Sains-Inreligion

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

Keistimewaan Babi (bag.1)

Posted by agorsiloku pada November 7, 2006

Babi, Pig, Swine, Khinzir masih sama. Mahluk ini menurut saya adalah mahluk ciptaan Allah yang memiliki sejumlah keistimewaan. Dianugerahi sejumlah keunggulan terutama dari segi rasanya. Ini adalah yang pernah saya dengar :

“Suka ayam non?. “

“Suka dong…”

“Enak mana masakan daging ayam atau sapi?”

“Enak ayam dong, tapi daging sapi juga suka kok…”

“Kalo daging babi?”

“Ini sih kesukaanku, rasanya enak deh”.

“Kalo dibanding daging ayam?”

“Babi dong…”,

“Kalo dibanding daging sapi?”

“Babi dong…”

Aku manggut-manggut, babi memang mampu menjadikan masakan menjadi lebih enak (dibanding masakan lainnya). Ada teman bilang :”Kalo daging babi panggang kecap… pokoknya delisius deh…”

Waktu kecil dulu, tetanggaku yang pedagang baso lezat bilang : “Ya, musti dicampuri minyak babi atuh. Kalau nggak sih moal ngeunah (nggak akan enak). Moal aya nu meuli (nggak akan ada yang beli)”

Kalau tidak dilarang mungkin saya akan menjadi penggemar berat. Maklumlah, usaha mengendalikan nafsu makan ini adalah salah satu problem besar juga. Apalagi yang kelezatannya nomor satu. Payah ya…
Itu adalah salah satu keunggulan babi. Babi memberikan cita rasa yang lezat pada makanan. “Empuknya re…”.

Apakah sampai di situ saja keunggulannya. Cukup banyak juga, antara lain :

Memiliki kesesuaian dengan tubuh manusia. Pencangkokkan organ tubuh untuk memperbaiki organ yang usang lebih difokuskan pada babi. Kenapa?. Konon daya penolakan tubuh kita terhadap organ babi relatif minimum. Sangat boleh jadi di masa depan, dengan kemajuan teknologi kedokteran kian maju kita akan berteman dengan Chu Pat Kai lebih banyak lagi.

Sebagai jenis makanan, daging babi memiliki warna (tampilan yang lebih oke).Warna daging anak sapi lebih terang daripada warna daging sapi dewasa, serta tulang-tulangnya lebih berwarna merah muda. Warna kambing lebih gelap (merah tua) daripada warna daging sapi, sedangkan warna daging adalah merah mawar. Secara umum, masakan dari daging atau kulit babi memiliki tampilan yang bagus. Kalau suka makan kerupuk kulit. Jangan salah, temanku cerita, krupuk kulitnya lebih terang, teksturnya lebih lembut dan nggak banyak mringkel-mringkel jika dibandingkan dengan krupuk kulit sapi atau kerbau. Banyak deh ini dijual. Saya jadi ingat deh, kalau dari Sidoarjo pulang ke Bandung selalu belanja oleh-oleh krupuk kulit di toko Q Surabaya. Krupuk kulitnya nggak begitu mahal, rasanya lezat. Tapi, sekarang nggak lah… takut asalnya bukan dari sapi..

Dalam bukunya yang berjudul “Kitabul-Hayawan Al-Kubra” (bagian tulisan ini saya kutip dari :

http://www.isnet.org/archive-milis/archive95/feb95/0223.htm

Mengenai keistimewaan organ2 tubuh babi, Al-Qazwiniy mengatakan : “Jika taringnya direndam dalam minyak selama seminggu, lalu minyak itu dioleskan pada kepala akan dapat memanjangkan (mempercepat pertumbuhan) rambut dan menghambat pertumbuhan uban. Jika taring dijemur lalu ditempelkan pada wasir, penyakit itu akan hilang. Taring jika direndam dalam air seni yang sudah agak lama (oops ..?!), kemudian diminumkan kepada penderita sakit ayan, penyakitnya akan hilang.

Daging berguna bagi orang disengat binatang berbisa. Burung baziy (sejenis elang) yang kurus jika diberi makan daging akan cepat gemuk. Bagian badan manusia yang menebal keras jika digosok dengan lemak babi akan menjadi lunak.

Jika lemak dicampur dengan tahi merpati dan biji rami lalu dibalutkan pada gondong (scrofula) atau bisul yang keras, akan membuatnya cepat matang dan pecah mengeluarkan kotoran (nanah). Demikian juga jika lemak yang mentah dioleskan pada anus yang diserang wasir akan tampak khasiatnya dengan jelas.

Tulang babi, jika disambungkan dengan tulang manusia (yang patah), akan cepat merekat dan kembali lurus tanpa ada baian yang bengkok. Tidak ada tulang binatang lain yang mengandung khasiat sebagaimana tulang. Tulang matakakinya, jika dibakar hinggga menjadi abu berwarna putih kemudian dilumatkan dan diminum dapat menyembuhkan sakit perut menahun (kronis)”. Ibnu Sina mengatakan : “Jika campuran tersebut dioleskan pada kulit yang bercorob (belang) ada manfaatnya”.

Jika kencing babi dicampur dengan perasan anggur dan diminum dapat menghancurkan batu dalam kantong kemih (menyembuhkan penyakit kencing batu). Tahi digunakan sebagi pupuk pohon apel untuk memerahkan warna buahnya … “

Pada halaman 303 ia menguraikan tentang khasiat babi :”Jika hatinya dimakan dapat menyembuhkan orang yang digigit binatang berbisa, khususnya ular. Jika hatinya dikeringkan kemudian (setelah dilumatkan dan dicampur air) diminumkan orang yang baru diserang penyakit hemiplegia (lumpuh separuh badan) dan radang usus besar
(colitis) ia akan sembuh seketika ” …

Tidak itu saja. Sejumlah peneliti genetis di Canada, dalam tulisan Hank Hyena (salon.com – Swallowing pig sperm: A miracle cure?) memperkirakan bahwa sperma babi boleh jadi akan menjadi salah satu keajaiban pengobatan manusia di masa depan. Menyembuhkan lebih banyak penyakit yang diderita manusia.

Protein atau hormon yang bersumber (digunakan sebagai katalis), misalnya porcine telah menjadi bagian yang tidak bisa tidak, lebih disukai karena lebih murah dan mudah. Untuk membuat vetsin atau bumbu penyedap masakan. Juga sebagai bahan pupuk tanaman. Saya juga pernah dengar hormonal/protein dari mahluk ini (tapi sumber masih dicari lagi arsipnya), digunakan juga untuk menggemukan sapi atau kambing.
Subhanallah, babi sebagai ciptaanNya memiliki jangkauan yang luas dan sangat boleh jadi hadir dalam begitu banyak sisi kehidupan manusia. Lebih dari yang dapat diperkirakan.

(bersambung).

About these ads

57 Tanggapan to “Keistimewaan Babi (bag.1)”

  1. kristin said

    masa sih dg cara2 jorok gitu dapat nyembuhin penyakit?
    pake kencing lama lagi.
    bukannya air seni yg dikeluarkan itu banyak mengandung urea serta zat2 racun yg tidak berguna lagi bagi tubuh
    yang jelas2 mrpakan zat2 racun.

  2. agorsiloku said

    Saya sendiri heran, tapi memang air kencing atau urin sebagai obat antara lain :
    Dukun Aztec menggunakan urin untuk membasuh luka luar sebagai pencegah infeksi dan diminum untuk meredakan sakit lambung dan usus.
    Di Siberia, orang Kroyak meminum urin orang yang telah mengkonsumsi fly agaric (sejenis jamur beracun yang menyebabkan halusinasi bahkan kematian) atau sejenisnya untuk berkomunikasi dengan roh halus.
    Dahulu di Jepang, urin dijual untuk dibuat menjadi pupuk.
    Penggunaan urin sebagai obat telah dilakukan oleh banyak orang, diantara mereka adalah Mohandas Gandhi, Jim Morrison, dan Steve McQueen.
    (Sumber : Wikipedia: id.wikipedia.org/wiki/Urin – 18k). Coba cari di gugel dengan kata kunci “urin sebagai obat”.

  3. Dhey said

    kok bisa..????

  4. M.Abduh Putra.P said

    saudaraku, mungkin berita yang anda sampaikan itu benar adanya. namun, kita tetap mengembalikan segala sesuatu pada ketentuan agama. jika Allah mengharamkan sesuatu berarti pada sesuatu itu banyak terdapat mudharat. janganlah kita “mengumbar” kelebihan-kelebihannya lagi, karena yang demikian dapat mengaburkan pemikiran terhadap hukum agama, serta mengurangi keyakinan terhadap tingginya ilmu Allah.

  5. agorsiloku said

    Dalam artikel sambungannya adalah Ibnu Sina (Avecinna) yang memberikan penjelasan. Juga dari dunia kedokteran?. Saya percaya, Ibnu Sina tidak bermaksud menjelaskan kelebihan agar kita tapi agar kita waspada. Juga oleh beberapa ulama pendahulu kita.

    Kelezatan harus diketahui juga kan. Supaya kita juga ingat, bahwa ada sesuatu di balik kelezatan itu. “Jangan lupa, … meskipun ia menarik hatimu…. ”

    Kalau ditangkap lain, dari satu dua yang lain, saya akan segera delete artikel ini.
    Wass

  6. gatti said

    saya sangat kagum dengan artikel ini……..
    kita pasti mencari sisi positif dari banyak hal… yang mungkin dianggap kurang baik…
    Allah mengharamkan daging BAbi…
    itu adalah kenyataan relegius…..
    lalu apa yang membuat istimewa dari sebuah perintah…. yaitu sebagaimana kita menaatinya dan mematuhi,,, jadi bukan hanya dari sisi, sifat dan perilaku item perintah itu… tetapi kemampuan kita memandang sebaga anjuran… atau mungkin latihan tentang kesetiaan terhadap A.L.L.A.H

    @
    Trims mba/mas Gatti kadang saya juga berpikir seperti itu.
    Selalu ada sesuatu yang untuk alat uji dan pelajaran, ngkali ya…

  7. Kh Adi said

    Allah akbar ?

    Binatang yang kotor saja banyak manfaatnya bagi umat ?

    Tapi pemimpin dan pejabat yang kotor apa juga bermanfaat ?

    @
    Subhanallah, binatang yang kotor saja masih banyak manfaatnya, bagaimana dengan pejabat?. Mengapa kita diberikan pejabat yang banyak aniaya pada ummatnya?.

  8. Alloh mengharamkan yang keji untuk umat Muslim. Babi adalah termasuk kedalam golongan hewan yang keji. Jika memang kandungan di dalamnya ada manfaatnya, tetapi mudlaratnya lebih besar. Seperti juga khamar, ada manfaatnya bagi manusia, tetapi dosanya lebih besar. Masih banyak obat dari bahan lain yang lebih baik kemanjurannya yang dipakai dalam industri farmasi maupun jamu-jamu tradisional.

    Konsumsi babi terbesar di dunia adalah China, tetapi obat-obatan china tidak menjadikan babi sebagai sumber bahan obat.

    @
    Kalau tak keliru, diharamkan karena sesungguhnya kotor. Tak banyak penjelasan apa yang dimaksud kotor, mungkinkah rangkaian artikel (1-5) tersebut sedikit menjawab. Kemanjuran dan resiko, penyebaran (sebagai inang penyakit) dan fleksibilitas adalah salah satu “keunggulan” dari khinzir… :D

  9. Jatmika said

    Lantas….apa gunanya Allah SWT melarang umat Islam untuk mengkonsumsi hal-hal yang berkenaan dengan babi…jika ternyata dalam artikel ini dijelaskan lebih banyak manfaatnya….bagi manusia.

    @
    Allah kabarkan : SESUNGGUHNYA … kotor.

  10. Jatmika said

    Kita sebagai umat Islam dengan penuh keimanan terhadap Al quran yakin bahwa ALLAH SWT mempunyai maksud dan tujuan yang baik dengan melarang umat Islam untuk mengkonsumsi babi, saya yakin itu…

    @
    Ada seribu manfaat, dan Allah melarang karena satu sebab. Kita jalani saja perintahNya, dengan segala kesungguhan dan niat. Semoga Allah Nan Maha pengampun memberikan jalan kemudahan dan pengampunan pada kita.

  11. joe69 said

    keganasan yang berlaku

  12. Raja Ahmad Ismail said

    Assalamualaikum,
    Allah melarang kita memakan babi. Itu perintah!. Begitu juga Allah melarang Nabi Adam mendekati dan memakan buah pohon “Khuldi”. Itu juga perintah!. Apakah babi nikmat. Mungkin. Apakah buah pohon Khuldi juga nimat. Mungkin.
    Dua-duanya mengandung kenikmatan dan juga mungkin faedah yang lain, tetapi dua-duanya dilarang. Kenapa?. Untuk menguji, diantara kita siapa yang patuh dan siap yang tidak.
    Kalau menurut Bible, karena kenikmatan buah Khuldi dan “ketidak patuhan” Adam, maka umat manusia harus menerima dosa warisan, sementara dalam Islam, Adam dianggap bersalah dan berdosa, tetapi setelah meminta ampun, maka dosanya diampuni dan tobatnya diterima. Tidak ada dosa warisan. Begitu juga umat manusia, Yahudi, Kristen maupun Islam dilarang memakan babi berdasarkan perintah Allah dalam kitab masing-masing. Kenapa kita masih mau makan babi?. Karena tidak patuh. Yahudi yang patuh, tidak makan babi. Katolik yang patuh, tidak makan babi sementara Islam yang tidak patuh malah makan babi. Kristen yang tidak patuh, apakah Katolik ataupun Protestan, supaya dapat makan babi, ayat larangan dialih terjemahkan, dari babi rumahan/peliharaan ke babi hutan. Padahal babi, peliharaan maupun hutan sama hukumnya, haram.
    Memangnya tidak ada makanan lain lagi yang halal dan nimat sampai-sampai harus makan babi?. Apakah tidak ada obat lain lagi yang manjur makanya harus pakai komponen babi atau mengandung babi?. Bumi Tuhan luas, kita saja yang nggak mau patuh. Kalau tidak patuh, bukan hanya babi, manusia juga bisa dijadikan santapan. Bergizi tinggi lho!.
    Wassalam,

    @
    Wass.wr.wb.
    Tidak ada catatan lagi deh… sudah begitu mencerahkan :D

    • muhammad hanafi abd aziz said

      salam alaik..
      sheikh,,saya baru sahaja mndengar ceramah dtempat saya..
      sebagai selingan,,ustaz itu telah menceritakan bahawa dia ada seorang kawan yg pada asalnya bukan beragama islam,,lalu masuk islam sesudah mengkaji tentang ‘babi’ ke peringkat Phd beliau…
      beliau mengatakan,,babi adalah satu ciptaan Allah yang hebat,bermanfaat dan sebagai ujian kepada seluruh muslim..
      menurut kajian,,dari kepala hingga ke ekor babi ada manfaat..
      cth: kulit babi adalah kulit yg paling lembut,,tulangnya boleh dihancurkan dan dimasukkan kedalam makanan sebagai penyedap masakan..
      Allah wa Rasuluhu a’lam..
      *smoga Allah merahmati kita semua dan memberi kekuatan kepada kita…amiin ya rabb

      • falahal said

        Penyakit yang diakibatkan dari daging Babi
        DR Murad Hoffman, Daniel S Shapiro, MD, seorang Pengarah Clinical Microbiology Laboratories, Boston Medical Center, Massachusetts, dan juga merupakan asisten Profesor di Pathology and Laboratory Medicine, Boston University School of Medicine, Massachusetts, Amerika menyatakan terdapat lebih dari 25 penyakit yang bisa dijangkiti dari babi. Di antaranya:

        * Anthrax* Ascaris suum* Botulism* Brucella suis * Cryptosporidiosis* Entamoeba polecki* Erysipelothrix shusiopathiae* Flavobacterium group IIb-like bacteria * Influenza* Leptospirosis* Pasteurella aerogenes * Pasteurella multocida * Pigbel* Rabies * Salmonella cholerae-suis* Salmonellosis* Sarcosporidiosis* Scabies* Streptococcus dysgalactiae (group L)* Streptococcus milleri* Streptococcus suis type 2 (group R)* Swine vesicular disease* Taenia solium* Trichinella spiralis* Yersinia enterocolitica* Yersinia pseudotuberculosis.
        Babi – Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
        FAKTA-FAKTA MENGAPA BABI HARAM
        Islam telah melarang segala macam darah, analisis kimia dari darah menunjukkan adanya kandungan yang tinggi dari uric acid (asam urat ), suatu senyawa kimia yang berbahaya bagi kesehatan manusia, bersifat racun. Dg kata lain uric acid sampah dalam darah yang terbentuk akibat metabolisme tubuh yang tidak sempurna yang diakibatkan oleh kandungan purine dalam makanan.Dalam tubuh manusia, senyawa ini dikeluarkan sebagai kotoran, dan 98% dari uric acid dalam tubuh, dikeluarkan dari dalam darah oleh ginjal,dan dibuang keluar tubuh melalui air seni.

        Dalam Islam dikenal prosedur khusus dalam penyembelihan hewan, yaitu menyebut nama Allah Yang MahaKuasa dan membuat irisan memotong urat nadi leher hewan, sembari membiarkan urat-urat danorgan organ lainnya utuh. Dengan cara ini menyebabkan kematian hewan karena kehabisan darah dari tubuh, bukannya karena cedera pada organ vitalnya, sebab jika organ-organ misalnya jantung, hati, atau otak dirusak, hewan tersebut dapat meninggal seketika dan darahnya akan menggumpal dalam urat-uratnya dan akhirnya mencemari daging, mengakibatkan daging hewan akan tercemar oleh uric acid, sehingga menjadikannya beracun, dan pada masa-masa kini lah para ahli makanan baru menyadari akan hal ini, subhanallah.

        Apakah kita tahu kalau babi tidak dapat disembelih di leher? karena mereka tidak memiliki leher, sesuai dengan anatomi alamiahnya? Bagi orang muslim beranggapan kalau babi memang harus disembelih dan layak bagi konsumsi manusia, tentu Sang Pencipta akan merancang hewan ini dengan memiliki leher.

        Ilmu kedokteran mengetahui bahwa babi sebagai inang dari banyak macam parasit dan penyakit berbahaya, sistem biochemistry babi mengeluarkan hanya 2% dari seluruh kandungan uric acidnya, sedangkan 98% sisanya tersimpan dalam tubuhnya.

        Allah SWT jelas telah MENGHARAMKANNYA BABI
        a. QS. Al Baqoroh (2) : 173
        b. QS. Al Maa’idah (5) : 3
        c. QS. Al An `Aam (6) : 145
        d. QS. An Nahl (16) : 115
        KENYATAAN DI LAPANGAN TENTANG BABI :
        Babi adalah binatang yang paling jorok dan kotor, Suka memakan bangkai dan kotorannya sendiri & kotoran manusia pun dimakannya. Sangat suka berada pada tempat yang kotor, tidak suka berada di tempat yang bersih dan kering. Babi hewan pemalas dan tidak suka bekerja (mencari pakan), tidak tahan terhadap sinar matahari, tidak gesit, tapi makannya rakus (lebih suka makan dan tidur), bahkan paling rakus di antara hewan jinak lainnya. Jika tambah umur, jadi makin malas & lemah (tidak berhasrat menerkam dan membela diri). Suka dengan sejenis dan tidak pencemburu. A.V. Nalbandov dan N.V. Nalbandov (Buku : Adaptive physiology on mammals and birds).

        Konsumen daging babi sering mengeluhkan bau pesing pada daging babi (menurut penelitian ilmiah, hal tsb. disebabkan karena praeputium babi sering bocor, sehingga urine babi merembes ke daging). Lemak punggung babi tebal, babi memiliki back fat (lemak punggung) yang lumayan tebal.

        Konsumen babi sering memilih daging babi yg lemak punggungnya tipis, karena semakin tipis lemak punggungnya, dianggap semakin baik kualitasnya. Sifat lemak punggung babi adalah mudah mengalami oxidative rancidity, sehingga secara struktur kimia sudah tidak layak dikonsumsi.

        Babi adalah hewan yang kerakusannya dalam makan tidak tertandingi hewan lain. Ia makan semua makanan yang ada di depannya. Jika perutnya telah penuh atau makanannya telah habis, ia akan memuntahkan isi perutnya dan memakannya lagi, untuk memuaskan kerakusannya. Ia tidak akan berhenti makan, bahkan memakan muntahannya. Ia memakan semua yang bisa dimakan di hadapannya. Memakan kotoran apa pun di depannya, entah kotoran manusia, hewan atau tumbuhan, bahkan memakan kotorannya sendiri, hingga tidak ada lagi yang bisa dimakan di hadapannya.

        Kadang ia mengencingi kotorannya dan memakannya jika berada di hadapannya, kemudian memakannya kembali. Ia memakan sampah busuk dan kotoran hewan. Babi adalah hewan mamalia satu-satunya yang memakan tanah, memakannya dalam jumlah besar dan dalam waktu lama jika dibiarkan. Kulit orang yang memakan babi akan mengeluarkan bau yang tidak sedap.

        Penelitian ilmiah modern di dua negara Timur & Barat, yaitu Cina dan Swedia. Cina (mayoritas penduduknya penyembah berhala) & Swedia (mayoritas penduduknya sekuler) menyatakan:

        “Daging babi merupakan merupakan penyebab utama kanker anus & kolon”. Persentase penderita penyakit ini di negara negara yang penduduknya memakan babi, meningkat secara drastis, terutama di negara-negara Eropa, dan Amerika, serta di negara-negara Asia (seperti Cina dan India ). Sementara di negara-negara Islam, persentasenya amat rendah, sekitar 1/1000.

        Hasil penelitian ini dipublikasikan pada 1986, dalam Konferensi Tahunan Sedunia tentang Penyakit Alat Pencernaan, yang diadakan di Sao Paulo . Babi banyak mengandung parasit, bakteri, bahkan virus yang berbahaya, sehingga dikatakan sebagai Reservoir Penyakit. Gara-gara babi, virus Avian Influenza jadi ganas. Virus normal AI (Strain H1N1 dan H2N1) tidak akan menular secara langsung ke manusia. Virus AI mati dengan pemanasan 60 ؛C lebih-lebih bila dimasak hingga mendidih. Bila ada babi, maka dalam tubuh babi, Virus AI dapat melakukan mutasi & tingkat virulensinya bisa naik hingga menjadi H5N1. Virus AI Strain H5N1 dapat menular ke manusia. Virus H5N1 ini pada Tahun 1968 menyerang Hongkong dan membunuh 700.000 orang (diberi nama Flu Hongkong).

        Daging babi adalah daging yang sangat sulit dicerna karena banyak mengandung lemak. Meskipun empuk dan terlihat begitu enak dan lezat, namun daging babi sulit dicerna. Ibaratnya racun, seperti halnya kholesterol! Selain itu, daging babi menyebabkan banyak penyakit : pengerasan pada urat nadi, naiknya tekanan darah, nyeri dada yang mencekam (angina pectoris) , dan radang pada sendi-sendi.

        Sekitar th 2001 pernah terjadi para dokter Amerika berhasil mengeluarkan cacing yang berkembang di otak seorang perempuan, setelah beberapa waktu mengalami gangguan kesehatan yang ia rasakan setelah mengkonsumsi makanan khas meksiko yang terkenal berupa daging babi, hamburger (ham = babi, sebab aslinya, hamburger adalah dari daging babi). Sang perempuan menegaskan bahwa dirinya merasa capek-capek (letih) selama 3 pekan setelah makan daging babi. Telur cacing tsb menempel di dinding usus pada tubuh sang perempuan tersebut, kemudian bergerak bersamaan dengan peredaran darah sampai ke ujungnya, yaitu otak. Dan ketika cacing itu sampai di otak, maka ia menyebabkan sakit yang ringan pada awalnya, hingga akhirnya mati dan tidak bisa keluar darinya. Hal ini menyebabkan dis-fungsi yang sangat keras pada susunan organ di daerah yang mengelilingi cacing itu di otak. Penyakit-penyakit “cacing pita” merupakan penyakit yang sangat berbahaya yang terjadi melalui konsumsi daging babi. Ia berkembang di bagian usus 12 jari di tubuh manusia, dan beberapa bulan cacing itu akan menjadi dewasa. Jumlah cacing pita bisa mencapai sekitar ”1000 ekor dengan panjang antara 4 – 10 meter”, dan terus hidup di tubuh manusia dan mengeluarkan telurnya melalui BAB (buang air besar).

  13. Siti Khadijah said

    masa siiich……???
    saya ngga prcaya tuch…
    kan udah dijelasin bahwa BABI itu HARAM…bagi umat MOESLIM..!!!

    ARTIKEL YG PENUH DOSA…!!

    peace…

    @
    Salah satu bagian tulisan di atas itu lho, menjelaskan keunggulan babi dari buku yang ditulis oleh avicenna (Ibnu Sina), seorang ilmuwan Islam yang mashur. Walau banyak yang mempertentangkan, beliau seorang dokter dan ilmuwan yang melakukan banyak penelitian pada banyak bidang ilmu pengetahuan.

  14. Moch.Al-Banjary said

    Assalamu’alaikum.Wr.Wb

    Ya ALLAH……, ampunilah dosa-dosa orang yang telah menulis & menyebarkan artikel ini…

    bertaubat lah, sebelum ajal menjemput mu dengan segala dosa-dosa yg belum terhapuskan …!!!

    Amien . . .
    Mohon maaf jika kata-kata saya menyinggung perasaan anda…
    cApE deEyHh…
    WassaLam. . .

    @
    Wass. Wr. Wb.
    Terimakasih didoakan.
    Semoga artikel ini menjadi catatan bahwa – kenikmatan -, memilih kenikmatan, bahkan dalam sejumlah hadis tentang makanan enak (bukan haram) dihindari karena faktor zuhud. Enaknya masakan, adalah bagian dari pemahaman ini.

  15. jan said

    http://www.halalguide.info/content/view/268/38/

    @
    Terimakasih rujukannya. :D

  16. Edu said

    Gini lo “sanmakuw “kenapa babi tuh ko haram dimakan:
    1. Babi adalah kontainer (tempat penampung) penyakit. Beberapa bibit penyakit yang dibawa babi :
    a. Cacing pita (Taenia solium)
    b. Cacing spiral (Trichinella spinalis)
    c. Cacing tambang (Ancylostoma duodena-le)
    d. Cacing paru-paru (Paragonimus)
    e. Fasciolepsis busci
    f. Schistosoma japonicum
    g. Bakteri Tuberculosis (TBC)
    h. Virus cacar (Small pox)
    i. Virus kudis (Scabies)
    j. Kumparan kuman-kuma (Ruciformas N.)
    k. Kolera (Salmonella choleraesuis)
    l. Balantidium coli
    m. Brucellosis dan Toxoplasma gondii
    2. Daging babi empuk, tapi sulit dicerna. Karena mengandung banyak lemak. Meski-pun empuk dan terkesan lezat, namun daging babi sulit dicerna. Akibatnya, nutrien (zat gizi) tidak dapat dimanfaatkan tubuh.
    3. Prof. A.V. Nalbandov (Penulis buku : Adap-tif Physiology on Mammals and Birds) me-nyebutkan : kantung urine (vesica urinaria) babi sering bocor, sehingga urine babi merembes ke dalam daging. Akibatnya, daging tercemar kotoran yang mestinya dibuang bersama urine.
    4. Lemak punggung (back fat) tebal dan mudah rusak oleh proses ransiditas oksidatif (tengik), tidak layak dikonsumsi manusia.
    5. Babi merupakan carier virus/penyakit Flue Burung (Avian influenza). Di dalam tubuh babi, virus AI (H1N1 atau H2N1, tidak ganas, tidak menular ke manusia) bermutasi menjadi H5N1 (ganas/mematikan dan menu-lar ke manusia).
    7. Dr. Murad Hoffman (Doktor ahli & penulis di Jerman) menulis :
    a. Memakan babi yang terjangkiti cacing babi tidak hanya berbahaya, tapi juga menyebabkan peningkatan kholesterol tubuh dan memperlambat proses peng-uraian protein dalam tubuh.
    b. Mengakibatkan penyakit kanker usus, iritasi kulit, eksim, dan rheumatik.
    c. Virus-virus influenza yang berbahaya hi-dup dan berkembang karena medium (di-bawa oleh) babi.
    10. DNA babi mirip dengan manusia, sehingga sifat buruk babi dapat menular ke manusia. Beberapa sifat jelek babi :
    a. Binatang paling rakus, kotor, dan jorok di kelasnya.
     Kerakusannya tidak tertandingi hewan lain.
     Suka memakan bangkai dan kotorannya sendiri.
     Kotoran manusia pun dimakannya.
     Sangat suka berada di tempat yang basah dan kotor.
     Untuk memuaskan sifat rakusnya, bila tidak ada lagi yang dimakan, ma-ka ia akan memuntahkan isi perut-nya, lalu dimakan lagi.
     Kadang ia mengencingi makanannya terlebih dahulu sebelum dimakan.
    b. Babi adalah binatang pemalas, tidak agresif, tidak suka mencari pakan, suka dengan sejenis & tidak pencemburu, tidak tahan sinar matahari, pemalas & tidak punya hasrat membela diri, dll.

    Memang banyak sekali juga manfaat babi, mulai dari daging, kulit, tulang, lemak, bulunya, hingga kotorannya juga, tapi karena babi itu hewan yang membawa penyakit yang banyak serta jijik pola hidupnya, cara menyembelihnyapun di setrum, ih kasian!!!!

    @
    Meskipun ada penafsiran (berdasarkan) pengetahuan tentang babi dan segalanya perilakunya tentunya ini dapat dipahami sebagai “alasan” : Mungkin inilah yang menyebabkan Allah mengharamkan babi bagi ummat Islam atau jauh sebelumnya. Namun, alasan-alasan seperti yang dikemukakan di atas, sebagai carrier penyakit, sifat malas (?), agresif, dan lain-lain mudah dipatahkan karena memang kita tidak mengetahui hubungan kasualistis yang sesungguhnya. Cacing juga hidup dalam usus manusia dan mahluk hidup lain, tapi toh tidak ditegasi seperti babi. Apalagi yang berhubungan dengan malas, kita mengetahui, banyak yang memakan daging babi, memiliki etos kerja yang justru harus kita acungi jempol.
    Jadi, dalam hal ini saya tidak berani mengjustifikasi hal ini, namun saya percaya ada hikmah dibalik perintah Allah terhadap penciptaan salah satu mahlukNya yang diharamkan untuk dimakan.

  17. haniifa said

    @mas Edu
    Waah… trim’s banyak atas infonya.
    Sewaktu mengantar anak imunisasi beberapa tahun yang lampau, saya sempat melihat poster tentang flue burung. Di gambar tersebut selain ayam ada juga “Babi” sebagai penyebab flue burung.
    Melihat daftar penyakit yang panjang dari mas Edu, saya jadi bertanya, sebetulnya ayal muasal penyebar penyakit virus influenza tipe A “ayam” atau “babi” ??
    Trim’s infonya.

  18. haniifa said

    @mas Edu
    Duhhh… trim’a berat lho mas.
    Babi adalah kontainer (tempat penampung)
    Sekarang saya sebagai MUSLIM percaya 100% bahwa cikal bakal penyakit flue burung, sesungguhnya penyakit flue BABI.
    he.he.he :D
    Saya jadi ingat, waktu masa-masa kecil saat kami susaaahhh sehingga untuk mencukupi kebutuhan daging-dagingan kami memelihara beberapa ekor ayam kampung.
    Biasanya kalau mulai musim hujan, ada saja ayam yang berpenyakit (bhs. sunda : cekak).
    “Cepat-cepat tangkap ayam itu sebelum mati, seru orang tuaku !!”
    lalu….
    “Potong leher ayam itu, jangan lupa mengucapkan: ‘Bismillahir-Rahmanir-Rahim’“…
    Alhamdulillah….
    Sampai saat ini saya masih bisa postingnan…. ;)
    Salam buat mas Edu, kalau mampir kesini lagi

  19. [...] Harus diakui, binatang donor yang paling menguntungkan dan memungkinkan adalah babi karena bereproduksi secara cepat dan anaknya banyak, organnya berukuran kurang lebih sama dengan manusia, mudah membuatnya dalam kondisi bebas patogen, rendahnya risiko membawa patogen yang menginfeksi manusia (lebih kecil daripada menggunakan kera atau monyet), dan metabolisme babi yang mirip manusia. Selain itu babi secara genetik dapat dimanipulasi untuk mengurangi resiko penolakan. [...]

  20. kadang dari binatang yang menjijikan, seringkali dapat membantu orang lain menyembuhkan penyakit. contohnya babi ,kadal juga dapat nyembuhin ekzim..tergantung si penderita mau pakai metode pengobatan yang mana.yang penting cepet sembuh

  21. b-( saya percaya babi dan binatang lainnya berkhasiat menyembuhkan banyak macam penyakit..babi memang diharamkan oleh islam. tapi seandainya kita punya penyakit,dan cuma bisa disembuhkan oleh babi.. bagaimana kita menentukan pilihan?tentu kita pasti memilih yang paling penting..kesehatan adalah harta tak ternilai.semuanya tergantung dari diri kita sendiri…….

  22. Jibril said

    Wahai manusia ketahuilah engkau bahwa sesungguhnya yang HARAM itu adalah apa yang keluar dari dalam pikirannmu yang kotor bukanlah dari apa yang engkau makan karena apa yang engkau makan lebih berhugungan dengan kesehatan jasmaniah bukan kejelekan rohaniah apakah dengan makan kambing sapi dan ayam serta lain lainnya engkau akan jadi lebih bijak dari orang yang makan babi? lebih jelek sih banyak

    @
    Pemahaman dan pengetahuan maupun persepsi dalam perbedaan keyakinan berbeda.

  23. Eneng said

    Masak sih?

  24. Bedebah! said

    saya malah udah pernah menggunaken kadal untuk eksim, dan sembuh!
    Kenapa sampai makan kadal?
    karena penyakit saya udah ndak mempan dikasih berbagai macam obat dari dokter dan RS.
    Trus nyoba2 obat alternatif yang lain: minyak ular, minyak biawak, daging ular, daging biawak, semua ndak ngefek.
    Eeh… begitu sama bapak saya digorengin kadal yang saya buru di selokan dekat WC, cuman makan sekali, eksim saya langsung rontok hanya dalam 3 hari.
    Begitu pula saat 3 tahun kemudian saya kumat eksimnya, langsung saya kadalin, eh, rontok lagi…
    Jadi, saya berkesimpulan: Makan Daging Kadal Goreng: Menyembuhken Eksim.

    @
    Alhamdulillah, Mas Bedebah sudah sembuh dari sakit eksim. Di dalam Al Qur’an, QS 2:173 Sesungguhnya Allah hanya mengharamkan bagimu bangkai, darah, daging babi, dan binatang yang (ketika disembelih) disebut (nama) selain Allah. Tetapi barangsiapa dalam keadaan terpaksa (memakannya) sedang dia tidak menginginkannya dan tidak (pula) melampaui batas, maka tidak ada dosa baginya. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.

    Perhatikan kata : Sesungguhnya (innamaa); bangkai, darah, daging babi, dan binatang yang disebut selain Allah. Tetapi… dalam keadaan terpaksa…. tidak menginginkan… tidak melampaui batas… tidak ada dosa baginya. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.

    Betapa lengkapnya reposisi yang kita disampaikanNya terhadap sistem nilai disediakan bagi sebuah jalan yang lurus.

  25. Bedebah! said

    Yang saya tahu di Islam itu, sesuatu yang diharamkan bisa menjadi sesuatu yang diwajibkan, dalam keadaan darurat.
    Saya ingat waktu masih kecil, di koran kompas para pejuang Afganistan waktu perang lawan UniSoviet, menunjukkan tikus (memegang buntutnya) ditunjukkan ke kamera wartawan. Mereka makan tikus untuk bertahan hidup, karena tak ada makanan lain. Dan setahu saya, tikus itu haram bagi muslimin.
    Di sini keharaman tikus diadu dengan kewajiban mempertahankan hidup. Maka pasti kewajiban mempertahankan hidup yang menang.
    Tapi musti diingat, itu darurat.
    Saya ndak makan kadal lagi setelah eksim saya sembuh… santai aja… :D

    @
    Kalau ada bistik sapi, mengapa musti suka makan tikus. :D

  26. nana said

    ya…. islam tidak menyulitkan umatnya…
    jika itu untuk obat memang tidak apa”

    makana yang diharamkan o/ islam a/ makanan yg tdk baik u/ tubuh…

    sperti babi.. selain membuat badan bau jg berlemak tinggi

    TOLONG DIPERHATIKAN LAGI UNTUK KOMENTARNYA!!

    @
    Belum banyak yang diketahui manusia perihal Sang Khinzir ini. Beberapa rangkaian tulisan mengenai hal ini hanyalah salah satu sisi saja. :D

  27. nono said

    weoooooooooooooooooo

  28. Ageng said

    Andai membedakan antara halal dan haram semudah membedakan warna hitam atau putih. Aku pribadi tak suka makan babi tapi pendapatku bagi anda yang suka daging babi jangan makan daging babi secara berlebihan. Dan bagi yang tak suka daging babi jangan jadi pahit hati kalau lihat orang laen makan daging babi. Allah lah sesungguhnya Hakim.

    @
    Mungkin begitu. Kalau saya, seumpama daging babi tidak diharamkan, kemungkinan besar saya akan menggemari daging babi. Karena menurut survey dan penelitian jelas rasanya lebih enak. Namun, karena jelas haramnya, maka pilihannya adalah tidak akan mau makan sedikitpun dengan alasan apapun. Allah swt yang sesungguhnya Hakim, dan Sang Maha Hakim, maha memutuskan telah memutuskan kepada ummat beragama Islam diharamkan. Tentu pula saya tidak iri kepada yang makan daging babi, itu kan pilihannya. Seperti juga ummat Islam yang menghindarinya. Itu juga pilhannya. Agama adalah pilihan, bukan kewajiban. Ketika dipilih, maka pilihan itu menjadi kewajiban.
    Salam, agor.

  29. haniifa said

    @Mas-mas Cofarim dan Bedebah
    Bagaimana pendapat sampean logika saya setahun yang lampu…

    haniifa berkata
    Mei 17, 2008 pada 12:13 pm –::clik::

    @mas Edu
    Duhhh… trim’a berat lho mas.
    Babi adalah kontainer (tempat penampung)…
    Sekarang saya sebagai MUSLIM percaya 100% bahwa cikal bakal penyakit flue burung, sesungguhnya penyakit flue BABI.
    he.he.he :D

    Wahai penggemar dan penghalal daging babi…. kapan mau menyembelih babi rame-rame seperti kalian menyembelih ayam yang nggak ber dosa ?!

  30. aburahat said

    @all
    Dalam Alqur’an Allah telah menharamkan daging babi tapi Allah masih memberi ampun bagi mereka yang terpaksa memakannya asal tdk berlebihan. Mengapa enak dan mempunyai kelebihan lain. Allah selalu mencoba kita dengan keakuan kita. Ada yang memakan langsung muntah. Dan ada yang merasa enak menadi ketagihan. Dan mengapa diharamkan? Kalau kita selalu memakan barang haram, makanan tsb akan menjadi darah dan mengalir kesuluruh organ tubuh kita kemudian membentuk sifat2 sesuai makanan yang kita dapat. membentuk sifat2 yang suka mendhalimi. Sifat babi menyeruduk sana sini dan memakan apa saja yang ditemukan berarti menghalalkan semua cara. Wasalam

    • wardana said

      asskum…
      maaf sebelumna…gue sendiri muslim..
      dan tdk makan babi..tp pada pandangan dan kajian gue…
      malah menurut gue…pada hakikatna org* yg ga makan babi yg sifatna cenderung dominan seperti babi.
      seruduk sana seruduk sini..dan yg lbh parah lg..tdk punya sosialitas sama sekali..
      pada saat sesama membutuhkan malah tdk dibantu..sesama disini diartikan sbg “sesama manusia”
      bukan hanya sesama umat/kalangan…dgn dalih agama semua dihalalkan..beda 180* dgn yg d ajarkan.

      mohon maaf..jikalau ada yg kurang berkenan dalam tutur bahasa saya.

  31. haniifa said

    @Mas Aburahat
    Sesungguhnya Allah hanya mengharamkan bagimu bangkai, darah, daging babi dan binatang yang (ketika disembelih) disebut (nama) selain Allah. Tetapi barang siapa dalam keadaan terpaksa (memakannya) sedang ia tidak menginginkannya dan tidak (pula) melampaui batas, maka tidak ada dosa baginya. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. [QS 2:173]
    Saya setuju dengan @mas jika memang semua yang diharamkan diatas menjadi menu keseharian, namun jujur saja kebanyakan dari kita selalu melupkan “…sedang ia tidak menginginkannya dan tidak (pula) melampaui batas…” sehingga seolah-olah TOTAL 100% HARAM.
    Saya beri contoh tentang transfusi “DARAH”, atau sebagian enzim BABI yang dijadikan KATALISATOR bukankah ini merupakan yang disebut diatas ?!
    Ini saya analogikan dengan TAYAMUM, mungkin saja pada saat bertayamun ada NODA DARAH DAN DEBU BANGKAI YANG KERING.

    Wassalam, Haniifa.

  32. aburahat said

    @Haniif
    Tidak menginginkan dan tidak melampaui batas relatif.Wasalam

    • haniifa said

      @Mas Aburahat
      Tidak menginginkan dan tidak melampaui batas relatif

      Setuju artinya tidak 100% bulat-bulat haramkan…?! :D
      Contoh kasus MSG :

      MSG dibuat dari fermentasi tetes gula plus bakteri atau mikroba.
      Sebelum difermentasi, dikultur dalam media pertumbuhan untuk perawatan mikroba yang akan digunakan dengan menggunakan bactosoyton yang dibuat dari protein kedelai yang dihidrolisis dengan katalis enzim porcine.
      Enzim Porcine sendiri dibuat dari isolasi lemak BABI.

      Saya yakin Enzym porcine yang merupakan katalisator biologis tentunya juga tidak ikut bereaksi menjadi
      bactosoyton. (namanya aja udah katalisator/sekedar pemercepat proses).
      Kalaupun ada bagian Enzym porcine yang terbawa khan relatif kecil terhadap daging babi secara keseluruhan.
      Selanjutnya setelah proses pemurnian dalam bentuk kristal, tentu menjadi lebih sangat kecil kemungkinan terbawanya bahan dari BABI tsb.
      Yang lebih menghawatirkan jangan-jangan kita malah mendorong para produsen untuk berbuat bohong, ngaku-ngaku nggak pakai enzim tsb padahal makai karena biaya produksi murah meriah… :D

      Wassalam, Haniifa.

  33. aburahat said

    @Haniifa
    Buah anggur halal sesudah fermentasi(minuman) haram
    Beras halal sesudah fermentasi = sake =haram
    Tuak haram difermentasi jadi cuka halal

  34. aburahat said

    @Haniifa
    Anda benar. Tapi mudharatnya lebih besar. Mana yang anda pilih. Manfaatnya yang sedikit atau mudharat yang besar? Makin asyik nih. Wasalam

    • haniifa said

      @Mas Aburahat
      Subhanallah…
      Memang benar mudharatnya lebih besar daripada manfaatnya, namun berarti tidak total 100% nggak boleh masuk kedalam tubuh khususnya umat Islam, misalnya kasus berikut :
      Apakah penyuntikan alkohol murni pada orang yang berpenyakit Kanker Hati juga disebut mudharat, saya tidak mendalami dunia medis hanya sedikit tahu saja bahwa alkohol bersifat antiseptik dengan demikian saya mempercayai metode penyuntikan Alkohol murni tersebut.

      Bagaimana @mas,bukan kah Al Qur’an begitu gamblang menjelaskan kegunaan Alkohol ?!

      Wassalam, Haniifa.

  35. aburahat said

    @Haniifa
    Saya katakan anda benar. Kita tinggal memilih. Ada yg tidak mau sama sekali utk dimasukan dalam dirinya walaupun bersifat subhat. Tapi ada yang memilih sedikit manfaat dgn keyakinan menghilangkan mudharat yg besar (mati). Kalau anda menanyakan saya, maka saya menolak utk mengerjakan sesuatu yang saya tahu mudharatnya lebih besar. Contoh yg mas Haniifa berikan bukan pada keadaan yang normal, tapi dlm keadaan darurat. Allah berfirman kalau terpaksa memakan atau menggunakan yg haram asal tdk berlebihan Allah Maha Pengampun. Yang saya tidak setuju adalah utk DINIKMATI.Wasalam

    • haniifa said

      @Mas Aburahat
      Saya sependapat dengan @mas yaitu tidak setuju untuk dinikmati secara berlebihan.

      Mohon maaf saya tambahkan kata berlebihan karena :
      1. Makanan yang halal jika berlebihan hingga keluar lagi maka akan menjadi haram, sesuai dengan hadits Rasulullah kira-kira begini “selesaikan makanmu sebelum kamu kenyang”.
      2. Ada sebagian orang yang seumur hidupnya harus mengkonsumsi obat relaxan dan mod stabilizer yang keduanya mungkin setara dengan sekian % alkohol.

      Oh yach… tadi bertanya “Mana yang anda pilih” ?! Jawaban saya sama dengan @mas Aburahat

      Wassalam, Haniifa.

  36. Muhammad Nur Harahap said

    Assalamualaikum.Semua makhluk diciptakan Allah SWT memiliki kelebihan dan kekurangan. Semua hal harus diperoleh dari jalan yg halal, Baik makanan yang kita makan, obat-obatan dsb. Allah mengharamkan sesuatu hal karena manusia mungkin belum mengetahui mudharat apa yang terkandung sehingga diharamkan, walaupun kita lihat sesuatu hal itu baik dari barang yang haram.Dan akan selalu ada yang halal untuk manusia diciptakan Allah SWT tinggal manusia berusaha menemukannya. Semoga Kita semua dapat menjauhi dan tidak melakukan hal yang dilarang Sang Khalik Allah SWT. Wassalam

  37. Ari said

    Hanya buat share aja.
    Saya pemakan babi.

    Buat anda yang belum/tidak bakal mencicipi,
    Masakan babi emang enak kok.
    Ueenak tenan..

    Makasih buat Anda yang tidak memakannya, karena kalau permintaan meningkat, stok tetap, harganya akan melangit.

    • agorsiloku said

      Mas Ari, saya memang bukan pemakan babi dan biarpun saya tahu enak — seperti saya tulis dan tanya pada teman-teman yang memakannya —. Kalau bukan karena laranganNya (dalam agama Islam), barangkali, saya juga akan menjadi penggemar berat…. maklumlah saya penggemar makan uenak-uenak juga.

  38. Anonymous said

    site ini sungguh menyesatkan…

  39. sage said

    daging babi…..ihh haram….. knp haram..???
    Babi adalah hewan yang sangat kotor karena biasanya memakan segala sesuatu yang diberikan kepadanya dari mulai bangkai, kotorannya sendiri sampai kotoran manusia. Secara psikis babi memiliki tabiat yang malas, tidak menyukai matahari, sangat suka makan dan tidur, memiliki sifat tamak, dan tidak memiliki kehendak dan daya juang, bahkan untuk membela diri sekalipun.

    Secara fisik babi banyak menyimpan bibit penyakit. Babi dianggap hewan yang sama sekali tidak layak untuk dikonsumsi. Di antara parasit-parasit itu adalah sebagai berikut:

    Cacing Taenia Sollum

    Parasit ini berupa larva yang berbentuk gelembung pada daging babi atau berbentuk butiran-butiran telur pada usus babi. Jika seseorang memakan daging babi tanpa dimasak dengan baik, maka dinding-dinding gelembung ini akan dicerna oleh perut manusia. Peristiwa ini akan menghalangi perkembangan tubuh dan akan membentuk cacing pita yang panjangnya bisa mencapai lebih dari 3 meter. Cacing ini akan melekat pada dinding usus dengan cara menempelkan kepalanya lalu menyerap unsur-unsur makanan yang ada di lambung. Hal itu bisa menyebabkan seseorang kekurangan darah dan gangguan pencernaan, karena cacing ini bisa mengeluarkan racun.

    Apabila pada diri seseorang, khususnya anak-anak, telah diketahui terdapat cacing ini di lambungnya maka dia akan mengalami hysteria atau perasaan cemas. Terkadang larva yang ada dalam usus manusia ini akan memasuki saluran peredaran darah dan terus menyebar ke seluruh tubuh, termasuk otak, hati, saraf tulang belakang, dan paru-paru. Dalam kondisi ini dapat menyebabkan penyakit yang mematikan.

    Cacing Trichinia Spiralis

    Cacing ini ada pada babi dalam bentuk gelembung-gelembung lembut. Jika seseorang mengkonsumsi daging babi tanpa dimasak dengan baik, maka gelembung-gelembung -yang mengandung larva cacing ini- dapat tinggal di otot dan daging manusia, sekat antara paru-paru dan jantung, dan di daerah-daerah lain di tubuh. Penyerangan cacing ini pada otot dapat menyebabkan rasa sakit yang luar biasa dan menyebabkan gerakan lambat, ditambah lagi sulit melakukan aktivitas. Sedang keberadaannya di sekat tersebut akan mempersempit pernafasan, yang bisa berakhir dengan kematian.

    Bisa jadi, cacing jenis ini tidak akan membuat seseorang meninggal dalam waktu singkat. Namun patut diketahui bahwa cacing-cacing kecil yang berkembang di otot-otot tubuh seseorang setelah dia mengkonsumsi daging babi bisa dipastikan akan menetap di sana hingga orang itu meninggal dunia.

    Cacing Schistosoma Japonicus

    Ini adalah cacing yang lebih berbahaya daripada cacing schistosoma yang dilkenal di Mesir. Dan babi adalah satu-satunya binatang yang mengandung cacing ini. Cacing ini dapat menyerang manusia apabila mereka menyentuh atau mencuci tangan dengan air yang mengandung larva cacing yang berasal dari kotoran babi. Cacing ini dapat menyelinap ke dalam darah, paru-paru, dan hati. Cacing ini berkembang dengan sangat cepat, dalam sehari bisa mencapai lebih dari 20.000 telur, serta dapat membakar kulit, lambung dan hati. Terkadang juga menyerang bagian otak dan saraf tulang belakang yang berakibat pada kelumpuhan dan kematian.

    Fasciolepsis Buski

    Parasit ini hidup di usus halus babi dalam waktu yang lama. Ketika terjadi percampuran antara usus dan tinja, parasit ini akan berada dalam bentuk tertentu yang bersifat cair yang bisa memindahkan penyakit pada manusia. Kebanyakan jenis parasit ini terdapat di daerah China dan Asia Timur. Parasit ini bisa menyebabkan gangguan pencernaan, diare, dan pembengkakan di sekujur tubuh, serta bisa menyebabkan kematian.

    Cacing Ascaris

    Panjang cacing ini adalah sekitar 25 cm. Cacing ini bisa menyebabkan radang paru-paru, radang tenggorokan dan penyumbatan lambung. Cacing ini tidak bisa dibasmi di dalam tubuh, kecuali dengan cara operasi.

    Cacing Anklestoma

    Larva cacing ini masuk ke dalam tubuh dengan cara membakar kulit ketika seseorang berjalan, mandi, atau minum air yang tercemar. Cacing ini bisa menyebabkan diare dan pendarahan di tinja, yang bisa menyebabkan terjadinya kekurangan darah, kekurangan protein dalam tubuh, pembengkakan tubuh, dan menyebabkan seorang anak mengalami keterlambatan dalam pertumbuhan fisik dan mental, lemah jantung dan akhirnya bisa menyebabkan kematian.

    Calornorchis Sinensis

    Ini jenis cacing yang menyelinap dan tinggal di dalam air empedu hati babi, yang merupakan sumber utama penularan penyakit pada manusia. Cacing ini terdapat di China dan Asia Timur, karena orang-orang di sana biasa memelihara dan mengkonsumsi babi. Virus ini bisa menyebabkan pembengkakan hati manusia dan penyakit kuning yang disertai dengan diare yang parah, tubuh menjadi kurus dan berakhir dengan kematian.

    Cacing Paragonimus

    Cacing ini hidup di paru-paru babi. Cacing ini tersebar luas di China dan Asia Tenggara tempat di mana babi banyak dipelihara dan dikonsumsi. Cacing ini bisa menyebabkan radang paru-paru. Sampai sekarang belum ditemukan cara membunuh cacing di dalam paru-paru. Tapi yang jelas cacing ini tidak terdapat, kecuali di tempat babi hidup. Parasit ini bisa menyebabkan pendarahan paru-paru kronis, di mana penderita akan merasa sakit, ludah berwarna cokelat seperti karat, karena terjadi pendarahan pada kedua paru-paru.

    Swine Erysipelas

    Parasit ini terdapat pada kulit babi. Parasit ini selalu siap untuk pembakaran pada kulit manusia yang mencoba mendekati atau berinteraksi dengannya. Parasit ini bisa menyebabkan radang kulit manusia yang memperlihatkan warna merah dan suhu tubuh tinggi.

    Sedang kuman-kuman yang ada pada babi dapat menyebabkan berbagai penyakit, diantaranya adalah TBC, Cacar (Small pox), gatal-gatal (scabies), dan Kuman Rusiformas N.

    Dalam berbagai argumentasi, sebagian orang berpendapat jika peralatan modern sudah jauh lebih maju dan bisa menanggulangi cacing-cacing ini sehingga tidak berbahaya lagi, karena panas tinggi yang dihasilkan oleh alat tersebut. Namun pengetahuan ini masih memerlukan kajian yang lebih mendalam. Sampai sekarang belum ada seorang ahli pun yang bisa memastikan dengan benar berapa derajat panas yang digunakan sebagai ukuran baku untuk membunuh cacing-cacing ini. Padahal menurut teori, memasak daging yang benar adalah tidak terlalu cepat namun juga tidak terlalu lama. Karena jika terlalu cepat dikhawatirkan parasit-parasit yang terdapat dalam daging tidak sempat mati sementara kalau terlalu lama semua kandungan gizi daging akan hilang dan hanya menyisakan toxic (racun). Kalau sudah demikian siapa yang berani menjamin kalau daging babi cukup aman untuk dikonsumsi?

    Memang benar dalam tubuh sapi juga ada cacing. Cacing tersebut diberi nama T. Saginata. Tapi babi sendiri kadang-kadang juga menjadi sarang cacing jenis ini. Namun demikian ada perbedaan yang mendasar antara cacing yang terdapat pada sapi dan cacing yang ada pada babi. Saginata yang ada pada babi melangsungkan proses hidupnya dalam tubuh manusia sedangkan saginata yang ada pada sapi hanya dapat hidup di dalam sapi dan tidak hidup di dalam tubuh manusia, sekalipun sudah terlanjur masuk dalam tubuh manusia. Adapun keberadaan saginata dalam tubuh manusia mungkin disebabkan oleh proses masak yang tidak baik di dalam tubuh babi.

    Disamping itu daging babi adalah daging yang paling sulit dicerna, karena kandungan zat lemaknya sangat tinggi. Tabel berikut akan menjelaskan kadar lemak yang terdapat dalam daging babi dan hewan lainnya:

    Babi gemuk 91%, Kambing gemuk 56%, Sapi gemuk 35%

    Babi sedang 60%, Kambing sedang 29%, Sapi sedang 20%

    Babi kurus 29%, Kambing kurus 14%, Sapi kurus 6%

    Selain itu jika dibiarkan berada di udara terbuka maka daging yang pertama kali busuk adalah daging babi, diikuti daging domba dan yang terakhir adalah daging sapi. Akan tetapi apabila daging-daging tersebut dimasak, maka yang paling lambat masaknya adalah daging babi.

    Dari hasil penelitian juga diperoleh kesimpulan bahwa daging kambing dan daging sapi berada dalam lambung selama 3 jam proses pencernaan sempurna, sementara daging babi bisa berada dalam lambung selama 5 jam hanya untuk memperoleh hasil pencernaan yang sempurna.

    Jika ada yang bertanya: buat apa babi diciptakan jika tidak untuk dimakan? Kita bisa jawab: di dalam tubuh babi ada hal yang bisa kita petik pelajarannya dan kemudian kita hindari sebagaimana naluri kita selalu berkata untuk sedapat mungkin menghindarkan diri dari pengaruh virus flu atau bibit penyakit lainnya. Namun jika dia masih juga bersikukuh tentang babi, maka paling tidak dia harus bisa membuktikan bahwa daging tersebut aman dari pengaruh parasit maupun kandungan lemaknya yang tinggi. Apa dia dapat melakukannya sementara para ahli saja tidak benar-benar berani menjaminnya?

    Tayangan http://www.youtube.com tentang daging babi (parodi): http://www.youtube.com/watch?v=XdguyMJprsA

    Eksperimen daging babi dan coke (dokumenter dan parodi): http://www.youtube.com/watch?v=f3IOvFA8LLE&feature=related

    Daging babi dan coke (serius): http://www.youtube.com/watch?v=p2eEw26J0z8&feature=related

    Source: http://ratualit.blogspot.com/2008/07/bahaya-daging-babi-bagi-kesehatan.html

    • agorsiloku said

      Secara logika awal, ada sejumlah kelogisan namun, tidak menjawab tuntas kenapa haram yang begitu ditegasi dalam AQ dan kenapa mahluk hidup ciptaanNya ada, mudah beranak pinak, enak rasanya, menjadi inang dari sejumlah sumber penyakit, dan lain-lain. Kita bisa menduga-duga, namun akhirnya memang masih wallahu ‘alam….

  40. sage said

    Para dokter Amerika berhasil mengeluarkan
    cacing yang berkembang di otak seorang perempuan, setelah beberapa waktu
    mengalami gangguan kesehatan yang ia rasakan setelah mengkonsumsi makanan khas
    meksiko yang terkenal berupa daging babi, hamburger (ham = babi, sebab aslinya,
    hamburger adalah dari daging babi, dan ketika dipasarkan di negara muslim
    diganti dengan daging sapi -pent).

    Sang perempuan menegaskan bahwa dirinya merasa capek-capek (letih) selama 3
    pekan setelah makan daging babi. Dan para dokter di rumah sakit “May
    Clinics” di negara bagian “Arizona” telah melakukan pembedahan
    terhadapnya di rumah sakit tersebut setelah mereka berhasil mengetahui
    “adanya rasa sakit” di bagian otak karena adanya cacing yang tumbuh
    di dalamnya. Dan akhirnya para dokter memberitahukan bahwa mereka harus melakukan
    operasi secepatnya untuk bisa mengobati sang perempuan tersebut.

    Para dokter menegaskan bahwa makanan daging
    babi yang terkenal itu telah dikonsumsi oleh sang perempuan AS di Meksiko, dan
    mengandung cacing yang dikenal dengan nama “taenia solium” yaitu
    cacing yang masuk ke dalam tubuh manusia dari jalan makanan yang tidak sempurna
    ketika dimasak.

    Josef Seirphin, salah seorang dokter perempuan di rumah sakit tersebut
    menjelaskan bahwa telur cacing menempel di dinding usus pada tubuh sang
    perempuan tersebut, kemudian bergerak bersamaan dengan peredaran darah sampai
    ke ujungnya, yaitu otak. Dan ketika cacing itu sampai di otak, maka ia
    menyebabkan sakit yang ringan pada awalnya, hingga akhirnya mati dan tidak bisa
    keluar darinya. Hal ini menyebabkan dis-fungsi yang sangat keras pada susunan
    organ di daerah yang mengelilingi cacing itu di otak.

    Down Piesira mengatakan, “Sesungguhnya pendapat yang mengatakan adanya
    cacing di dalam otak terasa sangat asing ….sangat mengagetkan sekali ketika
    aku menemukan mereka merasakan sakit di bagian otaknya, dan keluarlah cacing
    dari otaknya. Kejadian ini adalah kejadian besar yang menyakitkan.”

    Akhirnya, sang perempuan menerima untuk dioperasi –kejadian ini terjadi pada
    sepekan yang lalu (laporan ini ditulis pada tanggal 14 April 2001M-pent)–
    dalam waktu 6 jam berturut-turut untuk mengeluarkan cacing yang ada di dalam
    otak kepalanya. Dan para dokter melakukan pembiusan lokal, dimana sang
    perempuan harus dalam keadaan sadar dan bisa berfikir ketika dioperasi, sebab
    hal itu dilakukan diorgan yang sangat vital, yaitu otak; dan harus diajak
    bicara selama operasi sehingga operasi itu tidak membawa efek samping
    sedikitpun terhadap otak perempuan itu. Pada akhirnya, para dokter menemukan
    satu ekor cacing yang sudah rusak dan mengeluarkannya tanpa ada satu dampak
    negatif pun.

    Josef Seirphin, dokter perempuan yang mengetuai pengobatannya, mengatakan,
    “Ini adalah kejadian yang sangat beruntung, sebab kami belum pernah
    menemukan di otaknya selain satu cacing saja.”

    Josef Seirphin pun kini bergegas mengobatinya. Dan para dokter menegaskan bahwa
    mereka butuh waktu untuk memonitor kesehatannya untuk mengembalikan
    kesehatannya selama 6 bulan. Dan hal itu sampai kini masih menyebabkan sang
    perempuan mengalami gejala aneh dan kesulitan lainnya.

    Penyakit-penyakit Daging Babi

    Para dokter menegaskan bahwa penyakit-penyakit
    “cacing pita” merupakan penyakit yang sangat berbahaya yang terjadi
    melalui konsumsi daging babi. Ia berkembang di bagian usus 12 jari di tubuh
    manusia, dan beberapa bulan cacing itu akan menjadi dewasa. Jumlah cacing pita
    bisa mencapai sekitar 1000 ekor dengan panjang antara 4 – 10 meter, dan terus
    hidup di tubuh manusia dan mengeluarkan telurnya melalui BAB (buang air besar).

    Ketika seseorang mengkonsumsi daging babi, maka larva yang ada di dalamnya akan
    menjadi cacing dalam perut manusia. Cacing ini akan menyebabkan seseorang
    merasa lemah, letih. Dan kekurangan vitamin B-12 yang menyebabkan terjadinya
    kekurangan darah, terkadang bisa menyebabkan munculnya penyakit pada syaraf
    otak, semisal dis-fungsi syaraf pusat. Larva-larva pada sebagian keadaan bisa
    mencapai otak dan menyebabkan terjadinya “sawan” atau naiknya tekanan
    dalam syaraf, pusing yang sangat, atau bahkan bisa menyebabkan lumpuh.

    Dan mengkonsumsi daging babi yang tidak sempurna di masak juga menyebabkan
    adanya cacing rambut. Ketika cacing ini sampai di usus 12 jari, maka akan
    keluar larva yang sangat banyak setelah 4 atau 5 hari dan kemudian masuk ke
    dalam dinding lambung. Kemudian ia masuk ke dalam darah, kemudian masuk ke
    sebagian besar jaringan organ tubuh. Larva kemudian berjalan persendian dan
    menjadi besar Maka orang tersebut akan menderita sakit seperti nyeri otot yang
    sangat. Terkadang penyakit itu berkembang hingga terjadi dis-fungsi kerja otak,
    dis-fungsi otot jantung dan paru-paru, ginjal, syaraf pusat. Dan terkadang
    penyakit ini bisa menyebabkan kem

  41. Usaha said

    mane bukti2 tu? jangan cakap sebarang, fitnah nanti..

    • ivan.santri bani ma'sum said

      sesumgguhnya orang yang slalu mengonsumsi makanan haram (babi)itu akan menyebabkan penyakit yang sangat besar dan tidak ada obatnya.

      Allah tlah berkata dalam Al-qur’an bahwa daging babi itu haram……………barang siapa yang mengonsumsi barang haram maka setan pun senag menemani

      Ya..Allah mudah mudahan khusausnya masyarakat indonesia selalu mengonsumsi makanan halal amien……

      karena di dunia itu bersipat sementara ,,,,,,jadi tidak akan selamanya hidup di dunia ,,,

      jalankanlah syariat islam dan jauhkanlah apa yang telah di haeamkan oleh syariat isalam ….karena islam itu akan membawa kebahagian nanti di akhirat nanti yang bersipat selamanya (hakiki)

  42. Al ghozali said

    Dalam al quran,babi itu haram bila dimakan,jadi bila tidak dimakan berarti boleh saja. Pertanyaannya mengapa haram dimakan,karena mengandung cacing pita yang menyebabkan penyakit berbahaya bagi manusia……..di sisi lain,al quran juga menegaskan bahwah “wama khalaqta hata batila subhanaka wakiyna adza bannar ; tidak satu pun yang diciptakan Allah,kecuali memiliki manfaat,alias tidak sia sia”…….subhanallah Babi Makhluk Allah yang dikaruniakan kelebihan yaitu tidak di makan oleh manusia….karena babi sangat berguna bagi manusia. Tetapi kebodohan manusia adalah menyia nyiakan babi,sembari memandang jijik dan kotor pada ciptaan Allah.

  43. b sumari said

    saudara teman saya, memiliki penyakit kanker paru. dia mengkonsumsi empedu babi mentah (selama 3 minggu berjalan dengan komposisi 3 kali seminggu). dan dia merasakan hasil yg baik pada kondisinya. (maaf jika tulisan saya kurang berkenan, hanya menyampaikan apa yang saudara teman alami). :-)

    • agorsiloku said

      Ibnu Sina, adalah salah seorang dokter yang meneliti, ternyata selain rasanya yang enak, juga ada kemanfaatan yang tidak sedikit. Di sisi lain, ilmu pengetahuan juga menunjukkan faktor-faktor negatif yang lumayan, menjadi inang virus yang bersifat genetik. Begitu yang saya baca. Perv (Porcine Endogenous Retrovirus) dan segala variannya. Saya tidak paham mengenai hal ini. Namun, yang saya dengar, terkait dengan masalah genetik.
      Terlepas dari hal ini, perihal teman yang mengkonsumsi empedu babi lalu kemudian sembuh. Jika itu benar (secara kodekteran dan bisa dijelaskan). Tentu berfungsi sebagai obat. Diminum atau dimakan, adalah pilihan.
      QS 2:173 begitu jernih menjelaskan : ….. Tetapi barang siapa dalam keadaan terpaksa (memakannya) sedang dia tidak menginginkannya dan tidak (pula) melampaui batas, maka tidak ada dosa baginya. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (terj. Depag).
      Kalau kita garis tebal dalam keadaan terpaksa, tidak menginginkan, tidak melampaui batas, tidak ada dosa baginya. Maka setidaknya kita dapat memiliki argumen di hadapanNya kelak ketika pertanyaan diajukan pada diri kita masing-masing. Dan ketika kita hidup di dunia, kita memiliki argumen pilihan yang dapat pula kita pahami……

  44. Not me said

    Permisi comment.. Saya senang melihat postingan disini, bukan dari segi content, tetapi lebih dari segi kedewasaan merespon tulisan yg kita setujui/tidak setujui.. Semoga bisa terus mendewasakan kita dalam cara kita mengemulakan opini..

  45. […] Keistimewaan Babi (bag.1) « Sains-Inreligion […]

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 93 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: