Biaya Bernafas Per Tahun Berapa Ya?
Ditulis oleh agorsiloku di/pada Maret 14, 2007
Kemarin, temanku sesak nafas, masuk UGD dan harus membayar biaya sesak nafas hampir 100 ribuan. Kalau dihitung-hitung, biaya satu detik bernafas sekitar Rp 30,-. Kalau dalam satu menit kita menarik dan mengeluarkan nafas sebanyak 10 kali, berarti harga satu tarikan atau keluaran nafas adalah Rp 180 atau Rp 1800 per menit.
Hitung punya hitung, 1 hari 24 jam, 1 jam sama dengan 60 menit maka “rahmat” Allah dari bernafas saja nilainya sudah Rp 2.592.000,- Ini untuk satu hari, kalau satu tahun maka kali saja 365 hari = Rp 946 juta.
Ho…ho…ho.. itu baru biaya untuk mengalirkan nafas dari luar ke paru-paru. Kalau jantung atau paru-paru kita macet, entah berapa lagi biayanya. Belum lagi biaya mengalirkan udara ke darah dan masuk ke seluruh bagian tubuh. Kalau di bawa ke rumah sakit, entah berapa lagi harus ke luar untuk biayanya.
Wajar sekali, kita diingatkan untuk menghitung rahmatNya, tak cukup tinta di lautan untuk menuliskannya. Lalu, mengapa sulit sekali kita mensyukurinya.
Gunakan yang lima sebelum datang yang lima : Masa mudamu sebelum datang masa tuamu, masa sehatmu sebelum datang masa sakitmu, masa kayamu sebelum datang masa miskinmu, masa kosongmu sebelum datang masa sibukmu, dan masa hidupmu sebelum datang kematianmu.” (HR Al-Hakim; sanadnya shahih).














helgeduelbek berkata
Sayang kita lebih sering lupa harga ngisep oksigen yang gratis ini.
@
Ya, apakah masih lupa juga ketika Palangkaraya, Pontianak, Samarinda, Banjarmasin…. Palembang dan kota-kota lainnya sampai ke negeri Jiran dikirimi asap. Apakah karena gratis maka boleh semena-mena diasapi…. Tapi, nanti pada waktunya akan ditanya juga kan, yang gratis itu dipakai apa
syahrul berkata
kalau saya hitung biaya beranafas saya hingga saat ini saya berumur 22 tahun sekitar Rp. 2.152.480.000.000.000,00. Menjadi tak berbekas harta yang kumiliki.
@
Tak terhitung lagi…..