Goresan Peristiwa di Masa Depan (adakah?).
Ditulis oleh agorsiloku di/pada Juni 13, 2006
Waktu itu, aku lagi naik motor tua di jalan Cihampelas Bandung. Menjelang perempatan yang berpotongan dengan jalan Wastukancana. Kurang lebih 2 atau 3 menit menjelang perempatan, aku kaget dengan lintasan yang ada di kepalaku. Aku melihat, aku terjatuh dari motor persis di turunan jalan sebelum perempatan. Terguling. Yah hanya sekilas saja, karena konsentrasi memang ada pada jalanan. Bayangan yang melintas cepat di kepala itu, membuat aku sedikit mengurangi kecepatan. Namun, tetap saja cukup cepat. Maklum darah muda mempengaruhi keberanian mengendarai.
Sejenak kemudian, mungkin semenit kemudian, kejadian dalam lintasan peristiwa itu benar-benar terjadi. Motorku terpeleset dan masuk ke bak sampah. Motor terguling, dan aku jumpalitan ke depan. Mungkin motornya terantuk batu pinggiran jalan. Badan tidak terluka, motor juga tidak rusak-rusak amat, hanya saja baunya bukan kepalang, karena menimpa tumpukan sampah natura yang membusuk.
Itu kejadian, 20 tahun lalu … Aku bersyukur selamat dari "musibah" itu. Setelahnya, aku sering berpikir, apakah yang disebut kejadian itu?. Apakah sesuatu yang telah terjadi, akan terjadi, atau belum terjadi?. Apakah kejadian-kejadian itu bisa dihindari?, adakah pilihan kejadian itu. Sesungguhnya dimanakah posisi takdir dan nasib dalam kebebasan manusia. Apakah ini masuk dalam teori ketidakpastian atau teori acak?. Apakah sebuah kejadian, memberikan isyarat di belakangnya (dan juga ke depannya) ataukah sebuah kejadian adalah akumulasi dari rententan peristiwa sebelumnya yang akan sampai pada titik peristiwa?.













