Muhid &#8211; Penulis adalah Dosen Tetap Fakultas Dakwah IAIN Sunan Ampel Surabaya Jurnal 338 Ilmu Dakwah Vol. 16 No. 1 April 2008 (Telaah tentang Konsep Manusia Menurut Al-Qur’an) Pendahuluan Di dalam al-Qur’an surat al-Dzuriyat ayat 21 Allah berfirman: “Dan tentang anfus kalian, apakah kalian tidak memperhatikan (“untuk menganalisisnya”). Seruan Allah ini mengisyaratkan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=agorsiloku.wordpress.com&amp;blog=256340&amp;post=1748&amp;subd=agorsiloku&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Oleh : Abdul Muhid</strong> &#8211; Penulis adalah Dosen Tetap Fakultas Dakwah IAIN Sunan Ampel Surabaya</p>
<p><strong>Jurnal 338 Ilmu Dakwah Vol. 16 No. 1 April 2008</strong></p>
<p>(Telaah tentang Konsep Manusia Menurut Al-Qur’an)</p>
<p><strong>Pendahuluan</strong></p>
<p>Di dalam al-Qur’an surat al-Dzuriyat ayat 21 Allah berfirman: “<em>Dan tentang anfus kalian, apakah kalian tidak memperhatikan</em> (“untuk menganalisisnya”). Seruan Allah ini mengisyaratkan bahwa betapa pentingnya menganalisis diri pribadi (<em>anfus</em>) manusia. <span id="more-1748"></span>Di dalam al-Qur’an telah cukup banyak diterangkan tentang konsep manusia. Salah satu yang diterangkan dalam al-Qur’an adalah tentang rahasia-rahasia yang ada dalam diri manusia (<em>anfus</em>), sebagaimana firman Allah dalam surat Fushilat ayat 53, yang artinya: “<em>Kami perlihatkan kepada mereka tanda-tanda kekuasaan Kami pada seluruh ufuk dan di dalam “anfus”mu sendiri, sehingga jelas bahwasannya al-Qur’an itu benar</em>”.<br />
Di dalam ayat tersebut terdapat kata <em>anfus jama’</em> dari kata <em>nafs </em>yang banyak disebut dalam al-Qur’an. Konsep tentang <em>nafs </em>dalam al-Qur’an banyak variasi maknanya. Hal itu disebabkan karena berasal dari bervariasinya makna katakata <em>nafs </em>itu sendiri dalam sumbernya, yaitu berbagai ayat dalam al-Qur’an. Quraish Shihab berpendapat, bahwa kata <em>nafs </em>dalam al-Qur’an mempunyai aneka makna, sekali diartikan sebagai totalitas manusia (QS:5;32), tetapi di tempat lain <em>nafs </em>menunjuk kepada apa yang terdapat dalam diri manusia yang menghasilkan tingkah laku (QS:13;11). Namun, secara umum dapat dikatakan bahwa <em>nafs </em>dalam konteks pembicaraan manusia, menunjuk kepada sisi dalam manusia yang berpotensi baik dan buruk<span style="color:#ff0000;">1</span>. Berdasarkan hal inilah, maka perlu dibahas suatu konsep tentang hakekat manusia yang tertera dalam ayat-ayat al-Qur’an yang berbunyi <em>nafs</em>. Pembahasan tentang <em>nafs </em>sangat menarik untuk dikaji, karena di dalam al-Qur’an cukup banyak menyebutnya. Hal ini menandakan bahwa pribadi manusia atau <em>nafs </em>itu sangat penting untuk dibahas dan dianalisis.</p>
<p><strong>Istilah Nafs dalam al-Qur’an</strong></p>
<p>Istilah <em>nafs </em>yang dimaksud di sini adalah istilah bahasa Arab yang dipakai dalam al-Qur’an. Secara bahasa dalam kamus al-Munjid, <em>nafs </em>(jama’nya <em>nufus </em>dan <em>anfus</em>) berarti ruh (roh) dan <em>‘ain</em> (diri sendiri)<span style="color:#ff0000;">2</span>. Sedangkan dalam kamus al- Munawir disebutkan bahwa kata <em>nafs </em>(jamaknya <em>anfus </em>dan <em>nufus</em>) itu berarti roh dan jiwa, juga berarti <strong><em>al-jasad</em></strong> (badan, tubuh), <em><strong>al-sahsh</strong></em> (orang), <em><strong>al-sahsh alinsan</strong></em> (diri orang), <em><strong>al-dzat</strong></em> atau<em><strong> al’ain</strong></em> (diri sendiri)<span style="color:#ff0000;">3</span>. Sedangkan menurut Dawan Raharjo dalam Ensiklopedia al-Qur’an disebutkan bahwa dalam al-Qur’an <em>nafs </em>yang jama’nya <em>anfus </em>dan <em>nufus </em>diartikan jiwa (<em>soul</em>), pribadi (<em>person</em>), diri (<em>self </em>atau <em>selves</em>), hidup (life), hati (heart), atau pikiran (mind), di samping juga dipakai untuk beberapa arti lainnya<span style="color:#ff0000;">4</span>.<br />
Dalam kitab Lisan al-Arab, Ibnu Manzur menjelaskan bahwa kata <em>nafs </em>dalam bahasa Arab digunakan dalam dua pengertian yakni <em>nafs </em>dalam pengertian nyawa, dan <em>nafs </em>yang mengandung makna keseluruhan dari sesuatu dan hakikatnya menunjuk kepada diri pribadi. Setiap manusia memiliki dua <em>nafs</em>, <strong><em>nafs </em>akal</strong> dan <strong><em>nafs </em>ruh</strong>. Hilangnya nafs akal menyebabkan manusia tidak dapat berpikir namun ia tetap hidup, ini terlihat ketika manusia dalam keadaan tidur. Sedangkan hilangnya nafs ruh, menyebabkan hilangnya kehidupan.<span style="color:#ff0000;">5</span><br />
Di dalam al-Qur’an terdapat 140 ayat yang menyebutkan nafs, dalam bentuk jama’nya nufus terdapat 2 ayat, dan dalam bentuk jama’ lainnya anfus terdapat 153 ayat. Berarti dalam al-Qur’an kata nafs disebutkan sebanyak 295 kali. Kata ini terdapat dalam 63 surat atau 55,26% dari seluruh jumlah surat yang terdapat dalam al-Qur’an, yang terbanyak dimuat dalam surat al-Baqarah</p>
<p>(35 kali), Ali Imran (21 kali), al-Nisa’ (19 kali), al-An’am dan al-Taubah (masing-masing 17 kali, serta al-A’raf dan Yusuf (masing-masing 13 kali) yang semuanya mencakup 48 % dari frekuensinya penyebutan total.<span style="color:#ff0000;">6</span></p>
<p><strong>Interpretasi Nafs dalam al-Qur’an</strong></p>
<p>Dalam pembahasan ini yang dimaksud nafs adalah makhluk ciptaan Allah<span style="color:#ff0000;">7</span> yang termasuk makhluk hidup, dan karena itu nafs juga dimatikan (QS:21;35), ciri khusus nafs adalah bernafas, sebagai tanda dari kehidupan dan keberadaannya menyatu dengan unsur fisika kimiawi, dan dari unsur tanah dan air (QS:6;2). Nafs sebagai makhluk Allah diciptakan atau berasal dari nafs wahidah (QS:7;189). Para mufassir umumnya menafsirkan nafs wahidah itu identik dengan Nabi Adam. Menurut Ibnu Katsir, bahwa semua manusia itu berasal dari Adam dan Allah menjadikan istri Adam yaitu Hawa’ darinya, kemudian Allah membuat keturunannya sehingga terbesar semua manusia laki laki perempuan sebanyak penduduk dunia sekarang ini dan seterusnya sehingga hari kiamat nanti, sebagaimana yang diatur oleh Allah yang berupa persetubuhan laki-laki dan istrinya. Dan Allah menjadikan Hawa dari tubuh Adam supaya ia jinak, tenang, dan senang kasih kepadanya sehingga saling membutuhkan dan saling melengkapi<span style="color:#ff0000;">8</span>. Penafsiran seperti ini karena berdasarkan atas tafsir harfiah (secara tekstual), dimana kata <em>nafs </em>itu sama dengan pribadi dan kata <em>wahidah</em> artinya satu, yang berarti diri Adam.  Mayoritas (jumhur) ulama mengikuti penafsiran seperti ini. Adapun Rashid Ridla menafsirkan <em>nafs wahidah</em> adalah suatu bahan baku yang hakikatnya tidak diketahui, dan dari bahan tersebutlah manusia diciptakan secara khusus<span style="color:#ff0000;">9</span>. Hal ini juga sama dengan apa yang ditafsirkan oleh al-Maraghi, bahwa nafs wahidah (dari jenis yang sama), maksudnya Allah yang telah meciptakan kalian dari satu jenis, lalu Dia menjadikan dari itu pula jenis yang sama, sehingga jadilah mereka berdua berjodoh, laki-laki dan perempuan (QS:49;13), dan juga semua makhluk hidup (QS:51;49). Oleh karena itu setiap sel dalam sel-sel yang menumbuhkan makhluk hidup (organisme) terdiri dari dua unsur yaitu unsur jantan dan betina yang apabila dipertemukan maka lahirlah sel-sel yang lain dan begitu seterusnya<span style="color:#ff0000;">10</span>. Dari penafsiran ini dapat dilihat bahwa nafs wahidah itu tidak menunjuk pada diri Adam, tetapi menunjuk cikal bakal manusia atau sel yang dari sana manusia diciptakan, dan sel-sel tersebut juga menjadi cikal bakal dari seluruh makhluk hidup. Hal ini berdasarkan pada kata nafs wahidah sendiri yang terulang dalam al-Qur’an sebagai bentuk <em>nakirah</em> (<em>indenfinite article</em>) yang berarti sesuatu yang tidak dikenal. Dalam al-Qur’an (QS:76;1) manusia diciptakan sebagai suatu <em>nafs</em>, yang pada saat itu adalah sesuatu yang tak dapat disebutkan. Ayat pertama turun yang mengandung kata nafs dalam bentuk jama’nya <em>nufus </em>terdapat pada surat al-Muzammil (73) ayat 20 surat paling awal ke tiga<br />
sesudah al-‘Alaq dan al-Qalam, yang menjelaskan sesuatu perbuatan manusia yang efeknya hanyalah kepada diri manusia sendiri (<em>anfus</em>), bahwa apapun yang dikerjakan oleh nafs di dunia ini berupa perbuatan baik dan buruk akan ditemui balasannya di hari kiamat<span style="color:#ff0000;">11</span>. Ayat kedua yang turun bersama dengan kata nafs terdapat pada surat al-Mudatsir (74) ayat 38, yang menjelaskan bahwa setiap jiwa itu tergadai dengan amalnya di sisi Allah dari terikat denganNya, maka jiwa itulah sebagai jaminan (<em>rahinah</em>) baik jiwa itu kafir maupun mukmin, durhaka atau taat<em>12</em>. Nafs di sini diartikan sebagai jiwa yang memiliki jaminan bahwa yang diusahakan seseorang akan memberi pengaruh terhadap jiwa orang tersebut. Ayat ketiga yang turun memuat kata nafs terdapat pada surat at-Takwir (81) ayat 14, menjelaskan bahwa perbuatan-perbuatan yang dilakukan oleh <em>nafs </em>(jiwa) besok pada hari kiamat akan menanggung semua apa yang telah dikerjakan di dunia, dan tiap-tiap jiwa besok akan mengetahui apa yang telah dikerjakan di dunia (QS:8;5), hanya jiwa yang tenanglah (<em>nafs al-Muthmainnah</em>) yang akan menghadap kepada Allah (QS:89;27-30).</p>
<p>Para ahli tasawuf membagi perkembangan jiwa menjadi tiga tingkatan:</p>
<ul>
<li> Tingkat pertama manusia cenderung untuk hanya memenuhi naluri rendahnya yang disebut dengan jiwa hayawaniyah/ kebinatangan (nafs ammarah) berdasar pada surat Yusuf (12) ayat 53.</li>
<li>Tingkat kedua, manusia sudah mulai untuk menyadari kesalahan dan dosanya, ketika telah berkenalan dengan petunjuk Ilahi, di sini telah terjadi apa yang disebutnya kebangkitan rohani dalam diri manusia. Pada waktu itu manusia telah memasuki jiwa kemanusiaan, disebut dengan jiwa kemanusiaan (<em>nafs lawwamah</em>) berdasar pada surat al-Qayimah (73) ayat 2.</li>
<li>Tingkat ketiga adalah jiwa ketuhanan yang telah masuk dalam kepribadian manusia, disebut jiwa ketuhanan (nafs muthmainnah) berdasar pada surat al-Infithar (89) ayat 27-30. Tingkatan jiwa ini hampir sama dengan konsep psikoanalisanya Freud yaitu Id, Ego, dan Superego<span style="color:#ff0000;">13</span>.</li>
</ul>
<p>Fazlurrahman menjelaskan terkait dengan tingkatan-tingkatan jiwa bahwa sebaiknya dipahami sebagai keadaan-keadaan, aspek-aspek, watak-watak, atau kecenderungan pribadi manusia yang bersifat psikis (yang berbeda dengan Phisik), yang tidak dipahami sebagai sebuah substansi yang terpisah<span style="color:#ff0000;">14</span>. Maka <em>nafs </em>(jiwa) sebaiknya dipahami sebagai totalitas daya-daya ruhani berikut<br />
interaksinya dan aktualisasinya dalam kehidupan manusia. Quraish Shihab cenderung memahami <em>nafs </em>sebagai sesuatu yang merupakan hasil perpaduan jasmani dan ruhani manusia. Perpaduan yang kemudian menjadikan yang bersangkutan mengenal perasaan, emosi, dan pengetahuan serta dikenal dan dibedakan dengan manusia-manusia lainnya<span style="color:#ff0000;">15</span>.  Kata <em>nafs </em>dalam surat al-Qaaf (50) ayat 16, mengandung makna hati sebagai potensi internal pada diri manusia yang aktif membisikkan (<em>mutawaswisu bihi nafsuhu</em>/apa yang dibisikkan oleh hatinya). <em>Nafs </em>dalam pengertian ini diasumsikan sebagai gerak imanen (gerak dalam) yang bersifat <em>qalbiyah </em>(ke-hati-an), dan sebagai pusat grativasi manusia, pusat komando yang mengatur seluruh potensi kemanusiaan<span style="color:#ff0000;">16</span>. Nafs ini berisi impuls-impuls yang berupa rasa sedih, rasa benci, rasa iri hati, yang terkumpul dalam hati. Nafs  diciptakan oleh Allah dalam keadaan sempurna yang berfungsi menampung serta mendorong manusia berbuat kebaikan dan keburukan<span style="color:#ff0000;">17</span>.</p>
<p>Dalam surat al-Baqarah (2) ayat 284, Allah memerintahkan agar manusia selalu mengawasi, meneliti, dan merasakan apa yang ada dalam <em>nafs </em>(hatinya). Apabila itu sesuai dengan perintah-Nya dan tidak berlawanan dengan larangan-larangan-Nya, maka manusia disuruh memelihara dan menghidup-suburkan <em>nafs </em>itu, sehingga <em>nafs </em>itu dapat diaktualisasikan amal perbuatan yang baik, begitu juga sebaliknya. Oleh karena itu sisi dalam manusia (nafs; hati) inilah yang oleh al-Qur’an untuk selalu diperhatikan<span style="color:#ff0000;">18</span>.</p>
<p><strong>Dari kata <em>nafs </em>dalam al-Qur’an</strong>, <strong>timbul kata nafsu yang dalam kata bahasa Indonesia telah berubah sama sekali artinya yang artinya syahwat,</strong> bersifat <em>pejoratif</em>, berkonotasi seksual. Pada hal kata <em>nafs </em>yang bermakna <em>nafsu </em>sendiri itu sendiri bersifat <strong>netral</strong>, bisa baik dan buruk<span style="color:#ff0000;">19</span>. Dalam kehidupan sehari-hari kita mengenal kata nafsu yang dipahami sebagai daya yang terdapat dalam diri setiap manusia. Nafsu ini walaupun tidak tampak dirasakan kehadirannya ketika seseorang terdorong dengan dukungan emosi atau perasaan yang kental, untuk bertindak dan memuaskan batinya. Nafsu ini disebut juga nafsu syahwat (libido). Tetapi bernafsu tidak hanya identik dengan seks, bernafsu bisa digunakan untuk sebagainya. Dalam al-Qur’an sendiri menyebutkan bahwa syahwat adalah merupakan anugerah dari Tuhan (QS:31;14).</p>
<p>Dalam bahasa Inggris nafsu disebut juga <em>passion, lust, desire</em>, yang bersifat netral, identik dengan berhasrat dalam bahasa Indonesia. Namun dalam pengertian sehari-hari di Indonesia mengandung konotasi negatif. Padahal nafsu sendiri adalah gejala alamiah, dan juga manusiawi, karena ia merupakan bagian dari <em>instink</em>, naluri atau tabiat yang sudah ada pada manusia sejak lahir.</p>
<p>Sebagaimana dalam surat Yusuf (12) ayat 253 yang menjelaskan bahwa nafsu pada umumnya mendorong kepada kehendak-kehendak rendah yang menjurus hal-hal yang negatif.  Namun ada pula nafsu yang mendapat rahmat yang membawa kepada kebaikan yang kelak dalam perkembangan ilmu tasawuf disebut sebagai <em>al-nafs al-muthmainnah</em> atau kepribadian yang mengandung sifat kasih sayang<span style="color:#ff0000;">20</span>. Dari sini dapat dijelaskan bahwa dalam al-Qur’an ada dua jenis nafsu, yaitu nafsu yang berdampak negatif akan dilaknat oleh Allah, dan nafsu yang positif akan mendapatkan rahmat-Nya.</p>
<p>Nurcholis Madjid menjelaskan bahwa nafs atau nafsu, emosi, memiliki kecenderungan terhadap kejelekan. Namun demikian emosi yang ada pada manusia ibarat pisau bermata dua, emosi dapat membawa bencana, tetapi juga mendorong manusia mencapai puncak keilmuan yang sangat tinggi<span style="color:#ff0000;">21</span>.  Sebenarnya dalam al-Qur’an terdapat dua kata yang sama-sama diartikan nafsu yaitu kata <em>nafs </em>itu sendiri dan hawa dan <em>ahwa </em>berarti hasrat (<em>desire</em>), hawa nafsu (<em>lust</em>). Kata hawa atau ahwa disebut 17 kali dalam al-Qur’an<span style="color:#ff0000;">22</span>.</p>
<p>Secara etimologis, kata hawa bermakna kosong, jauh, sedangkan dari sudut leksiologis kata tersebut bermakna kecenderungan atau kecintaan kepada yang jelek, kecenderungan hati kepada kejelekan. Al-Raghib menambahkan bahwa kecenderungan jiwa pada syahwat disebut <em>al-hawa</em>, karena ia menjatuhkan seseorang akan kehidupan dunia ini ke dalam kecelakaan dan dalam kehidupan<br />
akherat ke dalam neraka<span style="color:#ff0000;">23</span>.</p>
<p>Dari pengertian ini dapat dipahami bahwa pengertian hawa nafsu itu berhubungan erat dengan syahwat, sehingga menurut Toshihiku Izutsu, kata hawa merupakan sinonim dari kata syahwat, yakni suatu kata yang bermakna keinginan atau nafsu. Bahkan dalam konteks tersebut kata syahwat dapat menggantikan kata hawa tanpa menyebabkan perubahan makna yang nyata<span style="color:#ff0000;">24</span>. Dalam surat al-Zumar (39) ayat 92, disebutkan bahwa kata nafs yang berarti ruh, yaitu ketika Allah mengambil alih (<em>yutawaffa</em>) <em>nafs</em> (ruh) dari badan manusia. Para <em>mufassir </em>menjelaskan bahwa terputusnya <strong><em>ruh dzahir</em></strong> dan <em><strong>ruh batin</strong></em> menyebabkan kematian. Jika hanya <em>ruh dzahir</em>nya saja yang terputus maka hanya akan menyebabkan menusia tidak dapat berfikir, seperti ketika manusia dalam keadaan tidur. Oleh karena itu jika manusia telah sampai pada ajalnya maka Allah akan mencabut <em>nafs ruh al-hayat</em> sekaligus <em>nafs ruh al-aql</em><span style="color:#ff0000;">25</span></p>
<p>Dalam al-Qur’an dibedakan antara <em><strong>ruh </strong></em>dan <em><strong>nafs</strong></em>, pada kedua kata itu bukanlah sinonim. Kata ruh disebutkan sebanyak <strong>21 kali</strong>, antara lain menunjuk arti pembawa wahyu (QS:26;192-195), dan ruh yang membuat hidup manusia (QS:15;126). Sedangkan kata <em>nafs </em>dalam al-Qur’an semua memiliki pengertian dzat secara umum terdiri dari dua unsur material dan immatrial, yang akan mati dan terbunuh (QS: 32;9). Dengan kemutlakan seperti ini, maka kata <em>nafs </em>bukanlah sinonim dari kata <em>al-ruh</em>.</p>
<p>Dalam al-Qur’an, <em>nafs </em>adalah sesuatu yang dikenai sifat-sifat tenang dan rela (QS:al-Fajr;27), penuh harap-harap cemas dan takut (QS:al-A’raf;205), mencari keyakinan (QS;an-Naml;146), terpengaruh (QS:al-Hasyr;9), menipu (QS:al-Baqarah;9), dengki (QS : al-Baqarah;109), dan was-was (QS : al-Qaaf;16). Kata nafs juga berkaitan dengan iman serta kafir, dan petunjuk serta sesat (QS:al-Nisa’15, al-An’am;92), juga dosa dan taqwa (QS:al-Nisa’107, nafs yang dikenai beban ta’lif (QS : al-An’am; 152, al-Taubah; 7), sebagaimana ia mendapat balasan pahala dan siksa (QS:al-Fajr;27, al-Muzammil;20, al-Isra’14).</p>
<p>Sedangkan<em> al-jism</em> atau <em>al-jasad</em> tidak disebutkan al-Qur’an untuk membicarakan balasan dan perhitungan amal. Kata al-jasad disebut hanya 4 kali, yang berarti gambaran dan bentuk (QS:al-A’raf;148, Thaaha;88, al-Anbiya’;8, Shaad;344). Begitu juga kata <em>al-jism</em> disebut hanya 2 kali, sekali dalam bentuk mufrad dalam cerita tentang Thaluth (QS:al-Baqarah;247), dan lainnya dalam bentuk jama’ tentang orang-orang munafiq (QS:al-Munafiqun;4).  Hal ini berarti Allah menghindari penggunaan kata al-Jasad dan al-jism untuk pembicaraan tentang akherat, karena ingin memberitahukan bahwa pahala dan siksa di akherat tidak berkaitan dengan jasad saja, melainkan juga berkaitan dengan <em>nafs</em>.  Dengan demikian, bahwa dengan adanya kenyataan jarangnya al-Qur’an menggunakan kata al-jism dan al-jasad membuat kata nafs masuk ke dalam pemikiran Islam dengan arti ruh. Mereka berfikir bahwa kematian atau terbunuhnya jiwa akan menjadikan kosong dan berhentinya kehidupan. Ini dapat dilihat sebagian kamus bahasa menyebut kata al-ruh itu dengan kata nafs. Sehingga masalah ini menjadi diskursus oleh pemikir dan filosof, namun kalau diperhatikan mereka jarang membedakan antara ruh dan nafs. Mereka menyembutkan ruh pada hal yang dimaksudkan adalah nafs, dan sebaliknya.</p>
<p>Mereka ingin pada pengertian yang sebenarnya, namun mereka hanya tahu dari gejala-gejalanya bahwa ruh adalah rahasia kehidupan. Jika ruh itu meninggalkan jasad, maka jasad itupun rusak dan mati. Oleh karena itu ruh itu rahasia kehidupan, selalu membingungkan akal dan pikiran, dugaan-dugaan ilmiah pun bermunculan dari kalangan filosof<span style="color:#ff0000;">26</span>.</p>
<p>Fazlur Rahman menjelaskan mengenai nafs dalam al-Qur’an, kata ini dalam filsafat dan tasawuf Islam telah menjadi konsep tentang jiwa dengan pengertian bahwa ia adalah substansi yang terpisah dari jasmani. Jiwa yang dikatakan juga sebagai diri atau batin manusia memang dinyatakan oleh al-Qur’an dengan realitas pada manusia, tetapi ia tidak terpisah secara eklusif dari raga. Dengan kata lain, menurut Fazlur Rahman, al-Qur’an tidak mendukung doktrin dualisme yang radikal antara jiwa dan raga. Menurut penafsirannya <em>nafs </em>yang sering diterjemahkan menjadi jiwa (<em>soul</em>), sebenarnya berarti pribadi, perasaan, atau aku. Adapun predikat yang beberapa kali disebut dalam al-Qur’an hanyalah dan seharusnya dipahami sebagai kaidah-kaidah, aspek-aspek, watak-watak, dan kecenderungan-kecenderungan yang ada pada pribadi manusia. Hal ini seharusnya dipahami sebagai aspek mental, sebagai lawan dari aspek phisik, tetapi tidak sebagai substansi yang terpisah<span style="color:#ff0000;">27</span>.<br />
Sedangkan diskursus menganai jiwa oleh para pemikir muslim seperti al-Ghazali yang mengkaji konsep <em>nafs </em>secara mendalam. Menurut al-Ghazali <em>nafs </em>itu mempunyai dua arti, arti nafs yang pertama adalah nafsu-nafsu rendah yang kaitannya dengan raga dan kejiwaan, seperti dorongan agresif (<em>al-ghadlab</em>), dan dorongan erotik (<em>al-syahwat</em>), yang keduanya dimiliki oleh hewan dan manusia.<br />
Adapun nafs yang kedua adalah <em>nafs muthmainah</em> yang lembut, halus, suci dan tenang yang diundang oleh Tuhan sendiri dengan lembutnya untuk masuk ke dalam surga-Nya (QS:al-Fajr;27-28)28.</p>
<p>Adapun Shafi’i membagai perkembangan <em>nafs </em>menjadi 9 taraf perkembangan, yaitu: 1). <em><strong>nafs nabatiyah</strong></em> (jiwa tumbuhan); 2). <em><strong>nafs alhayawaniyah</strong></em> (jiwa kebinatangan); 3).<em><strong> nafs al-mulhimah</strong></em> (jiwa yang terilhami); 6). <em><strong>nafs al-muthmainnah </strong></em>(jiwa yang tenang tentram); 7). <em><strong>nafs al-radliyah</strong></em> (jiwa yang ridla terhadap Allah); 8). <em><strong>Nafs al-mardliyah</strong></em> (jiwa yang mendapat ridla dari Allah); 9). <em><strong>nafs al-kamilah </strong></em>(jiwa yang sempurna)<span style="color:#ff0000;">29</span>.</p>
<p><strong>Kesimpulan</strong></p>
<p>Dari uraian tersebut disimpulkan bahwa kata <em>nafs </em>dalam al-Qur’an itu menunjuk pada totalitas manusia. <strong><em></em></strong></p>
<ul>
<li><strong><em>Nafs </em>dapat mengandung pengertian jiwa, tetapi juga sekaligus berarti diri, nafs dalam arti jiwa dipahami sebagai totalitas daya-daya ruhani berikut internalisasi dan aktualisasinya dalam kehidupan manusia.</strong></li>
<li><strong>Nafs juga berarti pribadi seseorang (person), nafs dapat juga berarti hati yang memberikan komando guna mengatur seluruh potensi manusia, dan nafs juga berarti “aku” manusia</strong>.</li>
</ul>
<p>Kata nafs juga berarti nafsu atau syahwat, namun nafs dalam pengertian nafsu berbeda dengan syahwat yang pejoratif, nafs bersifat netral bisa baik maupun buruk, tetapi pada dasarnya nafs berkecenderungan baik. <em>Nafs </em>juga diartikan ruh atau nyawa, tapi berbeda <em>al-ruh</em>, <em>nafs </em>mempunyai pengertian umum, bersifat material sekaligus immaterial. Dari konsep nafs inilah para filosof dan ahli tasawuf mengembangkan teori kepribadian manusia dalam perspektif Islam.</p>
<p><strong>Catatan Kaki</strong> :</p>
<p>1 M. Quraish Shihab, Wawasan Al-Qur’an: Tafsir Maudhu’i atas Pelbagai Persoalan Umat, (Bandung: Mizan, 1996), 285-286.<br />
2 Lewis Makluf, al-Munjid fi al-Lughah wa A’lam, (Beirut: Daar al-Masyriq, 1986), 826.<br />
3 Ahmad Warson Munawir, al-Munawir Kamus Arab Indonesia, (Yogyakarta: Pustaka4 Progressif, 1984), 1545.<br />
4 M. Dawam Rahardjo, Ensiklopedia al-Qur’an: Tafsir Sosial Berdasarkan Konsep-Konsep Kunci, (Jakarta: Paramadina, 1996), 250.<br />
5 Ibnu Manzur Muhammad Ibnu Mukarram al-Anshari, Lisan al-Arab, Juz VIII, (Kairo: Dar al-Misriyah li al-Ta’lif wa al-Tarjamah, 1968), 119-120.<br />
6 Lihat Muhammad Fuad Abd al-Baqi, Mu’jam al-Mufahrash li Iifadli al-Qur’an al-Karim, (Beirut: Dar al-Fikr, 1994), 881-885.<br />
7 Sebab ada kata nafs dalam al-Qur’an yang digunakan juga untuk menunjuk kepada diri Tuhan, yaitu dalam surat al-An’am (6) ayat 12.<br />
8 Abi Fida’ Ismail Ibnu Katsir al-Quraisy al-Dimasyqi, Tafsir al-Qur’an al-Adzim, Juz II, (Cairo: Dar al-Hadist, 1988), 263. Lihat Nidzam al-Din al-Hasan bin Muhammad bin Husein al-Qummy al-Nisaaburry, Tafsir Gharaib al-Qur’an wa Gharaaib al-Furqan, Juz<br />
III, (Beirut: Dar al-Kotoob al-Ilmiyah, 1996), 359, yang menjelaskan bahwa nafs wahidah menunjuk pada diri Adam<br />
9 Muhammad Rashid Ridha, Tafsir al-Qur’an al-Hakim, Juz IX, (Beirut: Dar al-Ma’rifah, tt), 476.<br />
10 Al-Maraghi Ahmad Musthafa, Tafsir al-Maraghi, Juz IX, (Cairo: Musthafa al-Babi al-Halabi, 1974), 264.</p>
<p>11 Lihat al-Maraghi, Juz VIII, 267.12 Lihat al-Maraghi, Juz VIII, 269.13 M. Dawam Rahardjo, Ensiklopedia&#8230;, 265.<br />
14 Fazlurrahman, The Qoranic Foundation and Strukture of Muslem Society (ter. Juniarso Ridwan, dkk,), (Bandung: Risalah, 1983), 363.<br />
15 M. Quraish Shihab, Tafsir al-Amanah, (Jakarta: Pustaka Karim, 1992), 196-197.<br />
16 Sukanto, Mm, &amp; Dadiri Hasyim, Nafsiologi: Refleksi Analisa Tentang Diri dan TingkahLaku Manusia, (Surabaya: Risalah Gusti, 1995), 53-54.</p>
<p>17 Sukanto, Mm, Nafsiologi: Suatu Pendekatan Alternatif atas Psikologi, (Jakarta: Integritas Press, 1985), 43.<br />
18 Drs. Hafidz Dasuki, dkk., al-Qur’an al-Karim &amp; Tafsirannya, Jilid I, (Semarang: PT.Citra Effhar, 1993), 497<br />
19 Hal ini sangat dipengaruhi oleh teorinya Sigmund Freud, yang mengatakan bahwa nafsu (libido) adalah energi psikis yang mengendalikan manusia.<br />
20 M. Dawam Rahardjo, Ensiklopedia&#8230;, 251.</p>
<p>21 Nurcholis Madjid, Islam Agama Peradapan Membangun Makna Relevansi Doktrin Islam dalam Sejarah, (Jakarta: Paramadina, 1995), 180.<br />
22 M. Dawam Rahardjo, Ensiklopedia&#8230;, 251.<br />
23 Abdul Muin Salim, Konsepsi Politik dalam al-Qur’an, (Jakarta: Raja Grafindo Persada, 1994), 117.<br />
24 Thosihiku Izutsu, Konsep Etika Religius dalam al-Qur’an, (Yogyakarta: Tiara Wacana, 1993), 168-170.<br />
25 Sulaiman Ibnu Umar, al-Futuha al-Ilahiyah bi Taudlihi al-Tafsir al-Jalalain li Daqaiq al-Khafiyah, Jilid III, (Beirut: Dar al-Fikr, 1970), 602.</p>
<p>26 Bintusy Syathi’, Maqal fi al-Insan: Dirasah Qur’aniyah, (terj. Adib Arief),<br />
(Yogyakarta: LKPSM, 1997), 178.</p>
<p>27 Fazlur Rahman, dalam M. Dawam Rahardjo, Ensiklopedia&#8230; 260.<br />
28 Hanna Djumhana Bastaman, Integritas Psikologi dengan Islam: menuju Psikologi Islam, (Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 1995), 78.<br />
29 Shafi’i dalam Subandi, Fuat Nashori (editor), Membangun Paradigma Psikologi Islam, (Yogyakarta: Sipress, 1996), 105-107.</p>
<br />Filed under: <a href='http://agorsiloku.wordpress.com/category/inreligion/'>InReligion</a>, <a href='http://agorsiloku.wordpress.com/category/religion/'>Religion</a>  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/agorsiloku.wordpress.com/1748/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/agorsiloku.wordpress.com/1748/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/agorsiloku.wordpress.com/1748/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/agorsiloku.wordpress.com/1748/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/agorsiloku.wordpress.com/1748/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/agorsiloku.wordpress.com/1748/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/agorsiloku.wordpress.com/1748/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/agorsiloku.wordpress.com/1748/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/agorsiloku.wordpress.com/1748/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/agorsiloku.wordpress.com/1748/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/agorsiloku.wordpress.com/1748/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/agorsiloku.wordpress.com/1748/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/agorsiloku.wordpress.com/1748/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/agorsiloku.wordpress.com/1748/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=agorsiloku.wordpress.com&amp;blog=256340&amp;post=1748&amp;subd=agorsiloku&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://agorsiloku.wordpress.com/2010/09/21/konsep-nafs-dalam-al-qur%e2%80%99an/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/2e35019b740d374dbfef9ccd3c8430e6?s=96&#38;d=wavatar&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">agorsiloku</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Pembantu Rumah Tangga dari Amerika, Eropa, Asia dianiaya di Indonesia !</title>
		<link>http://agorsiloku.wordpress.com/2010/09/21/pembantu-rumah-tangga-dari-amerika-eropa-asia-dianiaya-di-indonesia/</link>
		<comments>http://agorsiloku.wordpress.com/2010/09/21/pembantu-rumah-tangga-dari-amerika-eropa-asia-dianiaya-di-indonesia/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 21 Sep 2010 03:44:05 +0000</pubDate>
		<dc:creator>agorsiloku</dc:creator>
				<category><![CDATA[Selingan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://agorsiloku.wordpress.com/?p=1745</guid>
		<description><![CDATA[Baru-baru ini diberitakan oleh berbagai media, sejumlah pembantu rumah tangga berambut pirang yang berasal dari benua Amerika dan Eropa mendapatkan perlakuan tidak senonoh oleh majikannya di negeri yang dahulunya adalah pengekspor pembantu terbesar di dunia.  Kejadian ini terjadi di beberapa kota besar Indonesia sehingga menjadi berita hangat di media televisi Indonesia.  Kedubes Amerika dan Uni [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=agorsiloku.wordpress.com&amp;blog=256340&amp;post=1745&amp;subd=agorsiloku&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Baru-baru ini diberitakan oleh berbagai media, sejumlah pembantu rumah tangga berambut pirang yang berasal dari benua Amerika dan Eropa mendapatkan perlakuan tidak senonoh oleh majikannya di negeri yang dahulunya adalah pengekspor pembantu terbesar di dunia.  Kejadian ini terjadi di beberapa kota besar Indonesia sehingga menjadi berita hangat di media televisi Indonesia.  Kedubes Amerika dan Uni Eropa telah melayangkan surat protes atas perlakuan tenaga kerjanya oleh para majikannya di Indonesia.<span id="more-1745"></span></p>
<p>Tidak kalah mengerikannya, ratusan pekerja dari negeri Jiran yang berbondong-bondong ke Indonesia juga semuanya mendapatkan perlakuan tidak sewajarnya di Indonesia.  Kerajaan negeri Kelantan telah memprotes dan akan menarik semua pekerja untuk kembali ke negeri asalnya.  Negeri Jiran menyampaikan bahwa, sebagai bangsa besar, sudah seharusnya Indonesia memperlakukan warga kelas kambingnya secara baik.  Secara kemanusiaan dan memenuhi hak-haknya dengan benar.  Sebagai negara yang menjadi <span style="text-decoration:line-through;">tujuan wisata</span> pembantu, seharusnya Indonesia bisa memanusiakan warga negara manapun sesuai dengan kesamaan hak di depan hukum negara dan hukum pekerja.</p>
<p>Departemen Tenaga Kerja Luar Negeri Indonesia tidak menanggapi serius keluhan dari negara-negara pengirim pembantu dari TKA (Tenaga Kerja Amerika), TKUE (Tenaga Kerja Uni Eropa), TKM (Tenaga Kerja Malaysia), TKH (Tenaga Kerja Hongkong), dan lain-lain dengan alasan yang disampaikan dalam Press Confrence International :</p>
<ul>
<li>Salah sendiri, kenapa negara Anda tidak menyediakan lapangan kerja yang cukup untuk anak bangsanya.  Padahal kan negara Anda berlimpah sumber daya alam dan manusia.</li>
<li>Mengapa mengirimkan tenaga kerja wanita ke negeri lain untuk menjadi pembantu, sedangkan Anda sebenarnya butuh ibu-ibu bangsa untuk mendidik generasi muda.  Hanya negeri yang miskin dan tidak punya daya hidup cukup saja yang mengirimkan ibu-ibunya untuk menjadi pembantu di negeri lain, sedangkan Anda semua bangga dan menyebutnya sebagai penggali devisa bangsa.</li>
<li>Salah sendiri, mengapa hanya untuk kepentingan statistik pengangguran, maka negeri Anda melemparkan tenaga kerja ke negeri lain tanpa dukungan keahlian cukup.  Kan konyol, wajah pirang tampil seperti artis, tapi keterampilannya tidak lebih dari meyapu lantai, menyetrika, dan memaku.  Bukankah sudah jutaan tenaga kerja dari TKA, TKUE, TKM, TKH, dan lain-lain dikirimkan ke Indonesia, sedang negeri Anda sendiri membanggakan diri dengan pertumbuhan yang sebenarnya pas-pasan saja.</li>
<li>Salah sendiri, mengapa negara Anda membiarkan begitu banyak pengangguran dan tidak peduli kualitas dan keterampilan manusia sehingga mereka terpaksa mencari penghidupan yang layak di negeri Indonesia.</li>
<li>Salah sendiri, mengapa negara Anda hanya mengimpor barang-barang konsumsi dan barang hasil produksi dari negeri kami, sehingga kami harus memproduksi lebih banyak lagi potensi ekonomi untuk dikirimkan kembali ke negeri Anda.  Padahal kami sudah capek dengan semua itu dan kami ingin bersenang-senang saja.  Oleh karenanya, kami biarkan saja tenaga kerja dari Negeri Anda mendapatkan perlakuan seenaknya.  Ini semua dilakukan dan dibiarkan untuk menyadarkan negara Anda agar menghentikan kebiasaan pengiriman tenaga kerja hanya untuk menutupi borok di negeri Anda sendiri.</li>
<li>Lagian, dan ini sudah lumayan penting.  Sudah hampir 2000 tahun negeri kami jadi sejarah kelam menjadi bangsa pembantu.  Jadi sekarang gantian dong, bangsa kami yang jadi bangsa yang sesuai dengan cita-cita negara ini didirikan oleh para Bapak Bangsa.</li>
</ul>
<p>Press Confrence berakhir.</p>
<p>Semua catatan yang disampaikan oleh Dept. Tenaga Kerja Luar Negeri Indonesia dicatat oleh semua Crew Media Massa.  Tidak ada tanya jawab.  Semua memang maklum.</p>
<p>Jonggol, 31 Desember 3900.</p>
<br />Filed under: <a href='http://agorsiloku.wordpress.com/category/selingan/'>Selingan</a>  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/agorsiloku.wordpress.com/1745/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/agorsiloku.wordpress.com/1745/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/agorsiloku.wordpress.com/1745/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/agorsiloku.wordpress.com/1745/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/agorsiloku.wordpress.com/1745/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/agorsiloku.wordpress.com/1745/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/agorsiloku.wordpress.com/1745/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/agorsiloku.wordpress.com/1745/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/agorsiloku.wordpress.com/1745/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/agorsiloku.wordpress.com/1745/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/agorsiloku.wordpress.com/1745/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/agorsiloku.wordpress.com/1745/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/agorsiloku.wordpress.com/1745/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/agorsiloku.wordpress.com/1745/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=agorsiloku.wordpress.com&amp;blog=256340&amp;post=1745&amp;subd=agorsiloku&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://agorsiloku.wordpress.com/2010/09/21/pembantu-rumah-tangga-dari-amerika-eropa-asia-dianiaya-di-indonesia/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>10</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/2e35019b740d374dbfef9ccd3c8430e6?s=96&#38;d=wavatar&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">agorsiloku</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Taqobbalallahu Minna Wa Minkum</title>
		<link>http://agorsiloku.wordpress.com/2010/09/09/taqobbalallahu-minna-wa-minkum/</link>
		<comments>http://agorsiloku.wordpress.com/2010/09/09/taqobbalallahu-minna-wa-minkum/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 09 Sep 2010 11:59:49 +0000</pubDate>
		<dc:creator>agorsiloku</dc:creator>
				<category><![CDATA[General]]></category>
		<category><![CDATA[InReligion]]></category>
		<category><![CDATA[Islam]]></category>
		<category><![CDATA[Profetis]]></category>
		<category><![CDATA[Religion]]></category>
		<category><![CDATA[Spirit/Etos/Sosial]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://agorsiloku.wordpress.com/?p=1741</guid>
		<description><![CDATA[Taqobbalallahu Minna Wa Minkum, shiyamana wa shiyamakum. Minal ‘aidin wal faizin. Semoga Allah mempertemukan kita di Ramadhan tahun yang akan datang. Selamat merayakan hari Fitri 1431 H. Untuk semua rekan yang sudi berkunjung ke sini dan yang dikunjungi, serta semua rekan dan guru-guruku yang berpesan atau yang tertulis (memiliki blog) atau tidak memiliki blog namun [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=agorsiloku.wordpress.com&amp;blog=256340&amp;post=1741&amp;subd=agorsiloku&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:center;"><strong>Taqobbalallahu Minna Wa Minkum</strong>, shiyamana wa shiyamakum. Minal ‘aidin wal faizin.</p>
<p style="text-align:center;">Semoga Allah mempertemukan kita di Ramadhan tahun yang akan datang.</p>
<p style="text-align:center;">Selamat merayakan hari Fitri 1431 H.</p>
<p style="text-align:center;">Untuk semua rekan yang sudi berkunjung ke sini dan yang dikunjungi,  serta semua rekan dan guru-guruku yang berpesan atau yang tertulis  (memiliki blog) atau tidak memiliki blog namun begitu rajin dalam  menuliskan tausyiahnya.<br />
Semoga Allah menerima amal ibadah kita, puasa kita dan menjadikan  kekuatan, pertolongannya agar kita senantiasa bertasbih dan memiliki  kemampuan untuk terus bersyukur atas segala rahmat dan nikmatNya yang  telah tercurah kepada ummat Islam, menjadikan kita orang bertakwa.   Mengampuni segala salah dan khilaf kita, hamba-hambaNya yang kerap lalai  dan lupa karena belenggu dunia yang melenakan.</p>
<br />Filed under: <a href='http://agorsiloku.wordpress.com/category/general/'>General</a>, <a href='http://agorsiloku.wordpress.com/category/inreligion/'>InReligion</a>, <a href='http://agorsiloku.wordpress.com/category/islam/'>Islam</a>, <a href='http://agorsiloku.wordpress.com/category/profetis/'>Profetis</a>, <a href='http://agorsiloku.wordpress.com/category/religion/'>Religion</a>, <a href='http://agorsiloku.wordpress.com/category/spiritetossosial/'>Spirit/Etos/Sosial</a>  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/agorsiloku.wordpress.com/1741/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/agorsiloku.wordpress.com/1741/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/agorsiloku.wordpress.com/1741/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/agorsiloku.wordpress.com/1741/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/agorsiloku.wordpress.com/1741/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/agorsiloku.wordpress.com/1741/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/agorsiloku.wordpress.com/1741/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/agorsiloku.wordpress.com/1741/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/agorsiloku.wordpress.com/1741/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/agorsiloku.wordpress.com/1741/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/agorsiloku.wordpress.com/1741/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/agorsiloku.wordpress.com/1741/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/agorsiloku.wordpress.com/1741/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/agorsiloku.wordpress.com/1741/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=agorsiloku.wordpress.com&amp;blog=256340&amp;post=1741&amp;subd=agorsiloku&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://agorsiloku.wordpress.com/2010/09/09/taqobbalallahu-minna-wa-minkum/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>5</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/2e35019b740d374dbfef9ccd3c8430e6?s=96&#38;d=wavatar&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">agorsiloku</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Menentukan Harga Diri Bangsa Berdaulat</title>
		<link>http://agorsiloku.wordpress.com/2010/09/07/menentukan-harga-diri-bangsa-berdaulat/</link>
		<comments>http://agorsiloku.wordpress.com/2010/09/07/menentukan-harga-diri-bangsa-berdaulat/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 07 Sep 2010 15:24:12 +0000</pubDate>
		<dc:creator>agorsiloku</dc:creator>
				<category><![CDATA[Fenomena]]></category>
		<category><![CDATA[General]]></category>
		<category><![CDATA[Spirit/Etos/Sosial]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://agorsiloku.wordpress.com/?p=1739</guid>
		<description><![CDATA[Sebelum kita berbicara tentang Malaysia, mari kita bicara ke dalam diri kita sendiri.  Kepada jati diri bangsa di negera kepulauan yang bernama Indonesia.    Sedari dulu, kita tahu urbanisasi atau perpindahan penduduk dari desa ke kota didorong oleh kemiskinan desa dan gemerlapnya kota.  Penduduk kota atau kelas menengah adalah penduduk yang beruntung.  Beruntung untuk mendapatkan fasilitas [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=agorsiloku.wordpress.com&amp;blog=256340&amp;post=1739&amp;subd=agorsiloku&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sebelum kita berbicara tentang Malaysia, mari kita bicara ke dalam diri kita sendiri.  Kepada jati diri bangsa di negera kepulauan yang bernama Indonesia.    Sedari dulu, kita tahu urbanisasi atau perpindahan penduduk dari desa ke kota didorong oleh kemiskinan desa dan gemerlapnya kota.  Penduduk kota atau kelas menengah adalah penduduk yang beruntung.  Beruntung untuk mendapatkan fasilitas perkotaan yang gemerlap, yang kemudian diserbu laron-laron desa dengan datang sebagai pembantu rumah tangga, kuli kasar, dan lain sebagainya dengan meninggalkan kehijauan desa.  Kampung halamannya.<span id="more-1739"></span>Eksploitasi manusia miskin yang tersedot oleh kekayaan kota menjadi lumrah dalam keseharian.  Sebagian penduduk kota yang &#8220;sukses&#8221; pulang ke kampung halamannya dengan segenap atributnya.  Sebagian warga desa yang berjuang di kota, kembali ke desa di setiap hari raya dengan membawa &#8220;gempita&#8221; kota.  Sebagian dari penduduk desa datang ke kota tanpa cukup keahlian dan keterampilan untuk menjadi pelayan-pelayan kehidupan perkotaan.  Begitulah waktu bergulir berpuluh tahun sejak lampau sampai kini.  Orang-orang kota sudah kenal, dimana bisa mendapatkan para pembantu rumah tangganya.  Untuk mereka tinggal, mengabdi pada majikannya berganti-ganti tahun, berganti-ganti rupa dan perilaku.  Kita sudah begitu terbiasa.    Singkat kata, orang kota yang memiliki rumah tidaklah afdol tanpa disertai pembantu rumah tangga yang bisa disuruh dan diperlakukan &#8220;setengah budak&#8221;.</p>
<p>Tapi ini masih di negara sendiri. Ketika jutaan penduduk desa itu mendapat ajakan untuk menjadi pembantu rumah tangga atau menjadi pekerja-pekerja kasar di negeri orang, maka disadari atau tidak jumlah mereka itu menjadi komunitas yang kemudian dinilai bangsa lain sama seperti orang kota memandang orang desa.  Cocok untuk pekerjaan dalam tingkatan kasar atau rendah.  Karena mereka berasal dari Indonesia, maka tidaklah salah pula, akhirnya Malaysia memandang Indonesia sebagai bangsa pembantu !.  Dulu namanya TKW alias Pembantu, sekarang TKI, namun esensi aslinya tidak berubah. Sebagian dari mereka adalah murni pembantu, sebagian kecil adalah tenaga kerja dengan keterampilan mekanik tertentu.  Namun, jumlahnya boleh jadi tidak cukup untuk mengangkat derajat bangsa Indonesia di mata bangsa lain sebagai bangsa bermartabat.</p>
<p>Mengapa mereka pergi mencari dari desa mereka?.  Tentulah cukup banyak alasan dan sebab akibatnya yang bisa diuraikan ilmiah dan sosial panjang lebar.  Singkatnya, jelas saja : miskin dan berada pada kemiskinan absolut.  Kemiskinan absolut, artinya tenaga dan daya yang mereka miliki tidak cukup kuat untuk keluar dari kemiskinan yang melandanya (kemiskinan pengetahuan, daya, dan materi) dan Pemerintah negeri ini tak cukup memiliki daya dan kemauan untuk melepaskan mereka dari tirai kemiskinan.</p>
<p>Seperti kita memadang desa miskin sebagai sumber pembantu, maka begitu pulalah bangsa lain menilai bangsa Indonesia sebagai bangsa terbelakang dan layak menjadi sumber pembantu.</p>
<p><strong>Pahlawan Devisa !</strong>.</p>
<p>Desa-desa Indonesia yang penduduknya menjadi pembantu bangsa lain relatif bisa membangun desanya atau sanak kadangnya menjadi lebih gemerlap.  Untuk sekedar puja-puji kepada mereka, maka kita menyebutnya pahlawan devisa.  Namun, setiap titik dari kesempatan yang terjadi karena kegagalan Pemerintah untuk meningkatkan mutu sumberdaya manusia bangsanya sendiri, perlahan tapi pasti menjadi bangsa pembantu bagi bangsa lain.</p>
<p>Harga itulah yang harus dibayar bangsa ini ketika berhadapan dengan negeri kecil seperti Singapura atau yang sepersepuluh lebih kecil, seperti Malaysia.  Maka bisa dibayangkan kesal dan marahnya warga Malaysia yang kedutaan besarnya dilempari kotoran !.</p>
<p>Kebijakan pengiriman tenaga kerja kasar dan papan bawah keluar negeri tentu bukan keputusan Pemerintah saat ini, tapi sudah jauh sebelumnya ketika sumber daya negara dan kekayaan 70% potensi ekonomi berputar di ibukota negara.  Tanyakan saja kepada para kapitalis itu, tentu mereka jauh lebih mengerti bagaimana pemerataan pembangunan menjadi sangat tidak merata.</p>
<p>Kita juga tahu, berpuluh tahun pula bagaimana bandara memperlakukan para pahlawan devisa itu.  Tak ada satu presiden dan menteri tenaga kerjapun yang berhasil memanusiakan dan  mampu menghargai seharusnya pahlawan devisa yang meninggalkan desanya untuk mencari kemakmuran di negeri lain.</p>
<p><strong>Padahal !?</strong></p>
<p>Kalau bicara kemajuan bangsa-bangsa lain dan sumber daya alamnya.  Mereka, konon kabarnya amat memuji negara kepulauan ini.  Kekayaan yang dilimpahkan Allah Swt kepada bangsa Indonesia berlimpah.  Dikaruniai sawah dan ladang yang mampu hijau sepanjang tahun, menguning untuk dipetik hasilnya.  Singkat kata, ribuan padahal-padahal yang semestinya cukup untuk memakmurkan anak bangsa tersedia.  Tapi, kok kita jadi bangsa pembantu ya !.</p>
<p><strong>Ekonomi Kerakyatan</strong>&#8230;</p>
<p>Duh&#8230; saya jadi rindu kembali pemikiran-pemikiran dari Bung Hatta !, ingat kembali konsepsi dari pakar UGM Prof. Mubyarto.</p>
<p>Negeri yang besar dan berdaulat itu tentulah yang mampu memenuhi pesan untuk menyejahterakan rakyatnya dan bukan menjadikan jutaan rakyatnya menjadi pembantu bangsa lain.</p>
<p>Kita akui saja ini, dan karenanya harus dibarengi usaha untuk lebih serius dan berkesinambungan.</p>
<p>Tapi&#8230; rasanya seperti mimpi saja&#8230; berita dari Indonesian Corruption Watch kemarin, benar-benar menyesakkan dada : l<a title="Laporan Hukum ICW" href="http://www.scribd.com/doc/11435550/Laporan-Hukum-ICW" target="_blank">ebih banyak koruptor dibebaskan di pengadilan umum</a>.  Remisi sampai grasi pun bertaburan&#8230; Berbagai ketidakadilan itu berkontribusi di setiap bagian untuk mengirimkan pekerja-pekerja tataran bawah untuk berlari keluar negeri mencari kemakmuran.</p>
<p>Tentu pula kita bisa mengusut lebih banyak lagi sumber kekeliruan dalam pengelolaan negara  yang saking terbiasanya pada kekeliruan, kita sudah tidak anggap lagi sebagai kebusukan&#8230;..</p>
<p><strong>Harga Diri Bangsa</strong>.</p>
<p>Harga diri bangsa tentu bukan tumbuh karenan banyaknya pekerja kelas kasar di berbagai negara, apalagi jika banyak berbuat ulah, tetapi akan tumbuh dengan banyaknya tenaga kerja berkualitas yang mengisi posisi di berbagai negeri.  Kita tahu itu.  Kita juga tahu, bahwa bangsa yang besar itu harus bisa melepaskan diri dari tradisi kemiskinan materi di dalam negerinya sendiri.  Kita tahu pula itu.  Banyak anak bangsa yang cerdas di negeri ini, berkualitas dan kompeten.  Tapi, masih lebih banyak lagi yang miskin dan tanpa lapangan kerja memadai untuk menghidupi keluarganya.</p>
<p>Banyak pula karya-karya anak bangsa Indonesia yang gemerlap di tangan bangsa lain bahkan diakui pula hak ciptanya.  Kita bisa optimis melihat begitu banyak karya seni, karya musik, dan karya lainnya bertebaran.  Namun, diolah tak sebaik bangsa lain mengolahnya.</p>
<p>Yang jelas, jangan jadikan warganegara Indonesia menjadi pembantu rumah tangga untuk mencari penghidupan yang layak untuk keluarganya.  Karena itu jelas menjadi bagian dari yang mulai muncul nyata ke permukaan, harga diri dan martabat bangsa dipertaruhkan dalam persaingan antar bangsa.</p>
<p>Semoga ada kebijakan yang dilaksanakan lebih baik di masa depan Indonesia.  Mungkin satu dekade mendatang kita punya harga lebih baik, kalau kita memulainya lebih cepat&#8230;&#8230;.</p>
<br />Filed under: <a href='http://agorsiloku.wordpress.com/category/fenomena/'>Fenomena</a>, <a href='http://agorsiloku.wordpress.com/category/general/'>General</a>, <a href='http://agorsiloku.wordpress.com/category/spiritetossosial/'>Spirit/Etos/Sosial</a>  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/agorsiloku.wordpress.com/1739/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/agorsiloku.wordpress.com/1739/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/agorsiloku.wordpress.com/1739/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/agorsiloku.wordpress.com/1739/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/agorsiloku.wordpress.com/1739/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/agorsiloku.wordpress.com/1739/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/agorsiloku.wordpress.com/1739/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/agorsiloku.wordpress.com/1739/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/agorsiloku.wordpress.com/1739/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/agorsiloku.wordpress.com/1739/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/agorsiloku.wordpress.com/1739/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/agorsiloku.wordpress.com/1739/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/agorsiloku.wordpress.com/1739/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/agorsiloku.wordpress.com/1739/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=agorsiloku.wordpress.com&amp;blog=256340&amp;post=1739&amp;subd=agorsiloku&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://agorsiloku.wordpress.com/2010/09/07/menentukan-harga-diri-bangsa-berdaulat/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>15</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/2e35019b740d374dbfef9ccd3c8430e6?s=96&#38;d=wavatar&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">agorsiloku</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Pornografi Untuk Indonesiaku</title>
		<link>http://agorsiloku.wordpress.com/2010/09/07/pornografi-untuk-indonesiaku/</link>
		<comments>http://agorsiloku.wordpress.com/2010/09/07/pornografi-untuk-indonesiaku/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 07 Sep 2010 10:52:03 +0000</pubDate>
		<dc:creator>agorsiloku</dc:creator>
				<category><![CDATA[Fenomena]]></category>
		<category><![CDATA[General]]></category>
		<category><![CDATA[Spirit/Etos/Sosial]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://agorsiloku.wordpress.com/?p=1735</guid>
		<description><![CDATA[Saya memang sulit untuk memahami kebijakan amburadul dari Pemerintah negeri ini.  Kalau membawa gambar porno atau dianggap porno dilarang, tapi mengapa kalau melalui jalur internet dibebaskan?.  Mengapa begitu mudah diakses, mengapa yang disuruh mencegah itu warnet dan orang tua yang punya akses, mengapa hanya segelintir saja.  Sedangkan Pemerintah adalah institusi yang punya hak dan kewenangan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=agorsiloku.wordpress.com&amp;blog=256340&amp;post=1735&amp;subd=agorsiloku&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Saya memang sulit untuk memahami kebijakan amburadul dari Pemerintah negeri ini.  Kalau membawa gambar porno atau dianggap porno dilarang, tapi mengapa kalau melalui jalur internet dibebaskan?.  Mengapa begitu mudah diakses, mengapa yang disuruh mencegah itu warnet dan orang tua yang punya akses, mengapa hanya segelintir saja.  Sedangkan Pemerintah adalah institusi yang punya hak dan kewenangan untuk mengendalikan akses yang dinilai dalam sistem pandang bangsa merusak.  Mengapa Pemerintah tidak becus, sedang sejumlah negara lain seperti Cina, Saudi Arabia, Malaysia, dan sejumlah negara lainnya, berdasarkan undang-undang dan kekuasaan mereka maka bisa menghentikan supply bahan perusak moral untuk bangsanya.  Sedang Indonesia, yang konon jumlah ummat beragamanya seabreg, kok tidak bisa.  Tidak ada desakan dari ulama, tidak juga dari petinggi negara ini.  <span id="more-1735"></span></p>
<p>Jadi, jelas bahwa <a title="Penyalur Konten Pornografi" href="http://agorsiloku.wordpress.com/2010/06/13/siapa-penyalur-konten-pornografi-pemerintahkah/" target="_blank">penyalur konten pornografi itu&#8230;memang Pemerintah Republik Indonesia</a> atau kalau lebih halus, pembiaran sistematis dilakukan oleh pengatur masyarakat Indonesia.</p>
<p>Kalau tak salah ingat, beberapa hari setelah awal puasa, Pemerintah  melakukan tindakan terpuji, yaitu menghalangi akses ke situs-situs porno  yang jumlahnya seabreg-abreg.  Ketika saya ketik kata paling sederhana saja &#8220;porn&#8221; di gugel, hasilnya seabreg-abreg situs porno siap diakses.   Jadi jelas pula, pemerintah negara yang berketuhanan ini jelas-jelas melakukan pembiaran.  Tidak serius mengelola.  Bapak Presiden RI, mungkin kaget atau mungkin juga bangga (jelas ini tidak masuk akal). Karena Indonesia, selain menjadi negara pengirim pembantu rumah tangga yang boleh jadi terbesar di dunia, sekaligus juga menjadi <a title="Pengakses situs porno terbanyak" href="http://www.mediaindonesia.com/read/2009/11/11/103960/46/7/Indonesia-Pengakses-Situs-Porno-Terbesar-di-Dunia" target="_blank">negara yang warganya menjadi pengakses situs porno terbanyak</a>.  Begitu juga, Menkoinfo, dengan santun boleh jadi turut bangga (tentunya dinyatakan dengan prihatin atau setengah prihatin atau pura-pura prihatin) dengan kejadian ini.  Alasan saya sih jelas saja.  Kalau tidak bangga dan prihatin, seharusnya yang namanya birokrasi yang memiliki hak dan kekuasaan, melakukan tindakan dan <a title="Menkoinfo" href="http://www.depkominfo.go.id/" target="_blank">bukan hanya OMDO saja</a>.  Apapun alasan teknisnya.</p>
<p>Sungguh, sulit dipercaya <a title="Sulit mEMBLOKIR" href="http://www.antaranews.com/berita/1283071857/kominfo-kesulitan-blokir-situs-porno" target="_blank">kalau Pemerintah tidak bisa memblokir atau kesulitan</a>.  Tanpa ketegasan dan sangsi, malah menyerahkan ke warnet-warnet adalah pikiran yang betul-betul absurd.  Untuk apa kita punya visi moral dan tanggung jawab negara, kalau mengurus yang begini saja tidak becus.   Apalagi sebagai alasan pemblokiran adalah penghormatan untuk ummat Islam yang menjalankan ibadah puasa.  Alangkah menyedihkan pemikiran ini.  Hanya karena bulan puasa?.  Jadi, selepas puasa?,  Sedang yang sudah dilakukan pun, sangat tidak berarti&#8230;.</p>
<p>Jadi, ucapan Menkoinfo itu, perihal pemblokiran situs porno, hanya sekedar servis di bibir saja.  Tindakan yang tidak konsisten, jauh panggang dari api.</p>
<br />Filed under: <a href='http://agorsiloku.wordpress.com/category/fenomena/'>Fenomena</a>, <a href='http://agorsiloku.wordpress.com/category/general/'>General</a>, <a href='http://agorsiloku.wordpress.com/category/spiritetossosial/'>Spirit/Etos/Sosial</a>  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/agorsiloku.wordpress.com/1735/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/agorsiloku.wordpress.com/1735/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/agorsiloku.wordpress.com/1735/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/agorsiloku.wordpress.com/1735/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/agorsiloku.wordpress.com/1735/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/agorsiloku.wordpress.com/1735/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/agorsiloku.wordpress.com/1735/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/agorsiloku.wordpress.com/1735/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/agorsiloku.wordpress.com/1735/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/agorsiloku.wordpress.com/1735/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/agorsiloku.wordpress.com/1735/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/agorsiloku.wordpress.com/1735/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/agorsiloku.wordpress.com/1735/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/agorsiloku.wordpress.com/1735/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=agorsiloku.wordpress.com&amp;blog=256340&amp;post=1735&amp;subd=agorsiloku&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://agorsiloku.wordpress.com/2010/09/07/pornografi-untuk-indonesiaku/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/2e35019b740d374dbfef9ccd3c8430e6?s=96&#38;d=wavatar&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">agorsiloku</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Indonesia Perang Saja Dengan Malaysia Yuk, Kenapa Tidak !</title>
		<link>http://agorsiloku.wordpress.com/2010/09/05/indonesia-perang-saja-dengan-malaysia-yuk-kenapa-tidak/</link>
		<comments>http://agorsiloku.wordpress.com/2010/09/05/indonesia-perang-saja-dengan-malaysia-yuk-kenapa-tidak/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 05 Sep 2010 06:04:37 +0000</pubDate>
		<dc:creator>agorsiloku</dc:creator>
				<category><![CDATA[Fenomena]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://agorsiloku.wordpress.com/?p=1719</guid>
		<description><![CDATA[Perang yang melibatkan bedil dan senapan, meriam dan pesawat, bahan kimia, embargo ekonomi, politik, dan segala jenisnya dalam beberapa puluh dekade terakhir tidak pernah menghasilkan apa-apa.    Tidak usahlah membandingkan persenjataan masing-masing negara, tidak ada gunanya.  Timor Leste yang kecil saja,  gagal dianeksasi oleh Pemerintah Orba, Afganistan diserbu oleh komunis Rusia sampai Amerika, tetap saja hidup [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=agorsiloku.wordpress.com&amp;blog=256340&amp;post=1719&amp;subd=agorsiloku&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Perang yang melibatkan bedil dan senapan, meriam dan pesawat, bahan kimia, embargo ekonomi, politik, dan segala jenisnya dalam beberapa puluh dekade terakhir tidak pernah menghasilkan apa-apa.    Tidak usahlah membandingkan persenjataan masing-masing negara, tidak ada gunanya.  Timor Leste yang kecil saja,  gagal dianeksasi oleh Pemerintah Orba, Afganistan diserbu oleh komunis Rusia sampai Amerika, tetap saja hidup dengan seluruh penderitaannya namun, tetap eksis.  Vietnam yang dibabat habis oleh Amerika demi demokrasinya, hanya bermanfaat untuk mempertahankan industri mesin perang negara yang memang adikuasa itu. Namun, hasil akhir dan keberhasilan perang tidak ada !.<span id="more-1719"></span></p>
<p>Jadi, kalau terjadi perang betulan antara Malaysia dengan Indonesia, jelas bahwa keuntungan wilayah sih tidak akan ada.  Namun, setidaknya ada usaha untuk memperkuat persenjataan yang harus dibeli dan diperkuat oleh masing-masing negara.  Tapi untuk mengambil kemenangan, sejarah modern mengajarkan tidak akan ada hasilnya.</p>
<p>Meskipun begitu, <strong>keuntungan bagi Indonesia jauh lebih besar jika kita Indonesia berperang dengan Malaysia</strong> atau dengan negara-negara lain yang menyebabkan banyak tenaga kerja wanita Indonesia menjadi pembantu di negara lain.  Yang menimbulkan harga dan nilai bahwa Indonesia menjadi negara sumber pembantu rumah tangga, yang setelah bergulir berpuluh-puluh tahun lamanya, Indonesia menjadi negara yang kurang memiliki harga sebagai bangsa berdaulat.  Bangsa yang banyak mengirimkan wanita-wanita-nya untuk menjadi pembantu di bangsa lain, bangsa yang membiarkankan ibu-ibu bangsanya meninggalkan anak-anaknya untuk mencari sesuap nasi di negri orang.</p>
<p>Indonesia yang berperang atau bermusuhan dengan Malaysia akan lebih dapat meningkatkan martabat sebagai bangsa yang setahap demi setahap mengembalikan menjadi bangsa yang berdaulat.  Hanya bangsa yang tidak berdaulat dan lemah saja yang akan mengirimkan ibu-ibunya untuk menjadi pembantu rumah tangga bangsa lain.  Dengan segala resiko&#8230; Duh&#8230; jangan-jangan bangsa Indonesia punya warga negara yang paling banyak diperkosa dan dianiaya oleh bangsa lain.</p>
<p><strong>Jangan pertimbangkan Investasi Malaysia.</strong></p>
<p>Ualah.. jangan pakai hitungan berapa investasi Malaysia di Indonesia atau sebaliknya.  Hitung saja, berapa perusahaan pertambangan batubara atau kayu yang ngemplang pajak saja, jumlahnya udah lebih besar dari semua investasi Malaysia.  Kalau satu perusahaan saja bisa menyogok Gayus Tambunan, pegawai golongan III sampai lebih dari seratus milyar, kita bisa menduga, berapa trilyun pajak dari sejumlah perusahaan papan atas di patpatgulipatkan.  Sungguh investasi Malaysia itu nggak punya arti sebagai bahan Bapak SBY membuat pertimbangan.</p>
<p><strong>Kita harus berkaca ke Malaysia</strong>.</p>
<p>Kita harusnya berterimakasih ke Malaysia yang telah menangkap 3 pegawai birokrat Pemerintah Indonesia dan memborgolnya, kemudian dilepaskan kembali setelah ditukar dengan nelayan maling dari Malaysia.  <strong>Karena melalui ketegasan dan pembelaan Malaysia terhadap warga negaranya dan keyakinan bahwa Malaysia lebih berharga dan lebih punya harga diri</strong>, maka Malaysia mengingatkan tetangganya agar memiliki harga diri dan membela warga negaranya seperti yang dicontohkan.  Hanya Pemerintah yang kuat dan punya harga diri yang baik saja yang bisa bertindak seperti tetangga yang menjadi seteru kita.</p>
<p><strong>Tongkat batu jadi Tanaman</strong>.</p>
<p>Inilah yang tidak berhasil alias gagal total ditunjukkan oleh bangsa yang hobinya mengirimkan tenaga kerja ke luar negeri.  Bangsa yang gagal menyediakan lapangan kerja bagi bangsanya sendiri.  Justru pada saat yang sama, menjadi bangsa yang memiliki sumber daya alam yang berlimpah, menjadi negara yang memperkenalkan diri sebagai jamrud khatulistiwa, yang &#8220;tongkat dan batu&#8221; jadi tanaman&#8230;.  Tapi, sekaligus menjadi bangsa neolib yang membiarkan kekayaan bangsanya dieksploitasi habis-habisan oleh bangsa lain dengan alasan kekurangan teknologi dan keterampilan sehingga puluhan juta warga negaranya berada di tirai kemiskinan yang parah&#8230;.</p>
<p><strong>Akui saja</strong>.</p>
<p>Akui saja dah, kebijakan pemimpin bangsa Indonesia ini lemah setelah era Soekarno.  Kalaupun ada kemajuan dan memang ada kemajuan, kecepatannya jauh dan sangat jauh tertinggal dibanding dengan kemampuan bangsa lain menggerakan roda kemajuan bangsanya.  Akibatnya, bangsa Indonesia, karena kelalaiannya menjadi bangsa yang menjadi pembantu dari bangsa-bangsa lain.</p>
<p>Jadi, melalui teguran Malaysia, Indonesia seharusnya bisa berkaca diri&#8230; masih mau menjadi bangsa berdaulat atau tidak&#8230;</p>
<p>Tampaknya, inilah yang berhasil pula ditunjukkan Presiden kita ketika berpidato di Cilangkap &#8211; Mabes RI, menanggapi ketegangan yang terjadi antara RI &#8211; Malaysia.  Sebuah pesan : Jangan lupakan, kita ini bangsa Pembantu !</p>
<p>Duh&#8230;</p>
<br />Filed under: <a href='http://agorsiloku.wordpress.com/category/fenomena/'>Fenomena</a>  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/agorsiloku.wordpress.com/1719/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/agorsiloku.wordpress.com/1719/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/agorsiloku.wordpress.com/1719/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/agorsiloku.wordpress.com/1719/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/agorsiloku.wordpress.com/1719/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/agorsiloku.wordpress.com/1719/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/agorsiloku.wordpress.com/1719/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/agorsiloku.wordpress.com/1719/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/agorsiloku.wordpress.com/1719/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/agorsiloku.wordpress.com/1719/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/agorsiloku.wordpress.com/1719/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/agorsiloku.wordpress.com/1719/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/agorsiloku.wordpress.com/1719/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/agorsiloku.wordpress.com/1719/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=agorsiloku.wordpress.com&amp;blog=256340&amp;post=1719&amp;subd=agorsiloku&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://agorsiloku.wordpress.com/2010/09/05/indonesia-perang-saja-dengan-malaysia-yuk-kenapa-tidak/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>5</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/2e35019b740d374dbfef9ccd3c8430e6?s=96&#38;d=wavatar&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">agorsiloku</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Maling Ditukar Petugas KKP Indonesia</title>
		<link>http://agorsiloku.wordpress.com/2010/08/26/maling-ditukar-petugas-kkp-indonesia/</link>
		<comments>http://agorsiloku.wordpress.com/2010/08/26/maling-ditukar-petugas-kkp-indonesia/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 26 Aug 2010 16:30:32 +0000</pubDate>
		<dc:creator>agorsiloku</dc:creator>
				<category><![CDATA[Fenomena]]></category>
		<category><![CDATA[Spirit/Etos/Sosial]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://agorsiloku.wordpress.com/?p=1727</guid>
		<description><![CDATA[Sebagai negara berdaulat, menjadi kewajiban Pemerintah untuk membela warganya yang &#8220;disangka&#8221; maling ikan di perairan Indonesia.  Bagi negara berdaulat, soal maling itu urusan kedua.  Soal pertama adalah melindungi harkat dan martabat terlebih dahulu.   Karena itu, tanpa ragu, Pemerintah Malaysia menangkap petugas KKP Indonesia untuk kemudian ditukar dengan nelayan Malaysia yang ditangkap oleh petugas KKP Indonesia. [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=agorsiloku.wordpress.com&amp;blog=256340&amp;post=1727&amp;subd=agorsiloku&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sebagai negara berdaulat, menjadi kewajiban Pemerintah untuk membela warganya yang &#8220;disangka&#8221; maling ikan di perairan Indonesia.  Bagi negara berdaulat, soal maling itu urusan kedua.  Soal pertama adalah melindungi harkat dan martabat terlebih dahulu.   Karena itu, tanpa ragu, <a title="KKP-tidak-Berdaya-Hadapi-Malaysia" href="http://www.mediaindonesia.com/read/2010/08/21/163653/15/1/Kalah-Peralatan-Petugas-KKP-tidak-Berdaya-Hadapi-Malaysia" target="_blank">Pemerintah Malaysia menangkap petugas KKP Indonesia</a> untuk kemudian ditukar dengan nelayan Malaysia yang ditangkap oleh petugas KKP Indonesia.<span id="more-1727"></span></p>
<p>Dengan sangat bijak, Pemerintah menerima segala negosiasi yang terjadi.  Namun, sebagian warga negara Indonesia sebel sama kejadian ini dan mendemo Kedubes Malaysia di Jakarta, bahkan membakar bendera Malaysia.  Malaysia tentu saja berang.  Mereka berang karena kedaulatan dan harga dirinya terganggu oleh kejengkelan sebagian masyarakat Indonesia yang semena-mena.</p>
<p>Dari sisi ini, wajar lah Negara Tetangga yang lebih kaya dan maju serta lebih terhormat pula serta melindungi pula dengan keras dan tegas pula terhadap warganegaranya yang mencuri di negeri miskin, banyak koruptor pula, serta pengirim TKI yang banyak menimbulkan masalah berani bersikap tegas.</p>
<p>Apalagi diplomasi gaya Pemerintah Indonesia, menunjukkan ketakutan terhadap rumpun tetangganya karena berbagai sebab tadi.  Jadi sangat wajar Malaysia lebih berani mengambil gagasan untuk mengirimkan pesan kepada Indonesia :&#8221;<strong>Jangan main-main ama gue ya&#8230;.</strong>&#8220;.</p>
<p>Malaysia juga bersikap tegas untuk menghukum mati WNI yang membawa Narkoba.</p>
<p>Lha.. Pemerintah kita, apakah melindungi warga negaranya sendiri secara maksimal dari bahaya Narkoba?.  Mengirimkan tenaga kerja yang tidak berkualitas keluar negeri sehingga kita menjadi lebih pantas disebut sebagai negara pengekspor pembantu rumah tangga?.  Pemerintah yang memberikan grasi, remisi, terhadap para koruptor.  Yang menyediakan kemewahan terhadap napi kelas kakap?. Bahkan lembaga superbodi seperti KPK saja berhasil dilucuti habis-habisan.  Yang tak mampu membereskan korban lumpur Lapindo, yang sebagian warganya bisa mati tertimbun sampah, dan berbagai kezaliman lainnya bertebaran sebagai santapan pagi, siang, dan malam.  Yang membuat kita tak tahu lagi, apakah harus berbuat apa?.</p>
<p>Lalu kini diuji pula keberaniannya untuk mengambil sikap tegas pun sudah nggak berani.  Bahkan menyelesaikan BOM 3 Kilogram saja yang menimpa masyarakat, sulit sekali diselesaikan?.</p>
<p>Kalau kemudian sebagian masyarakat Malaysia juga jengkel kepada bangsa Indonesia, dan membakar bendera Indonesia, kemudian mengusir para pembantu yang dikirimkan (seperti telah berkali-kali terjadi).  Apakah Pemerintah sanggup untuk bertindak tegas&#8230;.  Boleh jadi, saking tidak lagi punya harga diri.. (<em>nggak sanggup meneruskan deh..</em> <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_sad.gif' alt=':(' class='wp-smiley' />   )</p>
<p>Kadang saya berpikir, apa tidak sebaiknya protes itu disampaikan secara tegas, jelas bahwa demo harusnya disampaikan oleh <strong>Kedubes Indonesia yang ada di Indonesia saja</strong>&#8230; karena saya mulai ragu&#8230; apakah kita berpikir serius untuk menjadi bangsa punya harga diri?.  Yang mampu menjadi bangsa berdaulat?. -  JUJUR, TEGAS, ADIL.</p>
<p>Lucu dan menyakitkan ya, ada kedubes Indonesia di ibukota Negara Indonesia.  Karena kita bertanya, apakah kita masih berdaulat?.</p>
<br />Filed under: <a href='http://agorsiloku.wordpress.com/category/fenomena/'>Fenomena</a>, <a href='http://agorsiloku.wordpress.com/category/spiritetossosial/'>Spirit/Etos/Sosial</a>  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/agorsiloku.wordpress.com/1727/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/agorsiloku.wordpress.com/1727/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/agorsiloku.wordpress.com/1727/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/agorsiloku.wordpress.com/1727/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/agorsiloku.wordpress.com/1727/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/agorsiloku.wordpress.com/1727/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/agorsiloku.wordpress.com/1727/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/agorsiloku.wordpress.com/1727/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/agorsiloku.wordpress.com/1727/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/agorsiloku.wordpress.com/1727/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/agorsiloku.wordpress.com/1727/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/agorsiloku.wordpress.com/1727/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/agorsiloku.wordpress.com/1727/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/agorsiloku.wordpress.com/1727/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=agorsiloku.wordpress.com&amp;blog=256340&amp;post=1727&amp;subd=agorsiloku&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://agorsiloku.wordpress.com/2010/08/26/maling-ditukar-petugas-kkp-indonesia/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/2e35019b740d374dbfef9ccd3c8430e6?s=96&#38;d=wavatar&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">agorsiloku</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Bahasa di Surga : Bahasa Arab!?</title>
		<link>http://agorsiloku.wordpress.com/2010/08/22/bahasa-di-surga-bahasa-arab/</link>
		<comments>http://agorsiloku.wordpress.com/2010/08/22/bahasa-di-surga-bahasa-arab/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 22 Aug 2010 15:58:30 +0000</pubDate>
		<dc:creator>agorsiloku</dc:creator>
				<category><![CDATA[Fenomena]]></category>
		<category><![CDATA[InReligion]]></category>
		<category><![CDATA[Islam]]></category>
		<category><![CDATA[Religion]]></category>
		<category><![CDATA[Spirit/Etos/Sosial]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://agorsiloku.wordpress.com/?p=1723</guid>
		<description><![CDATA[Tausyiah malam ini, Oom Ustad menjelaskan cukup panjang lebar tentang pentingnya mengerti bahasa Al Qur&#8217;an.  Pelajarilah bahasa Arab, hafalkan, dan beragam motivasi untuk mendorong ummat mempelajari Al Qur&#8217;an dan bahasa Arab.  Tentu sebuah ajakan yang perlu diapresiasi.  Apalagi Al Qur&#8217;an dipelihara keotentikannya justru karena mempertahankan bahasa sumber sebagai bagian dari keterpeliharaannya.Ustad yang berceramah singkat ini [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=agorsiloku.wordpress.com&amp;blog=256340&amp;post=1723&amp;subd=agorsiloku&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Tausyiah malam ini, Oom Ustad menjelaskan cukup panjang lebar tentang pentingnya mengerti bahasa Al Qur&#8217;an.  Pelajarilah bahasa Arab, hafalkan, dan beragam motivasi untuk mendorong ummat mempelajari Al Qur&#8217;an dan bahasa Arab.  Tentu sebuah ajakan yang perlu diapresiasi.  Apalagi Al Qur&#8217;an dipelihara keotentikannya justru karena mempertahankan bahasa sumber sebagai bagian dari keterpeliharaannya.<span id="more-1723"></span>Ustad yang berceramah singkat ini juga menjelaskan bahwa bahasa penduduk surga adalah bahasa Arab.   Ketika dicari di Oom Google, pembahasan bahasa penduduk Surga ditemui di sini : <a title="Bahasa Penghuni Surga" href="http://ibnufauzy.wordpress.com/2009/11/17/bahasa-para-penghuni-surga/" target="_blank">Bahasa Penghuni Surga (klik)</a>,  <a title="Bahasa Arab adalah bahasa Islam" href="http://muslimah.or.id/tahukah-engkau-saudariku/bahasa-arab-bahasa-islam.html" target="_blank"> Bahasa Arab adalah bahasa Islam</a>.  Katanya surga itu sendiri berasal dari kata Sansekerta, bahasa Arabnya sih Jannah.</p>
<p>Namun, lepas dari kontroversi atau pandangan ini, memahami dalam bahasa sumber memang perlu.  Kita melafalkan Al Faatihah dengan memahami artinya dan tidak memahami artinya tentu ada perbedaan.  Namun, meyakini bahwa bahasa di Surga hanyalah bahasa Arab mungkin kita juga bisa bertanya, dalam kisah yang di-hadis-kan ada kisah penduduk surga berbicara dengan penduduk neraka.  Kalau mereka juga berbahasa Arab juga, berarti bahasa di Neraka juga bahasa Arab !.  Nabi Adam juga berbahasa Arab, Iblis juga di surga membisikkan dalam bahasa Arab ke Nabi Adam untuk memakan buah Khuldi.</p>
<p>Ah&#8230; jadi <a title="Phenomena" href="http://thephenomena.wordpress.com/" target="_blank">terlalu panjang pembahasannya</a>.  Kita ambil saja positifnya yang disampaikan Ustad ini&#8230;&#8230;</p>
<br />Filed under: <a href='http://agorsiloku.wordpress.com/category/fenomena/'>Fenomena</a>, <a href='http://agorsiloku.wordpress.com/category/inreligion/'>InReligion</a>, <a href='http://agorsiloku.wordpress.com/category/islam/'>Islam</a>, <a href='http://agorsiloku.wordpress.com/category/religion/'>Religion</a>, <a href='http://agorsiloku.wordpress.com/category/spiritetossosial/'>Spirit/Etos/Sosial</a>  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/agorsiloku.wordpress.com/1723/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/agorsiloku.wordpress.com/1723/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/agorsiloku.wordpress.com/1723/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/agorsiloku.wordpress.com/1723/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/agorsiloku.wordpress.com/1723/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/agorsiloku.wordpress.com/1723/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/agorsiloku.wordpress.com/1723/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/agorsiloku.wordpress.com/1723/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/agorsiloku.wordpress.com/1723/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/agorsiloku.wordpress.com/1723/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/agorsiloku.wordpress.com/1723/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/agorsiloku.wordpress.com/1723/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/agorsiloku.wordpress.com/1723/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/agorsiloku.wordpress.com/1723/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=agorsiloku.wordpress.com&amp;blog=256340&amp;post=1723&amp;subd=agorsiloku&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://agorsiloku.wordpress.com/2010/08/22/bahasa-di-surga-bahasa-arab/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>29</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/2e35019b740d374dbfef9ccd3c8430e6?s=96&#38;d=wavatar&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">agorsiloku</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
