Sains-Inreligion

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

Foto Bagian Dalam dan Pintu Ka’bah (Inside of Kabba)

Posted by agorsiloku pada November 6, 2008

Banyak orang ingin mengetahui, bagian dalam Kabah.  Ini beberapa foto yang berhasil dikumpulkan.  Semoga ada manfaatnya dan menambah kerinduan kita ke rumahNya.

g_door_kabahinsidekabba1insidekabbaold_door_kabah1

kaba3pintu-kabah-dgn-penutupnyadalam-kabah1kabah-doorgambar-kabah-masa-lalu-8-pembangunan

kunci-kabah Sebelah adalah kunci pintu Kabah.

Dari berbagai sumber.

Melanjutkan foto-foto Ka’bah sebelumnya.

Cari foto yang di dalam nggak gampang juga.  Jadi lumayanlah, ada foto sket dan pintu Kabah. :D

Sebelumnya : Foto Kabah Terendam Banjir

About these ads

153 Tanggapan to “Foto Bagian Dalam dan Pintu Ka’bah (Inside of Kabba)”

  1. subhanallah…
    ya Allah sampaikanlah hamba menuju ka’bah

    @
    Amin, insya Allah dibukakan jalan untuk tiba di tempat yang diimpikan….

  2. baratha said

    katanya ora yg saya dengar kita tidak boleh melihat keatas karna ada salib di langit2 ka’bah

    @ :D
    semisal ada, terus mau dipindahkan atau ditiadakan… apa susahnya. Pada masa tertentu, Ka’bah sempat dijadikan tempat penyembahan berhala sampai suatu ketika berhala satu sama lain berbunuh-bunuhan… :D

    • Anonymous said

      ada maupun tidak ada itu bukanlah hal yang perlu di perdebatkan,dg adanya ka’bah/baitullah itu adalah wujud kebesaran_Nya, yang terpenting mari selalu kita pupuk ketauhidan kita, kita tingkatkan terus amal ibadah kita dan mari selalu kita berkhusnudhon kepada-Nya. Semoga Allah selalu memberikan petunjuk dan rahmat-Nya. Amien.

      • Anonymous said

        BISMILLAAHIRROHMAANIRROHIIIM…
        Assalamualaikum wr wb
        wahai kaum muslim laki laki dan kaum muslim perempuan, sudah jelas kota makkah adalah kota suci apalagi masjidil haram yang menjadi pusat tempat ibadah yang utama bagi kaum muslim. kita diwajibkan khusnuudhon(berprasangka baik) terhadap surga dunia tersebut yaitu makkah dan madinah,asal mula kakbah adalah bangunan suci yang di bangun oleh nabi ibrahim as.

    • Anonymous said

      tidak usah memperdebatkan kata orang yang belum pasti, yang berkemungkinan juga jadi berita bohong, tapi amalkan saja isi Al-Qur’an yang sudah pasti, semoga kita selalu dalam hidayah-Nya, aamin..

      • mau tau said

        tapi gue pengen terus cari tau,, alasan apa kita ga boleh lihat atas ka’bah,,
        bukankah memang harus cari tau???

      • agorsiloku said

        Sama, saya juga sebenarnya ingin tahu juga, mengapa?. Tapi, lama-lama di dalam kabah (ruangan kabah) itu ya di dalamnya hanya ruangan saja. Kalau mengapa orang tidak boleh masuk ke dalamnya, ya saya maklum, ruangannya kecil sedangkan yang datang setiap hari mengunjungi kabah berjubel. Jadi, memang lebih afdol tidak boleh masuk saja… Tapi, entahlah kebijakan sesungguhnya apa.

    • lapanovsky said

      Ha….ha…..ha…….., KATANYA ya ?
      Ha….ha…..ha……

  3. asuna17 said

    Promosikan artikel anda di http://www.infogue.com. Telah tersedia widget shareGue dan pilihan widget lainnya serta nikmati fitur info cinema, Musikgue & game online untuk para netter Indonesia. Salam!

    http://agama.infogue.com/foto_bagian_dalam_dan_pintu_kabah_inside_of_kabba_

    @
    Terimakasih infonya… cuma teknisnya musti dipelajari lagi… , apakah dimasukkan ke tag atau ke dalam naskah ya?.

  4. Subhanallah…
    Ingin secepatnya ke Baitullah.

    @
    amin

  5. Hasan Seru said

    impianku.. aku pengen akad nikah di sana dan meninggal dengan khusnul khatimah di sana

    @
    wah keinginan yang luar biasa. Keinginan yang sebagian kecil memilikinya. Kalau agor sih tidak ingin akad nikah di sana… karena sudah… masa dua kali… :D

  6. ya Allah berilah hamba rizki yg melimpah yg barokah yang halalan thoyibah dan dari jalan jalan yg tak terduga untuk bertaknia ke rumahMu.amin
    @
    Amin

    • zaena said

      jikalau anda ingin di kasih rejeki yang banyak dan halal maka laksanakan lah perintah allah swt` yg 2 duaya yaitu takwa kepada allah

  7. jesus said

    labaik Allahummalabbaik,laa syarikala labbaik,innal hamda wanni’mata,lakawalmulk,laa syarikalak

    @
    Begitu banyak kerinduan untuk datang memenuhi panggilanNya….

  8. happy said

    Subhanallah….Maha Besar Allah
    Semoga Allah SWT memberikan aku kesempatan untuk bertamu ke Baitullah

    @
    Amin…
    Semoga Allah memberikan jalan dan kemudahan untuk terpenuhi menjadi tamu Allah ke Baitullah…
    amin.

  9. Sudrajat said

    Asal mula kabah tempat berhala berhala di dalamnya ada 360 dewa2 dan dewa tertinggi namanya allah dewanta bapanya abdullah(makanya kalian disuruh sembahyang ke arah barat),pd masa itu SAW seorang muda pedagang menikah dgn janda yg 2x umurnya,Saw lalu sring meditasi smpai saat dia kerasukan jin yg berkata bahwa ia adalah utusan allah,Saw punya 22 istri dan istri yg ke 17 membunuh Saw dgn meracun,Saw saat itu meminta supaya dia didoakan agar selamat(masuk surga) oleh krna itu tiap kalian sembahyang doain saw,saw sndiri ga tau masuk surga kali yah,KALO GA PECAYA CARI TAU SENDIRI INI SEJARAH!!!

    @
    Mas Sudrajat keliru cara pandang dan pengetahuan yang dimiliki. Pembaca blog ini bukan orang yang mudah dan suka provokasi, bahkan jauh lebih banyak yang memberikan isi dari pada pemiliknya blog ini. Kalau Mas mencari kebenaran, insya Allah akan mendapatkannya. Namun, jika bukan itu tujuannya, maka penyesalan pula yang akan diraih. Tidak kini, kelak. Insya Allah.

    • azrif said

      sudrajat sepertinya orang yang tahu banyak tentang Islam,termasuk tentang jin segala,mungkin dia termasuk bangsa jin ya….

    • didi said

      Mas sudrajad…jika kelak kita bertemu diAkhirat..Insya Allah sy akan menertawakan anda..(karena anda sedang diguyur curahan Api neraka..dan Insya Allah sy diberikan kenikmatan oleh Allah..Amiin )

    • Antie said

      Sudrajat: Kamu kaya’ tdk punya sopan santun…brtobatlah…

    • lapanovsky said

      otak kosong gak usah banyak bacot, Allah itu tuhan semua alam. sudrajat gak ngerti Islam diem aja !!!!

    • suci said

      dalam al-qur`an tidak disebutkan bahwa allah swt itu tidak mempunyai istri,,,,,karena dia yang menciptakan alam semesta ini,,,,,,
      jika gk ada allah pastinya mas sudrajat tidak akan menjadi manusia ;

      kalau gk tau tentang agama dan sejarah,,,,,,,
      diam aja gk usah heboh

  10. @ Sudrajat :
    Nau’udzubillahi minn daliik…
    Sejarahnya siapa, akhy?
    Orang-orang yang memusuhi Islam?
    Sungguh perkataan yang tidak pantas.

  11. Sudrajat said

    OOo yah air zam2 yg klian beli itu air PAM loh hehe jdi sering2 beli aj yah,klo air aslinya dari sumurnya c udah kering tuh dari kapan tau,makanya klian ga boleh liat langsung ,ckckck bukalah paradigma kalian!!!

    • azrif said

      Sumur zam zam adalah air suci yang tidak pernah kering sampai kiamat nanti,kl anda tidak percaya,silahkan baca sejarah terjadinya sumur zamzam,tapi saya rasa dengan orang yang berpikiran seperti anda,tidak akan menemukan keajaiban pada sumur zamzam karena pikiran anda yang picik.

      • Anonymous said

        AIR ZAM ZAM TDK AKAN PERNAH KERING SAMPAI KIAMAT NANTI,ANDA BERKATA BEGITU KARNA MUNGKIN ANDA TDK PRNAH DI BERI AIR SUSU IBU ANDA,KARNA AIR SUSU IBU ANDA TLAH DI BERIKAN PADA KAMBING

    • irfan santosa said

      Saya kira benar kalo yang namanya sudrajat itu tidak pernah diberi air susu ibunya. dia diberi air susu anjing, dan air susu ibunya diberikan sama laki-laki lain.

    • Hamba allah said

      Kita ktemu aja,ente pilih sendiri tempatnya dmana, kita berduel scara jantan,karna lo udah menghina agama islam…atau lo banci,yg hanya berani nulis doang

  12. omiyan said

    buat sudrajat….sebaiknya anda pelajari semua kitab suci didunia ini dan ad salah satu buku dimana semua kitab suci didunia ini baik Kristen, Budha, Hindu, termasuk agama kuno dulu…mereka mengatakan akan datang Nabi yang membawa sinar terang dan pencerahan menuju kebaikan….. ga percaya juga silahkan anda kunjungi Toko Buku gramedia atau Tisera….jadi supaya anda dalam berkomentar mempunyai dasar yang jelas jangan provokatif….

    Kenapa saya katakan begitu kenyataannya Link alamat nama anda aja ga bener berarti menjelaskan bagaimana tipikal anda sebenarnya…

    Semoga allah mengampuni apabila kata-kata saya menyakiti anda…

    Buat mpunya blog ini maju terus….

    @
    Trim catatannya Mba Omiyan dan terimakasih sudi berkunjung ke sini. Pada setiap titik, kita kerap bertemu dengan Mas Sudrajat yang lain… yang menjadi proses uji untuk kita….

  13. Anonymous said

    Astagfirullah hal Adzim……
    wahai saudaraku drajat,semoga ALLAH masih memeberikan petunjuknya pada drajat,fikirkanlah sebelum drajat berbicara ( fakkir qobla an ta’zim )
    smoga kita selalu dalam lindungan-Nya…
    Amin… ya Rabbal aalamin…..

  14. jojo said

    sdr. sudrajat kalo kamu bukan muslim tolong hargai agama kami jangan ngomong asal keluar

  15. Anonymous said

    sebenarnya apa yang dijanjikan islam atau muhammad untuk kalian semua..??sementara muhammad sendiri masih minta didoakan dari kalian pemujanya..muhammad masih mencari jalan kebenaran sementara kita semua tahu siapa jalan kebenaran sebenarnya..!!!

    @
    islam dan muhammad tidak menjanjikan apa-apa untuk kami semua. Keimanan dan tawakal kepada Allah azza wa jalla, yang maha menciptakan yang menunjuki kami jalan yang lurus yang disampaikan utusanNya malaikat Jibril kepada Rasul Muhammad untuk disampaikan kepada ummat manusia yang beriman dan percaya sehingga dan sedemikian rupa ummat Muhammad meyakini janjiNya, janji Allah adalah benar dan kami memohon ampunan hanya kepada Allah Swt dan mengharapkan masuk menjadi hamba-hamba yang diridhaiNya.
    Jadi, karena petunjukNya, maka kami tahu dan menjadi tahu jalan kebenaran sebenarnya.

    • Tosa D Wisnu said

      Perlu diketahui islam tidak memuja orang atau benda, tidak juga muhammad atau nabi2 pendahulunya. Hanya Allah tuhan yang seharusnya dipuja umat islam, jadi jangan disamakan dengan agama lain. Kami umat islam hanya menhormati dan menyayangi muhammad saw, begitu juga nabi2 sebelumnya, karena dari merekalah tauladan itu berawal. Dan bagiku agamaku dan bagimu agamamu, saya rasa selama kita berbeda agama tidak pantas kita berdebat, jalankan yang harus anda jalankan, dan akan kami jalankan apa yang kami yakini.

  16. alif said

    bukankah masing2 dari agama kita punya kitab suci yang kita percayai dan kita junjung tinggi? dan di setiap kitab itu menjunjung perdamaian, welas asih, dan toleransi? janganlah menghujat sesuatu yang belum kamu ketahui sluruh dasar riwayatnya atau hanya kamu kira2 saja berdasarkan nalarmu. Jangan selewengkan sejarah agama, apalagi yang bukan agamamu.

    @
    Selalu ada keinginan untuk hal-hal seperti ini dan bagian dari perjalanan membuat ragu orang yang berada di jalur yang benar….

  17. iduy said

    yaa Allah..
    undanglah Orang Tua ku ke “Rumah-MU” yang mulia..

    @
    amin
    Namun, tentunya undangan sudah disampaikan sejak lebih dari 1430 tahun yang lalu….. dari masa ke masa…
    Termasuk Mas iduy juga….

  18. Buat yg bernama Sudrajat. Tulisan anda mengingatkan saya pada kisah “bentuk manusia tapi hati dan pikirannya sesat”. Bagi umat Islam seluruh dunia, itulah tanda-tanda si dajjal turun ke bumi hanya untuk berbuat kerusakan. Terima kasih pada Mas Agor.

    @
    Orang yang percaya bahwa Allah itu esa, kalau mengikuti data statistik jumlah manusia dan agama-agama jumlahnya makin sedikit. Mereka malah melihat alangkah bodohnya orang beriman itu. Kalaupun mereka mengikuti, itupun pura-pura saja. AQ menjelaskan panjang lebar hal ini…
    Salam lagi untuk Mba Kasriati Purnomo…. :D

  19. Jika umat mendo’akan Rasulullah SAW, seluruh doa’nya itu akan kembali pada yang mendo’akannya. Hanya orang-orang yang merasa paling benarlah yang tidak mau mengakui keberadaan Rasulullah SAW. Sungguh akan kelihatan orang-orang berwajah hitam itu di akherat kelak, datang menghiba…dan pintu surga tertutup baginya.

    @
    Subhanallah….

  20. haniifa said

    Salam untuk mas Agor, mohon maaf nimbrung dikit selagi ada kesempatan dalam kesempitan… :D
    to:
    @Mas Sudrajat (komen no:9)
    @Mas/Mba Anonymous (komen no:15)

    Kenapa umat islam harus mendo’akan Nabi Muhammad s.a.w (baca: Rasulullah) ?!

    Sebab dengan mendo’akan beliau, berarti secara explisit dan implisit menyatakan bahwa Nabi Muhammad s.a.w adalah manusia biasa, dan Allah subhanahu wa ta’ala sudah meridoi hanya ISLAM lah yang agama yang benar dan lurus.
    Bukti :
    1. Umat Yahudi mendustakan Rasulullah: “Uzair” dingangkat menjadi Putra Allah.
    2. Umat Nashrani mendustakan Rasulullah: “Al Masih” diangkat menjadi Putra Allah.
    3. Umat yang percaya Dewa-dewa… idem
    4. Sejelek-jeleknya sekte/penyelewengan didalam agama islam (contoh Lia Aminudin), akan menjadi tertawaan dunia jika menyatakan “Muhammad” adalah Putra Allah…. (kalau Allah mempunyai putra berarti punya “Mertua” dunk… he.he.he :D )

    Saya kembalikan kesimpulannya kepada saudara berdua “esensi” dari mendo’akan Nabi Muhammad s.a.w (baca: shalawat), juga sedikit tambahan buat saudara berdua Kami umat Islam yaqin “dengan atau tanpa” dido’akanpun Nabi Muhammad s.a.w dijamin masuk surga.

    Wassalam, Haniifa.

    @
    Wass.ww. Mas Haniifa…
    Apa kabar Mas… Lama tak bertegur sapa, dalam segala kesempitan waktu. Agor juga sedang dalam kesibukan yang membuat agak terlantar blog ini…. Semoga senantiasa kita selalu berada dalam kesehatan akal dan pikiran kita…

    • pengamatan saya sih kalo agama islam terlalu dangkal dalam memahami Tuhan,bagi islam Tuhan itu bisa dijangkau dan kalo perlu masuk akal.sedang di ajaran Kristiani, Tuhan itu jauh diluar pikiran manusia.
      menurut bberapa blog yg saya baca, Muhammad sendiri menghayalkan tuhan yang ia cita-citakan yaitu alloh.dan alloh yang muhammad sembah bukan Allah nabi nabi sebelum muhammad(Allah yg dikenal oleh nabi Abraham/ibrahim,sihak dan yakub.
      konon dahulu kala bahwa di dalam kabbah, terdapat dewa2 agama Hindu( yang sekarang tata cara sholat dan naik haji mirip dengan tata cara agama hindu)dan perlu umat islam ketahui bahwa orang tua muhammad adalah penganut hindu.

      salam

      bagudung tano

      • Layung said

        Tuhan itu tidak, bernyawa, tidak bernafsu, tidak bernafas, tidak berwarna, tidak berbau, tidak terlihat, tidak terraba, tahu kah kau jika tuhan itu adalah cinta, tuhan itu adalah kasih, tuhan itu adalah langit, tuhan itu adalah bumi, tuhan itu adalah air, tuhan itu udara, tuhan itu adalah awan, gunung, pasir,tanah, darah, bara, bahkan manusia mereka adalah bagian dari kesatuan tuhan, mereka melebur pada esensi penuh tuhan, ketika kita memandang sluruh plosok alam adalah bagian dari karya seni tuhan, diri mu pula adalah rangkaian baku bagian tuhan tak perlu jauh2 mencari dan meributkan tuhan dan nabi, serta guru cari lah dan tanya pada di mu sendiri karena kau adalah kesatuan dalam esensi tuhan, agama adalah tiang, agama adalah sandaran semua agama benar tp yg lebih benar adalah tuhan yg ada di lubuk hati mu… Jika masih belum ketemu tuhan temuilah di siang yg gelap keluar lah kala malam yg terang, tentunya dengan nawaitu atau niat,

  21. haniifa said

    to: @Mas Sudrajat
    Sepengetahuan saya dan diakui oleh para sejarahwan Bule Kebo (baca: Orientalis), Nabi Muhammad s.a.w dan para pengikutnya melaksanakan shalat menghadap ke Masjidil Al-Aqsa di Yerusalem Palestina sebelum hijrah ke Madinah, atau singkatnya Kiblatnya sama kearah Al-Aqsa, mulai dari Nabi Ibrahim a.s, Nabi Daud a.s, Nabi Musa a.s dan Nabi Isa a.s yaitu …. demikian pula rukuk dan sujudya.
    Dasar Yahudi dan Nashrani… mereka Super Oon bin buta dan tuli, bahwa yang dimaksud dengan “tanah yang dijanjikan” oleh Allah Subhanahu wa ta’ala adalah Mekkah Al Mukarramah… atau bahasa kerennya Baladil Amin… Cirinya adalah foto-foto Ka’bah yang @Mas Sudrajat lihat di postingan ini…. Ok doge :D

    Subhanallah…
    Tangan Nabi Muhammad s.a.w terlalu mulia untuk menghacurkan patung berhala… atau jelasnya berhala-berhala dihancurkan oleh para pembuatnya/penyembahnya sendiri, bahkan banyak patung behala yang dibuang ke tempat “Ee”… ( mas Sudrajat suka nyebokin “Ee” orang gituh … ?! :P )
    Lain soal dengan kisah Nabi Ibrahim a.s… menempatkan “Kapak” di patung behala terbesar
    (@mas blon baca yach… kisahnya)

    Duhh… sungguh malu saya sebangsa dan setanah air dengan @Mas Sudrajat sebab membaca sejarah saja kayak Kebo Bule nyang matanya juling… Apa membacanya setelah minum jamu Kuku Bima plus Baygon gituh… ?! :D

    Wassalam, Haniifa.

    • agu cashmir said

      kalian smua simpleton!!

      • didi said

        Coba mas sudrajad ke tanah Harrom deh..sy yakin tanah harrom sekalipun tidak akan merestui orang seperti anda..tanah saja sudah tdk mau memberikan penglihatan yg indah kepada sudrajat gebleg..apalgi Allah SWT…semoga Allah melimpahkan hidayah kepada anda..dan anda disegerakan di Adzab..Amiin

  22. Hasan Tiro said

    sudrajat:
    Ini orang teman gusdur kalee neh…atau keponaan dajjal laknatullah, emang sih dajjal itu asalnya dari bangsa yahudi konconya nasrani, karena dizaman rasulullah seorang Yahudi pernah tanya pada rasulullah apa itu dajjal ya rasulullah: rasul menjawab dajjal itu adalah pembohong besar/pendusta kebenaran, dari mana mereka berasal ya rasulullah, rasul menjawab dajjal ibunya manusia biasa dari golongan kalian (yahudi yang bertanya) sedangkan bapaknya adalah Iblis/syeitan. makanya sudrajat itu dajjal modern seperti gusdur itu turunan yang ke………ayo jawab jat.

  23. rrhakim said

    @sudrajat : kalo anda menganggap hanya agama anda yang benar, anda tidak akan berdakwah dengan kata2 yang kasar.

    @ saudara2 seiman lainnya : sudahlah, jangan meladeni sudrajat. mari mempertebal iman kita masing2 dan menjaga saudara2 seiman kita dari kekufuran.

    @
    Manfaat dari type seperti Sudrajat adalah titik ingat kita betapa dan memang tantangan menjadi orang beriman mengikuti lapisan-lapisan uji. Semoga kita yang telah menetapkan iman dalam hati, tidak gugur di sore hari dan beriman esok paginya lalu malamnya kafir kembali. Suatu masa dimana begitu goyahnya hati manusia.
    Karena itu, betullah yang disampaikan Mas Hakim… mari kita mempertebal iman kita masing-masing dari kekufuran…..

  24. haniifa said

    AlHamdulillah… dalam keadaan baik.

    Demikian sebaliknya, semoga @mas diberikan ketenangan dalam menyelesaikan segala persoalan… Insya Allah, dengan kesabaran dan keteguhan sekaliber @mas Agor maka pertolongan Allah semakin dekat, Amin.

    Berkaitan dengan tema postingan saya mohon ijin link secuil berita dari majalah tempo “Di bawah bayang-bayang ka’bah” , yang menggambarkan betapa sangat beruntungnya kita sebagai Bangsa Indonesia yang diberikan kesempatan oleh Allah subhanahu wa ta’ala dimana Ibu dan Kepala Negaranya beserta beberapa perwakilan telah memasuki Ka’bah.
    Kepada rekan-rekan ada baiknya membaca untuk sekedar menyegarkan ingatan, mudah-mudahan bangsa ini lebih pandai mensyukuri ni’mat yang telah Allah berikan, belum tentu undangan Allah tersebut berlaku untuk negara-negara adikuasa.

    Wassalam, Haniifa.

    @
    Alhamdulillah… senang mendengarnya…
    Semoga pula kita menjadi bangsa yang lebih mampu memanfaatkan nikmatNya….
    Amin.

  25. niken said

    saya berharap bisa naikkan haji ke dua orang tua saya sebelum mereka di panggil oleh MU ya ALLAH

    @
    Amin

  26. Johan said

    Tenangkanlah hati…
    Dalam hati dan pikiran yang jernih… barulah dapat menumbuhkan kearifan… untuk apa2 menjelek2kan sesama umat…
    Jalani saja menurut kepercayaan masing2 dan jagalah ketekunan hidup beragama.. karena keberagamanlah maka dunia ini menjadi indah…
    Btw, untuk kebersihan badan, agar terhindar dari bau badan silahkan dapat informasi lebih di http://www.CegahBauBadan.com

  27. valencia said

    (Kidung Agung 7:1-13) Betapa indah langkah-langkahmu dengan sandal-sandal itu, puteri yang berwatak luhur! Lengkung pinggangmu bagaikan perhiasan, karya tangan seniman. Pusarmu seperti cawan yang bulat, yang tak kekurangan anggur campur. Perutmu timbunan gandum, berpagar bunga-bunga bakung. Seperti dua anak rusa buah dadamu, seperti anak kembar kijang. Lehermu bagaikan menara gading, matamu bagaikan telaga di Hesybon, dekat pintu gerbang Batrabim; hidungmu seperti menara di gunung Libanon, yang menghadap ke kota Damsyik. Kepalamu seperti bukit Karmel, rambut kepalamu merah lembayung; seorang raja tertawan dalam kepang-kepangnya. Betapa cantik, betapa jelita engkau, hai tercinta di antara segala yang disenangi. Sosok tubuhmu seumpama pohon korma dan buah dadamu gugusannya. Kataku: “Aku ingin memanjat pohon korma itu dan memegang gugusan-gugusannya. Kiranya buah dadamu seperti gugusan anggur dan nafas hidungmu seperti buah apel. Kata-katamu manis bagaikan anggur!” Ya, anggur itu mengalir kepada kekasihku dengan tak putus-putusnya, melimpah ke bibir orang-orang yang sedang tidur! Kepunyaan kekasihku aku, kepadaku gairahnya tertuju. Mari, kekasihku, kita pergi ke padang, bermalam di antara bunga-bunga pacar! Mari, kita pergi pagi-pagi ke kebun anggur dan melihat apakah pohon anggur sudah berkuncup, apakah sudah mekar bunganya, apakah pohon-pohon delima sudah berbunga! Di sanalah aku akan memberikan cintaku kepadamu! Semerbak bau buah dudaim; dekat pintu kita ada pelbagai buah-buah yang lezat, yang telah lama dan yang baru saja dipetik. Itu telah kusimpan bagimu, kekasihku!

    • Layung said

      Puisi adalah sendu menggebu dalam syahdu,, kukan bualan mengada, cetak klise fikiran orang terdahulu, anda belum menjadi diri anda tp mengikuti hawa dari panasnya raga, bangkitlah seperti mimpi dari hati, surga dari nyata, islam adalah jalan cinta, al qur’an adalah petunjuk menuju cinta allah…
      Allah adalah cinta terbesar, allah kekuatan yg maha dasyat

  28. parlin said

    to:haniifa pada
    Desember 12, 2008 pada 2:38 pm

    ada baiknya sebagai umat manusia yang telah memiliki kepercayaan masing2 tidak usah mengjelek2an kepercayaan orang lain tanpa mengetahui kebenarannya..
    so, jangan sok2 tau dengan agama lain..

    kalu berantemin agama 1 dengan yang lainnya gak bakal selese2 bu~

    salam damai:

    parlin

    Semoga tuhan menyertaimu.

  29. haniifa said

    to:parlin
    Februari 3, 2009 pada 11:32 am

    saya paling asik berantem 1 agama dengan 2, 3 atau 4 istri, pasti selesai-selesai~
    satu istri :=. Nyiapin makan
    dua istri := nyaipin handuk/pakaian
    tiga istri := nyiapin mobil
    empat istri := bersih-bersih rumah

    damai-damai, salam

    haniifa

    semoga Allah menyertaimu.

  30. Muhamad Berkata said

    ah, sama aja, sehari 5x sembah bangunan bekas kuil pemujaan pra-muhamad.

    @
    Semua juga pada akhirnya akan diminta pertanggungjawabannya. Baik yang percaya, meyakini, dan mengamalkan dari apa yang diberikan tanggung jawabnya kepada kita manusia. Baik amal yang baik atau amal yang buruk.
    Karena merasa begitu banyak amal buruk, maka mencari jalan mendapatkan ampunanNya adalah salah satu yang ingin dan berharap dalam ragam pikiran dan prasangka …

  31. haniifa said

    Belon apa-udah geli duloean nehh…
    Assalamu’alaikum @Mas Agor

    Mau saya hukum… @Mas Muhamad berkata bin berkotek :P

    Nehhh… perhatikeun dengan seksama yach:
    Jika saya shalat dan menjadi makmum
    (wahh… nggak ngerti “makmum” yach…. mak-mu-m artimya ‘Ma Kamu @Ma Erot)
    Dah… nggak usah mikirin mak erot, dasar otak pasir.

    Nehhh…
    Jika Imam Shalat berjamaah membaca surah Al ‘Alaa diujung bacaannya (saya pakai tulisan latin yach… kamukan Oon Iqro.. :D ).

    Baca oleh @Mas Muhamad bin berkata
    “Shuhufi Ibrahima wa Musa”…. maka yang shalat mengikuti sunah Nabi Muhammad s.a.w
    (hua.ha.ha. nulis Nabi Muhammad s.a.w doubel “M”… dasar demem ema erot.)

    Saya ulangi ah… @Mas Muhamad binti mak Erot
    Imam say: “Shuhufi Ibrahima wa Musa”
    Makmum say: “‘alaihissalam”…. (perlahan-lahan dan lembut)

    Berarti kamu muhamad tukang nyembah nyirorokidul…. dan Vamvir sedot WC… eh… darah, Dasar kutil

    Hua.ha.ha. bahagian nian aku. :D

    @
    :D

  32. haniifa said

    Muhamad Berkata berkata
    Februari 9, 2009 pada 6:31 pm

    ah, sama aja, sehari 5x sembah bangunan bekas kuil pemujaan pra-muhamad.

    pra-muhamad := Bapak nya @Mas muhamad

    So…

    @Mas muhamad binti @ma Erot… suka muja bangunan bekas kuil pemujaan Bapaknya.

    (Pemuja setan ngaku sendiri….)

    hua.ha.ha :D

  33. haniifa said

    To: Parlin

    Kalau sampeyan kesinih… bisa nggak minta lontong eh… tolong.

    Nehh… ada ceweq cantik nan ayu. :D

  34. @muhamad
    coba buktikan kami menyembah ka’bah…
    mesti loe ingat ada 2 kiblat bagi islam …
    Masjidil aqso sudah nggak dipakai untuk arah sholat lagi….
    ngerti nggak loe…

    Walau ka’bah itu terendam banjir…MUSLIM TETAP SHOLAT dan NAIK HAJI
    Walau hilang hajar aswad itu…..MUSLIM TETAP SHOLAT dan NAIK HAJI
    dan itu pun telah dibuktikan sejarah…bro
    ngerti….

  35. garry said

    emang bener kok,.. Muhamad aja sebelum meninggal suruh mengakatan kalimat syahadat coz dia sendiri gak yakin kalo dia bakal selamat,..
    Logikanya sujud menyembah sebuah batu besar itu sama aja menyembah batu itu apalagi batu itu dulunya tempat berhala,..
    di alkitab udah tertulis dlam kejadian
    keturunan abraham akan seperti bintang di langit,dan keturunan ismail akan seperti pasir di laut tetapi mereka susah di atur,..
    ingat loh alkitab udah ada duluan jauh sebelum adanya agama islam,.
    kalian sadar donk semua nabi kalian itu asalnya dari bangsa Yahudi bangsa yg di berkati,tapi kok kalian malah sebaliknya mengikuti muhamad yg jelas2 gak ada garis keturunanya sama nabi2 lain,
    israel itu gak bakal hilang dari bumi coz di alkuran aja banya kata israel,.
    ingat kalian sendiri tau dan ada tertulis di alkuran kalo yg bakal datang di akhir zaman dan menghakimi manusia itu adalah isa bukan muhamad,. karna yg berhak menghakimi itu hanyalah Tuhan yg adalah Jesus sendiri..
    jihat itu ajarannya membunuh
    ajaran yg baik mengajarkan yg baik (memaafkan) dan ajaran yg salah mengajarkan yg salah (membunuh)
    Logikanya jikalau kita membalas seorang pembunuh dgn membunuhnya itu sama aja dua2nya pembunuh,.. bukankah itu yg di ajarkan agamamu..?

    @
    Al Qur’an menuliskan : Isa di hari Kiamat akan menjadi saksi terhadap mereka. Mereka itu siapa, AQ juga menjelaska dengan baik.
    Namun, toh blog ini ditulis dengan segenap niat pembelajaran terhadap agama Islam, bukan terhadap agama lainnya dan tidak juga untuk mendiskusikannya. Yang saya harapkan dari blog ini belajar dan menelaah dari kitab Al Qur’an yang ditujukan kepada orang-orang beriman.

    • didi said

      Allah SWT juga sudah menjelaskan kok..kalau orang2 seperti garry ini lah yg memang akan menjadi duri dalam daging ISLAM. garry sebaiknya anda baca lagi lebih jelas AQ..injil itu perjanjian lama…semua tentang kehidupan 3 kitab dengan nabi2 sebelumnya sdh terangkum dalam AQ. Ya emang sulit deh membrikan dan membuka hati orang yang memang sudah tertutup hatinya. Semoga Allah SWT memberikan hidaya kepada anda…dan mengampuni semua dosa anda.

  36. vyuweer said

    hei manusia jgn mahena nabi kami kalo kana laknat.mun dak mahina nabi kami lawan aq dulu.dmana tempat na

    @
    Biarin aja Mas, yang menghina itu jadi catatan ujian untuk menguji kita… siapa tahu juga “mereka’ insaf dan lebih mendalami… kita tak pernah tahu hati manusia….

  37. barbarossa said

    bagimu agamamu, bagiku agamaku

    sebenarnya siapa yg menantang siapa?
    bahkan seorang anak kecilpun walau cuma digigit semut dia akan melawan, apalagi kalau dia manusia yang berakal pasti akan melawan kalau agamanya diserang.
    kpd yg memulai (sdr. sudrajat), tanggung jawab atas semua tindakan sdr. ada dalam diri anda sendiri. kpd sang pembela sudrajat, hendaknya pelajari semua hal dengan niat yg lurus.
    kabah adalah rumah Allah, tempat kami menyatukan arah untuk sholat. sebelumnya masjidil aqsa di palestine pun pernah mendapat kemulaiaan sebagai titik arah kiblat, dan ketahuilah bahwa kabah adalah sebuah ruang kosong yang berarti sebagai simbol menunjukkan bahwa pikiran manusia tidak akan dapat membayangkan bagaimana wujud Tuhannya. di dalam kabah orang islam boleh sholat ke arah manapun juga, karena sesungguhnya bukan kabah atau dinding kabah itu yang disembah, tetapi Allah SWT yang harus disembah. bahkan sesorang yang tidak tau arah kiblatpun dia boleh menyembah Allah SWT kemana arah yang dia yakini, karena Allah SWT bersemayam di Arsy-Nya yaitu di langit bukan di dunia. Segala sesuatu butuh keteraturan, termasuk arah kiblat. jangankan untuk ibadah agama, bagi matahari pun dia sudah punya aturan yaitu dari mana dia terbit dan kemana dia tenggelam. saya mohon bagi non muslim, jangansekali-kali senyentuh ranah keyakinan kami, sebab itu berarti menantang islam. di islam kami meyakini jesus sebagai nabi kami, dan kami selalu mendoakan dia seperti kami semndoakan nabi Muhammad SAW, dan kami tidak akan mengungkap kejelekan nasrani kalau kalian tidak memulai, sebab kejelakan kalian tentu kalian sendiri yang tau dan kami tentu juga tau agar kami tidak ikut tersesat. semoga bermanfaat.

    @
    Kalo buat agor, orang yang kerjanya menghina atau memperolokkan agama itu, biarin saja sibuk dengan urusannya sendiri. Semakin ditanggapi, semakin senang dia. Karena yang dicarinya toh bukan kebenaran…. Untuk kita juga, anggap saja sebagai latihan kesabaran di dunia ini. Toh kita tahu juga, diberi peringatan atau tidak, kalau niatnya tertangkap untuk mengolok-olok, tidak ada maknanya.
    Manusia seperti itu, jelas sedang menganiaya dirinya sendiri dan sadar sedang menganiaya dirinya sendiri.

  38. @GARY

    Bukti Umat islam tak menyembah Ka’bah

    Umat islam mempunyai 2 kiblat…yang di yerusalam nggak berfungsi lagi(jgn tanya kenapa)
    Walau ka’bah terendam banjir …umat islam tetap beribadah
    Walau Hajar aswad dicuri orang …umat islam tetap sholat….
    loe tahu knapa….umat islam tak menyembah ka’bah….atau hajar aswad
    ..itu dibuktikan sejarah….

    pak agor kasih link foto ka’bah yang banjir…

    @
    Yap.. udah dikasih linknya.
    Mas Ayruel, apakah Mas Gary adalah orang yang sedang mencari kebenaran atau sedang berolok-olok. Kita bisa merasakan dari caranya bertutur. Kalau sedang berolok-olok, tak usah dikasih penjelasan… tapi anggap saja sebagai ujian kesabaran bagi kita ya… :D

  39. @Gary

    kalau memang anda mempertahankan keyakinan anda dan merasa anda benar…saya tantang anda di link ini http://suakahati.wordpress.com/category/artikel-yesus-isa-kristen/

    bantah semua artikel di sana kalo Anda berani…
    tapi berdebat secara fair disana atau anda akan jadi bahan olokkan saja ..

    • Anonymous said

      tidak ada habisnya bahas kalu lu merasa benar agama lu benar jalanin aja pengikut yesus pakai kolor doang

  40. rudy said

    untuk yg suka cari gara2 dgn Islam, tlg cntumkan alamat yg jelas,jangan cma berani berkoar sembunyi,ayo debat terbuka, kl gk punya nyali buka aja situs mualafmualaf.tripod.com atau utk internasional turn to islam,ok….

  41. m said

    ASS, untuk umat islam jangan terpancing emosi dengan kata2 yang terlontar dari umat nasrani, karna itu semua ujian buat kita semua… kita doakan saja semoga mereka yang tersesat diberi petunjuk untuk bisa kembali di jalan yang benar sebelum waktunya tiba

    @
    Kalau dalam prasangkaan agor sih… mereka juga bukan Nashara… mereka yang menghabiskan waktunya untuk mengolok-olok agama adalah orang yang musyrik, kafir, dan intoleransi dalam beragama…. mereka tentulah bukan pencari kebenaran, tapi orang yang gemar menyebarkan kebencian…..
    Semoga kita bisa mengambil hikmah dari hal-hal seperti ini ya…
    (karena itu pula, pada batas tertentu, sengaja agor biarkan kata-kata itu ada sebagai arena dan pemahaman) bahwa.. bla…bla…bla…

  42. dimas kurniansyah pratama said

    Maktabatuna
    Fri, 28 Nov 2008 00:32:09 -0800

    A. Malaikat

    Ka?bah adalah rumah ibadah pertama yang dibangun di muka bumi, hal ini
    ditegaskan dalam Surat Ali Imran ayat 96-97:

    ?Sesungguhnya rumah yang mula-mula dibangun untuk (tempat beribadat) manusia
    ialah Baitullah yang di Bakkah (Mekah) yang diberkahi dan menjadi petunjuk bagi
    semua manusia. Padanya terdapat tanda-tanda yang nyata, (di antaranya) Maqam
    Ibrahim; Barangsiapa memasukinya (Baitullah itu) menjadi amanlah dia;
    mengerjakan haji adalah kewajiban manusia terhadap Allah, yaitu (bagi) orang
    yang sanggup mengadakan perjalanan ke Baitullah. Barangsiapa mengingkari
    (kewajiban haji), maka sesungguhnya Allah Maha Kaya (tidak memerlukan sesuatu)
    dari semesta alam.? (QS Ali Imran [3]: 96-97)

    Ayat ini diterangkan oleh para ulama sebagai bantahan Allah SWT kepada kaum
    ahli kitab yang mengatakan bahwa awal mula rumah ibadah yang diciptakan adalah
    Baitul Maqdis atau Aqsha. Dalam sebuah Hadits yang diriwayatkan Imam Muslim
    dari Abi Dzar, Rasulullah saw menyatakan bahwa perbedaan waktu dibangunnya
    Baitullah di Mekah dengan Baitul Maqdis di Yerusalem adalah empat puluh tahun.
    Ayat ini juga menjadi hujjah atau alasan bagi para ulama yang berpendapat bahwa
    yang pertama mendirikan Ka?bah adalah para malaikat, bukan manusia.

    Surat Ali Imran ayat 96-97 tadi juga menjadi dalil bahwa yang pertama kali
    membangun Ka?bah adalah para malaikat. Buktinya dalam kalimat Al-Qur’an tadi
    menggunakan kalimat “untuk (tempat ibadah) manusia? ?????? ????????
    Ini berarti Ka?bah sudah ada sebelum manusia ada, karena diperuntukkan manusia.
    Berarti sangat jelas bahwa yang membangun Ka?bah pertama kali bukanlah manusia,
    melainkan para malaikat. Posisi Ka?bah ini berada tepat sejajar dengan Baitul
    Makmur di ‘Arsy yang dijadikan tempat tawafnya para malaikat. Bahkan, Imam
    Al-Azraqi mengatakan, jika Baitul Makmur (di ?Arsy) runtuh maka akan menimpa
    Baitullah (di Mekah).

    Seorang sejarawan Mekah, Imam Al-Azraqy, mengisahkan, suatu hari selepas tawaf,
    tepat di dalam Hijir Ismail, Muhammad bin Ali bin Husain mengatakan, ayahnya
    menerangkan kepada seorang penduduk Syam bahwa awal mula tawaf di Baitullah
    adalah ketika Allah berfirman kepada malaikat, “Aku akan menjadikan khalifah di
    muka bumi.” Para malaikat langsung protes, karena Allah menciptakan khalifah
    bukan dari bangsa mereka (malaikat) melainkan dari bangsa manusia yang mereka
    anggap hanya akan mengotori dan menumpahkan darah. Kernudian, Allah menjawab,
    “Aku lebih mengetahui apa yang kalian tidak ketahui!”

    Dari jawaban itu, para malaikat menganggap Allah murka atas mereka yang protes,
    kemudian mereka menangis tersedu-sedu sambil berkumpul di ‘Arsy dan merendahkan
    diri sambil bertawaf (di ‘Arsy). Sambil bertawaf, para malaikat membaca:
    “Aku penuhi panggilan-Mu Ya Allah, Ya Tuhan kami, kami meminta ampunan
    kepada-Mu, dan kami bertobat kepada-Mu.”

    Allah kemudian melihat mereka. Setelah Allah turunkan rahmat kepada mereka,
    kemudian Allah menciptakan sebuah rumah yang berada tepat di bawah ‘Arsy. Allah
    mengatakan kepada malaikat, “Tawaflah kamu semua di tempat ini dan tinggalkan
    ‘Arsy!” Bagi para malaikat, perkara ini lebih mudah daripada bertawaf di ‘Arsy
    yang merupakan Baitul Makmur.

    Kemudian, Allah mengutus para malaikat dan berfirman kepada mereka, “Bangunlah
    sebuah rumah yang serupa dan sebesar itu di bumi.” Allah memerintahkan pula
    kepada penduduk bumi untuk bertawaf di tempat itu. Atiq bin Ghaits
    menggambarkan bahwa Malaikat Jibril memukulkan sayapnya ke bumi, kemudian
    muncullah fondasi yang mirip dengan tempat tawafnya para malaikat. Fondasi itu
    menancap kokoh ke bumi. Kemudian, para malaikat melemparkan batu-batu yang
    beratnya tidak akan sanggup dipikul oleh 30 orang sekalipun.

    Bentuk dan besar ukuran antara tempat ibadah para malaikat, Baitul Makmur, dan
    Baitullah yang di Mekah yang dibangun Nabi Ibrahim juga sama persis, mulai dari
    ukuran hingga bentuknya. Dalam riwayat Al-Azraqy dari Ibnu Juraij, Imam Ali bin
    Abi Thalib pernah menggambarkan bahwa posisi Baitullah yang dibangun pilarnya
    oleh Nabi Ibrahim, adalah basil tuntunan awan yang turun laksana mendung. Di
    tengah-tengah awan itu terdapat kepala dan berbicara kepada Nabi Ibrahim,
    “Ambillah ukuranku pada bumi jangan lebih dan jangan kurang.” Barulah Ibrahim
    menggaris di tanah, dan itulah yang disebut Bakkah, sedang apa yang ada di
    sekelilingnya adalah Mekah.
    (HR Al-Azraqy)

    B. Nabi Adam dan Nabi Shith

    Menurut Abdurrazzaq, diterima dari Ibnu Juraij dari Atha dan Ibnu Musayyab
    bahwa sesungguhnya Allah telah mewahyukan kepada Nabi Adam ketika turun dari
    surga ke muka bumi. Dari kisah yang diabadikan dalam Al-Qur`an, Adam dan Hawa
    tertipu oleh tipu daya setan dengan melanggar ketentuan yang telah
    diperintahkan Allah kepada mereka berdua untuk tidak mendekati sebuah pohon.
    Namun Nabi Adam melakukannya dan Allah marah sehingga ia diusir ke bumi. Hal
    ini dikisahkan dalam Al-Qur`an surat Al-Baqarah [2]: 35-37

    Ada yang menamakan pohon khuldi sebagaimana tercantum dalam Surat Thaha ayat
    120, padahal itu adalah nama yang diberikan setan. Adam dan Hawa dengan tipu
    daya setan memakan buah yang dilarang itu, dan mengakibatkan keduanya
    dikeluarkan dari surga oleh Allah SWT. Yang dimaksud dengan setan di sini ialah
    iblis. Tentang beberapa kalimat dari Allah SWT yang diterima oleh Adam,
    sebagian ahli tafsir mengartikannya dengan kata-kata untuk bertaubat. Kisah
    pertaubatan Adam itu kemudian disambung dalam surat Al-A’raf [7] ayat 22-23.

    Dengan kesungguhan taubat dan penyesalan yang tinggi, Adam dan Hawa turun ke
    bumi. Mereka mengakui telah tergoda oleh setan dan meyakini betapa beruntungnya
    mereka mendapatkan ampunan dari Allah SWT. Allah berkata kepada Adam, “Buatlah
    untuk-Ku rumah dan beribadahlah padanya sebagaimana engkau lihat para malaikat
    beribadah di langit.”

    Kemudian, dikisahkan oleh Atha’, sesampainya di bumi, Adam membangun rumah itu
    dari lima buah gunung, yaitu Haro, Tursina, Libanan, Judy, dan Turzeta. Imam
    Mawardi menambahkan bahwa Nabi Adam membangun Baitullah seperti ia lihat di
    ‘Arsy dengan dibantu oleh Malaikat Jibril untuk memindahkan bebatuannya yang
    sangat berat (bahkan tidak sanggup dipikul oleh 30 orang). Adam adalah orang
    pertama yang melakukan shalat dan tawaf di sana. Hal ini dilakukan
    terus-menerus oleh Adam hingga Allah SWT mendatangkan angin topan yang
    menyebabkan lenyapnya bangunan Ka’bah tersebut. Yang tersisa hanya fondasi
    dasarnya.

    Dalam kitab Al-Ma’arif, Ibnu Qutaibah menerangkan bahwa sepeninggal Adam, yang
    memakmurkan dan membangun Baitullah atau Ka’bah adalah Nabi Shith, anak
    laki-laki Nabi Adam.

    C. Nabi Ibrahim dan Ismail

    Saat Ismail dalam proses pertumbuhan menjadi dewasa, Ibrahim sering
    menjenguknya dari Palestina. Suatu hari, Nabi Ismail diajak berdialog oleh Nabi
    Ibrahim, “Sesungguhnya Allah telah menyuruhku untuk melakukan sebuah
    pekerjaan.” Ismail kemudian menyahut dengan kalimat, “Laksanakanlah apa yang
    telah diperintahkan Allah.”
    “Apakah engkau akan membantunya?” tanya Nabi Ibrahim.
    Ismail menjawab, “Aku siap untuk membantu.”
    “Sesungguhnya Allah ta’ala telah memerintahkan aku untuk membangun rumah di
    sini,” tutur Ibrahim sambil menunjuk sebuah bukit yang kini menjadi Masjidil
    Haram.

    Dikisahkan oleh Imam Thabari, Nabi Ibrahim dibantu malaikat (Jibril). Ibrahim
    bertanya kepada Jibril, “Apakah di tempat ini aku diperintahkan membangun rumah
    Allah itu?” Kemudian Jibril menjawab, “Benar di tempat itu!”

    Setelah itu, jadilah fondasi yang pernah dibangun Nabi Adam yang merupakan
    petunjuk Allah lewat malaikat-Nya kembali ditemukan Nabi Ibrahim setelah
    berabad-abad lamanya tidak dipelihara (sepeninggal Nabi Shith, anak laki-laki
    Nabi Adam). Bahkan, telah menjadi tandus dan tiada tanda-tanda kehidupan. Nabi
    Ibrahim dan Ismail akhirnya membangun sebuah rumah di atas fondasi tersebut.

    ya Allah SWT ampunilah dosa dosa hambamu ini,.,.,.,

    labaik Allahummalabbaik,labbaik laa syarikala labbaik,innal hamda wanni’mata,lakawalmulk,laa syarikalak

    ya ALLAH SWT kuberteriak,kumenangis,,kumemohon didepan pintumu,,, kudirikan sholatku didepanmu,..,.
    kabulkan lah cita-citaku ya Allah,..,,.,

  43. OB said

    jadi tukang sapunya ah didalam sana, lama2 jadi biasa aja, ga sebegitunya terkesima. Ga biasa sih kalian jadinya luar biasa, jadinya katro he2, kyak baru kawin itu wah, setelah kawin lama2 biasa. Yang lebih penting menghasilkan nilai diri u/ aktualisasi yg bermanfaat dalam menjalani hidup, menhasilkan dari tanpa bantuan perantara apapun selain langsung dari atas, lebih mak nyos itu.

    bulet amat yah kalimat saya he2, gpp.

  44. eliza said

    waw komennya serem2 uyyyy…
    tau ahhh,, yang pnting aku bersyukur skali tlah dianugrahkan islam,dg trus menggapai taufik dan hidayahnya…
    mengenai ka’bah,,,kpan yah bisa ksana memenuhi panggilannya????InsyaAllah…

    @admin: Lanjutkan……..

  45. haniifa said

    Assalamu’alaikum, @All
    Nabi Isa Al Masih a.s CODE

    Dan (ingatlah) ketika Isa Putra Maryam berkata: “Hai Bani Israel, sesungguhnya aku adalah utusan Allah kepadamu, membenarkan kitab (yang turun) sebelumku, yaitu Taurat dan memberi kabar gembira dengan (datangnya) seorang Rasul yang akan datang sesudahku, yang namanya Ahmad (Muhammad)” Maka tatkala rasul itu datang kepada mereka dengan membawa bukti-bukti yang nyata, mereka berkata: “Ini adalah sihir yang nyata”. (QS 61:6)

    Maka tatkala rasul itu datang := Rasulullah itu adalah Nabi Muhammad s.a.w, yang mengembalikan syariat shalat sebenar-benarnya.
    1. Huruf Alif ا := Lambang orang BERDIRI shalat.
    2. Huruf Ha ح := Lambang orang RUKUK shalat.
    3. Huruf Mim م := Lambang orang SUJUD shalat.
    4. Huruf Dzal د := Lambang orang DUDUK diantara dua SUJUD shalat.

    Didalam 1 rakaat shalat 2x mim (sujud dua kali).
    1. Huruf Alif ا := titik awal 0 derajat
    2. Huruf Ha ح := tubuh membentuk sudut 90 derajat
    3. Huruf Alif ا := kembali ke titik awal 0 derajat / bacaan : Samii Allahu liman hamidah
    4. Huruf Mim م := tubuh membentuk sudut 135 derajat… titik nol dari berdiri
    5. Huruf Dzal د := tubuh membentuk sudut 90 derajat
    6. Huruf Mim م := tubuh membentuk sudut 45 derajat… titik nol dari duduk
    BEGITULAH SUDUT-SUDUT yang dibentuk dalam SATU RAKAAT SHALAT.
    JUMLAH := 0+ 90 + 0 + 135 + 90 + 45 := 360 derajat

    Tahukah Anda ?!
    + Jumlah sudut Ka’bah := 90 + 90 + 90 + 90 := 360 derajat
    + Tawaf mengelilingi Ka’bah := 360 derajat * 7
    Tidakkah kamu tahu bahwasanya Allah: kepada-Nya bertasbih apa yang di langit dan di bumi dan (juga) burung dengan mengembangkan sayapnya. Masing-masing telah mengetahui (cara) shalat dan tasbihnya, dan Allah Maha Mengetahui apa yang mereka kerjakan. (QS 24:41)
    BUMI shalat := BUMI BERPUTAR 360 derajat
    BURUNG shalat := GERAKAN SAYAP BURUNG membentuk 360 derajat

    Semoga rekan-rekan semakin yakin, mengapa kita?!
    1. Shalat menghadap Ka’bah
    2. Shalat Sunat Gerhana (garis edar matahara/bulan terhadap bumi)

    Allahu Akbar…

    Wassalam, Haniifa.

  46. riani said

    assalamualaikum,
    @sudrajat itu adalah kaum yang terbelakang mental, makanya kita tidak boleh meladeninya, dari pada ikut2tan, mendik banyak2 ibadah aja, supaya dia disembuhkan dari keterbelakangan mentalny, dan itu termaksuk orang yang syirik, maka dosanya paling besar tu, letaknya dineraka jahanam, dan ga ada ampunya lg!!!!!!!!!!!!!!!!
    makanya segerah bertobat orang syirik

  47. riani said

    ya allah, aku ingin sekali menjalankan perintahmu menunaikan ibadah haji, kpan ya aq bisa kesana?

  48. Anest said

    Dear mas Agorsiloku,

    Nice post ya mas.. klo ada yg berusaha memprovokasi cuekin ajalah..
    Jujur saya bukan dari muslim, tapi membaca topik sperti ini merupakan bentuk pengetahuan baru supaya kita bisa lebih mengenal kultur agama dari saudara2 kita di kanan-kiri kita sendiri..

    So buat temen-temen.. tetap positive aja yaa jangan diambil pusing, nanti klo kita terpecah-pecah bisa malu sama bangsa lain yg jauh lebih “kurang” (ilmu pengetahuan, kemakmuran, dll dr negara kita)..

    tetep berkarya untuk semua…

    -GBU-

  49. Anonymous said

    MAHA BESAR MAHA SUCI ALLAH SWT

  50. Anonymous said

    nie bneran bkan?

  51. Robert said

    Tuhan Sang Pencipta itu AHAD / ESA , Tidak Beranak dan Diperanakan, Tempat Bergantung Segala Sesuatu” yaitu ALLAH SWT,

    ada tetangga kita yang mengklaim nama ALLAH dengan sebutan Tuhan Allah , darimana asalnya khok ngaku2, ALLAH itu berasal dari bahasa Arab, Tuhannya orang Islam

    ””tidak dua (dualitas), tidak tidak(trinitas), tidak empat dan seterusnya sampai beranak pinak” logika yang kacau seandainya Sang Pencipta lebih dari satu apalagi ada kerabat-kerebet, beranak-berenek, Tiap-tiap Tuhan akan berantem kali ya (emang begitu, ketika saya baca di salah satu kitab suci yang sudah diragukan lagi orisinalitasnya, dan sudah diotak-atik berapa kali,…menceritakan Tuhan berantem sama Manusia, Tuhan berantem sama Anak Tuhan, Anak Tuhan minta Tolong Sama Tuhan karena dikejar-kejar manusia,…gimana ceritanya
    tentunya Tuhan akan mementingkan kerabat-kerabatnya dari pada mengurusi mahluknya”

    Maaf-maaf aja baca kitab anda masing-masing, apakah ada seorang nabi yang mengaku-ngaku menjadi Tuhan, seistimewa-mewanya manusia tidak akan pernah ada yang menyamai sifat Tuhan yang bisa menerbit tenggelamkan matahari,menciptakan dunia, tata surya, galaxi, bintang dan alam semesta ,

    akhirnya setelah bertahun-tahun merenung, baca sini, baca situ hanya Islam yang bisa lebih masuk akal , logika keTuhanannya tidak kacau

    Bagi yang belum Islam, mari kita ber Islam, dalam Prinsip Keagamaan Islam tidak ada dosa turunan, tidak ada seseorang penjamin, bahkan Anak nabi Muhammad pun akan dipotong tangannya kalau dia mencuri, yang dilihat Prestasi pribadi-pribadi masing-masing, kalau beramal baik masuk surga, kalau berbuat dosa masuk neraka, Kitabnya orisinil, dari awal sampai 1400 tahun kemudian tidak ada yang berubah satu hurup pun, Tidak ada Ras, tidak membeda-bedakan warna kulit dan golongan, dan tentunya Tren perkembangan pemeluk Islam di AS dan Eropa terus naik berkali lipat, di belanda banyak Gereja beralih menjadi Mesjid, mereka meyakini hanya Islam karena sesuai dengan akal dan hati nurani mereka….

    Ya Allah, berilah Petunjuk Kebenaran Kepadaku, Kepada Mereka dan kepada Kita semua dengan Maha Kasih dan SayangMu, Amin

  52. toyz said

    ga sah munafik deh semuanya..dibanding saling ngejek dan ngehina..ngaca dulu diri sendiri!!dah pda bener belum!!!thx

  53. bagi anda yang beragama kristen dan yahudi yang tidak percaya akankebenaran islam saya hanya menyarankan cepatlah kembali kepada fitrah anda.

  54. adi said

    Salaam

    Beberapa waktu yang lalu salah satu teman saya menuliskan statusnya di FB seperti ini, “Boleh gak ya jika nanti anak saya, saya beri nama Tuhan XXX” Status teman saya itu membuat saya tertegun dan mendorong saya untuk mencari tahu seputar tentang nama Tuhan, walaupun bukan untuk menjawab pertanyaan status sang teman tersebut.
    Saya jadi teringat obrolan dengan salah seorang teman beberapa bulan yang lalu yang menceritakan konon katanya negara tetangga kita telah menetapkan bahwa Allah itu adalah Tuhannya orang muslim, bahkan orang Nasrani dilarang menggunakan penyebutan Allah dalam ritual mereka. Lalu ketika saya mencoba untuk diskusi dengan beberapa rekan, malahan ada yang berkata, “Tuhan itu gak ada, yang ada adalah Allah!!” Lho?! Kok aneh ya?! Seketika saja saya melontarkan pertanyaan kepadanya, “Tolong artikan dari Al Fatihah ayat 2”. Dia terdiam…

    Beberapa istilah untuk Tuhan Muncul dari perbedaan bahasa dan tradisi agama.

    * Yehowa atau Yahweh (bahasa Ibrani) tetragrammaton YHVH. Nama ini tidak pernah dilafalkan karena dianggap sangat suci, pengucapan YHVH yang benar tidak pernah diketahui. Biasanya yang dilafalkan adalah ADONAI yang berarti Tuan.

    * Kamus Indonesia-Arab, Arab-Indonesia Al-Bisri : KH. Adib Bisri dan KH. Munawwir A. Fatah, Tuhan adalah Allah.

    * Kamus Oxford: Oxford University Press adalah 1.being that is believed to have power over nature and control over human, 2. (esp in Christianity, Judaism and Islam) the maker and rules of the universe.

    * Kamus Inggris-Indonesia: John M. Echols adalah Dewa, Tuhan yang Maha Esa, Allah.

    * Sang Hyang, dan istilah-istilah kata Tuhan lainnya.

    Ternyata selama ini pengertian tentang istilah Tuhan, Allah, Sang Hyang, atau Yehowa, yang melekat di kebanyakan masyarakat adalah bahwa istilah kata Tuhan kepunyaan orang Nasrani, Allah kepunyaan orang Islam, Sang Hyang kepunyaan orang Hindu atau Budha, Yehowa kepunyaan orang Yahudi. Umh…

    Lalu bagaimana dengan salah satu ayat di dalam Al-Quran, surah Al Fatihan ayat 2 yang saya lontarkan kepada rekan saya? Yang artinya:
    Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam. (terjemahan umum)
    All praise is due to Allah, the Lord of the Worlds. (Mohammad Habib Shakir)
    Praise be to God, Lord of the universe.
    Pengertian yang ketiga mungkin lebih tepat, hanya saja dalam tatanan bahasa Indonesia, kita tidak memiliki persamaan atau padanan kata yang tepat untuk kata “Rabb = The Lord”. Tetapi akan lebih mendekati dengan makna sesungguhnya jika kita mengartikannya ke dalam bahasa Indonesia dengan kalimat:
    “Segala puji bagi Tuhan, Sang Penguasa semesta alam”.

    Alhamdulillah, Praise be to God, Puji Tuhan…
    Maka, God, Yahweh, Sang Hyang, Gusti/Pangeran, Tuhan, semuanya memiliki pengertian yang sama, hanya sekedar perbedaan terjemahan bahasa, meski masing-masing punya latar belakang perkembangan makna terkait dengan apresiasi masing-masing atas konsepsi Ketuhanannya. Namun secara universal menunjuk pada eksistensi yang sama, yaitu tentang “Yang Tak Terbantahkan” (source: Wikipedia)

    Tetapi pembicaraan menjadi berkembang sedikit lebih jauh.

    Bagaimana dengan ASMAUL HUSNA?!
    Mengapa ada 99 nama?! Padahal nama-nama tersebut terdapat di dalam Quran hanya 96 nama, dengan 3 nama lagi ditambahkan oleh Tirmidzi yaitu nama al-Khaafidh (Yang Maha Merendahkan/Penghina), al-Maani’ (Yang Maha Mencegah) dan ash-Shabuur (Yang Maha Sabar).

    Tuhan telah menyatakan dalam Quran dengan 96 nama dan ayat-ayatnya yang berbunyi:

    * … His are the most excellent names; whatever is in the heavens and the earth declares His glory; and He is the Mighty, the Wise. [59:24] (Shakir)
    … KepunyaanNya segala nama-nama yang terindah. MengagungkanNya adalah segala-gala yang ada di seluruh cakrawala dan bumi. Dia adalah Yang Maha Kuat lagi Maha Bijaksana. [59:24]

    * And Allah’s are the best names, therefore call on Him thereby, and leave alone those who violate the sanctity of His names; they shall be recompensed for what they did. [7:180] (Shakir)
    Milik TUHAN segala nama-nama yang terindah; panggillah Dia dimana saja, dan berpalinglah dari orang-orang yang memutarbalikan nama-namaNya. Mereka akan dibalas karena dosa-dosa mereka. [7:180]

    Jika kita menelaah secara arti bahasa, kata “segala” adalah bermakna tak terhingga. Jelas sekali bahwa nama-nama Tuhan tidaklah dapat ditetapkan dalam sebuah deretan angka-angka tertentu. Meskipun dituliskan dengan bertrilyun-trilyun deret nama!!

    And follow not that of which you have not the knowledge; surely the hearing and the sight and the heart, all of these, shall be questioned about that. [17:36] (Shakir)
    Jangan sekali kamu menerima sebarang informasi, melainkan kamu memverifikasikannya sendiri. Aku telah berikan kepada kamu pendengaran, pemandangan dan akal, dan kamu akan dipertanggungjawabkan untuk menggunakan kesemuanya itu. [17:36]

    Semoga Tuhan memberkati kita semua.

  55. DANY said

    luar biasa benar,yang saya paling herankan kuncinya,gimana cara gunakanya ya?????

  56. ibin said

    Ass.w.w.
    Cemoohan, ledekan, ejekan, kata-kata kotor, yang dilontarkan kepada ummat Islam, Al Quran, Nabi Muhammad saw, dan syiar-syiar Islam, akan membuat ummat Islam yang beriman dan taqwa semakin yakin akan kebenaran Islam. Karena setiap Al Quran dan syiar-syiar Islam dihujat, maka syiar Islam akan semakin bersinar. Tidak pernah ada orang Islam yang taqwa keluar dari Islam karena agama Islam dijelekkan orang, tetapi yakinlah bahwa telah banyak penghujat yang semula musuh Islam menjadi pemeluk Islam yang taat. Tidak ada mualaf (pemeluk islam baru) yang masuk Islam karena tertarik oleh jabatan,kekayaan atau status sosial lainnya, mereka semuanya masuk Islam karena yakin bahwa Islam adalah agama yang benar. Tidak percaya tanyakan pada para mualaf yang saudara kenal. IbK.

  57. coMeca said

    Saudaraku Semuanya, tolong lah untuk lebih cermat dan lebih teliti lagi mengenai apa yg kita sanjung.

    Nilailah Pohon dari Buahnya.

    Thanks.

    Untuk memperolehi pengertian yang sebenar tentang asal usul Islam, kita perlu mengetahui akan keadaan Arab sebelum adanya Islam, akan diri Muhamad, dan akan sejarah awal Islam. Walaupun arkeologi, Al Quran dan Hadith mengandungi catatan yang banyak tentang perkara ini, ramai orang mungkin tidak sedar tentangnya.

    MEKAH SEBELUM MUHAMAD

    Pernahkah anda bayangkan akan keadaan Mekah sebelum kelahiran Muhamad? Kota Mekah, pada ketika itu, sememangnya merupakan kota yang sangat menarik kerana kota itu merupakan pusat perdagangan dan juga tempat tumpuan pelbagai kaum dengan budaya yang berbeza. Para pedagang di sana juga menganuti pelbagai agama. Kaum Quraysh di sana memuja Hubal, Al-ilah, dan tiga anak perempuan Al-ilah. Sebuat batu hitam yang berasal dari surga sangat disanjungi dan ditempatkan di satu sudut dalam Kaabah. Kaabah ini merupakan pusat pemujaan 360 berhala (Bukhari jilid 3, buku 43, bab 33, no. 658, hal.396 dan Bukhari jilid 5, buku 59, bab 47, no. 583 ,hal. 406). Ensiklopedia Islam (edisi Eliade, hal. 303ff) ada mengatakan bahawa sebelum adanya Islam, orang sudah bersembahyang lima waktu sehari dengan menghadap ke Mekah dan berpuasa selama setengah hari bagi sebulan penuh. Kaum Quraysh pula berpuasa pada setiap 10 Muharram. Muhamad pernah memerintahkan agar pengikut-pengikutnya mengamalkan amalan yang sama, namun kemudian amalan ini tidak diwajibkan (Bukhari jilid 5, buku 58, bab 25, no. 172, hal.109 dan Bukhari jilid 6, buku 60, bab 24, no. 31, hal. 25).
    Sebelum adanya Islam, orang Arab sudah menaikkan haji ke Mekah. Fiqh us-Sunnah jilid 5, hal.122 dan Bukhari jilid 2, buku 26, bab 33, no. 635, hal. 371-372 ada mencatatkan bahawa, pada zaman itu, orang Arab yang tidak menaikkan haji dianggap telah melakukan dosa terbesar di dunia ini. Di Mekah, sebelum adanya Islam, mereka sudah menutupi Kaabah dengan kain (Fiqh jilid 5, hal. 131) dan mereka juga sudah mempunyai bulan suci yang tidak membenarkan peperangan dalam jangka masa itu (Bukhari jilid 2, buku 23, bab 96, no. 482, hal. 273).

    ASAL USUL KATA “ALLAH”

    Umumnya, kata “Allah” ialah kata singkatan dalam bahasa Arab bagi kata Al-ilah, yang bererti “Tuhan”. Baik orang Kristian Arab ataupun penyembah berhala juga menggunakan kata Ilah untuk Tuhan. Al-Kitab bahasa Arab dan bahasa Indonesia masa kini juga menggunakan kata “Allah“ untuk Tuhan. Dahulu, kata dalam bahasa Timur Tengah yang agak serupa yakni kata el membawa erti “tuhan”, baik digunakan untuk Tuhan yang benar atau berhala, dalam bahasa Ugaritik, bahasa Kanaan dan bahasa Ibrani. Sebelum Muhamad, Kaabah yang menempatkan para 360 berhala itu disebut Bait Allah atau “rumah Allah“. Ayah Muhamad yang meninggal sebelum Muhamad dilahirkan itu bernama “Abdullah” yang bererti hamba Allah. Tambahan juga, salah satu suku bangsa Yahudi digelar “Abdullah bin Salam” dalam Bukhari jilid 5, buku 59, bab 13, no. 362, hal. 241.
    Khususnya, antara berhala yang dipuja di Mekah, salah satu berhala digelar “Allah”. Berhala ini ialah dewa bagi kaum Quraysh, dan dewa ini mempunyai tiga anak perempuan. Jika dibandingkan empat daripada lima rukun Islam, orang Mekah sebelum Muhamad juga berpuasa pada hari yang sama, memberi sedekah kepada kaum sendiri yang miskin papa, bersolat menghadap ke Mekah, dan menaikkan haji ke Mekah. Walaupun ada juga perbezaan yang banyak antara agama Islam dengan penyembahan berhala kaum Ouraysh, agak hairannya ialah adanya kesinambungan amalan-amalan Islam ini dengan kebiasaan penyembahan berhala kaum Quraish.
    Bahagian berikut akan menunjukkan bahawa, seperti dewa utama Yunani Zeus yang berasal daripada kata umum untuk Tuhan (theos), perkara yang sama juga terjadi dengan orang Arab sebelum adanya Islam.

    PARA PEMUJA ALLAH

    Ramai orang primitif menyembah dewa matahari dan dewi bulan. Adalah luar biasa bagi orang Arab yang tinggal di sebelah Barat memuja dewa bulan dan isterinya, dewi matahari. Terdapatnya patung-patung pra-Islam yang merupakan simbol dewa bulan tersebut, yakni bulan sabit. Bulan sabit ini sama seperti bulan sabit Shi’ite orang islam, kecuali bulan sabit Shi’ites ditambahkan sebutir bintang kecil. Menurut Ensiklopedia Islam hal. 303, orang Yaman/ orang Sabaean juga mempunyai dewa bulan. Kaum Quraysh mungkin memperolehi berhala ini daripada mereka.
    Seperti yang telah dikatakan, Allah mempunyai tiga anak perempuan yang dinamakan Lat, Uzza dan Manat. Pada suatu ketika, “nabi Allah” telah berkompromi dan mengatakan dalam Al Quran (Sura 53:19) bahawa “doa perantaraan mereka sangat diharapkan”. Dengan kata lain, dia mengatakan bahawa kita harus mengharapkan bantuan daripada tiga berhala ini.
    Pengikut-pengikut Muhamad pasti terkejut ketika dia mengatakan hal ini. Kemudian, Muhamad pula berubah fikirannya dan berkata bahawa Iblis telah menipunya. Oleh sebab kesalahan telah dibuat, ayat-ayat ini “dimansuhkan“ atau dibuang. Ayat-ayat ini sering disebut “ayat Iblis“. Agak menarik untuk membaca bahawa Allah mempunyai “ayat-ayat yang dimansuhkan“ dalam Sura 13:39, Sura 16:101 dan Sura 2:106; padahalnya, Sura 41:37 ada menyebutkan bahawa pemuja dewa matahari dan dewi bulan tidak dibenarkan.
    Ringkasnya, Mekah pada masa Muhamad merupakan kota yang sangat kosmopolitan. Orang Sabaean, suku bangsa Muhamad dan kaum Quraysh menyembah dewa bulan, bernama Al-ilah atau Allah, dan tiga anak perempuannya. Al Quran mengajar untuk tidak menyembah berhala, namun orang cendekiawan Islam mengakui bahawa Muhamad asalnya telah menyisipkan ayat-ayat yang mengatakan bahawa doa perantaraan ketiga anak perempuan Allah sangat diharapkan.
    MUHAMAD SEORANG SUAMI

    Sura 4:3 mengatakan bahawa orang lelaki boleh mempunyai paling banyak empat orang isteri, tetapi Sura 33:50 membenarkan pengecualian kepada Muhamad. Menurut cendekiawan Islam Ali Dashti, berikut ialah isteri-isteri dan gundik-gundik Muhamad:
    1. Khadijah bt. Khuwailjd (yang pertama meninggal)
    2. Saudah bt. Zam’ah
    3. Aisyah bt. Abu Bakar (berumur 8-9 tahun)
    4. Ummu Salamah Hindun bt. Abi Umaiyah
    5. Hafsah bt. Umar
    6. Zainab bt. Jahsyin
    7. Juwairiyah bt. Harith (orang tahanan)
    8. Umm Habibah Ramlah bt. Abi Sufian
    9. Safiyah bt. Huyay (orang tahanan)
    10. Maimunah bt. al-Harith
    11. Fatimah (untuk jangka waktu yang singkat)
    12. Hind (janda)
    13. Asma bt. Saba
    14. Zaynab bt. Khuzaima
    15. Habla
    16. Asma’ bt. al-Nu’man
    17. Maria al-Qibtiyya (orang Kristian)
    18. Raihanah bt. Zaid (perhubungan yang tidak jelas)
    19. Umm Sharik
    20. Maimuna
    21. Zainab bt. Khewalid
    22. Khawla bt. Hakim
    Muhamad menikahi Safiyah setelah membunuh suaminya dan orang kaum Banu Quraiza (Bukhari jilid 2, buku 14, bab 5, no. 68, hal.35, Bukhari jilid 4, buku 52, bab 74, no.143, hal.92, dan Bukhari jilid 4, buku 52, bab 168, selepas no. 280, hal.175-176).

    Sememangnya wujud masalah yang sungguh mengelisahkan di Arab Saudi kerana wanita asing yang pergi ke sana sebagai pembantu rumah secara paksa digunakan sebagai hamba seks. Walaubagaimanapun, anda tidak dapat menuduh orang lelaki Arab Saudi yang melakukan perkara kutut ini sebagai munafik. Sesuai dengan tradisi agama mereka, memaksa hamba wanita untuk melakukan seks adalah diterima dari segi moral (lihat Bukhari jilid 3, buku 34 bab 111, no. 432, hal.237; Bukhari jilid 3, buku 34, bab113, selepas no. 436, hal. 239-240; Bukhari jilid 5, buku 59, bab 31, no. 459, hal. 317; Bukhari jilid 8, buku 76, bab 3, no. 600, hal. 391; Sahih Muslim jilid 2 buku 8, bab 560, no. 3571, hal. 732-733).
    London Economist (6 Jan 1990) melaporkan bahawa orang Islam di Sudan menghambakan wanita dan anak-anak suku Dinka. Edisi Khas Newsweek pada 4 Mei 1992 tentang perhambaan juga melaporkan bahawa orang Islam masih menghambakan kaum berkulit hitam, seperti juga yang dilaporkan dalam Austin American Statesman pada 2 Februari 1996. Artikel dalam Readers Digest 3/1996 hal.77-81 yang bertajuk “Amalan penghambaan yang memalukan kembali ke Africa” adalah satu berita penindasan yang menyedihkan.

    MUHAMAD SEORANG YANG MAKMUR

    Muhamad bersama dengan orangnya merampas daripada para kafilah. Bukhari jilid 3, buku 37, bab 8, no. 495, hal. 280 mengatakan bahawa ”Ketika Allah membuat nabi-nabiNya kaya melalui penaklukan…”1/5 daripada barang rampasan dimasukan dalam perbendaharaan, dan Sahih Muslim jilid 2, buku 5, bab 401, no. 2348, hal. 519 mengatakan bahawa seluruh keluarga Muhamad mendapat sebahagian daripada hasilnya. Perampasan orang Islam pertama dikenali sebagai Serangan Nakhla. Semasa bulan suci, pengikut-pengikut Muhamad membuat serangan hendap terhadap sebuah karavan dengan para kafilahnya, membunuh seorang daripada mereka dan menjadikan yang lain hamba, dan merampas barangan mereka. Muhamad sendiri juga ikut memimpin serangan yang kedua di Badr. Muhamad menambah kekayaannya dengan menyerang pertempatan orang Yahudi di Khaibar. Dia dan pengikut -pengikut setianya juga mendapatkan barang rampasan dan isteri-isteri (Muhamad memerlukan isteri lagi?) daripada 700-1.000 orang Yahudi suku bangsa Banu Quraiza yang dipenggal kepala oleh Muhamad dan pengikut-pengikutnya setelah orang Yahudi ini menyerahkan diri.

    MUHAMMAD SEORANG PENDOSA (????)

    Ketika Alkitab mengatakan bahawa Yesus (Isa) adalah tanpa dosa, di sini akan diterangkan perkara yang dikatakan oleh Quran dan Bukhari Hadith tentang Muhamad. Dalam Sura 40:55 dan 48:1-2 Allah berkata kepada Muhamad untuk meminta ampun atas dosa (atau kelemahan) yang telah dibuatnya. Sekarang, orang tidak perlu meminta ampun atas kelemahan fizikalnya, namun atas kelemahan moralnya. Sahih Muslim jilid 1, buku 4, bab 268, no.1695, hal. 373 mengatakan bahawa Muhamad berdoa, ”Saya merasa bersalah dan mengakui dosa saya. Ampunilah seluruh dosa saya…” Bukhari jilid 1, buku 2, bab.13, no.19, hal. 23; Bukhari jilid 1, buku 12, bab 57, no. 781, hal. 434; Bukhari jilid 6, buku 60, bab 3, no. 3, hal. 4; Bukhari jilid 8, buku 75, bab 3, no, 319, hal. 213 dan Bukhari jilid 8, buku 75, bab 62 sebelum no. 407, hal.271 juga menyebut tentang dosa-dosa Muhamad. Hal yang lebih terperinci tentang dosa-dosa Muhamad juga disebutkan dalam Bukhari jilid 1, buku 4, bab 70, no. 234, hal. 147-148; Bukhari jilid 8, buku 82, bab 1, no. 794-795, hal. 520, yakni tercatat bahawa dia memotong lengan dan kaki orang, membakar mata mereka, dan membuat mereka mati kehausan setelah lengan dan kaki mereka dipotong (lihat juga Bukhari jilid 8, buku 82, bab 3, no. 796, bab 4, hal. 797; Bukhari jilid 6, bab 150 sebelum no.198, hal.158-159).
    Anda mungkin akan setuju bahawa perkara-perkara yang dilakukan oleh Muhamad adalah dosa yang besar. Oleh sebab Muhamad telah melakukan dosa-dosa ini, lalu dia memang sangat perlu meminta pengampunan. Persoalan ialah: “Siapakah yang menebus dosamu?“ Yesus mengatakan bahawa Dialah yang membayar untuk menebus dosa kita. Islam tidak mengajarkan bahawa baik Allah ataupun Muhamad yang akan menebus dosa. Bagaimana dosamu akan ditebus, atau adakah Allah membenarkan sesuatu dosa dan tidak membenarkan dosa yang lain?

    Sesetengah orang mungkin berpendapat bahawa dosa boleh dilakukan selagi orang itu mengakui dirinya orang Islam. Orang Islam pada abab ini membunuh orang Kristian dan melakukan pembunuhan besar-besaran di seluruh desa-desa di Sudan, Nigeria, dan Indonesia. Ketika orang yang disebut Kristian membunuh orang Islam, orang akan berpendapat bahawa orang Kristian tersebut telah melawan sifat Kristus. Ketika orang Islam membunuh orang Kristian, yang menyembah Allah yang Sejati, saya tidak pernah mendengar orang mengatakan bahawa orang Islam tersebut melawan sifat Muhamad.
    Maafkan saya kerana terlalu berterus-terang, namun tindakan orang Islam membunuh orang yang menyembah Allah harusnya berhenti. Ketika orang Islam cuba menjustifikasikan tindakan pembunuhan mereka kerana nabi mereka (Muhamad) juga melakukan hal ini, maka orang lain akan mempunyai syak wasangkan tentang nabi mereka, Allah mereka yang memansuhkan kata sendiri , dan asal usul Islam.

    PERTIMBANGKAN NABI YANG TANPA DOSA

    Sebalik Muhamad, ada seorang Nabi yang:
    • menyatakan Dirinya sebagai nabi Allah,
    • menggenapkan segala ramalan dan maksud,
    • tidak pernah diampuni kerana memang tidak pernah berdosa,
    • tidak pernah membunuh atau mengancam nyawa orang lain
    • mempunyai standard moral yang sangat tinggi (tidak pernah membenarkan seks secara paksaan),
    • berjanji untuk membayar tebusan atas dosamu,
    • menderita dan mati untukmu,
    • tidak mempunyai kubur, kerana dia telah bangkit dari kematiannya
    Yang kita sebutkan di sini ialah Yesus Kristus (Isa Al-Masih). Orang Kristian tidak perlu berkata kepada Yesus bahawa: “semoga damai Allah menyertaiNya (Yesus)“, kerana Yesuslah Raja Damai itu sendiri; dan damai Allah sudah dan akan selama-lamanya bersama dengan Yesus. Lebih daripada itu, harapan saya ialah anda akan menemukan damai Kristus dan kasihNya supaya damai dan kasih Kristus ini sentiasa hidup dalam hatimu.

    • agorsiloku said

      Catatan Mas Dari awal sampai akhir, Mas pelajari dan pahami lah apa yang Mas tulis pada subtopik Pertimbangkan Nabi Yang Tanpa Dosa, gunakan pemahaman sejarah dari ragam sumber, baik dari sumber Kristen atau NonKristen, termasuk juga tentunya pembahasan tentang Kain Kafan Turin, Paulus dan Sejarahnya, logika pembatasan iman, dan lain-lain. Tarik kesimpulan mana data, mana kesimpulan, mana iman, mana aspek rasional, mana logis, mana makna Allah dari masa ke masa. Insya Allah, kebenaran akan Mas lihat dan dapatkan, jika memang itu yang menjadi tujuan, sehingga Mas dapat mendefinisikan setiap peristiwa dan kelogisan rasioalitas dan nurani dengan baik. Pesan pertama : Nilailah pohon dari buahnya harus diposisikan dalam setiap runtutannya.
      Saya sama sekali tidak ingin membahas semua persepsi yang dipersepsikan tidak pada tempatnya terhadap Nabi-nabi Allah SWT yang diturunkan kepada ummat manusia, baik yang tercatat maupun yang tak tercatat. Karena saya sangat yakin bahwa Allah Subhana wata ‘ala, menurunkan para utusanNya untuk menegasi keberadaanNya, menegasi jalan yang lurus bagi manusia dalam menjalani laku pilihannya dalam kehidupan. Jadi, sama sekali tidak ada tempat dan ruang untuk mendiskusikan Nabi, apalagi yang sudah tertulis pada Al Qur’an keluar dari konsep-konsep berpikir yang tidak sejalan dengan yang disampaikan oleh Al ‘Qur’an, termasuk tentang Nabi Isa.

    • buat mas igor maaf ikut komen.
      buat CoMeca jika anda sejarawan pernahkah anda telusuri kebenaran injil yg anda yakini bahwa itu tidak dirubah sedikitpun isinya sejak diturunkan allah untuk nabi isa yg anda anggap tuhan. maaf! jangan buku bukhari anda jadikan bahan belajar tp coba baca alqur’an dengan cermat. baca terjemah SURAH MARYAM anda akan tau kebenarannya.
      sebagai catatan : Bagai setetes air dilautan ilmu&pengetahuan manusia dibanding allah tuhan semesta alam.

  58. bram said

    semua yang buang hajat pasti punya dosa.

    • agorsiloku said

      :D, semua yang berakal akan diminta pertanggungjawaban terhadap akalnya, bagaimana memanfaatkan rahmatNya, memanfaatkan potensi yang diberikanNya.
      Demikian juga dengan dosa, dosa dan pertanggungjawbannya adalah untuk orang yang berakal. Bila karena akalnya menghilangkan kemampuan akalnya menjadi tidak berakal, maka perubahan yang menjadi sebab kehilangan akal haruslah dipertanggungjawabkan.

      Mengenal dan menghamba adalah karena akal, oleh karena itu pula… sejumlah pertanyaan atau teguran pada orang berakal disampaikan dalam sejumlah ayat-ayat Al Qur’an.

      Tentu, ini berbeda dengan “semua yang buang hajat pasti punya dosa”. Pernyataan ini tidak bisa disamakan dengan akal.
      Mohon maaf ya Mas Bram, ada sedikit perbedaan dalam pendefinsian, meskipun tentunya secara esensi, agor juga memahami yang dimaksudkan Mas Bram…..
      Wass, agor.

  59. firmansyah said

    subhannallah…bru saat ini hamba liat isi dlam ka’bah

    insya allah nnt hamba bsa mncium dinding ka’bah bserta kluarga hamba…amin ya robb

    • agorsiloku said

      Allah SWT maha mengabulkan do’a. “…bahwasanya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia memohon kepada-Ku…” (QS 2:186)
      Insya Allah.
      Wassalam, agor.

  60. abu mikail said

    yahudi dan nasrani tidak akaan pernah rela kepada islam sehingga mengikuti mereka

  61. Anonymous said

    Sebenarnya sih kita2 orang ini palingan cuma beda agama, sebutan untuk “Tuhan”, dan cara beribadatnya. Saya sendiri Nasrani. sempat baca sedikit di Al-Quran milik ibu saya (yang menganut Islam). Saya menemukan (bab dan bagian mananya jujur saya lupa) ada sedikit kisah yang menceritakan tentang kehidupan Nabi Isa. Terus saya menemukan juga banyak sekali kesamaan tokoh pelaku cerita-cerita dalam Al-Quran dengan Alkitab. Selanjutnya, ya kembali lagi ke kalimat pertama dalam komentar saya ini.

    • agorsiloku said

      AQ menjelaskan cukup banyak mengenai Nabi-nabi terdahulu, termasuk Nabi Isa. Jadi memang akan dijumpai sejumlah kesamaan dan sejumlah perbedaan, ada yang relatif berada pada batas tertentu dan ada pada batas-batas yang AQ menjelaskan sangat tidak sama, dari sudut cara pandang keimanan dan keesaan Tuhan. Namun lepas dari perbedaan itu, beragama adalah sebuah pilihan bahkan pada perbedaan yang paling ekstrim sekalipun. Saya juga sedikit mempelajari kitab perjanjian lama dan baru untuk memahami sedikit perbandingan belajar memahami.
      Terimakasih Mas Vilo sudi berkunjung ke sini.
      agor.

  62. Anonymous said

    udahlah… imani agama masing masing aja

  63. bingung said

    alquran, alkitab, injil asalnya dari TUHAN ????? semua itu kumpulan sejarah yang diceritakan secara lisan turun temurun ataupun seperti injil yang langsung ditulis oleh orang yang terlibat dalam sejarah itu… berarti semuanya itu adanya batasan pengetahuan dan logika manusia …. bagaimanakah dengan sepuluh perintah ALLAH yang diyakini diturunkan kepada Nabi Musa langsung oleh ALLAH ? …. intinya baik ISLAM, NASRANI, YAHUDI percaya akan adanya TUHAN … cara memuliakan TUHAN yang sesuai selera masing-masing ^^

    • cekixkix said

      @Om Bingung
      Tapi Nashrani dan Yahudi itu agama bingung dan elo Kristen agama nyang paling bingung… Cekixkix…kix..kix…

    • agorsiloku said

      Yang saya pahami, Taurat juga adalah petunjuk yang diberikan Allah kepada manusia. Dalam AQ dijelaskan tidak langsung oleh Allah, tapi melalui perantaraNya. Karena itu dijelaskannya Kami turunkan/datangkan kepada Musa Al Kitab… Kata Kami merujuk bahwa ada perantara yang menyampaikan petunjukNya. Petunjuk Tuhan dalam Al Qur’an dijelaskan sejak manusia pertama, rujukan agama muncul dari Nabi Ibrahim… jauh sebelum Nabi-nabi yang berdatangan kemudian. Titik pandangnya ada pada keesaan, tauhid, Allah yang maha esa.
      Cara memuliakan, ya… sesuai petunjukNya juga…

  64. Aku awalnya sangat fanatik dengan Islam, segala ajarannya kujalani dengan baik sampai suatu ketika aku berkenalan dengan bekas teman di pengajian di bekasi, dia bilang dia sudah gak jalanin sholat setelah mendalami ajaran Islam itu ternyata kebohongan, kenapa wanita tidak diperbolehkan sholat Jumat? Apakah Tuhan itu kejam menyuruh kita membunuh, wanita dicuci otaknya supaya memakai jilbab, padahal Tuhan menciptakan wanita dengan rambutnya yang indah? Aku bersama temanku akhirnya memutuskan keluar dari Islam walaupun awalnya suami menentangku tetapi aku bukan sendiri, cuma karena takut dengan tetangga saja kami menyimpan ini dalam hati…

    • agorsiloku said

      Agama adalah sebuah pilihan, kejujuran juga sebuah pilihan.

      • Anonymous said

        salah besar,`di arab wanita ikut dalam sholat jumat`,jilbab itu justru untuk melindungi kita para wanita dari pandangan laki-laki yang ……,hidup memang pilihan kalian mau tidak pakai apapun juga pilihan.

    • ybraja said

      Dalam Islam prinsip berpakaian adalah menutup aurat dan sebaik-baiknya berpakaian adalah pakaian taqwa yang membungkus pribadi manusia menjadi gemar beramal baik dan menjauhi perbuatan tidak terpuji. jilbab adalah pakaian luar bagi perempuan muslim adalah satu pilihan mode yang berbeda dalam menutup aurat antara pemeluk islam di indonesia dengan negara lain, dalam hal menciptakan mode pakaian muslim sudah barang tentu tidak hanya jilbab dan Islam memberikan ruang yang luas untuk mereka yang berfikir terutama di kalangan ahli mode untuk merancang pakaian sesuai dengan prinsip ….menutup aurat…..jadi tidak hanya jilbab doang seperti yang banyak terlihat sekarang.

  65. naja said

    sebanawlahhhhhh

    bagus sekali saya akan mencari uang untuk ibu ayah saya memasuki dalam ka’bah amien

  66. abdullah said

    bismillahirrohmanirrohim..setelah membaca artikel dan keseluruhanya.maka perlu kita ingat.bahwa nashrani dan yahudi tak kan pernah rela pada islam.sebagian mereka,ada yg mencari cari ayat,hadist,khabar dsb,yang mereka tak fahami sebab sebab turunya,hanya melihat ma’nanya saja sudah berkomentar.diulasnya ayat,khadist dsb nya itu,untuk menghasut orang2 muslim awam.wajar..krn benar kata alqur’an,mereka tak kan rela pd islam,mereka punya missi!!.satu poin bahwa alqur’an itu benar.selanjutnya…untuk mengetahui kebenaran islam,mari kita lihat dulu,siapa sang penyebar islam itu,dgn cara AQAL…jangan melihat orangnya,atau ajaranya dulu..bagaimana kita mau mengoreksi kebenaranya,orang sudah benci sama Nabi Muhammad dan ajaranya.pakai aqal..yaitu..bahwasanya Nabi Muhammad adl orang yg mengaku sbagai utusan allah.benarkah pengakuan itu??jawaban saya adalah…YA!!!benar Muhammad bin abdullah adalah seorang utusan Allah.bukti secara aqalnya adalah,dalam pengakuanya sbgai rosul,beliau diberi tanda oleh allah brupa mukjizat,yg tdk bisa dikuasai oleh manusia/mahluk,hanya allah yg bs membuatnya..contoh terbelahnya bulan,di payungi awan,diajak bicara olh batu,hewan,bahkan pohon yg sudah berbentuk mimbar(mengapa orang yg koment diats,tdk mencantmkan hadist2 spt ini???)dan mukjizat2 tsbt disaksikn org bnyk.kalau Nabi muhammad pendusta,maka mustahil bg allah untuk memberinya sertifikat2 kerosulan alias mukjizat2 tsb pada beliau.jadi benarlah Nabi muhammad adlh utusan allah,dan ajaran2nya adlh aturan2 allah.ya allah indahnya aqal pemberian Mu ini…

  67. sri wedari said

    aku adlh seorang muallaf,setelah aku masuk islam,aku merasa derajatku diperhatikan olh islam,bukan sebaliknya,spt yg mereka2 fitnahkan.aku diprintah utk menutup aurot,memakai jilbab,dll,itu membuat aku lbh dihargai,diajeni-jawa.red.lihat saja,barang2 antik pasti sll trsimpan,dan terbungkus tak diumbar,dan tak mudah ditonton org banyak.bgt jg para wanita.dulu aku sll hidup gelamor,brpakaian srba minim,shingga banyak yg meremehkanku.dan kini ku temukan wadah buat kami kaum hawa..islam..

  68. Anonymous said

    wahai org2 nasrani,kalian tdk ush cari2 kekurangan islam,krn usahamu kan sia2.krn islam agama yg sempurna,tp koreksilah dgn keyakinanmu itu,pasti kau senantiasa dalam keraguan yg nyata.alquran dr zaman nabi muhammad sampai skrg,walaupun cuma titik saja,tak pernah ada perubahan.masalah ayat naskh dan mansukh bukanlah rekayasa nabi.buktinya smpai skrg alquran tak ada yg brlawanan isinya.TERJAGA DARI KEPALSUAN.sedangkan kitab kalian Coba lihat kitab kristen tahun 1928 dan 2001 dlm kitab radja radja 4:26 jmlah kandang solaman 40rb,ttp menrut trjemahan baru 1991 kitab radja radja 4:26 jmlh kandang solaman adlh 4rb.Lihatlah..alquran itu adlh firman2 tuhan yg msh murni.terjaga dr kekeliruan,bayangkan..tuhan adlh zat yg kuasa menjaga firmanya,bgmn dgn ayat2 kitab anda wahai kaum nasrani..apakah tuhan keliru dlm brfirman?apakah kalian ingin mlihat kejanggalan2 kitab kalian yg lain lg??

  69. Wild Boy said

    MAsing-masing agama punya kepercayaan sendiri2. dan Tuhan tentu punya tujuan yang tidak kita ketahui karena keterbatasan kita sebagai manusia. Kalau seorang muslim percaya bahwa membaca Sholawat Nabi akan memberikan anugrah bagi dirinya mbok ya dibiarkan saja,toh dia tidak merugikan agama lain, dia tidak menyakiti orang lain. Tapi itu memang ajaran muslim. Kalau Anda sebagai orang yang tidak percaya akan Sholawat Nabi sebaiknya jangan menghujat, kami juga tidak menghujat apapun yang Anda lakukan. Mungkin ANda punya cara sendiri untuk mendapatkan anugerah dari Tuhan, ya Anda lakukan saja. karena Tuhan mempunyai banyak cara untuk memberikan anugerah kepada umat-Nya. Agama yang diturunkan semua punya niat yang baik, kalau ada yang berbuat kejam, menghujat, dan lain -lain adalah karena umat yang tidak paham akan jaran agamanya. Semoga Tuhan akan menyelamtkan kita semua.Amin.

  70. Feena than said

    kursi itu ada krn dibuat oleh sang tukang,coba renungkan…kursi itu kedudukanya adl sbagai hasil ciptaanya sang tukang,dan kursi sampai kpanpun,ttap kdudukanya sbgai ciptaan,apa anda brani mengatakn kursi itu adl sama dgn tukangnya?masuk aqal tdk?yesus itu ada mulanya,dia tadinya tdk ada,kmudian lahir kedunia ,mnjadi ada.berarti sampai kpnpun yesus itu makhluq,dan allahlah sang penciptanya.ko tiba tiba ada yg bilang yesus adl sang pencipta,apa bisa ditrima aqal??

  71. WAWWWWWWWWWWWWWWWWWWWW SUNGGUH MAHA ESA

  72. mardiutami said

    Ya Allah semoga Engkau segera memberangkatkan kami sekeluarga menuju Baitullah dengan rezeqi yang barokah serta membawa berkah bagi kami,keluarga dan keturunan kami agar selamat,mulya dan sejahtera fidunya walakhiroh.Engkau tetapkan Iman kami. Engkau jauhkan kami dari segala bencana,musibah,fitnah,Zina,kufur,dholim baik yang datangnya dari dalam diri kami ataupun orang lain. Amiin… Do’a kan yang terbaik untuk kami

  73. Alkar said

    Assa….. mengapa kita menanggapi kedangkalan pengetahuan seseorang haruas dgn sifat yg emosional? apa Surah Al-Asri yg sering kita ucapkan dlm shalat belum kita pahami… tanggapilah seperti ISlam… Rahmatan lil alamin… semoga bermafaat..
    Kuhusus buat yg berinisial Sudrajat,,,, apakah keyakinan anda mengajarkan bagaimana menghina keyakinan org lain? kalau iya kira2 manfaatnya apa? krn berdasarkn pengalaman semakin org dihina maka makin mantap keyakinannya,, krn dia tahu yg menghina itu g ada ilmu sedikitpun… akirnya dia menutupi kebodohannya dgn fitnah…

  74. coki bae said

    Assalamualai’kum wr.wb,
    Ya Allah dengan Ridhomu kuharapkan,kami dapat memenuhi panggilan MU ya Allah ya Robbi amin-amin-amin

  75. indah ilyana said

    @sudajat: cuma ada 1 kata buat sudrajat BODOH

  76. rendy mahardhika said

    to all mending ikut ESQ aja smuanya yg komen disini,.insyaallah sukses membangaun kecerdasaan EMOSI SPRITUAL DAN QUOTIENT..nb:UNTUK SMUA AGAMA

    pelajari smua kesalahan dan hargai smua kebenaran..BAYANGKAN JIKA KITA MATI BESOK..apa yg akan kalian smua bawa..?smoga allah memberikan rahmat dan hidayah nya kepada kita..AMIN

  77. yuhadi said

    YA-ALLAH BERIKAN JALAN KEMUDAHAN BAGIKU BERSIMPUH DI HADAPAN MU DIDEPAN KA’BAH -BAITULLAH, ALLAHUMMA ILAHI ANTA MAQSUDI WARIDHO KAMATHLUBI-A;THINI MAHABBATAKA WAMA’RIFATAKA…

  78. Romzi j said

    kok foto2x kcil2, criin yang bsar dong….

  79. rifki said

    kakbah menyeramkan

  80. Zhal dhali said

    Open your eye

  81. ismail effendi said

    SUHANALLAH……….., WA JG PENGEN BANGET KE KA’BAH

  82. warkop DKI said

    @ all,
    udah lah, ngapain ribut2 soal agama, toh baik dari Muhammad SAW, Yesus Kristus, dll, gak perlu dukungan kita bos, karena mereka kan mahluk mulia, yang pasti ada tempat khusus di sisi Tuhan, yang perlu kita pikirin ya diri kita masing2, ngapain pada sok bener??

    1. Untuk yang Muslim: udah yakin sholat kita bener?? amalan2 kita sudah sesuai dengan yang di ajarkan oleh Muhammad SAW??
    2. Untuk yang Nasrani atau Kristen, udah sering ke Gereja buat ikut misa?? sudah bisa menghindari 7 Dosa Dasar?? Sudah bisa menyebarkan cinta kasih seperti yang Yesus ajarkan??
    3. Untuk Agama lain, udah mengikuti ajaran agama lainnya belum??

    Pada dasarkany, Tuhan itu gak pernah ngajarin benci, benci itu muncul dari hati manusia, kalo boleh saran, lebih baik kita introspeksi diri kita masing2, sudah kah kita melaksanakan ajaran agama kita masing2?

    Seandainya masih ada yang celaa2an, gw yakin 100% dia orang yang gak punya agama or mungkin malah gak punya otak?!!

  83. Anonymous said

    Assalamu’alaikum Wr Wb.
    buat Agor;
    terimakasih anda telah memberi aku lebih bersemangat untuk mengimani berhaji, semoga kita semua mendapat kemudahan beribadah sebaik-baiknya dan mendapat Rahmat dan Ridhlo dari ALLOH Subhanahu Wa Ta’ala, dan mendapat safaat Rosululloh dunia akhirat, amin.
    untuk mereka: sudrajat, siti, anonymous, romeca dll (aku nda tau apa mereka muslim atau bukan):
    “LAKUM DINUKUM WALIYADIIN”
    Mengajilah, cari dan temukan guru (ustadz atau Kyai) yang soleh.
    mudah-mudah ALLOH TA’ALA membuka jalan pikir kalian yang benar
    mohon maaf atas kebodohan dan kekuranganku, terimakasih
    Wassalamu’alaikum Wr. Wb

  84. Anonymous said

    Assalamu’alaikum Wr.Wb
    terima kasih, foto-fotonya, aku semakin berkeinginan untuk berhaji, mudah-mudahan terlaksana. amin
    untuk yang bernama sudrajat, siti, romeca, dll (aku nda tau mereka muslim atau bukan):
    “LAKUM DINUKUM WALIYADIIN”
    mengajilah pada guru (ustad atau Kyai) yang soleh, semoga diluruskan jalan pemikiranya
    mudah-mudahan kita semua dapat melaksanakan ibadah sebaik-baiknya dan mendapat Rahmat dan Ridhlo dari ALLOH Subhanahu Wata’ala amin
    mohon maaf dan terimakasih

    Wassalamu’alaikum Wr.Wb

  85. wahyu said

    tman2 smuax.. Tdk ad untungx prkelahian memperdebatkan masalah agama,.. Agama sndri tdk akan dapat membawa keselamatan dan Kehidupan kekal, islam, Kristen, Hindu, Budha, dan agama apapun lainnya smua bsa masuk surga asalkan sudah Lahir Baru..

  86. bella said

    jgn lah kita slg menjelek kn,,
    agama mu,ya agma mu
    agma ku ya agma ku..
    tdk ada agma yg mngjar kn utk brbuat jahat,menghina,slg brmusuhan,dll
    hnya org beriman dan memiliki rsa toleransi yg paham akn kebaikan.

  87. i made lebih said

    kepada saudara2ku seluruh orang indonesia marilah kita sll hidup dgn menghormati segala perbedaan yg ada dan jgn justru saling hujat serta saling menyalahkan karena pilihan beragama adalah berdasarkan keyakinan seseorang

    negara ini pasti tambah terpuruk jika masyarakatnya sibuk saling hujat masalah keyakinan krn menyangkut hal ini adalah sesuatu yg sgt sensitive yg dpt menggangu kedamaian dan kemajemukan bangsa ini

    marilah kita bangkit bersama2 meskipun kita berbeda keyakinan asalkan kita masih sama2 org indonesia krn tanpa perbedaan hidup ini terasa tidak hidup, dan terasa hambar!! ingatlah perbedaan itu adalah suatu keindahan bagaikan taman yg dipenuhi dgn bunga warna warni.

    ayolah kita berhenti untuk saling hujat karena tak akan menyelesaikan apa2 yg ada hanya sebuah penderitaan. KITA SEMUA BERSAUDARA

    salam damai utk seluruh saudara2ku org indonesia yg saya cintai dan saya hormati.

    I MADE LEBIH

  88. akatsuci said

    saling menghormati ya…..

  89. Buhan Banjar said

    Subhanallah, smoga hambamu ini dapat beribadah kepada-Mu, dan dapat melihat ka’bah di depan hamba secara dzohir..!!

  90. Anonymous said

    apakah benar ka’bah dulu pernah di hancurkan???

  91. Aslmlkum habib kiyai ustad aku pingin sekali ke baitullah bagai mana biar ku bisa mer kunjung ke rumah. Nya

  92. ISLAM AGAMAKU, MUHAMMAD NABIKU, ALLAH SWT TUHANKU,,

    YA ALLAH AMPUNILAH SEGALA DOSA2KU, BERIKANLAH HAMBA REJEKI YANG BANYAK DAN MELIMPAH AGAR SUATU HARI NANTI HAMBA BISA BERKUNJUNG KE RUMAHMU INI. AMIN YA ROBBAL ALAMIN,,,

  93. falah said

    untuk rekan seiman tidak perlu dijawab komennya derajat gak ada gunanya…karena setan terdiri dari jin dan manuasia…dan sudrajat. ST salah satunya…

  94. Alhamdulillah, Ya Allah, semoga kami bersegera bisa berhaji ke Baitullah, memenuhi panggilan-Mu Ya Allah….. Amin

  95. semoga allah segerah menemukan kita dengan jawaban semua pertanyaannya…

  96. danu said

    maaf ya bkanx mngkritik, jd islam pnyembah berhala juga?

  97. Buat yg koment tentang memprofokasi&menjelekkan nama baik rasulullah muhammad saw, tanpa terkecuali!! lebih pintar mana anda dengan allah??
    apa agama anda? sudah faham alqu’an kah? untuk anda baca terjemah alqur’an surah AL BAQARAH. disitu cukup celas penjelasan allah untuk anda semua. Allah maha pencipta saja bersholawat memuji rasulullah! siapakah anda dengan sombongnya malah menghina beliau?? perlu anda ketahui Untuk kemuliaan, rasulullah muhammad adalah rasul paling mulia dimuka bumi ini. nanti di padang mahsyar anda akan mengetahuinya, hanya nabi muhammad yg bisa menolong umatnya dengan syafa’atnya! taukah anda syafa’at? kalo ga tau berarti anda bodoh! jika anda menghina nabi muhammad tidak ada bedanya anda menghina allah. KARENA BELIAU KEKASIHNYA. CAMKAN ITU. kelak saat anda wafat akan tau mana yg benar&mana yg salah karena hati anda telah dipenuhi penyakit hati&bisikan syaitan. Astagfirullah hall’adzim.
    Buat admin&semua saudara saudari muslim teguhkan iman kita. ingat rasulullah sangat mencintai umatnya,bahkan sebelum wafat bukan syurga yg beliau minta atau kuatirkan tapi umatnya. semoga kita selalu dijalan yg lurus seperti yg di ajarkan baginda nabi. wasalamu’alaikum wr wb.

  98. Dosa Asal said

    Sungguh suatu Keindahan dari warisan tempo dulu.. Salah satu Inspirasi bagi manusia yg berakal, berhati, berbudi pekerti..
    Pengharapannya adalah untuk menjadikan manusia yg santun; baik dari tutur, tulisan, serta perbuatan..
    Akan menjadi contoh yg baik bagi sesama, bahkan sampai kepada keturunan kita..
    PANCASILA & Bhineka Tunggal Ika ,,adalah intisari / bersatunya iman para pendahulu kita, dari seluruh pelosok Indonesia..
    Tersirat adalah sama untuk di seluruh dunia..
    Damai manusiawi ^^

  99. Anonymous said

    Ya Robbi mudahkan segalaurusanku dan murahkan rezekiku agar suatu saat nanti hamba dapat mengunjungi/menginjakkan kaki hamba di tanah SUCI MAKKAH

  100. Mohammad Khoiri Al Muslim said

    Ya Allah ..
    Izinkanlah hamba ber-thawaf di baitullah.

  101. denie said

    ya alloh jagan lah engko menyabut nyaku sebelum engko memsukan jiwa&raga ini kedalam rumah itu………

  102. Anonymous said

    Wow…. Wahhhh….

  103. Saya mengucapkan syukur Alhamdullilah pada pihaknya yng sudah melihatkan gambar bagian ruang dlm Baittullah dan insya Allah atas kebaikannya memdapatkan pahala yng berlipat ganda ! Amin Wassalam Hamka B sao

  104. Hadi ningrat said

    ALLAH MAHA BESAR,KA’BAH ADALAH RUMAH ALLAH.ALLAH HU AKBAR

  105. Anonymous said

    Dasar Iman Kristiani

    Siapakah Tuhan

    Siapakah Yesus

    Siapa Roh Kudus –Siapa Jibril

    Keselamatan

    Al Qur’an

    Muhammad

    Wanita Dalam Islam

    Surga dan Neraka

    Kesaksian

    Islam dan Terorisme

    Isu-Isu Terkini

    Artikel Perdana

    Artikel Terbaru

    Hubungi Kami

    Albanian / Amharic / Arabic / Bengali / Bosnian / Chinese / Dutch / English / Finnish /French / German / Hindi / Indonesian / Malay / Persian / Oromo / Portuguese / Russian /Swedish / Tamil / Telugu / Thai / Turkish / Urdu

    Kesaksian Hamran Ambrie

    TUHAN SUDAH PILIHKAN BUAT SAYA HIDUP BARU DALAM KRISTUS

    DARI PENULIS

    Begitu besar kasih Tuhan akan hamba-Nya yang bersaksi ini, tidak dapat saya lukiskan dengan kata-kata, maupun didalam tulisan secara sempurna.

    Mungkin lebih dari 40 tahun saya telah menyangkal keilahian Yesus Kristus. Tetapi begitu besar Kasih Tuhan saya diselamatkan untuk mendapatkan kehidupan yang kekal di alam sorgawi itu.

    Tuhan sudah pilihkan buat saya ”Hidup Baru Dalam Kristus”, dan karenanya sebagai tanda pengucapan syukur, saya buatlah kesaksian ini.

    Saya megahkan kesaksian ini, bukanlah disebabkan kecerdasan saya juga bukan karena kepintaran saya memahami Alkitab, juga bukanlah disebabkan bujukan orang lain; tetapi saya bermegah, disebabkan Tuhan Yang Maha Kasih yang adalah keadilan dan kebenaran itu telah menjemput saya untuk menjadi pengikut Kristus, satu-satunya jalan menuju kepada kebenaran dan Hidup Yang Kekal.

    “Sebab dibawah kolong langit ini tidak ada nama lain yang diberikan kepada manusia yang olehnya kita dapat diselamatkan” (Kisah Para Rasul 4:12).

    HaleluYah … terpujilah YAHWEH

    Hormat dan salam kasih

    Penulis:

    Hamran Ambrie

    TUHAN SUDAH PILIHKAN BUAT SAYA

    “Hidup Baru Dalam Kristus”

    -Tentu buat Anda Juga-

    Kesaksian: Hamran Ambrie

    Saya mengaku percaya akan kebenaran Alkitab dan Yesus Kristus Putra Tuhan, Tuhan dan Juruselamat umat manusia, adalah melalui (atau disebabkan) Al-Quran.

    Sungguh ajaib! Tetapi memang demikianlah sebenarnya. Saya mendapatkan kebenaran ajaran Kristen ini, sama sekali bukanlah disebabkan kepandaian atau kecerdasan mempelajari Alkitab terlebih dahulu. Juga tidak disebabkan penerangan para pendeta atau penginjil manapun. Hal ini dapat dimaklumi karena saya sendiri tadinya adalah seorang Muslim, anggota/pengurus Muhammadiyah, mubaligh Islam. Pada tahun 1947 saya adalah salah seorang pelopor/Ketua Kongres Ummat Islam se-Kalimantan di Amuntai, bersama-sama dengan saudara K.H. Idham Chalid. Pada tahun 1950-51, adalah sebagai Imam Tentera Pusroh Islam Angkatan Darat di Banjarmasin dengan pangkat Letnan-ll. Juga sebagai penulis Muslim dalam pelbagai majalah Islam antara lain: Mingguan Adil di Solo, Mingguan-Risalah Jihad di Jakarta, Mingguan Anti Komunis di Bandung, dan lain-lain. Lebih dari itu, saya adalah juga salatl seorang Anti Kristen yang agresif sejak tahun 1936 di Muara Teweh Barito; hingga tahun 1962 termasuk salah seorang bersimpati untuk mendirikan Negara Islam di Indonesia, yang sekaligus bermakna Anti Kristen. Karena itu tidaklah mungkin sama sekali bagi saya untuk dapat memahami isi Alkitab itu secara baik dan wajar.

    Alkitab, memang sudah saya miliki sejak tahun 1936. Saya membaca Alkitab bukanlah untuk mencari kebenarannya, melainkan hanya untuk mencari ayat-ayat yang dapat menunjang pendirian saya sebagai seorang Muslim yang Anti Kristen, untuk menyerang iman Kristen itu sendiri. Sampai berumur 40 tahun, saya adalah penghujat Yesus Kristus. Saya tidak percaya bahkan menolak keilahian Yesus Kristus itu sebagai Anak Allah, Tuhan dan Juruselamat. Pelbagai cara yang sudah saya lakukan untuk menghinakan, menolak kebenaran Yesus Kristus. Tetapi begitu besar Kasih Allah, pada suatu saat saya dicari, dijemput dan diselamatkan. Pada tahun 1962, dikala saya sedang menyusun sebuah naskah khotbah, saya membaca ayat Qs. Al Maidah 68, yang berbunyi: “Qul ya ahlal kitabi lastum’ala sya-in hatta tuqiemut taurata wa! injil wa ma unzila alaikum min rabbikum.” artinya: “Katakanlah! hai Ahli Kitab. Kamu tidak pada agama yang sebenarnya, kecuali apabila kamu turuti Taurat dan Injil, dan apa-apa yang diturunkan kepadamu dari pada Tuhanmu”. Ayat ini, bukanlah untuk pertama kali itu saya baca, melainkan sudah ratusan kali. Tetapi pada kali terakhir itu, Allah telah membisikan dalam roh-jiwa saya, bahwa yang dimaksudkan “Taurat dan Injil” dalam ayat Quran itu adalah Taurat-Injil yang ada terdapat dalam Alkitab atau Bibel sekarang ini. Pikiran saya sejak dahulu mengatakan bahwa Taurat dan Injil yang dimaksudkan oleh Al-Quran itu secara fisik sudah tidak ada lagi, dan isinya sekarang telah diintisarikan dalam Al-Quran. Sedang Taurat Injil yang ada dalam Alkitab sekarang ini, adalah yang palsu dan isinya sudah diorak-arik oleh tangan manusia, dikurangi dan ditambah dan lain-lain. Roh jiwa saya selalu mengatakan bahwa Taurat Injil itu, yang terdapat dalam Alkitab sekarang benar adanya. Pikiran/otak saya selalu mengatakan: tidak, yang ada sekarang adalah Taurat-Injil palsu.

    Roh jiwa saya mengatakan bahwa Taurat-Injil yang dimaksudkan itu adalah yang terdapat dalam Alkitab sekarang. Pendapat pikiran/otak saya sekarang bertolak belakang dengan kata hati roh jiwa saya. Karenanya saya menjadi ragu, bimbang, mana yang benar. Untuk mendapatkan ketentraman, maka masalah ini saya bawa dalam sembahyang tahjud (sembahyang tengah malam) dengan doa istiharah, yaitu suatu doa kepada Allah memohon agar diberi petunjuk tanda-tanda kebenaran, supaya Allah pilihkan buat saya mana yang benar satu diantara dua macam pendapat ini. Saya berdoa demikian: “Ya Allah, khalik langit dan bumi; Allah-nya orang-orang Islam, Allah-nya orang-orang Kristen, Allah-nya orang-orang Budha, Allah-nya bulan bintang, Allah-nya lembah dan gunung-gunung, Allah semesta alam, tunjukkan tanda-tanda kebenaran Tuhan yang disebutkan dalam Quran ini mengenai Taurat dan Injil itu. Apakah yang dimaksud itu memang Taurat dan Injil yang sudah tidak ada, yang sudah disarikan dalam Al-Quran. Jika memang demikian, saya mohon agar Tuhan teguhkan hatiku untuk tidak mempelajari Alkitab itu. Tetapi kalau sekiranya yang dimaksudkan “Taurat Injil” dalam Quran itu memang kebenarannya itu ada di dalam Alkitab (Bible) sekarang ini, saya mohon kiranya Tuhan bukakan hatiku untuk lebih bergairah membaca dan mempelajari Alkitab itu secara jujur dan baik.” Saya tidak meminta pilihkan kepada siapa-siapapun, tidak kepada pendeta, juga tidak kepada alim-ulama Islam, juga tidak kepada kawan-kawan saya yang cerdas pandai, tetapi saya minta dipilihkan oleh Allah Yang Maha Tahu dan Maha Benar itu saja, agar dalam hal ini saya mendapatkan satu pilihan yang benar-benar ”meyakinkan kebenarannya”, menurut kehendak Allah itu sendiri. Saya berdoa dengan sepenuh hati, benar-benar menggantung harap atas petunjuk Allah saja untuk memilihkan bagi saya suatu kebenaran beragama. Kenapa sampai begitu terarah saya memusatkan pengharapan ini kepada Allah. Hal ini dapat dimengerti bahwa setiap orang beragama mempunyai keyakinan akan adanya kehidupan sesudah kematian dunia fana ini. Dalam kehidupan di alam baka itu nanti, hanya ada dua tempat kita berada, yaitu di dalam penghukuman dukacita api neraka, atau di dalam sorga bersama Allah. Saya tidak dapat meremehkan kehidupan ini. Kalau kita membeli mas seberat 10 gram saja yang bernilai, dan harganya hanya beberapa puluh ribu saja, kita sudah memerlukan pemeriksaan dan pengujian yang begitu teliti, agar jangan tertipu dan jangan ada penyesalan dibelakang hari. Bagaimana pula mengenai jiwa rohani kita yang akan datang, perlu kita berprihatin memikirkannya, memeriksa dan menguji kebenaran beragama yang sesuai dengan kehendak Allah pemilik kehidupan sorga itu, agar kita tidak menyesal sepanjang masa karena kecerobohan kita sendiri. Saya tahu dan meyakini, bahwa pemilik sorga dan neraka itu adalah Allah sendiri. Dan justru itulah, saya tidak meminta pilihkan, tidak meminta nasehat pertimbangan manusia, baik seorang pendeta-Kristen, maupun seorang Ulama Islam karena mereka itu semuanya adalah manusia, yang pasti tidak tahu persis tentang kebenaran yang sesuai dengan kehendak Allah itu. Saya datang kepada Allah pemilik kebenaran, pemilik sorga itu sendiri, berharap agar Allah itu sendiri memberikan petunjuk kebenaran dalam hal ini. Puji Tuhan, semua pengharapan dan doa saya ini terjawab dengan baik. Pertanda bahwa kebenaran itu diberikan dengan segala kenyataan yang sama sekali tidak meragukan lagi. Patut dicatat, bahwa ayat-ayat Quran selain dari Qs. Al Maidah 68 itu, masih banyak ayat-ayat lain yang berkesan kepada saya waktu itu antara lain juga:

    Qs. As Sajadah 23:

    ”Wa Laqad ataina Musa ‘Ikitaaba fala takun fimiryatim min liqaa-ih…”

    (Dan sesungguhnya telah kami berikan kepada Musa Alkitab (Taurat), maka janganlah kamu (Muhammad) ragu-ragu menerimanya.)

    Qs. Al Maidah 46:

    “Wa qaffainaa ‘ala assyarihim bi ‘Isa ‘bni Maryama mushaddi qallima baina yadaihi minat Taurati wa atai naahul Injila fieha hudan wa nurun, wa mushaddi qallima baina yadaihi minat Tauraati wa hudan wamau’ ‘izhatan lilmuttaqien.”

    (Artinya: Dan kami iringkan jejak mereka (nabi terdahulu) dengan Isa putra Maryam, membenarkan kitab Taurat. Dan Kami telah memberikan kepadanya Kitab Injil yang berisikan petunjuk dan cahaya, dan membenarkan kitab yang terdahulu yaitu Taurat, dan menjadi petunjuk serta pengajaran untuk orang-orang yang bertakwa.)

    Qs. Al Maidah 47:

    “Wal yachkum ahlal Injili bimaa anzala ‘llahu fichi wa manllam yachkum bimaa anzala’llahu fa ulaa ika humul faasikuna.”

    (Artinya: Dan hendaklah orang-orang pengikut Injil, memutuskan perkara menurut apa yang diturunkan Allah didalamnya. Barang-siapa tidak memutuskan perkara menurut apa yang diturunkan Allah maka mereka itu adalah orang-orang yang fasik.)

    Qs. Al Baqarah 62:

    “Inna’lladzina aamanu wal ladzina haduu wan naasharaa wa shaabi iena min aamana billahi walyaumil akhl~i wa ‘amila shalichan falahum ajruhum ‘indrarabbihim wa lakhaufun ‘alaihim wa la hum yachzanun,”

    (Artinya: Sesungguhnya orang-orang yang percaya, orang-orang Yahudi, Nasrani dan Sabiin, siapa saja diantara mereka yang benar-benar beriman/percaya kepada Allah, hari kemudian dan beramal saleh, mereka akan menerima pahala dari Tuhan mereka, dan tidak pula mereka berduka-cita.)

    Dan masih banyak lagi ayat-ayat Quran yang menunjukkan bahwa Alkitab, yaitu Taurat dan Injil itu adalah membawa kepada jalan kebenaran sesuai dengan kehendak Allah. Ayat-ayat Quran inilah yang menggugah pikiran saya untuk menyelidiki lebih jauh akan kebenaran isi Alkitab ini sebagaimana saya katakan terdahulu, bahwa Allah telah membisikan dalam roh-jiwa saya akan kebenaran Alkitab itu. Pada keesokan harinya, sesudah saya berdoa Istiharah dalam sembahyang tahjud itu, saya merasa ada perubahan yang sangat nyata sekali. Waktu itu saya sudah memandang Alkitab itu sebagai sahabat, tidak lagi sebagai musuh. Pada pagi itu saya mengambil Alkitab untuk dibaca dengan maksud mengetahui dengan pasti isi kebenarannya dengan baik dan jujur. Dengan mengucapkan “Bismillahir rahmanir rahim”, atas nama Allah Yang Pemurah Lagi Penyayang, saya buka Alkitab itu. Ayat yang hendak saya baca dikala itu adalah Ulangan 18:15. Kenapa ayat ini yang menjadi perhatian saya untuk dibaca pada pertama kali itu? Karena ayat inilah yang sering bahkan selalu saya jadikan palu godam untuk memukul iman orang-orang Kristen, baik ia seorang pendeta, maupun penginjil, dengan maksud agar mereka mengakui dan percaya akan kehadiran Muhammad sebagai nabi yang dinubuatkan oleh Alkitab antara lain dalam ayat di Ulangan 18:15 ini. Dalam huruf yang sama, dalam kalimat yang sama, dalam bahasa yang sama, juga dalam Alkitab yang sama, namun pengertiannya telah berubah dari pengertian saya yang sebelumnya. Benar-benar saya menginsyafi sekarang, bahwa Alkitab tertutup rapat, sulit dimengerti oleh orang yang tidak percaya, tetapi sebaliknya ia menjadi terang dan mudah dimengerti bagi mereka yang percaya, yang di dalam hatinya dipenuhi oleh Rohulkudus. Bunyi Ulangan 18:15 itu lengkapnya demikian: “Seorang nabi dari tengah-tengahmu, dari antara saudara-saudaramu, sama seperti aku, akan dibangkitkan bagi-mu, oleh Tuhan Allahmu, dialah yang harus kamu dengarkan”. Dulu ayat ini saya artikan merupakan petunjuk adanya nubuat kenabian Muhammad. Karena dalam kalimat: “seorang nabi sama seperti aku (Musa)” itu, merupakan penunjukan kepada identitas kenabian Muhammad itu, karena, Musa dilahirkan dengan beribu-bapa; Muhammad pun dilahirkan sama dengan Musa, yaitu beribu bapa. Tidak sama dengan Isa Almasih, yang hanya dilahirkan oleh seorang ibu, tetapi tanpa bapa. Musa diwaktu sudah besar/dewasa, ia kawin, Muhammad pun juga waktu dewasanya kawin, sama dengan Musa. Tidak sama dengan Isa Almasih, yang sama sekali tidak pernah kawin. Musa dikaruniai anak; Muhammad pun juga dikaruniakan anak sama dengan Musa. Tetapi Isa Almasih tidak pernah mempunyai anak, kawinpun tidak pernah. Musa, diwaktu tuanya mati dan dikuburkan, begitupun Muhammad waktu tuanya mati dan dikuburkan. Tetapi Isa Almasih tidak pernah mati, melainkan naik ke sorga, tidak dikuburkan. Jadi nyatalah bahwa nats Ulangan 18:15 itu menunjukkan kebenarannya kehadiran Muhammad sebagai nabi yang sudah dinubuatkan oleh Musa, dan sama sekali bukan untuk kehadirannya Isa Almasih atau Yesus Kristus sebagai nabi. Kehadirannya Yesus Kristus menurut kepercayaan Kristen adalah sebagai Anak Allah.

    Tetapi pada hari itu, waktu saya membaca ayat itu dengan perlahan-lahan serta dalam kesungguhan hati untuk dimengerti, apa maksudnya yang sebenarnya. Waktu saya sampai kepada kalimat “…sama seperti aku Musa.” Rohulkudus membisikkan di dalam hati (roh) saya dengan mengatakan, bahwa kalau yang hendak kamu samakan itu adalah Muhammad dan Musa itu sama-sama dilahirkan dengan beribu-bapa, bahkan di seluruh dunia ini manusia itu dilahirkan dengan beribu-bapa. Bukan itu yang dimaksudkan dengan ayat ini! Jadi ciri demikian ini sama sekali tidak dapat dijadikan ciri dari kebenarannya nubuat itu. Begitupun juga, kalau Muhammad dianggap sama dengan Musa, disebabkan waktu dewasanya ia kawin seperti Musa, banyak orang di dunia ini melakukan kawin-mawin. Jadi cara inipun sama sekali tidak dapat dijadikan ciri dari kebenaran nubuat itu bagi kehadiran Muhammad sebagai nabi yang dinubuatkan. Kalau Muhammad dianggap sama dengan Musa, karena dikaruniai anak sebagaimana juga Musa, inipun tidak mungkin dijadikan ciri yang menentukan kebenaran nubuat itu, karena banyak orang di dunia ini yang dikaruniai anak. Kalau Muhammad pada akhir hayatnya mati dan dikuburkan, dan sama halnya dengan Musa yang mati dan dikuburkan dianggap ciri kebenaran nubuat itu, maka inipun juga tidak dapat diterima untuk dijadikan alasan kesamaan itu, karena semua orang di dunia ini memang mati dan dikuburkan. Mati dan dikuburkan inipun, sama sekali bukanlah merupakan ciri yang khas. Nubuat Musa itu memang menunjuk kepada kehadirannya Yesus Kristus, karena itu carilah kesamaan-kesamaan Musa dengan Yesus Kristus itu dalam hal-hal yang khas, unik, dan luar biasa. Memang banyak hal kesamaan Yesus dengan Musa, di dalam hal-hal yang unik dan khusus yang tidak sama dengan kebanyakan orang lain, misalnya:

    * Gara-gara Musa lahir, Firaun mengamuk, anak laki-laki berumur 2 tahun kebawah dibunuh. Sama halnya dengan gara-gara Yesus lahir, Herodes mengamuk anak laki-laki yang berumur dua tahun kebawah juga dibunuh. Di seluruh dunia, hanya dua pribadi ini yang benar-benar sama peristiwanya.

    * Musa dimasa kanak-kanaknya itu berada di luar tanah tumpah darahnya sendiri, yaitu berada di Mesir. Begitupun juga ada kesamaannya dengan Yesus, bahwa dimasa kanak-kanaknya Yesus juga berada dalam pelarian di tanah Mesir di luar dari tanah tumpah darahnya sendiri. Tidak semua kanak-kanak mesti menyingkir ke Mesir pada masa kanak-kanaknya.

    * Musa sewaktu menjalankan karirnya sebagai nabi utusan Allah mendapat Kuasa Allah yang dikenal dengan sebutan, mukjizat, begitupun juga dengan Yesus dalam karirnya sebagai Firman yang Hidup, mendapat Kuasa Allah berupa mukjizat penyembuhan dan menghidupkan orang mati.

    * Musa membebaskan bangsa Israel dari belenggu perbudakannya bangsa Mesir, dan Yesuspun membebaskan bangsa Israel dari belenggu perbudakan dosa.

    Maka dengan adanya banyak bukti-bukti yang menunjukkan adanya kesamaan-kesamaan yang unik ini, dapatlah saya menyimpulkannya dengan keyakinan bahwa nubuat yang disebut dalam Ulangan 18:15 itu, bukanlah untuk menunjuk kepada kehadirannya Muhammad sebagai nabi yang dinubuatkan, tetapi adalah untuk menunjuk kepada kehadirannya Yesus Kristus sebagai Juruselamat, Firman yang Hidup. Meskipun sudah sedemikian besar kasih Allah, memberikan suatu tanda kebenaran Alkitab sebagai kitab Ilahi itu, namun saya tidaklah lantas segera menjadi seorang Kristen. Kenapa? Karena masih ada hal-hal yang belum dapat saya menerima beberapa ajaran Kristen yang menyangkut hal keimanan terutama saya tidak dapat mengatakan bahwa Yesus itu Anak Allah. Karena saya sedari kanak-kanak sudah diajar dan kemudian saya sendiri sudah mengajarkan, bahwa “Allah itu tidak beranak, dan tidak diperanakkan” (…Iam yalid wa lam yulad…). Juga saya tidak menyebut Yesus itu Tuhan. Karena saya sudah diajar, kemudian saya juga sudah mengajarkan, bahwa “Tidak ada Tuhan kecuali Allah” (La ilaha illallah). Saya juga belum dapat memahami makna Allah Tri tunggal itu. Karena saya sudah diajar dan juga sudah mengajarkan, bahwa “Kafirlah orang yang mengatakan bahwa sesungguhnya Allah itu yang ketiga dari yang tiga” (Laqad kafaral ladzina qalu innallaha syalisyu syalaasyaht).

    Juga saya tidak dapat menerima suatu pendapat bahwa Yesus itu memang mati di kayu salib. Kalau Yesus itu atau Isa Almasih itu seorang nabi pesuruh kekasih Allah, apapun pula oleh orang-orang Kristen dikatakan “Anak Allah”, begitu mudah dan leluasa orang-orang Yahudi melakukan penganiayaan dan menyalibkannya hingga mati, kenapa Allah tidak membelanya, malah membiarkan kekasihnya atau AnakNya itu mati digantung orang di kayu salib. Kalau saya melihat anak saya sendiri dianiaya orang, bahkan mau digantung atau disalib, pastilah orang yang menganiaya yang mau menyalibkan itu saya tubruk habis-habisan untuk membela anak saya, apapun juga yang akan terjadi. Apakah memang Allah itu sendiri sudah tidak berwibawa terhadap orang-orang Yahudi. Hal ini pada waktu itu benar-benar saya tidak atau belum dapat menerimanya. Untuk mendapatkan penjelasan ini, memang saya sudah datang kepada beberapa pendeta atau para penginjil untuk mendapatkan penjelasan, kenapa Yesus disebut Anak Allah, kenapa Yesus disebut Tuhan. Apa makna atau pengertiannya dari istilah Allah Tritunggal itu. Kenapa Yesus Anak Allah itu mati disalib oleh orang-orang Yahudi. Juga masalah dogma Dosa Warisan yang saya anggap hukum Allah yang tidak adil. Pada umumnya pendeta-pendeta ini memang memberikan jawaban dan keterangan mengenai masalah ini, dengan cukup benar, tetapi bagi saya waktu itu belum dapat menerima keterangan-keterangan yang diungkapkan pada waktu itu, secara memuaskan. Hal ini disebabkan perbedaan latar belakang yang berbeda, yang begitu jauh, yang belum pernah ditelaah dimana sebenarnya letak perbedaan itu, dan mencarikan kesamaan pengertian di dalam hal yang berbeda itu. Mencari titik temu kesalah fahaman pengertian yang berbeda ini perlulah ditelaah. Hal ini dapat saya umpamakan seperti berikut: Misalnya saya adalah sebuah Radio penerima, dan pendeta yang umpamanya disebut Zender sebagai pengirimnya. Meskipun kedua-duanya dalam keadaan baik, tetapi karena berbeda gelombang penerima dan pengirimnya, maka pesawat penerima tidak dapat menangkap suara siaran penyiarnya. Apa yang diuraikan oleh pendeta dan penginjil itu cuma masuk kuping kiri keluar kuping kanan karena saya tidak dapat memahami persis apa yang pendeta uraikan. Begitupun apa yang saya maksudkan, pendeta itu sendiri tidak dapat menangkap secara persis apa yang saya maksudkan, hingga penjelasannya diluar dari yang saya harapkan. Sekali lagi saya jelaskan, bahwa hal ini bukanlah disebabkan uraian pendeta itu salah, bukan tidak benar, melainkan karena berbeda cara berpikir dan cara penguraiannya, menyebabkan saling tidak mengerti maksud masing-masing.

    Tetapi saya sama sekali tidak berputus asa. Saya tetap berkeyakinan, bahwa kalau untuk pertama kalinya Allah sudah menolong saya, memilihkan kebenaran bagi saya, tentulah Allah akan tetap bukakan jalan bagi saya, pastilah Allah akan memberikan Roh KebenaranNya kepada saya untuk mengerti sepenuhnya apa yang menjadi batu sandungan saya itu. Karena itu saya selalu berdoa: “Tuhan, tolonglah kiranya agar Tuhan sendiri mengungkapkan kebenaran dari apa yang dimaksudkan dengan ungkapan ‘Anak Allah’ dan sebutan ‘Tuhan’ bagi Yesus Kristus. Begitupun juga saya memohon agar Tuhan mengungkapkan makna ungkapan ‘Allah Tritunggal’ dan ‘Rahasia Salib’ bagi Yesus Kristus itu. Kalau Tuhan sudah berikan pertanda bahwa Alkitab itu adalah benar Kitab Ilahi, maka pastilah semua yang menjadi batu sandungan saya ini akan Tuhan bukakan pengertiannya melalui Alkitab, sebagai Firman Allah yang tidak pernah berubah dari dahulu hingga sekarang, bahkan selama-lamanya, sampai pada kesudahan alam.” Memang, untuk kesekian kalinya Tuhan menolong saya dengan Roh KebenaranNya yaitu Rohulkudus yang bekerja di dalam hati saya. Bagaimana pertolongan Allah mengungkapkan semua batu sandungan saya itu, baiklah pada kesempatan ini akan saya jelaskan seluruhnya sebagai berikut:

    1. YESUS DISEBUT ANAK ALLAH

    Dalam Injil Yohannes 1:1 dan 14 dikatakan demikian: “Pada mulanya adalah Firman: Firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah” (ayat 1). “Firman itu telah menjadi manusia dan diam diantara kita dan kita telah melihat kemuliaan-Nya, yaitu kemuliaan yang diberikan kepadaNya sebagai Anak Tunggal Bapa, penuh kasih, karunia dan kebenaran” (ayat 14). Dalam nats ayat ini terungkaplah bahwa makna Yesus itu disebut “Anak Allah” ialah dari hal Firman Allah yang telah menjadi daging dalam kelahiran Yesus Kristus. Dengan lain perkataan juga Yesus dikatakan “Firman yang Hidup” sebagaimana disebutkan dalam 1 Yohanes 1. Jadi jelaslah bahwa Yesus disebut Anak Allah, bukanlah bermakna Allah beranak secara biologis sebagaimana sering diartikan orang, bahkan sayapun berpendapat demikian pada mulanya, meiainkan Firman Allah itu telah dinyatakan di dalam kelahiran Yesus orang Nazaret atau Almasih Isa Ibnu Maryam. Pengertian nats Alkitab disaksikan kebenarannya oleh Muhammad sendiri yang mengatakan:

    “Isa faa innahu Rohullah wa Kalimatuhu”

    (Isa itu sesungguhnya Roh Allah dan Firman-Nya.)

    (Hadits Anas bin Malik – Mutiara Hadits halaman 353)

    Qs. An Nisaa 171 mengatakan:

    “Innamal Masihu ‘Isa bnu Maryama Rasululahi wa Kalimatuhu alqahaa ila Maryama wa Rohu, minhu…”

    (Sesungguhnya Almasih Isa ibnu Maryam itu, adalah utusan Allah dan Firman-Nya yang ditumpahkanNya kepada Maryam dan Roh daripadaNya.)

    Mengenai kata ”Kalimat” atau Firman Allah yang menjadi jasad Yesus ini, Drs. Hasbullah Bakry dalam bukunya yang berjudul “Nabi Isa dalam Al Quran enz” halaman 109 mengatakan: “Nabi Isa disebut sebagai Kalimah Allah (Firman Yang Hidup – Pen.), disebabkan Dia adalah penjelmaan dari pada Firman Allah yang ditujukan kepada Maryam untuk mengandung Nabi Isa”. Karena itu sekarang saya sama sekali tidak akan ragu lagi untuk mengatakan bahwa Yesus itu “Anak Allah”, yaitu merupakan Firman Yang Hidup. Kalau dahulunya saya menyangkal menyebut Yesus itu “Anak Allah”, adalah disebabkan mengartikan “Anak” disini secara biologis, secara kemanusiawian. Nats Al Quran sura Al Ikhlas yang mengatakan: “…Dialah Allah Yang Esa…tidak beranak dan tidak diperanakkan…”, yang sering dikemukakan oleh para mubaligh Islam dikala itu, sebagai dalil untuk menolak bahwa Allah itu mempunyai anak sebagaimana halnya iman Kristen dengan penyebutan ”Yesus Anak Allah”. Sebenarnya ajaran Kristen sendiri dapat menerima sepenuhnya dan mengaminkan sepenuhnya ayat Quran ini, karena ajaran Kristen sendiri sama sekali tidak pernah mengatakan bahwa “Allah itu punya anak” dalam pengertian secara biologis, yang oleh Quran itu disebut dengan Istilah “walad”. Adapun Yesus disebut “Anak Allah” adalah dalam pengertian mutasyabihat, yaitu Firman Allah yang Hidup di dalam Yesus Kristus, bukan dalam pengertian “walad”, melainkan dalam pengertian “ibn”. Dalam masalah ini saya ingin meyakinkan, bahwa tidak ada satu ayat pun dari Al Quran secara tegas menolak ajaran Alkitab diatas mengenai sebutan “Anak Allah” bagi Yesus Kristus. Yang Al Quran tolak adalah jika Yesus dianggap Anak Allah dalam pengertian walad, yaitu anak secara seksuil biologis kemanusiawian.

    2. YESUS DISEBUT “TUHAN”

    Kenapa Yesus disebut “Tuhan”. Sebagaimana sudah saya jelaskan terdahulu, bahwa saya sama sekali tidak sanggup mengatakan “Yesus itu Tuhan”, atau mengatakan “Tuhan Yesus”. Karena sedari kecil saya diajar dan kemudian saya mengajar bahwa “La ilaha illallah” (tidak ada Tuhan kecuali Allah). Apakah Yesus disebut Tuhan, karena Dia dilahirkan tidak berbapa? Tidak! Karena Adam juga dilahirkan tidak berbapa bahkan tidak beribu, Adam tidak pernah disebut “Tuhan”. Atau, apakah karena Yesus membuat mukjizat? Inipun juga tidak. Karena Musa pun juga banyak membuat mukjizat, tetapi Musa tidak pernah disebut Tuhan. Apakah disebabkan Yesus dapat menyembuhkan penyakit kusta dan menghidupkan orang mati. Inipun juga tidak. Karena Elisapun dapat menyembuhkan orang penyakit kusta dan menghidupkan orang mati, namun Elisa tidak disebut Tuhan. Atau apakah Yesus disebut Tuhan, karena Dia mikraj naik ke sorga, Elia pun mikraj naik ke sorga, tetapi Elia tidak disebut Tuhan. Kalau begitu, apa sebabnya Yesus itu disebut Tuhan. Yesus disebut Tuhan, natsnya dapat saudara hayati sebagaimana yang telah saya uraikan terdahulu, yaitu terdapat dalam Injil Yohanes 1:1 dan 14, bahwa Firman atau Allah itu telah menjadi manusia dalam kelahiran Yesus Kristus. Karena itulah dalam 1 Yohanes 1:1 dikatakan juga, bahwa: Yesus adalah “Firman yang Hidup”. Dalam kata lain sering dipergunakan istilah “Allah telah menjelma menjadi manusia”. Kata “menjelma” atau kata dunia apa saja, yang dikaitkan dengan “Allah”, tidak boleh diterjemahkan atau diartikan secara arti kamus atau arti dunia. Misalnya: “Allah ada”, manusia juga ada. Kata “ada” yang dikaitkan dengan Allah, berbeda makna pengertiannya dengan kata “ada” yang dikaitkan dengan manusia.

    Ada bagi Allah, berbeda strukturnya dengan ada bagi manusia. Ada bagi Allah, adalah karena ada dengan sendirinya, zat wajibal wujud, tetapi ada bagi manusia adalah karena diadakan atau diciptakan. Begitupun juga halnya dengan kata “menjelma” bagi Allah, tidak boleh diterjemahkan – diartikan – secara kamus bahasa dunia. Menurut kamus bahasa dunia, kalau kucing menjelma jadi gajah, bermakna kucingnya hilang, yang ada hanya gajah. Kalau batu menjelma menjadi emas, maka batu sudah tidak ada, yang ada hanyalah emas. Semuanya ini adalah pengertian “menjelma” menurut kamus bahasa dunia yang berlaku. Tetapi kata “menjelma” yang dikaitkan dengan Allah, tidaklah demikian pengertiannya. Menjelma yang dikaitkan kepada Allah tidak membawa perubahan, karena Allah itu tidak berubah (Malaekhi 3:6). Allah menjelma jadi manusia, tidaklah bermakna Allah sudah tidak ada, yang ada hanyalah manusia. Pendapat demikian memang tidak benar. Ingat! Allah itu tidak berubah. Allah menjelma jadi manusia, maka Allah tetap ada, dan manusiapun juga ada. Jadi kata “menjelma” yang kita pergunakan hanyalah merupakan kata analogi, kata yang diserupakan saja, yang diandaikan saja, namun tetap tidak diartikan secara kamus bahasa dunia, bahasa sehari-hari. Allah menjelma jadi manusia, bermakna Allah telah menyatakan dirinya, menyatakan wujudnya, mewahyukan karyanya dan lain-lain dalam pribadi manusia yang nampak itu, dalam hal ini di dalam Yesus Kristus. Hal ini dapat kita hayati apa yang diucapkan Yesus. “Bahwa Bapa di dalam Aku dan Aku di dalam Bapa” (Yohanes 10:38b). “Aku dan Bapa adalah satu” (Yohanes 10:30). “Barang siapa telah melihat Aku, ia telah melihat Bapa” (Yohanes 14:9b). Rasul Paulus mengatakan: “Sebab dalam Dialah (Yesus), berdiam secara jasmaniah seluruh kepenuhan ke-Allah-an” (Kolose 2:9). Nats kedua yang menyatakan bahwa Yesus itu ”Tuhan”, dapat kita baca dalam Matius 28:18, Yesus berkata: “KepadaKu telah diberikan segala kuasa di sorga dan di bumi.” Rasul Paulus mengatakan: “Dialah (Yesus), kepala semua pemerintah dan penguasa” (Kolose 2:10). Makna perkataan atau istilah “Tuhan”, dalam bahasa aslinya Yunani adalah: Kyrios. Bahasa Ibrani: Yehova. Bahasa Inggris Lord, Bahasa Arab: Rabb, yang kesemuanya itu bermakna ”penguasa”. Allahu Rabbul ‘alamin, artinya: Allah Penguasa (Tuhan) semesta alam. “…innallaha ja’ala Yasu’a hadza’lladzi shalabtumuhu antum Rabba wa Masichan”, Artinya: “…sesungguhnya Allah telah menjadikan Yesus yang kamu salibkan itu Tuhan dan Kristus” (A’malul-Rasuli – Kisah Para Rasul 2:36). Disini jelas ada perbedaan antara istilah ”ALLAH” dan istilah “TUHAN”. Allah dan Tuhan memang satu. Tidak ada sesuatu apapun yang disebut Tuhan, kecuali hanya Allah. Namun kedua macam sebutan itu berbeda. ALLAH, dalam bahasa Ibrani dikatakan Eloah atau Elohim. Bahasa Gerika: Theos. Bahasa Inggris: God. Bahasa Arab: Allah. Merupakan wujud pribadi atau oknum al-khalik, pencipta semesta alam. TUHAN dalam bahasa lbrani: Yehova. Bahasa Yunani dikatakan Kyrios. Bahasa Inggris: LORD. Bahasa Arab: Rabb. Bahasa Indonesia: Tuhan. Bermakna: Penguasa; dan merupakan fungsionil Allah, kewibawaan Allah. Ke-Tuhan-an Allah, atau kewibawaan Allah, dalam Kristologi ada tiga, yaitu: 1) Mencipta, (2) Berfirman, dan (3) Membimbing, memberi taufik dan hidayat. Ke-Tuhan-an Allah berfirman, dan ke-Tuhan-an Allah membimbing ada di dalam Yesus Kristus pribadi. Dan itulah sebabnya Yesus dikatakan “Firman yang Hidup” dan “Juruselamat”. Yesus sebagai Firman yang Hidup melaksanakan ke-Tuhan-an Allah berfirman dan penyelamat, dan itulah pula sebabnya Yesus dijadikan “Tuhan” oleh Allah (Kisah Para Rasul 2:36, Kolose 2:10). Alkitab mengatakan: “…dilimpahkan kuasa seluruhnya baik yang di bumi maupun yang di sorga kepada Yesus” (bacalah selengkapnya Matius 28:18). Tuhan Yesus, bermakna bahwa Yesus penguasa, yang berkuasa menyelamatkan dengan sempurna, Yesus Juruselamat kita semua, Firman yang Hidup.

    Yesus memperingatkan: “Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku” (Yohanes 14:6). Patut dicatat, bahwa yang menjadi batu sandungan – saya tidak dapat menyebut Yesus itu Tuhan, adalah karena saya sudah diajar dan mengajar, bahwa: “La ilaha illallah” (Tidak ada Tuhan, kecuali Allah). Terjemahan ini kurang tepat. Tepatnya terjemahan makna: “La ilaha illallah” itu, ialah: “Tidak ada ilah kecuali Allah”. Jika demikian, maka sama sekali tidak bertentangan dengan Alkitab. Karena dalam Keluaran 20:3 dikatakan demikian: “Jangan ada padamu Allah (ilah) lain dihadapanKu”. Karena itu dapat saya tegaskan bahwa ke-Tuhan-an Yesus itu tersimpul dalam kesaksian Muhammad yang mengatakan ‘Isa faa innahu Rohullah wa Kalimatuhu’ (Yesus itu sesungguhnya Roh Allah dan Firman-Nya).

    3. TAUHID KRISTIANI

    Tauhid Kristiani, memang istilah yang terasa asing kedengarannya, karena memang jarang dipergunakan dalam istilah-istilah Theologia Kristen. Tauhid Kristiani, bermakna ajaran Kristen untuk mengenal pengertian ke-Esa-an Allah Tritunggal. Ke-Maha-Esa-an Allah Tritunggal yang menjadi iman Kristen ini sering diperdebatkan orang, yang pada umumnya masih kurang difahami oleh saudara-saudara kita yang berlatar belakang pendidikan Islam.

    Allah Yang Maha-Esa

    Setiap orang Muslim, berkeyakinan akan adanya Allah Yang Maha Esa, yang dikenal dalam Ilmu Tauhid Islam adalah merupakan masalah yang tidak mungkin dapat dirobah, apalagi untuk dihapuskan. Sementara itu, dalam kepercayaan Agama Kristen, juga mempunyai keyakinan yang sama. Ucapan orang-orang Kristen selalu mengatakan adanya ke-Tuhanan Yang Maha-Esa, atau Allah Yang Maha Esa. Timbul pertanyaan, apakah pandangan Islam dan Kristen mengenai pengertian Ke-Maha-Esa-an Allah ini memang sama? Ya, memang sama. Dalam ajaran Agama Islam, ke-Esa-an Allah ini dijelaskan dalam Quran antara lain Qs. Al Ikhlas 1, Qs. Al Baqarah 163, Qs. Al Maidah 73b, dan lain-lain.

    Sementara itu juga dalam Alkitab diuraikan tentang ke Maha-Esa-an Allah ini, antara lain:

    Yesaya 45:5, “Akulah Tuhan dan tidak ada yang lain, kecuali Aku tidak ada Allah.”

    Yohanes 17:3, “Inilah hidup yang kekal itu, yaitu bahwa mereka mengenal Engkau, satu-satunya Allah yang benar, dan mengenal Yesus Kristus yang telah Engkau utus.”

    1 Korintus 8:4b, “…dan tidak ada Allah lain daripada Allah Yang Esa.”

    1 Korintus 8:6, “…bagi kita hanya ada satu Allah saja, yaitu Bapa, yang dari padaNya berasal segala sesuatu yang untuk Dia kita hidup.”

    Melihat kepada kenyataan nats Alkitab ini, maka saya sama sekali tidak bimbang lagi, bahwa pendirian saya atau keyakinan saya sendiri dahulu sebagai Muslim, dan sekarang ini sebagai seorang Kristen, sama sekali tidak membawa perubahan-perubahan sedikitpun tentang Tauhid ke-Esa-an Allah itu. Dengan lain perkataan, bahwa meskipun saya dewasa ini menyatakan diri saya sebagai orang Kristen, namun tidaklah berarti telah meninggalkan ajaran Tauhid atau menolak kebenaran ke-Maha-Esaan Allah itu, malah saya merasakan lebih memurnikannya. Jadi dapat saya yakinkan bahwa tidaklah benar dugaan-dugaan orang bahwa agama Kristen itu adalah memperkosa ajaran Tauhid, menolak ke-Maha Esa-an Allah. Malah saya dapat meyakinkan, bahwa ajaran Kristen itu, sunguh-sungguh memurnikan pengajaran Tauhid ke-Maha-Esa-an Allah. Tauhid Kristiani sungguh murni dan terunggul. Masalah ini dapat kita uji. Dan silahkan memperhatikan uraian masalah syirik di bawah ini.

    Masalah Syirik

    Dalam ajaran Islam, masalah syirik adalah merupakan hal yang perlu diperhatikan dengan seksama, agar pengakuan ke-Maha Esa-an Allah itu tidak bercacat. Demikian pun juga dalam ajaran Kristiani Masalah ini perlu diperhatikan. Syirik, dalam ajaran Islam adalah merupakan dosa yang tidak terampunkan. Sebab itulah mengenai masalah Syirik ini sangat menjadi perhatian saya yang sungguh dalam usaha perbandingan agama ini, selalu saya telaah dengan seksama, apakah dalam ajaran Kristen itu sendiri terdapat unsur syirik ini. Mula pertama saya menemukan satu nats Alkitab yang berbunyi: “Jangan ada padamu Allah (ilah) lain dihadapanKu. Jangan membuat bagimu patung yang menyerupai apapun. Jangan sujud menyembah kepadanya atau beribadah kepadanya” (Keluaran 20:3-5). Surat 1 Yohanes 5:21 memperingatkan “Anak-anakku, waspadalah terhadap segala berhala.” Mengenai masalah berhala ini haruslah ditetapkan bagaimana sesuatu benda itu disebut “berhala”, sebab bukan setiap patung dikatakan berhala. Semua benda-benda itu akan menjadi berhala atau sudah diberhalakan, jika terhadapnya orang melakukan sesuatu ibadah, bersujud serta menggantungkan harap berdoa kepadanya. Termasuk syirik-lah juga hukumnya, yang mempercayai adanya ilmu-ilmu ghaib dukun-dukun peramal nasib, penenung-penenung dengan pelbagai cara/sarana mantera dengan alat-alat kemenyan dan pedupaan sebagai sarana pemanggil atau pengantar roh-roh orang mati. Alkitab dengan tegas sekali memperingatkan agar kita jangan melibatkan diri, melainkan hendaklah menjauhinya dari ilmu pedukunan ini, seperti yang tersurat dalam Kitab Ulangan 18:10-13 yang bunyinya demikian: “Diantaramu janganlah didapati seorangpun yang mempersembahkan anaknya laki-laki atau perempuan sebagai korban dalam api, ataupun seorang yang menjadi petenung, seorang peramal, seorang penelaah, seorang penyihir, seorang pemantera ataupun seorang yang bertanya kepada arwah atau kepada roh peramal atau yang meminta petunjuk kepada orang mati. Sebab setiap orang yang melakukan hal-hal ini adalah kekejian bagi Tuhan, dan oleh karena kekejian inilah Tuhan Allahmu menghalau mereka dari hadapanmu. Haruslah engkau hidup dengan tidak tercela dihadapan Tuhan Allahmu” (Ulangan 18:10-13).

    Mengenai masalah syirik ini dapat saya simpulkan, bahwa:

    1. Agama Kristen mutlak mengakui bahwa Allah itu Esa. Hanya kepada Allah yang Esa itulah saja setiap orang wajib menyembah dan berbakti. Berbuat lain daripada itu adalah dosa yang berat (Baca: Lukas 4:8, Matius 4:10, Ulangan 6:13, Yosua 24:14-15, dan lain-lain).

    2. Dalam merealisasi ke-Esa-an Allah ini, ajaran Tauhid Kristiani, tidak membenarkan adanya ilah-ilah lain di hadirat Allah berupa apapun juga, seperti patung-patung ukiran dalam segala bentuk, berhala-berhala berupa bangunan atau batu-batu buatan manusia atau pun alamiah, meskipun dengan sebutan ka’bah baitullah sekalipun, baik berwarna putih, merah ataupun hitam, tidaklah dibenarkan untuk bersembah sujud di hadapan atau di bawahnya sebagai suatu ibadah kebaktian (Bacalah: Keluaran 20:3-5).

    3. Seorang Kristen yang baik menurut Alkitab, ia akan menjauhkan diri dari berbuat atau mempercayai ramalan-ramalan atau mantera-mantera para dukun, jimat-jimat, meskipun terbuat dari Kitab Suci apa saja, pembakaran dupa dan kemenyan sebagai pemanggil dan penolak roh-roh orang yang sudah mati dan lain-lain. Ia haruslah bebas dari ketakutan pengaruh tahyul, roh-roh kegelapan (Bacalah: Ulangan 18:10-13).

    4. Seorang Kristen Alkitabiah tidak usah takut, bahkan tidak akan khawatir dengan pengaruhnya roh-roh jahat atau sesuatu yang dapat ditafsirkan sebagai kekuatan-kekuatan ghaib, kuasa gelap. Dalam banyak hal Alkitab telah menyatakan bahwa kuasa Kristus menundukkan semua daya roh-roh jahat dan takluk kepadanya maka sudah seharusnya juga roh-roh jahat itu takluk kepada orang-orang Kristen pengikut Kristus (Bacalah: Yohanes 14:12, Markus 16:17, dan lain-lain).

    5. Orang-orang Kristen tidak akan memandang benda-benda tertentu, misalnya batu cincin, keris, jimat dan lain-lain sejenisnya seolah-olah memiliki keampuhan ghaib istimewa. Keampuhan istimewa bagi ajaran Kristen hanyalah Roh Allah: yaitu Rohulkudus (Baca: Roma 14:17-18 dan lain-lain).

    6. Baik ketakutan, rasa-gelisah, rasa kuatir, maupun keperluan-keperluan hidup lainnya, bagi setiap orang Kristen adalah suatu hal yang yang perlu dibawa kehadirat Allah dengan doa, karena hanyalah Dia saja yang dapat memahami keperluan-keperluan kita yang sebenarnya dan dapat memenuhi doa kita (Mazmur 5:3, Matius 6:25-34; Matius 7:7-8). Bukan kepada kubur-kubur keramat, bahkan juga tidak kepada kubur-kubur para nabi sekalipun.

    Akhirnya dengan sadar, dapatlah saya meyakini dan percayalah, bahwa inilah Tauhid Kristiani, Tauhid yang terunggul dan termurni.

    4. ALLAH TRITUNGGAL MAHA ESA

    Sebelum saya menerima pertobatan dalam Yesus Kristus memang masalah doktrin Tritunggal ini menjadi sandungan, bahkan menjadi sandungan banyak orang. Hal ini terjadi hanya disebabkan salah mengerti memahami ajaran iman Kristiani ini. Ajaran dan kebenarannya pengertian “Allah Tritunggal” itu telah saya ketemukan, yang sama sekali tidaklah memperkosa makna Tauhid ke-Esa-an Allah itu sendiri. Qs. Al Maidah 73 yang mengatakan: “Sesungguhnya kafirlah orang-orang yang mengatakan bahwasanya Allah yang ketiga, dari tiga.” (Teks aslinya: “Laqad kafaral ladzina qaalu innal laha syalisyu syalaasyht…” Juga Qs. An Nissa 171c mengatakan: “Janganlah kamu katakan Allah itu Tiga” (wa la taqulu syalasyht). Ayat-ayat Quran ini sering dikemukakan oleh saudara-saudara kita yang beragama Islam, termasuk saya sendiri waktu dulu, sebagai dalil untuk menolak faham Tritunggal yang dianut oleh iman orang-orang Kristen. Ayat-ayat Quran ini jelas menolak faham Tritheisme (ke-Tiga Allah-an) dan bukanlah menolak faham Allah Tritunggal (Trinitas), ajaran imannya orang-orang Kristen. Bagi orang Kristen ayat Quran ini sangat dihargai karena ajaran Kristen juga menentang setiap faham Polytheisme, dalam mana termasuk faham Tritheisme ini, yaitu faham ke-tiga Allah-an. Disamping itu, ajaran Kristen juga menentang faham-faham Atheisme Pantheisme. Alkitab telah menggariskan kepercayaan kepada Allah itu demikian: “Shema Israel! Dengarlah olehmu hai Israel; sesungguhnya Tuhan, Allah kita. Tuhan itu Esa adanya” (Ulangan 6:4). Dalam Kitab Yesaya 45:5 dikatakan: “Akulah Tuhan dan tidak ada yang lain. Kecuali Aku tidak ada Allah.” Dalam Injil Yohanes 17:3 dikatakan: “Inilah hidup yang kekal itu, yaitu bahwa mereka mengenal Engkau satu-satunya Allah yang benar, dan mengenal Yesus Kristus yang telah Engkau utus.” Tidak ada kemungkinan barang sedikitpun, bahwa pengakuan Allah Tritunggal itu berlawanan dengan ke-Maha Esa-an Allah Yang Maha Esa itu, bukanlah berarti tiga Allah bersatu dalam satu kesatuan, sebagaimana sering ditafsirkan orang.

    Rumus Allah Tritunggal sering dituliskan orang dengan angka: 1 = 3, 3 = 1, bermakna sebagai berikut:

    1 = 3, yaitu SATU zat Allah, di dalam TIGA Qudrat Kuasa Allah, (Tiga Qudrat Kuasa Allah itu, ialah: (1) Mencipta, (2) Berfirman, dan (3) Bertindak, (Menolong, membimbing, memberi taufik, dan hidayah). Mencipta, dengan kata lain disebut ”Bapa”. Berfirman, dengan kata lain disebut “Anak”. Membimbing, dengan kata lain disebut “Rohulkudus”.

    3 = 1, yaitu TIGA oknum Ilahi (Bapa, Anak dan Rohulkudus), adalah SATU wujud zat Allah Yang Maha Esa dan Maha Kuasa.

    Uraian lebih lanjut yang dimaksudkan Allah Tritunggal itu dapat dijelaskan lagi sebagai berikut:

    (1) ALLAH alkhalik, dengan kata lain disebut “Bapa” adalah sebagai pencipta semesta alam (sebanding dengan kata sifat “Qadirun” = “Berkuasa” dalam ajaran Islam).

    (2) FIRMAN, dengan Kata lain disebut “Anak” yang telah jadi jasad manusia dalam kelahiran Yesus, sebagai Firman yang hidup, untuk menyampaikan hukum-hukum Allah, kehendak-kehendak Allah, menyatakan janji-janji Allah, dan lain-lain kepada umat manusia, berbicara dalam bahasa manusia (Sebanding dengan sifat “Muridun” = “Berkehendak” dalam ajaran llmu Tauhid Islam).

    (3) ROH ALLAH, dengan kata lain disebut “Rohulkudus”, yang memberi Taufik dan Hidayaht (pertolongan dan bimbingan Roh Kebenaran) kepada umat yang percaya dan bertakwa kepadaNya (Sebanding dengan sifat: “Hawun” = “Hidup” dalam ajaran Islam).

    Ketiga unsur diatas ini (Bapa, Anak/Firman dan Rohulkudus) digambarkan masing-masing sebagai oknum (sebanding dengan istilah “Sifat” dalam ajaran Islam) adalah Esa dalam wujud zat Allah, yang tidak terpisahkan satu sama lainnya, sama kuasanya, sama kekalnya. Tidak ada yang terdahulu atau terkemudian diantara satu dengan yang lain. Bapa, Anak/Firman dan Rohulkudus, dapat diucapkan dalam sepatah kata, yaitu: “ALLAH”. Dalam Alkitab berbahasa Arab dikatakan: “Bismil Ulbi wal ibni wal Ruhulqudusi” (Dengan nama Bapa dan Anak dan Rohulkudus). Aba, Ibni, Rohulkudusi = Allah. Dalam bahasa Arab dapat dibaca ringkas: “Bismillah”. Kata Bismillah ini mengandung unsur ke-Tritunggal-an iman Kristiani.

    Dengan susunan kalimat bentuk lain masih dapat dijelaskan lagi sebagai berikut:

    1. ALLAH disebut “Bapa”, adalah dalam aktivitasNya sebagai alkhalik, Pencipta semesta alam, Maha Kuasa (Qadirun = Berkuasa).

    2. ALLAH itu juga, disebut “Anak” atau dengan kata lain disebut “Firman” (Yohanes 1:14), atau “Firman yang Hidup” (1 Yohanes 1:1), adalah dalam aktivitasNya sebagai pemberi amaran/perintah menetapkan hukum, menyatakan kehendak, menyatakan janji-janji Allah kepada umat manusia. Anak atau Firman ini telah menjadi daging dalam rupa manusia, yaitu kelahirannya Yesus Kristus (muridun = berkehendak).

    3. ALLAH yang itu juga, bukan Allah yang lain lagi, dikatakan “Rohulkudus” atau Roh kebenaran, adalah dalam aktivitasnya sebagai pemberi Taufik dan Hidayaht, memimpin rohani orang-orang Kristen membawa kepada kebenaran, hidup yang kekal (Hayyun = Hidup).

    Sebab itu dengan penyebutan “Allah Bapa” atau “Allah Anak”, ataupun “Allah Rohulkudus”, tidaklah sama sekali menunjuk kepada makna jumlah banyaknya tiga Allah, meskipun terjadi tiga kali disebut nama Allah, namun Allah itu adalah tetap hanya Esa, tidak lebih. Penyebutan yang berbeda hanyalah sekedar menunjukkan adanya perbedaan aktivitas, yaitu: a. disebut “Bapa” atau “Allah Bapa” adalah sebagai alkhalik, Pencipta semesta alam, yang Maha Kuasa (Qadirun). b. disebut “Anak” atau “Allah Anak” adalah sebagai Firman yang hidup, berbicara kepada manusia dalam bahasa manusia (Muridun). c. disebut “Rohulkudus” adalah sebagai pemberi Taufik dan Hidayaht, pembimbing rohani umat manusia yang percaya, hidup dalam Roh Kebenaran (Hayyun). Jadi jelaslah kiranya, bahwa ke-Maha-Esa-an Allah Tritunggal di dalam iman Kristen, sama sekali tidaklah berarti memperkosa ajaran Tauhid, dan tidaklah juga diartikan sebagai satu kesatuan yang terdiri dari beberapa Allah atau beberapa Tuhan, seperti sering disalah tafsirkan orang. Al Quran sama sekali tidak menentang atau menolak akan pengertian Allah Tritunggal iman Kristen ini. Yang ditolak oleh Quran seperti yang disebut dalam Qs. Al Maidah 73 itu, ataupun Qs. An Nisaa 171, adalah faham ke-Tiga Allahan atau Tritheisme. Ajaran Kristen pun menolak faham Tritheisme atau ke-Tiga Allahan ini. Sebab itu yakinlah bahwa tidak ada satu ayat pun dalam Quran menentang “Allah Tritunggal” iman Kristen ini.

    5. KEMATIAN DAN KEBANGKITAN YESUS KRISTUS

    Quran sura An Nisa 157 mengatakan: “dan karena ucapan mereka: Sesungguhnya kami telah membunuh Almasih Isa anak Maryam seorang Rasul Allah, padahal mereka tidak membunuhnya dan tidak menyalibnya, melainkan orang yang diserupakan dengan dia. Sesungguhnya orang-orang yang berselisih faham tentang (pembunuhan) Isa itu benar-benar dalam keragu-raguan tentang yang dibunuh itu.”

    Nats Quran ini, dipergunakan pada umumnya oleh para mubaligh Islam termasuk saya sendiri waktu dulu dalam kedudukan saya sebagai seorang mubaligh Islam untuk menolak kebenarannya Yesus Kristus itu mati di kayu salib. Saya waktu itu berpendapat, bahwa tidak mungkin seorang kekasih Allah yang menjadi rasul-Nya itu, Allah sendiri tidak memberikan perlindungan barang sedikit pun, malah membiarkan Isa Almasih (Yesus Kristus) itu mati diatas kayu salib. Apapun pula seperti yang dikatakan orang-orang Kristen itu, bahwa Yesus itu adalah Anak Allah, tidak mungkin kalau Allah Bapa tidak memberikan perlindungan barang sedikitpun. Setelah saya meyakini bahwa Alkitab itu ditunjang kebenarannya oleh Al Quran sebagaimana saya telah diilhami dengan ayatnya Qs. Al Maidah 68 dan lain-lain itu, maka masalah “Kematian Yesus di kayu salib” ini perlu saya tinjau kembali, diselidiki secara jujur, baik dari apa yang ditulis dalam Quran itu, maupun apa yang diwartakan dalam Alkitab. Maka akhirnya dapatlah saya menarik suatu kesimpulan yang meyakinkan sebagai berikut:

    1. Menurut Quran tersebut, ternyatalah bahwa memang telah terjadi peristiwa “seseorang telah disalib dan mati”, tetapi tidak dipastikan siapa yang mati itu. Quran menyangkal bahwa yang mati itu adalah Isa Almasih, atau Yesus Kristus. Ada yang mengatakan bahwa yang disalib dan mati itu, adalah Yahuza atau Yudas.

    2. Menurut Quran itu juga dikatakan bahwa ada orang-orang memang mengatakan dengan yakin, bahwa sesungguhnya mereka telah “membunuh Yesus” itu. Sekarang saya harus mencari keterangan yang meyakinkan, siapakah sebenarnya yang disalib dan mati itu, Yesus atau orang lain.

    Untuk mendapatkan keterangan ini, kita haruslah mencari bukti suatu dokumentasi sejarah yang obyektif. Hal ini adalah Alkitab, merupakan dokumentasi yang terbuka yang dapat menjadi bahan informasi. Cerita mengenai kematian Yesus di kayu salib itu, terdapat dalam empat Injil yang masing-masing ditulis oleh Matius, Markus, Lukas dan Yohanes. Kesaksian dari 4 penulis Injil ini adalah merupakan saksi mata, dimana mereka melihat dan mengalami sendiri. Kalau kita berpijak kepada ketentuan hukum bahwa kesaksian 2 atau 3 orang yang melihat sendiri dalam sesuatu peristiwa, sudah cukup bahwa sesuatunya itu diteguhkan sebagai hal yang benar secara hukum (Ulangan 17:6-7). Sebab itu kesaksian dari 4 penulis Injil ini yang mereka masing-masing melihat sendiri tentang benarnya terjadi peristiwa Yesus disalib dan mati, adalah merupakan kesaksian yang benar dan syah serta meyakinkan bahwa kebenarannya dapat dipercaya, dibandingkan dengan kesaksian Al Quran atau Muhammad yang ditulis sesudah enam abad kemudian yang hanya merupakan dugaan-dugaan yang tidak meyakinkan, karena memang tidak menyaksikan sendiri. Kesaksian yang lain dapat juga ditambahkan, bahwa waktu Yesus dinyatakan mati oleh kepala pasukan, maka Yusuf Arimatea datang kepada Pontius Pilatus untuk meminta mayat tersebut untuk dikuburkan. Permintaan itu dikabulkan (Markus 15:41-46). Seandainya yang diturunkan dari salib itu bukan Yesus, pastilah Yusuf Arimatea menolaknya atau memberikan keterangan ketidak-benarannya itu. Bukti lain lagi, adalah orang-orang Yahudi meminta kepada Pontius agar kuburan Yesus dijaga. Permintaan ini pun dikabulkan. Seandainya yang dikuburkan itu bukan Yesus, tidaklah mungkin orang-orang Yahudi itu menjagai kuburanNya itu. Hal ini terjadi, karena Yesus pernah mengatakan bahwa pada hari ketiga Ia akan bangkit hidup kembali diantara orang mati. Bukti lain lagi, bahwa jika sekiranya yang disalib itu bukan Yesus, tidaklah mungkin Ia dapat mengeluarkan kata-kata yang penuh kasih sebagai aslinya tabiat Yesus, misalnya: “Bapa ampunilah mereka sebab mereka tidak tahu apa yang mereka perbuat”, dan kalimat: “Sudah Genap” (tetelestai). Ini semua membuktikan bahwa yang mati tersalib itu tidaklah lain daripada Yesus Kristus sendiri. Dengan demikian, maka sampailah saya kepada kesimpulan yang meyakinkan bahwa “yang disalib dan mati” seperti yang diwartakan dalam Qs. An Nisaa 157, tidaklah diragukan lagi, ialah Yesus-sendiri, bukan orang lain, bukan Jahuza, juga bukan Yudas. Karena kesaksian mata dari 4 penulis Injil itu adalah cukup meyakinkan, syah dan benar.

    Kebangkitan Yesus diantara orang mati.

    Mengenai peristiwa kebangkitan Yesus dari kematian-Nya, Al Quran tidak pernah menyangkal. Menurut Quran, Muhammad menerima wahyu tentang ucapan Yesus demikian: “Selamatlah diriku ketika dilahirkan dan ketika mati dan ketika berbangkit kembali hidup” (Qs. Maryam 33). Teks aslinya: “Wassalamu’ala yauma walidtu wayauma amutu wa yauma ub’asyu hayya.” Dengan kata “ub’asyu hawa” (bangkit hidup kembali) adalah merupakan kehidupan yang nyata sesudah mengalami kematian (amutu) yang nyata. Dengan nats ini dapatlah meyakinkan saya, bahwa Yesus memang telah mengalami kematian yang nyata, meskipun kematiannya disangkal di kayu salib dan bangkit hidup kembali (ub’asyu hawa). Yesus hidup kembali pada hari ketiga diantara orang mati secara nyata, dengan kebangkitan badani yang sudah dipermuliakan (Filipi 3:21), yang dapat dilihat dan dijamah. Kematian Yesus sama sekali tidak ada artinya, jika tidak berkelanjutan dengan kebangkitan hidup kembali diantara orang mati. Sekiranya Yesus yang disalibkan itu mati dan terus mati memang akan merupakan satu pukulan yang hebat bagi iman Kristen, karena Tuhannya telah mati. Dan pastilah agama Kristen tidak akan dapat berdiri teguh sampai saat ini, karena memang sudah tidak ada harapan. Apa yang dapat diharapkan bagi keselamatan para pengikutnya di alam sorgawi, kalau Yesus itu mati dan terus mati, dan sekarang pun ada kuburannya? Untuk apa iman orang Kristen ber-Tuhan-kan orang mati? Untuk apa orang Kristen dibaptiskan atas nama orang mati? Untuk apa orang Kristen meminta syafaat kepada orang mati? Dan malah tidak masuk akal, kalau sekarang orang-orang Kristen, menjadikan orang mati menjadi juruselamatnya, sedangkan si mati sendiri tidak selamat, dia di dalam kubur.

    Tetapi karena kasih Allah, bahwa Yesus disalibkan bukan mati untuk mati, melainkan mati untuk hidup kembali, dan memang hidup selama-lamanya kekal hingga pada kesudahan alam. Kebangkitan Yesus, hidup kembali diantara orang mati, bukanlah dalam khayalan, tetapi memang dalam kenyataan yang dapat dilihat dan disaksikan oleh banyak orang. Kematian dan kebangkitan Yesus adalah merupakan inti dari kesaksian iman Gereja sedunia. Kita sekarang memiliki iman yang penuh pengharapan. Kita mempunyai Juruselamat yang hidup selama-lamanya hingga pada kesudahan alam. Kita memiliki iman yang berdasarkan kasih. Kita sudah menjadi waris penerima janji-janji Allah bersama-sama dengan Kristus. Menderita bersama, juga dipermuliakan bersama-sama dengan Dia (Roma 8:17).

    Karena itu yakinlah, bahwa kita sebagai pengikut Kristus akan dibangkitkan dari segala jenis kematian:

    = Kita akan dibangkitkan dari kematian kebahagiaan rumah tangga.

    = Kita akan dibangkitkan dari kematian rezeki nafkah hidup dari hari ke hari.

    = Kita akan dibangkitkan dari kematian hati yang lemah dan rusuh.

    = Kita akan dibangkitkan dari kematian iman yang sudah suam.

    = Kita akan dibangkitkan dari kematian kasih.

    = Kita akan dibangkitkan dari kematian segala rupa hal ihwal yang mencekam jiwa, dari segala kekuatiran, dari segala penderitaan hidup, segala penderitaan sakit penyakit, dan lain-lain.

    Makna Salib Kristus bagi kita.

    Rasul Petrus menuliskan ilhamnya sebagai berikut: “Sebab adalah kasih karunia, jika seorang karena sadar akan kehendak Allah menanggung penderitaan yang tidak harus ia tanggung. Sebab dapatkah disebut pujian, jika kamu menderita pukul karena kamu berbuat dosa? Tetapi jika kamu berbuat baik dan karena itu kamu harus menderita, maka itu adalah kasih karunia Allah. Sebab untuk itulah kamu dipanggil, karena Kristus pun telah menderita untuk kamu, dan telah meninggalkan teladan bagimu, supaya kamu mengikuti jejakNya. Ia tidak berbuat dosa, dan tidak ada tipu dalam mulutNya. Ketika la dicaci-maki. Ia tidak membalas dengan mencaci-maki; ketika ia menderita. Ia tidak mengancam, tetapi Ia menyerahkan kepada Dia yang menghakimi dengan adil. Ia sendiri telah memikul dosa kita di dalam tubuh-Nya di kayu salib, supaya kita yang telah mati terhadap dosa, hidup untuk kebenaran. Oleh bilur-bilur-Nya kamu telah sembuh. Sebab dahulu kamu sesat seperti domba, tetapi sekarang kamu telah kembali kepada gembala pemelihara jiwamu” (1 Petrus 2:12-25). Salib yang dihubungkan dengan pribadi Yesus, adalah merupakan puncak kesengsaraan-Nya. Mati di kayu salib, bukanlah hal yang diidam-idamkan, meskipun hal itu sesuai dengan takdir rencana Allah. Karena masalah sengsara Yesus ini sudah dinubuatkan dalam Kitab Nabi Yesaya 53:1-12. Dan Yesus sendiri telah menginsyafi bahwa nubuat itu akan tergenapi atas pribadinya sebagai Hamba Allah yang dimaksudkan oleh nubuatan itu. Itulah sebabnya Yesus mengatakan di saat menghadapi saat sengsara ini, kepada seseorang yang menyertai Yesus yang bersikap untuk mengadakan perlawanan, Ia berkata: “Masukkan pedang itu kembali kedalam sarungnya, sebab barang siapa menggunakan pedang akan binasa oleh pedang. Atau kau sangka bahwa Aku tidak dapat berseru kepada Bapaku supaya Ia segera mengirim lebih dari dua belas pasukan malaikat membantu Aku? Jika begitu, bagaimana akan digenapi yang tertulis dalam Kitab Suci, yang mengatakan bahwa harus terjadi demikian?” (Matius 26:52-54). Yesus dihukum salib oleh Penguasa dan Imam Yahudi, bukanlah disebabkan Dia melakukan sesuatu kejahatan yaitu berbuat dosa melanggar Hukum Taurat. Dia dihukum oleh penguasa-penguasa imam Yahudi karena pengajaranNya menyelamatkan umat manusia dari kuasa dosa, juga karena Ia menyuguhkan (klaim) diri-Nya Anak Allah, Mesias, Tuhan Juruselamat. Dari keterangan diatas maka dapatlah disimpulkan bahwa lambang salib, adalah mengingatkan kepada kita setiap penganut Kristen, bahwa Yesus menderita dan telah menjadi korban mati sengsara di kayu salib, karena da’wah-Nya untuk menyelamatkan kita semua dari penguasa dosa, agar kita mendapatkan hak hidup yang kekal di alam sorgawi.

    Yesus naik ke sorga (mikraj)

    Kenaikan Yesus ke sorga (mikraj) disaksikan oleh kesebelas murid-muridNya di luar kota dekat Betani (Lukas 24:50). Mengenai peristiwa kenaikan Yesus ke sorga (mikraj) ini tidak ada sanggahan Quran, malah ditunjang dengan adanya ayat Qs. Ali Imran 55 yang antara lain mengatakan: “Idz qalallahu ya ‘Isa inni mutawaffika wa rafi’uka…” (Ingatlah ketika Allah berfirman: Ya Isa bahwasanya Aku mewafatkan engkau, dan mengangkat engkau kepadaku…).

    Dalam peristiwa kenaikan Yesus ke sorga ini ada dua masalah yang perlu kita catat:

    1. Amanat Yesus kepada murid-muridNya, bahwa juga kepada kita sekalian yang menjadi pengikut-pengikut Kristus dewasa ini, yaitu:

    a. Pergilah ke segenap penjuru dunia ini, beritakan Injil Keselamatan, menjadikan semua orang jadi murid Yesus;

    b. Membaptiskan mereka atas nama Allah Tritunggal: Bapa dan Anak dan Rohulkudus.

    c. Mengajar mereka dengan apa yang diajarkan Yesus Kristus khususnya, dan Alkitab pada umumnya.

    2. Janji Yesus, akan memberikan Kuasa Rohulkudus kepada murid-muridNya, yang juga berarti kepada kita sekalian yang menjadi murid-muridNya atau pengikut-pengikut Kristus dewasa ini, untuk bersaksi bagi kebenaran Yesus Anak Allah, firman Yang Hidup, dan menyertai kita sekalian untuk selama-lamanya, hingga pada kesudahan alam.

    Kedatangan Yesus untuk kedua kalinya.

    Kedatangan Yesus untuk yang kedua kali menjadi hakim yang adil, menghakimi yang hidup dan yang mati diberitakan dalam Kisah para Rasul 1:11 dan Wahyu 20:11-15.

    Kedatangan Yesus pada akhir zaman ini untuk menjadi hakim yang adil itu, pun menjadi kepercayaan bagi umat Islam pada umumnya, karena dalam beberapa hadits Bukhari dan Muslim, masalah ini ada diberitakan. Antara lain dapat dicatat sebagai berikut:

    1. Hadits Bukhari dari Abu Hurairah, Jilid ll, hal 256:

    “Kaifa antum idzalabna Manyama fikum wa imaamukum min kum.”

    (Bagaimana halmu, apabila Ibnu Maryam turun jadi imam daripada kamu.)

    2. Hadits dari Musnad Imam Ahmad ibd. Hambal, jilid 11 halaman 411:

    “Yu syiku min ‘asya minkum an balqa ‘Isa Ibna Maryama imama mahdiya wa hakama ‘adlan” (Daripadamu akan bertemu dengan Isa ibnu Maryam sebagai imam Mahdi dan Hakim yang adil).

    3. Nabi Muhammad sendiri pernah bersumpah untuk meyakinkan bahwa Isa Almasih ibnu Maryam akan datang kembali untuk menjadi Hakim yang Adil. Muhammad berkata: “Wallaha liyunzilna ibna Maryama hakuman adlan” (Demi Allah, sesungguhnya akan turun (datang) putra Maryam selaku hakim yang adil). Lihat: Hadits Muslim jilid I – Halaman 76.

    Syarahan Hadits ini adalah mengkhabarkan kedatangannya Isa Almasih untuk kedua kalinya kelak (akhir zaman). Perkataan ”hakuman” (menjadi hakim), mengisyaratkan bahwa kedatangannya Isa Almasih Yesus Kristus) yang kedua kali itu, tidaklah selaku Nabi membawa risalah atau syariat agama, dengan Quran ataupun Alkitab (Taurat-Injil), yang berlaku sekarang, tetapi hanyalah ia turun menjadi Hakim antara segala hakim-hakim umat ini, dengan kitab baru, yang dinamakan “Kitab al-Hayat” (Wahyu 20:11-15). Nats dari Hadits shahih Bukhari-Muslim diatas dapat dibandingkan dengan Alkitab, Roma 2:16 yang berbunyi demikian: “Hal itu akan nampak pada hari, bilamana Allah sesuai dengan Injil yang kuberitakan, akan menghakimi segala sesuatu yang tersembunyi dalam hati manusia oleh Kristus Yesus” (Roma 2:16).

    Karena itu tidak ada alasan yang memberatkan bagi saya untuk ragu-ragu menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamatku pribadi, begitupun untuk menantikan kedatangan Yesus Kristus yang kedua kali, sebagai Hakim yang adil. Keselamatan menjadi Pengikut Kristus, Quran telah bersaksi sebagai berikut: “Idz qala’llahu ya ‘Isa inni mutawaffika, wa raafi uka ilayya wa muthahhiiruka minal ladzina kafaruu wa yaa ‘ilul ladzinat taba’uka fauqal ladzina kafaruu ilaa yaumil giaamaht…” (Ingatlah ketika Allah berkata: “Ya Isa bahwasanya Aku mewafatkan engkau, mengangkat engkau kepadaKu, membersihkan engkau daripada orang kafir, dan menjadikan orang-orang yang mengikut engkau diatas daripada mereka yang tidak percaya hingga hari kiamat.” Jelas, bahwa Quran tersebut bersaksi, bahwa pengikut-pengikut Kristus terjamin keselamatannya, dalam hal ini adalah Hidup Kekal di alam sorgawi, sebagaimana di katakan oleh Yesus sendiri: “Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya barang siapa mendengar perkataanKu dan percaya kepada Dia yang mengutus Aku, ia mempunyai hidup yang kekal dan tidak turut dihukum sebab ia sudah pindah dari dalam maut ke dalam hidup” (Yohanes 5:24). Akulah jalan dan kebenaran dan hidup, tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku” (Yohanes 14:6).

    6. KEBENARAN ALKITAB

    Sebagaimana diuraikan pada awal kesaksian ini, bahwa mula pertama yang merangsang saya untuk menyelidiki kebenaran Alkitab (Bible) itu adalah disebabkan oleh salah satu ayat Quran, yaitu sura Al Maidah 68 yang mengatakan bahwa Alkitab (Taurat dan Injil itu) adalah merupakan Kitab yang benar bagi orang yang beragama dalam kebenaran menurut kehendak Allah. Ada beberapa ayat dalam Quran yang sering dipergunakan oleh para Mubaligh Islam dan termasuk juga oleh saya sendiri tempo dulu dalam kedudukan saya sebagai seorang mubaligh Islam, yang ditafsirkan sebagai bukti bahwa Alkitab (Taurat dan Injil) itu telah dipalsukan, dirubah disana-sini oleh tangan kotor-jahil manusia. Secara teliti sekarang saya ingin mengerti yang sebenarnya makna ayat-ayat Quran tersebut secara wajar, sebagaimana juga halnya saya ingin mengerti isi Alkitab yang sewajarnya. Dengan penuh rasa kejujuran, saya coba memeriksa kembali sampai di mana kebenarannya yang dimaksudkan oleh ayat-ayat (nats) Quran itu. Akhirnya dapatlah saya memberikan suatu kesimpulan sebagai berikut:

    1. Qs. Al Baqarah 75.

    “Apakah kamu masih mengharapkan mereka akan percaya kepadamu, padahal segolongan dari mereka mendengar firman Allah, lalu mereka merobahnya setelah mereka memahaminya, sedang mereka mengetahui.”

    Pada umumnya orang-orang Muslim mengatakan tafsirannya bahwa yang dimaksud “segolongan dari mereka” (friqun minhum) itu, adalah ahli-kitab (Yahudi/Nasrani) yang telah mengubah firman Allah itu, dalam hal ini mereka artikan merubah teks Taurat dan Injil (Alkitab-Bible). Dalam penyelidikan saya, pengertiannya ayat Qs. Al Baqarah 75 ini tidaklah demikian. Yang dimaksudkan “segolongan dari mereka” itu, ialah orang-orang Islam itu sendiri yang berasal dari penganut agama Yahudi/Nasrani, kemudian mereka (segolongan ini) kembali menolak Islam setelah mereka mengetahui apa sebenarnya ajaran Muhammad itu. Oleh Quran, mereka dituduh merubah makna penafsiran Quran itu sendiri, jadi bukanlah Alkitab (Taurat/Injil). Hal ini jelas dapat difahami akan pengertian ayat tersebut yang mengatakan: “…apakah kamu (maksudnya: Muhammad), masih mengharapkan mereka akan percaya kepadamu”. “Kamu” atau “kepadamu” disini, jelas dimaksudkan adalah Muhammad. Tetapi kemudian mereka (orang-orang Yahudi/Nasrani) yang tadinya sudah mengaku percaya akan kenabian Muhammad ini, mereka menolak/keluar dari Islam, lalu mereka dituduh merubah pengertian pendengaran ayat firman Allah (dalam hal ini adalah Quran itu sendiri) yang selanjutnya juga mereka dituduh orang-orang bodoh, pembual, buta huruf dan sebagainya. Yang jelas, bahwa ayat Quran ini sama sekali tidak ditujukan kepada ahli kitab (Yahudi/Nasrani) dan juga tidak mengatakan Alkitab (Taurat-Injil) itu yang telah dirubah-rubah, melainkan malah Quran itu sendiri.

    2. Qs. Al Baqarah 106.

    “Apa saja ayat yang kami mansokh-kan (hapuskan) atau Kami jadikan (manusia) lupa kepadanya, Kami datangkan yang lebih baik daripadanya atau yang sebanding dengannya…”

    Perkataan “ayat” yang dimansokh-kan (dihapuskan) dalam nats Qs. Al Baqarah ini, juga pada umumnya mereka artikan “Alkitab/Taurat-Injil”. Tetapi dari beberapa buku tafsir/terjemahan Quran hampir sepakat mengatakan bahwa makna “ayat yang yang dimansokh-kan/dihapuskan” disini pengertiannya adalah bahwa ada beberapa ayat Quran itu sendiri yang telah di hapus hukumnya. Bahkan menurut buku At Tadjdid fil Islam mengatakan bahwa sedikitnya 5 sampai 500 ayat-ayat dalam Quran itu telah mansokh. Ada juga yang berpendapat bahwa makna “ayat yang dimansokh-kan” itu, adalah mengenai kemukjizatan Muhammad artinya bahwa Muhammad sebagai nabi dan rasul menerima wahyu Allah sudah tidak mendapat kuasa Allah bermukjizat sebagaimana halnya para nabi-nabi sebelumnya, seperti Musa dan Isa Almasih. Jadi jelaslah pula bahwa maksud nats Qs. Al Baqarah 106 inipun tidaklah pula kena-mengena untuk menjadi dalil menolak kebenaran kehadirannya Alkitab sebagai Kitab Ilahi yang menjadi dasar kebenaran bagi setiap orang untuk beragama yang benar.

    3. Qs. Al Maidah 13.

    “…karena mereka melanggar janjinya, Kami kutuki mereka, dan Kami jadikan hati mereka keras membatu. Mereka suka merubah perkataan (firman) Allah dari tempatnya dan mereka (sengaja) melupakan sebagian dari apa yang mereka telah diperingatkan dengannya, dan kamu (Muhammad) senantiasa akan melihat kekhianatan dari mereka, kecuali sedikit diantara mereka yang tidak berkhianat.”

    Perkataan “mereka” dalam Qs. Al Maidah 13 ini biasanya mereka sengaja tambahkan dalam tanda kurung: (Ahli Kitab) atau (Yahudi/Nasrani), sedangkan makna kalimat: “Mereka suka merubah perkataan (firman) Allah dari tempatnya…”, mereka artikan Alkitab atau Taurat/Injil itu sudah ditukar-tukar dan dihapuskan/dirubah kebenarannya. Padahal yang sebenarnya, ayat inipun sama halnya dengan Qs Al Baqarah 75 adalah juga ditujukan kepada orang-orang Islam pengikut Muhammad sendiri dimana hidupnya Muhammad itu sendiri, yang tadinya memang berasal dari penganut agama Yahudi/Nasrani, berbalik kembali pada agamanya semula (menolak Islam). Oleh Quran, mereka dituduh berkhianat merubah-rubah firman

  106. Layung said

    Untuk mengenal dirimu sendiri saja tak mampu apa lg mengenal tuhan, mempercayai agama, mencintai Rasul, meyakini kitab suci…
    Jika mas sudrajat belum tau, belum mengerti diri anda sendiri, tuhan itu gaib, dunia pun gaib termasuk isinya, yg bernafas… Hanya islam yg mengajarkan pengetahuan tentang tuhan dengan mudah tapi sulit, sulit tp mudah, sempit tapi luas, islam tidak memaksa tapi menyejukan, islam tidak membelokan tp meluruskan… Islam menyembah allah tanpa rupa, mencintai rasul tanpa sua, islam adalah cinta, islam adalah rindu, islam adalah tiang kehidupan

  107. Theii said

    Ada sebuah video yang isinYa kesaksian seorang Ustad yang kini telah menjadi soerang Pendeta,,
    menurut hasil dari video itu merupakan pengalamannya sewaktu beribadah menurut hasil dari video itu merupakan pengalamannya sewaktu beribadah menurut hasil dari video itu merupakan pengalamannya sewaktu beribadah menurut hasil dari video itu merupakan pengalamannya sewaktu beribadah di Mekah,,
    sebellumnya ia sempat bingung seperti kalian mengapa tiap orang di haruskan untuk tidak melihat ke atas kabah,,tetapi karena rasa penasarannya ia melihat ke atas kabah dan yang terjadi ia melihat ada SALIB DAN GAMBAR BUNDA MARIA,,
    sehingga pada saat itu ia heran dan saat kembali ia memutuskan meninggalkan Muslim dan Menjadi seorang kristian

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 93 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: