Sains-Inreligion

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

Online Dengan Allah 24 Jam

Posted by agorsiloku pada Februari 20, 2008

Resensi Buku : Online dengan Allah 24 Jam, Membangkitkan Kembali Spiritualitas Anda. Teguh Purwadi, Penerbit Madania, Jl. Pasriwangi I No. 3 Bandung.

Weleh… weleh… mana sempet deh. Urusan dengan tuhan itu, belakangan saja dah !. Nanti kalau sudah hidup lebih mapan, motor udah lunas, cicilan rumah sudah lunas. Sekarang ini waktunya kita bertebaran mencari rezkinya. Allah tentu mengerti kesibukan kita di dunia yang penuh persaingan ini. Jadi, harap maklumlah. Dunia ini kesenangan. Kalau bisa sih… kecil disayang, muda ceria, tua kaya raya, mati masuk surga !.

Lagian, ente eh antum kan tahu Allah Maha Pengampun. Jadi, tentulah sebesar apapun dosa kita di dunia, Allah akan ampuni. Bahkan sebanyak buih di lautan sekalipun !. Jadi, jangan khawatirlah.

Betapa dunia mempesonakan kita, hiasan dunia itu tak urung melipatgandakan semua energi yang diberikan Allah untuk mengisi kesenangan dunia. Kesenangan dunia telah mengajarkan begitu banyak kepada kita untuk berekstasi ria :

QS 13. Ar Ra’d 26. Allah meluaskan rezki dan menyempitkannya bagi siapa yang Dia kehendaki. Mereka bergembira dengan kehidupan di dunia, padahal kehidupan dunia itu (dibanding dengan) kehidupan akhirat, hanyalah kesenangan (yang sedikit).

Buku yang ditulis oleh Pakar Praktisi Bisnis ini dikirimkan oleh seorang kawan dengan catatan penulisnya : “Semoga buku ini memberikan manfaat kebaikan untuk kehidupan dunia dan kehidupan akherat. “. Terimakasih ya !. Semoga kiriman buku ini memberikan arti bagi kehidupan sesama.

Judul buku ini memberikan tantangan wajar tentang bahwa semestinya kita diciptakan dengan tujuan yang Allah tegaskan tanpa basa basi lagi : “Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan mereka supaya menyembah-Ku” (QS Adz Dzariyat 51:56)

Menyembah, mengabdi suatu tugas yang “berani” dipikul manusia pada suatu masa ketika Allah mengadakan perjanjian dengan ciptaanNya yang sudah dijanjikan akan diperhitungkan segala amal dan kebaikan yang diperbuat. Sesuai dengan kehendak Sang Pencipta ataukah mengingkari.!

Buku tematik ini disusun dalam 3 bagian utama :

Bagian Satu :
Menapa Perlu Online dengan Allah?. Menguraikan sisi untuk apa kita hidup, kesibukan dan keindahan dunia, Keseimbangan Dunia dan Akhirat, Membangun Kebiasaan, Manajemen Ibadah, dan Agenda Ibadah.

Bagian Dua : Saluran Online yang difokuskan pada penjelasan mengenai shalat, puasa, dan membaca Al Qur’an.

Bagian Tiga : Online dengan Do’a. Intinya ada pada pembuka yang begitu ditegaskan :
QS 40. Al Mu’min 60. Dan Tuhanmu berfirman: “Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Kuperkenankan bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari menyembah-Ku akan masuk neraka Jahannam dalam keadaan hina dina.”

Buku ini memang layak diketengahkan dalam konteks hubungan manusia sebagai mahluk yang diciptakan dengan yang Maha Menciptakan. Seluruh alunan isinya penuh dengan segala jenis arahan terkoordinasi dan termanajemeni dengan baik dalam konteks hablulminallah. Ini pujian, sekaligus kritisi, karena nyaris tanpa pendekatan hubungan antar manusia yang diketengahkan sebagai bagian dari Online dengan Allah.

Selalu ada perbedaan menyolok, antara perbedaan perbuatan amal karena ingin dipuji dan mendapatkan pahala dunia, dengan perbuatan amal dalam konteks mencari ridhaNya.  Memang mudah dikatakan sih, tapi tidak mudah kita melakukan tindakan kebaikan dengan pamrih karenaNya.  Apakah kita akan membangun rumah megah di dunia karena mengharap ridhaNya, memilih mobil terbagus dan terjangkau (biar mahal sekalipun) untuk mendapatkan ridhaNya.  Akankah kita menerima sogokan dari anak buah kita atau ingin dapat pujian atas prestasi kerja kita sehingga Allah ridha kepada tindakan kita.  Akankah kita menyumbang dengan tangan kanan sambil memanggil wartawan untuk ekspose perilaku amal kita, karena mengharap ridhaNya?.   Online 24 Jam dengan Allah tidak menjelaskan hal ini.  Namun, saya percaya Mas Teguh Purwadi akan menjelaskan dalam buku-buku berikutnya dengan lebih bernas dan luas.

Saya jadi ingat kembali catatan lama : Inikah spirit muslim?.

Namun, di luar catatan ini.  Saya merasa perlu untuk membawa buku ini ke banyak tempat, menjadikannya sebagai teman dalam perjalanan.  Buku ini, begitu terasa spirit yang yang mengajak kita untuk online 24 jam dengan Allah.  Tiang utama yang akan dihisab pertama kali adalah shalat. Tiadalah artinya semua amal, tanpa kecukupan tiang ini.

Penulisnya adalah praktisi bisnis, malang melintang di dunia manajemen.  Memanajemi tingkah laku islami adalah spirit yang layak dimiliki dalam dunia yang begitu teknis dan sekuler.  Buku ini mengisi hari-hari manusia dari kesibukan dunia dalam lingkup ukhrowi.

About these ads

7 Tanggapan to “Online Dengan Allah 24 Jam”

  1. Elza berkata

    Assalamualaikum Wr wb.

    saat seorang usai habis sholat kemudian mengucapkan salam ke kiri dan kekanan sebagai bagian akhir dari seluruh hikmah sholat yang artinya memberi keselamatan bagi seluruh alam di 180 derajat sisi kanannya dan 180 derajat sisi kirinya (artinya 360 derajat diseluruh hidupnya.

    tapi saya baru saja dapat email yang bikin hati menangis, dan apakah kita masih pantas disebut ….ah, marilah kita baca email tersebut,

    *****
    LAPAR, ANAK SD GANTUNG DIRI

    Wednesday, 20 February 2008

    Magetan-Surya, Heran melihat Teguh Miswadi, 11, tidak masuk sekolah sejak
    Senin (18/2), Sujarwo menjenguk salah-satu murid pintarnya itu kemarin. Pak
    guru Sujarwo, 45, khawatir sakit maag Teguh kambuh, dan dia ingin
    membawanya ke Puskesmas.

    Namun, tiba di rumah Teguh yang tinggal bersama neneknya di Desa Pupus,
    Kecamatan Lembeyan, Kab. Magetan, Sujarwo terkejut bukan kepalang. Di
    sebuah kamar yang tak terkunci di rumah setengah kayu dan setengah bambu
    itu, Sujarwo melihat siswa kesayangannya tergantung kaku. Teguh sudah tak
    bernyawa. Teguh bunuh diri.

    “Seutas tali tampar biru menjerat lehernya,” kata Sujarwo saat ditemui
    Selasa (19/2). Tali itu diikatkan pada blandar atau kayu penopang atap.

    Menurut Sujarwo, Teguh gelap mata, sangat mungkin karena tidak tahan akan
    rasa sakit yang menyerang perut. Maag itu sering membuatnya mengerang.
    Penyakit ini seharusnya dilawan dengan makan teratur dan bergizi. Tapi,
    justru itulah yang tak mungkin didapatkan.

    Beberapa tetangga membenarkan Teguh hanya makan satu kali sehari. Kondisi
    Teguh yang tinggal hanya berdua dengan neneknya yang renta, memang sangat
    memprihatinkan. Siswa kelas 5 SDN Pupus 02, Kecamatan Lembeyan, Kabupaten
    Magetan ini sering mengeluh sakit perut.

    “Teguh menderita sakit maag akut sejak cukup lama dan.tak ada yang
    memperhatikan secara penuh sakitnya, termasuk kebutuhan makannya,” tutur
    Sujarwo dengan nada prihatin.

    Dengan kondisi keluarga Teguh yang miskin, makan sebagai kebutuhan paling
    dasar tampaknya memang tak sanggup dipenuhi keluarganya. Teguh tinggal
    bersama Mbah Ginah, 76, neneknya yang buta di RT 2 RW 7 No 672 Desa Pupus,
    Kecamatan Lembeyan, Kabupaten Magetan. .

    “Sebetulnya tidak ada yang aneh. Anak itu mudah bergaul dengan teman
    sebayanya dan tergolong cerdas. Hanya, dia sering tiba-tiba terdiam,” kata
    Sukarni, 35, tetangga Mbah Ginah.

    Baru ketika bocah ini nekat gantung diri, orang-orang dewasa di sekitarnya
    melek. Betapa tersiksanya Teguh yang hanya bisa mengisi perut sekali
    sehari. Bahkan sebelum meregang nyawa, dia diduga sangat kesakitan. Ini
    terlihat dari tas sekolah, buku-buku, sepatu, serta seragam sekolah yang
    ada di bawahnya berantakan.

    Sangat mungkin Teguh yang mengenakan kaus hijau dan celana jins biru ini
    berkelojotan menahan sakit.

    Menurut Sukarni, Mbah Ginah menjadi satu-satunya orang yang dianggap paling
    bisa memberi perhatian pada Teguh. Tetapi, karena sudah tak bisa melihat,
    Mbah Ginah memiliki keterbatasan. Selain itu, kemiskinan selalu saja
    menjadi sandungan.

    Bahkan ketika bocah malang ini tinggal bersama ayahnya, Suwarno, 41, dia
    juga tidak mendapat perhatian apalagi dirawat layaknya seorang anak.
    Lagi-lagi kemiskinan yang membuat keluarga kecil ini berantakan.

    Kata sejumlah tetangganya, Suwarno harus berangkat ke sawah sebagai buruh
    tani usai subuh dan kembali ke rumah menjelang senja. Ibu Teguh,
    Supartinah, 38, telah pergi merantau ke Sumatera sejak Teguh masih kecil.
    Hingga kini Supartinah tidak pernah kembali, sehingga tak ada yang sekadar
    menyapa apakah bocah ini sudah makan atau belum, apakah di rumah ada yang
    bisa dimakan atau tidak.

    “Teguh kemudian memilih tinggal bersama Mbah Ginah yang tinggalnya masih
    sedesa dengan ayahnya. Meski sama-sama miskin, mbah yang buta ini lebih
    telaten,” kata Sukarni.

    Teguh memilih mengakhiri rasa sakit dan kemiskinan itu dengan caranya
    sendiri. Bayu, 11, teman sebangku Teguh di kelas, menangis mendengar teman
    belajar dan teman bermainnya meninggal.

    Menurut Bayu, nilai pelajaran Teguh yang duduk di bangku terdepan ini
    bagus-bagus. “Selalu 7 dan 8. Dia juga mampu menirukan semua bentuk lukisan
    maupun gambar di atas kertas,” kata Bayu.

    Bayu ingat, ketika bermain bersama, Teguh sudah berpesan mulai Senin (18/2)
    tidak masuk sekolah lagi. “Sabtu lalu dia bilang sakit maagnya kambuh,”
    tuturnya.

    Setelah memastikan sebab kematian, Kapolsek Lembeyan, AKP Subagyo langsung
    menyerahkan jasad Teguh kepada keluarga untuk dimakamkan atas permintaan
    keluarga.

    Ayahnya, Suwarno, tak bisa dimintai keterangan karena pingsan setelah
    melihat Teguh meninggal.

    ******

    Duhai, masih pantaskah kita untuk….

    Wassalamualaikum wr wb.
    @
    Wassalamualaikum Mas Elz… betapa… ah…Subhanallah.

    • Siti Nur Afiah berkata

      sebenarnya ini kasus kan lebih banyak lagi ya? namun, sebenarnya sistem dari pemerintah ini juga yang tidak mewajibkan atau merangsang tumbuhnya jiwa gotong-royong diantara warga sekitar.
      tuntutan akan memenuhi kebutuhan sehari-hari menjadikan warganya berangkat pagi-pagi sehabis shubuh dan pulang setelah isya. Tuntutan hidup yang membuat buta buat siapa saja sebenarnya harta yang didapat ini?
      saling berbangga dengan kecantikan, harta, dan lifestyle juga yang lebih terlihat di siaran televisi bukan ajakan melihat real kebutuhan bangsa yang seharusnya. moral bangsa yang seharusanya dimiliki. Media harus solid dengan Bazis dengan mempromosikan program sosial yang dibutuhkan masyarakat dan semangat untuk menjadi bangsa yang maju dan peduli akan masa depan yang lebih baik. jazakallah beritanya sungguh miris!!! di tengah nuansa hedonisme yang ada di media televisi ternyata tuntutan perut harus lebih diprioritaskan. Apalagi sebagai seorang pemimpin di akhirat juga akan ditanya akan kematian rakyatnya yang mati kelaparan. maka tugas kita sebagai warga yang peduli untuk mengaktifkan program sosial melalui aktifkan zakat, infak shadaqoh mulai dari yang dikenal sampai ke pelosok negeri melalui BAZIS.

  2. ardietna berkata

    saat kita usai sholat dan mengucap salam, makna ini jelas agar kita diingatkan melihat kanan dan kiri dalam konteks hubungan antar manusia. Ketika selesai “online” dengan ALLAH melalui ritual sholat. kita juga harus menengok saudara kita di kanan dan kiri.

    Wenehana mangan marang wong kang keluen
    wenehana payung marang wong kang kudanan
    wenehana sandang marang wong kang udo
    wenehana teken marang wong kang wuto

    kalimat ini sering diucapkan oleh sunan Drajat.
    Maksudnya jika Anda menghendaki kemuliaan derajat di dunia dan Akhirat maka harus

    memberi makan kepada orang yang kelaparan
    memberi payung kepada orang yang sedang kehujanan
    memberi pakaian kepada orang yang telanjang
    memberi tongkat kepada orang yang buta.

    Kalimat diatas memang hanya parikan dengan bahasa perumpaan
    arti sesungguhnya tergantung interpretasi masing-masing

    maaf hanya ingin berbagi..

    Salam Kenal Mas Agor

    ardietna

    @
    Salam kenal Mas Ardietna… memang, pesan Sunan Drajat adalah pesan luhur dari leluhur kita. Menjadi khalifah di muka bumi, kerangka ibadah on line 24 jam adalah juga ingat pada setiap titik-titik peristiwa, memberi makan yang kelaparan adalah ibadah kita kepada Allah, memayungi yang kehujanan adalah ibadah, dan ritual khusus adalah komunikasi langsung dengan Pemilik Segalanya. Kita kerap terlena di sini….
    Terimakasih untuk pembagian kadonya…. membantu menyadarkan… Salam kenal kembali, dan terimakasih sudi berkunjung ke sini. agor.

  3. Anonymous berkata

    AWW. Pak Agor kumaha damang?
    Ijinkan saya mengomentari saluran online melalui penjelasan Sholat. Dalam Al-Qur’an Allah berfirman: “Aqimish2olata lizikri” (Dirikanlah sholat untuk mengingatKu). Selama sholat proses zikri berlangsung ( 5 menit). Setelah selesai sholat sudah tidak online lagi karena urusan dunia. Firman Allah ynag lain “Aqimish2olata Inna sholata tanha anil fahsa’ walmunkar” (Sesunggahnya sholat mencegah dari perbuatan keji dan mungkar). Banyak orang yang sholat tapi dirinya tidak kuasa untuk menghindari dari perbuatan keji dan mungkar, itu karena mereka sholatnya sholat boongan. Kalau diperhatikan dari kata “Inna” (sesungguhnya) mengindikasikan bahwa orang yang bisa menghindarkan diri dari perbuatan keji dan mungkar berarti dia sudah mendirikan sholat. Dan apabila orang yang tidak kuasa menghindarkan diri dari perbuatan keji dan mungkar berarti dia belum mendirikan sholat, walaupun pada prakteknya dia tunaikan sholat sesuai dengan tuntunan syariat. Banyak orang islam yang sholat tetapi tidak “Inna sholata”, sholatnya adalah sholat2an/main2/boongan, makanya sholat dan maksiat berdampingan jalan terus.
    Mengenai Online 24 jam dengan Allah kenapa tidak? Itu bisa dilakukan kapan saja dimana saja dalam keadaan apa saja tidak mengenal waktu dan keadaan. Hal itu hanya bisa dilakukan oleh Hati/Qolbu. Karena fungsi hati/qolbu itu untuk berzikir kepada Allah, sedangkan badan / jasmani fungsinya untuk beramal/usaha. Ada pepatah orang bijak mengatan
    “Perhiasan mas dan intan hendaklah simpan dipeti besi. Kalau pencuri datang yang dibawa pergi hanya peti dan isinya. Tapi kalau perhiasan disimpan di hati,hati akan tercabut merana dibawa pencuri. Rumah mewah hendaknya letakkan di tanah, kalau rumah itu terbakar habis dimakan api tanahnya tetap kembali semula. Tapi kaku rumah mewah diletakkan di hati,sakit pedih tak terhingga”
    Ada ungkapan unik “Semua orang yang sholat belum tentu ibadah, tapi orang yang beribadah sudah tentu dia sholat” ?????????
    “Semua orang yang sholat belum tentu zikir, tapi orang yang berzikir sudah pasti sholatnya”?????????
    Tidak semua orang yang kencing itu berak, tapi setiap orang yang berak sudah pasti kencing”????????
    Jadi kalau mau online 24 jam bersama Allah carilah ilmunya (Ilmu Zikir) karena dengan ilmu itu Allah meninggikan derajat manusia. Dengan ilmu zikir kita bisa online bersama Allah dalam keadaan apapun, dalam bekerja dan diam,dalam keadaan tidur dan jaga, dalam keadaan suci atau batal, hati tetap berzikir kepada Allah. Salam . Engkus

    @
    Mas Engkus, Alhamdulillah damang (dan sedikit sakit, semoga Allah menyembuhkan segera). Terimakasih tambahan lampu penerangnya. On line dalam setiap peristiwa membuat sholat formal mampu mengurangi kesalahan atau kekurangan kita ketika online dalam kehidupan non ritual yang sudah ditentukan. Alangkah indahnya jika kita bisa pada setiap langkah kita, setiap alunan nafas, setiap kedipan mata adalah pada prosesi zikir…. :cry:
    Salam, agor.

  4. Haniifa berkata

    @mas Anonymous
    Salam,
    Saya rasanya kurang sependapat dengan :
    Ada ungkapan unik “Semua orang yang sholat belum tentu ibadah, tapi orang yang beribadah sudah tentu dia sholat”
    faktanya :
    - Banyak orang melaksanakan ibadah haji/umroh tapi nggak sholat
    - Banyak orang melaksanakan ibadah puasa tapi nggak sholat
    - Banyak orang melaksanakan ibadah zakat tapi nggak sholat
    Sebagai salah satu bukti, coba mas Anonymous tanya sama istri mas waktu datang bulan (haid).
    jadi sebaiknya ungkapan tsb adalah:

    Semua orang beribadah belum tentu ibadah shalat, tapi semua sholat pasti ibadah sholat
    Wassalam.

    @
    Shalat mencegah perbuatan mungkar, ritual yang dalam beberapa pesan disertai dengan pelaksanaan amal yang lain.
    Jadi kurang lebih.. pada pandangan ini yang dimaksud… :D
    esensinya.

  5. Ayruel chana berkata

    Siapakah Manusia/Jin yang masih menyebut namaNya pada zaman akhir ini.Kalau masih ada tolongberitahu saya.

    APAKAH KITA SUDAH BENAR MENYEBUT NAMANYA?
    Coba anda sebut ALLLAH…
    Apakah anda mengucapkan kata..ALLAH
    Burung BEO pun Bisa mengatakannya.
    Tape,CD Player,HP Dll Pun bisa mengatakannya.

    Wassalam…….

    @
    Siapakah Manusia/Jin yang masih menyebut namaNya pada zaman akhir ini.Kalau masih ada tolongberitahu saya. –>

    Sudah tentu ada manusia/jin yang selalu menyebut namaNya sampai jaman akhir ini. Sejumlah hadis dan ciri-ciri akan datangnya kiamat menjelaskan hal ini. Selagi masih ada manusia (entah kalau Jin) yang mengingat dan beribadah kepada Allah, maka kiamat belum juga tiba. Namun, kalau sudah tidak ada (atau Allah akan mematikan terlebih dahulu orang-orang yang beriman), barulah kiamat tiba.
    Mas Ayruel C, itu yang pernah saya baca. Maaf saya tidak sempat sebutkan sumbernya. Tapi itu banyak sekali pembahasannya.

    Pertanyaan terakhir, sudah benarkah kita menyebut namaNya?.
    Wah… tidak tahu. Terlalu sulit untuk bisa menjawab…. :D

  6. [...] Online Dengan Allah 24 Jam [...]

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 92 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: