Kebenaran Itu Tidak Pernah Memihak…
Ditulis oleh agorsiloku di/pada Juni 15, 2008
Pulang dari perjalanan, lewat jalan tol dalam kota Jakarta…. ada iklan dengan latar belakang kuning yang bagian bawahnya tertulis :KORAN JAKARTA. Di bagian atasnya tertulis, “Kebenaran itu tidak pernah memihak“.
Wah … ternyata benar, saya masih terbelakang juga bermain dengan kata. Inga-inga saya, kebenaran itu bukan “kebetulan”. Jadi tidak bicara benar sama betul
, yang berpihak atau memihak atau kecenderungan mementingkan golongan atau keluarga atau diri sendiri adalah subjek yang bisa mengambil pilihan. Jadi kalau kebenaran itu tidak pernah memihak, tentulah kebenaran itu adalah posisi yang jernih terhadap suatu keadaan. Jadi kebenaran adalah fakta apa adanya. Namun, fakta adalah apa yang dilihat/dirasa/dinilai oleh subjek yang bisa berpikir, pikiran itulah yang kemudian menghasilkan keberpihakan. Karena itu pula, tidak sedikit para ahli yang menyatakan sejarah adalah peristiwa masa lalu yang dinilai/dipersepsikan oleh penulis sejarah. Jadi bukan sejarah itu sendiri. Namun, jika kebenaran itu tidak pernah memihak maka mengapa pula kebenaran itu tidak berpihak pada kebenaran !?.
catatan :
hanya sebuah catatan saja kok…..














Herianto berkata
Benar mas agor, kebenaran bukan karena orangnya (subjektif) tapi karena Sang Kebenaran itu (objektif) sendiri.
Makasih link trackback-nya.
Mmm, kayaknya seminggu ini saya juga bakalan hiatus nih, ada tugas dari “bos” mo “maen2″ ke Lampung.
Balasan hiatus mas Agor kemaren.
Kok balas dendam ya…
aburahat berkata
KEBENARAN tetap kebenaran dan dia hanya berpihak kepada kebenaran, keadlian, kejujuran dan kebaikan yg lain dia tdk berpihak. Tp Akal2 dan Jiwa yg jahil merapas dari keberadaannya. Sehingga menjadi milik penguasa yg DHALIM. Dgn demikian kita yg
hidup sekarang jd bingung dimana KEBENARAN sekarang ?Kita sekarang mencari sedang bersembunyi dimana si KEBENARAN bersembunyi. Wasalam
realylife berkata
semoga semua nantinya akan berbalik arah sesuai dengan yang diinginkan
amin
smpputri berkata
Coba sekarang, contoh kasus para “jamda”-bukan janda lho- kita di gedung bunder ( salah buat design atau sengaja didesain biar mbulet???!!). mereka dipihak kebenaran apa kebetulan hayo?
Aburahat berkata
@smpputri
Kebenaran yg mana yg anda maksudkan? Apakah ttg tugas dan tanggung jawab atau ttg rezeki atau ttg nepotisme atau ttg kolusi, yg mana yg anda maksudkan
haniifa berkata
@mas Aburahat
Kelihatan saya sependapat dengan mas…
Lucunya kadang-kandang saya menjadi cepot… eh … repot jika berdiskusi dengan kaum wanita.
Contohnya baik merupakan Kebenaran maupun Kebetulan.
Manusia pertama yang ciptakan Allah… Laki-laki.
Para Nabi dan Rasulullah… Laki-laki
Para Khalifah…. Laki-laki
Para Imam…. Laki-laki
Para Petinggi Agamawan…. Laki-laki
Para Kepala Keluarga yang sakinah… Laki-laki
Nah… begitu kita sodorkan perihal ini :
_________________________________________
Haq bagi waris….
Wait-wait doeloe, emansipasi dunk… mba You and mas Sampeyan khan sama-sama Anake Bapakke !!
Kelangsungan keturunan…
Wait-wait doeloe, emansipasi dunk… mas Sampeyan udah nggak cinta plush sayang sama mba You… yach !!
Jangan bicara lebih mencintai dan menjalankan aturan “Allah dan RasulNya“… pokoke aturan cinta monyet kita doeloe lah…
@mba Smpputri
Gimana mba, Apa semua kaum pria harus jadi “cepot” gituh ??
Wassalam, Haniifa.
amburadul berkata
Sampurasun….
kebenaran menurut kita, istri, anak, orang tua, teman, ustad, pa rt,pa rw, tetangga kita tukang semir dll… kebenarannya masih belum sejati kebenaran yang sejati adalah kebenaran yang menurut GUSTI ALLAH ALIAS ALLAH S.W.T.
JAKSA, HAKIM, PENGACARA adalah petualang pencari kebenaran… smoga kita selau berada dalam kebenaran yang sejati amin.
Donny Reza berkata
Hehe, itu yang mengganggu pikiran saya kalau melintas sepanjang Tol Gatot Soebroto … baru saja mau ditulis, tapi keduluan sama Pak Agor
) Dan .. yaa … saya juga sependapat dengan kalimat terakhir pak Agor
Mekah sebagai pusat bumi 4 « Haniifa berkata
[...] : 1. (Kebenaran dan Kebetulan) harus berpihak pada yang (benar dan betul) 2. Kepolosan anak-anak TK A 3. Perbedaan itu bagikan rambut dibelah 7. 4. Awas terkecoh bilangan [...]
Adakah infiltrasi metoda Hermeutika sudah meraksuk ?! « Haniifa berkata
[...] Bersambung : 1. Repotnya… jadi Cepot (Check & Reheck) !! [...]