Sains-Inreligion

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

Foto Melempar Jumrah Dulu dan Kini.

Posted by agorsiloku pada Maret 20, 2008

Di masa lalu melempar batu di tiga tempat sebagai salah satu bagian dari prosesi ritual haji tidaklah “segemerlap” di masa kini.Jumarat

JumrahJumrah dan AqobahMelempar Jumrah

Tempatnya cukup lebar dan bertingkat pula untuk mengikuti peningkatan jumlah jamaah haji yang kian meningkat dari tahun ke tahun.

kabah old jumrah 1.jpg

kabah - old jumrah.jpg

Melihat perbandingan kedua foto di atas (kini) dan masa lalu, terasa bahwa perjalanan manusia untuk hadir kepadanya dari masa ke masa dan gemericiknya batu yang dilempar mengenai dinding aqobah adalah sebuah perjalanan ritual yang menggetarkan nurani, ketika jutaan manusia berbaju putih tanpa jahitan “berlomba” melaksanakan ritual haji.

Foto peta diambil dari sini.

About these ads

10 Tanggapan to “Foto Melempar Jumrah Dulu dan Kini.”

  1. Haniifa berkata

    Smoga peningkatan kwantitas diikuti dengan peningkatan kwalitas. Amien.

    @
    Amin

  2. [...] Foto Melempar Jumrah Dulu dan Kini. [...]

  3. amburadul berkata

    Assalamualaikum….
    Mudah2an mukzizat ALLAH bisa mengantarkan kami untuk melakukan lempar Jumrah….. nyungken piduana ka kang agor supados pribados tiasa mios…. Amin.

    @
    Wass.ww.
    Semoga Allah melapangkan rezki Mas untuk berangkat ke sana. Amin….

  4. Nugroho Pratama berkata

    bagus artikelnya;mungkin kalo fotonya dibesarin dikit bisa lebih informatif

    @
    Klik pada gambar thumbnail, didapat ukuran yang sebenarnya…. :D

  5. Supermance berkata

    wah sekarang empat lantai ya ? itu ada heli pad buat apaan yah ???

    @
    Wah.. tidak tahu.. mungkin kalau Raja Arab mau berhaji… :D atau untuk persiapan jika ada hal-hal yang perlu mendapatkan perhatian… Singkatnya : Tidak tahu….

  6. Benyamin MA berkata

    Insya Allah Jamarat bentar lagi siap pakai

    @
    Duh… kangen…

  7. yureka berkata

    Menurut riwayat2, lempar jumroh dikaitkan dengan dengan kejadian yang terjadi pada diri Ibrohim,m beliau melempari setan/jin/makhluk halus. benar atau tidak yaa ??

    kalau benar (temen saya pernah berkelakar), wah… itu berarti setiap zulhijjah terjadi bencana hujan batu di “alam ghoib” :D

    @
    Sungguh kita tidak tahu hal seperti ini. Bisa jadi saja. Ketika saya melempar batu, buat saya terdengar seperti jeritan demi jeritan. Tiap orang memiliki pengalaman yang berbeda. Hanya buat saya, tetap saja merinding… :)
    Gemericik Batu Menimpa Aqobah.

  8. umroh berkata

    Sebenarnya Ritual Pelemparan batu yang di perintahkan ALLAH S.W.T. menurut saya tidak ada hubungannya dengan melempar syaitan/iblis karena syaitan/iblis tidak bisa disakiti dengan batu, namun di saat Hamba ALLAH taat atas perintah ALLAH untuk melempar sambil berzikir/menyebut kebesaran ALLAH tanpa harus bertanya kembali apa gunanya melempar.? di situlah terjadi puncak ketaatan dan ketaqwaan Hamba Pada Tuhannya sehingga hal ini menoreh luka yang pedih pada iblis dan pasukannya karena telah gagal menggoda Hamba ALLAH yang taat tadi untuk menjadi pengikutnya (iblis) yang ingkar akan perintah ALLAH saat diperintahkan untuk bersujud pada Nabiullah Adam, Iblis masih bertanya bahkan merasa lebih mengerti dari pada ALLAH yang menciptakannya. Jauh beda dengan para Muttaqin (orang yang bertaqwa) bila mendapat perintah ALLAH langsung sami’na wa Ata’na ( kami mendengar perintah ALLAH dan kami patuh padaNya)tanpa harus mempertimbangkan masuk akal/tidaknya karena muttaqin sadar bahwa akal manusia sangatlah terbatas untuk menggali seluruh rahasia ILAHI. sehingga mereka yakin bahwa hal seperti ini untuk menguji kadar iman/keyakinan kita Akan kebenaran ALLAH dan segala apa yang diperintahkannya.

    Semoga ALLAH menunjukkan yang benar adalah benar dan memberikan kekuatan pada hati kita untuk mengikuti Jalurnya, dan menunjukkan yang salah adalah salah dan memberikan kekuatan pada hati kita untuk menjauhinya.. AMIN YA ROBB…

    @
    Amin.
    Keimanan tidak bertanya, lebih dari sekedar pengakuan….

  9. hamba Allah berkata

    Yang kita lempar adalah sifat2 syaithoniah yg ada pada diri kita. Setelah melempar jumroh diharapkan jamaah haji sudah tdk punya sifat2 syaithoniah.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 92 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: