Agus Mustofa : Tak Ada Azab Kubur?
Ditulis oleh agorsiloku di/pada Oktober 17, 2007
Buku Agus Mustofa : Tak Ada Azab Kubur?, Padma Press, Tanpa tahun terbit, 254 hlm, “Serial Tasawuf Modern“. Buku ini cukup rinci dan menggelitik untuk dibaca. Judulnya cukup menantang dan memang masalah azab kubur atau nikmat kubur itu adalah bagian-bagian keimanan yang sering menggelayuti sebagian orang untuk bertanya.
“Katanya kita akan dihisab di hari pengadilan nanti, lalu kenapa seeh belum dihisab kok udah disiksa?“
“Kok sudah ada praduga tak bersalah atawa praduga bersalah?“
Buku ini terdiri dari 6 bab (Enam Fase Kehidupan, Berjalan Satu Arah, Alam Barzakh, Tak Ada Azab Kubur, dan Hari Berbangkit). Seluruh bagian naskah diuraikan melalui pendekatan ayat dan logika pemahaman yang diungkapkan dengan cara sederhana saja sehingga pembaca lebih mudah mengikuti alur berpikir penulisnya.
Agus Mustofa sangat enggan memasukkan hadis sebagai bagian penjelasannya. Namun, satu hadis yang menegaskan pola berpikir beliau dijelaskan (hlm 133) :”Jika meninggal seorang keturunan Adam, maka terputuslah segala amalannya, kecuali 3 hal. Yaitu : sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat, dan anak yang saleh yang mendoakan orang tuanya”.
Alasan penulis untuk tidak melakukan pembahasan tentang hadis yang berkenaan dengan siksa kubur karena dibatasi oleh kebutuhan ruang yang sangat besar (artinya kalau terlalu banyak dibahas, terlalu tebal sehingga nilai ekonomis bukunya berkurang atau ngkali harga bukunya terlalu mahal nantinya
) . Namun, secara umum beliau berpendapat hadis-hadis yang ada tidak dapat dipertanggungjawabkan, sedangkan yang lebih shahih bercerita azab kubur secara normatif.
Meskipun begitu, secara umum, kesimpulan yang didapat, siksa kubur dalam artian siksaan fisis tidak ada, namun “teror mental” terjadi seperti yang dijelaskan cukup panjang lebar (dan sedikit bertele-tele) mengenai siksaan kubur. Kesimpulan ini ternyata tidak berbeda dengan pencarian yang saya tulis beberapa hari yang lalu mengenai konsep siksa kubur. Jadi tak rugi pula saya ketika kemudian membaca buku ini, karena semakin melengkapi referensi berpikir yang sudah ada sebelumnya.
Pendekatan dari hadispun sebenarnya sama saja. Azab kubur itu ada . Hanya memang Agus Mustofa memegang kendali pemikiran dari ayat, sehingga memang kejernihan dan runtutan persoalan menjadi lebih jelas dan jernih.
Apresiasi yang baik saya harus berikan juga untuk ketegasannya menegasi agar ummat tidak mengambil pemaknaan dari sinetron-sinetron konyol (hlm 123) yang berpotensi merusak akidah ummat. Hantu dan setan bergentayangan di layar kaca yang sangat menyesatkan. Membuat penonton menjadi kabur dari pemahaman akidah Islam yang seharusnya jernih. Beliau berpesan agar ummat Islam berhati-hati menanggapi azab kubur ini. Apalagi dengan beredarnya macam-macam cerita yang tidak bisa dipertanggungjawabakan, penuh takhayul yang tidak jelas dasarnya…..
Kalaupun ada yang saya anggap belum jernih, penjelasan beliau mengenai jiwa sebagai bada energial (bioplasma) (hlm 84-85) mengenai kerusakan otak dan jiwa. Otak bioplasma itu berada persis dibalik otak fisik kita. Di sinilah seluruh kendali jiwa kita berada. Kerusakan jiwa bakal menimbulkan kerusakan otak, sebaliknya kerusakan otak juga bakal menyebabkan kerusakan jiwa (hlm 85). Namun, saya bisa memahami bahwa jiwa adalah unsur yang mengambil peran dalam kegiatan fisik manusia. Ketika ada kerusakan fisik, maka jiwa bisa kehilangan kontrol pada fisiknya atau bahkan kehilangan “pengetahuan”-nya. Sayangnya beliau tidak menjelaskan posisi hati : suatu sebutan yang menurut saya cukup penting dalam pembahasan mengenai jiwa, akal, dan hati.














kurtubi berkata
Waah resensi yang bagus… pak Agus Musthafa itu menulis tidak ada siksa kubur, saya kira berpola pada penulis2 yang mencari sensasional belaka. Dengan judul sensasi ini, maka Insya Allah menjadi laris bukunya. Meski memang isinya sih ternyata tidak menolak 100% ada siksa kubur, seperti yang Anda tuliskan.
… saya tidak bisa koment nih, sebab belum baca bukunya entahlah susha sekali pergi ke toko buku dan membaca ..
@
Judul kan dibuat sebagai “titik masuk” untuk menggugah perhatian. Dalam pemahaman saya, Agus Mustofa menolak pendekatan pemikiran siksa secara fisis, tapi siksa secara “nurani” adalah pilihan kejadian yang telah dijelaskan di ayat. Hanya memang, saya juga merasa, memang di sini ada sedikit polemik untuk tidak memisahkan penjelasan azab kubur dengan azab neraka pada konteksnya masing-masing. Ini yang menurut saya cukup jernih diuraikan beliau. Sudah tentulah… di lingkungan santri masalah ini bukan masalah yang menarik…..
Quantum berkata
Mohon maaf lahir batin, pak Agor,
Siksa kubur lebih tepatnya alam barzah, karena yang mati bisa saja tidak didalam kubur (dibakar, kena bom, di angkasa astronot mati dll), dan belom tentu di bumi juga. Kan ada sekarang pemakaman di buang ke antariksa. Menurut saya, lebih kearah beban getaran ruh ( bukan jiwa, karena jiwa/batin dikala hidup) terhadap perilaku dosa selama di dunia, dan kebenaran keadilan Allah (Yang tidak bisa dibandingkan dengan pengadilan manusia, asas praduga tak bersalah dsb adalah pandangan manusia.) Keadilan Allah dari awal sampai akhir tidak berubah. Sama seperti jika kita durhaka kepada orang tua, hukumannya disegerakan di dunia, tidak perlu menunggu pengadilan Hisab. Karena keadilan tsb trus menerus berlaku dari sebelom makhluk dicipta, sampai tidak ada makhluk pun. jadi azab kubur tadi hanya istilah menggambarkan kondisi kesempitan ruh analog dengan kondisi siksa yang disegerakan di dunia.
@
Maaf lahir batin juga Mas Quantum.
Betul, ada kematian di luar angkasa. Namun, dibangkitkan di bumi juga : QS 7. Al A’raaf 25. Allah berfirman: “Di bumi itu kamu hidup dan di bumi itu kamu mati, dan dari bumi itu (pula) kamu akan dibangkitkan. . Mati di angkasa luar, adalah bagi kita yang tinggal di planet bumi. Apakah ada perluasan pengertian bumi tempat kita tinggal jika suatu saat ada koloni tinggal antargalaksi. Wallahu alam….
engkus berkata
Saya sependapat dengan Antum,dan kalau boleh saya tambahkan bahwa yang mengalami penderitaan itu bukan hanya ruh tapi ruh dan jiwa. Sebab unsur manusia itu terdiri dari tiga dimensi : 1- Dimensi Badan/raga “fisik kasar yang ada hubungannya dengan unsur bumi”(Proses kejadiannya perhatikan pada surat “al-Mu’min ayatnya cari sendiri, intinya tujuh proses kejadian manusia); 2- Dimensi jiwa/nyawa/ (Fisik halus/ Rasa Jasmani yang bersenyawa dengan jasmani yang merasakan sakit & sehat, perih, gatal, panas dingin);3- Dimensi Ruh (Isi dari pada jiwa/fisik halus/rasa ruhani yang merasakan susah,sedih,bingung,prihatin,senang,puas,tenang,damai dsb. Menurut pendapat para Arif billah, “ruh itu sendiri diisi lagi oleh isinya ruh yaitu Nurin ala Nuron yang datang langsung dari Alloh Aja wa jalla” yang bisa langsung berkomunikasi dengan Allah. Banyak ayat2 Al-Qur’an sebagai referensinya,seperti ” Wanahnu aqrobu Ilaihi min hablil wariid” ; “Fa’ ini qoribun”; “Wahuwa maakum ainama kuntum” dll.
Jadi anak adam yang meninggalkan dunia memang ada yang mendapat azab, ada pula yang mendapat nikmat yaitu yang dirasakan oleh dimensi ruh dan jiwanya. Sedangkan raga/fisik kasar kembali ke asal kejadiannya menjadi tanah.
@
Yap… lebih dekat dengan urat leher kita… kekuasaanNya meliputi segala sesuatu. Dimensi ruh adalah rahasiaNya dan sedikit manusia diberikan pengetahuan. Boleh jadi, pengetahuan yang sedikit itulah yang dijelaskan oleh ulama-ulama terdahulu dan di dunia modern muncul dalam bentuk pemahaman psikoanalisis dan sejenisnya….
Iwan berkata
Hadis Aisyah r.a katanya:
Dua orang perempuan tua dari kaum Yahudi Madinah telah datang menemuiku. Kedua perempuan itu berkata: Sesungguhnya ahli kubur akan di azab dalam kubur mereka. Lalu Aisyah berkata: Kamu berdua ini penipu dan aku tidak mahu membenarkan kata-kata mereka itu, maka kedua-dua perempuan itu meninggalkan aku. Setelah itu Rasulullah s.a.w datang lalu aku berkata kepada baginda: Wahai Rasulullah! Sesungguhnya dua orang perempuan tua dari kaum Yahudi Madinah telah datang menemuiku dan mereka mengatakan bahawa ahli kubur akan di azab di dalam kubur mereka. Lalu Rasulullah bersabda: Memang benar kedua-dua orang perempuan Yahudi itu akan di azab, hanya binatang sahaja yang dapat mendengar azab itu. Aisyah berkata lagi: Aku selalu mendengar Rasulullah s.a.w memohon perlindungan dari azab kubur ketika baginda sembahyang.
Mengapa Rasulullah saw meminta perlindungan dari azab kubur seandainya azab kubur itu tidak ada?
Menurut Ibnu Taimiyah, keimanan terhadap hari akhir di dalamnya mencakup pula keyakinan terhadap alam kubur dan alam barzah. Lebih tegasnya lagi, keyakinan terhadap siksa kubur adalah bagian dari keyakinan terhadap alam kubur. Dengan demikian, orang yang tidak meyakini adanya siksa kubur sama dengan mengingkari hari akhir. Wallahu’alam.
@
Sepertinya begitu Mas Iwan !. Yang saya pahami dari uraian Pak Agus Mustofa itu reposisi bukan pada jasad fisik, tapi pada nikmat dan azab kubur seperti “penjara” kantor polisi sebelum hari penghakiman tiba. Teror mental.
Forest berkata
Ass Wr Wb
Saya baru disini. Saya cm mau komentar sdikit bhw sbenarnya Ust. Agus M membuat buku tsb dg alasan maraknya tayangan TV yg menayangkan azab kubur yg terlalu ‘menjadi-jadi’. Memang menurut saya terlalu over, karena yg ditayangkan spt ‘kuburan disambar petir’, ‘berjalan sampai hari kiamat’, ‘kuburan terbakar’, ‘mayat terbang’, ‘jenazah dimakan ular’, dan sebagainya. Memang kalau kita mungkin memang bisa menyaring hal2 spt itu. Tapi jika orang awam yg tidak tahu apa-apa, akan menerima hal itu. Selain itu, scr tak langsung hal yg terpikir pertama kali ttg azab kubur ialah yg demikian itu. Padahal, di al-Quran ternyata tak ada yg mengatakan azab kubur / siksa kubur itu ada. Yaah, kalau mau dibilang ada, itu adalah penyesalan yg sangat-sangat mendalam, bahkan ingin dikembalikan ke dunia spy bisa berbuat baik. Tapi bukan siksaan fisik yg dicambuk2, dibakar spt itu,,
Trims
@
Wass. Wr.Wb. Mas Forest… memang begitu, seperti saya berikan sedikit resume dari postingan bahwa Mr. Ustad ini menegasi apa-apa yang “semestinya” diluruskan dalam pemahaman agama (khususnya Islam). Jadi, ini adalah juga pelurusan pemahaman sekaligus juga perlawanan terhadap budaya tahkyul yang berpeluang membuat ummat berada pada “kekisruhan” berpikir dan mereposisikan hukum Allah menjadi hukum takhyul. Begitu setidaknya yang dapat saya pahami. Karena itu, dalam postingan, saya ikut berpromosi bahwa buku ini termasuk layak baca….
Mufti berkata
Biasanya yang punya pemikiran nyleneh itu wong ra tau ngaji, jadi yo mung akal-akalan wae atawa ngawur
@
Analisis isinya, mungkin yang kita temui tidak seperti yang kita perkirakan…
JINGGA berkata
Ass.Wr .Wb.
PA AGUS yang JENIUS…
“JUDUL ITU adalah PINTU”
aku SETUJU….” dari SITU kita mampu “MEMBUKA TIAP LEMBAR HAKIKAT yang TERTUANG”
namun ADA SATU KUNCI ….!
“KUNCI DIRI SENDIRI”
TAU SIAPA DIRI KITA “NAMA” = KITA SENDIRI dalam ARTI dan HAKIKAT secara ACAK maupun TERTATA,hingga MEMBEDAH diri …siapa KITA siapa sang ALAM dan di BALIK ALAM ini …
baru KITA MAMPU Membaca “ISI” MELALUI JUDUL ( KATA menjadi KALIMAT)
hanya IQRA = KALIMATULLAH …..( dari satu kata IQRA= terjadilah RANGKAIAN BAIT CERITA = dalam KURUN WAKTU sejarah PERKEMBANGAN MANUSIA dan KEHIDUPAN juga AGAMA = ALL di KURUN dan di KABAR dan di SEJARAH HIDUP = ” SATU KATA IQRA” mampu diSUSUN dengan INDAH dalam TIAP kalimat WAHYU yang ada di KITAB SUCI … hingga KITA tiba ke JAMAN ini KITA DIHADAPKAN SEJARAH DAN ILMU juga CERITA tentang KEIMANAN dan KEYAKINAN ” AKU dan KAMU” (ALLAH dan ALAM) (GURU dan MURID) (IBU dan ANAK) ( DUA MAHLUK PERTAMA dan 1 NAFSU PERTAMA) jadillah semua SEJARAH itu BENAR …sejak AWAL dan AKHIR.. HINGGA TERSUSUN IRAMA KEHIDUPAN bagaikan LAGU dan MELODY dalam SYMPONI kehidupan di dalam AL -QURAN … andai MANUSIA mendengar dan MENGERTI ALLAH dan KALIMATNYA mungkin TIDAK ada SANGKALAN akan semua CERITA dan SEJARAH yang ADA DARI DULU hingga KINI … ” BENAR IRAMA DAN LAGU ITU INDAH ” hingga BERITA dari ALAM KUBUR juga TENTANG KIAMAT dan SURGA NERAKA pun AKAN INDAH terdengar BILA dibacakan OLEH MEREKA yang MAMPU MEMBACA ALQURAN dalam IRAMA yang INDAH..
HINGGA dari IRAMA dan LAGU YANG INDAH ” MANALAH MUNGKIN” ALLAH mengirimkan ARTI yang BURUK bila INDAH terdengar membuat KITA menangis…HARU..RINDU akan RASUL dan CINTA ALLAH..!!
PAHAMILAH CINTANYA .. HINGGA KEMATIAN DAN SIKSA TIDAK LAGI AKAN MEMUTUSKAN RASA yang TELAH ada…
PAHAMILAH DIRI MU… karena CINTA… hingga TAKKAN ADA SIKSA KUBUR yang TAK TAMPAK MATA itu KITA TUDUHKAN PADA ALLAH SWT BAHWA ADA SIKSA itu… ( ADA dalam GAMBARAN DAN IMAJINASI dan TELAH KITA lihat DALAM MEDIA TELEVISI) sekarang TANYAKAN pada DIRI KITA…
KAPANKAH KITA akan MEROBEK KERTAS setelah KITA menulis dengan HATI – HATI…
KAPANKAH KITA MEMBONGKAR RUMAH disaat KITA RUMAH itu TELAH KITA BANGUN sekian TAHUN lalu…
KAPANKAH KITA … MENYEMBELIH KAMBING disaat KITA telah SUSAH PAYAH menenernakannya…
PERTANYAAN MUDAH bagi KAUM yang TAU untuk menjawab .
KARENA itu PELAJARAN ANAK ANAK kita..
SEMUA KITA LAKUKAN TIDAK BURUK KITA HANCURKAN untuk MEMBANGUN, KITA MEROBEK karena INGIN MEMBUAT yang LEBIH BAIK, dan KITA MENYEMBELIH karena KITA AKAN MENIKMATI..!
itulah HIDUP dan PROSES HIDUP yang BUKAN HANYA “JUDUL”nama HIDUP = tapi semua untuk MENCARI TAHU ” APAKAH ITU ” ALLAH ” dan SAPAKAH itu ALLAHMU” dan KENAPA ALLAH JADIKAN AKU …” dan HIDUPKAN AKU…” KEnAPA AKU HARUS TAU ” ANTARA/BATAS/dan SEGALANYA…”
KENAPA : ?????
AGAR TIDAK ADA LAGI BURUK SANGKA MU PADA SANG “GAIB” dan AKAN TIDAK ADA PRADUGA YANG BURUK bila BELUM TERJADI, AKAN TIDAK ADA FIRASAT yang BERMAKNA BURUK! KARENA SEMUA itu….ADALAH BAIK AKHIRNYA…
KEMATIAN BENCANA dan MUSIBAH itu PROSES ALAMI… dan BUKAN dengan SENDIRI terjadi TAMPA RENCANANYA…
KITA atau BUKAN KITA…JANGAN MERASA ITU KARENA KITA walo KITA JUGA IKUT BERPERAN dalam KEHANCURAN BUMI dan MUSIBAH..
TAPI ALLAH maha PENGAMPUN MAHA TAHU dan MAHA MENGETAHUI apa dan BAGAIMANA didepan didalam dan diakhir RENCANANYA..
KINI BIARKAN yang TIDAK TAHU … DAN SALAH…untuk SESAAT…
KEMBALILAH pada DIRI SENDIRI…!!
DAN HIDUPLAH dengan MENGENAL DIRI dan PENCIPTA saja..
AGAR KITA TERHINDAR dari PRASANGKA FITNAH dan PIKIRAN BURUK KITA SENDIRI… DEMI KITA , BUMI, DUNIA , ALLAH dan AGAMA ALLAH… karena APAPUN AGAMANYA … semua KEMBALI KEPADA SATU ” ALLAH SWT” biarlah WAKTU DAN ALLAH yang BERTINDAK sebagai HAKIM akhir.
UNTUK APA KITA MENCARI SIKSA KUBUR ADA ATAU TIDAK..sementara SIKSA MANUSIA dan MANUSIA sudah MELEWATI BATAS MANUSIA itu SENDIRI…
SIKSA DUNIA sudah MELAWATI ILMU DUNIA sendiri…
KARENA “KITA ” tidak BERUSAHA merendahkan HATI dan BERSABAR ILMU itu akan ada TAU itu AKAN LEBIH MENGETAHUI bila KEIMANAN dan KEYAKINAN akan DIRI KITA dan ALLAH saja sudah BENAR….!!
MULAILAH melihat DIRI dan SEKITAR … sudah TERLALU banyak YANG TERSIKSA dan SALING menyiksa… ITULAH yang MENYIKSA sang KHALIK ( ALLAH SWT = AKU yang MENCIPTAKANMU kenapa KAMU tak MENYAYANGI CIPTAANKU…. DIRIMU, SESAMAMU dan ALAM adalah MILIKU semua CIPTAANku… JANGAN SAKITI DIRI dan SEMUA demi AKU…karena AKU TAKKAN MAMPU MENYAKITIMU” KAMULAH YANG MENYAKITI DIRIMU dan MENGHUKUM DIRI dan SESAMAMU hingga HILANG lah IMAN dan CINTA hingga TERSAMARLAH sang CINTA = ALLAH SWT)
semoga KITA mencari ALLAH tidak di dalam KUBUR nanti atau DI SURGA itu..
janganlah KEJAR SURGA AKHIRAT.. BILA dengan MENCINTAI diri sesama dan ALLAH SWT saja… kita MAMPU MENCIPTAKAN SURGA di DUNIA .. yang MAMPU kita LIHAT NIKMATI dan SENTUH…
HIDUP itu SEKARANG surga itu BUATLAH HARI ini…karena HIDUP = RASA dan RASA yang MAMPU MENULIS KALIMAT INDAH itu… BUKAN KEGAIBAN yang TAK BERTANGAN tak BERAKAL dan TAK MELIHAT juga TAK BERWUJUD… ( MANUSIA LAH sang NABI PEMBAWA “RASA” yang MENULIS semua CERITA perjalanannya MENCARI PINTU RIDHA ALLAH Menuju AKHIR )
amien ya rabbal alamin…AKU YAKIN KITA MAU PULANG BERSAMA dengan SATU KEYAKINAN SATU PINTU DAN SATU KEIMANAN DALAM SATU CINTA ….!! CINTA ILLAHI SAJA…
@
Amin…jelas maknanya. Terimakasih
nothing berkata
1. Jasad adalah media bagi jiwa untuk memenuhi keinginan2nya.
2. Jasad membatasi ilmu jiwa (jasad adalah hijab bagi jiwa).
3. Ketika jiwa lepas dr jasad, otomatis pengetahuan jiwa akan menjadi tanpa hijab, semua perbuatan masa lalu akan terpampang jelas, kebenaran tidak lagi sulit dibedakan.
4. Jika jiwa lepas dr jasad, mk secara alamiah jiwa akan “merasa tersiksa”.
5. Jiwa adalah non-materi tidak bisa disiksa dg cambukan etc.
6. Allah menyebut masa di padang masyhar sebagi Hari Pengadilan (keadilan akan ditegakkan), sistem pengadilannya pun dijamin pasti adil, krn jasad/anggota tubuh sendiri yg akan mengungkapkan semua amalan baik dan buruk. Sehingga akan menyalahi jika sudah dilakukan hukuman/pengadilan sebelumnya.
7. Tidak adanya siksa/pengadilan dalam kubur bukan berarti jiwa tidak “merasa tersiksa di alam kubur”. Sebagaimana mimpi buruk menyebabkan jiwa tersiksa, namun bukan berarti ada penyiksaan.
8. Mati seolah mimpi, ada yg merasa sangat pendek, ada yg mimpi indah, ada yg mimpi buruk berribu2 tahun.
@
hm… itu juga kesimpulan Mas Agus Mustofa, kalau saya tidak salah tangkap….
nothing berkata
Betul, ada kematian di luar angkasa. Namun, dibangkitkan di bumi juga : QS 7. Al A’raaf 25. Allah berfirman: “Di bumi itu kamu hidup dan di bumi itu kamu mati, dan dari bumi itu (pula) kamu akan dibangkitkan. . Mati di angkasa luar, adalah bagi kita yang tinggal di planet bumi. Apakah ada perluasan pengertian bumi tempat kita tinggal jika suatu saat ada koloni tinggal antargalaksi. Wallahu alam….
==================================================================
Kang Agor ada 1 buku yg cukup kontroversial buat saya, sayangnya belum diterbitkan, saya baru dpt copy-nya.
Nylenehnya buku ini adalah mencoba men-science-kan Alam Kubur, Padang Masyhar, Nerak & Surga, Shirath. Bagaimana nerak terbentuk, dimana surga ini, dimanakah masyhar, bgm begitu banyak manusia bs berjalan di shirath yg bagai rambut dibelah tujuh.
@
Wah … komentar simpel yang luas nih…
Apakah suatu saat ada koloni yang tinggal antar galaksi adalah pertanyaan menarik. Sama seperti pertanyaan, kalau kita berada di bulan, sholat menghadap kemana (kiblat). Bisa dipertanyakan oleh logika, bisa pula diberikan jawaban yang universal sesuai prinsip kemudahan dan keimanan.
Ayat di atas, bisa juga dipahami… oh kalau begitu… sebenarnya manusia memang tidak akan pernah berkoloni antar galaksi.. jadi memang pengertian bumi tempat kita tinggal adalah suatu pertanyaan pula. Namun jelas, alam semesta akan dihancurkan dan akan diciptakan kembali sebagai tempat dibangkitkannya manusia di padang masyhar kelak….
=====
Mengenai buku yang men-sainskna- alam kubur, padang masyhar, neraka dan surga, shirath… wah… itu termasuk bagian yang diimani. Yang saya pahami, aturan-aturan surga dan hukum-hukumnya berbeda dengan hukum alam yang kita kenali saat ini. Juga beberapa hadis menjelaskan hal ini. Jadi ketika men-sains-kan hal ini.. maka pertanyaannya, sains yang mana?. Mungkinkah penjelasan dibuat sebagai prasangkaan kepada sains dan kepada pengetahuan yang sebenarnya kita tidak memilikinya….
ganedio berkata
@Nothing
Sesuai dengan gambar clip simbolik berupa seorang anak negro dengan kepala banyak koreng menghadap cahaya menyilaukan, saya yang … ini ingin menerima petunjuk darimanapun sesuai Alqur’an walaupun itu sulit untuk ditatap/dihadapi.
Tidak bermaksud untuk menyangkal, bahwa manusia tidak dibangkitkan dari tanah bekas jasadnya atau kuburannya. Walaupun ia mati di ruang angkasa dan jasadnya melayang ke bintang lain, ruhnya tetap di bawah pengawasan Alloh. Ia dapat dibangkitkan dari bahan yang sama, tanah, yang ada di bumi, bumi yang lain, yang saya pahami sebagai planet yang dapat didiami untuk kehidupan manusia.
Berdasarkan ayat yang lain bahwa bumi sekarang ini akan berganti dengan bumi yang baru. Sama-sama diistilahkan sebagai bumi. “(yaitu) pada hari (ketika) bumi diganti dengan bumi yang lain dan (demikian pula) langit, dan mereka semuanya (di padang Mahsyar) berkumpul menghadap ke hadirat Allah yang Maha Esa lagi Maha Perkasa. (Qs. Ibraahim(14):48)
@
nothing berkata
# nothing Berkata:
November 22, 2007 pada 1:51 pm
1. Jasad adalah media bagi jiwa untuk memenuhi keinginan2nya.
2. Jasad membatasi ilmu jiwa (jasad adalah hijab bagi jiwa).
3. Ketika jiwa lepas dr jasad, otomatis pengetahuan jiwa akan menjadi tanpa hijab, semua perbuatan masa lalu akan terpampang jelas, kebenaran tidak lagi sulit dibedakan.
4. Jika jiwa lepas dr jasad, mk secara alamiah jiwa akan “merasa tersiksa”.
5. Jiwa adalah non-materi tidak bisa disiksa dg cambukan etc.
6. Allah menyebut masa di padang masyhar sebagi Hari Pengadilan (keadilan akan ditegakkan), sistem pengadilannya pun dijamin pasti adil, krn jasad/anggota tubuh sendiri yg akan mengungkapkan semua amalan baik dan buruk. Sehingga akan menyalahi jika sudah dilakukan hukuman/pengadilan sebelumnya.
7. Tidak adanya siksa/pengadilan dalam kubur bukan berarti jiwa tidak “merasa tersiksa di alam kubur”. Sebagaimana mimpi buruk menyebabkan jiwa tersiksa, namun bukan berarti ada penyiksaan.
8. Mati seolah mimpi, ada yg merasa sangat pendek, ada yg mimpi indah, ada yg mimpi buruk berribu2 tahun.
@
hm… itu juga kesimpulan Mas Agus Mustofa, kalau saya tidak salah tangkap….
@Agor
Saya jadi semakin bergairah utk mencari buku2 Agus Mustofa. InsyaAllah hari sabtu ini sy mulai hunting buku2 Agus Mustofa.
@
Yap… ada beberapa yang terasa juga rada aneh… mengenai Adam… saya harus mengulangi berkali-kali untuk mencari benang merahnya…
nothing berkata
ganedio Berkata:
November 22, 2007 pada 4:48 pm
@Nothing
Sesuai dengan gambar clip simbolik berupa seorang anak negro dengan kepala banyak koreng menghadap cahaya menyilaukan, saya yang … ini ingin menerima petunjuk darimanapun sesuai Alqur’an walaupun itu sulit untuk ditatap/dihadapi.
Tidak bermaksud untuk menyangkal, bahwa manusia tidak dibangkitkan dari tanah bekas jasadnya atau kuburannya. Walaupun ia mati di ruang angkasa dan jasadnya melayang ke bintang lain, ruhnya tetap di bawah pengawasan Alloh. Ia dapat dibangkitkan dari bahan yang sama, tanah, yang ada di bumi, bumi yang lain, yang saya pahami sebagai planet yang dapat didiami untuk kehidupan manusia.
Berdasarkan ayat yang lain bahwa bumi sekarang ini akan berganti dengan bumi yang baru. Sama-sama diistilahkan sebagai bumi. “(yaitu) pada hari (ketika) bumi diganti dengan bumi yang lain dan (demikian pula) langit, dan mereka semuanya (di padang Mahsyar) berkumpul menghadap ke hadirat Allah yang Maha Esa lagi Maha Perkasa. (Qs. Ibraahim(14):48)
@Ganedia
@Agor
Suatu waktu saya akan kirim kan ringkasan dr tulisan tsb. Komentar/kritik/masukan dr teman2 yg lebih mengerti akan sangat bermanfaat bagi sang penulis sebelum buku tsb dicetak.
@
Agor tunggu deh…
Pantomin Alam Kubur ! « Sains-Inreligion berkata
[...] Januari 20, 2008 Perjalanan Melalui Alam Kubur adalah perkara yang akan kita alami. Kalau kita meyakini alam kubur itu tidak ada, sama sekali tidak menjelaskan bahwa kita akan terbebas darinya karena kita tidak meyakini. Sama [...]
Yusron H berkata
Ass wr wb.
Pak Agus sy ikut dlm acara ngaji bareng di studio JTV lsg 5 episode, apa yang disampaikan pak Agus datar datar saja kok gak seseram di serial buku yang sy beli…??? Intonasi suara dan bahasa tubuh bikin saya ngantuk, maaf pak Agus ini kritikan tp saya suka pola pikir sampeyan tentang beragama dengan cerdas. Oh ya pak Agus bikin buku po’o dengan judul ” Nabi Muhammad bekerja ” ( QS 39 : 39 ) soalnya dakwah sekarang di jadikan profesi padahal bertentangan dengan QS 06 : 90, QS 11 : 51, QS 26 : 109, 127, 145, 164, 180, QS 46 : 23, QS 02 : 174. Matursuwoon………..
@

komentar ini dimulai dengan kata Pak Agus …
saya komentari ya… nanti orang punya kesimpulan ini blognya pak agus.. padahal jelas bukan… ini blog hanya sama huruf pertama dan keduanya saja (ag)… lanjutannya beda
Oki Indro Priambodo berkata
Ass..
kami sebagai penerbit buku2 Agus Mustofa telah menyediakan forum untuk Kawan2 yang ingin berdiskusi mengenai buku2 Agus Mustofa di website kami http://www.padmapress.com
InsyaAllah pak Agus Mustofa akan berdiskusi langsung dengan kawan2..
Oki Indro Priambodo
Padmapress
@
Terimakasih infonya. Semoga undangannya yang bernas bersambut…
Pasaribu berkata
Alam Arwah
Kita menyadari bahwa media2 yang muncul saat ini tidak exis dan tidak berlandaskan kepada pembinaan Akhlak, terutama media yang berbau triologi yang banyak bermunculan pada saat ini, kita tidak menyalahkan logika pemikiran2 mereka namun perlu dibatasi,karena bukan semua hukum itu harus di logikakan apalagi dalam masalah tauhid, ada baiknya kita kaji ulang dasar basic prenciple kita. sepanjang pengetahuan kami bahwa arwah itu sama keadaannya seperti kita manusia yang hidup di atas tanah, ada yang baik, jahat, kaya, miskin. logikanya begini orang yang banyak berbuat dan rajin bekerja untuk dunianya pada prinsipnya dia akan kaya, demikian jugalh ahwal alarwah. jika selama hidupnya dia baik maka arwahnya akan baik tapi jika sebaliknya dia akan tersiksa. mengomentari tentang agus mustofa saya rasa beliau perlu hati2 dalam memberikan sebuah tema dalam tulisannya, sebab kenapa karna beliau belum bisa mempertanggung jawabkan tulisannya, dan bagaimana seandainya ada orang iseng membuat sebuah judul yang temanya ” ORANG TUA AGUS DISIKSA DALAM KUBUR KARNA ULAH ANAKNYA MUSTOFA. apa tanggapan beliau seandainya terjadi……..??? dan saya rasa pak agus itu salah alamat sebab pesawat yang ditumpangnya pesawat America sementara beliau mau ke timur tengah, kesasar dunk di udara..??? jadi klu mau belajar agama jangan salah alamat ya, lebih baik seperti bapak mustofa menghidmatkan ilmunya ke tehnologi,,,,,, kan indonesia minim sekali yang ahli tehnologi. sekali lagi sya katakan jangan bertuhankan logika dan tehnologi karna pembawaannya penguasaan bukan pembinaan. salam sude tu koum2. wassalam. dari bawah naungan ka’bah
@
Trims lho masukkannya. Bukunya Agus Mustofa tidak menafikkan adanya “siksa kubur”, namun memang dijelaskan yang tentu saja tidak sama dengan kondisi setelah Yaumil Hisab….
OLALA berkata
hebatttt, tapi perlu dipertanyakan juga kalau A. mustofa bertuhankan logika, pak pasaribu bertuhankan apa ? Allah, itu hanya nama, lalu bagaiman anda cara membedakan nama dengan yang dinamai……
sinambela, Raja Batak berkata
Subhaanallaah,
Hei pasaribu, horass
Aku stuju sekali dgn komplin-mu ttg pak Agus bertuhankan Logika dan Tekhnologi, tapi kau jawab juga itu pendapat si OLALA itu, Tuhanmu siapa, Kalau masih menyembah Allah, berarti kau masih salah Tuhan.
Pak Agus itu termasuk salah satu anak Indonesia yg mengajak kita ke “ULIL ALBAAB”,bahasa medannya PAKE OTAKMU,,hehe,, Banyak sekali ayat didalam alquran itu hanya merupakan bacaan kosong, tak bernyawa dan tak bernyawa. Itulah mengapa Rosulullaah melarang para sahabat untukl men-kitabkan Alquran itu. Sebab ditakuti hanya dibaca2 tapi tak pernah dikaji dan dicerna dengan otak dan fikiran yang bermuara kehati. Anda mengatakan pak Agus bertuhankan tekhnologi itu sudah memponis, komentar anda jelas sama sekali tidak pake pshykologi tollerant, anda sudah mendakwa orang, itu tidak baik LAE. Berpendapat silahkan berpendapat, tapi jgn mendakwa. Klu begitu jelas tuhanmu tidak sama dgn tuhan Pak Agus…he he he. Sebaiknya anda kupas ayat ini Man ‘aropanafsahu pqod ‘arofa robbah. maafkan aku Lae, Allaahuakbar
Mastaher berkata
ya rahman …ya rahiim..
Puji syukur kepada Allah Swt serta shalawat n salm kepada Nabi Agung Muhmmad Saw yg Alhamdulillah dgn syari’at yg dibawanya kita dapat menikmati indahnya yg beragama Islam ini.
langsung aja kpada Mr Musthofa yg ane akui memiliki taktik yg sangat jenius dlm beberapa aspek…..baik aspek ekonom, emosi,paradigma yg sensasional maupun art interesting.
Saya yakin kriteria yang dimiliki oleh makhluk yg tergolong binatang genius ini lebih sesuai sbagai prancang softex bagi kaum hawa yang datang bulan(sesuai latarbelakang pendidikannya), saya pasti yakian pujian serta trimakasih yg didapat.
dr. Pangeran
sinambela, Raja Batak berkata
Subhaanallah
wahh..hebatt
Tapi anda lupa, bahwa bahwa softex itu bukan kaum hawa saja, tapi juga dapt digunakan menyumbat mulut kepada orang yang bijak bicara tapi tak berbuat.
Setidak2nya pag agus sudah membuktikan terselamat dati disumbat softex. Hati2 jika anda tidak berbuat anda hanya menunggu giliran kena sumbat sotex itu.
Dr pg. Maafkan , Allaahuakbar
Abudaniel berkata
Asalamu’alaikum,
Adakah siksa kubur?.
Kalau kita mengartikan “kubur” adalah dimana jasad kita ditanam atau diletakan sesudah mati, maka pasti tidak akan kita jumpa “orang” atau mayit yang disiksa disitu.
Contohnya, mayit Mao Zedong. Tidak akan pernah kita lihat mayatnya digebukin malaikat ( mayatnya diletakkan dikeranda kaca sampai sekarang). Juga tidak pernah kita dapati mayat yang disiksa didalam kubur, sepengalam saya membantu menggali kuburan lama.
Jadi bagaimana?. Apakah hadist Rasulallah itu bohong?. Ops, tunggu dulu.
Kubur, dengan artian tanah, laut, angkasa lepas, keranda kaca atau dimanapun mayit diletakkan bukanlah pengertian “kubur” yang sebenarnya. Ini menurut pemahaman saya pribadi.
Kembali pada penggalan riwayat dari Rasullah bahwa “Kubur” adalah merupakan “pintu” Neraka atau ‘Pintu” Sorga. Sekali lagi, kalau kita bongkar sebuah kuburan, maka insya Allah, tidak akan kita ketemukan “Pintu Sorga” ataupun “Pintu Neraka”.
Jadi, “kubur” dimana ex-manusia “disiksa” atau “diberi rahmat”, adalah suatu tempat yang beda dimensi dengan kubur/kuburan yang kita kenal.
Adakah “siksa kubur”?. Ada. Kok katanya tunggu dihisab dulu baru ketahuan disiksa atau diberi nikmat. Dimana praduga takbersalahnya?.
Mari kita analogikan kepada “penjahat” dimuka bumi ini. Bukankah mereka ditangkap dan dijebloskan kedalan sel?. Apakah mereka sudah terbukti bersalah?. Belum. Mereka belum dibuktikan bersalah sampai bukti kebersalahan mereka dapat ditunjukkan. Tetapi dimasukkannya mereka kedalam sel adalah suatu siksaan atau hukuman, walaupun mereka belum terbukti bersalah. Kemudian dengan “nikmat kubur”, mari kita kiaskan lagi dengan dengan seseorang yang dipanggil untuk menerima hadiah yang besar. Dalam waktu menunggu diberikan hadiah itu, bagi sipenerima hadiah sudah merupakan kenikmatan tersendiri.
Begitulah kira-kira pemahaman saya mengenai ’siksa kubur” an “nikmat kubur”. Untuk memahami apa sebenarnya dua hal tersebut, coba balik-balik kitab “Ar-Ruh” atau “Kehidupan sesudah mati” karangan Ibnul Qoyim Al-Jauziah.
Wassalam,
@
Wassalam Wr.Wb. Mas Abudaniel… penjelasan yang ringkas dan mudah dimengerti. Dalam postingan terdahulu juga saya postingkan mengenai siksa dan nikmat kubur versi obrolan…., Wass.
Qifni berkata
Assalamualaikum…
Saya minta nomer pribadi ayahanda agus mustofa buat konsultasi banyak Hal
Makasih…
Wassalamualaikum…
@
Wass.ww.
Mohon maaf.. tidak punya….
Wass.
nandar berkata
Assalamu alaikum
Pak agus mustofa
Bertobatlah
Anda jangan memberikan keraguan kepada kami
Kli hanya sekedar mau best seller bukuunya
Banyak jalan yang ditempuh
tapi…
yang sulit itu
menyelamatkan manusia
bukan disesatkan
coba bapak belajara afsir secara benar
anda orang ahli nuklir
bagaimana mungkin anda ke bidang agama
gak nyambung
trus, jangan terlalu sering bergaul dengan orang tasawuf pak
ok
ini alamatku pak
putra_unismuh@yahoo.co.id
@
Wass.wr.wb.
Saya membaca beberapa buku beliau… saya memahami dalam pemahaman yang sebaliknya…
Wass.agor
sinambela, Raja Batak berkata
Ada pepatah yg sudah hampir usang jarang kita dengar, ini dia “Kalau kail panjang sejengkal janganlah laut hendak diduga, Kalau ilmu tanpa aqal, ibaratkan kenyang tapi dahaga”
Maksudnya Klu ilgak cukup jgn baca buku pak Agus,:-)
Ntar anda sesat
Dan bagi yang udah sesat kasian deh lu, kenapa kog sesat, lantaran dangkalnya aqal mengkaji setiap ayat per ayat
Kenapa kita begitu lama dijajah Belanda-+350 thn, dan selepas itu lagi dijajah jepang 3,1/2 , tahun kita pada umumnya jrang menggunakan aqal fikiran.
Begitu muncul tokoh2 terdahulu, seperti, Bung Karno, M.amin, Bung Hatta, dan pahlawan2 yg sebelumnya, yg sudah mampu menonjolkan aqal fikirannya,
maka kita bisa terlepas dari penjajah hingga sekarang, namun kini kita akan terjajah kembali oleh sesuatu yg fenomenal jika aqal berbudi tak di manfaatkan, contohnya lihat islam di negara kita , kwantitas memang banyak, tapi kwalitas diragukan jika belum ulil albaab
ghaniarasyid™ berkata
membaca buku Agus Mustofa memang membutuhkan ketelitian…

judulnya selalu tampak kontroversial
tapi menurut saya, itu adalah strategi pemasaran beliau
tapi sejauh ini dari yang saya dapatkan dari buku-buku beliau…
beliau sebenernya menyikapi masalah itu dari sudut pandang ilmu pengetahuan.
yang nggak dogmatis-doktrinasi pikiran…
sepertinya beliau selalu mengajak kita agar menyikapi sesuatu secara agama-ilmiah.
bagus…
tapi harus teliti, bahasa beliau tingkat tinggi soalnya.
kalau kita nggak mampu mengartikan kalimat2 beliau dg baik pasti malah ngerasa karya2 beliau seperti menyesatkan…
hmmm, mungkin beliau terinspirasi Imam Al Ghazali.
tapi Al Ghazali akhir hayatnya Alhamdulillah kembali ke pangkuan As Sunnah…
(ini menurut saya lho
)
@
atau tokoh-tokoh kontemporer pembaharu yang melahirkan pandangan keislaman dan pengujian AQ di masa modern (kalau boleh dibilang secara materialistik modern… )
aha.. betul Mas Ghani… membaca buku Agus Mustofa – Seri Tasawuf Modern sebenarnya tidak ada yang aneh, meskipun juga ada beberapa hal penyimpulan yang juga menimbulkan tanda tanya. Namun, saya sependapat, beliau meninjau dari sudut silogisme yang tajam. Logika-logika yang diambil menyerempet dan jernih. Membutuhkan pengulangan membaca untuk bisa mengerti. Bukan karena bahasa yang jelek, tapi memang seyogyanya apapun juga kita berhati-hati dan tidak mudah menjustifikasi…
Mungkin terinspirasi Imam Al Ghazali… mungkin juga Ibnu Rusy atau boleh jadi Quraish Shihab…
Abdullah berkata
Kalau menurut saya, judul yang kontroversial yg membuat masyarakat “tergelitik” itu bagi saya sama sekali tidak masalah. Itu memang trik marketing yg harus begitu. Tapi yang penting, kan memang itulah yang dipaparkan Agus Mustofa dalam bukunya, dan tak menipu kita. Bahkan bisa memberi pencerahan pada kita.
Kemudian, saya juga ingin memberi komentar tentang tak adanya hadist dlam bku2 ustad Agus M. Mnurut saya, itu disebabkan terlalu rancunya hadist2 yg beredar. Saya sama sekali tak meragukan Nabi, tetapi yg saya ragukan bahwa tak ada yang bisa menjamin hadist tersebut 100% benar selayak Qur’an yg dijamin dlm surat Baqarah 1-3.
Contoh hadist2 tersebut misalnya tentang Aisyah. Ia menikah dengan Rasul, ada yg mengatakan umur 12 tahun, ada yang 17 tahun, ada yg 21 tahun. Yang benar yg mana? Padahal semua hadist itu shahih. Dan kebenaran hanya satu.
Maka, mungkin karena hal itu Pak Agus M lebih suka mengambil serpihan2 ayat Qur’ann yg terpencar diseluruh penjuru surat, karena ustad Agus M yakin ayat2 tersebut memiliki kaitan yg sangat erat. Sedangkan, hadist2 samasekali tak berkaitan, bahkan cenderung bertentangan.
Lagi pula, tidak ada salahnya ayat2 Qur’an tersebut diperkuat dengan ayat2 lain. Kalau dalam ilmu tafsir, seleksi kbenaran ayat yg terkuat adalah Ayat dg ayat, kmudian ayat dg hadist, yg terakhir ayat dg kenyataan yg terjadi. Kalo hdist dengan hadist mah bisa2 malah bertentangan, malah semakin bingung.
Jadi, bagi saya cara ustad Agus Mustofa sama sekali tak masalah, toh memang Allah hanya menurunkan Qur’an yg kbenarannya 100% dijamin dan dijaga oleh Allah, sedangkan hadist itu kumpulan sejarah tanpa jaminan yg dikumpulkan manusia yg jelas tak lepas dari kesalahan. Maka sekali lagi tak ada salahnya jika tak mengambil hadist. Masa ayat Qur’an mau diperselisihkan dengan hadist? Jelaslah Qur’an yang paling benar.
Sekian, terima kasih
Wass
Oka berkata
Qifni Berkata:
April 18, 2008 pada 4:46 pm
“Assalamualaikum…
Saya minta nomer pribadi ayahanda agus mustofa buat konsultasi banyak Hal
Makasih…
Wassalamualaikum…
@
Wass.ww.
Mohon maaf.. tidak punya….
Wass.”
Mohon maaf, kalo saya punya. Tapi agak dirahasiakan demi kelancaran pengarangan buku ustad Agus Mustofa yang tiap 3 bulan sekali harus menerbitkan buku
Tapi, saya punya nomor manager penerbit PADMA press yg mnerbitkan bku2 beliau. Saya beberapa kali SMS ke nomer ini, dan ada jawaban dari pak Agus Mustofa. Spertinya SMS saya itu diberitahukan langsung pada pak Agus, karena selalu menjawab dg Qur’an, serta bisa menjawab semua pertanyaan saya dengan lugas serta terpuaskan
Ini nomer manager PADMApress : 081 330 461 462
Kalo nomer kantornya : 031 – 8282871
Trima kasih
Oka berkata
Oh, bukan, salah ketik
Maksudnya saya juga tidak punya nomer HP beliau
Tapi punya nomer manager PADMApress
Makasih
jeconiah berkata
agus musthofa pemersatu bangsa
haniifa berkata
Wahh…
repot dach
Agus Musthofa Pemersatu Bangsa… nggak mau ahhh…
Ntar kalu saya mau mandi, mau…bla.bla…
truthseeker berkata
Siksa Kubur, dalil di Al-Qur’an tidak ada (bhkn bertentangan dg dalil :Allah tdk akan mendzalimi makhluknya, dan jg bhw Mati itu seperti tidur, juga dalil bhw jasad manusia itu disatukan lg setelah kiamat). Bgm mungkin manusia disiksa tanpa pengadilan, shg pengadilan di padang masyhar utk apa yaa?. Bgm mungkin disiksa jk jasad belum disatukan kembali?. Pdhal jika kt perhatikan pengadilan di padang sangat luar biasa fair/adil, mk akan sangat bertolak belakang dg konsep siksa kubur.
Siksa Kubur dlm hadits2 pun hanya berupa informasi bhw ada mrk2 yg tersiksa. Dan jk ada yg explisit menyatakan ada siksa kubur mk hadits itupun bkn hadits yg shahih.
Jadi bagi saya lbh logis dan lbh berdasar jk berpendapat bhw siksa kubur yg dimaksud adalah kondisi jiwa yg tersiksa krn:
1. Terlepas nya jiwa dr jasadnya (terutama bagi jiwa yg terbiasa dipenuhi keinginan2nya/nafsu2nya melalui jasad sewaktu hidupnya).
2. Jiwa memang akan memiliki pengetahuan yg jauh lbh banyak setelah terlepas dr jasadnya, shg sang jiwa akan selalu dihantui oleh pengetahuannya ttg perbuatan2/dosa2nya semasa hidup.
Oki berkata
Assalamualaikum wr wb..
Anda mencari buku2 Agus Mustofa dan buku2 Best Seller lainnya ?
Silahkan masuk ke http://www.pembacabuku.com
Toko Buku Online yang hanya menjual buku2 Best Seller saja..
Ada diskon khusus untuk bulan Juni-Juli 2008
Buku yang anda pesan bisa dikirimkan ke rumah anda..
terima kasih
Wassalamualaikum wr wb..
Oki Indro Priambodo
http://www.pembacabuku.com
haniifa berkata
Gratiss… !!
Kirim sebanyak-banyak nyah
Send to: @Haniifa
Nur berkata
Buku itu seharusnya tidak perlu ditulis, mubazir: buang-buang waktu bagi yang menulis, buang biaya dan waktu bagi yang membeli dan membaca. Kenapa? Untuk urusan akhirat kita tidak punya hak menentukan. Selama hidup di dunia inilah kita dapat berusaha untuk mendapatkan kehidupan akhirat yang bahagia atau sengsara. Ada atau tidak ada azab kubur, yang hidupnya lebih banyak dosanya dari pahalanya akan menerima siksaan di akhirat. Jadi buat apa dimasalahkan? Saya kuatir mencari uang dengan cara menulis buku seperti itu mungkin berdosa.
sinambela, Raja Batak berkata
Salam
Sebaiknya sdr lebih inten melihat sesuatu masalah, mana yang ilmu mana yg fitnah.
rofy berkata
assalaamu’alaikum Wr. Wb. salam Ta’aruf dari saya Rofy di surabaya,tpi sekrang kul di Kediri, Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Wahidiyah, Pondok pesantren Kedunglo Al-Munadhdhoroh Kedunglo Kota kediri jawa Timur, eehmmm. saya pengen mengambil jalan tengah untuk semua comentar baik itu yang membenarkan ataupun juga yang menyalahkan, bgini, kita sebagai orang islam atau kaum muslim khususnya yang berdomisili di Indonesia dan umumnya di seluruh lapisan dunia,harus memegang teguh apa yang di sebut Al-Qur’an Wa Al-hadist, tanpa itu tidak akan berdiri suatu keislaman di dunia ini, nah sekarang permasalahannya adalah ada penafsir berpendapat bahwa Ternyata akhirat tidak kekal, sebut saja Bpk Agus, M.dalam sebuah karangannya tersebut, memang benar menurut beliau, namun kita tidak seharusnya untuk langsung berhenti di situ saja dong dalam penafsiran dari karangan beliau,(Bpk. Agus M.) namun perlu kita cerna baik-baik dengan kepala dingin serta rasa ihlas dan penuh dengan kesabaran, kita ini orang islam, kaum muslim, apalagi kita berdomisili di negara Indonesia, kalau seandainya cek-cok kita ini di dengar oleh kaum selain kaum muslim, maka dengan berjingkrak mereka bersuara bahwa orang-orang islam telah kandas imannya dengan sesama orang islam sendiri, kalau menurut saya begini aja kalau memang anda-anda yang gemar membaca karangan seseorang, kalau memang belum jelas, tolong tanyakan sama orang nya langsung, toh orangnya belum mati kahn, jangan langsung berteriak di sebuah media, baik media masa atau elektronik serta Audio Visual, itu namanya pengecut,seperti halnya kasus amalan kami kemarin yang menggema di kota Tasik Malaya, bahwa orang Pengamal Sholawat Wahidiyah adalah sesat, padahal permasalahannya sepeleh, ada seorang yang belum paham akan sebuah ajaran Wahidiyah yang merupakan wawasan baru buat dia, tpi karena dia mengumpulkan ribuan masa untuk di profokatori maka jadinya masalah akan jadi lebih besar, benarkan? seharusnya gini, kalau belum jelas maksud kalimat atau judul suatu karangan serta isinya maka kita tanya aja ke pengarangnya, jangan memperdebatkan suatu akidah kita dengan percekcokan. wong kanjeng Nabi SAW, aja nggak mengajarkan untuk bercek cok kok, kalau memang diantara kita ada yang salah, ya di tegur dengan ngomong yang bagus, sopan, kalau masih saja g ngerti tegur dengan omongan yang lebih memjelaskan dia, kalau memang belum jelas juga, maka jalan kita untuk menegur dia adalah dengan berdo’a bukan dengan kekerasan, ( ingat! kalau ada umat islam dan atau mengaku ummat beliau Nabi Muhammad kemudian senang dengan berbantah bantahan yang jelek, serta peneguran pada suatu kesalahan dengan kekerasan serta menyinggung salah satu ummat beliau, maka palsu islamnya, Ingat palsu Islamnya,, katanya pengikut beliau Nabi SAW, tpi kok perilakunya g seperti beliau atau kok tidak mencontoh beliau Rosuululloh SAW,,itu aja yang dapat kami berikan kepada semua pembaca, mudah-mudahan bermanfaat bagi kita semua, dan mudah-mudahan tidak keluar dari nafsu saya melainkan hidayah dari Allah, segalah salah dan hilaf saya mohon maaf yang se besar besarnya, wassalaamu’alaikum Wr. Wb.
@
Mas Rofy, terimakasih catatannya untuk bersikap santun (dengan kata lain tidak mudah menjustifikasi). Merenungkan, memikirkan kembali — terlepas dari sependapat atau tidak — tersesat atau tidak — jauh lebih arif. Kira-kira itu yang saya pahami.
Mengenai satu penilaian dari buku Agus M, dipahami atau tidak, perlukah ditanyakan atau tidak– sebenarnya bukan hal yang prinsip. Kalau saya tidak setuju atau tidak suka pada buku Agus M sebagai produk berpikir yang sudah dikeluarkan ke masyarakat. Maka hak sepenuhnya buat saya, apakah untuk menganalisis, membedah, membenarkan atau menyalahkan dengan dasar pertimbangan akal yang boleh sama atau berbeda. Sama sekali tidak harus bertanya. Beliau (Pak Agus mempublikasikan), orang lain juga berkomentar dan mempublikasikan. Ini adalah resiko sebuah komunikasi.
Pembaca dan masyarakatlah yang akhirnya memberikan judgment mana yang akan diikuti atau tidak. Informasi yang berbeda, bertentangan, sepanjang dilakukan dengan TIDAK MERESAHKAN, TIDAK MELANGGAR HUKUM BERSAMA YANG DISEPAKATI DALAM masyarakat, maka pilihan akan diputuskan oleh masyarakat itu sendiri. Ini esensi pilihan dalam masyarakat.
Berpikir dalam kebebasan, beragumentasi harus dibedakan dengan tindakan yang melanggar hukum. Pertanyaan berikutnya, apakah argumentasi itu bisa dibuktikan?, menimbulkan ancaman kepada pihak lain, menimbulkan keresahan !, dan lain-lain. Alih-alih syiar malah menyebarkan ketakutan yang tidak seharusnya.
Karenanya, memang betul Mas Rofy, bijak tidak gampang, tapi bagaimanapun harus.
Bahwa kalau tidak ditanyakan langsung, saya tidak sependapat lho dinyatakan pengecut. Perbedaan pendapat atau ketidak setujuan terhadap produk publikasi, tidak ada hubungannya dengan pengecut. Tapi tesa terhadap anti tesa selalu diuji oleh waktu (dan jika waktu dunia tidak cukup juga, dalam hal agama, tentulah Allah yang akan memutuskan perselisihan itu — Allah menyampaikan demikian pada beberapa ayatNya). Benar atau tidak adalah dua proses komunikasi. Begitu juga dipahami dan tidak dipahami adalah bagian dari proses itu. Sekali lagi, sepenjang tidak melanggar hukum, wajar-wajar saja.
Jadi, kalau saya lebih mengusulkan : Kalau boleh, kalau tidak diganggu dan diserang, jangan menyerang. Berlaku adil. Soal perbedaan, bukan alat untuk saling memprofokatori yang berakhir untuk kepuasan hawa nafsu.
Wass, agor.
haniifa berkata
@Rofy
segalah salah dan hilaf saya mohon maaf yang se besar besarnya
Kesalahan besarmu ku maafken…
Buku berbeda dengan blog, chating yang sifatnya interaktif… sehingga orang seperti anda bisa dihujat/dilecehkan/dikritik.. dsb. Artinya jauh lebih cepat mengkoreksi kesalahan (baca: setidaknya mengurangi)
Neeh.. kalau buku.. and sok on. sifat statis artinya pokoke telen padahal bisa jadi salah penafsiran.
Saya lebih bangga sama kamu dari pada Agus := agak bagus sedikit alias banyak jeleknya…
Nabi SAW lain kali tulis Nabi Muhammad SAW, OK.
moh. ARIF berkata
SAYA NANYA KALAU SIKSA KUBUR TIDAK ADA, BAGAIMANA DG PERYATAAN BAHWA ORANG YG MATI ITU KALAU DICUBIT/DIPUKUL TERASA SAKIT PADAHAL DIDALAM KUBUR BANYAK HEWAN YG AKAN MEMAKAN JASAT KITA APA ITU NGAK SAKIT MASSSSSSSS
@
Judul, boleh jadi berbeda dengan isinya….
Anonymous berkata
ami.di tanah grogot,,saya ingin mengucapkan slamat idul fitri minal aidin walpaizin mohon maap lahir dan batin buat semuanya aja yang merasa teman saya di tanah grogot dan skitarnya,maapin atas semua kesalahan saya.amin,./
@
Salam… untuk saudara-saudaraku di Tanah Grogot Kaltim. Mari kita saling memaafkan dalam tulus dan ikhlas, semoga karenanya Allah memberkahi dan mengampuni kesalahan kita selaku hambaNya pula.
amin.
jabbar berkata
hmmm semoga tirai dapat terbuka lebih jelas
@
Insya Allah, membaca buku dari Ust. Agus Mustofa untuk judul buku : “Tak Ada Azab Kubur “– sebuah judul yang cukup provokatif akan lebih jelas kiranya.
housewife berkata
Menanggapi komentar no 30 oleh Nur:
Buku itu seharusnya tidak perlu ditulis, mubazir: buang-buang waktu bagi yang menulis, buang biaya dan waktu bagi yang membeli dan membaca.
Anda sendiri juga ngomong kalau urusan akhirat bukan urusan manusia. Tapi mengapa anda mengatakan kuatir kalau menulis buku spt itu mungkin berdosa? Punya hak apa anda menghakimi seperti itu?
Manusia tak ada yang sempurna bung.Tak luput dari kesalahan. Paling tidak Agus Mustofa sudah berusaha mengkaji dan berbagi ide lewat bukunya bukan dengan tujuan untuk menghancurkan keyakinan umat.
Perkara you mau percaya apa tidak, itu terserah masing-masing. Yang penting kita tetap menjaga ukhuwah. O.K?
@
Yap, tidak ada buku yang sempurna buatan manusia. Namun, buat agor sih bukunya Agus Mustofa adalah buku yang mencerahkan.
Dan pesan terakhir… Jaga ukhuwah, O.K. Ini 100% setuju. Salam dan terimakasih sudi berkunjung ke blog agor.
Badan, Jiwa, dan Ruh Perspektif Agus Mustofa - bahtiarhs.net berkata
[...] kita terima (taken for granted). Misalnya: Ternyata Akhirat Tidak Kekal, Ternyata Adam Dilahirkan, Tidak ada Azab Kubur?, dan [...]
tabiin berkata
salam,
macamana kita boleh mengatakan yang agus ini betul aqidahnya sedangkan dalam penulisannya sudah menolak hadis..sedangkan quran dan hadis adalah WAJIB untuk kita pegang…
Memandang remeh saja tentang hadis sudah menyebabkan seseorang terkeluar dari rahmat Allah…Nauzubillah min zalik…
beginilah kalau sudah otak dan hati sudah dikontrol oleh iblis laknatullah…
membenarkan penulisan seumpama agus ini juga termasuk manusia yang celaka..
kalau tidak tobat..matinya adalah mati dalam suul khotimah..
@
Salam.
Dari beberapa buku Ust. Agus Mustofa yang sudah saya baca, khususnya pada buku “Tidak Ada Azab Kubur”, memang beliau tidak merujuk pada hadis, namun lebih dan lebih banyak pada pemahaman Al Qur’an. Beliau memang menjelaskan bahwa hadis yang beliau pelajari “kurang relevan” untuk disandingkan dengan Al Qur’an dan diragukan kesahihannya. Banyak di antaranya adalah pabrik tafsir dan pemahaman yang tidak sesuai dengan Al Qur’an. Saya melihat keputusan beliau untuk merujuk pada AQ saja bukanlah perkeliruan, namun sebuah pendekatan, model berpikir. Saya malah merasa kearifan dan ketajaman nalar dan akalnya begitu kuat untuk memahami. Jadi, diperlukan atau dipandang perlu adalah cara pandang dan kesesuaian. Rasanya ini tidak bisa dipukul rata. Sejarah telah menjelaskan mana yang handal dan mana yang tidak. Sedangkan rujukan pada AQ jelas semuanya handal. Apalagi latar belakang pendidikan keilmuan dari Ust. Agus Mustofa memadai untuk mengolah akalnya.
Setuju atau tidak setuju, tentu pada argumennya. Tolaklah dengan cara sebaik-baiknya jika memang beliau melakukan kekeliruan. Manusia tidak pernah selalu benar, tapi tidak seluruhnya salah, tidak pula seluruhnya benar. Bahkan sejarah kenabianpun menunjukkan begitu jernih dan jelas dengan segala contohnya.
muhammad agustian berkata
saya ada beberapa buku milik ustadz kita ini. memang agak nyeleneh.. mungkin teman-teman ada jg yang pernah baca bukunya dengan judul AKHIRAT ITU TIDAK KEKAL???
@
Saya juga telah membaca, tapi lupa-lupa ingat. Namun, teoritis dan berdasarkan keimanan, “akhirat itu tidak kekal” adalah pernyataan yang benar. Allah azza wa jalla adalah segala yang tidak ada permulaan dan tidak ada akhir. Kalau akhirat itu kekal, dalam pengetian tidak ada putus-putusnya maka ini menyalahi logika tauhid.
Pembahasan akhirat seperti pada AQ dijelaskan “kekal di dalamnya” adalah kekal dalam konteks di dalamnya. ketika “nya” lenyap, maka yang di dalamnya logikanya adalah lenyap pula. QS 11:108 Adapun orang-orang yang berbahagia, maka tempatnya di dalam syurga, mereka kekal di dalamnya selama ada langit dan bumi, kecuali jika Tuhanmu menghendaki (yang lain); sebagai karunia yang tiada putus-putusnya.
Jadi judul Pak Ustad ini sebenarnya tidak ada yang aneh…..
Dhar berkata
ASW.
MASALAH GAIB, MASALAH AJAB KUBUR.
KALAU ANDA MEMBACA BUKU KARYA AGUS MUSTOFA HANYA SATU ATAU DUA JUDUL BUKU MAKA PEMAHAMAN ANDA LEBIH BANYAK DISTORSI. BUKU TAK ADA AZAB KUBUR INI BISA ANDA PAHAMI LEBIH HOLISTIK JIKA ANDA TELAH MEMBACA BUKU-BUKU YANG SEBELUMYA, YAITU BUKU “TERPESONA DI SIDRATUL MUNTAHA” , “MENYELAM KE SAMUDERA JIWA DAN RUH” BARULAH ANDA DAPAT MEMAHAMI LEBIH HOLISTIK/MENYELURUH TENTANG BUKU TAK ADA AZAB KUBUR ITU.
MEMANGNYA DIJELASKAN DI QUR`AN YA? BAHWA AZAB KUBUR ITU SEPERTI APA DAN BAGAIMANA? APA DICAMBUK, DIPASUNG, AND SEBAGAINYA. QUR`AN HANYA MENJELASKAN BAHWA AZAB KUBUR MEMANG ADA SEKALIGUS DIKUATKAN DENGAN HADIS RIWAYAT RASULLULAH SAW.
INTINYA BUAT KITA SEMUA, YAKINLAH BAHWA ALAM KUBUR ITU ADA, DAN SIKSAAN KUBUR ITU ADA, SIKSAAN FISIK SEPERTINYA TIDAK SEBAGAIMANA YANG DISTATEMENKAN PAK AGUS BERDASARKAN ILMU ILMIAH, EMPIRIK DAN AYAT QAULIYAH/QUR`AN SECARA EKPLISIT DAN GAMBLANG.
GUNAKANLAH AKAL SEBAIK-BAIKNYA. AKAL YANG DIKARUNIAI ALLAH JANGAN DIMUBAJIRKAN BEGITU SAJA.
KUNJUNGI BLOG SAYA BUAT SHARING ILMU DI : http://scientificfasting.blogspot.com
@
Wss.ww Mas Dhar, terimakasih sudi berkunjung dan memberikan tambahan pengetahuan buat agor. Belum jelas juga bagi saya, yang disampaikan Mas Dhar, bagaimana Al Qur’an menjelaskan azab kubur. Kalau hadis menjelaskan, tentu sejalan ya dengan AQ. Di sinilah saya kira menariknya ulasan Ust. Agus Mustofa.
Riski berkata
Assalamualaikum Wr.wb,
Saya setuju dengan Bapak Mustofa bahwa hadist belum dapat dipercaya 100% karena itu pendapat beliau sesuai keyakinannya atas peristiwa yang ada di Dunia sebelumnya. Menurut saya, saya hanya percaya kepada isi Alqur’an dan ajaran Nabi Muhammad Utusan Allah SWT. Saya juga heran mengapa semua orang meributkan azab kubur/siksa’an di alam kubur seolah0lah mereka sudah mengalami siksaan tsb dan di sinetronkan. Mendingan kita jalankan hidup ini dengan aturan yang sudah digariskan oleh Allah SWT dan mengamalkan di kehidupan kita sehari-hari.
@
Keingintahuan.. bukan meributkan kok… mengolah pikir, rasa, dan mencoba memahami petunjukNya. Banyak orang mendiskusikan, sebagian untuk olok-olokkan, sebagian lagi untuk lebih memahami kuasaNya….
hermanysam berkata
pak agus yang insya Allah kita sama2 di rahmati Allah. saya termasuk orang yang menyukai kajian tentang metafisika dalam islam.buku anda sedikit banyak telah membuka fikiran saya dalam memahami bagaimana din islam ini di pahami secara rasional-religius. karna menurut saya kebanyakan hari ini yang saya pahami islam selalu dipahami terlalu melangit.sehingga urusan akhirat terkadang di ceritakan dengan hal yang tidak rasional dan cendrung menggambarkan bahwa Tuhan itu bersifat dendam dan jahat, dengan menciptakan sebuah siksaan.hal yang saya dapatkan dari buku pak agus bahwa dunia ini tercipta dari putaran mahluk yang berzikir mengelilingi inti.gerak adalah sumber kehidupan
salam kebahagiaan dari saya. saya berharap dari pemikiran ini lahir sebuah generasi baru yang lebih memahami islam dengan basic spritiual yang dalam.
hermanysam berkata
saya tidak mengomentari pak agus. bagi yang kontra jgn cuma berkata tidak setuju, tapi gak punya dasar ilmu yang jelas untuk mengomentari sebuah pemikiran.saya kira yang di bilang ulama hari ini bukan yang hanya menguasai bidang ilmu budaya arab. tapi siapapun yang bisa mengembangkan salah satu cabang ilmu dan kaitkan dengan ilmu agama dia bisa dikatakan sebagai ulama. klo islam hanya di dominasi oleh para ahli tata bahasa arab.yang terjadi kemudian adalah ketiadak sanggupan untuk menjelaskan isu-isu yang aktual. seperti hari ini siapa ulama yang bisa menajwaab bagaimana sistem keuangan dalam islam secara praksis.dan yang saya lihat justru para ahli keuangan yang mereka tidak mengenyam dunia pesantren atau basicnya dari sebuah kampus islam. saya mendukung apa yang bapak tulis.
ibrahim berkata
buku-buku yg beredar di masyarakat itu benar tapi lebih benar sesuai makhromnya artinya kelas pak agus kelas 9 tapi masyarakat pada umumnya masih kelas 3 atau kelas 5 jadi kalau bisa saran mohon di pilar-pilar sesuai kelasnya contoh kelas sD sendok ya untuk makan, smp sendok untuk makan danterbuat logam plastik kunigan dll sma sendok dari plastik ,plastik terbuat dari apa…jadi menurut hemat saya mohon jangan disamakan yg masih kelas 3,5 seperti pak agus kalau bisa sesuai kelasnya.
@
mungkin saja. Buat saya, buku beliau juga kelas 9 dan saya di kelas 1. Namun, sedikit demi sedikit naik kelas kan yang menjadi harapan kita….
Memang benar, terdapat fakta bahwa terjadi perbedaan pandangan dan “kualitas” dalam memahami buku beliau. Juga buku buatan manusia yang sempurna. Saya kira hal ini saling melengkapi. Sebuah dialektika proses yang saling mematangkan dan mendewasakan. Tinggal kita menyikapinya bagaimana. Sikap nan arif, tentu selalu diharapkan untuk menyadari adanya perbedaan.
Sedangkan soal kelas 3,4 atau sembilan…
KUNJUNGI BLOG KU DI http://scientificfasting.blogspot.com berkata
KUNJUNGI BLOG KU DI http://scientificfasting.blogspot.com
@
Yap.. sudah bbrp kali agor kunjungi… tapi mohon maaf belum bisa komentar yang relevan… masih harus jalan-jalan lebih banyak lagi…
aburahat berkata
@all
Saya sangat setuju dengan apa yg disampaikan oleh agus mustafa.
Siksa kubur secara fisik tdk ada tapi siksaan batiniah ada. Simak Firman Allah ini: ” 46. Kepada mereka dinampakkan neraka pada pagi dan petang, dan pada hari terjadinya Kiamat. (Dikatakan kepada malaikat): “Masukkanlah Fir’aun dan kaumnya ke dalam azab yang sangat keras.”
Kalau kita simak ayat ini dlm surah Al Mu’min, maka Allah hanya menampakkan siksa yg akan mereka terima nanti pada Hari Pengadilan di Yauma Mihsyar. Penderitaan ini kita rasakan seperti kita dlm mimpi dikejar pembunuh. Kalau semasa hidup kita bisa bangun dari mimpi kita . Tapi dalam kubur dan Allah katakan “pagi dan petang. Bayangkan. Dan ayat ini saling mendukung dgn ayat yg lain. Dimana keadilan Allah, kalau Allah menghukum atau mengazab hambanya tanpa diberitahukan kesalahannya dan banyak2 ayat2 yg menunjukan ke Maha Adilan Allah. Salah Allah tdk mendhalimi hambanya. Begitu juga Nanti Allah akan memberikan buku amalan masing2 agar mereka mengetahui amalan mereka dlsb. Jd siksa kubur yg sekarang ini digembar gemborkan tdk ada dasarnya. Wasalam
@
Mas Aburahat yang dirahmati Allah s.w.t, terimakasih benar untuk komentarnya. Namun, memang sudah terpatri dalam pikiran kita dan kitab sebelumnya yang dulu-dulu itu, apalagi disertai gambar siksa-siksa yang menyeramkan dan itu disebut sebagai siksa kubur nyata (bukan siksa batin).
Kadang juga dan memang cukup sering kita melupakan apa yang dijelaskan AQ, kemudian mempercayai cerita-cerita ngayawara yang sebenarnya sudah jelas-jelas ditolak oleh AQ. Barangkali di sini godaannya. Kita sering ingin mempercayai dari apa yang ingin kita percayai, bukan dari apa yang telah disampaikan begitu terangnya…..
Wass, agor
andy berkata
hidup di dunia ini hakikatnya adalah kuburan, bukankah Nabi mengatakan ‘dunia adalah penjara bagi orang mukmin’, manusia dilahirkan ke dunia ini adalah untuk membebaskan dirinya dari kuburan tersebut. manusia merasa hidup di dunia ini tetapi buta terhadap dirinya sama saja mayat hidup (zombie), tidak heran perilaku manusia ini seperti zombie seperti:membunuh, merusak,berperang, korup, fitnah, sombong, merasa benar, riya, ujub, dengki, iri dll. apapun istilah kebenaran yang diucapkan manusia bila tidak berdasarkan dari kebenaran mutlak maka sama saja dengan kebodohan. sejuta dalil, sejuta argument dikemukakan bila tanpa didasari kebenaran mutlak sama saja dengan basa basi ! ibarat anjing menggonggong kesana kemari, di kasi tulang gonggong, tidak dikasi tulang gonggong, diganggu gonggong, didiamkan gonggong. ketakutan kepada siksa kubur pertanda dunia nya sudah menjadi kuburannya.
bersegeralah mengenali diri kawan ! carilah teman atau guru yang bisa menuntun hidup dengan benar. segeralah bebaskan diri dari belenggu, untuk hidup keluar dari kuburan menuju alam terang.
@
terimakasih untuk catatannya… mengingatkan diri betapa keterperanjaan dan perangkap adalah bagian yang harus dihadapi dalam kehidupan ini…..
Zulfa berkata
Azab kubur itu ada…
Bagus berkata
Membaca uraian dari ibu Nur di atas…”Buku itu seharusnya tidak perlu ditulis, mubazir: buang-buang waktu bagi yang menulis, buang biaya dan waktu bagi yang membeli dan membaca. Kenapa? Untuk urusan akhirat kita tidak punya hak menentukan. Selama hidup di dunia inilah kita dapat berusaha untuk mendapatkan kehidupan akhirat yang bahagia atau sengsara. Ada atau tidak ada azab kubur, yang hidupnya lebih banyak dosanya dari pahalanya akan menerima siksaan di akhirat. Jadi buat apa dimasalahkan? Saya kuatir mencari uang dengan cara menulis buku seperti itu mungkin berdosa.”
Menurut pendapat saya hal ini tidak perlu diperdebatkan secara emosional kaya gitu, setiap orang kan mempunyai tingkat keimanan dan tingkat rasionalitas atau intelijensia atau kasarnya kepandaian yang tidak sama. Jadi kalau orang yang otaknya selalu berpikir mungkin sangat haus akan informasi seperti tulisan Bung agus Mustofa sehingga bisa dijadikan wawasan dan referensi yang Insya Allah saya pikir tidak akan mempengaruhi keimanannya.
Tetapi buat yang berpikiran sederhana “yang penting hidup di dunia untuk bekal kehidupan di akhirat” memang tidak saya sarankan untuk membaca buku kaya gini yang akan membuat bingung si pembaca itu sendiri.
Itu saja saran saya.
@
agus berkata
ok.saya setuju
Iqbal Masril Djanaik berkata
Marilah kita bertanya kepada orang yang pernah mengalami mati suri dan bagaimana ada Hantu, pocong, setan, jin, mahluk halus gentayangan di langit dan bumi lainnya ? Buktikan segera, pernahkah kita bertanya pengalaman dengan orang mati suri yaitu : manusia meninggal sebentar beberapa jam kemudian dihidupkan kembali oleh Allah SWT, maka carilah manusia seperti itu , pasti orang yang pernah mati suri akan protes terhadap buku Ternyata Azab Kubur Tidak Ada karangan Bapak Agsu Mustofa.
Apakah Bapak Agus Mustofa pernah mati suri ??? Maaf sebelumnya,
Terima Kasih
@
Pertanyaan penting juga, apakah saya sudah membaca buku Beliau… rasanya sih sudah, mungkin sebagian sy lupa juga… tapi rasanya tidak ada yang aneh dari tulisan Beliau. Sungguh lho, buat saya lebih mencerahkan…
Kalau soal mati suri.. saya tidak tahu, tapi saat tidur juga adalah mati juga. Lalu apa beda suri sama mati.
Salam dan terimakasih sudi berkunjung ke sini.
HaikalHardja berkata
ambil yang bagusnya, buang yang buruknya..
untuk saya, beberapa perkataan pak Agus Mustofa tidak konsisten antara satu buku dengan perkataannya yang lain, seperti salah satu contoh; di buku ternyata akhirat tidak kekal beliau menuliskan bahwa kita dibangkitkan seperti di”rewind” ( putar ulang ) dimana kita bangkit utuh dengan jasad.. tapi di prespektif agus mustofa yang lain dia bilang bahwa kita akan dibangkitkan berupa ruh saja..
janganlah buku buku agus mustofa ini dibilang “mencerahkan”..
kita punya al Qur’an untuk itu..
lalu entah dari padma press nya atau entah dari agus mustofanya sendiri.. terlalu banyak judul yang saya tangkap, dari tutur bahasanya… mencari sensasi..
@
). Koreksi dari Mas, kiranya membantu.
Saya juga sudah membaca buku akhirat tidak kekal, tapi sangat boleh jadi tidak seteliti Mas dalam membacanya. Terlalu banyak skip-skip nya…. Yang saya pahami sih, tidak ada yang aneh dalam konteksnya. Memang judulnya cukup ‘hot’, ada juga yang memang tumpang tindih (ataukah keliru edit ?), namun rinciannya cukup jelas. Saya coba deh baca lagi deh. Kalau dibilang mencerahkan (itu murni pandangan saya), bisa jadi emang saya tercerahkan (atau terkelabui
Salam, agor
rubondr berkata
Selamat Pagi, Pak Agorsiloku.
Saya tertarik sekali dengan komentar Pak HaikalHardja.
Terima kasih sebelumnya.
@
Sama-sama Pak
lagi lagi diky berkata
ALHAMDULILLAAHI ROBB AL ‘ALAMIIN YA ALLOOH …
@
Alhamdulillah….
Xa Se berkata
al Quran kitab suci yang universal dapat menyesuaikan dengan zaman sampai kapanpun…al Quran diturunkan pada masa nabi Muhammad SAW disesuaikan dengan zamannya, sehingga tidak mungkin menggunakan kalimat atau kata-kata ilmiah zaman sekarang..
Bagi kita yang hidup pada zaman sekarang ini sebaiknya memahami makna dari al Quran tersebut sesuai dengan kondisi yang ada zaman sekarang dan ilmu yang sudah berkembang pada saat ini.
Al Quran selalu dipakai sepanjang zaman, tidak pernah ketinggalan zaman karena ilmu ilmiah yang ada di Al Quran adalah ilmu dari Allah SWT..Ilmu yang berlaku sepanjang zaman…….
@
Amin. Pengertian ini juga yang menimbulkan banyak perdebatan dan aliran… aneh tapi wajar dan nyata. Oleh karena it, tidak sedikit pula yang menolak hal ini. Tidak sedikit pula yang berusaha untuk mengubah cara pandang terhadap pendekatan tafsir, akidah, syariat.. Masing-masing mengemuka dengan alasan masing-masing….
Fans Agus Mustofa berkata
Mudah mudahan Agus Taubat sebelum dia mati.. AMiiiin
@
Semoga, dan setiap ummat terutama ummat manusia, terlebih lagi ummat Islam, memohon ampunanNya adalah bagian yang tak terpisahkan dari perilaku ritual vertikal dan horisontal.
Pada setiap hembusan nafas, di setiap kata… di setiap menit, jam, hari, tahun… sampai tiba saatnya, tidak ada lagi kesempatan itu diberikan……
khainur mukhlis berkata
P. Agus Musthofa yang baik.
saya pribadi berucap, selam bertemu.
saya kagum pada karangan bapak, juga taktupa ucap saya pada pembaca yang benar-benar muslim.
selamat membaca karangan p. agus, walau saya hanya membaca judulnya saja, cukup mengerti.
wassalam
Rohedi berkata
Pada diskusi ini saya temukan hakiki dari ilmu manusia.
Kepastian akan “Ada” atau “Tidak Ada” nya siksa kubur mirip dengan kepastian kita menangkap “Angka 5″ atau “Gambar Burung” saat melepar uang pecahan logam 5 Rupiahan.
Probabilitas “fifty-fifty” sebagaimana yang dijustifikasi oleh Ilmu Statistik menunjukkan peluang ada atau tidak adanya siksa kubar itu sama besar. Artinya, menurut ramalan Ilmu Manusia ya siksa kubur itu memang bisa ada, dan bisa juga tidak ada. Tetapi jangan lupa bahwa peluang 1/2:1/2 kita dalam menangkap Angka 5 dan Gambar Burung itu adalah kesimpulan kalau kita sanggup melempar uang pecahan 5 rupiahan hingga tanpa batas waktu. Artinya, kalau lemparan uang logam tidak pernah mencapai kondisi stasioner, tentu ada keterbatasan dari Ilmu Statistik itu. Tetapi kita dengan mudah menyebut peluang 1/2:1/2 itu, yaitu nilai seper dari jumlah permukaan yang dilemparnya.
Dalam kontek Pak Agus M, mungkin beliau melempar pecahan logam yang sisi depan belakangnya berlebel “ada” dan “tidak ada”, dan ternyata sampai 1500 kali lemparan yang tertangkap olehnya selalu yang berlebel “tidak ada”, makanya dengan PD-nya Pak Agus M mengatakan “Siksa Kubur itu Tidak Ada”. Menurut informasi yang saya terima, kompetensi Pak Agus M adalah Fisika Nuklir. Apa ndak sebaiknya beliau menulis buku Pencerahan Tentang Fisika Partikel, sehingga taruhlah masyarakat di sekitar Gunung Muria dapat mengetahui dampak yang bakal mereka hadapi dari Pembangunan Pembangkit Nuklir di wilayah mereka dari se dini hari.
Ini dulu sumbangan diskusi dari saya,
Untuk Pak Agor salam kenal, dan selalu sukses…
Wassalam,
Rohedi.
@
Salam Pak Rohedi. Sungguh bernas catatan Mas, dan menarik untuk ‘didiskusikan’ kembali.
Mengenai kepastian ’siksa kubur’ dan judul yang dibuat Ustad Agus Mustofa.
Pada beberapa buku beliau, ada memang yang saya sendiri merasa membutuhkan elaborasi lebih mendalam, misalnya tentang Adam dan penciptaannya. Namun, untuk ’siksa kubur dan judul buku Agus Mustofa’, saya tidak menjumpai hal yang aneh. Malah Pak Agus mendudukan ‘masalah’ pada porsinya, dengan mengutip penjelasan dari Al Qur’an. Judulnya memang mengundang ‘kegelisahan’ sekaligus tantangan. Namun, itu juga wajar mengingat judul dibuat dengan pikiran untuk menggelitik pembacanya. Saya sedikit lupa lagi isi buku Pak Agus yang katanya ahli nuklir itu. Namun, kalau tidak keliru, konsepsi tidak ada siksa itu dalam pengertian siksa fisik. Namun, siksa dalam pengertian non fisik ada. Di alam kubur dijelaskan Al Qur’an, Fir’aun diperlihatkan neraka dan surga pagi dan petang. Jelas ini adalah sebentuk ‘teror mental’. Di bagian lain Al Qur’an dijelaskan cukup banyak antara lain, mereka sesungguhnya mendapatkan rahmat di sisiNya (yang meninggal berjihad), tiba-tiba terbangun dari tidurnya (ketika dibangkitkan). Jadi jelas ada beberapa kondisi yang disediakan Allah Yang Mahakuasa pada masa ‘menunggu’ yang disebut alam barzah tersebut, sebelum hari penghakiman tiba. Silogisme dari untaian penjelasan ini tampak bahwa siksa kubur dalam artian fisis tidak terjadi di alam barzah. Karena memang manusia belum dibangkitkan, belum disatukan kembali tulang belulang yang tercerai berainya. jadi tidak akan disiksa dalam bentukan fisik. Jika, kita terima adanya siksa kubur seperti neraka. Ini juga menyalahi logika bahwa belum diputuskan hukuman, tapi sudah dihukum. Ini yang saya pahami dari buku Agus Mustofa.
Probabilitas dalam pengetahuan manusia dan Al Qur’an.
Tidak ada ilmu statistik yang cukup untuk mendeteksi sebuah kejadian seperti ini. Namun, tentu tidak bagi Allah Swt. Allah memegang keseluruhan ilmu di langit dan bumi, jadi tidak ada masalah keputusan kejadian apa yang di mata kita saat ini akan terjadi. Atau ringkasnya, Allah tidak menggunakan pengetahuan statistik untuk menjelaskan janji dan bagian-bagian kecil dari ilmuNya. Dengan logika ini, maka memahami Al Qur’an juga lebih ke arah memahami petunjukNya. Dengan kata lain, logika probabilitas ‘rasanya’ kurang tepat diterapkan dalam pemahaman untuk memahami keberadaan siksa kubur. Dengan penjelasan kemungkinan fifty-fifty, bisa menimbulkan pengertian lain dari pembacanya. Sedangkan dari sisi Al Qur’an dan Hadis saja, ada perbedaan pemahaman yang dimunculkan oleh para pendahulu kita.
Kemungkinan kejadian tentunya hadir karena manusia dan ilmunya tidak bisa mendapatkan ‘kepastian kejadian’ atau memastikan saat kejadian. Jadi, Pak Rohendi dengan pengetahuan apapun yang dimiliki semua manusia, tentu tidak dapat memperkirakan dan menghitung, kapan Presiden Amerika datang ke Indonesia dan buang air kecil di sekolahnya dulu sewaktu Obama kecil di Indonesia.
Kira-kira ini pandangan saya mengenai buku ini. Mohon maaf jika keliru. Jangan segan meluruskan ya Pak.
Wassalam, agor.
ariari berkata
inilah sisi manusia yang sangat disukai oleh setan
sudah menjadi takdirnya setan akan selalu berusaha menjauhkan manusia dari petunjuk Allah
keingintahuan manusia akan hal-hal yang digaibkan oleh Allah (dengan tidak adanya petunjuk yang definitif di Al Quran, keterbatasan indera manusia, dll) menjadi pintu masuk setan untuk mengacaukan pikiran dan hati kita
di sinilah keimanan kita diuji, di manakah kita akan menempatkan akal, nafsu dan harkat kita sebagai manusia di hadapan ayat-ayat Allah
“(Dia adalah Tuhan) Yang Mengetahui yang gaib, maka Dia tidak memperlihatkan kepada seorang pun tentang yang gaib itu” (Al-Jin : 26)
OLALA berkata
ada sebuah gambaran begini :
ada beras ketan beratnya 10 kg dicampur dengan beras cisedani 1 kg diaduk2 sampai rata, orang mengatakan bahwa ketan itu adalah palsu, pertanyakannya : masih enggak ketan aslinya didalam campuran itu ? nahhh… yang mampu membedakan hanya manusia yg memiliki akal dan fikir. maksudnya apabila didalam buku Bp. A. Mustofa ada sisi baik dan buruk ya tinggal ambil aja yang dikehendaki yang baik atau yang buruk, bebas. islam itu merdeka, tulus, ikhlas, kasih, sayang dst. kalau kita mengaku orang islam, hargai maksud baik dari Bp. Agus. saya yakin seyakin2nya bahwa pak agus sudah membuktikan secara nyata apa yg ditulisnya, dan beliau sudah kenal dan tahu siapa yang harus disembah, bukan hanya sekedar katanya. Ingat tuhan itu ada dan wujud, Quran itu petunjuk untuk orang hidup bukan orang mati, tujuan manusia setelah mati itu innalillahi…. bukan surga atau neraka, dsb.
insyallah!!
konyol berkata
@Olala
Quran itu petunjuk untuk orang hidup bukan orang mati, tujuan manusia setelah mati itu innalillahi…. bukan surga atau neraka
Bisa dijelaskan maksud (QS 53:25)
“fa-lillahil akhirahtu wal ula”
maka hanya bagi Allah kehidupan akhirat dan kehidupan dunia.
haniifa berkata
@Mas/mba Olala
“tujuan manusia setelah mati itu innalillahi…
Wa qola Allahu ta’ala :: “inna andarnaakum ‘adzaban qoriba” (Sesungguhnya Allah telah memperingatkan kepadamu siksa yang dekat)
Wa yaa qulul kafiru :: “Yaa laitani kuntu turabaa” (“Alangkah baiknya sekiranya aku dahulu adalah tanah“
Mohon penjelasan secara reaksi fisi atau fusi, hai ahli fisika nuklir ?!
Wassalam, Haniifa.
agorsiloku berkata
Kalau ditanya, apakah tujuan manusia itu innalillahi, “rasanya” (dalam tanda petik) akan menjawab tidak !. Namun, apakah manusia akan dikembalikan kepada penciptaNya dan segala yang menyertai kehidupan manusia. Jawabnya : So pasti, ini sudah ketentuan/takdir Allah Swt. Semua akan dikembalikan kepadaNya. Manusia dalam proses dan segala prosesnya akan kembali kepada Sang Pencipta, namun manusia yang bertujuan untuk kembali kepadaNya. Merasakan bahwa pada setiap alunan nafasnya dan segala denyut jantung dan asanya bertujuan untuk mencapai-Nya, dari data dan fakta keberagamaan, jauhlah dari situ. Kebanyakan manusia justru mengingkari pengakuan dan “kenyataan” bahwa ia akan dikembalikan kepada penciptaNya. Sebagian dari mereka (kalau tidak kita katakan sebagian besar), alangkah baiknya sekiranya aku dahulu adalah tanah !.
Tujuan menentukan arah dan penyikapan.. bukankah ini juga yang teramat sangat sering kita melihat kita ingkari pula…. Jauh di dasar hati itulah, kemudian didekatkan dengan asa, rasa, logika, dan kesadaran bahwa kita akan kembali pada Allah azza wa jalla.
Keangkuhan, cinta dunia, adalah bagian-bagian yang membuat kita lupa jalan kembali. Dikembalikan dalam berbagai nash ada pada dua pilihan : Surga dan Neraka. Keduanya adalah dua tujuan yang hanya dipilih salah satunya. Pilihan suka atau terpaksa…. Mendapatkan dan berusaha meraih pengampunan adalah bagian untuk memilih suka (tentu pula yang menyadari dan berharap tujuan ini ada pada seluruh proses keberimanan dan keberpikiran manusia).
Wassalam, agor
Dono berkata
Assalamualaikum Warohmatulahi Wabarakatuh pak Agor.
Alangkah baiknya sekiranya aku dahulu adalah tanah?
Sangat sedih.
Sudikah kiranya kita mengingatkan saudara-saudari kita kepada Allah,karena ini adalah termasuk tugas kita juga.
Wassalamualaikum Warohmatullahi Wabarakatuh.
ifthitah berkata
ass..
buat semua para cendekia..saya jadi bingung, pada khirnya..( kasiankan ..)jadi mikir, kalo kita gak kekal,berarti suatu saat akan musnah, padahal pernah saya dengar, : di surga..mereka kekal didalamnya, jadi manusia kekal juga ? piye.. pusing pusing… ( ayatnya gak tau, tapi adalah yang mirip mirip gitu ) kapan manusia musnah tanpa bekas alias hilang dari berbagai alam…
please para cendekia, tolong dijelasin dan kayaknya harus, panjenengan semua di forum ini bertanggungjawab lho..
matur suwun sanget..
gambir berkata
ASS.
YA AKU SEIDE DENGAN IFTHITAH.
PERTANYAANNYA JELAS DAN PASTI : KITA MANUSIA KEKAL GA ? KALO MISAL ADA YANG KEKAL DI NERAKA OR SYURGA, TAPIKAN GA MUNGKIN MANUSIA/ MAKHLUK KEKAL ATAU BAQO ?? ( JUST ONLY ALLAH ) KALO ENGGAK KEKAL, TERUS GIMANA AKHIR DAN PENGHABISANNYA KISAH SEMUA CIPTAAN ALLAH ITU ?
GIMANA NIH ?
JAWAB YA, KALO GA PASTI, INILAH KESIMPULAN SEMUA INI.
CUMA DUA KATA : ” WALLAHU ALAM “.
WASS.
konyol berkata
@Mas Gambir
Apa @mas waktu orok tau, kehidupan ini fana ?!
Padahal punya ruh, mata, telinga, otak, hati…de.el.el
WAHYU kodar berkata
AGUS MUSTOFA | PENDAPATKU TENTANG AGUS MUSTOFA
rizky darmawan berkata
inilah buktinya kalo memahami agama dengan akal-akalan…. tidak pernah tuntas dan cape deeeh…wong menjelaskan masalah gaib dengan sarjana nuklir bagaimana toh jadinya….hadist Nabi tidak digubris…ini murtad namanya.
rizky darmawan berkata
ketika saya baca halaman pertama buku karangan agus mustafa…. saya hampir muntah… sebabnya apa….bagaimana saya ngga muntah….pak agus yang lahir th 1900an bisa cerita masalah gaib milyaran tahun yang lalu tanpa dukungan dalil dari Al-Qur’an dan Hadist yg shahih…. supaya ngga muntah lagi ya saya setop bacanya….kalo cerita masalah nuklir.. fisika yaa bolehlah…tapi ehh malah terbit lagi judul berikutnya rupanya berseri…waduh proyek rupanya….siapa ya yg modalin….
rizky darmawan berkata
kalo mau selamat hidup dunia akhirat jangan memahami islam seperti agus mustafa… sebab dia itu pake akalnya sendiri… saya juga bisa atuh.. ngga kebayangin berapa versi islam jadinya kalo banyak orang spt agus mustafa… wahai agus mustafa insyaflah… mengapa engkau pakai hawa nafsumu untuk menodani islam ini…. walaupun engkau ulas dgn bahasa yang afik…. syubhat racun berbahaya tsb terlihat jelas bagi mereka yg memiliki ilmu dien….ya Alloh engkau saksikan hambamu telah menyampaikan.
konyol berkata
@Rizky Darmawan
siapa ya yg modalin…. ?!
Yang modalin adalah Negara yang punya teknologi Nuklir, tapi jika negara lain mau menimba ilmu tentang nuklir boleh asal tiori begitu praktek langsung di VETO.
Kesimpulan : Agus Mustofa frustasi, latas nyari duit lewat judul buku yang keblinger….
hambali furnawan berkata
Assalamu’alaikum Wa Rahmatullahi Wa Barakatuh
MAN ‘ARAFA NAFSAHU FAQAD ‘ARAFA RABBAHU
Siapa yang kenal dirinya akan Mengenal Alloh
Dengan Menyebut Nama Allah Yang Maha Pengasih Lagi Maha Penyayang.
Kami akan memperlihatkan kepada mereka tanda-tanda (kekuasaan) Kami di segenap ufuk dan pada diri mereka sendiri, sehingga jelaslah bagi mereka bahwa Al Qur’an itu adalah benar. Dan apakah Tuhanmu tidak cukup (bagi kamu) bahwa sesungguhnya Dia menyaksikan segala sesuatu? (QS. 41:53)
Maha Benar Allah dengan segala Firman-Nya.
Wasalamu’alaikum Warahmatullahi Wa Barakatuh
aburahat berkata
@Gambir
Dunia yang kita tempati sekarang adalah fana tapi akhirat baqa/ kekal.
Firman Allah: QS 87:17. Sedang kehidupan akhirat adalah lebih baik dan lebih kekal.
Firman Allah: QS 72:23. Akan tetapi (aku hanya) menyampaikan (peringatan) dari Allah dan risalah-Nya. Dan barangsiapa yang mendurhakai Allah dan Rasul-Nya maka sesungguhnya baginyalah neraka Jahannam, mereka kekal di dalamnya selama-lamanya.
Dan masih banyak lagi Firman Allah mengenai hidup KEKAL. Wasalam
bayo regar berkata
kita wajib tunduk kepada al-qur’an dan as-sunnah as-shahihah sesuai dengan pemahaman para sahabat nabi saw dan orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik. hati-hatilah dengan orang-orang yang beragama dengan menggunakan akal diatas segala-galanya, karena kalaulah agama ini hanya dengan akal saja, maka akal siapa yang menjadi tolak ukur dalam menentukan mana yang benar dan mana yamg salah. ketahuilah bahwa diutusnya para nabi dan rasul kepada kita untuk menyampaikan kebenaran, walaupun itu tidak bisa dicerna oleh akal kita, tetapi kita wajib menerimanya.
bayo regar berkata
hati-hati dengan pemahaman agus mustafa, karena pemahamannya lebih berbahaya dibandingkan dengan singa yang kelaparan, lebih berbahaya daripada para koruptor, lebih berbahaya daripada pembunuhan dan dosa-dosa besar lainnya, karena pemahaman agus mustofa banyak yang dapat menyebabkan kemurtadan, wallahu a’lam
bayo regar berkata
31 May 2008 | 15 komentar
Kategori: Manhaj
Awas, Musuh Dalam Selimut!
Pembaca yang budiman, di masa Rosululloh shollallohu ‘alaihi wa sallam masih hidup ada dua golongan musuh Islam yaitu orang kafir dan orang munafiq. Di antara kedua golongan ini orang-orang munafiq adalah yang paling berbahaya bagi ummat Islam, karena mereka mengaku Islam namun pada hakekatnya menghancurkan Islam dari dalam. Dan hal ini senantiasa terjadi di sepanjang jaman, begitu pula di jaman kita sekarang ini bahkan di negeri yang kita tinggali ini.
Alloh Ta’ala memerintahkan kepada Nabi dan orang-orang yang beriman supaya berjihad melawan orang-orang kafir dan munafiq. Alloh berfirman, “Wahai Nabi berjihadlah (melawan) orang-orang kafir dan orang-orang munafiq dan bersikap keraslah pada mereka. Tempat mereka ialah neraka Jahannam. Dan itulah tempat kembali yang seburuk-buruknya.” (At Taubah: 73)
JIL Mengganyang Islam
Salah satu musuh yang kini tengah dihadapi ummat Islam adalah ajaran sesat yang dibawa oleh Jaringan Islam Liberal/JIL. Sehingga kerancuan yang mereka tebarkan perlu dibantah, apalagi orang-orang yang membawa pemikiran sesat ini adalah tokoh-tokoh yang digelari cendekiawan, kyai dan intelektual. Sebenarnya pernyataan mereka terlalu menyakitkan untuk ditulis dan disebarluaskan, namun demi tegaknya kebenaran maka dalam kesempatan ini akan kami bawakan beberapa contoh kesesatan pemikiran mereka yang dengannya pembaca akan mengetahui betapa rusaknya akidah Islam Liberal ini.
Orang JIL Tidak Paham Tauhid
Nurcholis Majid menafsirkan Laa ilaaha illalloh dengan arti “Tiada tuhan (t kecil) kecuali Tuhan (T besar)”. Padahal Rosululloh, para sahabat dan para ulama dari jaman ke zaman meyakini bahwa makna Laa ilaaha ilalloh adalah “Tiada sesembahan yang benar kecuali Alloh”. Dalilnya adalah firman Alloh, “Demikian itulah kuasa Alloh Dialah sesembahan yang haq adapun sesembahan-sesembahan yang mereka seru selain Alloh adalah (sesembahan) yang batil…” (Al Hajj: 62). Nah, satu contoh ini sebenarnya sudah cukup bagi kita untuk mengatakan bahwa ajaran JIL adalah sesat karena menyimpang dari petunjuk Rosululloh dan para sahabat. Walaupun dalam mempromosikan kesesatannya mereka menggunakan label Islam, tapi sesungguhnya Islam cuci tangan dari apa yang mereka katakan.
Orang JIL Tidak Paham Kebenaran
Ulil Abshar (seorang tokoh JIL -ed) mengatakan bahwa semua agama sama, semuanya menuju jalan kebenaran, jadi Islam bukan yang paling benar katanya. Padahal Al Qur’an dan As Sunnah menegaskan bahwa Islamlah satu-satunya agama yang benar, yaitu Islam yang dibawa oleh Nabi Muhammad shollallohu ‘alaihi wa sallam. Alloh Ta’ala berfirman, “Sesungguhnya agama yang benar di sisi Alloh hanyalah Islam.” (Ali Imron: 19). Nabi juga bersabda, “Demi Dzat yang jiwa Muhammad berada di tangan-Nya. Tidaklah ada seorang pun yang mendengar kenabianku, baik Yahudi maupun Nasrani kemudian mati dalam keadaan tidak beriman dengan ajaran yang aku bawa kecuali pastilah dia termasuk di antara para penghuni neraka.” (HR. Muslim). Kalau Alloh dan Rosul-Nya sudah menyatakan demikian, maka anda pun bisa menjawab apakah yang dikatakan Ulil ini kebenaran ataukah bukan?
Orang JIL Tidak Paham Islam
Para tokoh JIL menafsirkan Islam hanya sebagai sikap pasrah kepada Tuhan. Maksud mereka siapapun dia apapun agamanya selama dia pasrah kepada Tuhan maka dia adalah orang Islam. Allohu Akbar! Ini adalah Jahil Murokkab (bodoh kuadrat), sudah salah, merasa sok tahu lagi. Cobalah kita simak jawaban Nabi ketika Jibril bertanya tentang Islam. Beliau menjawab, “Islam itu adalah engkau bersaksi bahwa tidak ada sesembahan yang haq kecuali Alloh dan bahwasanya Muhammad adalah utusan Alloh, engkau menegakkan sholat, menunaikan zakat, berpuasa di bulan Romadhon dan berhaji ke baitulloh jika engkau sanggup mengadakan perjalanan ke sana.” (HR. Muslim). Siapakah yang lebih tahu tentang Islam; Nabi ataukah orang-orang JIL?
Orang JIL Menghina Syari’at Islam
Ulil Abshor mengatakan bahwa larangan kawin beda agama, dalam hal ini antara perempuan Islam dengan lelaki non-Islam sudah tidak relevan lagi. Padahal Alloh Ta’ala telah berfirman, “Pada hari ini Aku telah sempurnakan bagi kalian agama kalian dan Aku telah cukupkan nikmat-Ku atas kalian dan Aku telah ridho Islam menjadi agama kalian.” (Al Ma’idah: 3). Kalau Alloh yang maha tahu sudah menyatakan bahwa Islam sudah sempurna sedangkan Ulil mengatakan bahwa ada aturan Islam yang tidak relevan -tidak cocok dengan perkembangan jaman- maka kita justeru bertanya kepadanya: Siapakah yang lebih tahu, JIL ataukah Alloh?!
Orang Bodoh Kok Diikuti?
Demikianlah beberapa contoh kesesatan pemikiran JIL. Kita telah melihat bersama betapa bodohnya pemikiran semacam ini. Kalaulah makna tauhid, makna Islam adalah sebagaimana yang dikatakan oleh mereka (JIL) niscaya Abu Jahal, Abu Lahab dan orang-orang kafir Quraisy yang dimusuhi Nabi menjadi orang yang pertama-tama masuk Islam. Karena mereka meyakini bahwasanya Alloh-lah pencipta, pengatur, pemberi rizki, yang menghidupkan dan mematikan, yang mampu menyelamatkan mereka ketika tertimpa bencana, sehingga ketika mereka diombang-ambingkan oleh ombak lautan mereka mengikhlashkan do’a hanya kepada Alloh, memasrahkan urusan mereka kepada-Nya.
Namun dengan keyakinan semacam ini mereka tetap saja menolak ajakan Nabi untuk mengucapkan Laa ilaaha illalloh. Bahkan mereka memerangi Rosululloh, menyiksa para sahabat dan membunuh sebagian di antara mereka dengan cara yang amat keji. Inilah bukti bahwa orang-orang JIL benar-benar tidak paham Al Qur’an, tidak paham As Sunnah, bahkan tidak paham sejarah!!
Himbauan
Melalui tulisan ini kami menghimbau kepada segenap kaum muslimin agar menjauhi buletin, majalah, website, siaran TV atau radio yang digunakan oleh JIL dalam menyebarkan kesesatan mereka dan bagi yang memiliki kewenangan hendaklah memusnahkannya. Karena Alloh Ta’ala telah memerintahkan, “Wahai Nabi berjihadlah (melawan) orang-orang kafir dan orang-orang munafiq dan bersikap keraslah pada mereka. Tempat mereka ialah neraka Jahannam. Dan itulah tempat kembali yang seburuk-buruknya.” (At Taubah: 73). Dan ketahuilah bahwasanya tidak ada yang bisa membentengi kaum muslimin dari kebinasaan kecuali dengan kembali berpegang dengan Al Qur’an dan As Sunnah serta pemahaman para salafush sholih (sahabat dan murid-murid mereka). Dan Rosululloh telah menegaskan bahwasanya ilmu itu hanya bisa diraih dengan cara belajar (lihat Fathul Bari). Semoga tulisan yang singkat ini bisa meruntuhkan kerancuan-kerancuan yang ditebarkan oleh musuh-musuh Alloh dan Rosul-Nya.
Imam Al Auza’i berpesan, “Wajib atas kalian mengikuti jejak salaf (para sahabat) walaupun banyak manusia yang menentangmu. Dan waspadalah dari pemikiran-pemikiran manusia meskipun mereka menghiasinya dengan perkataan-perkataan yang indah di hadapanmu”. Hanya kepada Alloh-lah kita memohon perlindungan. Wallohu a’lam.
elzach berkata
Assalamualaikum Wr Wb.
Ada 2 pertanyaan menarik di forum ini,
1. Apakah akhirat, surga dan neraka itu kekal?
2. Apakah azab kubur itu ada?
Pertanyaan yang sama pernah ditanyakan teman saya di suatu waktu, saat itu kami menghadiri pengajian Ramadhan tentang panasnya Neraka,
usai pengajian teman saya bertanya, apa benar Neraka itu ada seperti kata penceramah tadi? Jika dengan sepanas itu, yang jika ring rantai neraka saja bila diletakkan bumi maka tembuslah bumi itu, dan jika ada selubang jarum neraka yang bocor akan sanggup menghangus bumi seketika, …bukankah itu jauh lebih panas dari nuklir? Bukankah manusia langsung musnah terkena panas sedahsyat itu?
Saya menjawab, “entahlah itu adalah ilmuNya Allah, sesungguhnya Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu, panas mendidih atau dingin sejuk nikmat, hidup atau mati, atau berbangkit lagi adalah mudah bagiNya..”
Tapi jika kita analogikan dgn hal yang sederhana, manusia saja bisa membuat bola lampu dan saklar, selama manusia itu menginginkan lampu itu berkedip, yaitu hidup-mati-hidup-mati-hidup-mati-hidup dst maka itulah yang terjadi.., esensinya bukanlah pada lampu itu, tapi manusia yang membuatnya hidup-mati hidup dst.
Jika Allah menetapkan azab yang kekal di neraka, esensinya bukan pada jasad ataupun jiwa manusia, esensinya adalah kehendak Allah, dan Allah maha Kekal dan Maha Kuasa, selama Dia menjamin bahwa itu terus berlangsung, maka apa yang dikehendakiNya terjadilah !!
Giliran saya bertanya ke teman saya itu, “ apakah engkau bisa membuktikan adanya neraka dan kekal didalamnya?” , teman saya menjawab,” tidak.. apakah engkau bisa?”
Saya menjawab, “ tidak…, tapi cobalah lihat ledakan nuklir matahari yang setiap hari kita lihat, itu adalah peringatan nyata buat kita, energi permukaannya saja 2 juta derajat celcius, sanggup menjadikan besi menjadi uap seketika, atau bahkan lebih panas dari itu karena ada banyak bintang yang jauh lebih panas dari matahari…Allah Maha Kuasa menciptakan api sedahsyat itu !
Dan mengenai azab yang kekal di neraka, coba kita renungi, (lalu saya menatap wajahnya) coba pejamkan mata anda, dia bertanya” ada apa?”, saya jawab” coba saja”, kemudia dia memejamkan matanya, lalu saya bertanya lagi, “apakah anda merasakan keberadaan diri anda? “, dia jawab ” ya…tentu saja”, “ok..sekarang buka mata anda..”
Lalu saya mencoba bertanya, “andai kata anda di hancurleburkan, apakah perasaan keberadaan anda itu hilang?”, dia jawab “ tidak hilang.. akan selalu ada”, lalu saya tanya lagi,” ..Dan andai kata anda dibangkitkan dengan perasaan keberadaan anda itu, apakah anda akan berganti identitas dengan orang lain? “, dia menjawab, “ tidak…itu tetap adalah diri saya”…, akhrnya saya berkata,” nah seperti itulah keadaan diakhirat nanti, anda tidak akan berubah menjadi identitas orang lain, pertanggung jawaban dipikul oleh diri anda sendiri, dan ketika ‘jika’ disiksa di Neraka keberadaan diri anda tidak akan musnah …walaupun setelah dihancurkan..diberi kulit lagi..dihancurkan..diberi kulit lagi..demikian seterusnya…jadi nggak hanya ruhnya saja…
“[4.56] Sesungguhnya orang-orang yang kafir kepada ayat-ayat Kami, kelak akan Kami masukkan mereka ke dalam neraka. Setiap kali kulit mereka hangus, Kami ganti kulit mereka dengan kulit yang lain, supaya mereka merasakan azab..” (An Nisa’ :56)
(Naudzubillah….Astaghfirullah….)
Begitu pula keadaan kekal di Syurga, selama Allah yang Maha Kekal menjamin, maka terjadilah segala apa yang dikehendakiNya itu..!
Sekarang kita tinggal pilih kekal di Neraka atau kekal di Surga…
Lalu bagaimana dengan azab kubur?, demi Allah…membayangkan alam kubur saja sudah merinding ngeri, apalagi membayangkan Neraka!,
Tentu saja bagi orang-orang yang beriman dan beramal shaleh dijanjikan atas mereka karunia Surga dan tidak ada kekhawatiran atas mereka mengenai keadaan mereka di alam kubur, beda dengan yang selama hidupnya mengundang murka Allah, patutlah kiranya khawatir tentang alam kubur….apapun yang mereka lihat dan rasakan… tak kan sanggup kita membayangkannya…mau coba?
Assalamual’aikum Wr Wb
achmad sasmito berkata
Yth. Anna Ratnawati
Manajemen PADMA Press
di
Tempat
As ww
Membaca buku Terpesona di Sidratul Muntaha, halaman 34, alenia ke 4 disebutkan bahwa nabi Muhammad SAW, Malaikat Jibril, dan Bauroq menuju ke ruang angkasa ( Sidratul Muntaha ) dengan kecepatan cahaya 300.000 km/dt. Jika bintang terdekat Alpha Century masih dalam lingkup langit pertama, dimana berdasarka referensi ditempuh dalam kurun waktu 4,4 tahun cahaya, maka muncul pertanyaan apakah Sidratul Muntaha lebih dekat dengan bintang Alpha Century ? ( ditaksir sekitar 4,4 tahun cahaya atau setara dengan dengan 42 x1012 km atau sebut 42 trilyun kilometer). Karena perjalanan Nabi hanya dalam kurun waktu semalam saja. Disamping itu juga pada alenia ke lima juga disebutkan bahwa dalam alam semesta ini kecepatan tertinggi adalah cahaya; Apakah itu betul adanya, inilah yang menjadi perhatian saya saat ini.
Berdasarkan kajian yang saya lakukan justru agak berberbeda dengan yang dilakukan oleh Bp Agus Mustofa ada kecepatan yang lebih tinggi yaitu perjalanan Isra’ Mi’raj itu sendiri.
Untuk menguji atau meluruskan hasil kajian yang saya lakukan ini mohon kiranya Bu Anna dapat memberikan alamat email Bp Agus Mustofa dan Prof Dr.Ir Mohammad Nuh, Rektor ITS, Arif Afandi, Pimpinan Redaksi Jawa Pos, Dr Ahmad Zahro MA, Ketua himpunan Alumni Timur Tengah Jatim, Drs Latief Burhan MA Dekan FMIPA Unair Surabaya, dan DRs A Mukarram, M Hum Dosen Ilmu Falak IAIN Sunan Ampel Surabaya, seperti yang tertera dalam sampul belakang buku tsb,
Selanjutnya nantinya akan saya kirim hasil kajian saya tersebut ke alamat tsb diatas, mungkin dapat digunakan sebagai bahan menambah wawasan diantara kita. Tks
Wassalam
Achmad Sasmito
Kepala Bidang Litbang Meteorologi, BMKG Jakarta
Jl. Angkasa I No 2, Kemayoran
Jakarta Pusat
achmad_sasmito@yahoo.co.id
ali abdullah berkata
sejauh mana anda bisa membuktikan secara otentik penelitian tentanghal itu, apakah data yg anda dapat tersebut memiliki keakuratan 100% tau kira mendekati saja, yg mana bisa menjadi suatu kepastian?Kita ketahui bersama hasil pengamatan or penelitian yg selama ini mampu dicapai manusia tidak semuanya menghasilkan pengetahuan pasti, yg mana diantaranya hanya mencapai derajat hipotesa, belom lagi hasil pengamatan yg mengandalkan indera terkadang bisa salah terkadang bisa benar, tolong siapapun yg ahli dalam hal ini bisa menunjukkan tafsiran logika terhadap ayat2 Allah dengan ilmu pengetahuan yg berkembang saat ini diamana tafsiran itu merupakan tafsiran yg tak terbantahkan,sebutkan bagaimana akurasi analisa itu, analisis statistik akrasi data yg diberikan jika telah dilakukan penagamatan or penilitian, maupun pembahasan dari segi ilmu pengetahuan secara komprehensif,makasih
haniifa berkata
Kecepatan cahaya sendiri juga masih dihitung pakai teori… hehehe
qarrobin berkata
cahaya(foton) memiliki nilai konstanta
namun beda dengan sesuatu yang memacu kecepatannya hingga mendekati kelajuan cahaya
ketika Muhammad mi’raj dengan bouraq, ketika bouraq melaju dari v=0 ke v=mendekati c
maka sesuai dengan rumus Einstein, jarak/ruang akan memendek.
Jadi berapapun jauhnya diameter semesta, akan bisa tercapai dalam beberapa detik saja.
Kecepatan bouraq itu sendiri labih cepat dari cahaya.
Ketika kelajuan bouraq sama dengan c
maka ruang 3 dimensi semesta akan menjadi 1 dimensi, yang disebut sebagai gray nullity
Semoga bermanfaat
Yudhi berkata
Assalamu’alaikum saudara ku Agus Mustofa
Ada sedikit kutipan kata yang jujur ketika Imam Ali menasehati putra beliau Syaich Muhammad Hasan r.a “Wahai anakku jangan berkata jika dirimu tidak mengetahui sesuatu hal,meskipun hanya sedikit,kelak itu yang akan menyelakakan dirimu dihadapan robbu khodi jallil” (Nahjul Balagha).
Wahai saudraku, telalu banyak yang tidak kita mengerti tentang sebuah rahasia Allah s.w.t,ttg alam semesta ini,kadang keegois an akal kita yang kelak akan membinasakan kita.Kalau pun itu sebenarnya adalah sedikit dari nilai sebuah esesi sebuah ilmu Allah S.W.T sendiri,sebelum kita benar-benar masuk dan hidup dalam proses pengetahuan kita tetang Allah sendiri dan tentang kebenaran ilmu,Kalaupun menurut saudara ku itu benar,menurut diri saya bagaimana,lebih dihadapan sang Pemilik ilmu itu sendiri.
agorsiloku berkata
Mas Yudhi, catatan sampeyan menarik
juga bahwa dalam sebuah proses dan akal diberikan, maka pertanyaan, penarikan kesimpulan dilakukan. Jika didasari untuk mendekatkan diri pada Sang Pecipta? — dan segala sesuatu — tergantung niatnya.
sinambela, Raja Batak berkata
Alhamdulillaah
Seorang pak Agus musthofa sudah membuka nuansa baru dalam pengkajian ayat2 alqur’an
Banyak orang membaca alqur’an tapi tidak menyimak maknanya, dan perlu di ketahui bahwa Qur’an di Indonesia tercinta ini sudah menjadi bahan cemoohan, disebabkan dangkalnya ilmu dlm memaknai Alquran. Alquran bukan hanya utk di baca, tapi di refleksikan dalam hidup keseharian kita. Sebab Quran diturunkan untuk tuntunan, bukan utk dipertontonkan.
Antara lain yg menyebabkan Quran itu tak nyawa lagi adalah banyaknya khilafiah2 ulama yang membatasi nilai gerak kerangka berfikir umat. Walhasil pengetahuan tentang alQur’an terhadang oleh sebuah tanda tanya yang sangat besar. Inilah yg di takutkan Rosulullaah sollalloohu ‘alaihiwasallam pada ketika beliau melarang para sahabat membukukan Alqur’an. Sebab dikhawatirkan nantinya Alqur’an itu hanya sebuah ajang perdebatan. Toh sudah jelas kog ayat pertama yg diturunkan itu dlm surah IQRA’, klu kita fikirkan diturunkan kpd seorang manusia yg buta huruf dan dan tak bisa membaca, ada apa di balik IQRA’ (baca) tersebut, apakah hanya sebatas membaca atau mengkaji.
Bagi saya yg terhormat pak Agus musthofa maju terus dgn karya2mu semoga diridhoi dan dirahmati Allaah yg senantiasa berintai-intaian dengan kita, amien ya robbal ‘aalamien
sahrul,sinambela, Raja Batak berkata
Maha suci Allaah yg sudah memberikan petunjuk kepada kita namun kita selalu suka berdebat yg nilainya hanya utk bersitegang urat mempertahankan ke-egoan masing2.
Yang mulia pak Agus, sedikit kisah hidup saya, mulai dari kecil saya tidak kenal agama, walaupun saya di lahirkan oleh seorang ibu yg muslimah, sbb sewaktu saya msh kecil beliau meninggal dunia. Kehidupan saya morat marit. Saya mulai mengenal hidup pasaran dan jalanan. Apapun jenis minuman yang saya mau saya tenggak, begitu pula dgn makanan, halal haram bagi sya waktu itu hanya sebatas ucapan dibibir orang iseng.
Hingga akhirnya saya bergabung dgn mafia2 asia tenggara yang beroperasi diselat malaka sekitar dari tahun 1992 ke 1995, sewaktu itu perjalanan kami menuju Thailand kepulauan berbats dengan selat ogu, Kapal kami dihantam badi dan terlanggar karang dan akhirnya kami menyelamatkan diri masing2. Dalam kejadian itu kami 8 orang, saya hanya bergayut pada sebuah drigen minyak, dan pda titik akhir saya gak kuat lagi, saya berteriak, padahal waktu itu saya sudah 3 jam di tengah2 laut pukul 3 pagi, Kawan2 saya sudah hanyut terbawa arus entah kemana. Disaat saya kritis dan penuh harap minta tolong,,,dgn teriakan namun tak ada yg mendengarkan,,toooloooooongg…..disela2 ketidak mampuan fisik saya waktu itu ad satu bisikan halus dan lembut, HANYA KEPADA ALLAAH LAH KAMU DPT MINTA PERTOLONGAN< dan selepas itu detak jantung saya berdenyut hebat seraya terisi oksigen, dan akhirnya saya terdampar di kepulauan mersing malaysia. Seminggu selepas itu saya ditemukan org kampung yg di sekitar pantai, dalam keadaan yang tak bernyawa kata meraka. Namun secara perlahan saya tersentak ketika mendengar bisikan halus seperti sewaktu saya akan tenggelam pada beberapa hari yang lalu, dan Dua hari
selepas itu saya di pertontonkan dgn jasad2 rekan2 saya yang sudah rusak, ada yg sebagian dimakan ikan dlsb.
Semenjak itu denyut jantung dan nadi saya serasa berdenyut mengucapkan ALLAah2 tanpa henti, dan dari situlah saya memulai petualangan mencari siapa yg memberikan bisikan dan menyisipkan denyut kalimat Allaah2 itu, Akhirnya kini kutemui, Alhamdulillaah, berkat doa saudara2 seiman. Akhir kata saya sepakat bahwa pak agus adalah tokoh spiritual yang mencongkel kebekuan aqidah umat yang mau faham dan membacanya, .
Teruskan perjuanganmu yaAmirul mukminien, Alhamdulillaah, Astaghfirullaah.
Bimasakti berkata
Semua analisa tentang hidup sesudah mati dengan pendekatan rasional adalah spekulasi belaka, dan Agus Mustofa adalah Biangnya Spekulasi …. Kenyataannya tidak pernah orang mati kembali hidup untuk bercerita tentang kematian sebagai narasumber Sahih.
Al-Quran dan Al-Hadist Rasullullah adalah Final dan Sempurna … Banyak Merasionalkan Al-Quran dan Al-hadist hanya membuat orang berbantahan sebab 1000 tafsir dapat dibuat dengan nalar seliar apapun. Sebagai orang Islam yang artinya adalah Tunduk dihadirat Allah, yakinilah Al-Quran dan Hadist Rasullullah 100%.
Manusia Hidup di Alam Nyata maka hanya tahu dan dapat memikirkan hal-hal nyata. Kematian adalah hal gaib hanya Allah yang tahu. Agus Mustofa …. sudahlah pernyataan saudara di banyak buku adalah permainan kata-kata dan spekulasi ….
mas_bejo berkata
Jgn bertele-tele membahas sesuatu yg cukup diimani dg logika akal manusia krn bukan porsi/bagian dari akal. Akal tidak dapat digunakan dlm hal ini, akal memiliki bagian dan porsinya sendiri. Kita jgn sprti para Filosof yg tersesat (filosof yg sesat) yg memahami semua ajaran agama hanya dgn akal.
Gini aja dech, kalo gak percaya ma siksa kubur, biarin aja kalo sesat ya urusan mereka sendiri yg penting kita dah ngigetin, bagi yang gak percya siksa kubur itu boleh dibuktikan, caranya MATI AJA DULU terus kalo udah tahu cerita ma kita yang masih hidup….he..he…hee…30000x gituh aja kok repooot.
duneally berkata
assallamualaikum pak agus. saya cukup tertarik dengan buku yg bpk tulis walaupun saya baru membaca Tak ada azab kubur. wlaupun begitu rasanya saya telah membaca semua judul buku karya anda, karna anda berbicara dibuku itu dengan mengaitkan dg judul buku2 anda yg lain. dr judulnya sih sanagat kontoiversial. tapi setelah dibaca sebnarnya biasa2 aja. yg saya sayangkan anda terlalu berlebihan dlm menilai pola pikir orang2 pada umumnya. sebagai contoh tentang azab kubur ini.banyak dari kita yg salah kaprah menafsirkan azab kubur. kalo boleh saya berpendapat justru itu hanya sebagian kecil. saya ykin orang2 jaman sekarang sudah sangat bijak menggunakan pikirannya. sebagai contoh penciptaan adam, tidak ada yg pernah berpikir adam dibuat seperti boneka lalu ditiup ruh. dulu waktu sya kecil guru mengaji sya menceritkan penciptaan adam membutuhkan waktu yg sangat lama dan tiap tiap bagian tubuhnya berasal dari berbgai tanah yg ada dibumi saya lupa nama2nya. jadi kesimpulannya merekapun berpikir bahwa penciptaan adam buth proses. ada lagi yg menrik. pernah sepupu saya yg masih sekolah smp atau sma saya lupa, sayapun masih duduk di sma pada saat itu, tapi masih terekam dengan baikdi memori saya. dia bertanya kak oy. sampe kapan ya kita nanti di akhirat terus ada kehidupan lagi nga ya kayak didunia ini. emang sih dia nga ngomong akhirat tidak kekal secara pikiran kami pada saat itu lom sampe sejauh tapi ada indikasi secara ng langsung dr alur pertannyaanya bahwa dia juga meragukan kelanggengan akhirat. kesimpulannya anda bukanlah orang satu2 nya. anda hanya menilai pandangan orang2 dari skala yg kecil yg bisa jadi hanya terjadi di indonesia saja. seperti yg saya bilang diawal buku anda biasa2 aja. cuma dr nada nada kontroversial anda cukup menarik diikuti. ya lumyan lah nambah2 wawasan secara anda juga berbagi informasi dan pengetahuan yang sangat merujuk pada AL Quran. satu lagi yang disayangkan sebagai penulis yang baik bisa ng anda tidak melibatkan pihak2 lain sebagai titik tumpu tulisan anda. sebagai contoh fase kehidupan manusia. seharusnya anda cukup mengatakan manusia memngalami 6 fase kehidupan.tanpa membandingkan dengan segelintir kecil pihak2 yang mengatakan ada 4 fase. jika anda mengatakan pebisnis2 sinetron itu hanya mencari kepentingan pribadi lalu apa bedanya dengan anda???????????.nah yang terakhir sebuah pertanyaan. sebagai orang yang pengetahuan agamanya cukup dalam saya ingin bertanya kepada anda. kalo begitu adanya lalu apa sih artinya kita sebagai manusia ng usah sampe ke alm semesta kita aja deh sebagai manusia. kalo ada ayat yang mengatakan TIDAKLAH ALLAH CIPTAKAN JIN DAN MANUSIA KECUALI HANYA UNTUK BERIBADAH KEPADA ALLAH.itu tujuannya yang saya tanyakan apa sih artinya kita dimata Allah SWT. apa cuma untuk melewati fase2 itu saja? dah itu aja maaf terlalu panjang. tolong dijawab ya. mohon komentar saya dijawab dengan bijak. dah ah dah malem ngantuk huaaah tidur dulu ah, wassallam.
ade oganz al anggreky berkata
http://www.kajian.net
kumplit…plit….plit…..plit